Tag Archives: alternatif

Panduan Praktis Hubungi Nomor WhatsApp Resmi Indodana Finance


Jakarta

Selain menyediakan layanan customer service terpadu melalui email dan telepon, Indodana Finance kini menghadirkan kanal komunikasi baru berupa layanan WhatsApp. Kehadiran layanan ini menjadi alternatif bagi pengguna untuk menghubungi customer service dengan lebih cepat, personal, serta bebas biaya pulsa.

Layanan WhatsApp tersebut dirancang untuk mempermudah pengguna dalam memperoleh informasi maupun menyampaikan kendala terkait layanan Indodana Finance. Melalui komunikasi langsung, nasabah bisa mendapatkan respons yang lebih efisien dibandingkan jalur konvensional.

Nomor WhatsApp Indodana Finance Resmi

Saat ini, Indodana Finance menyediakan kontak customer service via WhatsApp di nomor 0888 1300 888, sebagaimana tercantum di situs resminya. Layanan ini dapat diakses setiap hari pada jam operasional, yakni pukul 08.00-20.00 WIB.


Meski demikian, pengguna tetap dapat mengirimkan pesan di luar jam kerja. Pesan tersebut akan tercatat dalam sistem dan akan dibalas pada jam operasional berikutnya.

Melalui nomor WhatsApp resmi tersebut, pengguna dapat melaporkan berbagai kendala atau memperoleh informasi seputar layanan Indodana Finance dengan lebih cepat. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk menyimpan nomor WhatsApp Indodana Finance resmi agar mudah dihubungi saat dibutuhkan.

Cara Menghubungi Customer Service via WhatsApp

Untuk mengakses layanan customer service Indodana Finance melalui WhatsApp, pengguna dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

– Simpan nomor WhatsApp Customer Service Indodana Finance resmi 0888 1300 888 di daftar kontak smartphone Anda.

– Di aplikasi WhatsApp, pastikan terdapat logo verified yang ditandai dengan adanya centang biru ketika membuka profil kontak customer service Indodana Finance.

– Melalui sistem komunikasi langsung atau direct communication, Anda bisa langsung mengirim pesan terkait pertanyaan atau kendala yang sedang dialami. Jadi, tak ada kode pesan khusus yang harus dimasukkan untuk mengakses layanan customer service Indodana Finance via WhatsApp tersebut.

– Terkait pesan yang sudah dikirimkan, pihak CS Indodana Finance akan segera memberikan pesan balasan selama di jam operasionalnya.

– Melalui pendekatan yang lebih personal, layanan customer service Indodana Finance via WhatsApp ini mampu memenuhi beragam kebutuhan nasabah yang berbeda. Tentunya, solusi dan jawaban yang diberikan pun akurat dan spesifik menyesuaikan dengan pesan yang dikirimkan oleh nasabah.

Jenis Bantuan yang Bisa Didapatkan

Melalui layanan WhatsApp, customer service Indodana Finance dapat memberikan berbagai bantuan yang pada dasarnya serupa dengan layanan melalui email maupun telepon. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Memberikan informasi seputar status pengajuan paylater.
  • Memberikan informasi terkait transaksi paylater di aplikasi Indodana Finance.
  • Memberikan bantuan dan solusi atas kendala pembayaran cicilan.
  • Memberikan bantuan dan solusi terkait permasalahan aplikasi Indodana Finance yang dialami.
  • Memberikan jawaban atas pertanyaan umum terkait produk dan layanan Indodana Finance.

Tak hanya itu, layanan customer service via WhatsApp juga dapat membantu menjawab pertanyaan atau keluhan lain di luar daftar tersebut, selama masih berkaitan dengan layanan Indodana Finance.

Alternatif Layanan yang Lebih Praktis

Hadirnya layanan customer service WhatsApp menjadi solusi praktis bagi pengguna yang menginginkan komunikasi lebih cepat dan mudah. Dengan sistem komunikasi langsung, pengguna dapat memperoleh jawaban dan solusi yang lebih akurat tanpa biaya tambahan.

Untuk memastikan keamanan, pengguna diimbau hanya menghubungi nomor WhatsApp Indodana Finance resmi dan selalu memastikan adanya tanda centang biru sebagai penanda akun terverifikasi.

Simak juga Video ‘Instagram, Facebook, sampai WhatsApp Nggak Full Gratis Lagi?’:

(akn/ega)



Sumber : finance.detik.com

Begini Tips Pilih Rumah Kontrakan Terbaik yang Pas buat Kamu


Jakarta

Mengontrak rumah menjadi opsi hunian yang menarik bagi pencari rumah. Terutama bagi yang belum siap membeli rumah atau berkomitmen untuk hidup di satu rumah untuk jangka waktu yang panjang.

Memang rumah kontrakan merupakan alternatif hunian yang lebih terjangkau kalau kamu belum bisa membeli rumah. Selain itu, rumah kontrakan memungkinkan kamu untuk fleksibel dalam memilih rumah dan jangka waktu sesuka hati.

Nah, bagi kamu yang sedang mencari kontrakan, jangan sembarangan ya. Pastikan kamu memilih kontrakan yang nyaman dan sesuai kebutuhanmu. Yuk, simak tips memilih kontrakan berikut ini, dilansir dari Mustika Land, Rabu (3/7/2024).


Tips Pilih Rumah Kontrakan Terbaik

1. Pilih Lokasi yang Strategis

Pertama kamu harus memilih lokasi kontrakan yang strategis. Lokasi yang strategis berarti dimaksud yaitu pertama, rumah kontrakan dekat dengan tempat bekerja dan sekolah anak untuk meminimalisir dana maupun waktu tempuh yang Kamu butuhkan dalam menjalani aktivitas sehari-hari selama mengontrak.

Kedua, strategis berarti dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, tempat ibadah, kantor polisi dan sekolah.

2. Perhatikan Lingkungan Sekitar

Selain kondisi rumah, kamu juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar rumah. Apakah lingkungan sekitar termasuk sehat atau tidak. Kamu bisa melihatnya dari pengelolaan sampah. Selain itu, Kamu juga perlu memperhatikan keamanan lingkungan.

Pilihlah lingkungan rumah dengan sistem keamanan yang baik dan terpercaya sehingga tindak kejahatan dapat diminimalisir, sehingga penghuni rumah bisa beristirahat dengan aman, tenang dan juga nyaman.

3. Pilih Jangka Waktu Sewa Singkat

Tips berikutnya adalah pilih jangka waktu sewa yang singkat. Biasanya selama 6 bulan atau hingga 1 tahun. Jangka waktu yang singkat lebih baik untukmu daripada jangka waktu sewa yang panjang. Karena untuk meminimalisir kerugian.

Bisa saja baru sebentar tinggal di lingkungan tersebut kamu maupun penghuni lainnya tidak cocok dengan lingkungan serta kondisi rumah. Selain itu, bisa jadi kamu juga sudah siap untuk membeli rumah sendiri sehingga tidak perlu waktu yang lama sampai waktu sewa habis.

4. Pertimbangkan Harga Sewa

Aspek berikutnya selalu menjadi pertimbangan utama yaitu harga sewa rumah kontrakan. Sebelum mencari rumah untuk dikontrakkan, ada baiknya jika kamu menentukan budget sesuai dengan kemampuan finansial.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi harga sewa, beberapa diantaranya adalah luas rumah, fasilitas hingga lokasi. Jika dirasa harga tidak sesuai dengan fasilitas yang diberikan, kamu dapat mendiskusikan kembali harga sewanya dengan pemilik rumah.

5. Gunakan Aplikasi atau Website Cari Kontrakan Rumah

Setelah menentukan lokasi dan budget yang sesuai dengan kebutuhan, kamu bisa memanfaatkan berbagai macam aplikasi atau website pencari kontrakan rumah.

Hal ini dapat membantumu menemukan sekaligus mendapatkan gambaran calon kontrakan rumah nantinya karena aplikasi biasanya memberikan informasi umum yang cukup detail terkait rumah mulai dari jumlah kamar, fasilitas, hingga kisaran harga. Tidak hanya itu, Kamu bahkan dapat membuat janji untuk bertemu dengan pemilik kontrakan.

6. Melakukan Survei Rumah Secara Langsung

Jika sekiranya kamu telah menemukan rumah yang kiranya cocok untuk kamu tinggali bersama dengan keluarga, langkah terakhir kamu bisa lakukan adalah survei langsung ke lokasi.

Bisanya survey langsung dapat memberikan gambaran dan keyakinan untuk memilih kontrakan tersebut. Kamu juga bisa membuat janji dengan pemilik kontrakan terlebih dahulu.

Survei ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi rumah kontrakan sehingga kamu akan mengetahui apakah terdapat bagian rumah yang perlu renovasi. Selain itu, Kamu juga bisa mengetahui fasilitas apa saja yang sudah difasilitasi oleh pemilik kontrakan sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk membayar kebutuhan umum seperti air, listrik hingga telepon.

Demikian 6 tips mencari kontrakan terbaik. Semoga bermanfaat!

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Tips Pilih Arsitek yang Tepat biar Terhindar dari yang Abal-abal


Jakarta

Saat membangun rumah, pasti membutuhkan peran arsitek untuk memvisualisasikan konsep dan memastikan pembangunan berjalan dengan lancar. Namun, kendalanya adalah kebanyakan orang kesulitan untuk mencari arsitek yang kompeten dan dapat dipercaya.

Menurut Arsitek Denny Setiawan untuk mencari arsitek, saat ini masyarakat bisa mencarinya melalui internet. Mulai dari mencari tahu sosok arsitek tersebut hingga karya-karyanya. Untuk lebih jelasnya, berikut cara memilih arsitek.

1. Tentukan Konsep Rumah

Sebelum mencari arsitek, pemilik rumah minimal sudah menentukan konsep atau gaya rumah yang ingin dibangun. Konsep ini menjadi kunci penting menemukan arsitek yang cocok yang dapat merealisasikan keinginan mereka. Sebab, masing-masing arsitek memiliki keahlian pada gaya tertentu seperti klasik, modern, industrial, dan lainnya.


2. Cari Arsitek yang Telah Bersertifikat dan Cek Portofolionya

Setelah itu, cari arsitek yang cocok dengan konsep rumah. Pastikan arsitek tersebut telah memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA). Denny menyarankan untuk mengecek situs Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), di sana terdapat daftar beberapa arsitek yang telah memegang sertifikat.

“Cuma seringkali yang muncul bukan portfolio. Jadi menurut saya yang paling menarik atau yang paling penting adalah mencari portfolio atau proyek-proyek terakhir yang pernah dikerjakan si arsitek itu,” kata Denny kepada detikProperti, pada Rabu (28/5/2025).

Bisa juga mengecek media sosial arsitek tersebut atau website luar negeri seperti Dezeen atau ArchDaily. Beberapa arsitek ada yang memuat cerita dan detail karya mereka di sana. Apabila arsitek tersebut memiliki studio sendiri, biasanya mereka memuat beberapa proyek yang sudah digarap atau sedang digarap ke situs resmi mereka.

Denny mengatakan apabila menemukan arsitek yang sudah lama tidak terlibat proyek apa pun, perlu dicek dahulu STRA-nya. Apabila masih aktif, tidak ada salahnya mencoba bekerja sama dengan arsitek tersebut. Sebab, STRA tidak berlaku selamanya, melainkan 5 tahun sekali sehingga selama sertifikat tersebut aktif, arsitek tersebut masih legal untuk bekerja.

3. Minta Testimoni dengan Klien yang Sebelumnya

Mengingat pembangunan rumah akan memakan waktu yang lama mulai dari 3 bulan hingga bertahun-tahun, calon klien harus mengetahui sifat dan kebiasaan arsitek. Hal ini untuk menghindari konflik, kesalahpahaman, dan hal-hal yang mempersulit ketika pembangunan berlangsung.

“Minta si arsiteknya, ‘Kenalin dong sama klien yang lagi dikerjakan, saya mau ngobrol’. Harusnya kalau misalnya dia arsitek yang oke, dia akan fine-fine aja untuk rekomendasiin. ‘Oh bicara aja nih sama klien saya yang ini’. Jadi sifat-sifat si klien, si arsitek, kita bisa tahu,” jelas Denny.

4. Jujur dan Terbuka kepada Arsitek

Denny mengatakan setiap arsitek pasti ingin mewujudkan konsep klien. Bahkan arsitek dilatih untuk bisa berfikir panjang mengenai hal-hal yang mungkin tidak diketahui klien, seperti material yang aman atau alternatif desain yang lebih cocok untuk konsep rumahnya. Hal-hal tersebut merupakan tugas arsitek untuk mempersiapkan.

“Arsitek kan bacaannya dari A sampai Z, klien mungkin searching-nya baru A sampai C gitu ya. Jadi ya rasanya kalau kita bayar mahal tentunya harus ada sesuatu yang dihasilkan sama si arsitek. Arsitek itu selayaknya bertindak sebagai pengacaranya klien. Dia harus ada di posisinya klien untuk menjaga, memastikan keselamatan klien itu menjadi prioritas yang utama,” ungkapnya.

Klien juga perlu komunikatif dengan mengungkapkan secara jelas dan jujur mengenai konsep yang diinginkan dan penilaian terhadap usulan ide dari arsitek. Cara ini untuk menghindari kesalahan ketika proses perencanaan dan pada saat pembangunan.

Banyak ditemukan beberapa klien yang labil dan meminta ganti desain ketika pembangunan sudah berjalan. Selain menyita biaya, waktu pembangunan juga semakin lama.

“Jadi kalau misalnya dia udah punya referensi gambar dan lain-lain mungkin itu akan jadi satu hal yang membantu,” tutur Denny.

Tugas Arsitek

Denny menegaskan tugas seorang arsitek tidak hanya untuk menggambar dan mendesain, melainkan memastikan seluruh desain itu dapat terlaksana menjadi sebuah bangunan. Karya arsitek itu bukan gambar, karya arsitek itu bangunan. Oleh karena itu, arsitek akan hadir dan mengawasi pembangunan dari awal hingga akhir.

Arsitek tidak bekerja sendirian, melainkan ada teknik sipil atau ahli struktur, kontraktor, interior desainer, dan tukang bangunan. Sebab, ada beberapa pekerjaan yang harus mengandalkan profesi lain yang lebih ahli.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com