Tag: anggaran

  • 5 Tips Cegah Overbudget saat Bangun Rumah


    Jakarta

    Membangun rumah tentu memakan biaya yang besar, sehingga perlu menyiapkan budget yang cukup serta perencanaan yang matang. Akan tetapi, sering kali selama proses pembangunan ada hal-hal yang menimbulkan overbudget.

    Wajar saja kalau pemilik rumah bersemangat membangun rumah impiannya ataupun ada pengeluaran tak terduga. Namun, kondisi seperti ini akan merepotkan pemilik rumah karena tagihan membengkak.

    Nah, bagi kamu yang hendak membangun rumah, sebaiknya menjaga pengeluaran supaya tidak melebihi anggaran yang sudah ditetapkan. Berikut ini beberapa tips mencegah overbudget saat bangun rumah, dikutip dari Lofty Building Group, Minggu (21/4/2024).


    1. Tentukan Budget yang Realistis

    Penting sekali realistis ketika menentukan dan mengikuti budget pembangunan rumah. Jika budget terlalu sedikit, kamu akan kerepotan menyelesaikan pembangunan sesuai budget.

    Selain itu, kemungkinan kamu akan mengorbankan banyak hal untuk menyesuaikan pembangunan dengan budget. Maka, coba tentukan budget dengan melakukan perhitungan yang matang. Lalu, riset juga perkiraan budget bangun rumah pada umumnya untuk mengetahui harga material terkini di pasaran.

    2. Siapkan Budget Lebih

    Pastikan untuk melebihkan budget untuk mengantisipasi kalau ada pengeluaran tidak terduga. Sebaiknya menambahkan budget sekitar 10-20% dari perhitungan awal. Mulai dari kekurangan tenaga kerja dan keterlambatan pasokan material, hingga cuaca yang tidak dapat diprediksi bisa menjadi kendala yang menambah pengeluaran.

    3. Tentukan Prioritas

    Kalau kamu memiliki budget yang sangat terbatas, cara mudah untuk tetap menjaga budget adalah dengan menentukan prioritas. Tetapkan hal-hal yang tidak dapat dikompromikan serta sangat dibutuhkan di rumah. Mulailah pembangunan dengan mendahulukan hal-hal prioritas, lalu kamu baru bisa berkreasi dengan sisa anggaran yang ada.

    4. Pilih Kontraktor yang Kompeten

    Lakukan riset untuk memilih kontraktor yang mampu membangun rumah dengan baik sekaligus menggunakan anggaran dengan bijak. Meski harus mengikuti budget, jangan sampai kontraktor mengorbankan kualitas material dan pembangunan karena justru dapat menimbulkan masalah ke depannya.

    5. Jalankan Sesuai Rencana

    Setelah melakukan perencanaan budget dan pembangunan, usahakan agar mengikuti rencana sepanjang proses pembangunan. Hindari membuat perubahan mendadak di tengah jalan tanpa perhitungan yang matang. Jangan kalap dengan opsi-opsi baru di tengah pembangunan.

    Oleh karenanya, penting sekali meluangkan banyak waktu dalam tahap perencanaan awal pembangunan. Selain itu, pastikan kamu 100% puas dengan rencana desain sebelum melanjutkan ke tahap pembangunan.

    Itulah sejumlah tips mencegah overbudget saat membangun rumah yang dapat kamu ikuti. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Tukang Renovasi yang Amanah dan Profesional



    Jakarta

    Saat ingin merenovasi rumah, memilih tukang yang tepat menjadi langkah penting agar hasilnya sesuai harapan. Sayangnya, banyak pemilik rumah yang asal memilih tukang dan berujung kecewa. Alih-alih hemat, justru biaya membengkak karena harus memperbaiki pekerjaan yang tidak rapi.

    Kesalahan memilih tukang bisa berakibat fatal, mulai dari pekerjaan asal-asalan, hasil tak sesuai kesepakatan, hingga proyek yang mangkrak di tengah jalan. Lalu, bagaimana cara menemukan tukang yang benar-benar amanah dan profesional?

    Melansir My Home Extension, berikut beberapa tips yang bisa dipertimbangkan sebelum mulai renovasi rumah:


    1. Cari Rekomendasi dan Lihat Hasil Kerjanya

    Tukang yang baik biasanya punya reputasi dari pengalaman pelanggan sebelumnya. Coba tanya rekomendasi dari teman, keluarga, atau tetangga yang baru saja melakukan renovasi.

    Kalau tidak ada rekomendasi pribadi, kita bisa langsung melihat proyek yang pernah dikerjakan tukang tersebut. Tanyakan pada klien sebelumnya: apakah hasilnya memuaskan, sesuai anggaran, dan selesai tepat waktu? Tukang yang profesional tidak akan keberatan menunjukkan portofolio hasil kerjanya.

    2. Pastikan Komunikasi Lancar

    Komunikasi yang baik adalah kunci kerja sama yang lancar. Ingat, tukang akan bekerja di rumah selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

    Pastikan bisa berdiskusi dengan mudah dan terbuka soal detail pekerjaan. Bila sejak awal merasa tidak nyaman atau sulit berkomunikasi, lebih baik cari tukang lain yang lebih kooperatif dan terbuka terhadap masukan.

    3. Buat Rencana dan RAB Tertulis

    Sebelum memanggil tukang, siapkan rencana kerja yang jelas. Buat daftar tertulis mengenai pekerjaan yang ingin dilakukan, lengkap dengan gambar atau sketsa bila perlu.

    Bila memungkinkan, mintalah bantuan arsitek untuk menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar semua pihak punya gambaran yang sama tentang biaya dan waktu pengerjaan. Dokumen ini juga bisa jadi acuan bila terjadi selisih pendapat di kemudian hari.

    4. Bandingkan Beberapa Penawaran

    Jangan langsung terpikat dengan satu tukang. Cobalah minta penawaran dari setidaknya tiga tukang berbeda untuk pekerjaan yang sama.

    Dari situ, kamu bisa membandingkan harga, layanan, dan waktu pengerjaan. Pastikan kamu menerima penawaran harga tetap (fixed quote), bukan hanya perkiraan kasar. Ini akan membantu mengetahui biaya total secara pasti.

    5. Jangan Tergiur Harga Murah

    Harga murah belum tentu sepadan dengan kualitas. Jika ada tukang yang menawarkan harga jauh di bawah rata-rata, patut dicurigai.

    Periksa kembali rincian penawarannya, apakah semua material dan pekerjaan sudah termasuk? Jangan mudah tergiur penawaran yang tidak transparan. Jika perlu, mintalah referensi dari klien sebelumnya untuk memastikan kualitas kerja mereka.

    6. Hindari Bayar Penuh di Muka

    Pembayaran sebaiknya dilakukan bertahap sesuai progres pekerjaan. Hindari membayar penuh di awal, apalagi secara tunai tanpa bukti tertulis.

    Berhati-hatilah juga jika tukang menawarkan harga lebih murah bila dibayar tunai tanpa pajak. Selain berisiko secara hukum, bisa jadi mereka juga tidak bekerja secara profesional atau tidak memberikan jaminan terhadap hasil pekerjaan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • BP Haji Pangkas Anggaran 2025 Hingga 66 Persen, Diapresiasi Komisi VIII



    Jakarta

    Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) melakukan penyesuaian signifikan pada anggaran tahun 2025. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD.

    Kepala BP Haji, Mochammad Irfan Yusuf, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI. Mereka membahas program kerja, anggaran tahun 2025, serta isu-isu aktual terkait penyelenggaraan ibadah haji.

    Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran dilakukan dengan menghapus beberapa pos anggaran, seperti layanan protokoler, kehumasan, serta manajemen dan kinerja SDM internal. Pemangkasan anggaran mencapai 66,22% atau sebesar Rp 86,9 miliar dari total pagu awal Rp 129 miliar.


    Meski demikian, BP Haji menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas secara optimal. Memastikan efisiensi tidak akan mengurangi kualitas layanan dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji.

    “Kami memahami pentingnya efisiensi anggaran dalam mendukung kebijakan fiskal nasional sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto. BP Haji berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebaik mungkin sebagai badan baru yang dibentuk Presiden, meskipun ada pengurangan anggaran,” kata Gus Irfan dalam keterangannya, Selasa (4/2/2025).

    “Kami akan memastikan seluruh program tetap berjalan dengan optimal,” tegasnya.

    Langkah efisiensi yang diambil BP Haji ini mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR RI. Mereka menilai BP Haji, sebagai lembaga baru, telah menunjukkan kesiapan dalam menyesuaikan kebijakan anggaran tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat. DPR juga menekankan pentingnya efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan program kerja tahun 2025.

    Sebagai informasi, saat ini BP Haji masih berperan sebagai pemberi dukungan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2025. Pada tahun 2026, BP Haji akan berperan penuh sebagai penyelenggara haji, seiring dengan penguatan kelembagaan dan peningkatan efektivitas layanan.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com