Tag: anti air

  • Nggak Bisa Sembarangan, Begini Cara Mencuci Pakaian Berbahan Anti Air


    Jakarta

    Saat ini sudah banyak pakaian yang memakai bahan anti air sehingga dapat mencegah pakaian basah. Namun, beberapa di antara penggunanya ada yang belum mengetahui bagaimana cara mencuci pakaian dengan bahan seperti ini. Apakah sama dengan pakaian dengan bahan kain?

    Beberapa di antaranya bahkan ada yang merasa tidak perlu mencucinya terlalu sering karena tidak mudah basah dan cepat mengeringnya. Padahal sama seperti pakaian lainnya, pakaian dengan bahan anti air juga perlu dicuci.

    Lantas, bagaimana cara membersihkan pakaian dengan bahan anti air? Dilansir The Guardian, berikut tipsnya.


    Tips Mencuci Pakaian Berbahan Anti Air

    1. Pakaian Tidak Boleh Dibiarkan Lembap

    Pakaian berbahan anti air tetap perlu dijemur agar benar-benar kering. Sebab, apabila dibiarkan lembap, nantinya minyak dan kotoran yang berada di permukaan bahan dapat merusak pelindung pada bahan tersebut.

    2. Langsung Cuci Pakaian

    Apabila pakaian berbahan anti air terasa lembap, jangan sekali-kali menyimpannya di keranjang pakaian yang tertutup. Kamu harus langsung mencucinya karena apabila dibiarkan beberapa hari jamur bisa tumbuh pada pakaian dan menyebabkan bau tak sedap pada pakaian.

    3. Cuci dengan Mesin Cuci

    Beberapa pakaian berbahan anti air bisa dicuci menggunakan mesin cuci. Namun, kamu harus melihat kembali tata cara pembersihan pakaian di label yang biasa tertera di dalam baju.

    4. Setrika Bahan dengan Pelapis

    Setelah dijemur atau dikeringkan, kamu bisa menyetrika pakaian berbahan anti air agar lebih tahan lama. Namun, ada cara khusus untuk menyetrikanya karena bahan anti air biasanya memakai plastik sehingga tidak tahan terhadap panas.

    Caranya adalah dengan memasang pelapis agar setrika tidak langsung menyentuh pakaian berbahan anti air tersebut. Gunakan panas sedang agar bahan tidak meleleh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hujan Deras Tak Masalah! Begini Cara Bikin Dinding Rumah Anti Rembes dan Jamur



    Jakarta

    Kelembapan dan rembesan air adalah tantangan nyata bagi kenyamanan dan keawetan dinding rumah. Terlebih di Indonesia sebagai daerah tropis dengan curah hujan tinggi. Untuk itu, pemilihan material dinding menjadi kunci dalam menjaga struktur dan estetika rumah agar tetap aman, kering, dan tahan lama.

    Air hujan bisa merembes di dinding rumah karena beberapa faktor. Bisa jadi karena air masuk melalui pori-pori material atau karena sambungan yang tidak rapat. Kemudian, kelembapan yang terperangkap dalam dinding, dapat menyebabkan cat mengelupas, jamur tumbuh, plaster rusak, serta menurunnya ketahanan interior.

    Dilansir dari situs Cohoom, kelembapan bisa meresap ke dalam rumah melalui kebocoran pada fondasi, udara lembap, kondensasi, atau percikan air sehari-hari. Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan kerusakan serius, seperti cat yang mengelupas, munculnya jamur, serta plester yang rusak.


    Karena itu, penting untuk menggunakan material anti rembes untuk mencegah air hujan merembes ke dinding rumah. Berikut beberapa material anti rembes.

    1. Cat Waterproof

    Cat waterproof adalah solusi praktis dan efektif untuk melindungi dinding rumah dari rembesan air. Selain mudah diaplikasikan, cat ini membentuk lapisan pelindung yang mencegah kerusakan seperti cat mengelupas, plester retak, atau pertumbuhan jamur.

    Cat ini memiliki beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Cat berbasis akrilik air, dikenal fleksibel dan mudah diaplikasikan. Cat berbasis minyak, menawarkan daya tahan dan resistensi kelembapan yang lebih tinggi, cocok untuk area dengan kelembapan tinggi. cat berbasis silikon, dikenal paling tahan air karena permukaannya bersifat anti air dan bisa membiarkan uap air keluar sehingga tidak mengurus kelembapan.

    2. Plester Anti Air

    Plester anti air adalah lapisan struktural yang biasanya diterapkan sebelum cat atau finishing. Material ini berfungsi sebagai penghalang utama terhadap rembesan air.

    Beberapa hal perlu diperhatikan saat menggunakan material ini. Terdapat metode plester dengan tambahan aditif anti air untuk meningkatkan resistensi air. Untuk area yang sangat lembap atau basah, plester ini sangat penting untuk mencegah air merembes melalui kelembapan dan kebocoran.

    3. Material Modern dan Teknologi Baru

    Selain cat dan plester dengan metode umum, terdapat juga material modern dengan bahan maksimal untuk menahan air dan jamur. Material seperti beton telah banyak digunakan sebagai dinding tahan air. Teknologi nano struktur juga banyak digunakan untuk proses waterproofing agar bangunan menjadi kedap air.

    Dilansir dari situs Better Homes & Gardens, penggunaan material plester kapur juga banyak digunakan saat ini. Penggunaannya dengan cara dipoles dan dilapisi sabun agar tahan air. Material ini populer sebagai pilihan yang estetis sekaligus fungsional untuk dinding agar tidak lembab.

    Cat waterproof memberikan proteksi permukaan yang relatif mudah diterapkan. Kemudian plester anti‑air memastikan struktur dinding mendapat perlindungan dasar. Sedangkan material modern, menawarkan solusi jangka panjang dengan fitur tahan air dan estetika tinggi.

    Dengan pemilihan dan penerapan yang tepat, dapat memastikan dinding rumah tetap kering dan awet. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com