Tag: anak-anak

  • Segini Suhu AC yang Ideal untuk Kamar, Tidur Dijamin Pulas!


    Jakarta

    Banyak rumah yang kini memasang air conditioner atau AC, mulai dari ruang tamu, ruang kerja, hingga kamar tidur. Kehadiran AC dapat membantu mendinginkan ruangan sehingga penghuni rumah tidak kegerahan.

    Agar ruangan terasa dingin, banyak orang yang mengatur suhu AC sangat rendah. Sayangnya, suhu AC yang terlalu dingin dapat mengganggu kenyamanan tidur di malam hari.

    Kamar tidur yang terlalu dingin bisa membuat penghuni rumah merasa kedinginan dan menggigil. Selain itu, kulit bisa menjadi kering akibat menghilangnya kelembapan udara di dalam kamar.


    Maka dari itu, penting untuk mengatur suhu AC yang tepat agar tidur bisa pulas. Ingin tahu berapa suhu AC yang ideal untuk kamar tidur? Simak dalam artikel ini.

    Suhu AC yang Ideal di Kamar Tidur

    Dilansir dari situs Medical News Today, suhu AC yang ideal di kamar tidur adalah sekitar 15,6-19,4 derajat Celcius. Sementara itu, menurut pakar tidur dari Universitas Kansai, Jepang, suhu AC yang ideal agar tidur berkualitas antara 25-28 derajat Celcius.

    Meski begitu, pengaturan suhu AC bisa berbeda-beda tergantung usia. Untuk anak-anak dianjurkan mengatur suhu AC antara 18-22 derajat Celcius, sedangkan bagi orang dewasa bisa diatur sekitar 19 derajat Celcius.

    Lain halnya untuk orang lanjut usia (lansia). Faktor usia membuat suhu AC sebaiknya tidak di bawah 18 derajat Celcius. Untuk suhu AC yang ideal bagi lansia antara 19-25 derajat Celcius.

    Dampak Tidur Pada Suhu yang Berbeda

    Dikutip dari Sleep Cycle, penting untuk mengatur suhu AC kamar tidur secara tepat. Sebab, suhu yang terlalu rendah atau tinggi dapat memengaruhi kualitas tidur di malam hari.

    Jika mengatur suhu AC terlalu tinggi maka kamar tidur akan terasa hangat dan menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti berkeringat dan gelisah. Terlebih lagi jika tidur menggunakan selimut yang tebal maka tubuh akan terasa sangat gerah.

    Di sisi lain, tidur dengan suhu AC terlalu rendah membuat ruangan terasa sangat dingin. Kondisi ini dapat memicu menggigil, otot kaku, kulit kering, dan menimbulkan sirkulasi darah yang buruk.

    Pada dasarnya, untuk mengetahui suhu AC yang tepat sebenarnya dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh dalam menerima suhu dingin. Kalau tubuh tidak sanggup menerima udara dingin, maka sebaiknya jangan disetel pada suhu terendah.

    Itulah penjelasan soal suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Cara Mudah & Realistis Bersihkan Rumah yang Dihuni Anak-anak


    Jakarta

    Menjaga rumah selalu bersih tentunya tidak mudah ketika hidup bersama anak-anak. Biasanya ada mainan berserakan, tumpahan makanan, hingga pakaian yang menumpuk di rumah yang dihuni anak-anak.

    Selain bertambahnya pekerjaan, membersihkan rumah juga semakin sulit karena anak-anak juga membutuhkan perhatian penuh dari orang tua mereka. Meski rumah tidak bisa sepenuhnya bersih, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan yang memudahkanmu membersihkan rumah.

    Nah, bagi kamu yang ingin rumah tampak lebih bersih bisa mengikuti cara membersihkan rumah yang dihuni anak-anak yang dilansir dari laman This Simple Balance, Senin (15/4/2024).


    1. Sortir Barang-barang secara Berkala

    Sortir barang-barang di rumah secara berkala untuk menyingkirkan barang yang sudah tidak layak pakai, tidak terpakai, dan tidak diinginkan lagi. Sebab, semakin banyak barang di rumah akan membuat proses bersih-bersih semakin berat. Kamu bisa menyortir barang pelan-pelan dari satu ruangan ke ruangan lainnya di dalam rumah.

    2. Tempat Penyimpanan untuk Setiap Barang

    Pastikan setiap barang di dalam rumah memiliki tempat penyimpanan tersendiri. Ajarkan anggota keluarga termasuk anak-anak agar mengembalikan barang-barang ke tempat semestinya. Supaya lebih efektif, perhatikan kebiasaan anggota keluarga, lalu aturlah rumah agar cocok dengan ritme kehidupan mereka.

    3. Sistem Penggunaan Mainan

    Anak-anak memang senang bermain, sehingga tak jarang ada banyak mainan berserakan di sekitar rumah. Untuk itu, kamu bisa menerapkan sistem rotasi atau checkout mainan agar rumah mudah dirapikan.

    Sistem rotasi mainan berarti kamu hanya menyediakan beberapa mainan untuk jangka waktu tertentu sebelum diganti dengan mainan lainnya. Sementara sistem checkout mengajarkan anak untuk merapikan dan mengembalikan mainan yang selesai digunakan untuk ditukar dengan mainan lainnya.

    4. Buat Rutinitas

    Buatlah rutinitas berberes rumah yang sesuai dengan ritme kehidupan keluarga. Kamu bisa menentukan waktu-waktu yang tidak terlalu sibuk atau tidak banyak gangguan untuk membersihkan rumah.

    Rutinitas bersih-bersih harian bisa lebih efektif bila dikerjakan di pagi dan malam hari. Selain itu, kamu dapat mengajak anak-anak membersihkan rumah secara mendalam seminggu sekali.

    5. Buat Sistem Berberes yang Sederhana

    Buatlah sistem berberes yang sederhana untuk diikuti semua anggota keluarga, termasuk anak-anak. Misalkan menyediakan keranjang khusus untuk menampung berbagai barang yang dapat dibereskan nanti ketika ada waktu senggang.

    Itulah beberapa cara mudah dan realistis membersihkan rumah yang dihuni anak-anak. Semoga membantu!

    Buat kamu yang lagi kepikiran mau upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ukuran Tempat Tidur yang Pas Berdasarkan Usia Anak


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

    Nah, dilansir dari mychildsroom.co.uk, dikutip Jumat (13/9/2024), berikut ini informasi mengenai ukuran tempat tidur sesuai dengan umur anak.

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik. Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur.


    Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur. Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia 6-12 Tahun

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat. Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja Usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed). Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan.

    Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas. Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi. Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan.

    Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur. Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingga lebih efisien dalam penggunaan ruang. Membeli tempat tidur untuk anak-anak anda jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis dan Warna Dinding yang Cocok untuk Kamar Anak


    Jakarta

    Kamar anak adalah tempat di mana mereka bisa bermain, belajar, dan beristirahat dengan nyaman.

    Mengutip The spruce, memilih warna dinding kamar anak yang tepat sangat penting karena warna memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati dan kreativitas anak.

    Pilihan Warna Dinding untuk Kamar Anak Berdasarkan Usia

    Setiap usia anak memiliki kebutuhan warna yang berbeda, untuk kamar bayi, pilihlah warna yang lembut seperti pastel atau krem yang bisa menciptakan suasana menenangkan. Sedangkan, untuk kamar balita, warna-warna seperti kuning, hijau muda, atau oranye akan merangsang kreativitas dan semangat pada anak. Sementara itu, bagi anak usia sekolah, warna-warna netral seperti biru dan abu-abu cocok untuk mendukung konsentrasi saat belajar.


    Jenis Cat yang Aman untuk Kamar Anak

    Pastikan kamu memilih cat dinding yang ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan anak, seperti cat berbahan dasar air dan rendah VOC (volatile organic compounds). Selain aman, jenis cat ini juga tidak menimbulkan bau yang menyengat, sehingga lebih nyaman untuk kamar anak.

    Tren Desain Kamar Anak dengan Warna yang Menarik

    Salah satu trend yang sedang populer adalah menggunakan dinding aksen, kamu bisa memilih satu dinding untuk diberi warna cerah atau menggunakan wallpaper dengan motif yang disukai anak. Pilihan lain adalah mengombinasikan dua warna berbeda dalam satu ruangan, misalnya biru muda dan putih untuk kesan dinamis.

    Memilih Warna yang Sesuai dengan Kepribadian anak

    Memahami kepribadian anak dapat membantu kamu dalam menentukan warna dinding yang cocok. Jika anak kamu aktif dan enerjik, warna seperti merah muda atau oranye bisa menjadi pilihan tepat. Sedangkan untuk anak yang lebih terang, seperti warna biru atau hijau akan memberikan efek menenangkan.

    Keselarasan Warna Dinding dengan Dekorasi Kamar

    Setelah memilih warna dinding, pastikan kamu juga mempertimbangkan keselarasan dengan furnitur dan dekorasi kamar anak. Warna dinding yang serasi dengan tempat tidur, meja belajar, dan tirai akan menciptakan suasana kamar yang akan menciptakan suasana kamar yang harmonis dan nyaman.

    Menggunakan Wallpaper dan Stiker Dinding untuk Kamar Anak

    Alternatif lain selain cat adalah wallpaper atau stiker dinding. Ini adalah pilihan yang fleksibel karena mudah diganti sesuai perkembangan usia dan minat anak. Kamu bisa memilih motif lucu seperti binatang, karakter kartun, atau tema yang disukai anak-anak.

    Inspirasi Desain Minimalis dan Skandinavia untuk Kamar Anak

    Jika kamu menyukai gaya minimalis, pilihlah warna-warna netral seperti putih, abu-abu, atau krem yang cocok untuk desain kamar anak minimalis. Desain Skandinavia juga bisa menjadi pilihan menarik. Cerahkan kamar anak anda dengan ide-ide cat yang sesuai dengan palet warna atau gaya apa pun.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Saja yang Perlu Diperhatikan saat Mendesain Kamar Anak? Berikut Ulasannya


    Jakarta

    Mendesain kamar anak bisa menjadi tantangan yang menyenangkan, namun memerlukan perencanaan matang.

    Selain aspek estetika, ada berbagai hal yang harus diperhatikan agar kamar anak menjadi tempat yang nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang nya.

    Dilansir dari tollbrothers.com, berikut adaah beberapa aspek yang perlu kamu pertimbangkan saat mendesain kamar si kecil.


    Pemilihan Warna yang Tepat untuk Kamar Anak

    Pemilihan warna sangat berpengaruh pada suasana hati anak. Warna cerah seperti biru muda, hijau, atau kuning bisa memberikan kesan ceria, sementara warna pastel cocok untuk menciptakan nuansa tenang.

    Kamu harus menghindari pemilihan warna yang terlalu gelap karena bisa membuat anak merasa tidak nyaman atau sulit tidur.

    Keamanan Furnitur dan Dekorasi

    Keamanan harus menjadi prioritas utama dalam mendesain kamar anak. Patikan seluruh furnitur memiliki sudut yang tumpul untuk mencegah cedera. Selain itu, pastikan lemari, rak, dan perabot lainnya dipasang dengan kuat di dinding agar tidak mudah jatuh. Gunakan juga bahan yang ramah anak, seperti kayu tanpa zat kimia berbahaya.

    Pencahayaan yang baik dan aman

    Pencahayaan Yang tepat sangat penting untuk kenyamanan dan kesehatan mata anak. Lampu yang terlalu terang dapat menstimulasi atau bahkan membahayakan mata bayi Anda yang sensitif dan sedang berkembang.

    Pastikan kamar mendapatkan cukup pencahayaan alami di siang hari. Untuk malam hari, kamu bisa menggunakan lampu tidur yang memberikan cahaya lembut agar anak merasa nyaman saat tidur, sekaligus mencegah silau yang bisa mengganggu istirahat.

    Ruang Penyimpanan yang Praktis dan Terjangkau

    Anak-anak biasanya memiliki banyak mainan dan barang-barang kecil. Oleh karena itu, kamu harus menyediakan ruang penyimpanan yang cukup, seperti rak dinding, kotak mainan, atau lemari kecil yang mudah diakses oleh anak. Ini juga bisa mengajarkan anak untuk lebih rapi dan bertanggung jawab terhadap barang-barangnya.

    Dekorasi Edukatif dan Menyenangkan

    Dekorasi kamar anak tidak hanya harus menarik secara visual, tetapi juga bisa menjadi media edukasi. Kamu bisa menggunakan stiker dinding, poster, atau elemen dekoratif lainnya yang mengandung unsur pembelajaran, seperti angka, huruf-huruf, dan hewan. Ini akan membantu merangsang minat belajar anak sejak dini.

    Area Bermain yang Aman

    Jika memungkinkan, sediakan sudut khusus untuk bermain di kamar anak. Kamu bisa menggunakan karpet lembut atau matras di lantai untuk mencegah anak cedera saat bermain. Selain itu, jauhkan mainan kecil dari jangkauan anak balita untuk menghindari risiko tertelan.

    Ventilasi dan Sirkulasi Udara yang Baik

    Jangan lupakan ventilasi yang baik di kamar anak. Udara yang bersih dan sirkulasi udara yang lancar sangat penting untuk menjaga kesehatan anak. Pastikan jendela bisa dibuka dengan mudah agar kamar tetap mendapatkan udara segar setiap hari.

    Udara segar yang masuk ke dalam kamar membuat suhu ruangan terasa lebih sejuk, sementara itu udara yang terperangkap di dalam ruangan secara terus menerus juga tidak baik, karena mengandung alergen seperti debu, tungau, atau spora jamur.

    Anak-anak lebih rentan terhadap masalah pernapasan seperti flu, batuk, atau pilek. Maka dari itu kamu harus memperhatikan tingkapan atau jendela untuk sirkulasi udara yang maksimal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ukuran Tempat Tidur Anak yang Sesuai Berdasarkan Usia


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

    Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, Rabu (21/8/2024), membeli tempat tidur untuk anak-anak jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri. Berikut ini, panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.


    Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga sprei dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

    Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

    Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

    Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

    Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

    Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

    Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang yang Nggak Boleh Ada di Kamar Anak


    Jakarta

    Sebagai orang tua, menciptakan lingkungan yang aman di kamar anak adalah prioritas utama. Ada beberapa barang yang sebaiknya tidak disimpan di kamar anak karena dapat menimbulkan risiko keselamatan.

    Kamu perlu menaruh perhatian lebih pada 5 barang ini karena bisa membahayakan keselamatan anak-anak.

    1. Mainan Kecil dan Barang yang Mudah Tertelan

    Barang-barang berukuran kecil seperti koin, balok kecil, atau bagian dari mainan bisa menimbulkan risiko tersedak, terutama pada balita. Mainan-mainan ini seringkali terlihat aman, namun bisa menjadi bahaya besar jika tidak diawasi dengan baik.


    Pastikan kamu membelikan mainan anak yang memiliki ukuran cukup besar dan sesuai dengan usianya, hindari memberi barang-barang kecil yang berpotensi tertelan.

    2. Peralatan Listrik Terbuka

    Kabel listrik atau perangkat elektronik yang tidak terlindungi bisa berbahaya bagi anak-anak, terutama mereka yang sedang dalam fase eksplorasi. Stop kontak terbuka, kabel panjang yang menjuntai, atau alat listrik lainnya bisa menyebabkan kejutan listrik atau bahkan kebakaran jika tidak diatur dengan baik.

    Dilansir dari momjunction.com. kamu akan terkejut betapa sulitnya mendekorasi kamar anak kamu. Ada banyak hal yang perlu diingat. Kamar tidur anak nda harus menjadi tempat yang membuat mereka merasa nyaman, aman, dan bahagia.

    Jadi, sebaiknya jauhkan furnitur dengan tepi tajam atau kabel yang menjuntai dari ruangan ini. Gunakan pelindung stop kontak dan atur kabel-kabel listrik di tempat yang sulit dijangkau oleh anak.

    3. Baterai Kancing

    Mainan atau perangkat yang menggunakan baterai kancing (button battery) sering ditemukan di kamar anak, padahal baterai ini sangat berbahaya jika tertelan atau masuk lewat hidung dan telinga.

    Baterai kancing dapat menyebabkan luka yang serius pada saluran pencernaan anak. Hindari mainan atau barang yang menggunakan baterai kecil, atau pastikan bawah kompartemen baterai terkunci dengan baik dan tidak mudah dibuka oleh anak-anak.

    4. Pewangi Ruangan Berbahan Kimia

    Dikutip dari, unair.ac.id. pewangi ruangan dengan bahan kimia kuat bisa menyebabkan gangguan pernapasan atau alergi pada anak. Zat kimia ini, jika terhirup dalam jangka waktu yang lama, dapat berdampak buruk pada kesehatan anak yang masih rentan.

    Kamu bisa menggunakan alternatif pewangi alami seperti bunga segar atau diffuser dengan minyak esensial yang aman untuk anak.

    “Paparan pewangi ruangan menghasilkan dampak negatif pada perubahan jaringan saluran napas, terutama pada selaput lendir. Dampak paparan pewangi ruangan cair pada perubahan histologi selaput lendir hidung lebih parah jika dibandingkan dengan paparan pewangi ruangan dalam bentuk gel,” katanya.

    5. Perabotan yang Tidak Stabil

    Menciptakan kamar yang aman bagi anak membutuhkan perhatian ekstra terhadap setiap detail, termasuk barang-barang yang ada di dalamnya. Dengan menghindari barang-barang yang berpotensi berbahaya, orang tua dapat memastikan kamar anak menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan bermain.

    Lemari, meja, atau rak yang tidak stabil dapat dengan mudah terguling jika anak mencoba memanjat atau menariknya. Hal ini bisa menimbulkan risiko cedera serius. Kamu dapat memasang pengait dinding untuk mengamankan perabotan besar yang ada di kamar anak sudah dipasang dengan baik agar tidak mudah terguling.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Toilet untuk di Rumah


    Jakarta

    Toilet merupakan perlengkapan yang umum ditemukan di kamar mandi. Toilet memiliki berbagai ukuran hingga bentuk. Oleh karena itu, kita tak bisa asal memilih toilet.

    Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat kamu memilih toilet untuk kamar mandi di rumah kamu.

    Melansir The Spruce, berikut cara memilih toilet untuk rumah kamu agar tidak salah pilih.


    Konstruksi Toilet

    Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan saat mencari toilet baru adalah gaya atau konstruksi toilet tersebut. Ada beberapa pilihan, seperti toilet one-piece, two-piece, dan wall mount.

    Setiap gaya toilet menawarkan serangkaian manfaat dan kekurangan yang berbeda. Sebelum memilih toilet baru, teliti gaya toilet untuk memastikan bahwa toilet tersebut cocok untuk rumah.

    Umumnya, toilet one-piece dan wall-mount membutuhkan lebih sedikit ruang daripada toilet two-piece, meskipun model ini lebih sulit dipasang daripada toilet two-piece. Selain itu, toilet two-piece cenderung menjadi pilihan yang lebih terjangkau.

    Dudukan Toilet

    Banyak toilet yang dilengkapi dudukan toilet yang dirancang khusus untuk model toilet tertentu. Namun, kamu dapat membeli dudukan toilet yang berbeda untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsionalitas toilet.

    Model yang lebih mendasar tersedia dalam berbagai pilihan ukuran, pastikan untuk mengukur toilet baru sebelum membeli dudukan toilet.

    Penggunaan Air

    Toilet lama menggunakan banyak air. Sedangkan toilet baru yang punya teknologi lebih anyar bisa menghemat air.

    Hal ini tidak hanya mengurangi jumlah air yang terbuang, tetapi juga rumah menggunakan lebih sedikit air secara keseluruhan. Saat mencari toilet baru untuk rumah, teliti toilet dengan sistem dual flush dan aliran rendah.

    Tinggi Toilet

    Ketinggian toilet umumnya mengacu pada ketinggian toilet. Toilet dapat terasa relatif nyaman untuk diduduki jika ketinggiannya tepat, tetapi beberapa toilet mungkin terlalu tinggi atau terlalu pendek.

    Toilet dengan tinggi kursi disebut sebagai toilet dengan tinggi yang nyaman, tergantung pada merek dan pemasoknya. Pilih toilet dengan tinggi kursi jika sebagian besar pengguna tinggi, tetapi pertimbangkan tinggi standar untuk kamar mandi anak-anak.

    Metode Flush

    Kebanyakan toilet akan mengandalkan gravitasi untuk menyiram air dari tangki ke mangkuk untuk memaksa isi mangkuk ke saluran pembuangan. Kamu juga dapat menemukan toilet dengan penyiraman ganda yang menggunakan mekanisme penyiraman yang sama.

    Beberapa toilet dirancang untuk meningkatkan daya siram guna memastikan isi mangkuk toilet terbuang ke saluran pembuangan. Tenaga tambahan ini karena toilet menggunakan tekanan udara untuk meningkatkan daya siram.

    Bentuk Mangkuk

    Pertimbangkan mangkuk yang memanjang atau mangkuk bundar merupakan pilihan yang lebih baik berdasarkan ukuran pengguna dan ruang di kamar mandi.

    Gunakan mangkuk toilet bundar di kamar mandi kecil, pastikan untuk mendapatkan dudukan toilet yang sesuai dengan bentuk mangkuk toilet.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 5 Ide Dekorasi Kamar Tidur Anak Agar Terlihat Menarik



    Jakarta

    Mendesain kamar tidur anak bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan serta mengasyikan bagi orang tua dan anak. Menciptakan ruangan yang mencerminkan minat dan kepribadian anak dengan ide-ide dekorasi yang murah tetapi menarik.

    Dengan perencanaan yang matang dan sedikit kreativitas, kamu dapat mengubah kamar mereka menjadi lingkungan yang menarik tanpa anggaran yang besar. Hal ini adalah strategi yang sangat efektif untuk kamar tidur anak.

    Dilansir dari Homedit, berikut beberapa ide mendekorasi kamar tidur yang mudah dan hemat anggaran.


    Seni Dinding Buatan Sendiri

    Anak bisa menjadi seniman yang produktif, manfaatkan kreativitas anak untuk mendekorasi kamar tidur nya. Seperti melukis karya seni untuk dinding atau membuat patung legi yang paling menakjubkan.

    Hal ini tidak hanya akan menambah warna dan daya tarik pada ruangan, tetapi juga akan mencerminkan minat anak. Salah satu idenya adalah membuat dinding galeri yang menampilkan semua karya seni anak.

    ilustrasi kamar bayiilustrasi kamar bayi Foto: iStock

    Perbarui Furniture Bekas

    Sebagian besar furniture bekas dari kamar lain biasanya akan berakhir di kamar anak-anak. Ini adalah cara yang lebih murah dan ramah lingkungan untuk membeli furniture. Carilah furniture yang kokoh dan dibuat dengan baik sehingga tahan lama.

    Berikan tampilan baru pada furniture dengan membersihkannya secara menyeluruh dan mengecat ulang atau melapisinya dengan kain pelapis agar sesuai dengan warna dan desain kamar tidur anak.

    Violet decorations in cozy room for teenage girlViolet decorations in cozy room for teenage girl Foto: iStock

    Gunakan Cat untuk Membuat Ruangan Menjadi Menarik

    Cat merupakan elemen dekorasi yang relatif murah, namun dapat menghasilkan hasil yang luar biasa. Warna-warna cerah dan cemerlang memang menyenangkan untuk kamar anak, tetapi warna netral juga dapat digunakan untuk menciptakan kamar tidur yang tenang.

    Kamu dapat menggunakan cat untuk mewarnai ruangan atau menambahkan pola molding tiruan. Sangat penting untuk mendapatkan masukan dari anak kamu tentang warna yang ingin anak kamu lihat di kamar nya.

    Tambahkan Mural Dinding

    Tidak semua orang memiliki keterampilan melukis yang layak dipajang di dinding. Mural dinding tersedia dalam berbagai desain, mulai dari pemandangan alam dan tema fantasi. Pastikan kamu menemukan mural sesuai dengan minat anak.

    Mural dinding yang dapat dilepas dan ditempel sangat ideal untuk diterapkan sendiri. Pelepasan mural juga tidak mudah dan tidak menyebabkan kerusakan pada dinding. Hal ini menjadikannya salah satu elemen dekorasi terbaik untuk kamar anak-anak.

    Pilihlah Furniture Multifungsi

    Furniture multifungsi ideal untuk ruang kecil, tetapi juga menghemat anggaran. Pilihlah seperti ranjang bayi yang dapat diubah menjadi tempat tidur, dan tempat tidur susun yang dapat diubah menjadi tempat tidur kembar memberikan nilai jangka panjang.

    Carilah barang yang kokoh dan dibuat dengan baik yang dapat bertahan dalam penggunaan serta perubahan harian.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pilih, Ini Ukuran Tempat Tidur Anak Berdasarkan Usia


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang pas perlu dilakukan, apalagi untuk anak. Kamu bisa memilih tempat tidur berdasarkan usia anak agar tidak salah pilih.

    Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka. Maka dari itu, memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka.

    Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, berikut ini panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.


    Ukuran Tempat Tidur Berdasarkan Usia Anak

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.

    Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

    Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

    Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

    Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

    Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

    Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

    Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com