Tag: amonia

  • 3 Langkah Mudah Bersihkan Pipis Kucing Biar Nggak Tercium Bau Pesing


    Jakarta

    Pernah nggak pagi-pagi keluar rumah mencium bau tak sedap? Setelah dicari ternyata ada kucing yang pipis sembarangan di dekat tanaman di rumah.

    Tentu pemilik rumah nggak bisa menyalahkan kucing karena memang sifat hewan sering buang kotoran sembarangan. Nggak semua kucing dilatih untuk buang di tempat yang benar. Terlalu banyak kucing liar daripada kucing peliharaan.

    Dilansir dari The Vets, kucing yang pipis sembarangan ternyata bukan kebiasaan semata. Bisa juga karena ada pemicunya. Salah satunya adalah kucing tersebut mengalami masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit ginjal, masalah saluran kemih, atau arthritis.


    Selain itu, perilaku pipis sembarangan pada kucing juga bisa disebabkan karena stres, kecemasan, atau perasaan tengah menguasai wilayah. Bisa pula karena kucing tidak nyaman dengan kotak pasirnya, misalnya kotak pasir tersebut kotor.

    Hal yang perlu diingat oleh pemilik rumah saat menemukan bau bekas pipis kucing adalah harus segera dibersihkan. Dengan begitu, kotoran tersebut lebih mudah dibersihkan dan kucing tidak lagi datang ke halaman rumah. Untuk lebih jelasnya, bisa ikuti tips berikut.

    3 Tips Hilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah

    1. Harus Segera Bersihkan

    Kotoran kucing mengandung bakteri, apabila didiamkan mereka bisa mengurai zat kimia dan menghasilkan bau seperti amonia yang tidak sedap. Apabila pipis kucing sampai mengering, akan lebih sulit menemukan sumber bau tersebut. Kucing juga bisa kembali lagi ke rumah kita dan buang air di tempat yang sama karena wilayah tersebut sudah ditandai milik mereka.

    2. Bersihkan Pakai Tisu atau Kain

    Air mengalir saja tidak cukup untuk membersihkan pipis kucing. Untuk di tempat-tempat tertentu kotoran tersebut dibersihkan menggunakan kain atau tisur. Saat mengelap kotoran tersebut usahakan memakai sarung tangan agar kotoran tidak mengenai tangan langsung.

    Setelah itu, masukkan ke kantong sampah yang aman dan jangan sampai berceceran. Tidak disarankan saat membersihkan menggunakan air panas karena bau pipis kucing akan lebih sulit dihilangkan.

    3. Hindari Pembersih Mengandung Amonia

    Pakai cairan pembersih buat membersihkan bekas pipis kucing. Pastikan cairan tersebut tidak mengandung zat berbasis amonia. Penggunaan produk pembersih berbasis amonia bisa memicu kucing pipis kembali di tempat yang sama. Gunakan produk pembersih yang mengandung enzim seperti campuran baking soda dan cuka putih atau detergen dan air soda.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Mudah Bersihkan Kotoran dan Pipis Kucing yang Bikin Rumah Bau


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan seperti kucing bisa sangat menyenangkan. Sebab, kucing bisa diajak bermain untuk melepas penat karena tingkahnya yang lucu

    Namun, kelucuan dan gemasnya tingkah kucing bisa hilang saat ketahuan buang air sembarangan di rumah. Selain lantai menjadi kotor, bau yang muncul sangat tidak sedap sehingga bikin tidak nyaman.

    Kalau menemukan ada kotoran dan pipis kucing di rumah, jangan khawatir. Hal itu karena ada beberapa cara mudah untuk membersihkan kotoran tersebut. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Cara Mudah Bersihkan Kotoran Kucing di Rumah

    Membersihkan kotoran dan pipis kucing di rumah dapat dilakukan dengan mudah. Dilansir situs The Vets, berikut langkah-langkahnya:

    1. Pakai Tisu atau Kain

    Untuk mengangkat kotoran kucing yang padat bisa menggunakan tisu atau kain. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan karet guna mencegah bakteri dan kuman bisa masuk ke dalam tubuh.

    Masukkan kotoran kucing ke dalam kantong plastik, lalu buang ke dalam tempat sampah. Kemudian, bersihkan sisa-sisa kotoran di lantai dengan cairan pembersih agar bakteri tidak berkembang.

    Untuk pipis kucing, kamu juga bisa membersihkannya dengan tisu atau kain. Setelah itu, masukkan kain dan tisu yang penuh pipis kucing ke dalam kantong plastik, lalu segera buang ke tempat sampah.

    2. Jangan Buang Kotoran ke Kloset

    Sebagian orang memilih membuang kotoran kucing ke dalam kloset di kamar mandi. Sebab, kloset juga digunakan oleh manusia untuk buang air sehari-hari.

    Meski begitu, para ahli mengimbau agar tidak membuang kotoran kucing ke dalam kloset. Dikutip dari Green Matters, kotoran kucing mengandung organisme parasit, termasuk Toxoplasma gondii.

    Jika membuang kotoran kucing ke dalam kloset yang penuh air, maka parasit bisa masuk ke dalam sumber air dan menyebabkan infeksi yang disebut toksoplasmosis. Parasit ini sangat berbahaya bagi manusia, terutama bagi yang memiliki imun tubuh lemah dan ibu hamil.

    3. Hindari Pembersih Mengandung Amonia

    Siram lantai bekas kotoran dan pipis kucing dengan cairan pembersih. Langkah ini agar lantai kembali bersih, wangi, dan tidak ada sisa bakteri yang hidup.

    Pastikan cairan yang digunakan tidak mengandung zat berbasis amonia. Soalnya, penggunaan produk pembersih berbasis amonia dapat memicu kucing untuk pipis kembali di tempat yang sama.

    Sebaiknya gunakan produk pembersih yang mengandung enzim seperti campuran baking soda dan cuka putih. Selain itu, bisa juga menggunakan campuran detergen dan air soda.

    Demikian cara membersihkan kotoran dan pipis kucing di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com