Tag: aluminium

  • Tak Cuma buat Bungkus Makanan, Ini 10 Kegunaan Aluminium Foil


    Jakarta

    Aluminium foil umumnya hanya dijadikan pembungkus makanan. Namun, tahukah , aluminium foil juga memiliki banyak manfaat lainnya yang mungkin kamu jarang tahu.

    Kamu dapat menggunakan aluminium foil untuk membersihkan berbagai benda di rumah atau mempermudah pekerjaan rumah dengan sedikit trik. Mengutip dari Reader’s Digest Canada, Selasa (30/1/2024), berikut beberapa manfaat aluminium foil selain untuk membungkus makanan.

    1. Menajamkan Gunting Tumpul

    Seiring pemakaian, gunting bisa tumpul sehingga tidak dapat memotong kertas atau kain dengan baik. Kamu bisa menggunakan aluminium foil untuk mengasah gunting tumpul. Caranya, cukup siapkan lembaran aluminium foil, kemudian lipat menjadi beberapa lapisan dan mulailah memotong dengan gunting. Ulangi sampai berkali-kali, gunting akan tajam kembali.


    2. Memudahkan saat Menyeterika Pakaian

    Saat kamu hendak menyeterika pakaian, kamu perlu menggosok setrika berkali-kali untuk menghilangkan kerutan pada pakaian. Untuk mempercepat, letakkan selembar aluminium foil di bawah penutup papan setrika. Aluminium foil ini akan memantulkan panas kembali melalui pakaian, menghilangkan bekas kerutan lebih cepat.

    3. Melindungi Tanaman dari Hama

    Aluminium foil juga dapat digunakan untuk melindungi tanaman dari hama. Untuk menjauhkan hama serangga dari tanaman. Caranya, cukup campurkan potongan alumunium foil dengan bahan penyubur tanah. Sebagai manfaat tambahan, aluminium foil akan memantulkan cahaya matahari kembali ke tanaman.

    4. Membersihkan Noda Cat pada Gagang Pintu

    Saat mengecat pintu, alumunium foil dapat digunakan untuk membungkus gagang pintu agar cat tidak menetes. Lapisi gagang pintu secara merata Dengan aluminium foil. Dengan begitu kamu bisa mengecat sampai ke tepi gagang pintu.

    5. Melapisi sabut baja

    Sabut baja merupakan alat yang biasa digunakan untuk menggosok bagian bawah panci berkerak. Untuk mencegah karat, bungkus sabut dengan aluminium foil dan masukkan ke dalam freezer. Kamu juga dapat memperpanjang umur sabut baja dengan meremas selembar aluminium foil dan meletakkannya di bawah sabut di piring atau wadahnya.

    6. Memindahkan Furnitur Besar dengan Mudah

    Untuk menggeser furnitur besar di atas lantai yang halus, letakkan potongan kecil aluminium foil di bawah kaki furnitur. Letakkan sisi foil yang kusam ke bawah, sebab sisi yang kusam sebenarnya lebih licin daripada sisi yang mengkilat. Dengan cara ini kamu tidak perlu khawatir akan merusak permukaan lantai.

    7. Menjaga Kebersihan Oven

    Untuk mencegah tetesan makanan jatuh ke bagian bawah oven, kamu dapat meletakkan satu atau dua lembar aluminium foil di atas rak di bawah. Jangan melapisi bagian bawah oven, karena bisa menyebabkan kebakaran.

    8. Menyamarkan Noda pada Cermin

    Kamu dapat dengan mudah menyamarkan noda kecil pada permukaan cermin dengan meletakkan selembar aluminium foil, sisi mengkilap menghadap ke luar, di bagian belakang kaca. Untuk menahan aluminium foil di tempatnya, tempelkan ke bagian belakang cermin atau ke bingkai dengan selotip.

    9. Membersihkan Perhiasan

    Untuk membersihkan perhiasan, cukup lapisi mangkuk kecil dengan aluminium foil. Isi mangkuk dengan air panas dan campur dalam satu sendok makan deterjen bubuk bebas pemutih.

    Masukkan perhiasan ke dalam larutan dan biarkan meresap selama satu menit. Bilas dengan baik dan keringkan dengan udara. Prosedur ini menggunakan proses kimia yang dikenal sebagai pertukaran ion, yang juga dapat digunakan untuk membersihkan peralatan perak.

    10. Membersihkan Permukaan Setrika

    Kerak yang menumpuk pada permukaan setrika terkadang membuatnya jadi lengket, menyebabkan setrika jadi menempel pada pakaian. Untuk menghilangkannya, gosok pakaian di atas selembar aluminium foil.

    Demikian 10 manfaat aluminium foil selain untuk membungkus makanan. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Plafon Tahan Air, Bikin Rumah Aman dari Bocor


    Jakarta

    Ada banyak jenis plafon yang bisa digunakan di rumah. Plafon sendiri fungsinya sebagai pelindung bagian dalam rumah dari panas matahari. Sebab, jika tidak memiliki plafon, rumah akan terasa lebih panas. Selain itu, fungsinya juga melindungi rumah dari kebocoran. Plafon akan menahan panas dan air yang merembes dari sela-sela genteng atau atap.

    Mengingat fungsinya sangat dibutuhkan di rumah, kamu juga tidak boleh sembarangan memilih jenis plafon karena tidak semuanya berbahan bagus. Kamu harus memilih plafon yang berbahan tahan air, kuat, dan tahan lama.

    Melansir dari Klopmart, Senin (22/7/2024) berikut beberapa jenis plafon yang tahan air dan panas, bikin rumah aman dari kebocoran.


    1. Papan Semen

    Papan semen adalah jenis plafon dengan material campuran semen di dalamnya. Permukaannya jauh lebih padat karena ditambahkan pasir silika, gypsum, serat selulosa, dan zat tambahan lainnya. Bahannya yang padat membuat papan semen cocok sebagai material plafon dan dinding, baik eksterior maupun interior. Selain tahan air, papan semen dapat menghalangi jamur, api, dan benturan keras di atap.

    Berbeda dengan jenis plafon pada umumnya yakni tripleks dan gypsum yang lebih tipis, tetapi mudah mengalami kebocoran air.

    2. Papan PVC

    Kamu pernah mendengar PVC? PVC atau Polyvinyl chloride adalah terbuat dari plastik. Material ini sering ditemui pada pipa air sehingga bahannya sudah terbukti tahan air. Selain itu, strukturnya juga kuat dan mampu menghindari plafon dari rembesan air dan serangan rayap.

    Kelebihannya yang lain adalah material ini punya bobot yang cukup ringan. Ketika dipasang pun desain plafonnya cukup mudah dan menambah estetika karena material ini tersedia dalam berbagai pilihan warna dan corak. Selain plafon, Kamu dapat menggunakannya untuk jendela, pintu, atau pipa air.

    3. Papan Kalsiboard

    Selain papan semen, ada pula papan kalsiboard yang juga bagian dari papan semen. Perbedaanya hanya bentuk kalsiboard seperti lembaran dan memiliki kandungan kalsium khusus di dalamnya. Kandungan kalsium ini merupakan mineral yang tidak mudah larut dalam air, jadi papan kalsiboard cocok sebagai bahan plafon tahan air.

    4. Lembaran Akrilik

    Selanjutnya ada akrilik yakni material plafon yang memiliki ketahanan tinggi terhadap air. Jika kamu tidak ingin memakai papan PVC, kamu bisa menggunakan lembaran akrilik terutama di ruangan yang lembab, seperti kamar mandi atau dapur. Bahannya pun ringan, sehingga mudah dilepas saat ingin dibersihkan.

    Material ini tersedia dalam berbagai desain dan warna, jadi Kamu bisa menyesuaikan interior ruangannya. Varian akrilik transparan pun tersedia untuk diaplikasikan sebagai plafon untuk menghadirkan kesan outdoor dalam ruangan. Kamu dapat memilih ukuran ketebalan lembar akrilik demi mengantisipasi rembesan air apabila terjadi hujan lebat.

    5. Ubin

    Biasa dipasang di lantai, ternyata ubin bisa dipasang pada atap rumah. Hasilnya lebih menarik karena memiliki desain dan corak yang indah saat dilihat. Lokasinya yang berada di atas, pembuatan ubinnya pun berbeda dengan yang berada di bawah. Material untuk plafon lebih berat dan dibutuhkan keahlian khusus untuk memasangnya. Pilihan terbaik untuk plafon adalah menggunakan ubin dari logam yang biasanya terbuat dari kuningan, timah, tembaga, besi galvanis, atau aluminium.

    6. GRC (Glassfiber Reinforced Cement)

    GRC terbuat dari material beton komposit ditambah serat kaca sebagai bahan penguatnya. Ukurannya lebih besar, berkisar pada 120×240 cm, jadi cocok digunakan untuk menutup rangka atap di berbagai ruangan. Selain itu, GRC juga terlihat serasi untuk interior rumah minimalis.

    Daripada bahan lainnya, GRC lebih tahan air dibandingkan kaca dan akrilik. Plafon GRC juga mampu melindungi penghuninya dari berbagai cuaca dingin dan panas.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Jenis Atap Tahan Cuaca Panas yang Bikin Rumah Sejuk Terus


    Jakarta

    Atap antara lain berfungsi untuk melindungi rumah dari terik matahari. Dengan fungsi utamanya itu, kamu jangan sampai salah saat memilih atap. Karena ada beberapa jenis atap yang justru membuat bagian dalam rumah menjadi panas.

    Terlebih kita yang tinggal di negara beriklim tropis. Pemilihan atap rumah perlu benar-benar diperhatikan, terutama material genteng yang akan digunakan. Untungnya ada lho jenis atap tahan cuaca panas sehingga membuat suhu rumah tetap sejuk dan tidak gerah. Ada atap apa saja? Temukan di bawah ini.

    Jenis-jenis Atap Tahan Cuaca Panas

    Dilansir catatan detikProperti dan Architizer, berikut deretan material atap yang tahan cuaca panas sehingga bikin rumah tetap sejuk:


    1. Genteng Tanah Liat

    Tanah liat telah digunakan sebagai material atap sejak masa lampau. Di Tanah Air, jenis genteng ini juga sangat umum dipasang sebagai atap rumah.

    Atap tanah liat banyak dipilih karena terbukti mampu meredam panas. Sehingga udara di dalam rumah tetap sejuk meski cuaca di luar terik. Genteng ini juga kuat dan tahan lama.

    Di sisi lain, genteng tanah liat rentan rusak saat ada badai besar yang menerjang. Material atap ini juga cenderung berat sehingga pondasi hunian harus cukup kokoh sebelum memasangnya.

    2. Atap Dak Beton

    Dak beton kini banyak dijadikan sebagai atap hunian. Jenis atap satu ini datar tanpa genteng sehingga memberi tampilan rumah berbentuk kotak minimalis yang rapi bila dilihat dari luar. Atap dak beton cocok digunakan pada rumah di wilayah bersuhu hangat.

    Penggunaan dak beton terbilang multifungsi. Dengan atap ini, penghuni dapat mempersiapkan pembangunan rumah lantai atas. Bisa pula dijadikan area rooftop, lokasi jemur pakaian, hingga tempat memasang panel surya.

    Akan tetapi, masalah yang sering ditemui pada dak beton yaitu munculnya genangan air jika drainase tidak dipasang dengan benar. Area atap juga rawan kotor oleh sampah atau benda yang jatuh karena permukaannya yang datar.

    3. Atap Sirap Kayu

    Sirap kayu kerap digunakan sebagai atap pada rumah tradisional dan gazebo. Atap ini terbuat dari bilahan kayu yang kemudian ditumpuk rapi. Ini merupakan jenis atap alami yang bisa menahan suhu panas.

    Atap sirap kayu juga membuat visual rumah menjadi unik. Lantaran kepingan kayu biasanya dibuat bentuk persegi panjang dengan salah satu ujungnya lancip.

    4. Genteng Keramik

    Atap dari genteng keramik bisa dipilih agar suhu di dalam rumah tetap sejuk. Gentengnya terbuat dari keramik yang ditambahkan glazur pada proses finishingnya. Dengan begitu, genteng menjadi lebih kokoh dan tahan lama. Genteng ini pun tahan cuaca ekstrem seperti panas, angin, dan hujan.

    Pemasangan atap ini perlu diperhatikan tingkat kemiringannya. Kemiringan atap harus 30 derajat supaya air hujan mengalir dengan baik dan atap tidak bergeser turun.

    5. Atap Metal

    Atap satu ini termasuk pilihan bagus untuk rumah di wilayah beriklim tropis. Material metal diketahui dapat memantulkan terik matahari sehingga tidak menghantarkan panas ke dalam rumah.

    Metal juga diketahui bersifat kokoh dan kuat. Bobotnya pun tergolong cukup ringan dan bisa memberi kesan rumah yang lebih modern.

    6. Genteng Metal Pasir

    Genteng metal pasir terbuat dari bahan dasar zinc dengan bagian bawahnya dilapisi back coat zinc aluminium coating, primary epoxy, zinc phosphate, synthetic resin, stone chip, dan acrylic finishing.

    Genteng ini disebut pula dengan genteng metal batuan Fulo Roof lantaran terdapat lapisan polypropylene dan serbuk batuan alami. Lapisan serbuk batuannya membuat suhu panas tidak menyerap ke atap rumah yang memasang genteng ini. Selain itu, suara air hujan yang jatuh di atasnya juga dapat diredam dengan genteng metal pasir .

    7. Atap EPDM

    Atap yang terbuat dari lapisan tunggal membran EPDM (ethylene propylene diene monomer) mampu tahan terhadap panas dan radiasi sinar ultraviolet. Ini karena EPDM terbuat dari bahan karet dengan paduan polimer jenuh.

    Material EPDM yang diformulasikan dengan baik dapat bertahan lama di luar ruangan selama tahunan tanpa rusak. Pemasangan dan perawatannya pun cukup mudah serta berbiaya terjangkau. Membran karet sintetis ini dapat dipasangkan pada atap rumah datar seperti dak beton.

    8. Atap Bitumen

    Atap bitumen kerap digunakan pada rumah modern. Jenis atap ini terbuat dari campuran aspal serta bahan-bahan seperti fiberglass dan pasir batu. Atap bitumen disebut juga dengan atap aspal.

    Material atap ini berbentuk lembaran yang berbobot cenderung ringan tetapi tidak mudah pecah. Bitumen memiliki kualitas tinggi yang tahan panas, hujan, angin kencang, maupun api. Berkat campuran aspalnya, atap bitumen tidak mudah terbakar, rusak, serta korosi.

    9. Atap Polimer

    Atap ini terbuat dari genteng polimer yang merupakan hasil campuran plastik berteknologi tinggi. Jenis atap ini memiliki daya tahan panas, api, dan angin yang baik. Biaya perawatan cukup terjangkau dan bobot gentengnya bervariasi dari ringan hingga berat. Di sisi lain, atap polimer cenderung mahal harga dan pemasangannya.

    Nah, itu tadi sederet material atap yang tahan cuaca panas dan bikin rumah sejuk terus. Kalau rumahmu pakai jenis atap yang mana nih?

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Material Talang Air Awet Tahan Lama, Kokoh hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Talang air termasuk bagian vital pada sebuah hunian. Fungsinya untuk mengalirkan air hujan dari atap ke tanah melalui pipa pembuangan. Dengan begitu, air tidak akan menggenang maupun membuat atap rusak.

    Saat akan memasang talang air, penting untuk mempertimbangkan material yang digunakan. Tujuannya agar talang tidak mudah jebol dan tahan lama. Lantas, seperti apa material yang awet untuk talang air?

    Material Talang Air yang Tahan Lama

    Dilansir This Old House, berikut deretan bahan talang air yang masa pakainya awet bertahun-tahun:


    1. Aluminium

    Aluminum roof gutterTalang air aluminium Foto: Getty Images/Luis Diaz Devesa

    Aluminium jadi material yang banyak digunakan untuk talang air. Bahannya ringan, harganya terjangkau, dan cenderung mudah dipasang. Materialnya juga tahan terhadap berbagai cuaca dan iklim.

    Aluminium tahan korosi dan dapat bertahan hingga 20 tahun. Material satu ini kuat menahan benturan cukup keras tanpa menimbulkan pecah atau retak. Namun, aluminium rentan penyok dan bengkok terutama jika terkena benda atau peralatan berat.

    2. Baja

    Talang air baja galvanisTalang air baja galvanis Foto: Getty Images/michael1959

    Baja termasuk material talang air yang paling kokoh. Terdapat dua bahan baja yang kerap dipakai: galvanis dan tahan karat (stainless).

    Baja galvanis berlapis seng di permukaannya sehingga meningkatkan daya tahannya terhadap cuaca dan mencegah karat. Masa pakainya hingga 20 tahun, pemasangannya lebih mudah, dan harganya tidak terlalu mahal.

    Namun jika lapisan sengnya terkikis, baja akan mulai berkarat. Apalagi jika rumah di wilayah dekat laut, air asin yang menguap di udara mampu merusak lapisan baja lebih cepat.

    Sementara baja stainless mengandung paduan 10-30% kromium, sehingga lebih tahan karat. Jenis baja ini dapat bertahan hingga 25 tahun. Ketahanannya akan cuaca lebih baik, tetapi biayanya cenderung mahal dan lebih sulit dipasang.

    3. Tembaga

    Tembaga juga banyak dipilih untuk talang air dan atap. Materialnya tahan cuaca dan korosi serta bisa awet sampai 50 tahun jika dirawat dengan baik. Tembaga memiliki sifat algisida dan fungisida alami sehingga mencegah pertumbuhan jamur dan lumut pada talang.

    Talang dari tembaga memiliki nilai estetika tinggi. Saat pemasangan biasanya akan dipoles dengan pelapis untuk mempertahankan kilau metaliknya. Dengan begitu mampu menambah kesan megah pada rumah.

    Sayangnya, tembaga termasuk material talang paling mahal. Bahannya tidak sekuat baja dan memerlukan pemeliharaan rutin khusus.

    4. Seng

    Talang Air SengTalang air seng Foto: Getty Images/OceanProd

    Talang air dapat dibuat dari seng. Bahannya tahan korosi dan dapat bertahan lama. Patina seng membuat permukaan luarnya terlindungi dari pelapukan.

    Namun lapisan seng rentan rusak akibat udara pantai. Pemasangan seng juga tidak boleh dibarengi dengan atap kayu karena limpasan asamnya bisa merusak atap.

    5. Kayu

    Mengutip Leafguard Gutters, kayu juga bisa dipakai untuk material talang air tapi penggunaannya cukup jarang. Materialnya cukup awet namun harganya mahal karena umumnya terbuat dari kayu cedar tua.

    Nah, itu tadi sederet material talang air yang tahan lama. Talang air logam cenderung lebih awet dibanding terbuat dari plastik yang biasanya rentan rusak.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Trik Gunakan Alumunium Foil di Rumah


    Jakarta

    Aluminium foil adalah kertas khusus yang dibuat sebagai pembungkus makanan. Selain itu, aluminium foil juga bisa sebagai alas penyimpan makanan agar awet. Namun, tidak hanya untuk makanan, aluminium foil juga bisa dimanfaatkan dengan cara yang berbeda, loh.

    Dikutip dari situs The Spruce, ada cara mudah memanfaatkan aluminium foil untuk berkebun, mengecat, atau bahkan membersihkan perabotan.

    Mencuci Panci

    Panci dan wajan kotor memang perlu penggosokan secara ekstra agar dapat menghilangkan noda mengendap yang membandel. Namun, hal itu bisa diatasi dengan aluminium foil.


    Pakar Pembersihan Rumah Tangga Petya Holevich, merekomendasikan menggunakan selembar aluminium foil. Caranya ambil selembar aluminium foil lalu diremas menjadi berbentuk bola. Tambahkan sabun cuci piring dan air ke panci atau wajan lalu gosok seperti memakai spons.

    Mengasah Gunting

    Jika di rumah ada gunting yang sudah tumpul, jangan langsung dibuang. Holevich menyarankan asah gunting menggunakan aluminium foil. Caranya lipat selembar aluminium foil lalu potong-potong menggunakan gunting. Hal ini dapat membantu menajamkan bilah gunting.

    Membersihkan Sendok dan Garpu

    Sendok dan garpu berbahan stainless steel atau perak bisa dibersihkan dengan aluminium foil. Holevich memberikan langkah-langkahnya, yaitu lapisi sebuah wadah dengan aluminium foil, lalu letakkan sendok dan garpu atau peralatan makan lainnya. Masukkan air mendidih beserta garam atau soda kue. Maka, noda-noda dari sendok atau garpu akan berpindah ke aluminium foil. Selain itu, dapat membuat peralatan tersebut menjadi lebih berkilau.

    Pencegah Karat

    Beberapa benda di rumah ada yang terbuat dari besi atau bahan berkarat, misalnya peralatan berkebun. Agar tidak cepat berkarat, bungkus dan lapisi gagang pada peralatan tersebut dengan aluminium foil. Hal ini akan menjaga peralatan dari kelembapan.

    Pembatas Cat

    Aluminium foil dapat membantu agar proses mengecat rumah bisa jadi lebih rapi. Misalnya, membungkus gagang pintu atau benda-benda lain agar tidak terciprat noda cat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Trik Ajaib Aluminium Foil di Rumah, Bisa Bikin Gunting Tajam Lagi!



    Jakarta

    Aluminium foil adalah kertas khusus yang dibuat sebagai pembungkus makanan. Selain itu, aluminium foil juga bisa sebagai alas penyimpan makanan agar awet. Namun, tidak hanya untuk makanan, aluminium foil juga bisa dimanfaatkan dengan cara yang berbeda, loh.

    Dikutip dari situs The Spruce, ada cara mudah memanfaatkan aluminium foil untuk berkebun, mengecat, atau bahkan membersihkan perabotan.

    Mencuci Panci

    Panci dan wajan kotor memang perlu penggosokan secara ekstra agar dapat menghilangkan noda mengendap yang membandel. Namun, hal itu bisa diatasi dengan aluminium foil.


    Pakar Pembersihan Rumah Tangga Petya Holevich, merekomendasikan menggunakan selembar aluminium foil. Caranya ambil selembar aluminium foil lalu diremas menjadi berbentuk bola. Tambahkan sabun cuci piring dan air ke panci atau wajan lalu gosok seperti memakai spons.

    Mengasah Gunting

    Jika di rumah ada gunting yang sudah tumpul, jangan langsung dibuang. Holevich menyarankan asah gunting menggunakan aluminium foil. Caranya lipat selembar aluminium foil lalu potong-potong menggunakan gunting. Hal ini dapat membantu menajamkan bilah gunting.

    Membersihkan Sendok dan Garpu

    Sendok dan garpu berbahan stainless steel atau perak bisa dibersihkan dengan aluminium foil. Holevich memberikan langkah-langkahnya, yaitu lapisi sebuah wadah dengan aluminium foil, lalu letakkan sendok dan garpu atau peralatan makan lainnya. Masukkan air mendidih beserta garam atau soda kue. Maka, noda-noda dari sendok atau garpu akan berpindah ke aluminium foil. Selain itu, dapat membuat peralatan tersebut menjadi lebih berkilau.

    Pencegah Karat

    Beberapa benda di rumah ada yang terbuat dari besi atau bahan berkarat, misalnya peralatan berkebun. Agar tidak cepat berkarat, bungkus dan lapisi gagang pada peralatan tersebut dengan aluminium foil. Hal ini akan menjaga perlatan dari kelembapan.

    Pembatas Cat

    Aluminium foil dapat membantu agar proses mengecat rumah bisa jadi lebih rapi. Misalnya, membungkus gagang pintu atau benda-benda lain agar tidak terciprat noda cat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com