Tag: allicin

  • Cara Mengusir Tikus dengan Bawang Merah dan Bahan Alami Lainnya


    Jakarta

    Tikus seringkali menjadi hama yang mengganggu di rumah. Hewan ini merusak barang-barang, dan membawa penyakit.

    Beberapa upaya yang biasanya dilakukan untuk mengusir tikus yaitu mulai dari memberi jebakan hingga racun. Namun, cara-cara tersebut terkadang kurang efektif atau berisiko bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Salah satu cara alami yang dapat dicoba adalah dengan menggunakan bawang merah.

    Cara Mengusir Tikus dengan Bawang Merah

    Tikus sangat sensitif terhadap bau. Sebab indra penglihatan mereka buruk, indra lainnya harus ditingkatkan agar mereka bisa bertahan hidup. Mengutip Pest Control in London, bawang merah memiliki bau yang tidak disukai oleh tikus. Sehingga, rempah ini bisa digunakan untuk mengusir hewan pengerat tersebut. Caranya yaitu:


    • Letakkan bawang merah di lubang-lubang kecil yang dicurigai menjadi tempat tikus
    • Ganti dengan yang baru setiap hari

    Cara Mengusir Tikus dengan Bahan Alami Lainnya

    Selain bawang merah, beberapa bahan alami lainnya bisa digunakan untuk mengusir tikus. Mengutip Eliminate Solution, berikut di antaranya:

    1. Bawang Bombay

    Tikus juga bisa diusir dengan bawang bombay. Aroma irisan bawang bombay yang menyengat tidak disukai tikus. Cara menggunakan bawang bombay untuk mengusir tikus yaitu:

    • Iris bawang bombay
    • Letakkan beberapa irisan bawang bombay di tempat yang terdapat aktivias tikus, seperti kotoran atau bekas cakaran
      -Kamu juga bisa menggosokkan kulit bawang pada permukan di mana dicurigai ada tikus bersembunyi.

    2. Bawang Putih

    Bawang putih mengandung allicin, yaitu minyak yang bisa mengiritasi tikus. Sama seperti pada bawang bombay, tikus juga tidak menyukai bau bawang putih.

    Namun, bau ini bisa bertahan lama. Jadi, alternatifnya kamu bisa menggunakan campuran bubuk bawang putih untuk mengusir tikus. Berikut caranya:

    • Campur 1/4 cangkir tepung terigu, 1/4 cangkir tepung maizena, dan dua sendok makan bubuk bawang putih atau bawang putih yang sudah dihancurkan. Simpan di wadah kedap udara
    • Taburkan campuran bubuk bawang putih di area tempa tikus terlihat atau tersembunyi. Baunya bisa bertahan selama beberapa jam untuk mengusir tikus.

    3. Bubuk Cabai

    Bubuk cabai juga bisa digunakan untuk mengusir tikus. Cara mendapatkan bubuk cabai ini juga mudah.

    • Campurkan dua sendok makan bubuk cabai ke 1 liter air
    • Masukkan ke botol semprot

    Semprotkan cairan cabai ke tempat area yang dicurigai menjadi sarang tikus. Bau air cabai ini sangat tidak disukai oleh tikus.

    4. Cabe Rawit

    Selain menggunakan bubuk cabai, cabe rawit juga dapat digunakan sebagai pengusir tikus. Sama dengan bubuk cabai, kamu hanya perlu mencampurnya dengan air. Kemudian semprotkan ke tempat yang sekiranya menjadi tempat tikus.

    5. Bunga Lavender

    Tikus juga tidak suka dengan bau lavender. Untuk mengusir hewan ini, kamu bisa menanam tanaman bunga lavender di halaman rumah.

    Selain itu, cara lainnya adalah menggunakan semprotan dengan rendaman bunga lavender. Kocok sebelum digunakan lalu semprotkan ke area yang dicurigai ada tikus.

    Itulah cara mengusir tikus dengan bawang merah dan bahan alami lainnya. Sebagai catatan, efek bawang merah dan bahan lain bisa hilang setiap saat dan tikus kembali lagi. Karena itu, detikers tetap harus mencari akar masalah dan menyelesaikannya agar tikus tidak datang ke rumah.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Aroma Bahan Alami yang Tidak Disukai Tikus, Bisa jadi Cara Mengusirnya


    Jakarta

    Keberadaan tikus di rumah tentunya akan sangat mengganggu. Tak hanya membawa penyakit, hewan pengerat ini juga bisa merusak benda-benda di rumah.

    Jangan khawatir, ada beberapa aroma dari bahan alami yang tidak disukai tikus. Bahan alami ini dapat digunakan sebagai alternatif cara mengusir tikus dari rumah.

    Aroma dari Bahan Alami yang Tidak Disukai Tikus

    Mengutip laman Purcor Pest Solutions, Summit Environmental Solutions, dan Eliminate Solution, bahan-bahan yang tidak disukai tikus di antaranya tanaman mint, minyak peppermint, dan bubuk cabai. Ketahui cara menggunakan bahan ini untuk mengusir tikus.


    1. Tanaman Mint

    Tanaman ini tak hanya membantu mengusir tikus, tapi memberi aroma harum di sekitar rumah. Mint bisa ditanam dalam pot dan diletakkan di sekitar rumah.

    2. Minyak Peppermint

    Tikus akan lari karena tidak tahan aroma peppermint yang kuat. Caranya, rendam bola kapas dengan minyak peppermint. Kemudian letakkan bola kapas pada lubang atau tempat yang biasa didatangi tikus.

    3. Minyak Cengkeh

    Tikus juga tidak suka dengan bau cengkeh yang menyengat. Cara mengusir tikus dengan minyak cengkeh sama dengan penggunaan minyak peppermint. Rendam bola kapas dengan minyak cengkeh, lalu letakkan di tempat persembunyian tikus.

    4. Bawang Bombay

    Aroma bawang bombay yang menyengat dapat digunakan untuk mengusir tikus. Caranya, bawang bombay diiris dulu lalu diletakkan di tempat yang ada bekas aktivitas tikus. Misal, bekas cakaran dan kotoran.

    5. Bawang Putih

    Bawang putih mengandung senyawa allicin yang bisa mengiritasi tikus. Cara penggunaannya, bubuk dan bawang putih yang dihancurkan bisa dicampur 1/4 cangkir tepung terigu serta maizena. Campuran disimpan dalam wadah kedap udara, lalu ditabur di area persembunyian tikus. Baunya bisa bertahan selama beberapa jam untuk mengusir tikus.

    6. Bubuk Cabai

    Aroma campuran bubuk cabai dan air sangat tidak disukai tikus. Untuk membuat campuran ini, dua sendok bubuk cabai bisa dicampur 1 liter air lalu dimasukkan dalam botol semprot. Campuran disemprotkan di tempat yang dicurigai menjadi sarang tikus.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ular Sering Muncul di Rumah? Coba Taburkan Bahan Dapur Ini, Auto Kabur!


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan berbisa yang apabila merasa terancam dapat menyerang. Ular memiliki bisa yang dapat menyebabkan pembengkakan, pendarahan, merusak jaringan, saraf, dan organ sehingga cukup berbahaya.

    Hewan melata ini bisa ditemui di mana saja, tidak harus di hutan. Ular menyukai tempat yang gelap dan tenang. Ia bisa muncul dari semak-semak hingga area perairan. Rumah yang sering kebanjiran harus waspada karena bisa saja ular terseret arus air dari sungai yang meluap.

    Untuk mencegah ular masuk ke rumah di luar kondisi banjir, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dilansir Northwest Exterminating, berikut beberapa bahan yang tidak disukai ular dan bisa dijadikan penghalang mereka datang.


    1. Bawang Putih dan Bawang Bombai

    Tanaman bawang-bawangan terkenal memiliki efek ketika diiris karena terdapat senyawa sulfur yang terlepas ketika diiris. Selain itu, ada lho kandungan bawang yang tidak disukai oleh ular yakni asam sulfonate. Senyawa ini dapat menghasilkan mengaktifkan allicin yang berfungsi menguarkan aroma khas pada bawang putih.

    Cara memasang perangkapnya dengan mencincang halus bawah putih atau bawang bombai, lalu campurkan dengan garam batu. Taburkan campuran tersebut di sekitar halaman untuk mencegah ular mendekati rumah.

    2. Cuka

    Bahan selanjutnya yang efektif mengusir ular adalah cuka dapur. Cairan ini bisa dituang ke sekitar kolam agar ular tidak berani naik ke permukaan.

    3. Jeruk Nipis

    Campuran jeruk nipis, cabai rawit, dan minyak papermint ternyata bisa membuat ular kabur. Campuran ketiga bahan ini harus dimasukkan ke dalam botol kaca dan disemprotkan ke halaman atau lubang yang bisa menjadi akses ular masuk.

    4. Kapur Barus

    Kapur barus atau kamper merupakan benda yang biasa diletakkan di kamar mandi. Bentuknya kecil dan keras. Bentuk dan warnanya beragam dan mengeluarkan aroma yang sedap.

    Namun, aroma ini tidak disukai oleh ular. Di dalam kapur barus terdapat senyawa naftalena yang dapat membuat ular iritasi.

    5. Sulfur

    Bahan terakhir yang bisa dipakai adalah sulfur. Bahan ini dapat menyebabkan dua efek, yakni bau tak sedap dan iritasi pada kulit ular. Penghuni dapat menaruh sulfur di sekeliling rumah. Jangan lupa ketika meletakkannya memakai sarung tangan yang aman. Selain itu, jauhkan dari hewan peliharaan dan anak-anak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Pengusir Cicak dan Tikus di Dapur, Wangi Alami Tanpa Bahan Kimia



    Jakarta

    Dapur adalah area yang krusial dalam rumah. Sebagai tempat mengolah makanan, dapur harus selalu dijaga agar tetap higienis dan bebas dari gangguan hama pembawa penyakit.

    Cicak dan tikus merupakan hama yang seringkali dijumpai di dapur. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengusirnya adalah dengan menempatkan tanaman tertentu.

    Secara alami, cicak dan tikus tidak menyukai aroma kuat dan mengandung minyak esensial. Tanaman tersebut, dapat ditempatkan di sudut dapur ataupun di dekat area penyimpanan makanan.


    Berikut ini beberapa tanaman yang dapat diletakkan di dapur, untuk mengusir cicak dan tikus.

    Mint

    Ilustrasi tanaman peppermintIlustrasi tanaman peppermint Foto: Getty Images/La_vanda

    Mint adalah tanaman herbal alami yang kuat dan aromatik. Tanaman ini dikenal dengan batangnya yang persegi dan daunnya yang harum. Tanaman mint tumbuh dengan cepat dan seringkali menyebar secara agresif, sehingga sering ditanam dalam pot untuk mengontrol pertumbuhannya.

    Dilansir dari Tomsguide, Tanaman ini memiliki wangi yang tajam, dengan aroma mentol yang kuat. Aroma tersebut tidak disukai tikus sehingga dapat membantu mengurangi kemunculan hama tersebut di dalam dapur. Tanaman ini dapat diletakkan di pot dekat pintu dapur ataupun di sekitar laci untuk menyimpan bahan makanan.

    Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamuk Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Lavender adalah tanaman semak yang wangi dan dikenal karena bunga ungu yang khas dan memiliki aroma minyak esensial. Tanaman ini seringkali dibudidayakan karena aromanya yang harum dan perawatan yang mudah.

    Tanaman ini memiliki aroma segar yang tahan lama dan bisa mengusir tikus di rumah. Dengan menanam bunga lavender, cara yang bisa dilakukan adalah dengan menaburkan beberapa tangkai di sekitar pangkal tanaman yang sudah ada. Kemudian, lavender kering juga dapat diletakkan di tempat ataupun celah yang kemungkinan besar menjadi sarang tikus. Aroma yang kuat dapat mengusir tikus, karena tikus terganggu dengan wangi-wangian aromatik.

    Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman herbal rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary adalah tanaman semak hijau dengan daun seperti jarum dan memiliki bunga berwarna biru hingga ungu. Tanaman ini memiliki aroma kayu yang kuat karena berasal dari senyawa aromatik.

    Tanaman ini memiliki aroma yang tajam dan cenderung tidak disukai oleh beberapa jenis hama, termasuk tikus dan cicak. Karena aromanya yang kuat, hama tidak akan tertarik untuk mendekat karena tanaman ini juga mampu mengganggu kemampuan hama untuk mencium makanan. Untuk menggunakannya, bisa dengan menyemprotkan minyak yang terbuat dari esensial rosemary.

    Bawang Putih dan Bawah Merah

    Group of large leek plants in raised garden bed. Known as scallion, green onion or  Allium porrum. Selective focus on one leek in the middle.Group of large leek plants in raised garden bed. Known as scallion, green onion or Allium porrum. Selective focus on one leek in the middle. Foto: Getty Images/Petra Richli

    Tanaman dari keluarga bawang-bawangan ini tidak hanya bermanfaat sebagai bahan masakan, tetapi juga dikenal efektif mengusir cicak dan tikus di dapur. Aroma menyengat yang dihasilkan tanaman ini berasal dari senyawa sulfur alami, salah satunya adalah allicin.

    Dilansir dari situs Urvann, bagi cicak, bau sulfur tersebut menciptakan aroma tidak nyaman dan membuat mereka enggan mendekat. Sementara untuk tikus, aroma kuat dari bawang dapat mengacaukan kemampuan mereka dalam mengenali bau makanan atau mendeteksi bahaya. Karena itulah, meletakkan bawang merah atau bawang putih di sudut dapur tertentu sering direkomendasikan sebagai metode alami untuk mengurangi kehadiran hama kecil tanpa menggunakan bahan kimia.

    Serai

    Cara Menanam Sereh Sendiri di Rumah, Mudah Kaya akan Manfaat!Cara Menanam Sereh Sendiri di Rumah, Mudah Kaya akan Manfaat! Foto: Mokkie/Wikimedia Commons/CC BY-SA 3.0

    Serai adalah tanaman rumput yang memiliki aroma segar seperti lemon. Tanaman ini memiliki bentuk daun yang panjang seperti tali dengan batang yang kuat dan berserat, serta ketika diremas akan mengeluarkan aroma jeruk yang kuat.

    Wanginya yang aromatik, selain untuk mengusir nyamuk juga dapat digunakan untuk mengusir hama-hama kecil seperti cicak. Tanaman ini dapat diletakkan di pot besar dan ditempatkan di area dapur.

    Bunga Krisan

    Ilustrasi bunga krisanIlustrasi bunga krisan Foto: Getty Images/iStockphoto/miwa_in_oz

    Bunga Krisan dikenal sebagai tanaman berbunga yang memiliki warna yang mencolok. Bunga ini merupakan tanaman hias karena keindahan warna dan bentuknya. Bunga ini juga banyak digunakan dengan tujuan untuk menetralkan udara dalam ruangan.

    Namun, bunga ini juga mengeluarkan bau menyengat bagi tikus. Dilansir dari toms guide, bunganya mengandung kombinasi khusus senyawa insektisida yang beracun dan merupakan salah satu tanaman pengusir hama yang cukup efektif. Tanaman ini dapat diletakkan di luar ruangan atau juga di dalam ruangan.

    Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Lidah Mertua adalah tanaman hias yang cukup populer dengan daunnya yang tegak dan berbentuk seperti pedang. Tanaman ini dapat dirawat dengan mudah karena dapat bertahan hidup dengan kadar air minimal dan berbagai kondisi cahaya.

    Tanaman ini dapat meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan dan menciptakan ruangan tidak nyaman bagi cicak. Daunnya yang tegak dan kaku dapat melindungi sudut-sudut ruangan dan mengusir cicak yang menyukai bersembunyi di sana.

    Itulah beberapa jenis tanaman yang dapat mengusir kedatangan tikus dan cicak di dalam dapur. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dikukus atau Direbus? Sama-sama Sehat, Ini Saran Dokter agak Nutrisinya Tak Berkurang


    Jakarta

    Belakangan ini, tren makan rebusan dan kukusan sedang ramai di media sosial. Banyak orang mulai mengonsumsi ke menu yang lebih sederhana seperti ubi rebus hingga pisang kukus.

    Meski metode ini dikenal aman dan menyehatkan, Spesialis Gizi Klinik dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, mengingatkan ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar nutrisi makanan tetap optimal.

    Sebagian besar bahan makanan boleh diolah dengan cara direbus atau dikukus, namun cara dan durasi memasak perlu disesuaikan agar kandungan gizinya tidak banyak berkurang.


    Adapun bahan yang aman direbus atau dikukus antara lain umbi-umbian seperti ubi, singkong, kentang, dan talas. Singkong harus direbus hingga matang sempurna untuk menghilangkan senyawa sianida alaminya.

    Selain itu, lanjutnya, buah seperti pisang dan pepaya, sayuran seperti bayam, wortel, brokoli, dan jagung, serta sumber protein seperti telur, tahu, tempe, ayam, daging sapi tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan juga termasuk bahan yang cocok diolah dengan metode ini.

    “Ini semua mempertahankan rasa alami dan nutrisi,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (12/11/2025).

    Lebih lanjut, dr Ardian juga membeberkan beberapa bahan makanan perlu diolah dengan hati-hati, karena kandungan nutrisinya bisa berkurang signifikan jika terkena panas terlalu lama.

    Misalnya, seperti sayuran hijau seperti bayam dan brokoli mengandung vitamin C yang sensitif terhadap panas, sehingga bisa hilang hingga 50 hingga 70 persen bila direbus terlalu lama. Untuk menjaga kandungan vitaminnya, sebaiknya sayuran jenis ini dikukus singkat sekitar lima menit saja.

    Ia juga mengatakan, buah dan sayuran seperti tomat dan paprika juga sebaiknya tidak direbus terlalu lama. Kandungan vitamin C dan likopen (antioksidan penting untuk kesehatan jantung) dapat berkurang 20 hingga 40 persen jika dimasak terlalu lama.

    Sementara itu, metode kukus umumnya hanya menyebabkan sedikit kehilangan nutrisi. Alternatif lainnya, bahan-bahan tersebut bisa juga dikonsumsi mentah untuk mendapatkan manfaat antioksidan secara maksimal.

    “Bawang putih, senyawa allicin (antibakteri dan anti-inflamasi) hilang cepat saat dipanaskan; lebih baik dimakan mentah saat kondisi matang atau kukus dengan waktu singkat,” lanjutnya.

    “Kentang atau wortel mengandung vitamin B mengandung seperti folat bisa larut air hingga 30 persen saat direbus; kukus lebih baik untuk pertahankan vitamin untuk metabolisme energi,” sambungnya lagi.

    Ditinjau oleh: Mhd. Aldrian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (suc/up)



    Sumber : health.detik.com