Tag: anjing

  • Hati-hati! 7 Tanaman Ini Beracun buat Kucing


    Jakarta

    Memiliki tanaman di dalam rumah tentu bisa membuat ruangan terasa asri dan segar. Namun, penghuni rumah harus berhati-hati dalam memilih tanaman, apalagi kalau punya hewan peliharaan kucing.

    Hal itu karena ada beberapa tanaman yang bisa beracun bagi kucing. Bahkan ada yang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti aritmia jantung.

    Berikut ini deretan tanaman yang bisa beracun bagi kucing dikutip dari The Spruce dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA).


    1. Janda Bolong

    clean image of propagation of Philodendron Monstera, Swiss Cheese Plant leaves, cuttings in water rooting in glass vase, copy spaceMonstera. Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Tanaman janda bolong atau monstera ini bisa beracun buat kucing. Tanaman ini mengandung kalsium oksalat yang tidak terlarut sehingga berbahaya bagi kucing. Apabila dimakan, bisa menyebabkan infeksi mulut, muntah-muntah hingga sulit menelan makanan.

    2. Pothos

    Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and garden Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

    Tanaman ini banyak ditemukan di rumah karena perawatannya yang mudah. Meski terlihat cantik, namun tanaman ini bisa berbahaya apabila dimakan oleh kucing karena mengandung kalsium oksalat. Apabila dikonsumsi kucing, bisa menyebabkan iritasi mulut, mengeluarkan air liur berlebihan hingga sulit menelan makanan.

    3. Bunga Daffodil

    Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bunga daffodil memiliki warna yang indah dan terang sehingga membuatnya tampak cantik. Akan tetapi, bunga daffodil bisa menjadi berbahaya apabila dimakan oleh kucing. Bagian bunga maupun batangnya beracun apabila dikonsumsi kucing dalam jumlah banyak. Bagian umbinya (bulbs) yang paling beracun, jika dikonsumsi dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, gangguan pencernaan, darah rendah hingga aritmia jantung.

    4. English Ivy

    Ivy in a potEnglish Ivy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    Tanaman ini sering ditemukan di rumah menjadi tanaman gantung. Daunnya yang unik bisa membuat tampilan rumah menjadi lebih bagus. Meski bentuk daunnya unik, namun apabila dimakan oleh kucing bisa berbahaya.

    Dilansir dari The Spruce Pets, tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    5. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah dirawat. Tak heran, banyak penghuni rumah yang memiliki tanaman tersebut di rumah.

    Meskipun tanaman ini tidak berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan seperti kucing bisa keracunan jika mengonsumsi lidah mertua.

    Dilansir dari American Society for the Prevention of Cruelty to Animals, tanaman ini mengandung saponin yang apabila dimakan oleh kucing bisa menimbulkan gejala diare, muntah-muntah, dan mual.

    6. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman yang satu ini juga kerap ditemukan di rumah karena mudah diurus dan dianggap dapat membawa keberuntungan. Namun hati-hati, karena tanaman ini sangat beracun bagi kucing, anjing, dan juga kuda. Belum diketahui secara pasti penyebab racunnya tetapi semua bagian tanaman tersebut bisa memberikan reaksi pada kucing. Tanaman ini bisa menyebabkan kucing depresi, muntah, serta inkoordinasi.

    7. Aloe Vera

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaTanaman aloe vera atau lidah buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Aloe vera atau lidah buaya memiliki segudang manfaat untuk manusia. Namun, tanaman ini bisa beracun bagi kucing jika dikonsumsi serta menyebabkan diare, lemas, serta muntah-muntah.

    Itulah beberapa tanaman yang beracun bagi kucing. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Jitu Amankan Perabotan Rumah biar Nggak Dicakar Kucing


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan seperti kucing terkadang bisa menjadi hiburan tersendiri maupun teman bagi penghuni rumah. Namun, pemilik kucing juga harus siap dengan segala tingkah lakunya, termasuk mencakar benda-benda sekitar.

    Kucing memang suka mencakar permukaan benda. Mereka suka mencakar ketika main, untuk menandakan teritori maupun mempertajam kuku.

    Kegiatan tersebut tentunya bisa membuat perabotan di rumah rusak kalau tidak segera diatasi. Nah, berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari barang-barang rusak karena dicakar kucing.


    Dilansir dari Washington Post, NPR, dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), berikut ini informasinya.

    1. Taruh Tiang Khusus Cakaran Kucing

    Cara paling aman mengamankan perabotan adalah dengan memberikan benda yang aman untuk dicakar kucing, yaitu tiang cakaran. Saat ini sudah banyak dijual tiang cakaran yang bisa menjadi tempat main kucing. Benda ini berupa tiang yang bagian bawah dan atasnya datar.

    Seluruh permukaan tiang cakaran sudah dilapisi dengan serat kait yang aman jika dicakar kucing. Bahan pelapisnya itu terbuat dari karpet, karton, atau sisal. Pastikan tiang cakaran ini diletakkan di dekat mereka sehingga kucing tidak akan mendekat ke perabotan di rumah.

    “Anda perlu memiliki lebih dari satu tiang garukan, dan Anda ingin meletakkannya di lokasi yang kemungkinan besar digunakan kucing Anda,” kata seorang ahli perilaku hewan bersertifikat dan konsultan perilaku kucing dari Sacramento, Mikel Delgado, dikutip dari NPR.

    2. Lapisi Perabotan

    Cara aman selanjutnya adalah melapisi perabotan atau mengganti dengan bahan yang aman dari cakaran kucing. Misalnya, membungkus perabotan dengan bahan sisal di bawah kursi atau sofa untuk melindunginya.

    Bisa juga dengan mengarahkan speaker ke dinding agar tidak dicakar kucing. Tempelkan plastik, double-tape, amplas atau karpet terbalik pada furniture atau lantai yang sering menjadi sasaran cakaran kucing.

    3. Gunakan Penutup Kuku Kucing

    Penutup ini biasa disebut juga dengan soft paws. Bahan ini dapat bertahan sekitar satu bulan hingga enam minggu. Pemasangannya juga biasanya dilakukan oleh dokter hewan.

    Namun, pemakaian ini dikhawatirkan dapat mengganggu pergerakan kucing dan membuat mereka tidak nyaman. Jika kamu ingin benar-benar memakaikan kucing dan anjing dengan ini, konsultasikan dahulu dengan dokter hewan.

    4. Pakai Cipratan Air

    Jika kucing masih mencakar perabotan rumah, pemilik bisa mencoba dengan mengejutkannya dengan bertepuk tangan atau mencipratkan air. Gunakan cara ini sebagai opsi terakhir karena kucing bisa mengasosiasikan pemiliknya dengan kejadian tersebut dan belajar menjadi takut kepada pemiliknya.

    Itulah beberapa cara untuk mengamankan perabotan dari cakaran kucing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Ampuh Hilangkan Bulu Hewan Peliharaan dari Perabotan hingga Pakaian


    Jakarta

    Memelihara hewan seperti kucing dan anjing di rumah bisa membuat penghuni merasa memiliki teman. Keberadaannya memang menyenangkan, namun terkadang bulu-bulunya menempel di perabotan rumah hingga pakaian.

    Tentunya hal ini tidak diinginkan bagi pemilik hewan dan juga penghuni rumah lainnya, ‘kan? Nah, berikut ini ada beberapa tips untuk menghilangkan bulu hewan peliharaan dari perabotan rumah dan pakaian.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Seprai hingga Handuk

    Dilansir dari Martha Stewart, untuk membersihkan bulu hewan peliharaan dari seprai maupun handuk bisa menggunakan sarung tangan karet. Caranya, basahkan sarung tangan karet dengan air dan usapkan ke atas seprai maupun selimut.

    “Bulu akan menempel di sarung tangan dan Anda bisa lebih mudah mengumpulkan bulu dan membuangnya,” kata Brian Sansoni dari American Cleaning Institute.

    Setelah itu cuci barang-barang tersebut. Sebelum dicuci, masukkan barang ke dalam pengering dan gunakan siklus pengering tanpa panas selama 10 menit untuk melonggarkan bulu hewan peliharaan yang seringkali tersangkut.

    “Masukkan juga lembaran pengering, karena penumpukan listrik statis dapat membuat bulu tetap menempel pada kain,” ujar Sansoni.

    Keluarkan pakaian dari pengering, kibaskan sisa bulu hewan peliharaan (sebaiknya di luar ruangan), lalu masukkan ke dalam mesin cuci untuk dibersihkan secara menyeluruh.

    Karpet

    Untuk membersihkan bulu hewan peliharaan dari karpet bisa dengan penyedot debu atau vacuum cleaner. Sebaiknya, bersihkan karpet dengan vacuum cleaner setiap minggu.

    “Setelah menyedot debu, Anda dapat menggulung [karpet] dengan lint roller atau sikat pembersih khusus bulu hewan peliharaan setiap satu atau dua hari, tergantung pada berapa banyak hewan peliharaan yang Anda miliki dan seberapa parah kerontokannya,” tutur direktur operasi franchise Two Maids, Kathy Cohoon.

    Permukaan Meja

    Bulu hewan peliharaan bisa terbang dan mendarat di berbagai permukaan, termasuk meja. Tentunya permukaan meja harus tetap dijaga kebersihannya karena terkadang dipakai untuk menaruh makanan.

    Cohoon menyarankan untuk membersihkan bulu hewan peliharaan menggunakan sapu atau penyedot debu. Bisa juga bersihkan dengan lap basah pada area yang masih terdapat bulu hewan peliharaan. Selanjutnya, bersihkan area dengan pembersih serbaguna atau larutan khusus material.

    “Jika hewan peliharaan berjalan di atas meja dapur, ingatlah untuk sering-sering mendisinfeksi area tersebut,” kata Cohoon.

    Pakaian

    Lint Roller

    Bulu hewan terkadang suka menempel pada pakaian. Untuk menghilangkannya, bisa pakai lint roller. Caranya dengan meletakkan pakaian pada permukaan yang halus dan rata lalu roll lint roller ke atas dan ke bawah sampai bulu hilang.

    Pakai Cuka

    Dilansir dari Homes & Gardens, Co-Founder dari Stripped Down Laundry, Joshua dan Ashlie Waterman, menggunakan cuka saat mencuci pakaian bisa membantu menghilangkan bulu hewan peliharaan. Caranya, tambahkan 1/2 cangkir cuka ke dalam tumpukan cucian di dalam mesin cuci untuk membantu mengendurkan serat pakaian, mengurangi pH cucian sehingga mengurangi daya melekat statis pada pakaian.

    Pakai Bola Pengering

    Jika tidak ingin mencuci pakai cuka, penghuni rumah bisa menggunakan bola pengering untuk menghilangkan bulu hewan pada pakaian.

    “Kami menyarankan untuk menambahkan lembaran pengering, atau lebih baik lagi menggunakan bola pengering, ke dalam mesin pengering untuk mengurangi listrik statis – bola pengering wol yang dibasahi sedikit dengan air sebelum ditambahkan adalah yang terbaik untuk ini. Dan merupakan salah satu yang terbaik. cara menghilangkan kerutan pada pakaian juga!” kata Joshua dan Ashlie Waterman.

    Tak hanya itu, Joshua dan Ashlie menyarankan untuk memasukkan pakaian ke dalam mesin pengering dengan siklus ‘dry air cycle’ selama 10 menit sebelum dicuci.

    “Siklus awal ini membantu mengendurkan dan menghilangkan bulu hewan peliharaan sehingga lebih mudah dihilangkan saat proses pencucian,” tuturnya.

    Itulah beberapa cara menghilangkan bulu kucing dari perabotan hingga pakaian. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dari Mana Debu di Rumah Berasal? Bisa Jadi Ini Sumbernya


    Jakarta

    Membersihkan rumah dari debu rasanya tidak ada habisnya. Setiap sudut rumah harus dibersihkan setiap hari agar bebas debu.

    Rumah memang harus rajin dibersihkan agar tidak ada debu yang menumpuk dan mengotori rumah. Sebab, benda kecil ini dapat membuat rumah kotor dan kesehatan penghuni terganggu.

    Namun, dari mana sebenarnya asal debu dan bagaimana cara mencegahnya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Sumber Debu di Rumah

    Inilah beberapa sumber debu dan tips mencegahnya, dikutip dari Forbes Home.

    1. Tungau Debu

    Debu di rumah bisa saja berasal dari kumpulan tungau debu. Serangga ini memakan kulit mati manusia yang terlepas.

    Manusia biasanya melepaskan 1,5 gram kulit mati dari tubuh dan ditemukan pada seprai, bantal, dan matras. Oleh karena itu, penghuni perlu rajin membersihkan permukaan kain.

    2. Polusi

    Polusi yang berasal dari knalpot mobil atau emisi pabrik bisa masuk ke dalam rumah melalui jendela. Apalagi kalau rumah berada dekat jalanan ramai.

    Partikel polusi akan menjadi debu di dalam rumah. Penghuni dapat menggunakan air purifier untuk membersihkan udara dari polusi.

    3. Kain

    Kain dapat menjadi sarang debu sekaligus juga sumbernya. Bahan kain pada gorden, handuk, seprai, maupun pakaian bisa melepaskan partikel-partikel kecil yang menjadi debu.

    4. Jalanan dan Tanah

    Selain itu, partikel debu juga bisa dari jalanan seperti tanah, pasir, dan batu. Partikel tersebut terbawa ke dalam rumah karena menempel pada pakaian ataupun sepatu.

    Cara mencegah debu masuk rumah bisa dengan menutup celah pintu dan jendela. Lalu hindari menggunakan sepatu di dalam rumah.

    5. Rambut Hewan Peliharaan

    Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing sering meninggalkan jejak rambut di sekitar rumah. Rambut tersebut akan berterbangan di udara atau menempel pada furniture. Penghuni dapat mengurangi intensitas rambut hewan dengan rajin menyisir dan memandikan peliharaannya.

    6. Serbuk Sari

    Serbuk sari dari tanaman bertebaran di udara lalu masuk ke rumah melalui pintu atau jendela. Coba gunakan layar jendela atau air purifier sebagai filter serbuk sari agar tidak menjadi debu di rumah.

    Itulah beberapa sumber debu di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Penyebab Banyak Debu di Rumah yang Picu Masalah Kesehatan


    Jakarta

    Rumah tak hanya tampak indah dan estetis, tapi juga harus mengutamakan kebersihan. Maka dari itu, penting untuk selalu membersihkan rumah minimal dua kali dalam seminggu.

    Apabila rumah jarang dibersihkan maka bisa menimbulkan banyak debu dan kotoran yang menempel di lemari, lantai, dan dinding. Jika dibiarkan, partikel debu dapat terhirup dan memicu masalah kesehatan, seperti gatal-gatal dan gangguan pernapasan.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan rumah dipenuhi oleh debu dan kotoran. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Penyebab Banyak Debu di Rumah

    Ada sejumlah penyebab debu dan kotoran menumpuk di rumah. Dilansir situs Real Simple, berikut penyebabnya:

    1. Sirkulasi Udara yang Buruk

    Alasan utama banyak debu di rumah karena sirkulasi udara yang buruk. Kondisi ini makin diperparah dengan ventilasi udara yang jarang dibersihkan sehingga kotoran terus menumpuk.

    Jika terdapat exhaust fan di rumah, sebaiknya segera dibersihkan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Kalau kondisi lingkungan di rumah banyak debu maka perlu dibersihkan berkala setiap dua bulan sekali.

    2. Karpet Kotor

    Karpet di rumah perlu dibersihkan secara berkala setiap dua kali dalam seminggu. Jika karpet sering dilalui penghuni rumah maka perlu dibersihkan minimal tiga kali seminggu.

    Karpet yang kotor dapat menyebabkan penumpukan debu. Selain itu, ada banyak tungau dan kutu busuk yang bersarang di dalam karpet sehingga menyebabkan kulit gatal dan bercak merah.

    3. Bulu Hewan Peliharaan

    Jika kamu memelihara hewan peliharaan seperti kucing dan anjing, penting untuk menjaga kebersihan rumah secara rutin. Sebab, bulu-bulu dari hewan peliharaan bisa beterbangan dan menumpuk di karpet, tempat tidur, dan kain sofa.

    “Kucing, anjing, dan hewan peliharaan lainnya cenderung menjadi sumber debu utama,” kata pakar kebersihan di Nectar Shyam Joshi.

    Sebagai solusinya, hewan peliharaan perlu dimandikan dan dicukur bulunya secara berkala. Joshi menyarankan untuk membawa hewan kesayangan ke salon khusus hewan agar bersih dan wangi.

    4. Rumah Jarang Dibersihkan

    Rumah yang tak terawat akan menyebabkan penumpukan debu dan kotoran. Jika terus dibiarkan maka dapat mengganggu kesehatan seperti alergi, kulit gatal, hingga gangguan pernapasan.

    Joshi menyarankan agar membersihkan rumah setiap seminggu sekali, termasuk menyapu dan mengepel lantai. Gunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu di sofa dan karpet, lalu cuci seprai tempat tidur secara teratur.

    “Idealnya, langkah ini dilakukan setiap minggu jika memungkinkan untuk menghindari debu dan berbagai alergen,” ujarnya.

    Itulah empat penyebab banyak debu dan kotoran yang menumpuk di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cantik tapi Berbahaya, Tanaman Ini Bisa Bikin Kucing Sakit Parah!


    Jakarta

    Bagi pemilik hewan peliharaan kucing di rumah, harus hati-hati ya kalau di dalam ruangan ada tanaman. Jika asal dimakan oleh kucing bisa keracunan lho.

    Memang, memiliki tanaman di dalam ruangan bisa bikin terlihat asri dan menyegarkan. Tapi ada beberapa tanaman yang kalau dimakan oleh kucing justru berbahaya bahkan menyebabkan kematian.

    Dikutip dari The Spruce dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), berikut ini beberapa tanaman yang bisa jadi racun kalau dimakan kucing.


    1. Janda Bolong

    clean image of propagation of Philodendron Monstera, Swiss Cheese Plant leaves, cuttings in water rooting in glass vase, copy spaceMonstera. Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Tanaman janda bolong atau monstera bisa beracun buat kucing. Tanaman ini mengandung kalsium oksalat yang tidak terlarut sehingga berbahaya bagi kucing. Apabila dimakan, bisa menyebabkan infeksi mulut, muntah-muntah hingga sulit menelan makanan.

    2. Pothos

    Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and garden Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

    Tanaman ini banyak ditemukan di rumah karena perawatannya yang mudah. Meski terlihat cantik, namun tanaman ini bisa berbahaya apabila dimakan oleh kucing karena mengandung kalsium oksalat. Apabila dikonsumsi kucing, bisa menyebabkan iritasi mulut, mengeluarkan air liur berlebihan hingga sulit menelan makanan.

    3. Bunga Daffodil

    Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bunga daffodil memiliki warna yang indah dan terang sehingga membuatnya tampak cantik. Namun, bunga daffodil bisa menjadi berbahaya apabila dimakan oleh kucing.

    Bagian bunga maupun batangnya beracun apabila dikonsumsi kucing dalam jumlah banyak. Bagian umbinya (bulbs) yang paling beracun, jika dikonsumsi dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, gangguan pencernaan, darah rendah hingga aritmia jantung.

    4. English Ivy

    Ivy in a potEnglish Ivy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    English ivy sering ditemukan di rumah menjadi tanaman gantung. Daunnya yang unik bisa membuat tampilan rumah menjadi lebih bagus. Meski bentuk daunnya unik, namun apabila dimakan oleh kucing bisa berbahaya.

    Dilansir dari The Spruce Pets, tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    5. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah dirawat. Tak heran, banyak penghuni rumah yang memiliki tanaman tersebut di rumah.

    Meskipun tanaman ini tidak berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan seperti kucing bisa keracunan jika mengonsumsi lidah mertua.

    Dilansir dari American Society for the Prevention of Cruelty to Animals, tanaman ini mengandung saponin yang apabila dimakan oleh kucing bisa menimbulkan gejala diare, muntah-muntah, dan mual.

    6. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman yang satu ini juga kerap ditemukan di rumah karena mudah diurus dan dianggap dapat membawa keberuntungan. Namun hati-hati, karena tanaman ini sangat beracun bagi kucing, anjing, dan juga kuda. Belum diketahui secara pasti penyebab racunnya tetapi semua bagian tanaman tersebut bisa memberikan reaksi pada kucing. Tanaman ini bisa menyebabkan kucing depresi, muntah, serta inkoordinasi.

    7. Aloe Vera

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaTanaman aloe vera atau lidah buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Aloe vera atau lidah buaya memiliki segudang manfaat untuk manusia. Namun, tanaman ini bisa beracun bagi kucing jika dikonsumsi serta menyebabkan diare, lemas, serta muntah-muntah.

    Itulah beberapa tanaman yang beracun bagi kucing. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jauhkan 7 Tanaman Hias Ini dari Kucing, Bisa Berbahaya!


    Jakarta

    Kucing merupakan makhluk lucu yang suka penasaran dengan benda di sekitarnya. Benda apa saja bisa jadi mainannya, termasuk tanaman. Umumnya mereka suka mencakar dan menggigit daunnya.

    Kita yang melihat hal tersebut mungkin khawatir tanaman tersebut rusak atau potnya jatuh karena terdorong. Namun, pemilik rumah juga harus memperhatikan apakah tanaman tersebut aman untuk kucingl karena ada beberapa jenis tanaman hias yang ternyata mengandung racun jika termakan.

    Tanaman-tanaman tersebut sebenarnya aman untuk dirawat di rumah dan tidak membahayakan manusia, tetapi untuk kucing sebaiknya dijauhkan. Dilansir dari The Spruce dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), berikut ini informasinya.


    1. Janda Bolong

    clean image of propagation of Philodendron Monstera, Swiss Cheese Plant leaves, cuttings in water rooting in glass vase, copy spaceMonstera. Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Tanaman janda bolong atau monstera merupakan tanaman tropis yang bisa tumbuh subur di dalam rumah. Tanaman ini memiliki daun yang lebar dan memiliki bentuk yang unik.

    Di balik keindahannya, hati-hati tanaman ini ternyata harus dijauhkan dari kucing. Sebab, tanaman janda bolong mengandung kalsium oksalat yang tidak dapat terlarut sehingga berbahaya bagi kucing. Apabila dimakan, bisa menyebabkan infeksi mulut, muntah-muntah, hingga sulit menelan makanan.

    2. Pothos

    Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and garden Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

    Tanaman pothos merupakan tanaman rambat yang kerap diletakkan di dinding, di dalam rumah, dan di pagar. Tanaman ini tidak memerlukan tanah untuk tumbuh sehingga mudah dirawat karena air hanya perlu diganti sesekali. Namun, tanaman ini mengandung kalsium oksalat yang tidak baik untuk kucing karena dapat menyebabkan iritasi mulut, mengeluarkan air liur berlebihan hingga sulit menelan makanan.

    3. Bunga Daffodil

    Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bunga daffodil merupakan tanaman hias yang cantik dengan warna bunga yang indah dan cerah. Untuk dirawat di rumah tentu indah dipandang dan membuat rumah lebih estetik.

    Sayangnya, bagian bunga maupun batang mengandung beracun yang dapat membahayakan kucing. Bagian paling beracun dari tanaman tersebut adalah umbinya (bulbs). Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, gangguan pencernaan, darah rendah, hingga aritmia jantung.

    4. English Ivy

    Ivy in a potEnglish Ivy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    Tanaman selanjutnya yang harus dijauhkan dari jangkauan kucing adalah tanaman ivy. Tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    Cara paling aman untuk merawat tanaman ini adalah dengan menggantungnya. Daunnya yang unik bisa menambah tampilan manis di rumah.

    5. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang bagus untuk menyaring udara kotor dan kelembapan di rumah. Tak heran, banyak penghuni rumah yang memiliki tanaman tersebut di rumah. Meski begitu, lidah mertua tidak aman untuk kucing karena apabila dikonsumsi bisa menyebabkan keracunan. Tanaman ini mengandung saponin yang apabila dimakan oleh kucing bisa menimbulkan gejala diare, muntah-muntah, dan mual.

    6. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman merupakan tanaman yang sering direkomendasikan ada di rumah menurut feng shui karena dapat membawa keberuntungan. Namun hati-hati, jauhkan tanaman ini dari kucing, anjing, dan kuda karena racunnya bisa menyebabkan hewan-hewan muntah, inkoordinasi, hingga depresi.

    7. Aloe Vera

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaTanaman aloe vera atau lidah buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Aloe vera atau lidah buaya memiliki segudang manfaat untuk manusia. Namun, tanaman ini bisa beracun bagi kucing jika dikonsumsi serta menyebabkan diare, lemas, serta muntah-muntah.

    Itulah beberapa tanaman yang beracun bagi kucing. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan? Ternyata Ini Sebabnya


    Jakarta

    Menjaga kebersihan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik rumah. Tidak cukup menyapu dan mengepel lantai, tapi juga perlu membersihkan debu yang menempel di sudut-sudut ruangan.

    Meski sudah rutin dibersihkan secara berkala, tapi terkadang rumah masih terasa kotor dan berdebu. Terkadang masih ditemukan sisa-sisa kotoran yang menempel di lantai atau karpet.

    Hal ini tentu menyebalkan karena rumah yang harusnya tampak bersih tapi malah tetap kotor. Lantas apa penyebabnya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Sering Dibersihkan

    Ada sejumlah hal yang menyebabkan rumah masih tetap kotor meski sudah rutin dibersihkan. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Menyapu Lantai Secara Asal

    Terdengar sepele, tapi jika menyapu lantai secara asal bisa menyebabkan rumah tetap kotor. Mungkin ada beberapa sudut rumah yang tidak disapu sehingga debu dan kotoran masih menempel. Seiring waktu, debu tersebut akan menumpuk dan bisa memicu masalah kesehatan.

    Cobalah menyapu lantai secara perlahan dan gunakan pengki (pengeruk sampah) untuk menampung kotoran di lantai. Pastikan sapu bagian kolong meja, kolong lemari, dan sudut ruangan karena area tersebut sering ditemukan banyak debu.

    2. Karpet Jarang Dibersihkan

    Jika memiliki karpet di rumah sebaiknya juga rutin dibersihkan secara berkala. Karpet jadi salah satu tempat paling berdebu di rumah karena sering diinjak atau diduduki oleh penghuninya.

    Untuk membersihkan karpet bisa menggunakan vacuum cleaner. Lakukan pembersihan setiap seminggu sekali jika karpet sering digunakan, seperti dipasang ruang tamu atau kamar tidur.

    3. Jendela dan Pintu Rumah Dibiarkan Terbuka

    Membuka jendela dan pintu dapat mengalirkan udara ke dalam rumah sehingga terasa lebih adem. Meski begitu, pintu dan jendela yang selalu dibiarkan terbuka justru membuat debu masuk ke dalam rumah.

    Sebaiknya buka pintu dan jendela rumah saat pagi dan sore agar meminimalisir debu yang masuk ke rumah. Selain itu, membuka jendela dan pintu saat siang hari berpotensi membuat rumah terasa panas.

    4. Punya Hewan Peliharaan

    Memelihara hewan seperti kucing atau anjing juga memicu rumah cepat kotor meski sudah rutin dibersihkan. Sebab, bulu-bulu hewan bisa beterbangan ke udara dan menempel di sofa, lantai, karpet, hingga kamar tidur.

    Solusinya adalah dengan lebih sering membersihkan rumah agar tidak ada sisa-sisa bulu hewan. Selain itu, pastikan hewan peliharaanmu rutin dibersihkan agar bulunya tidak mudah rontok.

    5. Memakai Sepatu di Dalam Rumah

    Kebiasaan memakai sepatu di dalam rumah membuat lantai jadi cepat kotor. Apalagi jika sepatu atau sendal yang dipakai penuh lumpur dan tanah, tentu lantai rumah yang seharusnya bersih jadi kembali kotor.

    Untuk itu, hindari kebiasaan menggunakan sepatu di dalam rumah karena berpotensi membuat lantai cepat kotor. Pastikan sepatu dan sendal diletakkan di luar rumah serta disusun di rak sepatu agar terlihat rapi.

    Demikian lima penyebab rumah cepat kotor meski rutin dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum Membunuh Binatang di Rumah: Kapan Diperbolehkan?


    Jakarta

    Di dalam rumah, kita mungkin akan menjumpai berbagai macam hewan, mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan penghuni. Beberapa hewan yang mungkin kita temukan di rumah seperti cicak dan tikus bisa mengganggu kehidupan di rumah.

    Lantas, bagaimana Islam memandang tindakan membunuh hewan-hewan tersebut di dalam rumah? Apakah boleh membunuh hewan yang mengganggu, atau justru ada aturan dan batasan tertentu dalam syariat?

    Membunuh Hewan di Rumah

    Dalam menjalani kehidupan di rumah, mungkin kita akan bertemu dengan berbagai macam hewan yang bisa jadi mengganggu kehidupan para penghuni surga. Dalam Islam, dibolehkan untuk membunuh beberapa jenis hewan.


    Berikut beberapa hewan yang boleh dibunuh di rumah dalam Islam.

    1. Cicak

    cicakCicak (Foto: iStock)

    Menurut buku Kajian Islam Profesi Peternakan oleh Retno Widyani, sebuah hadits dalam Shahih Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan membunuh cicak karena menyebutnya “penjahat kecil.”

    أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَسَمَّاهُ فُوَيْسِقًا.

    Artinya: Dari Sa’id bin Abi Waqqash RA bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan membunuh cicak, dan beliau menamainya si penjahat kecil. (HR Muslim)

    Bahkan, terdapat keutamaan dan pahala bagi mereka yang membunuh cicak sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW berikut.

    مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

    Artinya: Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, maka dia mendapat kebaikan sekian dan sekian. Barang siapa membunuh cicak dengan dua kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang pertama. Jika dia membunuh cicak dengan tiga kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang kedua. (HR Muslim)

    2. Tikus

    Cara mengusir tikus dari rumahTikus (Foto: Pixabay/Pexels)

    Tikus adalah salah satu hewan yang sering ditemukan di dalam rumah dan dapat menimbulkan gangguan serta menyebarkan penyakit. Dalam Islam, tikus termasuk hewan yang boleh dibunuh karena dianggap berbahaya dan merusak.

    Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, terdapat lima jenis hewan yang diperkenankan untuk dibunuh dalam ajaran Islam. Dalam sabdanya, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa lima hewan tersebut boleh dibunuh karena sifat atau bahayanya.

    “Lima jenis hewan yang boleh dibunuh di Tanah Suci dan di luar Tanah Suci adalah burung gagak, burung elang besar, kalajengking, tikus, dan anjing yang menggigit.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Hadis tersebut menunjukkan bahwa membunuh tikus di rumah tidak termasuk dosa.

    3. Tokek

    Tokek tokay diketahui memiliki 'indra keenam'Tokek tokay diketahui memiliki ‘indra keenam’ (Foto: uritafsheen/Getty Images via Science Alert)

    Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk membunuh tokek. Menurut salah satu riwayat, anjuran ini berkaitan dengan peristiwa ketika Nabi Ibrahim AS dilempar ke dalam api oleh Raja Namrud dan pasukannya.

    Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam Qashash Al-Anbiyaa bahwa perintah tersebut disebutkan dalam riwayat Imam Bukhari, tepatnya pada Bab Kisah Para Nabi dalam pembahasan ayat Allah, “Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS An-Nisa: 125).

    Dari Ubaidillah bin Musa (Ibnu Salam), dari Ibnu Juraij, dari Abdul Hamid bin Jubair, dari Said bin Musayib, dari Ummu Syuraik yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk membunuh tokek, lalu beliau mengatakan, “Karena dahulu tokek itu pernah meniup-niupkan api kepada Ibrahim.”

    4. Ular

    Potret ular weling (Bungarus candidus) sedang merayap di tanah.Potret ular weling (Bungarus candidus) sedang merayap di tanah. (Foto: Benjamin Michael Marshall/Flickr/Lisensi CC BY-NC 2.0)

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya membunuh ular. Terutama yang memiliki dua garis putih di punggung atau ekornya pendek/buntung.

    Dalam istilah Arab, ular bergaris putih dikenal dengan sebutan dzu ath-thifyatain, sedangkan ular berekor pendek disebut al-abtar.

    Kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan karya Muhammad Fuad Abdul Baqi (terjemahan Ganna Pryadharizal Anaedi dan Muhamad Yasir al-Abtar) juga merujuk pada ular dengan ciri khas tidak berekor atau panjangnya kurang dari sehasta (sekitar 45 cm). Ular ini biasanya berwarna biru dengan ujung ekor yang putus.

    Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA bahwa perintah membunuh dua jenis ular ini didasarkan pada bahayanya, karena diyakini dapat menyebabkan kebutaan dan keguguran.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Bunuhlah ular dan anjing. Apalagi ular yang di punggungnya ada dua garis putih serta ular yang ekornya buntung. Sebab, kedua jenis ular itu bisa membutakan mata dan menggugurkan kandungan.” (HR Muslim).

    5. Hewan yang Membahayakan

    Kalajengking masuk rumah bikin resah warga Cianjur.Kalajengking masuk rumah bikin resah warga Cianjur. (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)

    Miftah Faridl, dalam buku Antar Aku ke Tanah Suci: Panduan Mudah Haji, Umrah, dan Ziarah, menerangkan bahwa diperbolehkan membunuh hewan pada kondisi-kondisi tertentu. Salah satunya adalah ketika hewan tersebut menyerang manusia. Dalam situasi seperti itu, membunuh hewan dianggap sebagai bentuk perlindungan diri. Maka, tindakan tersebut tidak termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Ciri-ciri Rumah yang Tidak Akan Dikunjungi Malaikat, Seperti Apa?


    Jakarta

    Rumah menjadi tempat berlindung bagi setiap manusia. Dalam Islam dikatakan bahwa malaikat berkunjung ke rumah untuk memberi berkah dan rahmat dari Allah SWT.

    Malaikat merupakan makhluk yang Allah SWT ciptakan dari cahaya. Terkait hal ini disebutkan Rasulullah SAW dalam hadits berikut,

    “Malaikat itu diciptakan dari cahaya. Jin diciptakan dari api yang menyala-nyala, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian.” (HR Muslim)


    Menukil dari buku Mengundang Malaikat ke Rumah yang disusun Mahmud asy Syafrowi, malaikat menyukai rumah yang bersih dan wangi. Sebagaimana diketahui, Islam menjunjung tinggi kebersihan. Bahkan, syarat sah sejumlah ibadah adalah suci dari najis.

    Berkaitan dengan itu, ada juga sejumlah ciri dari rumah yang enggan dikunjungi oleh malaikat. Seperti apa rumah itu?

    Rumah yang Tidak Dikunjungi Malaikat

    Abu Hudzaifah Ibrahim dan Muhammad Ash Shayim melalui kitab Buyuut La Tad Khuluha asy-Syayaathiin yang diterjemahkan Abdul Hayyie al-Kattani dkk menyebut beberapa ciri rumah yang membuat malaikat enggan berkunjung ke dalamnya. Seperti apa rumah itu?

    1. Rumah Orang yang Memelihara Anjing

    Ciri pertama dari rumah yang tidak ingin dikunjungi malaikat adalah yang di dalamnya terdapat anjing. Terkait hal ini disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW,

    “Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang terdapat anjing di dalamnya.” (Muttafaq ‘Alaih dari Abu Thalhah Al Anshari)

    Dalam riwayat lainnya dari Aisyah RA diceritakan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW memiliki janji temu bersama Jibril, tiba-tiba ia tidak datang karena ada seekor anak anjing di bawah tempat tidur. Rasulullah SAW bersabda,

    “Allah tidak mungkin mengingkari janji-Nya, tetapi mengapa Jibril belum datang?”

    Tatkala Rasulullah menoleh, ternyata beliau melihat seekor anak anjing di bawah tempat tidur. “Kapan anjing ini masuk?” tanya beliau. Aku (Aisyah) menyahut, “Entahlah.” Setelah anjing itu dikeluarkan, masuklah malaikat Jibril.

    “Mengapa engkau terlambat?” tanya Rasulullah kepada Jibril. Jibril pun menjawab, “Karena tadi di rumahmu ada anjing. Ketahuilah, kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (patung).” (HR Muslim)

    2. Rumah yang Ada Lukisan dan Patung

    Menurut kitab Maadza Yuhibbu an Nabi Muhammad SAW wa Maadza Yukrihu susunan Andan Tharsyah yang diterjemahkan Nur Faizah Dimyathi, Imam Nawawi melalui Keterangan Shahih Muslim berkata,

    “Para ulama berpendapat bahwa sebab terhalangnya malaikat masuk ke dalam rumah yang ada gambarnya, karena itu merupakan perbuatan dosa sebab meniru ciptaan Allah, bahkan sebagian gambar ada yang disembah.” tulisnya.

    Hadits terkait malaikat yang enggan masuk ke rumah karena ada patung disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW sebelumnya. Riwayat lainnya berbunyi sebagai berikut,

    “Sesungguhnya mereka yang melukis gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat. Dan dikatakan kepada mereka, ‘Hidupkanlah apa yang telah kalian buat.’ Sesungguhnya rumah yang di dalamnya ada gambar-gambar, tidak dimasuki malaikat.” (HR Bukhari)

    3. Rumah yang Kotor

    Rumah yang kotor juga tidak akan dikunjungi oleh malaikat. Dalam Islam, kebersihan disebut sebagian dari iman.

    Malaikat menyukai aroma wangi dan akan merasa terganggu dengan bau busuk. Rasulullah SAW bersabda,

    “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia.” (HR Bukhari dan Muslim)

    4. Rumah Orang yang Jadi Pemutus Tali Silaturahmi

    Silaturahmi artinya menghubungkan sesuatu yang memungkinkan terjadinya kebaikan, serta menolak sesuatu yang memungkinkan terjadinya keburukan dalam batas kemampuan. Keutamaan silaturahmi tercantum dalam hadits Nabi SAW, beliau bersabda:

    “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim)

    5. Rumah yang Tidak Pernah Dibacakan Al-Qur’an

    Rumah yang tidak pernah dilantunkan bacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, dan semacamnya membuat malaikat enggan berkunjung. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Sirin, Rasulullah SAW bersabda:

    “Sesungguhnya, rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an, maka lapanglah penghuninya, banyak kebaikan, malaikat menghadirinya dan setan-setan meninggalkannya. Sebaliknya, rumah yang tak dibacakan Al Qur’an, maka sempitlah penghuninya, sedikit kebaikannya, malaikat meninggalkannya dan setan-setan mendekatinya.” (HR Ibnu Sirin)

    Rumah yang Tidak Dimasuki oleh Malaikat Rahmat

    Mengacu pada sumber yang sama, ada juga beberapa rumah yang enggan dimasuki oleh Malaikat Rahmat, yaitu:

    1. Rumah yang tidak disebutkan Asma Allah
    2. Rumah yang banyak caci maki dan laknat di dalamnya
    3. Rumah yang ada lonceng
    4. Rumah yang digunakan minum khamr
    5. Rumah yang ditempati perjudian
    6. Rumah yang penghuninya hidup boros
    7. Rumah yang digunakan untuk kekejian atau dosa besar
    8. Rumah yang memakan riba
    9. Rumah orang yang durhaka kepada orang tua
    10. Rumah orang yang memakan harta anak yatim

    Wallahu a’lam.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com