Tag: anti karat

  • Pertimbangkan Faktor Ini Saat Pilih Material Pagar Biar Awet dan Kuat


    Jakarta

    Banyak rumah menggunakan pagar untuk menjaga keamanan dan privasi penghuni rumah. Kamu pun bisa pertimbangkan untuk pasang pagar untuk melengkapi rumah.

    Namun, jangan asal saat pilih material pagar. Cari tahu dulu material yang kuat dan cocok dengan rumah kamu biar awet.

    Saat memilih material pagar, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Berikut ini beberapa faktor penentunya, dikutip dari Bay Area Lions Gate, Selasa (20/8/2024).


    Tips Pilih Material Pagar

    1. Iklim

    Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan saat memilih material pagar adalah iklim. Material pagar harus bisa menahan kondisi cuaca di area rumah.

    Jika tinggal di area dengan kelembapan tinggi, kamu bisa pertimbangkan material yang tahan korosi seperti aluminium atau baja anti karat. Kalau tempat tinggal kamu sangat panas, bisa pakai material tahan panas seperti aluminium dan vinil.

    2. Keamanan

    Selain itu, pertimbangkan juga keamanan dari material pagar. Material yang kamu pilih harus kuat dan tahan lama untuk mencegah penyusup masuk. Material seperti baja atau besi tempa adalah pilihan yang sangat bagus untuk keamanan.

    3. Perawatan

    Lalu, pertimbangkan cara merawat material pagar. Material yang kamu pilih harus mudah dirawat. Material seperti aluminium atau vinil memerlukan sedikit perawatan, sedangkan material seperti kayu perlu pewarnaan atau pengecatan secara teratur.

    Jenis-jenis Material Pagar

    1. Aluminium

    Aluminium adalah material yang ringan, tahan lama, dan anti karat. Gerbang aluminium juga mudah dirawat dan dapat dilapisi bubuk dalam berbagai warna untuk menghias properti.

    2. Baja

    Baja adalah material yang kuat dan tahan lama, sehingga memberikan keamanan yang sangat baik. Baja tahan benturan dan dapat bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem. Namun, gerbang baja memerlukan perawatan rutin untuk mencegah karat dan korosi.

    3. Kayu

    Kayu mempunyai tampilan tradisional dan dapat dicat untuk melengkapi tampilan rumah. Namun, gerbang kayu memerlukan perawatan rutin untuk mencegah pembusukan dan pelapukan.

    4. Vinil

    Vinil adalah material yang perawatannya rendah yang tahan terhadap pemudaran, keretakan, dan pengelupasan. Material ini pilihan yang bagus untuk daerah yang cuacanya sangat panas. Vinil juga hanya memerlukan sedikit perawatan.

    Itulah beberapa tips seputar pemilihan material pagar. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Ambruk! Baja Ringan di Kanopi Tetap Bisa Berkarat, Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Baja ringan sering kali digunakan sebagai bahan pengganti kayu saat membangun rumah. Bahan ini biasa digunakan sebagai rangka atap, partisi dinding, hingga penyangga kanopi.

    Banyak orang menyukai material ini karena bobotnya yang ringan dan harganya yang lebih ekonomis. Tak hanya itu, baja ringan juga anti rayap, anti korosi atau karatan, serta mudah dibentuk.

    Meski banyak keunggulan, penggunaan baja ringan yang kurang tepat justru bisa merugikan pemilik rumah, lho. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim mengungkapkan kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan baja ringan ketika membangun kanopi. Pemasangan baja ringan yang salah ternyata justru menyebabkan korosi yang bisa fatal bila dibiarkan.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringanya dianggap seperti pengganti besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” ujar Albert kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Apabila baja ringan dibiarkan berkarat, lama-lama bisa menggerogoti dan menghilangkan ketebalan. Alhasil, baja ringan akan mudah tertekuk, bahkan runtuh dalam kasus ekstrem.

    “Kebanyakan penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (bajanya),” katanya.

    Selanjutnya, Albert menjelaskan penyebab korosi akibat cairan semen yang mengenai baja ringan. Terdapat reaksi kimia pada campuran air dan semen yang bisa merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ) yang berfungsi untuk melindungi baja ringan dari korosi.

    Adapun, sebenarnya baja ringan sebagai bahan yang sederhana menurut Albert, selama digunakan sesuai fungsinya maka akan tahan lama. Catatan yang perlu diingat adalah tidak mencampur baja ringan dengan cairan semen, maka akan aman dari korosi.

    “Seharusnya ada kolom beton dulu yang naik. Terus (kalau) kolom betonnya sudah jadi, sudah kering baru ditambahin sama baja ringan. Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. itu baru benar atau pakai material lain,” tutur Albert.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Baja Ringan Anti-Karat dapat Berkarat Juga? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Baja ringan menjadi salah satu bahan bangunan yang banyak dipilih sebagai pengganti kayu. Punya lapisan Alumunium Zinc (AZ) atau lapisan yang dapat mencegah karat, tapi mengapa baja ringan masih bisa berkarat seiring waktu?

    Saat ini, baja ringan kerap digunakan sebagai rangka atap dan partisi dinding pada rumah. Banyak orang yang memilih baja ringan karena punya sejumlah keunggulan, salah satunya yaitu memiliki bobot yang ringan dan kuat.

    Keunggulan lain dari baja ringan adalah anti rayap, anti karat, dan mudah dibentuk. Meski diklaim anti karat, akan tetapi baja ringan juga bisa berkarat seiring waktu.


    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan baja ringan menjadi korosi. Pada umumnya, hal ini terjadi karena cara menggunakannya yang salah.

    Lantas, apa yang menyebabkan baja ringan anti-karat jadi bisa berkarat? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Kenapa Baja Ringan Anti-karat bisa Berkarat?

    Mengutip catatan detikProperti, kontraktor sekaligus CEO Lyvprojects, Albert Lim mengungkapkan ada kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan baja ringan saat membangun kanopi. Pemasangan baja ringan yang salah ternyata justru memicu korosi. Apabila dibiarkan maka bisa fatal akibatnya.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti pengganti besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” kata Albert kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Jika baja ringan dibiarkan berkarat, maka seiring waktu dapat menggerogoti dan menghilangkan ketebalan. Alhasil, baja ringan akan mudah tertekuk, bahkan bisa saja runtuh dalam kasus yang ekstrem.

    “Kebanyakan penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (bajanya),” jelasnya.

    Lebih lanjut, Albert menjelaskan penyebab korosi karena cairan semen yang mengenai baja ringan. Terdapat reaksi kimia pada campuran air dan semen yang dapat merusak lapisan AZ yang berfungsi untuk melindungi baja ringan dan korosi.

    Albert menuturkan, baja ringan adalah bahan sederhana yang selama digunakan sesuai fungsinya maka akan awet. Hanya saja, baja ringan tidak dapat dicampur dengan cairan semen yang dapat menyebabkan korosi.

    “Seharusnya ada kolom beton dulu yang naik. Terus (kalau) kolom betonnya sudah jadi, sudah kering baru ditambahin sama baja ringan. Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. itu baru benar atau pakai material lain,” pungkas Albert.

    Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan

    Mengutip buku Rumah Rangka Baja Ringan Gaya Hunian Inspiratif dan Inovatif oleh Doni Swadarma, berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan dari baja ringan sebagai bahan bangunan.

    1. Kelebihan Baja Ringan

    • Sifatnya yang tidak mudah hancur (daktilitas)
    • Bobotnya ringan tapi tetap kuat
    • Proses pemasangannya lebih mudah
    • Anti karat
    • Kuat terhadap api dan rayap.

    2. Kekurangan Baja Ringan

    • Harga cenderung mahal
    • Tampilannya kurang estetis
    • Jika tidak dipasang dengan benar, akan mudah goyang terbawa angin
    • Bisa mengalami korosi jika digunakan secara tidak benar.

    Demikian penjelasan mengenai alasan baja ringan anti-karat bisa berkarat seiring waktu. Semoga artikel ini bermanfaat.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Pagar Besi Berkarat dan Tips Cara Perbaikinya Tanpa Tukang



    Jakarta

    Pagar besi terkenal kokoh dan kuat. Namun, kekurangannya adalah mudah berkarat sehingga ada potensi dari waktu ke waktu akan susah digeser dan ditutup.

    Selain berpengaruh pada kinerja pagar, karat juga bisa berpengaruh pada tampilan. Sebagai pintu pengaman rumah tentu pagar harus dalam keadaan kokoh dan baik.

    Mengapa Pagar Besi Bisa Berkarat?

    Dilansir BBC, besi merupakan material yang dapat bereaksi saat terkena air dan oksigen. Reaksi tersebut membentuk besi (III) oksida terhidrasi atau karat. Air dan oksigen tidak dapat langsung menimbulkan karat pada besi, melainkan melalui proses yang berulang. Besi jadi mudah berkarat juga karena lokasinya yang berada di ruang ruangan dan terkadang tidak ditutupi kanopi. Selain itu, ada faktor lain yang dapat menyebabkan pagar besi berkarat, berikut di antaranya.


    1. Cat Terkelupas

    Cara untuk mencegah pagar besi berkarat bisa dengan mengecat permukaannya dengan cat khusus anti karat. Namun, apabila cat tersebut mengelupas, besi dengan mudah bereaksi dengan air dan oksigen.

    2. Cuaca

    Hujan merupakan kondisi alam yang paling rentan membuat pagar besi berkarat. Bahkan tempias air pun dapat bereaksi dengan pagar besi yang tidak dilindungi anti karat. Selain itu, suhu udara yang lembab juga bisa memicu munculnya karat.

    3. Kotoran dan Vegetasi

    Tumpukan kotoran atau tanaman yang tumbuh di atas pagar juga bisa mempercepat korosi. Sebab, tumpukan tanaman yang kering juga bisa menjadi area yang lembap.

    Cara Mengatasi Pagar Besi Berkarat

    1. Cari Tahu Penyebabnya

    Sebelum memperbaikinya, amati apa penyebab pagar besi bisa berkarat. Apakah karena dekat dengan keran air, sering banjir, atau tidak dilapisi dengan cat.

    2. Bersihkan Karat dengan Sikat Kawat atau Amplas

    Setelah itu, amplas karat hingga tidak ada lagi yang timbul di permukaan besi. Cara ini disarankan untuk karat ringan. Setelah itu cat ulang bagian tersebut dengan cat khusus besi. Sebaiknya saat mengecat ulang, semua bagian juga ikut dicat agar tampilannya tidak timpang atau belang-belang.

    Pencegahan dan Pemeliharaan Pagar Besi Setelah Perbaikan

    Setelah diperbaiki, pemilik pagar harus lebih perhatian pada pagar, caranya adalah dengan membersihkan karat yang mungkin baru muncul setahun sekali. Alat yang bisa digunakan adalah amplas dan sikat kawat. Lalu, aplikasikan penetralisis karat atau campuran air lemon dan cuka di besi yang berkarat. Cat ulang pagar agar tampilannya seperti baru.

    Demikianlah penjelasan mengenai penyebab pagar besi berkarat dan cara mengatasinya. Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab dan langkah-langkah penanganan karat, kamu bisa mempertahankan kecantikan pagar besi di rumahmu dalam waktu yang lama. Semoga informasinya bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com