Tag: amerika

  • 3 Tips Diet Anti Nyiksa yang Bikin Pria Ini Sukses Pangkas BB 45 Kg


    Jakarta

    Benji Xavier berhasil menurunkan berat badannya hingga 45 kg dalam waktu setahun. Pria di New Jersey, Amerika Serikat, itu mengungkapkan sempat menjadi korban dari diet yang toksik dan sengsara.

    “Saya menjadi korban budaya diet yang toksik. Itu adalah sebuah obsesi karena Anda terus memikirkan tentang apa yang tidak bisa Anda makan,” kata Xavier dikutip dari Business Insider.

    “Dan ketika Anda membolehkan diri untuk makan makanan tersebut, Anda malah makan terlalu banyak,” sambungnya.


    Saat itu, Xavier melakukan diet yang ketat. Namun, beberapa tahun kemudian berat badannya malah naik lagi.

    Sampai pada Agustus 2021, pria 28 tahun itu memutuskan untuk diet kedua kalinya. Bedanya, kali ini dia tidak akan membatasi dirinya dan mulai membuat tips diet versinya yang lebih sehat, tapi bisa tetap makan makanan favoritnya.

    Meski awalnya sulit, Xavier terus melakukannya dan mulai terbiasa dengan gaya hidupnya yang baru.

    “Saya sudah muak. Saya tidak bisa menyiksa diri lagi dan hanya akan mencoba makan lebih sehat. Dan itu berhasil,” katanya.

    “Anda masih bisa makan makanan yang Anda sukai dan menurunkan berat badan.”

    NEXT: Tips Diet Anti Nyiksa Versi Xavier

    Tips Diet Anti Nyiksa Versi Xavier

    Xavier membagikan tiga tips diet yang membantunya untuk memangkas berat badannya hingga 45 kg, yaitu:

    1. Persiapan Makanan

    Sebagai awal, Xavier menekankan pentingnya makanan yang sehat. Dulu, ia sering lebih memilih makanan cepat saji yang tinggi kalori dan lemak, yang dapat menghambat penurunan berat badan.

    Dengan persiapan makanan atau food prep ini, sangat membantu Xavier untuk bisa menyiapkan makanan sehat untuk sehari-hari.

    “Saya hanya akan menyiapkan makanan di pagi hari dan menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk selama seminggu,” katanya.

    2. Konsumsi Makanan Rendah Kalori

    Untuk menurunkan berat badan, hal yang paling penting adalah defisit kalori. Artinya, membakar lebih banyak kalori daripada kalori yang dikonsumsi.

    Namun, itu bukan berarti selama diet harus makan dalam porsi yang kecil atau membatasi asupan makanan. Xavier selalu mengkonsumsi makanan rendah kalori dalam jumlah banyak.

    “Itu membuat Anda bisa makan lebih banyak dengan kalori yang lebih sedikit,” tutur dia.

    Meski diet, Xavier juga masih bisa untuk ngemil salah satunya popcorn yang memang rendah kalori.

    3. Hindari Minuman Tinggi Kalori

    Selain makanan, Xavier juga menghindari minuman yang tinggi kalori. Minuman manis seperti soda cenderung tinggi kalori dan sangat rendah nutrisi.

    Namun, itu bukan berarti Xavier tidak pernah meminumnya. Ia biasanya menghindari untuk tidak terlalu banyak minum minuman yang tinggi kalori seperti itu.

    “Saya memang kadang-kadang melanggar aturan itu, tapi itu masih menjadi sesuatu yang sangat membantu menurunkan berat badan,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Diet GLP-1 Ngetren di Kalangan Gen Z, Pakai Obat Diabetes untuk Pangkas BB


    Jakarta

    Sebuah survei baru mengungkapkan bahwa banyak lebih banyak gen z yang berencana untuk menggunakan obat penurun berat badan, seperti Ozempic dan Wegovy, untuk mendapatkan berat badan ideal.

    Diberitakan NYPost, dalam survey yang dilakukan oleh Tebra, platform kesehatan di AS, mereka menemukan lebih dari seperempat orang Amerika mempertimbangkan obat diabetes sebagai bagian dari strategi penurunan berat badan mereka. Tren ini sangat terlihat di kalangan generasi muda.

    Generasi Z menjadi yang terdepan, dengan 37 persen dari responden tersebut berencana untuk meninggalkan gym dan beralih ke apotek dengan menggunakan obat GLP-1 untuk mencapai tujuan penurunan berat badan mereka di tahun mendatang.


    Selain perbedaan generasional, terdapat juga perbedaan dari sisi gender.

    Wanita lebih cenderung mengandalkan diet ini daripada pria. Mereka juga memiliki target penurunan berat badan yang lebih tinggi, dengan rata-rata ingin menurunkan 10 kg, sementara pria merencanakan penurunan sekitar 8 kg.

    Perbedaan ini tidak mengejutkan karena wanita secara konsisten lebih cenderung merasa kelebihan berat badan dibandingkan pria. Meskipun minat terhadap obat-obatan ini semakin meningkat, banyak orang Amerika masih menganggap obat-obat ini tidak terjangkau karena biayanya yang tinggi.

    Faktanya, 64 persen dari responden dari mereka yang tertarik untuk menggunakannya mencatat biaya sebagai kekhawatiran terbesar mereka, diikuti oleh kekhawatiran tentang efek samping.

    Obat-obat penurun berat badan ini, yang awalnya ditujukan untuk mengobati diabetes tipe 2, bisa berharga ribuan dolar dan menimbulkan sederetan potensi efek samping berbahaya-bahkan kematian-namun mayoritas menganggap manfaatnya sebanding dengan risikonya.

    Meskipun Generasi Z adalah yang paling tertarik untuk mengonsumsi obat-obatan ini, generasi yang lebih tua sebenarnya lebih percaya pada efektivitasnya.

    Baby boomer adalah yang paling yakin, dengan 72 persen percaya bahwa obat-obat ini bekerja lebih baik daripada metode tradisional. Generasi X mengikuti dengan 70 persen sementara milenial dan Gen Z kurang yakin dengan obat diabetes yang jadi obat diet ini.

    Terlepas dari potensi manfaat kesehatan dan pujian yang tampaknya tak ada habisnya mengenai hasilnya secara online, semua obat GLP-1 seharusnya hanya digunakan oleh individu yang telah mendapat resep dari tenaga medis.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Cara Youtuber Mukbang Nikocado Avocado Sukses Turun BB 113 Kg

    Jakarta

    Penampilan baru bintang ‘mukbang’ di YouTube Nikocado Avocado kini membuat publik takjub. Pasalnya, pria bernama asli Nicholas Perry diam-diam menjalani diet hingga berat badannya turun 113 kg.

    Dalam video berjudul “Two Steps Ahead”, dia menyebut telah melakukan eksperimen sosial dengan diam-diam menurunkan berat badannya. Dalam banyak video yang diunggah sebelumnya, terlihat Perry memiliki masalah obesitas yang sempat membuat penggemarnya khawatir.

    Di video terakhirnya, pria kelahiran Ukraina Amerika itu mengklaim berat badannya mencapai 162 kg.


    “Saya selalu-dua langkah lebih maju. Ini adalah eksperimen sosial terhebat sepanjang hidup saya,” tutur Perry yang dikutip dari TODAY.

    Proses Penurunan Berat Badan

    Proses penurunan berat badan Perry tidaklah mudah. Meski begitu, tidak dijelaskan pasti bagaimana cara yang dilakukannya sampai berhasil menurunkan berat badan hingga 113 kg.

    Namun, pada video yang diunggahnya awal tahun 2024, pria berusia 32 tahun sempat menyinggung bahwa perjalanan penurunan berat badannya tidak berjalan baik.

    “Oh, yah, beberapa orang memang gemuk. Lupakan saja. Anda pikir kita di Bumi ini hanya untuk berpuasa, menghitung kalori, dan membatasi karbohidrat? Saya sudah melupakannya, itu tidak berhasil,” tuturnya dalam video yang diunggah sekitar Juni 2024.

    “Saya telah menerima kenyataan bahwa saya gemuk. Dan saya pikir kebanyakan orang seharusnya melakukannya,” sambung Perry.

    Menurut Perry, tujuannya menyembunyikan penurunan berat badannya adalah untuk menyoroti bahwa apa yang dilihat di internet, belum tentu kenyataan.

    Perry menyebut kebiasaan makannya yang berlebihan ini adalah salah satu efek dari kondisi mental yang dialaminya, seperti Attention Deficit Disorder (ADD) dan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).

    Dikutip dari Times of India, ia mulai mengatasi masalah mental tersebut pada tahun 2023. Saat itu, ia menjelaskan bagaimana makan karena emosi sering menguasai gaya hidupnya.

    Diduga Memakai Ozempic

    Perubahan Perry yang drastis pun menuai beragam komentar dari publik. Beberapa orang mengapresiasi usahanya dalam menurunkan berat badan.

    Namun, banyak juga yang bertanya-tanya tentang bagaimana Perry bisa menurunkan berat badan sebanyak itu. Orang-orang menduga Perry menggunakan Ozempic untuk membantunya menurunkan berat badan.

    Ozempic, yang awalnya dikembangkan untuk mengobati diabetes tipe 2, belakangan menjadi perbincangan hangat karena digunakan sebagai obat penurun berat badan. Obat ini bekerja dengan menekan nafsu makan, sehingga membantu orang untuk makan lebih sedikit dan akhirnya menurunkan berat badan.

    Keberlanjutan Konten Mukbang Nikocado Avocado

    Dalam unggahan video terbarunya di YouTube, Perry mengungkapkan akan kembali beraktivitas seperti sebelumnya. Ia akan memperbarui konten-konten mukbangnya menjadi lebih sehat pasca penurunan berat badan ini.

    “Daripada makan lima burger keju, saya mungkin akan membuat rebusan makanan laut. Daripada makan setumpuk bacon dan ayam goreng keju. Saya akan makan steak dan brokoli yang enak,” tutur Perry yang dikutip dari People.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Curhat Nikocado Avocado Usai BB Turun 113 Kg, Sempat Stres Kulit Bergelambir


    Jakarta

    Youtuber Nikocado Avocado menceritakan pengalamannya setelah berhasil menurunkan berat badan hingga lebih dari 250 pon (113,4 kg). Vlogger bernama asli Nicholas Perry ini memulai perjalanan di industri konten sejak satu dekade lalu.

    Bertahun-tahun berlalu, berat badannya terus meningkat karena konten mukbang. Karakter yang ditonjolkan di setiap videonya juga berubah menjadi lebih provokatif dan ekstrem.

    Konten tersebut mendapatkan jutaan penonton. Rupanya semua hal ekstrem itu bagian dari misi tersembunyinya.


    “Saya berkata bahwa saya akan terus memaksakan diri untuk makan, menjadi gemuk semampu saya sampai berusia 30 tahun, dan kemudian setelah berusia 30 tahun, saya akan melakukan penurunan berat badan secara rahasia dan mengejutkan di internet,” cerita Perry dikutip dari Daily Mail, Selasa (18/3/2025).

    Sesuai dengan rencananya, pada 2022 ketika ulang tahun yang ke-30, ia diam-diam menurunkan berat badan. Ia menyebut apa yang dilakukannya itu sebagai eksperimen sosial.

    Saat memulai perjalanan penurunan berat badan, ia mengalami sleep apnea, masalah pernapasan, hingga jantung berdebar-debar.

    Dalam proses penurunan berat badan, Perry masih terus mengunggah video makan baru yang sudah disiapkan sebelumnya. Penonton akhirnya dibuat terkejut, ketika Perry akhirnya berhasil menurunkan berat badan yang tadinya sekitar 411 pon (199,9 kg) menjadi 158 pon (71,7 kg).

    Meski berhasil menurunkan berat badan, tidak semuanya berjalan baik bagi Perry. Ia sempat stres karena kulit bergelambir yang ada di tubuhnya.

    Masalah terbesarnya ada di kulit bagian perut. Akibatnya, ia harus memasukkan kulit bergelambir itu ke dalam celananya.

    “Ada banyak kulit kendur di sekitar puting susu, ketiak, kaki, yang terus-menerus membuat saya kehilangan keseimbangan saat berolahraga. Saya sangat muak merasakannya di tubuh saya. Itu membebani saya,” ceritanya.

    Demi mengatasi hal tersebut, Perry harus menjalani delapan kali operasi pengangkatan kulit yang kendur. Ia harus berjuang melawan efek samping yang cukup menyakitkan dari operasi tersebut.

    Selama dua minggu, ia harus menggunakan kursi roda dan diminta untuk meminimalkan gerakan untuk menghindari risiko jahitan terbuka. Perry juga mengalami sembelit lima hari tanpa henti yang membuatnya cukup tersiksa.

    Perry saat ini tengah memulihkan diri di rumahnya di Florida, Amerika Serikat. Dirinya mengaku cukup lelah dengan operasi yang dijalani dan berharap tidak ada operasi lanjutan nantinya.

    (avk/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Transformasi Pria Sukses Pangkas BB hingga 138 Kg, Ini Rahasianya


    Jakarta

    Seorang pria di Michigan, Amerika Serikat bernama Ken Doers (53) berhasil menurunkan berat badan sebanyak 305 lbs (138,3 kg) dari 540 lbs (244,9 kg). Selama memiliki berat badan berlebih, Ken harus menghadapi masalah depresi, kecanduan alkohol, hingga keinginan bunuh diri.

    Perjalanan penurunan berat badan yang dilakukan Ken begitu panjang. Karena bobotnya terlalu besar, ia awalnya hanya mampu berolahraga dengan guling-guling di tempat tidur.

    Dari tempat tidur, ia beralih ke latihan di kursi yang mengharuskannya melakukan gerakan membungkuk dan meregangkan tubuh tanpa membebani persendian. Ken berhasil menurunkan 15 lbs (6,8 kg) dalam sebulan sambil mengatur pola makannya.


    “Saya benar-benar merasakan perbedaan pada minggu pertama saya bergerak hanya dengan melakukan latihan di tempat tidur,” cerita Ken dikutip dari Daily Mail, Jumat (23/5/2025).

    “Kemudian saya bisa bangun dan mulai latihan di kursi, itu luar biasa,” sambungnya.

    Ken mengikuti program latihan yoga yang dibuat oleh mantan pegulat WWE Diamond Dallas Page (DPPY). Program tersebut dirancang agar gerakannya bisa dilakukan di tempat tidur, dengan aktivitas yang secara bertahap meningkatkan kemampuan atletik.

    Menurutnya, program DPPY merupakan olahraga paling mudah yang bisa ia lakukan sesuai kemampuan. Program tersebut juga membantu peserta mengikuti pola makan lebih sehat memprioritaskan makanan utuh, buah, dan sayur.

    Seiring berjalannya waktu, Ken mulai bisa berjalan tanpa tongkat, bahkan ia bisa melakukan banyak kegiatan yang tak bisa dilakukan bertahun-tahun. Ken menghabiskan total 4 tahun untuk menurunkan berat badannya sebanyak 138,3 kg menjadi 106,5 kg.

    “Saya dapat mengenakan kaus kaki. Saya dapat memotong kuku kaki saya. Saya bisa mengemudikan van tanpa setir menggesek perut saya. Saya bisa menggunakan sabuk pengaman,” ceritanya.

    Ken mengaku senang bisa menjalani kehidupan yang lebih baik di usia 50-an. Ia merasa beruntung bisa dapat ‘kesempatan kedua’ untuk hidup lebih sehat.

    “Sungguh menakjubkan betapa banyak patah hati, rasa sakit, dan kemarahan yang menyebabkan saya berada di posisi ini sekarang,” ujar Ken.

    “Jadi, jika saya bisa berubah, siapa pun bisa berubah. Anda menjalani hidup sesuai keinginan Anda,” tandasnya.

    (avk/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Pria di AS Sukses Pangkas BB 124 Kg Tanpa Operasi, Ini Rahasianya


    Jakarta

    Seorang pria asal Ohio, Amerika Serikat, bernama Ryan Grewell berhasil memangkas berat badannya hingga 275 pon (124,7 kg) pada tahun 2024 silam. Dikutip dari Newsweek, berat badan Grewell sebelumnya hampir 490 pon (222 kg). Bukan tanpa alasan, Grewell sebelumnya dikenal sebagai sosok yang kecanduan makanan cepat saji.

    “Saya tidak banyak bergerak saat berat badan saya berada di titik tertinggi. Saya tidak melakukan aktivitas fisik, berjalan kurang dari 4.500 langkah per hari, dan mengonsumsi makanan yang ‘sangat buruk’. Berat badan saya terus bertambah,” kata Grewell.

    Grewell mengonsumsi sekitar 3.000 hingga 5.000 kalori setiap hari, dan hal itu akhirnya mulai berdampak buruk pada tubuhnya. Ia mulai mengalami masalah kesehatan seperti nyeri sendi yang tentu berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Imbas hal tersebut, ia disarankan untuk menurunkan berat badan oleh seorang chiropractor.


    Sadar bahwa obesitas dapat menjadi mimpi buruk baginya di masa mendatang, Grewell bertekad untuk berjuang demi mendapatkan berat badan yang ideal.

    Dirinya memutuskan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat. Namun, menurut Grewell, ada satu hal penting lain yang membantunya menurunkan berat badan, yakni bersepeda.

    “Bersepeda mengingatkan saya pada masa kecil. Saya ketagihan,” katanya.

    Bersepeda tidak membebani lututnya, dan setiap kayuhan yang ia lakukan merupakan kemenangan baginya. Dari perjalanan beberapa mil, hingga 100 mil (161 km).

    “Bersepeda adalah hal terhebat yang pernah saya lakukan untuk kedua aspek (mental dan fisik),” katanya.

    Dia menjelaskan bersepeda telah membantunya membakar kalori, membangun otot, dan meningkatkan sistem kardiovaskularnya.

    “Saya bahkan tidak bisa membungkuk untuk mengikat tali sepatu tanpa menahan napas dan benar-benar berusaha, tetapi sekarang saya hampir tidak pernah kehabisan napas. Saya dapat melakukan tugas-tugas fisik dengan mudah, dan saya menyukai aktivitas fisik,” tutupnya

    (dpy/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Pria di AS Sukses Pangkas BB 124 Kg Tanpa Operasi, Ini Rahasianya


    Jakarta

    Seorang pria asal Ohio, Amerika Serikat, bernama Ryan Grewell berhasil memangkas berat badannya hingga 275 pon (124,7 kg) pada tahun 2024 silam. Dikutip dari Newsweek, berat badan Grewell sebelumnya hampir 490 pon (222 kg). Bukan tanpa alasan, Grewell sebelumnya dikenal sebagai sosok yang kecanduan makanan cepat saji.

    “Saya tidak banyak bergerak saat berat badan saya berada di titik tertinggi. Saya tidak melakukan aktivitas fisik, berjalan kurang dari 4.500 langkah per hari, dan mengonsumsi makanan yang ‘sangat buruk’. Berat badan saya terus bertambah,” kata Grewell.

    Grewell mengonsumsi sekitar 3.000 hingga 5.000 kalori setiap hari, dan hal itu akhirnya mulai berdampak buruk pada tubuhnya. Ia mulai mengalami masalah kesehatan seperti nyeri sendi yang tentu berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Imbas hal tersebut, ia disarankan untuk menurunkan berat badan oleh seorang chiropractor.


    Sadar bahwa obesitas dapat menjadi mimpi buruk baginya di masa mendatang, Grewell bertekad untuk berjuang demi mendapatkan berat badan yang ideal.

    Dirinya memutuskan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat. Namun, menurut Grewell, ada satu hal penting lain yang membantunya menurunkan berat badan, yakni bersepeda.

    “Bersepeda mengingatkan saya pada masa kecil. Saya ketagihan,” katanya.

    Bersepeda tidak membebani lututnya, dan setiap kayuhan yang ia lakukan merupakan kemenangan baginya. Dari perjalanan beberapa mil, hingga 100 mil (161 km).

    “Bersepeda adalah hal terhebat yang pernah saya lakukan untuk kedua aspek (mental dan fisik),” katanya.

    Dia menjelaskan bersepeda telah membantunya membakar kalori, membangun otot, dan meningkatkan sistem kardiovaskularnya.

    “Saya bahkan tidak bisa membungkuk untuk mengikat tali sepatu tanpa menahan napas dan benar-benar berusaha, tetapi sekarang saya hampir tidak pernah kehabisan napas. Saya dapat melakukan tugas-tugas fisik dengan mudah, dan saya menyukai aktivitas fisik,” tutupnya

    (dpy/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet ‘Puasa’ Vs Hitung Kalori, Mana yang Lebih Efektif untuk Turunkan BB?


    Jakarta

    Diet ‘puasa’ atau intermittent fasting (IMF) dan hitung kalori merupakan dua metode diet populer yang kerap dilakukan untuk menurunkan berat badan. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa IMF 4:3 memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan hitung kalori, kok bisa?

    IMF 4:3 merupakan diet yang dilakukan dengan membatasi asupan selama 3 hari (tidak berturut-turut) dalam seminggu, sementara 4 hari lainnya diperbolehkan makan secara normal.

    Peneliti di Amerika Serikat menemukan pendekatan ini menghasilkan penurunan berat badan rata-rata 7,6 persen selama setahun. Ini lebih besar bila dibandingkan hitung kalori sebesar 5 persen.


    “Bagi saya itu mengejutkan dan menyenangkan karena hasilnya lebih baik,” kata ahli endokrinologi Victoria Catenacci dari Universitas Colorado dikutip dari Science Alert, Selasa (9/4/2025).

    Penelitian melibatkan 165 orang dengan masalah kelebihan berat badan dengan usia 18-60 tahun. Mereka diminta melakukan IMF dan hitung kalori selama 12 bulan, sembari merekomendasikan peningkatan aktivitas fisik.

    Kelompok IMF diminta menerapkan pembatasan asupan kalori sebesar 80 persen selama 3 hari dalam seminggu, tanpa pembatasan apapun di sisa harinya (makan sehat tetap dianjurkan). Kelompok hitung kalori diminta untuk mengurangi asupan kalori harian mereka sebesar 34 persen tiap hari.

    Hasilnya, terjadi penurunan berat badan bervariasi pada kedua kelompok tapi orang-orang yang IMF mengalami penurunan rata-rata 7,7 kg, lebih banyak dari orang-orang yang hitung kalori dengan 4,8 kg.

    “Pesan yang lebih penting bagi saya adalah bahwa ini adalah strategi diet yang merupakan alternatif berbasis bukti, terutama bagi orang-orang yang telah mencoba diet pembatasan kalori harian dan merasa kesulitan,” kata Catenacci.

    Peneliti memberikan catatan bahwa peserta kelompok IMF hanya mencatat hari-hari puasa mereka. Ada kemungkinan mereka juga membatasi asupan kalori pada hari-hari tidak puasa.

    Mereka berpendapat kelompok IMF mungkin cenderung lebih mampu mematuhi pola makan mereka. Ini bisa dianggap hal positif lantaran program penurunan berat badan akan lebih efektif jika mudah diikuti.

    (avk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diprediksi Ngetren di 2025, Apa Itu Diet GLP-1? Ini Kata Dokter Gizi


    Jakarta

    Di tahun 2024 banyak metode diet yang viral di media sosial dan diikuti oleh banyak orang. Beberapa di antaranya dinilai efektif karena dapat menurunkan berat badan yang cukup banyak dalam waktu terbilang singkat.

    Beberapa metode diet yang sempat nge-tren di media sosial di antaranya diet mentimun ala pria Jepang, lalu 90-30-50 yang dikenalkan oleh ahli diet di Amerika Serikat, diet 30-30-30, hingga diet tiongkok.

    Lalu metode diet manakah yang kemungkinan masih akan banyak dipilih masyarakat untuk membantu menurunkan berat badan di tahun 2025?


    Menjawab hal ini, spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan setidaknya ada dua metode yang diprediksi akan viral di 2025.

    “Nah yang pertama itu tadi ya, ada diet GLP-1,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/12/2024).

    Diet GLP-1 merupakan diet yang terinspirasi penggunaan obat diabetes Ozempic, yang memang berisi hormon GLP-1 atau atau Glucagon-Like Peptide 1. Menurut dr Oki, hormon ini membantu tubuh memberikan sinyal kenyang ke otak.

    Dalam diet GLP-1, menu makan yang dipilih adalah menu-menu yang memberikan efek serupa dengan Ozempic. Termasuk di antaranya adalah makanan-makanan yang tinggi protein dan serat. Diet ini muncul karena tidak semua orang punya akses terhadap obat-obat GLP-1 dan memang tidak semua membutuhkannya.

    “Lalu saya dengar-dengar ada kebijakan mengenai gula ya. Jadi mungkin nanti bisa trending (di 2025) diet rendah gula kalau sampai gula dilabelin. Jadi kita bisa tahu ‘oh makanan minuman ini tinggi gula, rendah gula’,” sambungnya.

    Selain itu, dr Oki menambahkan metode diet yang kerap dijalani selebritis Tanah Air yakni intermittent fasting (IF) juga masih akan banyak diminati oleh masyarakat di tahun 2025.

    dr Oki juga mengimbau untuk mereka yang ingin melakukan diet di tahun 2025 untuk memilih metode yang aman dan tidak ekstrem hanya karena tergiur cepat turun berat badan. Menurutnya sesekali ‘nakal’ saat proses diet juga penting, hal ini agar seseorang tetap konsisten dan tidak merasa bosan.

    “Saya selalu kasih ruang ke pasien saya untuk cheating meal seminggu sekali,” katanya.

    (dpy/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Mau Masukin Diet GLP-1 ke Resolusi Tahun Baru? Ini Wanti-wanti Dokter Gizi


    Jakarta

    Diet biasanya menjadi salah satu resolusi atau komitmen yang akan diterapkan oleh banyak orang saat menyambut tahun baru. Namun, perlu diperhatikan untuk memilih metode diet benar, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

    Spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan memang ada banyak tren diet viral di tahun 2024 yang sebenarnya cukup ekstrem untuk ditiru.

    Beberapa metode diet yang sempat nge-tren di media sosial pada tahun 2024 di antaranya diet mentimun ala pria Jepang, lalu 90-30-50 yang dikenalkan oleh ahli diet di Amerika Serikat, diet 30-30-30, water fasting, hingga diet Tiongkok.


    “Saya berharap ada diet-diet yang positif ya (di tahun 2025), jadi bukan yang aneh-aneh yang berbahaya dan berisiko tinggi,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/12/2024).

    Terkait diet mentimun ala pria Jepang, diet Tiongkok, hingga water fasting sebenarnya metode ini terbilang cukup ekstrem meskipun menawarkan hasil yang memuaskan.

    Diet mentimun ala seorang koki di Jepang Nozaki Hiromitsu diklaim sukses menurunkan berat badan hingga 11 kg dalam waktu dua bulan. Nozaki mengaku bahwa dirinya mengonsumsi mentimun mentah hampir setiap hari.

    Sementara, diet Tiongkok disebut bisa turunkan 10 kg dalam waktu kurang dari seminggu. Aturan dalam metode ini yakni hanya mengonsumsi satu jenis makanan per hari.

    Menurut dr Oki, beberapa metode diet memang bisa dikategorikan ekstrem. Hal ini tentunya memiliki risiko kesehatan yang wajib menjadi perhatian.

    “Kalau hanya makan mentimun, risiko pertama pasti mudah lemas karena kalorinya kurang, nggak ada proteinnya. Kalau kenyang hanya sekadar mengisi perut, rasa kenyangnya beda kalau makan protein, karbohidrat, kenyangnya lebih memuaskan,” kata dr Oki.

    “Sementara diet Tiongkok bisa bikin mudah sakit batuk, pilek, kalau ada luka sulit sembuh. Bisa kayak gitu (diabetes), mekanismenya berbeda tapi kurang lebih kaya gitu. Kemudian bisa rambut rontok, kalau pada perempuan bisa nggak menstruasi,” sambungnya.

    Lalu untuk metode diet water fasting, dr Oki tentu tidak menyarankan hal ini. Pasalnya, hanya mengisi perut dengan air saja di pagi dan siang hari tentu tidak akan cukup mencukupi kebutuhan harian.

    “Hari ini mungkin nggak papa, tapi besok udah di UGD, mungkin pingsan,” tutupnya.

    NEXT: Diet GLP-1 dan Tren Lain yang Diprediksi Ngehits di Tahun 2025

    Untuk tahun 2025, dr Oki memprediksi ada sejumlah tren diet yang bakal ngehits. Mulai dari diet GLP-1 hingga diet rendah gula.

    “Nah yang pertama itu tadi ya, ada diet GLP-1,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/12/2024).

    Sebagai gambaran, GLP-1 atau Glucagon-Like Peptide 1 merupakan salah satu hormon yang membantu tubuh memberikan sinyal kenyang ke otak. Obat diabetes yang belakangan populer untuk mengatasi obesitas, Ozempic, juga mengandung hormon ini.

    Diet GLP-1 muncul karena tidak semua orang punya akses untuk mendapatkan Ozempic, dan memang tidak semua orang membutuhkannya. Sebagai gantinya, diet ini menawarkan menu makan tinggi serat dan protein yang memberikan efek serupa dengan GLP-1 yakni perasaan cepat kenyang.

    “Lalu saya dengar-dengar ada kebijakan mengenai gula ya. Jadi mungkin nanti bisa trending (di 2025) diet rendah gula kalau sampai gula dilabelin. Jadi kita bisa tahu ‘oh makanan minuman ini tinggi gula, rendah gula’,” sambungnya.

    Selain itu, dr Oki menambahkan metode diet yang kerap dijalani selebritis Tanah Air yakni intermittent fasting (IF) juga masih akan banyak diminati oleh masyarakat di tahun 2025.

    (dpy/up)



    Sumber : health.detik.com