Tag: anak

  • 5 Doa untuk Bayi Baru Lahir agar Anak Tumbuh Saleh-Salihah


    Jakarta

    Ketika bayi baru lahir, pada umumnya sanak keluarga, kerabat, dan tetangga akan datang untuk menjenguk dan mendoakannya. Bagaimana sebaiknnya doa dan dzikir untuk bayi tersebut?

    Melahirkan anak dengan selamat dan dalam keadaan sehat wal afiat merupakan impian dan harapan semua orang tua yang di dunia ini. Tentunya, mereka sangat bersyukur atas karunia Allah SWT apabila anak yang lahir sesuai dengan harapan.

    Rasa syukur ini tak jarang diungkapkan dengan curahan doa dan harapan kepada bayi yang baru lahir tersebut. Orang tua, kakek nenek, keluarga, dan lainnya banyak yang memberikan harapan terbaiknya dengan cara bersholawat atau doa kepada bayi itu. Lantas, bagaimana doa dan dzikir untuk bayi baru lahir tersebut?


    5 Pilihan Doa untuk Bayi Baru Lahir

    1. Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Versi Pertama

    Doa dan dzikir untuk bayi baru lahir yang pertama diambil dari buku Lengkap & Praktis Doa Dzikir Harian Khusus Ibu Hamil karya Syaifurrahman El-Fati. Doa itu berbunyi,

    اعِيدُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَةٍ

    Arab-latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laammah

    Artinya: “Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan dan binatang yang berbisa dan dari setiap mata yang jahat.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas)

    2. Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Versi Kedua

    Doa ini dapat dibacakan untuk bayi yang sudah diazankan. Berikut bacaannya,

    أُعِيدُهُ (هَا) بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ كُلِّ شَرِّ ذِي حَسَدٍ

    Arab-latin: U’idzuhu (haa) bil waahidis shamadi min kulli syarrin dzii hasad

    Artinya: “Aku berlindung kepada-Mu yang Maha Esa dan tempat meminta jagalah anak ini dari segala kejahatan dan dari orang yang dengki.”

    Apabila bayi yang didoakan adalah laki-laki, maka doa yang dilafalkan persis seperti di atas. Sedangkan untuk bayi perempuan kata ganti “hu” diganti dengan “haa”.

    3. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Ketiga

    أُعِيدُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةِ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    Arab-latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laam- maah

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, binatang yang berbisa, dan pandangan mata yang jahat.” (HR Bukhari)

    4. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Keempat

    Dinukil dari buku Tanya Jawab Islam: Piss KTB karya PISS KTB, TIM Dakwah Pesantren, ketika itu, Rasulullah SAW pernah mendoakan kedua cucunya dengan sebuah doa. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA bahwasanya Rasulullah SAW berdoa,

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ : إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوَّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنِ لَامَّةٍ (صحيح البخاري)

    Artinya: Dari Ibn Abbas RA bahwa Nabi SAW berdoa mohon perlindungan Allah untuk cucu Beliau SAW yaitu Hasan dan Husein, seraya bersabda: “Sungguh Ayahanda kalian (kakek moyang kalian yaitu Nabi Ibrahim AS) meminta perlindungan Allah untuk Ismail dan Ishak (putra Nabi Ibrahim AS yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq) dengan doa: Aku berlindung Demi kalimat kalimat Allah kesemuanya, dari segala syaitan, dan segala racun, dan dari segala penyakit penyakit akal dan kegilaan.” (HR Bukhari)

    5. Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Versi Kelima

    Doa dan dzikir untuk bayi baru lahir yang terakhir khusus dilakukan ketika bayi terus menerus menangis di malam hari. Orang tua bisa membacakan doa kemudian ditiupkan ke ubun-ubun sang bayi.

    بسم الله الرحمن الرحيم

    بسم الله الشافي

    بسم الله الكافي

    بسم الله المعافي

    بسم الله لا يضر مع اسمه شيء في الارض ولا في السماء وهو السميع العليم

    Arab-latin: Bismillahir rohmaanir rohiim
    Bismillahisy syafi
    Bismillahil kaafi
    Bismillahil mu’afi
    Bismillahi la yadhurru ma’as mihi syai’ un fil ardhi wa la fis samai wahuwas sami’ul ‘alim

    Apabila bayi menangis keras karena demam, maka bacalah lima macam basmalah ini 19 kali kemudian ditiupkan ke air. Lalu, air itu digunakan untuk memberi kompres pada bayi demam tersebut.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengamalkan Doa Nabi Yusuf AS Agar Anak Tampan dan Bercahaya



    Jakarta

    Ada sebuah tradisi di kalangan muslimin ketika ingin memiliki anak yang tampan dan bercahaya, yaitu dengan membaca doa Nabi Yusuf AS. Berikut adalah cara mengamalkan doa Nabi Yusuf tersebut!

    Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Mereka akan mempersiapkan segalanya bahkan sejak sebelum sang buah hati lahir. Mulai dari perlengkapan kelahiran bayi, baju, mainan, dan lain sebagainya.

    Tak lupa, orang tua juga selalu mendoakan bayi yang masih ada di dalam kandungan agar diberi kesehatan, kecerdasan, saleh, dan lain-lain. Tak jarang, para orang tua juga berdoa untuk ketampanan atau kecantikan sang bayi.


    Biasanya, para orang tua akan berdoa dengan doa Nabi Yusuf AS agar mendapat rida Allah SWT dan diberikan keturunan yang rupawan tampan bagai nabi paling tampan tersebut.

    Berikut cara mengamalkan doa Nabi Yusuf AS agar anak tampan dan saleh berdasarkan buku Mukjizat Surat Yusuf dan Maryam karya Rizem Aizid.

    Persiapan Mengamalkan Doa Nabi Yusuf AS

    Perlu diketahui terlebih dahulu, membaca doa Yusuf AS agar anak berparas rupawan tidak ada syariat atau tuntunan maupun sunahnya. Namun sebagian orang tetap mengamalkan ini sebagai bentuk ikhtiar.

    Adapun syarat-syarat dalam membaca surah Yusuf agar harapan dan doa memperoleh anak tampan layaknya Nabi Yusuf AS adalah sebagaimana berikut:

    1. Bersuci

    Sebelum mengamalkan doa Nabi Yusuf AS dan memegang Al-Qur’an, hendaknya seorang muslim bersuci terlebih dahulu, baik dengan cara mandi besar maupun wudhu.

    Al-Qur’an adalah kitab suci. Oleh karena itu, sudah sepantasnya orang yang akan memegang kitab suci itu haruslah dalam keadaan yang suci pula.

    2. Memperhatikan Adab Membaca Al-Qur’an

    Jika ingin mengamalkan doa Nabi Yusuf AS atau membaca surah Yusuf, maka seseorang harus memperhatikan adab dalam membaca Al-Qur’an. Seperti memegangnya dengan tangan kanan dan tidak merusaknya.

    3. Memilih Tempat Bersih dan Suci

    Agar harapan terkabul, maka seseorang harus memilih tempat yang bersih dan suci ketika membacanya. Hindari tempat-tempat kotor dan buruk seperti kamar mandi, kuburan, dan lain sebagainya.

    4. Menghadap Kiblat

    Meski sepele, menghadap kiblat sebelum mengamalkan doa Nabi Yusuf AS juga tidak boleh dilewatkan. Hal ini dianjurkan oleh syariat.

    5. Membaca Surah Yusuf dengan Tartil

    Bagian yang tak kalah penting adalah membaca surah Yusuf atau doa Nabi Yusuf AS dengan tartil. Artinya, seseorang harus tenang dan meresapi setiap maknanya.

    6. Resapi Makna dan Artinya

    Keenam, resapilah betul-betul makna dan arti dari setiap ayat yang dibaca. Hal ini sangat penting bagi perkembangan psikologi sang buah hati.

    Cara Mengamalkan Doa Nabi Yusuf AS

    Agar mengamalkan doa Nabi Yusuf AS lebih baik lagi, maka seorang muslim harus memperhatikan tiga hal di bawah ini.

    1. Mengamalkan doa Nabi Yusuf AS di malam hari

    Agar doa lebih terkabul maka seseorang perlu membaca doa Nabi Yusuf AS di malam hari. Sebab, Allah SWT telah memposisikan waktu sepertiga malam dan salat tahajud sebagai waktu terbaik untuk berdoa.

    Allah SWT sudah menjanjikan bahwa apabila ada seorang hamba-Nya yang berdoa di malam hari, maka tidak akan terjadi kecuali doa tersebut dikabulkan oleh-Nya.

    Di saat seperti inilah waktu yang tepat untuk meminta keturunan yang baik hatinya, amalnya, dan juga rupanya.

    2. Yakin Doa Nabi Yusuf AS Bisa Menjadi Wasilah

    Cara mengamalkan doa Nabi Yusuf yang kedua adalah dengan meyakini sepenuh hati bahwa surah Yusuf itu dapat menjadi perantara atau wasilah dikabulkannya doa oleh Allah SWT.

    Jika keinginan yang dipanjatkan adalah seorang anak yang tampan dan saleh, maka ia harus meyakini dengan membaca surah Yusuf, akan lahir seorang anak yang tampan lahir dan batinnya.

    3. Tawakal kepada Allah SWT

    cara mengamalkan doa Nabi Yusuf yang terakhir adalah dengan bertawakal kepada Allah SWT.

    Tawakal dalam konteks ini maksudnya adalah memperlihatkan ketidakmampuan seseorang dan menggantungkan semuanya kepada Allah SWT karena hanya Dia Yang Maha Kuasa.

    Setelah semua usaha sudah dilakukan semaksimalnya, maka langkah selanjutnya adalah menyerahkan semua hasilnya kepada Allah SWT. Dia-lah yang Maha Mengatur dan paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti Doa Rabbighfirli Waliwalidayya untuk Orang Tua


    Jakarta

    Sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tua, potongan lafal doa “rabbighfirli waliwalidayya” tentu saja tidak asing di telinga. Namun, apa arti doa rabbighfirli waliwalidayya tersebut?

    Mendoakan kedua orang tua merupakan salah satu kewajiban bagi anak. Doa ini tidak hanya dipanjatkan ketika keduanya masih hidup di dunia, namun juga ketika mereka sudah meninggal.

    Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk mendoakan dan berbakti kepada orang tua, sebagaimana termaktub dalam surah Al-Isra’ ayat 24 yang berbunyi,


    وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

    Artinya: Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”

    Salah satu doa yang sering dipanjatkan untuk kedua orang tua memiliki potongan lafal yang berbunyi “rabbighfirli waliwalidayya”. Lantas apa artinya? Berikut lafal selengkapnya dan artinya.

    Arti Doa Rabbighfirli Waliwalidayya

    Sebagaimana disebutkan oleh Ahmad Rasyid dalam bukunya yang berjudul Zikir Lengkap Pagi-Sore, lafal “rabbighfirli waliwalidayya” adalah potongan dari doa untuk kedua orang tua.

    Berikut adalah lafal doa untuk kedua orang tua beserta Arab, latin, dan artinya.

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    Latin: Rabbighfirli waliwalidayya war-ham-humaa kamaa rabbayaanii shagiiraa.

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Kasihilah keduanya sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu kecil.”

    Sebagai anak hendaknya senantiasa mengucapkan doa untuk kedua orang tua ini setiap hari sebagai bentuk kebaktiannya kepada kedua orang tua. Terlebih lagi, agar keduanya selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT dan diri sendiri mendapat pahala dari-Nya.

    Selain doa di atas, terdapat doa lain yang bisa dipanjatkan untuk kedua orang tua dan orang yang beriman di seluruh dunia. Doa tersebut berbunyi,

    رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِي مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

    Latin: Rabbigh-firlii wa liwaalidayya wa liman dakhala baytiya mu minan wa lilmu`miniina wal-mu`minaati wa laa tazidizh- zhaalimiina ‘illa tabaaraa.

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki serta perempuan. Dan, janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.”

    Perintah Berbakti dan Bersyukur kepada Kedua Orang Tua

    Mendoakan kedua orang tua, salah satunya dengan doa “rabbighfirli waliwalidayya,” merupakan kewajiban setiap muslim yang beriman.

    Selain itu, Mutia Mutmainnah dalam bukunya Keajaiban Doa & Ridho Ibu menyebutkan, bersyukur kepada Allah SWT dan kepada kedua orang tua juga tak kalah penting.

    Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Luqman ayat 14 yang berbunyi,

    وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ ١٤

    Artinya: Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.) (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.

    Menurut tafsir Al Qur’an Kemenag, ayat ini menjelaskan tentang perintah Allah SWT kepada manusia agar berbakti kepada kedua orang tuanya dengan berusaha melaksanakan perintah-perintahnya dan mewujudkan keinginannya.

    Terdapat beberapa cara untuk berbakti kepada kedua orang tua yang disebutkan oleh Harjan Syuhada dan Fida’ Abdilah dalam Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII, yaitu:

    1. Memperlakukan kedua orang tua dengan baik, sopan, hormat, dan penuh kasih sayang

    2. Mematuhi semua perintahnya selama tidak bertentangan dengan agama

    3. Wajib mengikuti semua nasihat yang telah diberikan keduanya kepada kita

    4. Membantu pekerjaan kedua orang tua sehari-hari

    5. Anak memiliki kewajiban untuk memelihara kedua orang tua, terutama ketika mereka sudah tidak bisa menjaga diri lagi, seperti saat sakit atau sudah tua

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa untuk Wanita saat Hamil agar Janin Sehat-Diberi Kekuatan


    Jakarta

    Doa adalah salah satu bentuk ibadah yang dilakukan oleh umat Islam. Ada banyak doa yang bisa dipanjatkan, salah satunya doa untuk wanita saat hamil.

    Allah SWT memerintahkan hamba-Nya agar senantiasa berdoa. Hal ini termaktub dalam surah Ghafir ayat 60, Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Doa dapat dibaca baik untuk diri sendiri atau orang lain. Contohnya seperti berdoa saat hamil.

    Menjadi seorang ibu adalah momen istimewa dalam kehidupan seorang wanita. Proses kehamilan membawa harapan, kebahagiaan, dan tantangan tersendiri.

    Sebab itulah, doa untuk wanita saat hamil penting dibaca agar selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Begini untuk wanita saat hamil.

    Doa untuk Wanita saat Hamil

    Mengutip buku Panduan Kehamilan dan Kelahiran Bagi Muslimah karya Nur Hayati dan buku Doa & Zikir Mustajab untuk Ibu Hamil dan Menyusui karya Ummu Azzam, berikut beberapa doa untuk wanita saat hamil:

    1. Doa Memohon Perlindungan

    اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرٰنَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

    Bacaan latin: Iz qoolatim ra atu ‘imraana Rabbi innii nazartu laka maa fii batnii muharraran fataqabbal minnii innaka Antas Samii’ul ‘Aliim

    Artinya: “(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu, terimalah (nadzar) itu dari padaku. Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    2. Doa Mendapatkan Keturunan yang Baik

    هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

    Bacaan latin: Hunaaalika da’aa Zakariyyaa Rabbahuu qoola Rabbi hab lii mil ladunka zurriyyatan taiyibatan innaka samii’ud du’aaa’

    Artinya: “Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata, ‘Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa’.”

    3. Doa agar Rajin Ibadah

    رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَاَتِيْ عَاقِرٌ ۗ قَالَ كَذٰلِكَ اللّٰهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاۤءُ

    Bacaan latin: Rabbi annaa yakuunu lii ghulaamunw wa qad balaghaniyal kibaru wamraatii ‘aaqirun qoola kazaalikal laahu yaf’alu maa yashaaa’

    Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

    4. Doa Mendapatkan Anak Saleh

    Doa Pertama

    وَالَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا

    Bacaan latin: Wallaziina yaquuluuna Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyaatinaa qurrata a’yuninw waj ‘alnaa lilmuttaqiina Imaamaa

    Artinya: “Dan, orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

    Doa Kedua

    رَبِّ هَبۡ لِىۡ مِنَ الصّٰلِحِيۡنَ

    Bacaan latin: Rabbi hab lii minas saalihiin

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”

    5. Doa agar Janin Diberi Kekuatan

    بسم الله الذي لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ رَبِّ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيم

    Bacaan latin: Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwal haliimul kariimu rabbil ‘azhiim. Laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul ‘arsyil ‘azhiim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan selain Doa, Yang maha Penyabar, Yang Mahamulia, Tuhan ‘Arsy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan semesta langit dan bumi, dan Tuhan ‘Arsy yang agung.”

    6. Doa agar Janin Diberi Kesehatan

    اللهُمَّ احْفَظْ وَلَدِي مَا دَامَ فِي بَطْنِي وَاشْفِهِ مَعِي أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Bacaan latin: Alloohummahfazh waladii maadaama fii bathnii. Wasyfihi ma’ii antasysyaafii laa syifaa`a illaa syifaa uka syifaa’an laa yughoodiru saqomaa.

    Artinya: “Ya Allah, semoga Engkau lindungi bayiku ini selama ada dalam kandunganku. Berikanlah kesehatan kepadanya bersamaku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesehatan selain kesehatan yang Engkau berikan, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain.”

    7. Doa agar Badan Ibu Hamil Sehat

    اَللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَدَنِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى سَمْعِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَصَرِ

    Bacaan latin: Allahumma aafinii fii badanii Allahumma ‘aafiinii fi sam’ii Allahumma ‘aafinii fii basharii.

    Artinya: “Ya Allah, sehatkan badanku, sehatkan pendengaranku, dan sehatkan penglihatanku.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Doa untuk Anak agar Saleh, Sehat dan Dilindungi Allah SWT


    Jakarta

    Ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan orang tua untuk anaknya. Doa ini bisa dibaca secara rutin agar mendapatkan anak soleh dan solehah yang senantiasa dilindungi di dunia dan juga di akhirat kelak.

    Dalam ajaran Islam, doa dari orang tua untuk anaknya termasuk dalam salah satu dari tiga golongan doa yang diijabah oleh Allah SWT.

    Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:


    “Tiga golongan yang doanya mustajab yang tidak diragukan lagi kedahsyatannya, yaitu: doa orang tua kepada anaknya, doa musafir (orang yang sedang bepergian), dan doa orang yang dizhalimi.” (HR. Bukhari Muslim)

    Mengutip buku Membangun Kembali Harga Diri Orang Tua yang Sirna oleh Indra Mulyana (Ka In), dijelaskan bahwa hadits ini bisa menjadi pengingat bahwa orang tua hendaknya selalu mendoakan serta berucap yang baik untuk anak-anaknya.

    Dalam hadits lain dari Anas bin Malik RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Tiga doa yang tidak tertolak, yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa seorang musafir.” (HR Baihaqi)

    Ustadz Ukasyah Habibu Ahmad dalam bukunya yang berjudul Ya Rabbi, Lancarkan Rezeki Kami, menegaskan perkataan orang tua merupakan doa yang sangat makbul atau mudah dikabulkan.

    Seakan Allah SWT menitipkan firman suci-Nya melalui lisan orang tua. Karena itu, ketika orang tua dikecewakan karena ulah sang anak, lalu ia mengatakan sesuatu yang buruk bagi anaknya, baik disengaja atau pun tidak, kata-kata itu bisa menjadi kutukan. Dan, kutukan orang tua, apalagi seorang ibu, sangat mujarab dan makbul. Atas izin Yang Maha Kuasa dapat menjadi kenyataan seperti yang diinginkan oleh orang tua yang memberi doa buruk.

    Doa Orang Tua untuk Anak

    Sebagai orang tua hendaknya senantiasa mendoakan keselamatan dan kebaikan untuk anak-anaknya.

    Berikut beberapa doa orang tua yang bisa dipanjatkan secara rutin untuk anak-anaknya.

    1. Doa agar anak senantiasa dilindungi

    Nabi Muhammad SAW kerap melafalkan doa untuk keselamatan cucunya, Hasan dan Husein.

    أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    Arab Latin: U’īdzukuma bi kalimātillāhit tāmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘aynin lāmmah.

    Artinya: “Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.” (HR Abu Daud)

    2. Doa Nabi Ibrahim untuk anak Soleh

    Doa ini dipanjatkan Nabi Ibrahim AS sejak beliau masih lajang.

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    Arab Latin: Rabbi hab lî minas shâlihîn

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahilah kami keturunan yang termasuk orang-orang yang salih.”

    Ada juga doa dalam versi panjang, seperti di bawah ini”.

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

    Arab Latin: Allahummaj ‘al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur’ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang paham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka di dunia dan di akhirat”.

    3. Doa untuk anak yang baru lahir

    أُعِيْذُهُ بِالوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِى حَسَدٍ

    Arab Latin: A’uudzuhu (haa) bilwaahidish shamadi min syarri kulli dzii hasadin.

    Artinya: Ya Allah Yang Maha Esa, tempat semua orang meminta, aku mohon perlindunganMu untuk anakku dari segala kejahatan orang yang dengki

    4. Doa agar anak menjadi saleh dan solihah

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

    Arab Latin: Allahummaj ‘al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur’ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka di dunia dan di akhirat”

    5. Doa agar anak dijauhkan dari bahaya

    اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

    Arab Latin: Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ wahfadhhum wa lâ tadlurrahum warzuqnâ birrahum.

    Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Kau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka.”

    6. Doa agar anak berbakti pada orang tua

    اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

    Arab Latin: Allahumma barikliy fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waf fiqhum li tho’atik, war zuqniy birrohum.

    Artinya: “Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepada Mu dan karuniakanlah hamba rejeki berupa bakti mereka”.

    7. Doa untuk anak dijauhkan dari penyakit

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

    Arab Latin: Allahumma rabban naas mudzhibal ba’si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illa anta syifaa an laa yughaadiru saqaman.

    Artinya: “Ya Allah Ya Tuhanku, Tuhan seluruh manusia. Hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan sebab Engkau adalah penyembuh. Tak ada yang mampu menyembuhkan penyakit kecuali Engkau dengan kesembuhan tanpa menyisakan rasa sakit.”

    9. Doa untuk anak yang beranjak dewasa

    اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

    Allahumma-la’ quluuba aulaadinaa nuuron wa hikmatan wa ahlihim liqobuli ni’matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah.

    Artinya: Ya Allah, isilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang layak untuk menerima nikmat-Mu, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.

    10. Doa agar anak selamat dunia dan akhirat

    Doa ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 128.

    رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    Arab Latin: Rabbanā waj’alnā muslimaini laka wa min żurriyyatinā ummatam muslimatal laka wa arinā manāsikanā wa tub ‘alainā, innaka antat-tawwābur-raḥīm.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Baqarah: 128)

    Demikian beberapa doa yang bisa rutin diamalkan orang tua untuk anak-anaknya.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang Tua yang Masih Hidup, Catat Juga Cara Berbakti yang Baik



    Jakarta

    Dalam Islam, ada perintah untuk berbakti pada orang tua. Salah satu cara berbakti pada orang tua adalah dengan mendoakannya setiap waktu.

    Ada beberapa dalil dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW yang menegaskan perintah bagi seorang anak untuk berbakti pada orang tuanya.

    Dalam Al-Qur’an surat Al Isra ayat 23, Allah SWT berfirman,


    وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمً

    Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

    Doa untuk Orang Tua yang Masih Hidup

    1. Doa Versi Pertama

    Mengutip buku Doa Yuk; Kumpulan Doa Sehari-Hari untuk Pembentukan Karakter Anak yang ditulis oleh Mochamad Soleh, berikut bacaan doa untuk orang tua yang masih hidup.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    Arab-latin: Allahummaghfirlii waliwaalidayya war ham humaa kama rabbayaanii shagiiraa

    Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.”

    2. Doa Versi Kedua

    Dalam buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya: Kekuatan Doa Orang Tua Bisa Mengubah Takdir, Bahkan Menghidupkan Anak yang Sudah Mati karya Aulia Fadli, berikut bacaan doa untuk orang tua yang masih hidup.

    Doa ini termaktub dalam Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 41:

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

    Arab-latin: Rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu’minīna yauma yaqūmul-ḥisāb(u).

    Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

    Cara Berbakti kepada Orang Tua

    Merangkum buku Mukjizat Doa Ibu oleh Ustaz Sasetyo, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan anak untuk berbakti pada orang tuanya yang masih hidup.

    1. Memandang orang tua penuh kasih sayang

    Ketika sedang bersama orang tua, usahakan untuk selalu memandang dengan lembut dan penuh kasih sayang.

    Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya kemudian memandang wajah kedua orangtuanya dengan perasaan mengasihi, kecuali Allah menulis untuknya pahala ibadah haji mabrur setiap kali ia memandang. Ibnu Abbas berkata, ‘Kalau anak it umemandang seratus kali, bagaimana wahai Rasulullah? Nabi SAW menjawab Ya, lebih besar pahalanya karena Allah Mahabesar lagi Mahabaik.” (HR Baihaqi)

    Menurut riwayat Abu Dawud, Rasulullah menerangkan bahwa ada tiga pandangan yang termasuk ibadah, yaitu memandang wajah kedua orang tua dengan penuh kasih sayang, memandang mushaf Al-Qur’an, dan memandang Ka’bah.

    2. Mendengarkan nasihatnya

    Setiap orang tua pasti sering memberikan nasihat kepada anaknya. Sebagai anak yang berbakti, sudah menjadi kewajiban untuk mendengarkan nasihat orang tua dengan baik.

    Bagaimanapun besarnya ilmu dan pengalaman seorang anak, ia tentu tidak akan mampu menyamai ketinggian insting dan pengalaman orang tua. Apalagi orang tua kerap memberikan nasihat berdasarkan pengalamannya.

    3. Berbicara dengan sopan

    Tempatkan posisi orang tua sebagai sosok yang dihormati. Ketika berbicara atau berkomunikasi, gunakan bahasa yang halus dan sopan. Berbicara kepada orang tua dengan lembut agar tidak menyinggung perasaan mereka.

    4. Membantu dan meringankan pekerjaannya

    Bentuk bakti kepada orang tua juga bisa ditunjukkan dengan membantu dan meringankan pekerjaannya.

    Dalam sebuah hadits, seorang lelaki datang menghadap Nabi Muhammad dan berkata, “Ya Rasulullah, sungguh aku ingin berjihad, tetapi aku tidak mampu.” “Apakah salah seorang dari kedua orang tuamu masih hidup?” tanya Rasulullah. “Tinggal ibuku yang masih hidup,” jawab lelaki itu. “Berbuat baiklah kepadanya karena Allah,” perintah Rasulullah SAW. “Apabila itu dapat dilakukan, engkau bagaikan orang yang berhaji, berumroh, dan berjihad di jalan Allah.” (HR Abu Yaladan Thabrani)

    5. Menjaga nama baiknya

    Kewajiban lainnya sebagai seorang anak adalah berbakti dan menjaga nama baik orang tua. Salah satu bentuk bakti anak kepada orang tuanya adalah dengan menjaga nama baiknya. Hindari mengungkap hal buruk tentang orang tua.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Anak Kecil yang Meninggal Disebut Jadi Syafaat Orang Tua, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Meninggalnya seorang anak tentu menjadi duka yang mendalam bagi orang tua maupun kerabatnya. Akan tetapi, dalam hadits disebutkan bahwa anak-anak yang meninggal kelak jadi syafaat orang tua.

    Anak yang dimaksud dalam hal ini adalah mereka yang belum baligh. Dikatakan, mereka kelak akan membawa orang tuanya masuk surga.

    Menukil kitab At-Tadzkirah Jilid 2 karya Imam Syamsuddin Al-Qurthubi yang diterjemahkan oleh Anshori Umar Sitanggal, menurut riwayat Muslim, dari Abu Hassan, ia berkata, “Saya pernah berkata kepada Abu Hurairah RA, ‘Sesungguhnya dua orang anakku telah meninggal dunia. Maka, apa yang bisa Anda ceritakan dari Rasulullah SAW, agar hati kami menjadi tenang atas meninggalnya keluarga kami itu?’


    ‘Ya,’ jawab Abu Hurairah RA, ‘Anak-anak kecil, mereka bagaikan jentik-jentik air dalam surga. Salah seorang dari mereka menjemput bapaknya (atau dia katakan: kedua orang tuanya). Maka, anak itu memegang pakaian ayahnya itu (atau ia katakan: tangannya) sebagaimana aku memegang pakaianmu yang bagus ini. Anak itu tidak menghentikan (atau ia berkata: tidak berhenti) sehingga Allah memasukkan dia bersama kedua orang tuanya ke dalam surga’.” (Shahih Muslim)

    Terdapat pula hadits yang diriwayatkan dari Abu Dawud Ath-Thayalisi. Ia berkata,

    “Telah menceritakan kepada kami, Syu’bah, dari Mu’awiyyah bin Qurrah, dari ayahnya, bahwasanya ada seorang Anshar yang sering datang bolak-balik kepada Rasulullah SAW bersama seorang anaknya. Pada suatu hari, Rasulullah SAW bertanya kepadanya, ‘Apakah kamu mencintainya, hai Fulan?’ Orang itu menjawab, ‘Ya.’

    Rasulullah SAW pun berkata, ‘Semoga Allah mencintaimu, sebagaimana kamu mencintainya.’

    Pada suatu ketika Rasulullah SAW merasa kehilangan orang tersebut. Beliau pun menanyakan dia. Para sahabat mengabarkan, ‘Ya Rasulullah, anaknya telah meninggal.’

    Rasulullah SAW pun bersabda, ‘Tidakkah kamu rela (atau bukankah kamu ridha) bahwa tidak satu pun pintu yang kamu datangi di antara pintu-pintu surga, melainkan anakmu itu akan datang bergegas membukakannya untukmu?’

    Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah ini bagi dia sendiri, ataukah bagi kami semua?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Bahkan, untuk kamu semua’.” (Shahih Musnad Ath-Thayalisi)

    Dalam Musnad-nya, Abu Dawud Ath-Thayalisi juga mengisahkan hadits yang diceritakan dari Hisyam, dari Qatadah, dari Rasyid, dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Para wanita yang (mati pada saat) melahirkan, pada hari kiamat akan ditarik anaknya dengan tali pusatnya menuju ke surga.” (Musnad Ath-Thayalisi)

    Anak-anak yang meninggal mendahului orang tuanya kelak membawa syafaat bagi ayahnya untuk masuk dalam surga. Hal ini dikatakan dalam sebuah hadits yang terdapat dalam buku Adab Kehidupan Berumah Tangga Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah karya Syaikh Khalid Abd Ar-Rahman, Rasulullah SAW bersabda,

    “Dikatakan kepada mereka, ‘Masuklah kalian semua ke dalam surga.’ Mereka berkata, ‘Sampai ayah-ayah kami memasukinya.’ Maka dikatakan kepada mereka, ‘Masuklah kalian semua dan ayah-ayah kalian semua’.” (HR An-Nasa’i)

    Dikisahkan pula dalam Shahih Muslim dari riwayat Abu Hurairah RA, seorang wanita berkata kepada Rasulullah SAW, “Aku telah memakamkan tiga orang anak.”

    Rasulullah SAW pun bersabda, “Engkau telah memelihara diri dengan benteng yang sangat kuat dari neraka.”

    Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggal sedangkan ia memiliki tiga orang anak yang meninggal sebelum baligh, maka pasti Allah akan memasukkannya ke dalam surga karena keutamaan rahmat dari-Nya untuk dirinya.”

    Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, dan juga dua anak?”

    Rasulullah SAW menjawab, “Dan dua anak.” (HR Al-Bukhari dan Ahmad)

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Doa untuk bayi baru lahir bisa dibaca muslim untuk anaknya atau anak dari kerabatnya. Berdoa ditujukan agar anak memiliki kepribadian yang saleh dan salehah baik bayi perempuan maupun laki-laki.

    Allah SWT memerintahkan muslim untuk senantiasa berdoa kepada-Nya dalam surah Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Doa untuk bayi baru lahir juga dikatakan sebagai salah satu sunnah Rasulullah SAW menyambut kelahiran anak. Menurut buku Ya Allah, Berkahilah Anak Kami oleh Ummu Azzam, doa termasuk ucapan syukur karena ibu telah diselamatkan oleh Allah SWT.

    Doa untuk Bayi Baru Lahir: Arab, Latin dan Artinya

    Berikut ini merupakan doa untuk bayi yang baru lahir seperti dinukil dari Buku Lengkap & Praktis Doa Dzikir Harian Khusus Ibu Hamil oleh Syaifurrahman El-Fati.

    1. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Pertama

    اعِيدُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَةٍ

    Arab latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laammah

    Artinya: “Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan dan binatang yang berbisa dan dari setiap mata yang jahat.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas)

    2. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Kedua

    أُعِيدُهُ (هَا) بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ كُلِّ شَرِّ ذِي حَسَدٍ

    Arab latin: U’idzuhu (haa) bil waahidis shamadi min kulli syarrin dzii hasad

    Artinya: “Aku berlindung kepada-Mu yang Maha Esa dan tempat meminta jagalah anak ini dari segala kejahatan dan dari orang yang dengki.”

    Jika bayi yang didoakan adalah laki-laki maka doa yang dilafalkan persis seperti di atas. Sementara itu, untuk bayi perempuan kata ganti “hu” diganti dengan “ha”.

    3. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Ketiga

    Doa untuk bayi baru lahir selanjutnya berasal dari hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA. Berikut bacaannya,

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ : إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوَّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنِ لَامَّةٍ (صحيح البخاري)

    Artinya: Dari Ibn Abbas RA bahwa Nabi SAW berdoa mohon perlindungan Allah untuk cucu Beliau SAW yaitu Hasan dan Husein, seraya bersabda: “Sungguh Ayahanda kalian (kakek moyang kalian yaitu Nabi Ibrahim AS) meminta perlindungan Allah untuk Ismail dan Ishak (putra Nabi Ibrahim AS yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq) dengan doa: Aku berlindung Demi kalimat kalimat Allah kesemuanya, dari segala syaitan, dan segala racun, dan dari segala penyakit penyakit akal dan kegilaan.” (HR Bukhari)

    4. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Keempat

    بسم الله الرحمن الرحيم

    بسم الله الشافي

    بسم الله الكافي

    بسم الله المعافي

    بسم الله لا يضر مع اسمه شيء في الارض ولا في السماء وهو السميع العليم

    Arab latin: Bismillahir rohmaanir rohiim
    Bismillahisy syafi
    Bismillahil kaafi
    Bismillahil mu’afi
    Bismillahi la yadhurru ma’as mihi syai’ un fil ardhi wa la fis samai wahuwas sami’ul ‘alim

    Artinya: “Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
    Bismillah, penyembuh
    Bismillah, Yang Maha Cukup
    Bismillah, penyembuh
    Dengan menyebut nama Allah tidak ada sesuatu pun yang dirugikan dengan nama-Nya di bumi dan di langit, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Anjuran Mengumandangkan Azan saat Kelahiran Bayi

    Menukil dari buku 1500++ Hadits & Sunnah Pilihan oleh Syamsul Rizal Hamid, setelah bayi muslim dianjurkan untuk mengumandangkan azan dan ikamah di telinga sang anak. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

    “Barang siapa yang telah lahir anaknya, lalu diazankan pada telinga kanan anak itu dan ikamah pada telinga kirinya, maka anak tersebut tidak akan mudah diganggu jin dan terlepas dari penyakit (yang sering menimpa anak-anak).” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)

    Itulah doa untuk bayi yang baru lahir beserta informasi terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hadits Rasulullah SAW tentang Anak, Panduan bagi Orang Tua


    Jakarta

    Islam menempatkan anak-anak pada posisi yang sangat mulia. Anak dianggap sebagai anugerah yang besar dan sumber kebahagiaan bagi orang tua. Bahkan, Islam menganjurkan umatnya untuk memiliki banyak anak melalui pernikahan, karena banyaknya anak dianggap membawa berkah, rezeki, dan kegembiraan.

    Dalam Al-Qur’an, keberadaan anak-anak juga dijelaskan dalam berbagai ayat. Namun, tidak hanya Al-Qur’an yang berbicara tentang pentingnya anak, tetapi juga hadits Rasulullah tentang anak, yang memberikan petunjuk bagaimana seharusnya orang tua memperlakukan dan mendidik anak-anaknya. Para orang tua wajib simak hadits Rasulullah tentang anak berikut ini.

    Hadits Rasulullah SAW tentang Anak

    Mengutip buku Mendidik Buah Hati ala Rasulullah, berikut adalah hadits Rasulullah tentang anak yang wajib ditanamkan oleh orang tua pada anak-anaknya.


    1. Menanamkan Nilai Tauhid pada Anak

    Rasulullah SAW mengajarkan agar orangtua menanamkan nilai-nilai tauhid kepada anak-anak mereka. Salah satu cara untuk memulainya adalah dengan mengajarkan salat.

    Dari Amar bin Syuaib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

    “Perintahlah anak-anakmu mengerjakan salat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan salat saat mereka berusia sepuluh tahun, dan pisahlah tempat tidur mereka (laki-laki dan perempuan).” (HR. Abu Daud)

    2. Keutamaan Memiliki Anak Perempuan

    Dalam Islam, perempuan wajib dihormati, baik itu anak-anak, remaja, maupun dewasa. Untuk itu, para orang tua wajib memuliakan anak perempuan mereka, karena anak tersebut memberikan keutamaan untuk kedua orang tuanya.

    Dalam sebuah hadits disebutkan, “Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa 2 anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apa pun kecuali satu buah kurma. Kemudian aku berikan kurma itu padanya. Wanita tersebut menerima kurmanya dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Lalu wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu, Nabi SAW datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau. Maka Nabi SAW bersabda,

    “Barang siapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudian dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang bagi siksa api neraka.” (HR. Muslim)

    Dalam riwayat lain, dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa, maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku.” (HR. Muslim)

    3. Larangan Berbohong pada Anak

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kebohongan itu tidak pantas dilakukan dengan sungguh-sungguh ataupun main-main. Dan seorang ayah berjanji kepada anaknya, kemudian janji itu tidak dipenuhi,” (HR. Al-Hakim).

    Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berkata kepada anak kecil, ‘Kemarilah! Ambillah ini!’ Tetapi ia tidak memberikannya (walaupun anak tersebut sudah mendatanginya), maka itu termasuk perbuatan dusta,” (HR. Ahmad)

    4. Memperlakukan Anak dengan Kasih Sayang

    Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk memperlakukan anak-anak dengan penuh kasih sayang. Orang tua dilarang membentak, memberi hukuman yang terlalu keras, atau melakukan tindakan kasar yang berlebihan. Meskipun anak berbuat kesalahan, orang tua tetap tidak boleh berlaku sewenang-wenang terhadap mereka.

    Dalam sebuah hadits disebutkan, suatu hari, datang seorang Arab kepada Nabi SAW, lalu ia berkata,

    “Apakah kalian mencium anak laki-laki?” Lalu orang Arab tersebut menjawab, “Kami mencium mereka.” Maka Nabi saw berkata, “Aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau Allah mencabut rahmat/sayang dari hatimu.” (HR. Bukhari)

    Dalam hadits lain juga disebutkan, Rasulullah SAW mencium Hasan bin Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqro bin Haabis At-Tamim yang sedang duduk. Maka Al-Aqro’ berkata,

    “Aku memiliki sepuluh orang anak. Tidak seorang pun dari mereka yang pernah kucium.” Maka Rasulullah SAW melihat kepada Al-Aqro dan berkata,

    “Kalau Allah tidak memberikanmu perasaan kasih sayang, apa yang dapat diperbuat-Nya untuk kamu? Barangsiapa yang tidak mempunyai kasih sayang kepada orang lain, dia tidak akan mendapat kasih sayang dari Allah.” (HR. Bukhari)

    5. Berlaku Adil pada Anak

    Dalam kitab Bulughul Maram-nya, Al-Hafizh Ibnu Hajar mengutip sebuah hadits dari An-Nu’man bin Basyir, ia berkata “Ayahku berangkat kepada Nabi untuk mempersaksikannya atas pemberiannya kepadaku. Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Apakah kamu telah melakukan ini kepada anakmu semuanya?” Ayahku menjawab, ‘Tidak.’ Rasulullah SAW bersabda,

    ‘Bertakwalah kepada Allah, dan berlaku adillah terhadap anak-anakmu. Maka ayahku pulang dan menarik kembali pemberian itu.” (Muttafaq’alaih.)

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jumlah Anak Nabi Adam AS beserta Namanya dalam Sejarah Islam


    Jakarta

    Sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT, Nabi Adam AS menjadi awal keberadaan umat manusia di muka bumi. Dari rahim Siti Hawa, istri Nabi Adam AS yang diciptakan dari tulang rusuknya, lahirlah beberapa keturunan pertama dari umat manusia yang berkembang hingga saat ini.

    Menurut riwayat yang dikutip dari buku Kisah Para Nabi Ibnu Katsir Terjemahan Umar Mujtahid, di awal penciptaannya, Nabi Adam AS dan Siti Hawa dikaruniai lima orang anak, yaitu tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan. Berikut nama anak-anak pertama Nabi Adam AS.

    Nama Anak-anak Nabi Adam AS


    1. Habil dan Qabil, Iqlima dan Labuda

    Diceritakan dalam buku Mukjizat Isra Mi’raj dan kisah 25 Nabi Rasul karya Winkanda Satria Putra, setelah Nabi Adam AS dan Hawa turun ke bumi, Hawa melahirkan dua pasang anak kembar. Sepasang anak kembar pertama bernama Qabil dan Iqlima, sepasang anak kembar berikutnya bernama Habil dan Labuda.

    Nabi Adam AS dan Hawa membesarkan kedua anak kembarnya ini dengan bijaksana dan penuh kasih sayang. Kedua anak perempuan mereka diajarkan pekerjaan dan kewajiban mengurus rumah. Sementara itu, kedua anak lelaki mereka diajarkan cara mencari nafkah sesuai minat dan kemampuan mereka.

    Dikisahkan pada sumber sebelumnya, atas bisikan iblis, Qabil membunuh saudaranya sendiri, Habil. Habil dibunuh Qabil dengan sebuah batu yang ia lemparkan ke kepala Habil saat sedang tidur hingga kepala Habil pecah.

    Sementara itu, dalam pendapat yang berbeda disebutkan, Qabil mencekik Habil dengan keras dan menggigitnya seperti bintang buas, hingga Habil tewas. Wallahu a’lam.

    Pembunuhan Qabil terhadap Habil ini merupakan peristiwa pembunuhan pertama di dunia dalam sejarah Islam.

    2. Syaits bin Adam

    Nabi Adam AS dan istrinya, Hawa, melahirkan seorang anak lelaki yang diberi nama Syaits. Hawa mengatakan, “Aku memberi nama itu karena aku diberi pengganti Habil yang telah dibunuh Qabil.”

    Abu Dzar menuturkan dalam hadits yang ia dengar dari Rasulullah SAW,

    “Sungguh, Allah menurunkan 104 lembaran, 50 di antaranya Allah turunkan kepada Syaits.”

    Muhammad bin Ishaq juga menyatakan, “Saat sekarang, Adam berwasiat kepada anaknya, Syaits, mengajarkan saat-saat pada malam dan siang hari, mengajarkan ibadah apa saja pada saat-saat itu, dan memberitahukan padanya setelah itu akan terjadi banjir besar.”

    Disebutkan pula bahwa nasab seluruh keturunan Adam saat ini bermuara pada Syaits. Anak-anak Adam selain Syaits telah punah dan lenyap.

    Jumlah Anak Nabi Adam AS Seluruhnya

    Merujuk kembali pada buku Kisah Para Nabi, Imam Abu Ja’far bin Jarir menyebutkan dalam kitab At-Tarikh dari sebagian ulama, bahwa Hawa melahirkan 40 anak dalam 20 kali kehamilan.

    Menurut sumber lain, Hawa melahirkan sebanyak 120 kali, di mana setiap kelahiran menghasilkan dua sepasang anak, lelaki dan perempuan. Qabil dan saudarinya, Qalima adalah anak yang paling tua, sedangkan anak yang terakhir adalah Abdul Mughits dan saudarinya, Ummul Mughits.

    Setelah itu, populasi manusia menyebar di berbagai belahan bumi dan berkembang dengan baik hingga saat ini. Allah SWT pun menurunkan firman-Nya dalam surah An-Nisa ayat 1,

    يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

    Artinya: “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri) nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama- Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya, Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

    Para ahli sejarah juga menyebutkan, Nabi Adam AS sebelum meninggal dunia sempat melihat 400.000 keturunannya, yang termasuk anak-anak dan cucu-cucunya. Wallahu a’lam.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com