Tag: ambles

  • Waspada! Tembok Retak Bisa Jadi Tanda Bahaya, Begini Penjelasannya



    Jakarta

    Dinding rumah yang mulai retak tentu bikin risih. Selain mengganggu tampilan rumah, retakan ternyata bisa jadi tanda adanya masalah pada struktur bangunan, lho.

    Retakan tembok bisa muncul di rumah baru maupun lama, tergantung kondisi fondasi, material, dan lingkungan sekitar. Ada retakan yang aman, tapi ada juga yang berpotensi membahayakan. Yuk, kenali jenis dan penyebabnya supaya kamu bisa bertindak cepat sebelum makin parah!

    Jenis-Jenis Retakan Dinding

    1. Retakan Horizontal

    Kalau kamu melihat retakan besar yang membentang horizontal, hati-hati. Jenis ini biasanya menandakan adanya pergerakan struktur atau kerusakan fondasi. Penyebab lainnya bisa karena pergeseran tanah atau air yang merembes ke dinding. Sebaiknya segera periksa ke tenaga ahli agar tidak berisiko bagi keamanan rumah.


    2. Retakan Diagonal

    Retakan diagonal atau bergerigi biasanya muncul akibat kerusakan struktur, seperti tanah ambles, rayap, atau rusaknya kayu penyangga. Ini termasuk retakan serius dan harus segera diperiksa oleh profesional.

    3. Retakan Vertikal

    Jenis ini sering muncul di sudut antara dinding dan langit-langit. Umumnya disebabkan oleh ambles ringan atau penyusutan material. Kalau retakannya tidak melebar atau panjangnya bertambah, biasanya tidak berbahaya. Tapi jika mulai lembap atau muncul air, sebaiknya segera diperiksa.

    Penyebab Umum Dinding Retak

    1. Rumah Baru

    Retakan kecil di rumah baru adalah hal wajar karena material masih menyesuaikan diri. Namun, kalau retakannya terus muncul di tempat yang sama, sebaiknya konsultasikan ke kontraktor.

    2. Rumah Tua

    Rumah yang sudah berumur biasanya lebih sering mengalami retakan karena pergeseran fondasi atau kelembapan tinggi. Retakan kecil di bawah 0,8 cm umumnya aman, tapi kalau sudah lebih lebar, segera periksa penyebabnya.

    3. Plester Menyusut

    Plester yang cepat kering bisa menyusut dan menimbulkan retak halus. Solusinya mudah: tambal dan cat ulang, serta pastikan proses pengeringan dinding dilakukan perlahan agar tidak retak lagi.

    4. Lembap dan Air Merembes

    Kelembapan tinggi bisa membuat dinding retak dan berjamur. Ini sering terjadi saat musim hujan. Jika tidak segera diperbaiki, air bisa masuk ke celah dan memperburuk struktur dinding.

    5. Retakan di Plafon

    Plafon juga bisa retak akibat pergerakan struktur atau kelembapan tinggi. Cek apakah ada tanda-tanda lapisan plester terlepas atau rayap. Jika iya, segera perbaiki agar tidak ambruk.

    6. Akar Tanaman

    Pohon besar di dekat rumah bisa menyebabkan tanah ambles karena akar menekan fondasi. Solusinya, pangkas atau pindahkan pohon yang terlalu dekat dengan bangunan.

    7. Gempa dan Pergerakan Tanah

    Guncangan besar seperti gempa bisa menimbulkan retakan baru. Setelah gempa, periksa seluruh dinding, terutama bagian sudut dan fondasi rumah.

    8. Tanaman Merambat

    Tanaman rambat memang indah, tapi akarnya bisa menembus dan merusak lapisan luar dinding. Sebaiknya pasang teralis khusus agar tanaman tidak langsung menempel ke tembok.

    Kapan Harus Khawatir?

    Jika retakan terlihat makin panjang, lebar, atau disertai rembesan air, segera hubungi tenaga ahli bangunan. Retakan yang dibiarkan bisa berkembang jadi kerusakan struktural serius dan membahayakan penghuni rumah.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Hati-hati Rumah Ambles, Kenali Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Tanah amblas, atau tanah ambles sering kali menjadi ancaman bagi sebuah bangunan. Masalah tanah ambles ini biasanya diakibatkan oleh faktor kondisi tanah dan lingkungan sekitarnya. Maka dari itu pondasi bangunan yang kuat menjadi peran penting dalam menanggulangi masalah rumah ambles.

    Pondasi merupakan struktur utama dari sebuah bangunan yang berada di bawah tanah, fungsinya adalah untuk menahan beban dari bangunan. Oleh karena itu, pondasi yang kuat akan menentukan kualitas ketahanan sebuah bangunan.

    Tetapi memiliki pondasi yang kuat bukanlah satu-satunya hal yang perlu kamu perhatikan saat membangun sebuah rumah agar tidak terjadi kerusakan berlebihan ketika terjadi rumah ambles.


    Sebelum membahas tips untuk mencegah rumah ambles, kamu juga harus tahu dulu nih penyebab dari rumah ambles. Mengutip dari blkp.co.id, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pondasi rumah ambles.

    Penyebab Terjadinya Pondasi Rumah Ambles

    1. Retak

    Keretakan pada pondasi adalah alasan yang sangat umum terjadi. Retaknya pondasi bisa menurunkan tingkat kestabilan dari sebuah bangunan.

    2. Bocor

    Kebocoran pada pondasi juga menjadi alasan mengapa pondasi rumah ambles. Walaupun pondasi tidak memiliki keretakan, tetap bisa terjadi kebocoran. Hal ini biasanya terjadi karena tingkat kelembaban tanah yang tinggi, hal ini mengakibatkan air merembes kedalam pondasi dan merusaknya secara perlahan.

    3. Lahan Tidak Rata

    Permukaan tanah yang tidak rata bisa terjadi karena tekanan. Hal ini bisa terjadi akibat air atau hewan di dalam tanah, atau terjadi perubahan suhu yang mendadak.

    4. Lingkungan Sekitar

    Kondisi tanah yang tidak stabil juga bisa diakibatkan oleh lingkungan di sekitar bangunan. aktivitas kendaraan bermuatan berat bisa membuat struktur tanah berubah. Hal ini tentunya akan mempengaruhi pondasi rumah.

    5. Lokasi Bangunan

    Faktor penyebab rumah ambles yang terakhir adalah lokasi rumah. Tentunya rumah yang dibangun di persawahan, di pinggir tebing, pegunungan, dan pantai memiliki potensi tinggi terjadinya pergerakan tanah. Hal ini bisa mengakibatkan pondasi rumah ambles.

    Akibat dari pondasi rumah yang ambles cukup banyak, dari mulai kerusakan pada dinding, lantai rumah pecah, retak, dan bergelombang, hingga kerusakan komponen bangunan lainnya. Maka dari itu kamu harus teliti dalam membangun sebuah pondasi.

    Tapi kamu tidak perlu khawatir. Dibawah ini ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar rumah tidak ambles.

    Tips Mencegah Rumah Ambles

    1. Pemampatan

    Tips pertama untuk mencegah rumah amblas yaitu dengan melakukan pemadatan tanah. biasanya dilakukan dengan menggilas atau menggetarkan tanah agar tanah lebih rapat dan padat. Hal ini dilakukan agar daya tahan tanah meningkat.

    2. Pra Pembenahan

    Sebelum membangun rumah, sebaiknya kamu menata beban yang akan diaplikasikan pada tanah. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi resiko tanah amblas.

    3. Drainase

    Membuat drainase yang baik bisa menjadi kunci untuk mengatur kelembaban tanah. Sehingga resiko terjadinya rumah amblas bisa berkurang.

    4. Pengadukan Encer

    Pengadukan encer adalah metode mencampurkan bahan pengikat kedalam tanah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kekuatan tanah.

    5. Stabilisasi Kimia

    Stabilisasi Kimia adalah proses memodifikasi tanah dengan mencampurkan bahan kimia khusus ke dalamnya, sehingga terbentuk material baru pada tanah pondasi. Tujuan dari proses ini juga untuk meningkatkan daya tahan tanah.

    6. Geotekstil

    Menggunakan material geotekstil di bawah pondasi bisa meningkatkan daya tahan pondasi tersebut. Gunanya untuk meredam efek pondasi ambles, cara kerjanya adalah untuk memberikan lapisan pendukung tambahan di bawah pondasi.

    7. Pilih Lokasi

    yang terakhir tentunya kamu harus bisa memilih lokasi pembangunan dengan tanah yang baik. Sehingga kamu tidak perlu terlalu khawatir dengan masalah pondasi rumah ambles.

    Itulah rangkuman tips mencegah rumah ambles. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Rumah Second? Ini 6 Cara Mengecek Kebocoran


    Jakarta

    Saat membeli rumah siap huni, ada banyak yang perlu diperhatikan salah satunya kondisi bangunan tersebut. Khawatirnya rumah tersebut banyak spot yang rusak dan bocor saat hujan sehingga memerlukan renovasi sebelum ditempati.

    Maka dari itu, pembeli harus datang ke lokasi terutama setelah hujan atau saat hujan. Dengan demikian, kamu bisa dengan mudah menemukan lokasi bocor di rumah tersebut.

    Agar kamu bisa menemukan lokasi kebocoran dengan cepat, melansir dari laman Leak Masters, Senin (22/7/2024), berikut beberapa cara mengecek kebocoran sebelum beli rumah siap huni.


    Cara Cek Kebocoran Sebelum Beli Rumah

    1. Periksa Kemunculan Jamur

    Jamur kerap muncul pada permukaan apa pun yang lembap dan tidak terawat. Salah satunya adalah langit-langit rumah ataupun tembok. Ini juga adalah tanda paling umum jika ada kebocoran di dalam rumah. Cara paling mudah untuk memastikan noda pada beberapa bagian rumah adalah jamur dengan cara berikut.

    Identifikasi Bau:

    Jamur yang suka kelembapan akan mengeluarkan bau apek atau bau tidak sedap lainnya. Jika jamur sudah menyebar di beberapa sisi, bau tersebut akan tercium dengan jelas bahkan pada saat masuk ke rumah.

    Perhatikan Setiap Sudut:

    Periksa sudut-sudut ruangan secara cermat. Mulai dair lantai, langit-langit, bagian bawah tangga, dan dalam lemari kamar mandi. Kamu mungkin melihat tanda-tanda jamur dan lumut terutama jika ada kebocoran pipa atau saluran air.

    2. Cek Area Atap, Talang, dan Saluran Buangan Air

    Atap adalah area paling pertama terkena air hujan. Jika kondisi atapnya banyak yang rusak, air dengan mudah masuk ke dalam rumah. Maka dari itu, kamu perlu memperhatikan dengan cermat, jika bisa kamu melihat kondisi atapnya juga apakah sirap sudah terpasang dengan baik.

    Sementara itu, talang air atau pipa buangan air di atap juga perlu dicek. Seharusnya setiap rumah telah terpasang pipa tersebut karena fungsinya untuk jalan buangan air dari atap. Kemudian, cek pula saluran pembuangan air tepat di bawah talang air untuk memastikan air bisa mengalir dengan lancar, terutama saat hujan lebat.

    3. Periksa Meteran Air

    Kamu tidak bisa tinggal di rumah tanpa ada air bersih mengalir di dalamnya. Maka saat datang ke rumah baru, kamu perlu mengetes air pada setiap keran. Pastikan semua pipa bisa mengeluarkan air dan tidak lama dari keran dibuka. Lalu periksa meteran air di rumah tersebut.

    Jika air lama keluar dan tidak deras biasanya itu merupakan indikasi adanya kebocoran di suatu tempat. Kamu harus memeriksa semua toilet di rumah untuk melihat apakah ada tangki yang bocor, dan menguji tekanan air di keran untuk memastikan tidak ada yang mengalir ke dalam dinding.

    4. Cek Ruang-ruang Tertutup di Rumah

    Tidak semua bagian rumah mendapat cahaya matahari atau tidak semua rumah memiliki ventilasi yang memadai. Alhasil pasti ada saja ruangan yang lembap atau berbau apek saat dimasuki. Ruangan-ruangan ini biasanya adalah ruang bawah tanah, ruang laundry, hingga garasi. Cek mulai dari dinding, atap, hingga ke sudut ruangan untuk mendeteksi kebocoran. Mereka bisa menggunakan peralatan pencitraan infra-merah untuk memeriksa fondasi atau melakukan pemeriksaan kamera di dalam saluran air Anda.

    5. Periksa Bagian Halaman Rumah

    Selain bangunan, kamu juga perlu memeriksa tanah di sekitar rumah apakah ada tanda-tanda genangan air, atau perubahan warna pada dinding bawah yang mengindikasikan kelembapan. Tambahkan beberapa pohon besar yang tumbuh dengan baik agar halaman bisa menjadi tempat penyerapan yang baik dan tidak mudah ambles.

    6. Cek Pipa

    Terakhir, kamu bisa cek kondisi setiap pipa saluran air di rumah. Rumah yang sudah lama tidak ditempati, banyak sekali risikonya, salah satunya pipa di rumah tersebut bisa saja sudah pecah atau sambungannya sudah longgar. Jika kondisinya sudah tidak bagus kebocoran air mudah sekali terjadi.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Keramik Ambles, Bisa Jadi Ini 4 Penyebabnya!


    Jakarta

    Lantai keramik adalah salah satu pilihan penutup lantai yang banyak dipakai di Indonesia. Keramik dikenal memiliki daya tahan yang bagus dan tampilan yang menarik. Namun, lantai keramik berpotensi mengalami kerusakan seperti lantainya terlihat ambles dan menjorok ke dalam.

    Kondisi ini membuat permukaan lantai tidak rata dan keramik yang pecah bisa berbahaya saat terinjak. Pecahan keramik ini bisa merobek kulit karena ujung keramik cukup tajam.

    Apabila kamu menyadari jika lantai keramik di rumah terlihat turun atau ambles, kamu perlu memanggil ahli untuk memeriksanya. Apabila menilik dari situs True Level Concrete, Selasa (5/11/2024), ada beberapa penyebab lantai keramik turun atau ambles, berikut di antaranya.


    1. Tanah di Bawahnya Tidak Padat

    Lantai yang turun biasanya tidak memiliki penyokong dari bawahnya atau kata lainnya tanah atau susunan di bawahnya kosong atau tidak padat. Jika di bawah keramik tersebut tidak ada permukaan yang keras, maka saat lantai tersebut menerima tekanan, keramik tidak bisa menahannya.

    2. Lantai Lembap

    Lantai lembap biasanya disebabkan karena bagian bawahnya kelebihan air sehingga membentuk celah di antara keramik. Seiring waktu, tanah di bawahnya akan mudah tergerus dan susunannya tidak begitu padat. Selain genangan air, kondisi ini juga bisa disebabkan karena air selokan yang tersumbat, dan erosi tanah.

    3. Pergerakan tanah

    Pergerakan tanah merupakan fenomena alam yang sudah biasa terjadi. Pergerakan tanah tidak sama dengan longsor. Pergerakan tanah ada yang tidak terlihat, ada pula yang terasa jelas. Selain itu, memang sudah sifat tanah yakni mengembang saat basah, dan menyusut saat kering. Perubahan iklim dan waktu juga dapat menyebabkan tanah bergerak.

    4. Ada Masalah pada Struktur Bangunan

    Kerusakan lantai dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti salah mendesain struktural, kondisi tanah di bawah rumah, atau usia bangunan tersebut.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Bikin Kasur Tetap Empuk dan Nyaman Bertahun-Tahun


    Jakarta

    Semua pengguna kasur berharap kasur yang digunakan selalu empuk. Kasur yang empuk memberikan rasa nyaman ketika berbaring, duduk, atau berdiri di atasnya.

    Kasur yang berkurang massanya pasti tidak dapat menahan beban terlalu berat. Rasanya ada bagian yang melesak ke dalam setiap menerima tekanan. Apabila bagian yang ambles ini berada di dada, lama kelamaan akan terasa sesak setiap bangun tidur. Apabila berada di kepada, rasanya seperti kepala tenggelam karena lebih rendah dari badan. Kondisi seperti ini dapat berpengaruh pada kondisi tulang, badan sakit setiap bangun, dan tidur jadi kurang nyenyak.

    Untuk membuat kasur panjang umur dan tetap empuk dalam waktu yang lama, dilansir The Spruce, ini yang harus dilakukan.


    1. Pakai Pelindung Kasur

    Pelindung kasur bukan hanya seprai, melainkan ada lapisan pelindungnya. Fungsinya mirip dengan perlak untuk menahan cairan dari minuman, makanan, keringat, atau kotoran hewan peliharaan yang dapat merusak bahan kasur. Pelindung ini sebaiknya dipasang di bawah seprai dan menutupi seluruh permukaannya.

    2. Rutin Dibersihkan

    Selain menjauhkan dari sumber kotoran, kasur juga harus sering dibersihkan. Meskipun tidak terkena noda basah, tetapi debu halus bisa saja menempel pada kasur, terutama pada saat mengganti pelindung dan seprai.

    Cara paling efektif untuk membersihkan kasur bukan dengan dicuci basah, melainkan dengan memakai mesin uap dan dibersihkan setiap enam bulan sekali.

    3. Kasur Tak Boleh Lembap

    Kasur dapat menyerap kelembapan tubuh. Untuk menjaga agar kasur tidak bau, pelindung kasur sebulan sekali harus dilepas dan dibersihkan. Biarkan kasur tanpa pelindung selama beberapa jam agar kelembapan berkurang.

    4. Pakai Kerangka yang Kokoh

    Kasur perlu didukung dengan kerangka yang kokoh. Hal ini untuk menjaga bentuk kasur agar tidak berubah dalam jangka waktu yang lama.

    5. Jangan Melompat di Atas Kasur

    Setiap pengguna bebas ingin melakukan apa pun di atas kasur, kecuali melompat seperti di trampolin. Melompat di atas kasur dapat membuat per di dalam kasur dan kerangka lainnya cepat rusak.

    Itulah cara menjaga kasur agar tetap empuk dan tahan lama, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Tembok Retak Bisa Jadi Tanda Bahaya, Begini Penjelasannya



    Jakarta

    Dinding rumah yang mulai retak tentu bikin risih. Selain mengganggu tampilan rumah, retakan ternyata bisa jadi tanda adanya masalah pada struktur bangunan, lho.

    Retakan tembok bisa muncul di rumah baru maupun lama, tergantung kondisi fondasi, material, dan lingkungan sekitar. Ada retakan yang aman, tapi ada juga yang berpotensi membahayakan. Yuk, kenali jenis dan penyebabnya supaya kamu bisa bertindak cepat sebelum makin parah!

    Jenis-Jenis Retakan Dinding

    1. Retakan Horizontal

    Kalau kamu melihat retakan besar yang membentang horizontal, hati-hati. Jenis ini biasanya menandakan adanya pergerakan struktur atau kerusakan fondasi. Penyebab lainnya bisa karena pergeseran tanah atau air yang merembes ke dinding. Sebaiknya segera periksa ke tenaga ahli agar tidak berisiko bagi keamanan rumah.


    2. Retakan Diagonal

    Retakan diagonal atau bergerigi biasanya muncul akibat kerusakan struktur, seperti tanah ambles, rayap, atau rusaknya kayu penyangga. Ini termasuk retakan serius dan harus segera diperiksa oleh profesional.

    3. Retakan Vertikal

    Jenis ini sering muncul di sudut antara dinding dan langit-langit. Umumnya disebabkan oleh ambles ringan atau penyusutan material. Kalau retakannya tidak melebar atau panjangnya bertambah, biasanya tidak berbahaya. Tapi jika mulai lembap atau muncul air, sebaiknya segera diperiksa.

    Penyebab Umum Dinding Retak

    1. Rumah Baru

    Retakan kecil di rumah baru adalah hal wajar karena material masih menyesuaikan diri. Namun, kalau retakannya terus muncul di tempat yang sama, sebaiknya konsultasikan ke kontraktor.

    2. Rumah Tua

    Rumah yang sudah berumur biasanya lebih sering mengalami retakan karena pergeseran fondasi atau kelembapan tinggi. Retakan kecil di bawah 0,8 cm umumnya aman, tapi kalau sudah lebih lebar, segera periksa penyebabnya.

    3. Plester Menyusut

    Plester yang cepat kering bisa menyusut dan menimbulkan retak halus. Solusinya mudah: tambal dan cat ulang, serta pastikan proses pengeringan dinding dilakukan perlahan agar tidak retak lagi.

    4. Lembap dan Air Merembes

    Kelembapan tinggi bisa membuat dinding retak dan berjamur. Ini sering terjadi saat musim hujan. Jika tidak segera diperbaiki, air bisa masuk ke celah dan memperburuk struktur dinding.

    5. Retakan di Plafon

    Plafon juga bisa retak akibat pergerakan struktur atau kelembapan tinggi. Cek apakah ada tanda-tanda lapisan plester terlepas atau rayap. Jika iya, segera perbaiki agar tidak ambruk.

    6. Akar Tanaman

    Pohon besar di dekat rumah bisa menyebabkan tanah ambles karena akar menekan fondasi. Solusinya, pangkas atau pindahkan pohon yang terlalu dekat dengan bangunan.

    7. Gempa dan Pergerakan Tanah

    Guncangan besar seperti gempa bisa menimbulkan retakan baru. Setelah gempa, periksa seluruh dinding, terutama bagian sudut dan fondasi rumah.

    8. Tanaman Merambat

    Tanaman rambat memang indah, tapi akarnya bisa menembus dan merusak lapisan luar dinding. Sebaiknya pasang teralis khusus agar tanaman tidak langsung menempel ke tembok.

    Kapan Harus Khawatir?

    Jika retakan terlihat makin panjang, lebar, atau disertai rembesan air, segera hubungi tenaga ahli bangunan. Retakan yang dibiarkan bisa berkembang jadi kerusakan struktural serius dan membahayakan penghuni rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Dianggap Sepele, Ini 4 Biang Kerok Lantai Keramik Ambles


    Jakarta

    Ketika lantai dibuat tidak sesuai standar, pasti ada saja masalah yang timbul. Salah satunya adalah lantai ambles, tidak lagi rata layaknya lantai rumah pada umumnya.

    Kondisi lantai yang ambles berbeda-beda, ada yang hanya satu keramik, ada yang seluruh permukaan turun, ada yang hanya pinggiran yang masuk ke dalam tanah, dan sebagainya. Seluas apa pun perubahannya, pemilik rumah harus tetap waspada.

    Lantai pasti memiliki material penutup, seperti keramik. Ketika lantai tersebut ambles, otomatis materialnya akan terkena tekanan dari dua arah berbeda. Alhasil keramik bisa pecah dan berbahaya saat terinjak. Pecahan keramik ini bisa merobek kulit karena ujung keramik cukup tajam.


    Untuk mencegah dan mengatasi masalah ini, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu penyebabnya dahulu. Dilansir dari True Level Concrete, berikut beberapa penyebab lantai rumah ambles.

    1. Tanah di Bawahnya Tidak Padat

    Penyebab paling umum lantai rumah tiba-tiba ambles adalah tanah di bawahnya tidak dapat menopang permukaan lantai di atasnya. Tanah dan struktur isi lantai tersebut tidak penuh sehingga ada ruang kosong yang tidak bisa menyokong tekanan dari atas.

    2. Lantai Lembap

    Saat membangun rumah, ahli bangunan sudah memiliki teknik agar kelembapan tidak dapat masuk ke rumah. Celah kelambapan itu bukan hanya dari sumber-sumber air di kamar mandi, pipa pembuangan, atau keran di rumah, melainkan bisa dari dalam tanah. Ketika tidak ada pelindung di bagian lantai, kelembapan dapat mudah menerobos dan membentuk celah di antara keramik. Air pun bisa masuk di antara lapisan tanah dan struktur paling bawah rumah. Hal ini yang menyebabkan tanah di bawahnya akan mudah tergerus dan susunannya tidak begitu padat.

    3. Pergerakan tanah

    Pergerakan tanah merupakan fenomena alam yang mungkin saja terjadi. Ciri-cirinya bisa terlihat jelas pada bangunan, tetapi terkadang tidak disadari. Selain itu, memang sudah sifat tanah yakni mengembang saat basah, dan menyusut saat kering.

    Pergerakan tanah tidak dapat dianggap sepele karena hampir sama dengan longsor. Perubahan iklim dan waktu juga dapat menyebabkan tanah bergerak. Apabila ada perubahan pada lantai, dinding, hingga ke tanah di halaman, langsung laporkan kepada ahli untuk dilakukan pemeriksaan. Apabila memiliki modal lebih, sebaiknya pindah dari sana untuk mencari rumah yang lebih aman.

    4. Ada Masalah pada Struktur Bangunan

    Kerusakan lantai dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti salah mendesain struktural, kondisi tanah di bawah rumah, atau usia bangunan tersebut.

    Itulah beberapa penyebab lantai rumah ambles, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com