Tag: anti

  • Tips Merawat Tanaman Anti Hama agar Subur Sepanjang Waktu



    Jakarta

    Tanaman hias maupun tanaman pangan di rumah bisa saja tumbuh subur, tapi ancaman hama sering kali jadi musuh utama yang bikin kesal. Mulai dari serangga, tikus, hingga kelelawar bisa merusak hasil perawatan tanaman yang sudah dilakukan dengan susah payah.

    Supaya tanaman tetap sehat dan tumbuh maksimal sepanjang tahun, penting untuk melakukan pencegahan sejak awal. Berikut beberapa tips praktis merawat tanaman agar bebas hama dan tetap subur dari waktu ke waktu.

    1. Pasang Pembatas Fisik

    Dilansir dari Real Simple, salah satu cara paling efektif menghindari hama adalah dengan memasang pagar pembatas, terutama dari kawat. Langkah ini berguna untuk mencegah masuknya hewan-hewan kecil seperti kelinci, tupai, atau bahkan hewan liar lain yang bisa mencuri buah atau merusak daun.


    Jika kamu punya pohon buah, bungkus buahnya dengan plastik atau jaring pelindung untuk mencegah gangguan dari kelelawar atau burung pemakan buah.

    2. Gunakan Tanaman Jebakan

    Menanam tanaman jebakan atau tanaman pengalih bisa jadi strategi cerdas. Misalnya, jika kamu menanam tomat, tanam juga bunga nasturtium di sekitarnya. Serangga lebih cenderung tertarik pada nasturtium dibandingkan tomat, sehingga tanaman utama bisa tetap aman.

    3. Waspadai Genangan Air

    Air yang menggenang bisa jadi sarang nyamuk dan mempercepat penyebaran penyakit di taman. Pastikan area di sekitar pot, talang air, dan bahkan kandang burung tetap kering dan bersih. Pot yang menampung air hujan juga perlu dikuras secara rutin.

    Selain nyamuk, lingkungan yang terlalu lembap juga bisa memicu jamur dan mempercepat kerusakan akar tanaman.

    4. Tanam Tanaman Asli Daerah Setempat

    Menurut Profesor John Tooker dari Departemen Entomologi Penn State, menanam spesies tanaman lokal bisa memperkuat ekosistem alami di taman rumah. Tumbuhan lokal akan menarik serangga asli yang lebih stabil dan cenderung membawa predator alami yang bisa membantu mengendalikan hama secara alami.

    “Saya juga mendorong masyarakat untuk menghindari pemakaian insektisida, kecuali jika sudah tidak ada pilihan lain,” ujarnya, dikutip dari The Spruce.

    Dengan kombinasi teknik fisik dan pendekatan ekosistem alami, kamu bisa menjaga taman tetap sehat dan subur tanpa tergantung pada bahan kimia. Mulai dari langkah sederhana seperti memasang pagar hingga menanam bunga pengalih serangga, semua bisa dilakukan secara bertahap.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Lantai Berbau Amis Usai Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Mengepel lantai adalah salah satu aktivitas rutin dilakukan ketika membersihkan rumah. Lantai akan jauh lebih bersih, wangi, dan tidak berminyak setelah dipel.

    Sayangnya, pada beberapa kejadian didapati lantai justru berbau amis dan terasa berminyak setelah dipel. Hal ini tentu mengherankan karena mengepel lantai bukan aktivitas yang sulit. Lantas, apa penyebabnya?

    Dilansir situs Hunker, berikut beberapa penyebab dan cara mengatasi bau amis yang muncul setelah mengepel.


    1. Air Pel Jarang Diganti

    Saat mengepel yang dibutuhkan hanya air, pengharum lantai, dan alat pel. Kemungkinan besar, bau amis muncul karena air yang digunakan memang berbau atau air pel tersebut jarang diganti. Oleh karena itu ketika digunakan, lantai tidak menjadi bersih dan harum, melainkan terasa lengket dan berbau.

    Anjurannya setiap mengepel, air yang digunakan harus diganti. Setelah selesai digunakan untuk mengepel seluruh rumah, air tersebut dibuang. Keesokan harinya pakai air dan cairan pewangi yang baru. Sebab, air yang lama pasti sudah terkontaminasi kotoran dan bakteri.

    Untuk menghilangkan bakteri dan bau amis bisa juga memakai cairan pemutih dengan takaran secukupnya.

    2. Alat Pel

    Selain air yang digunakan, cek pula kain pel. Bisa jadi masalahnya ada pada pel tersebut. Ciri-ciri kain pel yang kotor adalah yang ditemukan banyak kotoran menempel, berubah warna, dan berbau meski dicelupkan ke air baru.

    Cara untuk membersihkan kain pel adalah dengan dicuci seperti mencuci pakaian. Rendam dahulu menggunakan air hangat lalu bersihkan menggunakan sabun. Bilas hingga warnanya tidak terlalu gelap dan tidak berbau. Mencuci kain pel harus dilakukan sehari sekali setelah atau sebelum mengepel lantai.

    Ketika mengepel lantai juga dianjurkan ditambahkan cairan pewangi dan anti bakteri agar lantai melindungi permukaan lantai.

    3. Cek Sumber Bau Lain

    Meski kebanyakan lantai amis setelah dipel disebabkan oleh kain pel dan airnya, tidak menutup kemungkinan jika penyebabnya adalah dari hal lain. Sebagai contoh, ada makanan atau kotoran yang jatuh ke lantai. Makanan seperti telur, seafood, atau daging biasanya menimbulkan bau yang kuat dan bisa menempel lama.

    Jika mengalami hal seperti itu, sebelum lantai dipel sebaiknya bersihkan dahulu bekas makanan atau kotoran tersebut menggunakan campuran baking soda dengan air. Lalu biarkan campuran tersebut semalaman.

    Bila masih tidak berhasil, cari sumber bau lain. Beberapa kasus ditemukan bahwa sumber bau justru dari perabotan yang ada di rumah. Sebagai contoh karpet yang sudah lama tidak dicuci.

    4. Tutupi dengan Pengharum Ruangan

    Bila semua penyebab di atas sudah diatasi namun lantai masih tercium bau amis, semprot pengharum ruangan ke sekitar area tersebut. Setelah kering, coba usap lantai dengan kain yang bersih agar tidak licin ketika diinjak.

    Bisa juga dengan meletakkan semangkuk cairan pembersih serbaguna di area tersebut dan diamkan semalaman untuk menutupi sebagian aroma amis dari lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Lihat juga Video ‘Lantai Bau Amis Setelah Dipel? Ini Alasannya’:

    (aqi/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Seberapa Sering Mengepel Lantai Dalam Seminggu? Begini Anjurannya



    Jakarta

    Mengepel lantai merupakan salah satu cara membersihkan rumah yang sering dipraktekkan. Umumnya mengepel lantai dilakukan setelah selesai menyapu.

    Lantai yang sudah bersih dari debu dan kotoran halus akan tambah bersih setelah dipel. Selain itu, larutan pembersih yang biasa dipakai saat mengepel juga mengandung anti bakterial dan bisa membuat lantai lebih wangi. Kondisi lantai setelah dipel akan jauh lebih bersih, kesat, tidak lengket apalagi licin, dan lebih nyaman untuk beraktivitas.

    Meskipun manfaat mengepel lantai benar-benar dapat membuat rumah bersih, beberapa orang terkadang melewatkan bagian ini dan merasa cukup dengan menyapu saja. Sebenarnya apakah mengepel itu kewajiban setiap selesai menyapu atau bisa dilakukan pada periode tertentu?


    Seberapa Sering Mengepel Lantai?

    Dilansir situs Angi, mengepel lantai boleh dilakukan kapan saja terutama saat dibutuhkan. Jadi tidak ada ketentuan khusus dan mengikat untuk melakukannya. Apabila lantai terlihat kotor dan tidak enak diinjak, itu merupakan sinyal jelas jika perlu dipel.

    Sinyal lainnya apabila rumah sedang kedatangan banyak tamu. Orang yang berasal dari luar biasanya membawa kotoran juga ke dalam rumah. Jejak kaki mereka yang sudah berapa jam di dalam sepatu dan sendal juga bisa membawa kotoran, bau, hingga jejak di lantai. Sebaiknya setelah tamu pergi langsung sapu dan pel lantai agar nyaman beraktivitas di dalam rumah.

    Apakah saat sendirian di rumah dan tidak melakukan banyak aktivitas, lantai boleh tidak dipel? Hal ini kembali lagi pada kebutuhan. Apakah penghuninya nyaman dengan kondisi lantai atau tidak. Namun, untuk memastikan rumah selalu bersih, ada baiknya mengepel lantai minimal sehari sekali. Terutama area yang sering kotor seperti dapur, halaman, dan kamar tidur.

    Meskipun lantai terlihat bersih, tidak ada bekas makanan, noda membandel, atau bau, lantai bisa jadi sangat kotor dari debu, kotoran hewan, atau jejak kaki.

    Itulah penjelasan mengenai seberapa sering harus mengepel lantai, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Ternyata Ini Alasan Kenapa Rumah Diserang Rayap dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kehadiran rayap di rumah sangat merugikan pemilik rumah yang menggunakan perabotan dan struktur bangunan kayu. Bagaimana tidak? Serangga yang satu ini adalah pemakan kayu, sehingga kerap merusak mebel kayu di rumah.

    Sangat disayangkan kalau bangunan rumah dan perabotan sampai rusak gegara rayap. Sebelum kejadian, sebaiknya kamu melakukan langkah-langkah mencegah rayap masuk ke rumah.

    Ada sejumlah alasan mengapa rumah kamu sampai diserang rayap. Dari mulai kondisi rumah yang lembap, hingga lalainya kita melakukan pemeriksaan.


    Berikut ini cara mencegah rayap masuk rumah yang dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (5/8/2024).

    Cara Cegah Rayap Masuk ke Rumah

    1. Jangan Biarkan Area Lembap di Rumah

    Jangan biarkan ada area lembap di rumah karena rayap tertarik untuk bersarang lokasi seperti ini. Selain itu, tempat yang lembap bisa membuat kayu mudah untuk disukai oleh rayap.

    Apabila sudah terlanjur lembap, maka segera atasi masalah tersebut dengan memperbaiki kebocoran pipa, meratakan halaman sehingga tidak ada genangan air, dan memberikan saluran pada air AC yang menetes.

    2. Bersihkan Drainase/Selokan

    Membersihkan selokan penting dilakukan untuk memastikan sistem drainase yang baik. Jika selokan tersumbat,air yang berlebih dapat mengalir ke tepian dan menumpuk di dasar rumah, membuat tanah menjadi basah dan kayu menjadi lunak, sehingga menarik rayap untuk memangsanya.

    3. Gunakan Kayu Anti Rayap

    Ketika kamu membangun rumah, sebaiknya kamu pastikan bahwa kayu yang kamu gunakan itu tahan terhadap serangan rayap.

    4. Tutup Jalur Drainase dengan Jaring Besi

    Jalur drainase yang terbuka bisa menjadi tempat rayap masuk ke dalam rumah

    5. Lakukan Pengecekan Rutin

    Yang terakhir tentunya kamu harus melakukan pengecekan secara rutin. Bila kamu menemukan tanda-tanda kehidupan rayap di rumahmu, sebaiknya kamu harus segera membasminya.

    Itulah beberapa cara mencegah rayap masuk ke rumah. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Kriteria Bangunan Rumah Aman, Nggak Khawatir Roboh


    Jakarta

    Rumah semestinya menjadi tempat teraman bagi penghuninya, terutama untuk melindungi dari berbagai fenomena alam. Maka, penting sekali memastikan rumah aman agar tidak mudah rusak, bahkan sampai roboh.

    Arsitek Denny Setiawan menyebut rumah yang aman adalah bangunan yang dapat diandalkan dalam segala cuaca dan iklim. Rumah yang andal harus bisa bertahan tidak roboh setidaknya 20 tahun.

    “Bangunan itu harus dihitung bisa buat berdiri minimal 20 tahun. Setelahnya bukannya roboh tapi harus ada perbaikan tambahan,” ujar Denny kepada detikProperti pada pameran IndoBuildTech Expo 2024 di ICE, BSD CITY belum lama ini.


    Menurutnya, rumah dapat dikatakan aman apabila bisa menahan terpaan hujan, cuaca panas, dan gempa bumi. Hal ini penting supaya penghuni dapat hidup dengan nyaman, sehat, dan tak khawatir bangunan sewaktu-waktu rusak parah.

    Kriteria Rumah Aman dan Anti Roboh

    1. Air Hujan Mengalir Lancar ke Tanah

    Bangunan rumah harus dirancang dengan baik, sehingga air hujan dapat mengalir dengan lancar ke dalam tanah. Air semestinya mengalir dari atap, talang, sumur resapan, hingga ke got.

    “Arsitek harus bisa memastikan sistem pemipaannya benar, sehingga air hujan yang diterima di atas atap bisa tersalurkan dengan baik, hingga meresap lagi ke dalam tanah,” jelasnya.

    Hal ini penting agar tidak ada kebocoran yang dapat merusak bangunan rumah. Sebab, ada risiko plafon rusak yang kalau dibiarkan bisa ambruk.

    “Supaya tidak terdapat bocoran,(pastikan) sistem pemipaan, sistem plumbing arsitek atau ahli mechanical, electrical and plumbing (MEP),” katanya.

    2. Menangkal Hawa Panas

    Lalu, Denny mengatakan rumah aman atau andal adalah yang tidak menyalurkan radiasi panas langsung ke dalam rumah. Hawa panas yang berlebihan dapat membuat penghuni rumah merasa tidak nyaman, bahkan sampai sakit.

    “Salah satu bangunan yang andal adalah tidak menyebabkan kerugian atau korban. Kalau misalnya penghuni rumahnya sampai sakit, berarti bangunannya nggak andal,” tuturnya.

    Oleh karena itu, bangunan rumah harus bisa mengantisipasi panas. Di antaranya dengan tidak menghadapkan rumah dan meminimalisir jendela ke arah barat.

    Sebab pancaran sinar matahari di sore hari biasanya sangat panas di bandingkan pagi hari. Kemudian, manfaatkan juga sun shading atau kisi-kisi sebagai penghalau panas agar rumah tidak langsung terpapar sinar matahari.

    3. Tahan Gempa

    Selanjutnya, rumah harus dibangun dan diperhitungkan dengan benar agar tahan gempa setidaknya 10 skala ritcher. Rumah yang aman semestinya tidak retak, rusak, bahkan ambruk hingga gempa 10 skala ritcher.

    “Ahli struktur selalu menghitung risiko gempa yang terjadi, sehingga bangunan rusak atau mengakibatkan terjadi keretakan hingga gempa 10 skala ritcher,” imbuhnya.

    Penting sekali memastikan bangunan rumah cukup kuat untuk mengantisipasi gempa, sehingga kalau terjadi kerusakan tidak sampai mengancam keselamatan penghuninya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan Faktor Ini Saat Pilih Material Pagar Biar Awet dan Kuat


    Jakarta

    Banyak rumah menggunakan pagar untuk menjaga keamanan dan privasi penghuni rumah. Kamu pun bisa pertimbangkan untuk pasang pagar untuk melengkapi rumah.

    Namun, jangan asal saat pilih material pagar. Cari tahu dulu material yang kuat dan cocok dengan rumah kamu biar awet.

    Saat memilih material pagar, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Berikut ini beberapa faktor penentunya, dikutip dari Bay Area Lions Gate, Selasa (20/8/2024).


    Tips Pilih Material Pagar

    1. Iklim

    Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan saat memilih material pagar adalah iklim. Material pagar harus bisa menahan kondisi cuaca di area rumah.

    Jika tinggal di area dengan kelembapan tinggi, kamu bisa pertimbangkan material yang tahan korosi seperti aluminium atau baja anti karat. Kalau tempat tinggal kamu sangat panas, bisa pakai material tahan panas seperti aluminium dan vinil.

    2. Keamanan

    Selain itu, pertimbangkan juga keamanan dari material pagar. Material yang kamu pilih harus kuat dan tahan lama untuk mencegah penyusup masuk. Material seperti baja atau besi tempa adalah pilihan yang sangat bagus untuk keamanan.

    3. Perawatan

    Lalu, pertimbangkan cara merawat material pagar. Material yang kamu pilih harus mudah dirawat. Material seperti aluminium atau vinil memerlukan sedikit perawatan, sedangkan material seperti kayu perlu pewarnaan atau pengecatan secara teratur.

    Jenis-jenis Material Pagar

    1. Aluminium

    Aluminium adalah material yang ringan, tahan lama, dan anti karat. Gerbang aluminium juga mudah dirawat dan dapat dilapisi bubuk dalam berbagai warna untuk menghias properti.

    2. Baja

    Baja adalah material yang kuat dan tahan lama, sehingga memberikan keamanan yang sangat baik. Baja tahan benturan dan dapat bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem. Namun, gerbang baja memerlukan perawatan rutin untuk mencegah karat dan korosi.

    3. Kayu

    Kayu mempunyai tampilan tradisional dan dapat dicat untuk melengkapi tampilan rumah. Namun, gerbang kayu memerlukan perawatan rutin untuk mencegah pembusukan dan pelapukan.

    4. Vinil

    Vinil adalah material yang perawatannya rendah yang tahan terhadap pemudaran, keretakan, dan pengelupasan. Material ini pilihan yang bagus untuk daerah yang cuacanya sangat panas. Vinil juga hanya memerlukan sedikit perawatan.

    Itulah beberapa tips seputar pemilihan material pagar. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Repot! Semut Auto Kabur Kalau Dekat-dekat 6 Bahan Alami Ini


    Jakarta

    Rumah kamu banyak semut? Bahkan baru saja meletakkan semut beberapa menit, semut langsung berkerumun di piring? Tenang, ada beberapa cara agar semut tidak datang lagi ke rumah. Caranya juga cukup mudah hanya dengan meletakkan bahan-bahan yang tidak disukai oleh semut.

    Bahan-bahan ini kamu bisa mendapatkannya dari dapur karena ini adalah bahan alami jadi tidak akan berbahaya dengan manusia. Namun, kamu perlu bersabar karena cara membasminya juga perlu waktu.

    Dalam catatan detikcom, berikut bahan-bahan alami yang dapat mengusir semut dari rumah.


    1. Mengusir Semut Menggunakan Gula

    Lho kok gula? Tenang, meskipun semut sangat menyukai gula, tetapi menurut pakar kebersihan rumah, gula cukup efektif untuk mengusir semut. Caranya dengan meletakkan gula di luar rumah dapat membantu memindahkan koloni semut yang semula membuat sarang di dalam rumah. Gula bekerja sebagai pemancing untuk semut agar keluar dari sarangnya. Setelah itu, kamu bisa membasminya dengan membuang ke tempat sampah atau menutup sarangnya.

    2. Pakai Campuran Lemon dan Air

    Lemon yang bersifat asam memiliki aroma yang kuat dan tidak disukai oleh semut. Kamu bisa memcampurkan lemon dan air, kemudian tambahkan sedikit cuka. Masukkan cairan tersebut ke botol dan semprot pada area yang sering didatangi semut.

    3. Letakkan Daun Mint

    Menurut The Spruce Eats aroma dari daun mint cukup menyengat dan mengganggu untuk semut. Mengusir semut dengan daun mint akan sangat efektif jika kondisi daunnya masih segar sehingga kandungan minyak alaminya maksimal.

    Caranya cukup merobek atau meremas daun mint hingga keluar aromanya dan letakkan dekat sarang semut di rumah. Jika ingin cara yang lebih mudah kamu dapat menggunakan essential oil dengan aroma daun mint.

    4. Gunakan Tepung

    Bahan padat ini ternyata bisa mengusir serangga kecil di rumah termasuk semut. Jenis tepung yang disarankan adalah tepung terigu. Tepung memiliki fungsi untuk menghalau koloni semut masuk lebih jauh dan menyebar di dalam rumah. Cara memerangkapnya dengan menaburkan tepung terigu secara memanjang pada bagian bawah pintu rumah atau di tepat di dekat sarang semut.

    5. Pakai Cengkeh

    Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dengan cengkeh untuk mengusir semut. Pertama, masukkan cengkeh pada toples gula atau lemari penyimpanan agar semut tidak mengganggu makanan.

    Kedua, cengkeh bisa dihancurkan untuk ditaburkan di dekat pintu masuk atau sudut rumah tertentu. Aroma cengkeh yang menyebar ke seluruh ruangan di rumah akan membuat semut minggir dan enggan kembali.

    6. Pakai Merica

    Semut tidak menyukai bau lada hitam, asal mula dari merica. Maka dari itu, menyebarkan merica di daerah yang sering didatangi semut dapat membantu kamu mencegah semut berkeliaran di rumah. Butiran merica perlu dihaluskan dahulu, tetapi bisa juga langsung menggunakan bubuk merica.

    Itulah beberapa bahan alami untuk mengusir semut. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Mencegah Kucing Liar Naik ke Atap Rumah Tanpa Menyakiti


    Jakarta

    Kucing liar seringlali berkeliaran di sekitar rumah dan naik ke atap. Selain berpotensi merusak genteng atau struktur atap, hal ini juga bisa menimbulkan suara berisik yang mengganggu.

    Sehingga, mencegah kucing liar naik ke atap rumah bisa menjadi langkah penting untuk menjaga kenyamanan di lingkunganmu. Simak beberapa tips mencegah kucing naik ke atap rumah berikut ini.

    Tips Mencegah Kucing Naik ke Atap Rumah

    Untuk mencegah kucing naik ke atap rumah, kamu bisa memutus jalur akses kucing dengan memangkas dahan pohon, memasang pagar anti kucing, hingga menaburkan kopi.


    Mengutip laman Big Bear Roofing, Newsweek, hingga situs jual beli rumah, berikut informasi selengkapnya.

    1. Pangkas Dahan Pohon

    Kucing bisa naik ke atap rumah jika ada dahan yang menjorok di dekatnya. Jadi, jika ada pohon di dekat atap rumah, pangkas dahannya secara teratur. Bereskan juga barang di sekitar rumah yang biasa dipakai kucing untuk memanjat.

    2. Memasang Pagar Anti Kucing

    Kucing juga bisa naik ke atap rumah lewat pagar. Sehingga, cara yang efektif untuk mencegahnya adalah memasang pagar anti kucing.

    Beli jaring kucing dan letakkan di pagar agar kucing tidak bisa naik ke atap. Meski begitu, cara ini seringkali tidak berhasil pada kucing yang cerdik.

    3. Letakkan Kulit Jeruk

    Kucing mempunyai indra penciuman yang sangat tajam. Jeruk memliki bau yang sangat mereka tidak sukai. Sehingga, meletakkan kulit jeruk, lemon, jeruk nipis, atau jeruk bali di sekitar rumah akan mengusir mereka untuk sementara.

    4. Letakkan Tanaman yang Tidak Disukai Kucing

    Tanaman bisa menjadi pengusir kucing secara alami. Sebagian besar kucing tidak suka tanaman beraroma kuat seperti lavender, geranium, eucalyptus, rosemary, atau thyme. Kamu bisa menanam atau membeli tanaman dengan aroma kuat ini untuk mengusir kucing dan mencegahnya naik ke atap rumah.

    5. Pasang Perangkat Ultrasonik Pengusir Kucing

    Suara yang dihasilkan perangkat ultrasonik berada di luar jangkauan pendengaran manusia. Namun kucing memiliki indera pendengaran yang kuat, sehingga kucing bisa mendengarnya dan perangkat ini bisa mengusir mereka.

    Perangkat pengusir kucing elektronik cenderung menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi, semprotan air, atau keduanya. Letakkan alat ini di tempat di mana kucing biasa naik ke atap rumah.

    6. Pasang Alat Penyiram dengan Sensor Gerak

    Tips selanjutnya adalah meletakkan alat penyiram dengan sensor gerak di atap. Nantinya, alat penyiram ini bisa menyiramkan air dalam jumlah yang banyak saat mendeteksi adanya gerakan, sehingga kucing bisa kabur dari atap.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah kucing naik ke atap rumah. Selamat mencobanya.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Bikin Pagar Anti Maling, Mudah!


    Jakarta

    Tingkat kriminalitas di Indonesia masih cukup tinggi, terutama soal pencurian. Maling, sebutan untuk pelaku yang kerap mengambil barang orang lain, tidak hanya beraksi di tempat ramai, ada yang menargetkan rumah warga. Meskipun risikonya lebih tinggi, tetapi mereka berfikir pembobolan rumah akan jauh lebih menguntungkan apalagi saat tidak ada penghuninya.

    Maka dari itu, banyak rumah di Indonesia memasang pagar sebagai pengaman terdepan. Dengan ada pagar rumah, orang luar tidak bisa sembarangan masuk ke halaman rumah, bahkan tidak bisa langsung melihat pintu masuk rumah. Penghuni rumah juga akan lebih tenang karena keamanan serta privasinya terlindungi.

    Namun, pemasangan pagar ternyata tidak menjamin maling takut untuk beraksi. Saat situasinya mendukung mereka tetap berani membobol rumah. Lantas, apa yang perlu kita lakukan agar rumah tidak jadi target pencurian?


    Dikutip dari situs United Fence Company, Kamis (24/10/2024), berikut beberapa persiapan dan kelengkapan yang harus ada di pagar rumah agar maling tidak berani membobol rumah kamu.

    Cara Membuat Pagar Rumahmu Anti Dipanjat Maling

    1. Duri Anti Panjat (Anti-Climb Spikes)

    Pasang penghalang seperti duri atau paku anti panjat terbuat dari logam tajam di bagian atas pagar, sehingga maling akan sulit untuk berpegangan ketika memanjat. Selain itu kamu juga bisa menggunakan pecahan kaca atau kawat berduri sebagai alternatifnya. Cara ini juga banyak dipakai pada pagar bangunan pemerintahan.

    Dengan adanya duri di sekeliling pagar rumah, maling akan lebih susah untuk memanjat rumah. Mau tidak mau harus melewati pintu masuk utama.

    2. Menambahkan Terali

    Ada beberapa bangunan yang memasang besi pembatas lagi di atas pagar hingga ke kanopi halaman. Nama besi pembatas ini adalah terali. Bentuknya mirip dengan pembatas besi di jendela rumah, ramping, kokoh, dan banyak ukurannya.

    Tampilan rumah memang jadi tidak begitu estetik karena seperti berada di dalam kurungan, tetapi pemasangan terali jadi salah satu cara paling efektif mencegah maling memanjat pagar rumah.

    3. CCTV

    Kamu tidak akan pernah tahu seberapa ahlinya maling tersebut. Maka dari itu, keamanan rumah harus lebih canggih dan cepat mendeteksi pergerakan mencurigakan. Salah satu caranya adalah memasang CCTV. Kamera pengawas ini nantinya bisa mereka segala kejadian di rumah dan kamu bisa menonton ulangnya saat dibutuhkan.

    Jika ingin lebih aman, cari CCTV yang bisa bergerak mengikuti pergerakan orang di sekitar rumah. Pastikan pemasangannya juga di tempat yang tepat, tidak tertutup apa pun, dan cukup terang.

    4. Cat Anti Panjat

    Apabila kamu tidak cukup dana untuk memasang besi tambahan atau jebakan lainnya. Kamu bisa melapisi pagar dengan cat anti panjat. Cat ini berupa ‘non-drying paint’ yang bisa membuat permukaan pagar licin sehingga maling akan kesulitan untuk memanjatnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Agar Ruangan di Dalam Rumah Tidak Lembap


    Jakarta

    Beberapa ruangan di dalam rumah rentan mengalami lembap. Perlu diketahui, kelembapan udara yang tinggi pada ruangan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti alergi hingga kesulitan bernapas.

    Selain itu, ruangan yang terlalu lembap juga bisa menyebabkan kerusakan pada tembok, mulai dari cat yang terkelupas hingga muncul jamur. Terkadang, jamur yang tumbuh di tembok juga beracun, lho.

    Oleh sebab itu, jika terdapat ruangan di dalam rumah yang kelembapannya tinggi maka perlu diatasi secepatnya. Lantas, bagaimana cara agar ruangan tidak lembap? Simak tipsnya dalam artikel ini.


    Cara Agar Ruangan Tidak Lembap

    Ruangan di dalam rumah yang terlalu lembap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuninya. Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara agar ruangan tidak lembap.

    Mengutip laman Courtina, berikut beberapa cara agar ruangan di dalam rumah tidak terlalu lembap:

    1. Menambah Ventilasi

    Cara yang pertama adalah dengan menambah ventilasi. Hal ini menyebabkan udara dapat bersirkulasi dengan baik, sehingga mencegah ruangan terlalu lembap.

    Kamu bisa menghitung jumlah ventilasi yang sesuai dengan mempertimbangkan luas ruangan. Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak memasang ventilasi karena juga tidak baik untuk kondisi ruangan.

    2. Membuka Jendela dan Pintu Rumah

    Agar ruangan tidak terlalu lembap, detikers juga perlu membuka jendela atau pintu rumah secara rutin di pagi hari. Langkah ini dilakukan agar matahari dapat masuk ke dalam rumah, sehingga udara yang masuk akan bergantian.

    Perlu diketahui, udara yang tidak mengalir bisa menyebabkan kondensasi, sehingga memicu kelembapan tinggi di dalam ruangan. Hal tersebut juga bisa menimbulkan jamur dan lumut di tembok.

    3. Meletakkan Silica Gel

    Silica gel merupakan alat penyerap lembap berbentuk butiran-butiran kecil. Agar ruangan di dalam rumah tidak lembap, kamu bisa meletakkan beberapa silica gel di tiap sudut-sudut ruangan yang dirasa paling lembap.

    Harga silica gel yang relatif murah bisa menjadi solusi alternatif bagi detikers yang ingin menghilangkan kelembapan.

    4. Pakai Cat Dinding Anti Lembap

    Langkah berikutnya adalah dengan menggunakan cat dinding anti lembap. Cat ini banyak dijual di toko-toko bangunan maupun toko online.

    Selain mempercantik rumah dengan warna cat yang bagus, penggunaan cat dinding anti lembap juga membantu menjaga tingkat kelembapan, terutama pada bagian dinding.

    5. Meletakkan Tanaman yang Menyerap Lembap

    Untuk menghilangkan kelembapan tinggi di dalam ruangan, kamu bisa meletakkan tanaman yang berfungsi menyerap lembap. Beberapa tanaman yang ampuh untuk mengurangi kelembapan di antaranya tanaman ivy, chamomile, dan sepatu filum.

    Akar, daun, hingga pori-pori dari ketiga tanaman tersebut dapat menyerap polutan serta mengendalikan tingkat kelembapan di dalam ruangan.

    6. Menggunakan Dehumidifier

    Ada sebuah alat yang bisa mengurangi kelembapan pada ruangan, yaitu dehumidifier. Alat elektronik ini bisa menghilangkan kelembapan dengan cara menyerap kandungan air di udara, sehingga menjadikan ruangan lebih sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan.

    7. Memasang Hygrometer

    Cara selanjutnya adalah dengan memasang hygrometer di ruangan yang lembap. Alat ini dapat mengetahui tingkat kelembapan pada suatu ruangan, sehingga lebih mudah untuk mengontrol dan menjaga agar tingkat kelembapan berada di batas normal, yakni sekitar 40-60%.

    Dengan memasang hygrometer, detikers juga lebih hemat biaya karena bisa mengontrol penggunaan dehumidifier, AC, atau alat pemanas sesuai kebutuhan.

    8. Menyalakan Kipas Angin di Area Lembap

    Jika kamu tidak memiliki dehumidifier di rumah, solusi alternatifnya adalah dengan memanfaatkan kipas angin. Alat ini bisa digunakan untuk mempercepat proses pembuangan udara, terutama di ruangan lembap seperti kamar mandi atau dapur.

    Caranya cukup mudah, yakni dengan mengarahkan kipas angin ke arah luar rumah untuk membuang udara lembap yang terperangkap di dalam ruangan.

    Itu tadi delapan cara agar ruangan tidak lembap. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com