Tag: anabul

  • Cara Ampuh Membersihkan Bulu Anabul di yang Menempel di Karpet


    Jakarta

    Saat kamu memelihara kucing, ada masalah yang muncul yaitu bulu yang berterbangan. Bulu itu bisa menempel mulai di kasur, lantai hingga karpet. Bulu kucing yang rontok pada karpet terkadang susah dibersihkan karena menempel.

    Namun, kamu tak perlu khawatir sebab ada tips untuk membersihkan bulu kucing di karpet. Lalu, bagaimana saja caranya? Simak penjelasan berikut.

    Bahaya Bulu Kucing bagi Kesehatan.

    Melansir dari Interior Design, Senin (11/12/2023), sebelum kamu mulai membersihkan karpet dari bulu kucing, kamu perlu tahu jika bulu kucing bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Berikut beberapa penyakit yang disebabkan oleh bulu kucing.


    1. Alergi

    Salah satu bahaya bulu kucing bagi kesehatan manusia adalah dapat menyebabkan alergi. Air ludah dan urine yang tertinggal pada bulu kucing ini dapat mengandung zat yang menyebabkan alergi pada kulit manusia.

    2. Toksoplasmosis

    Toksoplasmosis merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya yang diakibatkan oleh bulu kucing. Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang terdapat pada feses kotoran kucing yang telah terinfeksi dan sisa feses ini dapat menempel pada bulu kucing. Jika parasit ini berpindah ke manusia dapat menyebabkan cacat untuk bayi lahir atau rentan keguguran.

    3. Kurap

    Penyakit berikutnya akibat bulu kucing adalah infeksi jamur yang dapat menyebabkan kurap. Hal ini terjadi karena bulu kucing menempel pada manusia dan tidak dicuci dengan bersih.

    Cara Membersihkan Bulu Kucing Pada Karpet

    Melansir dari Ukur, Senin (11/12/2023), berikut ada beberapa cara untuk membersihkan bulu kucing pada karpet.

    1. Selotip Polos

    Kamu dapat menggunakan selotip yang polos untuk membersihkan bulu yang menempel bukan hanya di karpet, namun di pakaian dan sofa kamu. Caranya mudah, kamu dapat memotong selotip menggunakan gunting atau menyobek langsung dengan ukuran sekitar 10 cm sampai 15 cm.

    Kemudian, tempelkan bagian perekat pada selotip atau yang lengket pada permukaan karpet atau barang yang terdapat bulu. kamu dapat melakukannya berulang kali sampai bersih.

    2. Sarung Tangan Karet

    Cara membersihkan karpet dari bulu kucing berikutnya adalah menggunakan sarung tangan berbahan karet. Bahan karet ketika bergesekan dengan permukaan yang kasar seperti karpet dapat menghasilkan listrik statis. Akibatnya, bulu kucing yang ada di permukaan karpet akan menempel pada sarung tangan tersebut.

    3. Semprot Cuka

    Ketika rontokan bulu kucing kamu menempel di pakaian misalnya, hanya perlu menyemprotkan sedikit cuka pada bagian kain yang mudah tertempel bulu. Lalu, masukkan ke dalam pengering untuk menghilangkan listrik statis dari hasil semprotan cuka.

    4. Gunakan Balon

    Teknik penggunaan balon dalam cara menghilangkan bulu kucing di karpet sama dengan menggunakan sarung tangan karet. Kedua benda tersebut ketika bergesekan dengan permukaan karpet akan mengeluarkan sifat statis. Akibatnya, bulu yang rontok akan terangkat dan menempel pada permukaan balon.

    5. Manfaatkan Lap Basah

    Kamu dapat memanfaatkan kain atau lap yang dibasahi dengan air bersih untuk mengangkat rontokan bulu di atas karpet kamu. Selain di karpet, kamu dapat membersihkan permukaan lainnya seperti dinding dan papan dengan trik ini.

    6. Rol Rambut

    Bukan hanya berguna untuk mengeriting dan menjaga volume, rol rambut juga berguna untuk mengangkat bulu hewan peliharaan kamu. Permukaan pada rol rambut yang bertekstur kasar karena gigi yang kasar dan bercabang dapat mengangkat bulu dan rambut yang rontok.

    7. Softener Pakaian atau Pelembut Pakaian

    Ketika bulu yang rontok di atas karpet dengan permukaan yang kasar dan bertekstur, terkadang susah untuk menghilangkannya. Oleh sebab itu, untuk melonggarkan bulu yang jatuh, kamu dapat menyemprotkan pelembut pakaian di atas permukaan karpet.

    Pertama, kamu siapkan botol spray dan isilah beberapa sendok pelembut pakaian ke dalamnya. Lalu, tambahkan air secukupnya. Selanjutnya, semprotkan ke bagian karpet yang terdapat bulu.

    Apabila sudah tersemprot, maka akan mudah untuk mengelapnya dengan kain biasa. kamu pun dapat mengeringkan bagian yang basah tersebut dengan vacuum cleaner.

    Demikian tips membersihkan bulu kucing di karpet. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Memelihara Kucing di Rumah yang Sempit


    Jakarta

    Kucing adalah hewan yang mudah ditemui di Indonesia. Dari yang melihat di jalanan, beberapa orang akhirnya tertarik untuk merawatnya di rumah. Bukan hanya kucing liar yang ditampung, tidak sedikit yang memutuskan untuk membeli kucing yang berasal dari ras bulu indah.

    Selama beraktivitas di rumah, pemiliknya pasti menginginkan kucing peliharaan mereka tidak stres ataupun sakit. Maka dari itu, mereka selalu memenuhi ketersediaan makan kucing, kebersihan, hingga ruangan yang nyaman untuk area bermain anabul.

    Namun bagaimana jika kondisi rumah saat ini tidak terlalu besar tetapi tetap ingin merawat kucing dan memastikan mereka nyaman selama berada di rumah? Mengutip dari situs Catster pada Selasa (13/2/2024), berikut beberapa tips merawat kucing di rumah yang sempit.


    Penempatan Kotak Pasir

    Jika ingin merawat kucing tentu kamu harus siap membersihkan kotorannya. Untuk kucing biasanya disiapkan kotak pasir untuk membuang kotorannya. Dengan menyediakan tempat khusus diharapkan bau kotoran tersebut tidak menguar di seluruh rumah.

    Lokasi kotak pasir tersebut juga tidak bisa sembarangan, apalagi kondisi rumahnya sempit. Hindari ruang makan, ruang tempat ibadah, dan dapur. Selain itu jauhkan kotak pasir kotoran dari tempat makan kucing.

    Kamar mandi cocok untuk penempatan kotak pasir ini. Kamu juga perlu mengarahkan kucing untuk terbiasa membuang kotoran di kotak pasir tersebut. Jika sudah terbiasa, kucing akan pergi ke kotak pasir tersebut ketika hendak membuang kotoran.

    Sediakan Tiang Mainan

    Di ruang yang sempit, paling tidak sediakan arena bermain yang menyenangkan untuk kucing. Hewan satu ini dikenal senang berada di tempat yang agak tinggi. Pemasangan tiang bisa menjadi solusi untuk area rumah yang sempit.

    Tinggi tiang bisa disesuaikan dengan luas rumah, tetapi biasanya sekitar 1-1,2 meter. Selain tiang, sediakan pula area datar di cabang tiang-tiang tersebut untuk mereka tidur dan beristirahat.

    Benda yang Bisa Dicakar

    Risiko memelihara kucing di rumah adalah banyak bekas cakar tercetak di berbagai benda di rumah. Mencakar benda sekitar adalah sifat alamiah kucing. Dibanding melarang kucing untuk melakukan hal tersebut, sediakan mainan yang bisa dicakar.

    Jika sebelumnya telah membelikan tiang di rumah, lapisi tiang tersebut dengan kain atau bulu yang bisa dicakar oleh si kucing. Mainan ini bisa menjaga bentuk kuku kucing dan membantu anabul tidak cepat bosan selama berada di rumah.

    Sediakan Spot Terbuka yang Aman

    Meski memiliki rumah yang sempit, tetapi pasti memiliki teras atau balkon yang langsung mendapat cahaya alami dari luar. Itu adalah spot bermain yang bagus untuk kucing agar bisa berjemur atau melihat dunia luar.

    Pemilik kucing perlu menemani kucing saat berada di ruang terbuka tersebut agar mereka tidak kabur. Langkah pengamanannya adalah dengan memasang penutup pada celah pintu atau gerbang yang berada di teras atau balkon rumah.

    Selain itu, bisa juga sediakan tempat yang nyaman di dekat jendela rumah untuk mereka duduk dan tidur sembari mendapatkan sinar matahari.

    Jaga Kebersihan Rumah

    Baik rumah yang sempit ataupun luas, menjaga kebersihan rumah adalah hal penting. Apalagi memiliki hewan peliharaan yang memiliki bulu dan aktif bergerak. Bukan hanya debu yang berserakan, ada pula bulu yang menempel di seluruh rumah.

    Selain dibersihkan dengan sapu atau sapu lidi. Bisa pula menggunakan penyedot debu yang dikenal efektif untuk mengangkat bulu kecil yang menempel di karpet dan sudut sofa.

    Sediakan Banyak Mainan

    Agar kegiatan anabul semakin bervariatif di rumah, bisa juga mengajak kucing bermain dengan mainan yang dapat meningkatkan pergerakan mereka. Meski rumah sempit kucing bisa tetap bergerak dengan menggunakan pancingan tongkat atau mainan yang bisa bergerak.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Ada Alasan Males Lagi, 5 Tanaman Ini Bisa Tumbuh Subur Tanpa Tanah



    Jakarta

    Tanah bukan satu-satunya media tanam yang bisa digunakan, tanaman juga bisa tumbuh di atas air. Tanaman jenis ini bisa jadi pilihan bagi kamu yang tidak bisa menyiram tanaman terlalu sering.

    Tanaman seperti ini menyedot air untuk mengambil larutan nutrisi mineral untuk mereka berkembang. Kamu tidak perlu khawatir nanti akar atau batang busuk karena beberapa tanaman memang tercipta untuk direndam lama di dalam air.

    Tampilan tanaman-tanaman ini pun beragam. Tidak hanya hijau seperti melainkan ada pula yang memiliki bunga. Selain itu, tanaman ini bisa ditempatkan di wadah yang ukurannya kecil.


    Melansir dari Wild Plantage, Senin (7/10/2024), berikut beberap jenis tanaman yang dapat hidup tanpa tanah, melainkan dengan air.

    1. Sirih Gading (Pothos)

    selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe.selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe. Foto: Getty Images/iStockphoto/Koonsiri Boonnak

    Sirih Gading adalah salah satu tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia. Tanaman dengan nama lain pothos bisa ditanam di air dan ditempel ke dinding atau media lain karena Sirih Gading adalah tanaman rambat.

    Untuk perawatan sirih gading, kamu cukup rajin memotong bagian ujung batang sekitar 13 cm dan letakkan di jendela untuk mendapatkan sinar matahari alami.

    Pothos memiliki kandungan kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan, meskipun tidak berujung fatal. Daunnya sangat tajam dan dapat merobek kulit, sehingga kamu perlu berhati-hati menangani tanaman ini.

    2. Lucky Bamboo

    bambu hoki Foto: Getty Images/iStockphoto/bentaboe

    Jika kamu ingin tanaman hias yang berukuran kecil, kamu bisa memajang lucky bamboo di rumah. Tanaman ini dapat tumbuh di air dan tidak butuh tanah. Bahkan kamu cukup sediakan tempat kecil, lucky bamboo juga dapat tumbuh.

    Kuncinya saat merawat lucky bamboo adalah ada media yang dapat menahan bentuknya, seperti beberapa batu kecil di dasar wadah. Potong sedekat mungkin dengan batang induk secara bersih dan tajam sekitar 10-15 cm. Sisakan satu set daun lalu kupas dedaunan agar tidak masuk ke dalam air.

    Tanaman ini hanya memerlukan matahari secara tidak langsung dan cukup ditaruh di ruangan yang terang agar tanaman bisa tumbuh subur. Namun, tanaman ini beracun bagi hewan peliharaan apabila tertelan, maka dari itu kamu harus pasikan anabul tidak dekat-dekat dengan lucky bamboo.

    3. Sukulen

    Ilustrasi Tanaman Hias Sukulen Foto: Getty Images/agrobacter

    Sukulen adalah tanaman kecil yang bentuknya cantik dan biasanya simetris. Tanaman ini bentuknya mirip dengan kaktus, tetapi warnanya beragam. Tanaman ini bisa tumbuh subur di dalam air dan tidak perlu terpapar matahari.

    Cara menanamnya adalah dengan memastikan bagian ujung tidak terendam air yakni di atasnya.

    4. Herbal Bertangkai Lunak

    Tanaman rempah Foto: iStock

    Herbal ini memiliki batang yang lunak merupakan jenis tanaman dalam ruangan yang bisa tumbuh di dalam air. Meskipun tumbuhan ini memiliki batang kayu yang bisa bertahan, tetapi masih ada kemungkinan terjadi pembusukan di bagian bawah batang.

    Beberapa tanaman herbal yang memiliki batang lunak dan bisa hidup di air di antaranya thyme, dill, ketumbar, basil, mint, peterseli, marjoram, dan tarragon. Tanaman herbal berbatang kayu tidak bisa tumbuh di air tanpa akan melakukan pembusukan, contohnya sepertidaun salam, sage, dan rosemary.

    Sesekali coba potong batang lunak tanaman herbal yang sudah tumbuh mapan, kemudian letakkan di ambang jendela untuk penerangan sinar matahari. Karena herbal dipakai untuk bahan masakan, ini aman untuk dikonsumsi. Namun, untuk beberapa jenis ada yang bisa meracuni hewan peliharaan. Oleh karena itu, lebih baik jauhkan tanaman herbal dari hewan peliharaan.

    5. Anthurium

    1207005970 Foto: Getty Images/iStockphoto/Pranee Mankit

    Tanaman dengan kuping daun yang menarik adlaah anthurium. Tanaman satu ini memiliki ciri khas daun lebarnya menghadap ke atas. Biasanya warnanya berbeda dengan batang dan bagian lainnya. Ternyata tanamana hias satu ini bisa hidup di dalam air lho. Sebab, dia senang dengan lingkungan yang memiliki kelembapan yang tinggi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Hilangkan Bekas Pipis Anabul di Karpet, Cukup Pakai 2 Bahan Saja!



    Jakarta

    Bagi kamu yang memiliki anabul di rumah seperti kucing atau anjing, pasti pernah mendapati mereka buang air sembarangan di furniture rumah. Salah satu tempat yang kerap menjadi sasaran adalah karpet.

    Karpet yang diletakkan di lantai dan memiliki daya serat yang baik membuat anabul senang bermain hingga buang air di sana.

    Namun, cepatnya karpet menyerap cairan ini justru dapat merusak warna dan kain pelapisnya. Jika kamu luput mengawasi anabul yang buang air sembarangan, kamu tidak akan menyadarinya sampai tercium bau tak sedap di rumah.


    Dilansir Family Handyman berikut beberapa cara untuk membersihkan kotoran hewan yang mudah dan tak merusak karpet.

    1. Keringkan dengan Kain Mikrofiber

    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengeringkan area yang basah. Pakai kain mikrofiber yang mampu menyerap air dan tidak merusak permukaan karpet.

    2. Gosok dengan Larutan Cuka

    Setelah itu, siapkan cuka pembersih. Campurkan cuka dengan air dengan ukuran sama 1:1. Setelah itu, tuang ke permukaan karpet, gosok menggunakan kain mikrofiber hingga tidak tercium bau pesing lagi.

    3. Taburkan Baking Soda

    Cara lainnya kamu bisa menaburkan sedikit baking soda pada area tersebut. Diamkan sekitar 15 menit dan bersihkan dengan penyedot debu. Apabila bau masih tercium, diamkan baking soda di permukaan karpet selama semalaman.

    Bersihkan keesokan harinya dengan cara yang sama. Jika ingin cara cepat dan ampuh, campurkan cuka dengan baking soda. Sifat asam keduanya bisa menghilangkan bau tidak sedap.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma buat Makanan, Cuka Apel Juga Ampuh Usir 5 Hewan Ini!


    Jakarta

    Mengusir serangga dan hewan pengerat di rumah tidak harus selalu menggunakan bahan kimia. Selain berbahaya untuk anabul atau anak-anak, ada beberapa bahan pembasmi kimia yang justru membuat bangkai hewan yang mati jadi berbau menyengat.

    Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan bahan-bahan alami. Bahan-bahan ini mudah ditemukan karena sering digunakan di dapur sebagai bahan masakan. Bahan tersebut adalah cuka apel. Bahan satu ini banyak digunakan pada masakan untuk penambah rasa, mengawetkan makanan, dan campuran pada daging.

    Keunggulan lain dari cuka apel memiliki aroma yang tajam sehingga bagus untuk makanan, tetapi untuk hewan-hewan pengerat dan serangga justru dibenci. Lantas, hewan apa saja yang tidak suka dengan cuka apel? Dilansir ABC10, berikut di antaranya.


    Hewan yang Bisa Diusir Pakai Cuka Apel

    1. Nyamuk

    Nyamuk adalah salah satu hewan yang sering menyerang manusia. Tidak mengenal musim, mereka bisa ditemukan di rumah terutama pada saat kita sedang beristirahat.

    Gangguan dari nyamuk bukan hanya gigitannya yang membuat gatal, tetapi suaranya yang kerap berada di dekat telinga saat kita tidur. Suara dengung yang nyaring itu tentu membuat tidurmu terganggu.

    Biasanya untuk mengusir nyamuk, kamu menggunakan penyemprot, bahan pembasmi yang dibakar, dan lilin aroma. Sekarang coba kamu pakai perpaduan cuka apel dan lilin beraroma serai. Dua bahan alami ini jauh lebih aman dan ampuh membasmi nyamuk.

    2. Kecoak

    Kamu pasti tau jika kecoak adalah hewan yang susah-susah gampang diusir. Sebab, terkadang hewan ini justru lari ke arah kita, bukan sebaliknya. Selain itu, kecoak juga hewan yang bisa terbang sehingga pergerakannya cepat.

    Jika mengusirnya dengan bahan penyemprot kimia tidak berhasil, kamu bisa mencoba pakai campuran cuka apel dan air. Meskipun sama-sama disemprot, tetapi cairan yang nantinya menempel di perabotan tidak berbahaya jika lupa dibersihkan. Cairan ini pun harus disemprotkan secara rutin, bukan hanya saat menemukan kecoak.

    3. Lalat Buah

    Lalat buah adalah hewan kecil yang beterbangan di dekat buah-buahan. Jika dilihat kasat mata, hewan ini seperti titik yang mengambang. Kamu pasti merasa risih dengan kehadiran hewan satu ini karena biasanya tidak akan pergi meski sudah diusir.

    Cara agar lalat buah tidak mendekat ke buah-buahan di rumah, coba tuangkan secangkir cuka apel yang dicampurkan dengan beberapa tes sabun cuci piring ke dalam stoples. Lalu tutup stoples dengan plastik dan buat lubang seukuran lalat. Lalat buah tertarik pada aroma cuka. Saat lalat masuk ke dalam stoples, mereka akan terjebak di dalam cairan sabun.

    4. Siput

    Kamu bisa menggunakan cuka apel untuk mengusir siput yang kerap merusak tanaman di rumah. Caranya dengan rajin menyemprotkan cuka apel di sekitar taman atau pot.

    5. Tikus

    Hewan pengerat satu ini bisa merusak apa saja baik barang dan makanan di rumah. Mencegah tikus masuk ke rumah sebenarnya ampuh dengan bahan kimia, tetapi setelah hewan tersebut mati, akan tercium bau busuk sehingga tidak aman dibuang sembarangan di tempat sampah.

    Sebagai gantinya, coba pasang perangkap dengan menggunakan cuka apel. Caranya dengan merendam kapas di dalam cuka apel. Letakkan kapas di area tempat keluar tikus. Bau cuka apel yang menyengat dapat menghalangi mereka untuk masuk ke dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Amankan Perabotan di Rumah dari Cakaran Kucing dan Anjing


    Jakarta

    Memiliki hewan seperti anjing dan kucing di rumah dipercaya dapat mengurangi stres. Hewan-hewan berbulu yang aktif ini dapat mengalihkan perhatian kita dan membuat tubuh jauh lebih rileks.

    Di satu sisi, anabul bisa juga memicu stress jika kamu tidak siap barang-barang di rumah penuh goresan karena terkena cakaran. Kamu tidak bisa menghentikan mereka karena itu sudah naluri alamiah untuk berburu dan bertahan hidup.

    Mau tidak mau yang harus dilindungi adalah perabotan agar tidak cepat rusak atau membahayakan bagi anabul.


    Dilansir Washington Post, berikut beberapa cara mengamankan perabotan dari cakaran kuku anabul.

    1. Sediakan Tiang Cakaran atau Garukan

    Cara paling aman mengamankan perabotan adalah dengan memberikan benda yang aman dari goresan. Saat ini sudah banyak dijual tiang cakaran yang bisa menjadi tempat main anabul. Benda ini berupa tiang yang bagian bawah dan atasnya datar. Seluruh permukaan tiang cakaran sudah dilapisi dengan serat kait yang aman jika dicakar anabul. Bahan pelapisnya itu terbuat dari karpet, karton, atau sisal. Pastikan tiang cakaran ini diletakkan di dekat mereka sehingga anabul tidak akan mendekat ke perabotan di rumah.

    2. Alihkan Perhatiannya

    Seperti yang disebutkan sebelumnya mencakar benda di sekitarnya adalah sifat alamiah hewan sehingga kamu tidak dapat menghentikan kebiasaan tersebut. Namun, kamu bisa mengalihkan perhatiannya. Salah satunya dengan menyediakan benda yang tidak meninggalkan goresan. Bisa juga kamu memberikan banyak mainan dan mengajak mereka bermain sehingga anabul tidak tertarik untuk mendekati perabotan yang mudah tergores. Mainan kucing tersebut bisa berupa tongkat atau mainan bergerak agar mereka berlarian.

    3. Melapisi Perabotan

    Jika kamu tidak memiliki waktu untuk mengawasi atau bermain dengan anabul. Cara paling aman adalah dengan melapisi perabotan atau mengganti dengan bahan yang aman dari goresan.

    Selimut bisa digunakan untuk melindungi area rawan goresan. Pilihan lainnya adalah dengan membungkus beberapa perabotan dengan menggunakan bahan sisal di bawah kursi atau sofa untuk melindunginya.

    4. Gunakan Penutup Kuku Kucing

    Ada juga yang menyarankan untuk menggunakan penutup pada kuku hewan. Penutup ini juga disebut dengan soft paws. Bahan ini dapat bertahan sekitar satu bulan hingga enam minggu. Pemasangannya juga biasanya dilakukan oleh dokter hewan.

    Namun, pemakaian ini dikhawatirkan dapat mengganggu pergerakan anabul dan membuat mereka tidak nyaman. Jika kamu ingin benar-benar memakaikan kucing dan anjing dengan ini, konsultasikan dahulu dengan dokter hewan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Panjang Umur! 3 Tanaman Ini Bisa Hidup Hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Memiliki tanaman di rumah bisa membuat hunian terasa asri dan sejuk. Biasanya, tanaman memiliki masa hidupnya, ada yang singkat ada juga yang bisa hidup hingga puluhan tahun.

    Masa hidup dari setiap tanaman ini bisa jadi pilihan penghuni rumah untuk memilikinya. Beberapa tanaman ini bisa hidup selama bertahun-tahun bahkan hingga puluhan tahun.

    Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasi tanaman yang bisa hidup dalam waktu yang lama


    Lidah Mertua

    Snake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/M.photostock

    Tanaman yang satu ini merupakan favorit banyak orang. Tak hanya bentuknya yang menarik, perawatannya juga cukup mudah.

    Tergantung dari jenisnya, masa hidup lidah mertua bisa mencapai lebih dari 20 tahun. Tanaman itu juga bisa tumbuh hingga 4 kaki di dalam ruangan dan 8 kaki di luar ruangan.

    Saat memindahkan tanaman ini ke pot atau repotting, pastikan terdapat lubang drainase untuk mencegah pembusukan akar. Sebaiknya repotting dilakukan 2-3 tahun sekali.

    “Kesalahan terbesar adalah menyiram tanaman secara berlebihan. Masukkan jari Anda ke dalam tanah, dan jika dua inci bagian atas tanah kering, saatnya menyiram,” kata ahli perkebunan dan pendiri Gardenuity, Donna Letier, dikutip dari Real Simple, Senin (21/4/2025).

    Namun hati-hati ya kalau penghuni rumah memiliki hewan peliharaan karena tanaman ini beracun bagi kucing dan anjing.

    Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman giok atau jade plant ini juga tanaman yang ‘tahan banting’ dan mudah dirawat. Tanaman ini juga bisa hidup dalam waktu yang lama.

    Tanaman giok menyukai area dengan banyak sinar matahari dan tak butuh terlalu banyak air. Daunnya yang menyimpan air memungkinkannya untuk bertahan ketika penghuni rumah lupa menyiramnya.

    Parlor Palm

    Parlor PalmParlor Palm Foto: Vesna/Pexels

    Parlor Palm atau palem yang tumbuh di dalam ruangan ini juga memiliki masa hidup yang lama. Umurnya bahkan bisa mencapai lebih dari 50 tahun.

    Tanaman yang satu ini mudah dirawat dan aman untuk anabul di rumah. Tanaman ini bisa tumbuh hingga 6 kaki namun biasanya hanya setinggi 3 kaki saja.

    Palem ini menyukai kelembapan dan sinar matahari langsung bisa merusak daunnya. Maka dari itu, simpan tanaman ini di tempat yang tidak terkena matahari langsung.

    Gunakan pot dengan lubang drainase untuk mencegah penumpukan air. Siram tanaman seminggu sekali. Jangan terlalu sering menyiram tanaman ini karena bisa membuat akar busuk jika tanah terus dalam keadaan basah.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa hidup lama bahkan sampai puluhan tahun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Sebaiknya Dijauhkan dari Anabul dan Anak-anak, Bisa Keracunan!


    Jakarta

    Terdapat beberapa tanaman hias yang berbahaya bagi hewan peliharaan dan anak-anak. Penyebabnya bukan hanya karena tampilan atau bau dari tanaman tersebut, melainkan apabila tanaman tersebut dikonsumsi.

    Seperti yang kita tahu, anak-anak seperti balita suka meraih benda apa pun di sekitarnya. Jika mereka mencabut daun tanaman yang disebut berbahaya ini, dapat akan timbul gejala-gejala yang membuat tubuh tak nyaman. Lalu, hewan peliharaan seperti kucing dan anjing tidak hanya memakan daging, terkadang mereka kerap memakan atau menggigit tanaman.

    Khawatirnya apabila tanaman-tanaman berbahaya ini berada di jangkauan hewan dan anak-anak, kemudian tanpa pengawasan dapat membahayakan keselamatan mereka.


    Lantas, tanaman apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari anak-anak dan hewan? Dilansir Real Simple berikut daftarnya.

    1. Palem Sagu

    beautiful green tropical palm tree in a potbeautiful green tropical palm tree in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Solstizia

    Tanaman palem sagu atau sikas sagu (Cycas revoluta) memiliki bentuk dahan yang melebar. Tanaman ini bisa tumbuh setinggi orang dewasa. Oleh karena itu, banyak yang memajang tanaman ini di dalam ruangan karena cukup besar tetapi mudah perawatannya.

    Namun, hati-hati tanaman satu ini beracun bagi hewan dan manusia. Bagian yang harus dihindari adalah bijinya. Di dalamnya terdapat zat bernama sitosin yang apabila dimakan bisa menyebabkan muntah-muntah, diare, atau gejala yang lebih parah.

    Apabila hewan peliharaan atau anak-anak memakan bagian apapun dari tanaman, bukan bijinya, tetap harus periksa ke dokter untuk segera mendapat penanganan.

    2. Kaktus Pensil

    Ilustrasi kaktusIlustrasi kaktus pensil. Foto: Getty Images/Jobrestful

    Tanaman kaktus terkadang dihindari dari anak-anak karena permukaannya yang berduri. Di samping itu, ada lho jenis kaktus yang lain, lebih kecil dan ramping batangnya tetapi tak kalah berbahaya. Tanaman ini memang tidak memiliki daun hanya batang yang ramping. Nama tanaman ini adalah kaktus pensil.

    Di balik tampilannya yang unik, hati-hati dengan getahnya yang muncul dari ujung batang. Getah ini berwarna putih yang apabila terkena di tangan akan terasa kesat dan lengket. Untuk kulitnya sensitif getah ini dapat menimbulkan iritasi bagi manusia dan hewan. Jauhnya getah ini dari area wajah karena jika terkena di mata dapat menimbulkan kebutaan.

    3. Kuping Gajah

    fresh elephant ear leaffresh elephant ear leaf Foto: Getty Images/iStockphoto/kuarmungadd

    Kuping gajah juga sering disebut dengan anthurium. Tanaman ini memiliki bentuk daun yang lebar dan berserat mirip telinga gajah. Daunnya pun tidak hanya hijau, melainkan banyak warna, seperti merah, pink, hingga coklat kemerahan.

    Di balik keindahannya ternyata kuping gajah mengandung asam oksalat, asparagin, dan asam amino yang bisa menyebabkan sensasi terbakar pada kulit, rasa gatal, gangguan pernapasan, hingga menutup jalur napas.

    4. Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Philodendron adalah tanaman yang perawatannya cukup mudah dan cocok untuk diletakkan di dalam rumah. Namun, di dalam tanaman ini terdapat kandungan kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi apabila dikonsumsi. Selain itu, bisa juga bereaksi pada kulit dengan menimbulkan bengkak.

    5. Tanaman Ivy

    Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantIvy Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

    Tanaman Ivy memiliki bentuk daun yang cantik yakni seperti bintang. Tanaman ini termasuk tanaman rambat. Hati-hati ketika memegangnya karena tanaman ivy dapat mengeluarkan getah. Di dalam mengandung falcarinol yang bisa berdampak dermatitis.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Bersihkan Bulu Hewan yang Menempel di Perabotan dan Baju


    Jakarta

    Permasalahan yang kerap ditemui di rumah bagi pemilik anabul alias atau hewan peliharaan adalah bulu-bulu yang bertebaran dan menempel di mana. Bahkan pakaian yang sudah dicuci bersih, tetap ditemukan bulu menempel.

    Penampakan rumah penuh bulu seperti ini sebenarnya hal yang biasa bagi seseorang yang memelihara anjing, kucing, kelinci, dan hewan berbulu lainnya. Namun, apabila kedatangan tamu yang alergi bulu hewan, tentu ini bisa berbahaya. Selain itu, bulu yang menumpuk dan bercampur dengan debu juga bisa menimbulkan bau tak sedap pada ruangan.

    Dilansir Home Made Simple, berikut cara membersihkan bulu anabul yang menempel di perabotan di rumah.


    1. Tutupi Perabotan dengan Kain yang Mudah Dicuci

    Membersihkan bulu kucing, anjing, atau kelinci yang menempel di kasur, karpet, atau kasur lebih sulit karena hanya bisa dibersihkan di tempat, lebih sulit jika dibawa keluar. Ada cara lebih mudah untuk membersihkannya tanpa perlu memindahkan perabotan, yakni dengan menutup perabotan dengan kain. Nantinya, bulu-bulu akan menempel pada kain tersebut. Saat akan dibersihkan, kamu hanya perlu mencuci kain tersebut.

    2. Pakai Rol Pembersih Bulu

    Saat ini sudah banyak alat untuk menghilangkan bulu seperti rol serat, batu apung karpet, atau lakban khusus untuk bulu.

    3. Tambahkan Air

    Bulu hewan memiliki massa yang ringan. Apabila disapu terkadang tidak ikut tertarik. Cara mudah agar semua bulu dapat dibersihkan adalah dengan beri air pada bagian yang banyak tertempel bulu, kemudian ambil vacuum cleaner khusus yang dapat menyedot air atau memakai sapu lidi untuk membersihkan bulu.

    4. Sapu dari Arah Berbeda

    Saat bulu menempel pada bahan yang sulit untuk dibersihkan, coba gosok dari 2 arah agar bulu dapat terambil semua. Sebagai contoh, membersihkan bulu menggunakan sapu lidi, apabila disapu ke arah depan tetap ada yang menempel, coba sapu ke arah belakang.

    5. Hilangkan Muatan Listrik

    Alasan bulu hewan dapat menempel pada perabotan, terutama pada bahan berbulu adalah adanya muatan listrik yang menyebabkan bulu bisa menempel.

    Untuk mengurangi muatan listrik tersebut, coba buat bahan dari 2 sendok makan pelembut kain cair dengan satu cangkir air. Lalu masukkan ke dalam botol dan semprotkan pada lokasi bulu-bulu menempel.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Tanaman Rambat yang Cocok di Pagar, Bisa Beri Privasi Penghuni Rumah


    Jakarta

    Tanaman rambat bisa menjadi penutup rumah yang alami dan indah. Tanaman ini membutuhkan media rambat seperti teralis, kanopi, dinding, atau pagar untuk mempermudah batangnya saat memanjang dan melilit.

    Cara merawat tanaman rambat tidak sulit karena beberapa ada yang tidak perlu disiram terlalu sering. Tanaman rambat yang sehat tampilannya pasti segar dan berdaun lebat sehingga dapat menutup pandangan di belakangnya dan memberikan privasi. Oleh karena itu kerap direkomendasikan sebagai hiasan pada pagar.

    Dilansir The Spruce, berikut beberapa jenis tanaman rambat yang cocok sebagai penghias rumah.


    1. Bunga Kertas atau Bugenvil

    KUNMING, CHINA - MAY 09: A floral waterfall of blooming bougainvillea flowers flows down the side of a building on May 9, 2023 in Kunming, Yunnan Province of China. (Photo by Li Jiaxian/China News Service/VCG via Getty Images)Tanaman bugenvil Foto: China News Service via Getty Ima/China News Service

    Tanaman ini bisa tumbuh subur di Indonesia. Namun, jarang yang ditanam sebagai tanaman rambat, melainkan ditanam seperti pohon berbunga biasa.

    Pohon bugenvil cukup tinggi. Daun dan kelopak mukanya memiliki permukaan yang halus dan tipis. Warna bunganya cukup banyak mulai dari putih, pink, kuning hingga ungu. Cara merawat tanaman ini adalah harus sering disiram dan terkena matahari.

    2. Melati Belanda

    Pink Rangoon creeper flower or Quisqualis indica bloom with sunlight in the garden.Tanaman melati Belanda. Foto: Getty Images/Pannarai Nak-im

    Tanaman lainnya yang juga memiliki bunga adalah melati Belanda. Jenis tanaman rambat ini memiliki berbagai warna bunga, salah satu yang paling sering ditemui adalah berwarna merah dan putih. Tanaman ini menyukai kondisi tanah yang lembap sehingga perlu rajin disiram, tetapi jangan sampai berlebihan karena mudah sekali busuk.

    3. Dolar

    Tanaman dollarTanaman dollar Foto: Julia Bogdan/GETTY IMAGES via Martha Stewart

    Tanaman berdaun bulan menghadap atas ini merupakan tanaman hias yang bisa digunakan sebagai pemanis bouquet. Selain itu, tanaman ini merupakan tanaman rambat yang cocok untuk dinding, kanopi hingga atap. Tanaman ini tidak perlu begitu sering disiram karena dapat tumbuh di daerah yang kering.

    4. Daun Sirih Gading

    Indoor Golden pothos houseplant next to a watering can in a beautifully designed home interior.Indoor Golden pothos houseplant next to a watering can in a beautifully designed home interior. Foto: Getty Images/iStockphoto/Grumpy Cow Studios

    Sirih gading merupakan salah satu tanaman yang bisa merambat. Daun sirih gading memiliki permukaan daun yang lebih tipis dan berwarna lebih muda. Tanaman ini bahkan bisa tumbuh tanpa tanah, melainkan hanya air saja. Namun, berhati-hati dengan tanaman ini jangan sampai anabul memakan tanamannya karena beracun.

    5. Anggur

    Budidaya Anggur di ProbolinggoDaun Anggur Foto: M Rofiq

    Daun anggur bisa tumbuh merambat pada kanopi rumah. Jenis anggur yang bisa dipakai adalah anggur concord. Pada awal penanamannya mungkin tanaman ini terlihat tidak berbuah, tetapi apabila dirawat secara konsisten tanaman tersebut akan lebih mudah berbuah.

    6. Janda Merana

    Tanaman rambat/Via CleanpediaIlustrasi janda merana. Foto: Tanaman rambat/Via Cleanpedia

    Tanaman janda merana apabila tumbuh subur bentuknya seperti air terjun atau tirai karena lebat dan turun ke bawah. Batangnya disebut bisa menjalar mulai dari 0,5 meter sampai 3 meter. Tanaman ini dikenal juga dengan nama lain, seperti curtain creeper, lee kwan yew atau nama ilmiahnya, Vernonia elliptica.

    Itulah beberapa tanaman rambat yang cocok untuk di pagar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com