Tag Archives: anti

4 Tips Bikin Pagar Anti Maling, Mudah!


Jakarta

Tingkat kriminalitas di Indonesia masih cukup tinggi, terutama soal pencurian. Maling, sebutan untuk pelaku yang kerap mengambil barang orang lain, tidak hanya beraksi di tempat ramai, ada yang menargetkan rumah warga. Meskipun risikonya lebih tinggi, tetapi mereka berfikir pembobolan rumah akan jauh lebih menguntungkan apalagi saat tidak ada penghuninya.

Maka dari itu, banyak rumah di Indonesia memasang pagar sebagai pengaman terdepan. Dengan ada pagar rumah, orang luar tidak bisa sembarangan masuk ke halaman rumah, bahkan tidak bisa langsung melihat pintu masuk rumah. Penghuni rumah juga akan lebih tenang karena keamanan serta privasinya terlindungi.

Namun, pemasangan pagar ternyata tidak menjamin maling takut untuk beraksi. Saat situasinya mendukung mereka tetap berani membobol rumah. Lantas, apa yang perlu kita lakukan agar rumah tidak jadi target pencurian?


Dikutip dari situs United Fence Company, Kamis (24/10/2024), berikut beberapa persiapan dan kelengkapan yang harus ada di pagar rumah agar maling tidak berani membobol rumah kamu.

Cara Membuat Pagar Rumahmu Anti Dipanjat Maling

1. Duri Anti Panjat (Anti-Climb Spikes)

Pasang penghalang seperti duri atau paku anti panjat terbuat dari logam tajam di bagian atas pagar, sehingga maling akan sulit untuk berpegangan ketika memanjat. Selain itu kamu juga bisa menggunakan pecahan kaca atau kawat berduri sebagai alternatifnya. Cara ini juga banyak dipakai pada pagar bangunan pemerintahan.

Dengan adanya duri di sekeliling pagar rumah, maling akan lebih susah untuk memanjat rumah. Mau tidak mau harus melewati pintu masuk utama.

2. Menambahkan Terali

Ada beberapa bangunan yang memasang besi pembatas lagi di atas pagar hingga ke kanopi halaman. Nama besi pembatas ini adalah terali. Bentuknya mirip dengan pembatas besi di jendela rumah, ramping, kokoh, dan banyak ukurannya.

Tampilan rumah memang jadi tidak begitu estetik karena seperti berada di dalam kurungan, tetapi pemasangan terali jadi salah satu cara paling efektif mencegah maling memanjat pagar rumah.

3. CCTV

Kamu tidak akan pernah tahu seberapa ahlinya maling tersebut. Maka dari itu, keamanan rumah harus lebih canggih dan cepat mendeteksi pergerakan mencurigakan. Salah satu caranya adalah memasang CCTV. Kamera pengawas ini nantinya bisa mereka segala kejadian di rumah dan kamu bisa menonton ulangnya saat dibutuhkan.

Jika ingin lebih aman, cari CCTV yang bisa bergerak mengikuti pergerakan orang di sekitar rumah. Pastikan pemasangannya juga di tempat yang tepat, tidak tertutup apa pun, dan cukup terang.

4. Cat Anti Panjat

Apabila kamu tidak cukup dana untuk memasang besi tambahan atau jebakan lainnya. Kamu bisa melapisi pagar dengan cat anti panjat. Cat ini berupa ‘non-drying paint’ yang bisa membuat permukaan pagar licin sehingga maling akan kesulitan untuk memanjatnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

8 Cara Agar Ruangan di Dalam Rumah Tidak Lembap


Jakarta

Beberapa ruangan di dalam rumah rentan mengalami lembap. Perlu diketahui, kelembapan udara yang tinggi pada ruangan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti alergi hingga kesulitan bernapas.

Selain itu, ruangan yang terlalu lembap juga bisa menyebabkan kerusakan pada tembok, mulai dari cat yang terkelupas hingga muncul jamur. Terkadang, jamur yang tumbuh di tembok juga beracun, lho.

Oleh sebab itu, jika terdapat ruangan di dalam rumah yang kelembapannya tinggi maka perlu diatasi secepatnya. Lantas, bagaimana cara agar ruangan tidak lembap? Simak tipsnya dalam artikel ini.


Cara Agar Ruangan Tidak Lembap

Ruangan di dalam rumah yang terlalu lembap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuninya. Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara agar ruangan tidak lembap.

Mengutip laman Courtina, berikut beberapa cara agar ruangan di dalam rumah tidak terlalu lembap:

1. Menambah Ventilasi

Cara yang pertama adalah dengan menambah ventilasi. Hal ini menyebabkan udara dapat bersirkulasi dengan baik, sehingga mencegah ruangan terlalu lembap.

Kamu bisa menghitung jumlah ventilasi yang sesuai dengan mempertimbangkan luas ruangan. Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak memasang ventilasi karena juga tidak baik untuk kondisi ruangan.

2. Membuka Jendela dan Pintu Rumah

Agar ruangan tidak terlalu lembap, detikers juga perlu membuka jendela atau pintu rumah secara rutin di pagi hari. Langkah ini dilakukan agar matahari dapat masuk ke dalam rumah, sehingga udara yang masuk akan bergantian.

Perlu diketahui, udara yang tidak mengalir bisa menyebabkan kondensasi, sehingga memicu kelembapan tinggi di dalam ruangan. Hal tersebut juga bisa menimbulkan jamur dan lumut di tembok.

3. Meletakkan Silica Gel

Silica gel merupakan alat penyerap lembap berbentuk butiran-butiran kecil. Agar ruangan di dalam rumah tidak lembap, kamu bisa meletakkan beberapa silica gel di tiap sudut-sudut ruangan yang dirasa paling lembap.

Harga silica gel yang relatif murah bisa menjadi solusi alternatif bagi detikers yang ingin menghilangkan kelembapan.

4. Pakai Cat Dinding Anti Lembap

Langkah berikutnya adalah dengan menggunakan cat dinding anti lembap. Cat ini banyak dijual di toko-toko bangunan maupun toko online.

Selain mempercantik rumah dengan warna cat yang bagus, penggunaan cat dinding anti lembap juga membantu menjaga tingkat kelembapan, terutama pada bagian dinding.

5. Meletakkan Tanaman yang Menyerap Lembap

Untuk menghilangkan kelembapan tinggi di dalam ruangan, kamu bisa meletakkan tanaman yang berfungsi menyerap lembap. Beberapa tanaman yang ampuh untuk mengurangi kelembapan di antaranya tanaman ivy, chamomile, dan sepatu filum.

Akar, daun, hingga pori-pori dari ketiga tanaman tersebut dapat menyerap polutan serta mengendalikan tingkat kelembapan di dalam ruangan.

6. Menggunakan Dehumidifier

Ada sebuah alat yang bisa mengurangi kelembapan pada ruangan, yaitu dehumidifier. Alat elektronik ini bisa menghilangkan kelembapan dengan cara menyerap kandungan air di udara, sehingga menjadikan ruangan lebih sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan.

7. Memasang Hygrometer

Cara selanjutnya adalah dengan memasang hygrometer di ruangan yang lembap. Alat ini dapat mengetahui tingkat kelembapan pada suatu ruangan, sehingga lebih mudah untuk mengontrol dan menjaga agar tingkat kelembapan berada di batas normal, yakni sekitar 40-60%.

Dengan memasang hygrometer, detikers juga lebih hemat biaya karena bisa mengontrol penggunaan dehumidifier, AC, atau alat pemanas sesuai kebutuhan.

8. Menyalakan Kipas Angin di Area Lembap

Jika kamu tidak memiliki dehumidifier di rumah, solusi alternatifnya adalah dengan memanfaatkan kipas angin. Alat ini bisa digunakan untuk mempercepat proses pembuangan udara, terutama di ruangan lembap seperti kamar mandi atau dapur.

Caranya cukup mudah, yakni dengan mengarahkan kipas angin ke arah luar rumah untuk membuang udara lembap yang terperangkap di dalam ruangan.

Itu tadi delapan cara agar ruangan tidak lembap. Semoga dapat membantu detikers!

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Jangan Isolasi Area Ini di Rumah, Bakal Rugi Sendiri!



Jakarta

Mengetahui di mana harus mengisolasi bagian rumah kamu akan membuat terasa nyaman dan aman sepanjang musim penghujan. Saat musim penghujan hampir tiba, beberapa pemilik rumah ingin tahu cara menjaga rumah yang tidak memiliki insulasi yang baik agar tetap hangat.

Tetapi, terdapat beberapa area yang harus kamu pertimbangkan untuk mengisolasinya. Karena, jika insulasi tidak dipasang secara benar atau pada tempat yang salah, hal ini justru dapat menyebabkan lebih banyak kerugian dibandingkan dengan manfaatnya.

Apa itu Isolasi?

Melansir Home Building, Selasa (5/11/2024), jika mengambil pada pendekatannya, isolasi berarti membangun rumah yang sangat terisolasi serta kedap udara.


Sederhananya, ini tentang membungkus rumah kamu dengan menggunakan selimut termal guna menciptakan rumah berkelanjutan yang tidak terlalu banyak membutuhkan pemanas, serta meningkatkan tingkat kenyamanan, dan mengurangi biaya listrik kamu.

“Insulasi adalah komponen penting dari bangunan yang nyaman dan efisien, insulasi tidak hanya mengurangi kehilangan atau perolehan panas dengan menyediakan penghalang antara suhu dalam dan luar, tetapi penggunaannya juga dapat mendukung beberapa tantangan keberlanjutan dan pembangunan terbesar saat ini, mulai dari konsumsi energi hingga polusi suara dan ketahanan terhadap kebakaran,” kata Manajer produk GBU, James Francis.

Area Ventilasi

Melansir Ideal Home, pada Selasa (5/11/2024), ventilasi sering kali membuat rumah terasa lebih dingin, terutama pada saat musim-musim tertentu seperti musim penghujan ketika suhu mulai menurun.

“Meskipun terasa berangin, kamu tidak boleh membiarkan insulasi menutupi area ventilasi atau menggunakan bahan anti angin untuk menyumbatnya,” ujar pakar properti dan konstruksi MyJobQuote.co.uk, Thomas Goodman, dalam kutipannya di Ideal Home.

Dia menegaskan bahwa hal itu dapat menimbulkan masalah kelembapan yang signifikan dalam jangka panjang.

Di Atas Kabel Listrik

Sementara itu pendiri The Stairlift Store, Mark Glenney menerangkan insulasi loteng di atas kabel merupakan hal yang sulit. Kabel membutuhkan ruang untuk melepaskan panas dan membungkus insulasi dengan rapat pada area sekitar kabel atau kabel dapat memberikan resiko panas yang lebih.

“Menutupi kabel dengan insulasi loteng umumnya baik-baik saja, tetapi kamu harus memastikan kabel kamu memiliki peringkat yang tepat dan pada kotak sambungan diisolasi dengan baik dan benar sehingga tidak terlalu panas dan menimbulkan resiko kebakaran,” ujar pendiri dan CEO Furbnow, Becky Lane.

Hal itu juga tidak hanya bisa mengakibatkan kabel menjadi terlalu panas, tetapi juga bisa mengurangi kapasitas kabel untuk mengalirkan arus. Pada intinya, kabel hanya boleh ditutup dengan isolasi ketika seorang tenaga ahli listrik sudah mengkonfirmasi kalau hal ini tidak akan berdampak kepada kapasitasnya secara signifikan.

Rongga pada Dinding Bangunan Lama

Biarpun beberapa dinding rongga dapat diisolasi dan mungkin menjadi tempat paling sering untuk menambahkan isolasi, namun terdapat beberapa contoh di mana kamu lebih baik tak usah melakukannya. Karena isolasi pada dinding rongga yang tidak tepat bisa menimbulkan masalah kondensasi.

Jika kamu berencana untuk mengisolasi dinding rongga pada properti lama, sebaiknya kamu memakai bahan isolasi yang dapat bernapas guna mempertahankan kemampuan ini.

Loteng

Penyumbatan juga dapat menimbulkan terbentuknya kondensasi, kelembapan, serta jamur. Penting untuk kamu menjaganya supaya usia atap tidak terganggu.

Hal yang harus kamu perhatikan juga adalah harus mengganti atap karena kamu salah mengisolasi atap.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ini 5 Langkah Persiapan Rumah buat Hadapi Hujan Deras



Jakarta

Hujan deras belakangan ini terjadi di banyak wilayah di Indonesia. Dibutuhkan persiapan yang matang untuk mengamankan rumah di saat musim hujan datang. Apalagi untuk menghadapi hujan besar disertai angin yang bisa menimbulkan kerusakan.

Tanpa tindakan pencegahan yang tepat, hujan deras dapat menimbulkan kebocoran melalui atap, meluap ke talang air, membanjiri halaman, dan bisa merembes melalui pondasi atau dinding rumah.

Melansir Better Homes & Gardens, Kamis (7/11/2024), berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan rumah sebelum hujan lebat.


Bersihkan Sistem Talang Air

Sistem talang air mengumpulkan dan mengarahkan air hujan dari atap rumah ke area drainase yang tepat di luar rumah.

Jika talang air atau pipa pembuangan tersumbat, hujan deras dapat dengan cepat terkumpul dan meluap di bawah atap, ke rongga atap, dan bahkan bisa merembes melalui dinding rumah.

Sebelum hujan melanda, pastikan untuk memeriksa talang dan pipa pembuangan. Bersihkan ranting, daun, atau sampah lain yang terkumpul. Lalu bersihkan dengan menyiram talang air untuk memastikan bersih dan tidak ada kebocoran.

Periksa Atap Rumah

Pemeriksaan atap sebaiknya dilakukan setahun sekali atau setelah hujan deras. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mencari kerusakan, melakukan perbaikan, dan mengganti genteng atau sirap yang rusak atau bergeser.

Simpan Furniture dan Peralatan Luar Ruangan

Meskipun beberapa furniture luar ruangan dibuat untuk menahan hujan lebat dan hembusan angin kencang. Sebelum hujan menghantam rumah, simpan semua furniture dan peralatan luar ruangan yang dapat dipindahkan ke gudang atau garasi.

Barang yang tidak bisa dipindah harus diikat dan ditutup untuk mencegah tertiup angin atau rusak. Penting untuk membersihkan ranting yang mungkin terlempar oleh angin dan mengenai barang-barang kamu.

Tutup Area Jendela dan Pintu

Jendela atau pintu yang terbuka saat hujan bisa menyebabkan kerusakan di bagian dalam rumah. Sebelum hujan turun, tutup jendela dan pintu di sekitar rumah. Periksa jendela, pintu, rangka untuk mengetahui adanya kebocoran atau celah.

Bila diperlukan, pasang penutup jendela anti badai atau pasang tripleks di atas area yang rapuh untuk menciptakan penghalang terhadap hujan dan angin kencang.

Pangkas Pohon atau Cabang yang Mati

Cabang pohon yang tertiup angin dan patah dapat memecahkan jendela, merobek dinding, dan memecahkan genteng dari atap rumah. Periksa pohon secara teratur untuk mengurangi resiko kerusakan pada rumah saat terjadi hujan.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

7 Tanaman Ini Efektif Cegah Jamur di Rumah


Jakarta

Jamur dapat merusak tampilan rumah. Kemunculan jamur biasanya disebabkan karena daerah tersebut lembap. Apabila tidak segera diatasi, jamur dapat berkembang dengan cepat membentuk pola tidak beraturan berwarna hitam, putih, coklat, hingga hijau.

Ternyata, pertumbuhan jamur di rumah bisa dicegah dengan cara yang mudah dan murah yakni meletakkan tanaman hias yang bisa menyerap kelembapan. Kira-kira tanaman apa saja ya?

Melansir dari House Beautiful, berikut beberapa jenis tanaman yang bisa mencegah pertumbuhan jamur di sudut rumah.


1. Pakis

A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window.A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window. Foto: Getty Images/iStockphoto/silvia cozzi

Biasanya kamu melihat pakis sebagai tanaman liar yang tumbuh di sekitar parit atau kebun. Namun, ada lho tanaman pakis yang bagus dirawat di dalam rumah. Bahkan tanaman ini juga memiliki manfaat yang berguna yakni menyerap kelembapan udara dan mencegah pertumbuhan jamur di sekitarnya.

2. Lidah Buaya

Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

Lidah buaya dikenal kaya akan sifat antioksidan dan anti jamur. Selain itu, tanaman hias ini bisa menyerap kelembapan sehingga tidak ada celah jamur untuk tumbuh. Lidah buaya juga bisa diletakkan di dalam kamar mandi, mengingat ruangan ini paling lembap di rumah.

3. Palem

Ilustrasi palem kuningIlustrasi palem kuning Foto: Getty Images/iStockphoto/violettaviovi

Palem merupakan tanaman hias yang ukurannya cukup besar bahkan bisa seukuran manusia dewasa. Ternyata selain tampilannya yang menarik, palem juga dapat mengendalikan kelembapan dan mencegah timbulnya jamur.

4. Lidah Mertua

Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

Tanaman hias satu ini terkenal dapat menyaring udara terutama polusi. Ternyata ada kegunaannya yang lain dan tidak kalah bermanfaat yakni dapat menyerap kelembapan sehingga jamur tidak dapat berkembang. Tanaman ini juga cocok ditanam di ruangan yang hangat dan basah, seperti kamar mandi.

5. Anggrek

Ilustrasi anggrekIlustrasi anggrek Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski

Anggrek tidak hanya cantik sebagai tanaman hias, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas udara dan mengurangi kelembapan di sekitarnya.

6. Spider Plant

Ilustrasi anggrekIlustrasi anggrek Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski

Tanaman yang memiliki bentuk daun panjang dan ramping ini ternyata bisa menyerap kelembapan di rumah. Selain itu, perawatannya pun mudah sehingga cocok untuk dirawat di rumah.

7. Peace Lily

Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

Peace Lily adalah tanaman yang dapat mencegah jamur selanjutnya. Tanaman ini memiliki daun yang cantik yakni putih dengan bentuk yang unik. Namun, apabila kamu ingin menanamnya di rumah, jauhkan dari anak-anak dan binatang peliharaan. Sebab, apabila sampai tertelan bisa menyebabkan keracunan. Di dalamnya terdapat kandungan kalsium oksalat yang beracun.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Anti Ribet! 4 Langkah Basmi Laron di Rumah


Jakarta

Saat memasuki musim hujan, tidak jarang kamu melihat laron yang terbang di sekitar lampu rumah. Bergantung pada ukuran koloni dan spesiesnya, laron dapat muncul dalam jumlah besar, mulai dari ratusan hingga ribuan.

Pastinya dengan kehadiran laron sangat meresahkan bagi penghuni rumah, terutama jika laron berkerumun di dalam ruangan. Hal ini tentunya akan membuat kamu harus melakukan pembersihan akibat laron yang ada di ruangan.

Dilansir dari Homes & Gardens, berikut cara membasmi laron yang muncul sehingga sangat mengganggu waktu istirahat kamu di rumah.


Identifikasi Laron

Terkadang kamu salah menilai serangga yang terbang di rumah. Kebanyakan orang menyamakan kawan laron dengan semut terbang yang mungkin muncul pada waktu yang sama.

Satu hal yang membedakan laron dengan semut terbang adalah pada bagian sayapnya. Semut terbang memiliki sayap yang berukuran sama. Sebaliknya, laron memiliki sayang depan yang lebih besar daripada sayap belakang.

Temukan dan Atasi Sumbernya

Cari tanda-tanda aktivitas laron. Laron biasanya tidak akan terbang terlalu jauh dari sarangnya. Hal ini mungkin kamu dapat menemukan laron yang bersembunyi dengan mengikutinya saat mematikan lampu.

Laron tertarik pada kelembapan dan kayu, hal ini bisa membantu kamu untuk menemukan sumbernya.

Tutup Titik Masuk

Laron dapat memasuki rumah melalui celah-celah dan retakan. Cegah masuknya rayap terbang dengan menutup semua retakan atau celah di pondasi, dinding, dan di sekitar jendela serta pintu rumah kamu.

Semprot dan Vakum Laron

Laron sangat tertarik dengan cahaya, jadi terkadang hal ini membuat lebih mudah untuk menemukannya. Dengan menggunakan cahaya untuk menarik laron keluar.

Kamu dapat menggunakan semprotan anti-serangga buatan sendiri dari cuka atau asam borat untuk menyemprot laron yang kamu temukan. Laron juga dapat disemprot dengan pembersih jendela untuk membunuh mereka.

Kamu juga bisa menggunakan vakum yang ada di rumah untuk membasmi laron yang berkumpul di rumah. Sehingga membantu kamu dalam mengurangi populasi laron yang berkerumun.

Itulah langkah-langkah untuk membasmi laron di rumah. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Air AC Jangan Dibuang, Bisa buat Ngepel hingga Bersihkan WC!



Jakarta

AC atau Air Conditioner adalah alat penyejuk ruangan yang biasa ditempelkan di dinding. AC yang berfungsi normal pasti mengeluarkan air yang menetes dari selang.

Air ini tercipta dari proses akumulasi kelembapan ruangan selama penggunaan AC. Proses mendinginkan membuat suhu normal menjadi lebih dingin atau terjadi kondensasi sehingga menghasilkan air. Semakin sering dan lama penggunaan AC, air yang dihasilkan juga semakin banyak.

Nah, biasanya air yang dihasilkan AC tersebut dibuang oleh pemilik. Tapi, tahukah kamu, air buangan AC juga ada gunanya lho. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.


Kegunaan Air AC

Seperti yang kita tahu, air AC berasal dari kondensasi udara di dalam ruangan tersebut. Menurut greenprophet.com, air AC biasanya bersih dan bebas dari kontaminasi kotoran. Apabila AC tersebut terjaga kebersihannya, termasuk tempat penampungan airnya juga.

Air ini bisa digunakan untuk beberapa hal dan lebih bermanfaat daripada harus dibuang. Salah satunya adalah membersihkan jendela, lantai, hingga kloset WC. Air AC ini cukup aman untuk membersihkan beberapa bagian rumah karena tidak membuat barang rusak.

Apabila kamu ingin memakai untuk mengepel atau membersihkan toilet, tentu perlu ditambahkan cairan pengharum dan anti bakteri agar benar-benar bersih.

Jika kamu memiliki mobil di rumah, kamu bisa menggunakan air AC untuk membersihkan mobil tanpa khawatir terjadi korosi. Selain itu, bisa juga digunakan untuk mengganti air radiator mobil. Air buangan AC biasanya dingin dibandingkan air biasa sehingga membuat radiator mobil lebih sejuk dan mobil pun berfungsi lebih baik.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Mudah Cegah Rayap Muncul di Perabotan Kayu


Jakarta

Perabotan dari kayu masih menjadi pilihan yang digemari masyarakat. Alasannya adalah kokoh, tampilannya yang elegan dan tak lekang waktu, serta harganya yang masih masuk di kantong.

Namun, ada satu yang menjadi risiko terbesar jika memakai perabotan kayu yakni bisa rusak karena rayap. Serangga satu ini jarang diketahui kemunculannya. Tiba-tiba kumpulan rayap sudah merusak perabotan kayu di rumah.

Selain menyukai kayu, banyak penyebab lain yang memicu rayap muncul. Agar perabotan kamu tidak jadi sasaran, dilansir Better Homes & Gardens berikut penyebab dan cara mencegah rayap merusak perabotan kayu di rumah.


1. Jangan Biarkan Area Lembap di Rumah

Salah satu penyebab rayap muncul adalah mereka menemukan tempat yang lembap pada perabotan kayu. Lembap ini bisa disebabkan karena banyak hal, misalnya perabotan tersebut berada dekat dinding yang bocor atau rembes, kitchen set tersebut sering terkena panas dan cipratan air, atau memang kualitas udara di rumah yang terlalu lembap.

Untuk mencegah rayap muncul, perbaiki sumber masalah tersebut. Jika masalahnya pada kualitas udara, kamu bisa membeli dehumidifier yang sudah terbukti dapat menyerap udara lembap.

2. Kualitas Kayu yang Jelek

Kayu memiliki beragam jenis. Ada yang berkualitas dan ada pula yang tidak. Hal tersebut bisa dilihat dari harga jual dan kekokohannya. Kayu yang diawetkan dengan tekanan dan produk kayu komposit buatan dirancang khusus untuk rumah guna mencegah rayap dan memperpanjang umur bangunan. Kayu merah, cedar kuning, jati, cemara juga menjadi kayu yang dihindari oleh rayap.

Saat membeli perabotan kayu, kamu bisa menanyakan soal lapisan anti rayap. Lapisan ini akan melindungi kayu dari gigitan rayap sehingga pemakaiannya lebih tahan lama.

3. Bersihkan Drainase/Selokan

Meskipun perabotan berada di dalam rumah, tetapi drainase dan seloka juga bisa menyebabkan datangnya rayap. Selokan dan drainase yang tidak tersumbat tidak akan merusak perpipaan di rumah atau menyebabkan kebocoran.

Apabila dua lokasi pembuangan ini tersumbat, air tidak akan terbuang, melainkan masuk ke dalam rumah. Saat udara di dalam rumah bertambah lembap, rayap semakin menyukainya.

4. Lakukan Pengecekan Rutin

Yang terakhir tentunya kamu harus melakukan pengecekan secara rutin. Bila kamu menemukan tanda-tanda kehidupan rayap di rumahmu, sebaiknya kamu harus segera membasminya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

3 Cara Bikin Bangunan Rumah Lebih Tahan Banjir


Jakarta

Rumah yang diterjang banjir bisa menimbulkan banyak kerugian bagi pemiliknya. Sebab, rumah yang terendam banjir bisa merusak harta benda maupun struktur bangunan rumah.

Kamu perlu lebih waspada kalau tinggal di kawasan yang rawan banjir. Bahkan, kawasan yang tidak rawan pun sewaktu-waktu bisa dilanda banjir, lho.

Oleh karena itu, ada baiknya melakukan antisipasi dengan membuat rumah yang tahan menghadapi banjir. Namun, sebelum itu kamu perlu cari tahu dulu potensi ketinggian banjir di kawasan permukimanmu.


Simak tips membangun rumah agar lebih terlindungi ketika banjir.

Tips Bangun Rumah Tahan Banjir

Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan rumah menghadapi banjir seperti yang dikutip dari Archdaily.

1. Meninggikan Bangunan

Untuk mengurangi risiko kerusakan, arsitek perlu merancang struktur yang lebih tinggi di atas permukaan banjir. Salah satu caranya adalah membangun struktur di atas kolom atau panggung.

Selain itu, fondasi rumah dapat dibuat lebih tinggi. Arsitek dapat menganalisis iklim dan sejarah banjir di daerah tersebut serta berkonsultasi dengan sumber daya online, untuk menyesuaikan fondasi yang tepat buat lokasi rumah.

2. Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer Tahan Air

Selanjutnya, arsitek bisa melapisi bangunan rumah dengan pelapis anti air. Pastikan menggunakan pelapis anti banjir yang jenisnya kering. Pelapis tersebut mencegah air banjir masuk, sedangkan pelapisan anti banjir basah memungkinkan air banjir masuk ke dalam rumah.

Pelapisan ini terdiri dari pelapis, sealant, dan veneer kedap air yang menghentikan air mencapai bagian dalam bangunan. Veneer kedap air terdiri dari lapisan batu bata yang dengan membran kedap air. Dengan begitu, dinding luar tidak dapat ditembus oleh air.

Untuk dinding interior, arsitek sebaiknya memakai insulasi busa sel tertutup yang dapat dicuci di area yang berpotensi terendam banjir.

Kamu bisa memasang pelapis dan sealant pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu untuk mencegah masuknya air banjir melalui celah-celah. Biasanya bukaan tersebut tidak dirancang untuk kedap air.

3. Amankan Perangkat Elektronik

Sebaiknya kamu menempatkan peralatan servis di atas permukaan air banjir. Peralatan ini mencakup peralatan listrik seperti panel servis, meteran, sakelar, dan stopkontak.

Komponen-komponen ini sangat rentan rusak kalau terendam air. Belum lagi ada risiko kebakaran jika terjadi korsleting.

Oleh karena itu, komponen tersebut perlu ditempatkan tinggi di atas permukaan banjir. Jika hal itu tidak memungkinkan, kamu bisa merancang komponen itu agar lebih tahan air. Misalnya menggunakan penutup kedap air, penghalang, lapisan pelindung, atau metode lainnya.

Itulah beberapa tips membangun rumah yang tahan menghadapi banjir. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Alasan Katak Sering Datang ke Rumah dan Cara Mengusirnya



Jakarta

Saat musim hujan seperti sekarang ini kodok sering muncul di pekarangan rumah. Hewan amfibi ini memang tidak berbahaya, tapi sebagian orang mungkin takut terhadapnya.

Ada Beberapa cara ampuh untuk mengusir kodok dari rumah. Tapi sebelum itu, perlu diketahui juga penyebab mengapa kodok datang ke halaman rumahmu. Berikut penjelasannya.

Penyebab Katak Muncul di Halaman Rumah

Mengutip dari KliknClean, katak bisa muncul di halaman atau kebun disebabkan suatu hal yang menarik perhatiannya. Bisa jadi rumah kamu mempunyai kolam atau dekat dengan kebun yang mungkin jadi sumber makanan. Berikut beberapa penyebab lainnya mengapa katak masuk ke halaman rumah.


1. Keberadaan Air

Katak tergolong sebagai hewan amfibi, mereka lebih suka tinggal di dekat sumber air. Sumber air di properti kamu seperti kolam renang ataupun kolam ikan dapat menarik perhatian katak.

2. Serangga

Penyebab munculnya katak dalam jumlah banyak adalah terdapat serangga di sekitar rumah. Misalnya, seperti lalat dan nyamuk yang menjadi sumber makanan utama mereka. Katak akan berkumpul di mana mereka mendapatkan banyak serangga untuk dimakan.

3. Lampu Taman

Mempunyai lampu di taman dapat membuat tampilan taman jadi semakin indah, tetapi ini juga menarik perhatian sejumlah serangga. Karena serangga berkumpul, katak pun akan datang untuk memangsa serangga tersebut.

Dengan demikian, semakin banyak lampu yang kamu nyalakan di malam hari pada halaman atau taman kamu, semakin besar kemungkinan akan ada pesta berkumpulnya katak dan kodok.

4. Terdapat Kolam atau Kebun

Katak adalah makhluk menyukai tempat teduh untuk berlindung. Seperti kebun atau halaman rumah yang terdapat banyak rumput liar, dedaunan, atau rumput yang cukup tinggi.

Memiliki kebun padat yang jarang dibersihkan dapat menarik perhatian serangga dan menjadi tempat tinggal baru bagi katak.

Tips Usir Katak dari Halaman Rumah

Mungkin sangat sulit untuk menyingkirkan katak atau kodok tanpa menggunakan bahan kimia. Namun, ada beberapa metode efektif untuk menghilangkan populasi yang lebih kecil. Metode ini bisa sangat ampuh diterapkan, tetapi membutuhkan kesabaran dan kerja keras. Bahan yang digunakan pun sangat murah dan jarang membahayakan katak.

1. Ampas Kopi

Kamu dapat memanfaatkan ampas kopi untuk mengusir katak. Caranya, kamu dapat menaburkan ampas kopi di area tanah kosong, contohnya kebun kamu.

Tanah yang kaya nitrat dicampurkan dengan ampas kopi, akan menghasilkan rasa tidak nyaman pada katak yang menginjaknya.

2. Cuka

Kamu dapat membuat cairan anti katak. Caranya, kamu dapat mencampurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama. Kemudian semprotkan pada area yang sering dijumpai katak. Kelemahan utama dari semprotan cuka adalah tingkat keasaman tinggi yang dapat membunuh tanaman yang disemprot.

3. Air garam

Katak adalah hewan yang peka terhadap air garam. Dengan menyemprotkan sedikit air garam di sekitar area yang disukai katak. Maka akan membuat kaki katak merasakan efek seperti tersengat.

Demikian penyebab dan tips mengusir katak dari halaman rumah. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com