Tag: anti

  • Jangan Isolasi Area Ini di Rumah, Bakal Rugi Sendiri!



    Jakarta

    Mengetahui di mana harus mengisolasi bagian rumah kamu akan membuat terasa nyaman dan aman sepanjang musim penghujan. Saat musim penghujan hampir tiba, beberapa pemilik rumah ingin tahu cara menjaga rumah yang tidak memiliki insulasi yang baik agar tetap hangat.

    Tetapi, terdapat beberapa area yang harus kamu pertimbangkan untuk mengisolasinya. Karena, jika insulasi tidak dipasang secara benar atau pada tempat yang salah, hal ini justru dapat menyebabkan lebih banyak kerugian dibandingkan dengan manfaatnya.

    Apa itu Isolasi?

    Melansir Home Building, Selasa (5/11/2024), jika mengambil pada pendekatannya, isolasi berarti membangun rumah yang sangat terisolasi serta kedap udara.


    Sederhananya, ini tentang membungkus rumah kamu dengan menggunakan selimut termal guna menciptakan rumah berkelanjutan yang tidak terlalu banyak membutuhkan pemanas, serta meningkatkan tingkat kenyamanan, dan mengurangi biaya listrik kamu.

    “Insulasi adalah komponen penting dari bangunan yang nyaman dan efisien, insulasi tidak hanya mengurangi kehilangan atau perolehan panas dengan menyediakan penghalang antara suhu dalam dan luar, tetapi penggunaannya juga dapat mendukung beberapa tantangan keberlanjutan dan pembangunan terbesar saat ini, mulai dari konsumsi energi hingga polusi suara dan ketahanan terhadap kebakaran,” kata Manajer produk GBU, James Francis.

    Area Ventilasi

    Melansir Ideal Home, pada Selasa (5/11/2024), ventilasi sering kali membuat rumah terasa lebih dingin, terutama pada saat musim-musim tertentu seperti musim penghujan ketika suhu mulai menurun.

    “Meskipun terasa berangin, kamu tidak boleh membiarkan insulasi menutupi area ventilasi atau menggunakan bahan anti angin untuk menyumbatnya,” ujar pakar properti dan konstruksi MyJobQuote.co.uk, Thomas Goodman, dalam kutipannya di Ideal Home.

    Dia menegaskan bahwa hal itu dapat menimbulkan masalah kelembapan yang signifikan dalam jangka panjang.

    Di Atas Kabel Listrik

    Sementara itu pendiri The Stairlift Store, Mark Glenney menerangkan insulasi loteng di atas kabel merupakan hal yang sulit. Kabel membutuhkan ruang untuk melepaskan panas dan membungkus insulasi dengan rapat pada area sekitar kabel atau kabel dapat memberikan resiko panas yang lebih.

    “Menutupi kabel dengan insulasi loteng umumnya baik-baik saja, tetapi kamu harus memastikan kabel kamu memiliki peringkat yang tepat dan pada kotak sambungan diisolasi dengan baik dan benar sehingga tidak terlalu panas dan menimbulkan resiko kebakaran,” ujar pendiri dan CEO Furbnow, Becky Lane.

    Hal itu juga tidak hanya bisa mengakibatkan kabel menjadi terlalu panas, tetapi juga bisa mengurangi kapasitas kabel untuk mengalirkan arus. Pada intinya, kabel hanya boleh ditutup dengan isolasi ketika seorang tenaga ahli listrik sudah mengkonfirmasi kalau hal ini tidak akan berdampak kepada kapasitasnya secara signifikan.

    Rongga pada Dinding Bangunan Lama

    Biarpun beberapa dinding rongga dapat diisolasi dan mungkin menjadi tempat paling sering untuk menambahkan isolasi, namun terdapat beberapa contoh di mana kamu lebih baik tak usah melakukannya. Karena isolasi pada dinding rongga yang tidak tepat bisa menimbulkan masalah kondensasi.

    Jika kamu berencana untuk mengisolasi dinding rongga pada properti lama, sebaiknya kamu memakai bahan isolasi yang dapat bernapas guna mempertahankan kemampuan ini.

    Loteng

    Penyumbatan juga dapat menimbulkan terbentuknya kondensasi, kelembapan, serta jamur. Penting untuk kamu menjaganya supaya usia atap tidak terganggu.

    Hal yang harus kamu perhatikan juga adalah harus mengganti atap karena kamu salah mengisolasi atap.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 5 Langkah Persiapan Rumah buat Hadapi Hujan Deras



    Jakarta

    Hujan deras belakangan ini terjadi di banyak wilayah di Indonesia. Dibutuhkan persiapan yang matang untuk mengamankan rumah di saat musim hujan datang. Apalagi untuk menghadapi hujan besar disertai angin yang bisa menimbulkan kerusakan.

    Tanpa tindakan pencegahan yang tepat, hujan deras dapat menimbulkan kebocoran melalui atap, meluap ke talang air, membanjiri halaman, dan bisa merembes melalui pondasi atau dinding rumah.

    Melansir Better Homes & Gardens, Kamis (7/11/2024), berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan rumah sebelum hujan lebat.


    Bersihkan Sistem Talang Air

    Sistem talang air mengumpulkan dan mengarahkan air hujan dari atap rumah ke area drainase yang tepat di luar rumah.

    Jika talang air atau pipa pembuangan tersumbat, hujan deras dapat dengan cepat terkumpul dan meluap di bawah atap, ke rongga atap, dan bahkan bisa merembes melalui dinding rumah.

    Sebelum hujan melanda, pastikan untuk memeriksa talang dan pipa pembuangan. Bersihkan ranting, daun, atau sampah lain yang terkumpul. Lalu bersihkan dengan menyiram talang air untuk memastikan bersih dan tidak ada kebocoran.

    Periksa Atap Rumah

    Pemeriksaan atap sebaiknya dilakukan setahun sekali atau setelah hujan deras. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mencari kerusakan, melakukan perbaikan, dan mengganti genteng atau sirap yang rusak atau bergeser.

    Simpan Furniture dan Peralatan Luar Ruangan

    Meskipun beberapa furniture luar ruangan dibuat untuk menahan hujan lebat dan hembusan angin kencang. Sebelum hujan menghantam rumah, simpan semua furniture dan peralatan luar ruangan yang dapat dipindahkan ke gudang atau garasi.

    Barang yang tidak bisa dipindah harus diikat dan ditutup untuk mencegah tertiup angin atau rusak. Penting untuk membersihkan ranting yang mungkin terlempar oleh angin dan mengenai barang-barang kamu.

    Tutup Area Jendela dan Pintu

    Jendela atau pintu yang terbuka saat hujan bisa menyebabkan kerusakan di bagian dalam rumah. Sebelum hujan turun, tutup jendela dan pintu di sekitar rumah. Periksa jendela, pintu, rangka untuk mengetahui adanya kebocoran atau celah.

    Bila diperlukan, pasang penutup jendela anti badai atau pasang tripleks di atas area yang rapuh untuk menciptakan penghalang terhadap hujan dan angin kencang.

    Pangkas Pohon atau Cabang yang Mati

    Cabang pohon yang tertiup angin dan patah dapat memecahkan jendela, merobek dinding, dan memecahkan genteng dari atap rumah. Periksa pohon secara teratur untuk mengurangi resiko kerusakan pada rumah saat terjadi hujan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Ini Efektif Cegah Jamur di Rumah


    Jakarta

    Jamur dapat merusak tampilan rumah. Kemunculan jamur biasanya disebabkan karena daerah tersebut lembap. Apabila tidak segera diatasi, jamur dapat berkembang dengan cepat membentuk pola tidak beraturan berwarna hitam, putih, coklat, hingga hijau.

    Ternyata, pertumbuhan jamur di rumah bisa dicegah dengan cara yang mudah dan murah yakni meletakkan tanaman hias yang bisa menyerap kelembapan. Kira-kira tanaman apa saja ya?

    Melansir dari House Beautiful, berikut beberapa jenis tanaman yang bisa mencegah pertumbuhan jamur di sudut rumah.


    1. Pakis

    A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window.A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window. Foto: Getty Images/iStockphoto/silvia cozzi

    Biasanya kamu melihat pakis sebagai tanaman liar yang tumbuh di sekitar parit atau kebun. Namun, ada lho tanaman pakis yang bagus dirawat di dalam rumah. Bahkan tanaman ini juga memiliki manfaat yang berguna yakni menyerap kelembapan udara dan mencegah pertumbuhan jamur di sekitarnya.

    2. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Lidah buaya dikenal kaya akan sifat antioksidan dan anti jamur. Selain itu, tanaman hias ini bisa menyerap kelembapan sehingga tidak ada celah jamur untuk tumbuh. Lidah buaya juga bisa diletakkan di dalam kamar mandi, mengingat ruangan ini paling lembap di rumah.

    3. Palem

    Ilustrasi palem kuningIlustrasi palem kuning Foto: Getty Images/iStockphoto/violettaviovi

    Palem merupakan tanaman hias yang ukurannya cukup besar bahkan bisa seukuran manusia dewasa. Ternyata selain tampilannya yang menarik, palem juga dapat mengendalikan kelembapan dan mencegah timbulnya jamur.

    4. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Tanaman hias satu ini terkenal dapat menyaring udara terutama polusi. Ternyata ada kegunaannya yang lain dan tidak kalah bermanfaat yakni dapat menyerap kelembapan sehingga jamur tidak dapat berkembang. Tanaman ini juga cocok ditanam di ruangan yang hangat dan basah, seperti kamar mandi.

    5. Anggrek

    Ilustrasi anggrekIlustrasi anggrek Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski

    Anggrek tidak hanya cantik sebagai tanaman hias, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas udara dan mengurangi kelembapan di sekitarnya.

    6. Spider Plant

    Ilustrasi anggrekIlustrasi anggrek Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski

    Tanaman yang memiliki bentuk daun panjang dan ramping ini ternyata bisa menyerap kelembapan di rumah. Selain itu, perawatannya pun mudah sehingga cocok untuk dirawat di rumah.

    7. Peace Lily

    Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

    Peace Lily adalah tanaman yang dapat mencegah jamur selanjutnya. Tanaman ini memiliki daun yang cantik yakni putih dengan bentuk yang unik. Namun, apabila kamu ingin menanamnya di rumah, jauhkan dari anak-anak dan binatang peliharaan. Sebab, apabila sampai tertelan bisa menyebabkan keracunan. Di dalamnya terdapat kandungan kalsium oksalat yang beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Ribet! 4 Langkah Basmi Laron di Rumah


    Jakarta

    Saat memasuki musim hujan, tidak jarang kamu melihat laron yang terbang di sekitar lampu rumah. Bergantung pada ukuran koloni dan spesiesnya, laron dapat muncul dalam jumlah besar, mulai dari ratusan hingga ribuan.

    Pastinya dengan kehadiran laron sangat meresahkan bagi penghuni rumah, terutama jika laron berkerumun di dalam ruangan. Hal ini tentunya akan membuat kamu harus melakukan pembersihan akibat laron yang ada di ruangan.

    Dilansir dari Homes & Gardens, berikut cara membasmi laron yang muncul sehingga sangat mengganggu waktu istirahat kamu di rumah.


    Identifikasi Laron

    Terkadang kamu salah menilai serangga yang terbang di rumah. Kebanyakan orang menyamakan kawan laron dengan semut terbang yang mungkin muncul pada waktu yang sama.

    Satu hal yang membedakan laron dengan semut terbang adalah pada bagian sayapnya. Semut terbang memiliki sayap yang berukuran sama. Sebaliknya, laron memiliki sayang depan yang lebih besar daripada sayap belakang.

    Temukan dan Atasi Sumbernya

    Cari tanda-tanda aktivitas laron. Laron biasanya tidak akan terbang terlalu jauh dari sarangnya. Hal ini mungkin kamu dapat menemukan laron yang bersembunyi dengan mengikutinya saat mematikan lampu.

    Laron tertarik pada kelembapan dan kayu, hal ini bisa membantu kamu untuk menemukan sumbernya.

    Tutup Titik Masuk

    Laron dapat memasuki rumah melalui celah-celah dan retakan. Cegah masuknya rayap terbang dengan menutup semua retakan atau celah di pondasi, dinding, dan di sekitar jendela serta pintu rumah kamu.

    Semprot dan Vakum Laron

    Laron sangat tertarik dengan cahaya, jadi terkadang hal ini membuat lebih mudah untuk menemukannya. Dengan menggunakan cahaya untuk menarik laron keluar.

    Kamu dapat menggunakan semprotan anti-serangga buatan sendiri dari cuka atau asam borat untuk menyemprot laron yang kamu temukan. Laron juga dapat disemprot dengan pembersih jendela untuk membunuh mereka.

    Kamu juga bisa menggunakan vakum yang ada di rumah untuk membasmi laron yang berkumpul di rumah. Sehingga membantu kamu dalam mengurangi populasi laron yang berkerumun.

    Itulah langkah-langkah untuk membasmi laron di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Air AC Jangan Dibuang, Bisa buat Ngepel hingga Bersihkan WC!



    Jakarta

    AC atau Air Conditioner adalah alat penyejuk ruangan yang biasa ditempelkan di dinding. AC yang berfungsi normal pasti mengeluarkan air yang menetes dari selang.

    Air ini tercipta dari proses akumulasi kelembapan ruangan selama penggunaan AC. Proses mendinginkan membuat suhu normal menjadi lebih dingin atau terjadi kondensasi sehingga menghasilkan air. Semakin sering dan lama penggunaan AC, air yang dihasilkan juga semakin banyak.

    Nah, biasanya air yang dihasilkan AC tersebut dibuang oleh pemilik. Tapi, tahukah kamu, air buangan AC juga ada gunanya lho. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.


    Kegunaan Air AC

    Seperti yang kita tahu, air AC berasal dari kondensasi udara di dalam ruangan tersebut. Menurut greenprophet.com, air AC biasanya bersih dan bebas dari kontaminasi kotoran. Apabila AC tersebut terjaga kebersihannya, termasuk tempat penampungan airnya juga.

    Air ini bisa digunakan untuk beberapa hal dan lebih bermanfaat daripada harus dibuang. Salah satunya adalah membersihkan jendela, lantai, hingga kloset WC. Air AC ini cukup aman untuk membersihkan beberapa bagian rumah karena tidak membuat barang rusak.

    Apabila kamu ingin memakai untuk mengepel atau membersihkan toilet, tentu perlu ditambahkan cairan pengharum dan anti bakteri agar benar-benar bersih.

    Jika kamu memiliki mobil di rumah, kamu bisa menggunakan air AC untuk membersihkan mobil tanpa khawatir terjadi korosi. Selain itu, bisa juga digunakan untuk mengganti air radiator mobil. Air buangan AC biasanya dingin dibandingkan air biasa sehingga membuat radiator mobil lebih sejuk dan mobil pun berfungsi lebih baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Mudah Cegah Rayap Muncul di Perabotan Kayu


    Jakarta

    Perabotan dari kayu masih menjadi pilihan yang digemari masyarakat. Alasannya adalah kokoh, tampilannya yang elegan dan tak lekang waktu, serta harganya yang masih masuk di kantong.

    Namun, ada satu yang menjadi risiko terbesar jika memakai perabotan kayu yakni bisa rusak karena rayap. Serangga satu ini jarang diketahui kemunculannya. Tiba-tiba kumpulan rayap sudah merusak perabotan kayu di rumah.

    Selain menyukai kayu, banyak penyebab lain yang memicu rayap muncul. Agar perabotan kamu tidak jadi sasaran, dilansir Better Homes & Gardens berikut penyebab dan cara mencegah rayap merusak perabotan kayu di rumah.


    1. Jangan Biarkan Area Lembap di Rumah

    Salah satu penyebab rayap muncul adalah mereka menemukan tempat yang lembap pada perabotan kayu. Lembap ini bisa disebabkan karena banyak hal, misalnya perabotan tersebut berada dekat dinding yang bocor atau rembes, kitchen set tersebut sering terkena panas dan cipratan air, atau memang kualitas udara di rumah yang terlalu lembap.

    Untuk mencegah rayap muncul, perbaiki sumber masalah tersebut. Jika masalahnya pada kualitas udara, kamu bisa membeli dehumidifier yang sudah terbukti dapat menyerap udara lembap.

    2. Kualitas Kayu yang Jelek

    Kayu memiliki beragam jenis. Ada yang berkualitas dan ada pula yang tidak. Hal tersebut bisa dilihat dari harga jual dan kekokohannya. Kayu yang diawetkan dengan tekanan dan produk kayu komposit buatan dirancang khusus untuk rumah guna mencegah rayap dan memperpanjang umur bangunan. Kayu merah, cedar kuning, jati, cemara juga menjadi kayu yang dihindari oleh rayap.

    Saat membeli perabotan kayu, kamu bisa menanyakan soal lapisan anti rayap. Lapisan ini akan melindungi kayu dari gigitan rayap sehingga pemakaiannya lebih tahan lama.

    3. Bersihkan Drainase/Selokan

    Meskipun perabotan berada di dalam rumah, tetapi drainase dan seloka juga bisa menyebabkan datangnya rayap. Selokan dan drainase yang tidak tersumbat tidak akan merusak perpipaan di rumah atau menyebabkan kebocoran.

    Apabila dua lokasi pembuangan ini tersumbat, air tidak akan terbuang, melainkan masuk ke dalam rumah. Saat udara di dalam rumah bertambah lembap, rayap semakin menyukainya.

    4. Lakukan Pengecekan Rutin

    Yang terakhir tentunya kamu harus melakukan pengecekan secara rutin. Bila kamu menemukan tanda-tanda kehidupan rayap di rumahmu, sebaiknya kamu harus segera membasminya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Bikin Bangunan Rumah Lebih Tahan Banjir


    Jakarta

    Rumah yang diterjang banjir bisa menimbulkan banyak kerugian bagi pemiliknya. Sebab, rumah yang terendam banjir bisa merusak harta benda maupun struktur bangunan rumah.

    Kamu perlu lebih waspada kalau tinggal di kawasan yang rawan banjir. Bahkan, kawasan yang tidak rawan pun sewaktu-waktu bisa dilanda banjir, lho.

    Oleh karena itu, ada baiknya melakukan antisipasi dengan membuat rumah yang tahan menghadapi banjir. Namun, sebelum itu kamu perlu cari tahu dulu potensi ketinggian banjir di kawasan permukimanmu.


    Simak tips membangun rumah agar lebih terlindungi ketika banjir.

    Tips Bangun Rumah Tahan Banjir

    Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan rumah menghadapi banjir seperti yang dikutip dari Archdaily.

    1. Meninggikan Bangunan

    Untuk mengurangi risiko kerusakan, arsitek perlu merancang struktur yang lebih tinggi di atas permukaan banjir. Salah satu caranya adalah membangun struktur di atas kolom atau panggung.

    Selain itu, fondasi rumah dapat dibuat lebih tinggi. Arsitek dapat menganalisis iklim dan sejarah banjir di daerah tersebut serta berkonsultasi dengan sumber daya online, untuk menyesuaikan fondasi yang tepat buat lokasi rumah.

    2. Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer Tahan Air

    Selanjutnya, arsitek bisa melapisi bangunan rumah dengan pelapis anti air. Pastikan menggunakan pelapis anti banjir yang jenisnya kering. Pelapis tersebut mencegah air banjir masuk, sedangkan pelapisan anti banjir basah memungkinkan air banjir masuk ke dalam rumah.

    Pelapisan ini terdiri dari pelapis, sealant, dan veneer kedap air yang menghentikan air mencapai bagian dalam bangunan. Veneer kedap air terdiri dari lapisan batu bata yang dengan membran kedap air. Dengan begitu, dinding luar tidak dapat ditembus oleh air.

    Untuk dinding interior, arsitek sebaiknya memakai insulasi busa sel tertutup yang dapat dicuci di area yang berpotensi terendam banjir.

    Kamu bisa memasang pelapis dan sealant pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu untuk mencegah masuknya air banjir melalui celah-celah. Biasanya bukaan tersebut tidak dirancang untuk kedap air.

    3. Amankan Perangkat Elektronik

    Sebaiknya kamu menempatkan peralatan servis di atas permukaan air banjir. Peralatan ini mencakup peralatan listrik seperti panel servis, meteran, sakelar, dan stopkontak.

    Komponen-komponen ini sangat rentan rusak kalau terendam air. Belum lagi ada risiko kebakaran jika terjadi korsleting.

    Oleh karena itu, komponen tersebut perlu ditempatkan tinggi di atas permukaan banjir. Jika hal itu tidak memungkinkan, kamu bisa merancang komponen itu agar lebih tahan air. Misalnya menggunakan penutup kedap air, penghalang, lapisan pelindung, atau metode lainnya.

    Itulah beberapa tips membangun rumah yang tahan menghadapi banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Katak Sering Datang ke Rumah dan Cara Mengusirnya



    Jakarta

    Saat musim hujan seperti sekarang ini kodok sering muncul di pekarangan rumah. Hewan amfibi ini memang tidak berbahaya, tapi sebagian orang mungkin takut terhadapnya.

    Ada Beberapa cara ampuh untuk mengusir kodok dari rumah. Tapi sebelum itu, perlu diketahui juga penyebab mengapa kodok datang ke halaman rumahmu. Berikut penjelasannya.

    Penyebab Katak Muncul di Halaman Rumah

    Mengutip dari KliknClean, katak bisa muncul di halaman atau kebun disebabkan suatu hal yang menarik perhatiannya. Bisa jadi rumah kamu mempunyai kolam atau dekat dengan kebun yang mungkin jadi sumber makanan. Berikut beberapa penyebab lainnya mengapa katak masuk ke halaman rumah.


    1. Keberadaan Air

    Katak tergolong sebagai hewan amfibi, mereka lebih suka tinggal di dekat sumber air. Sumber air di properti kamu seperti kolam renang ataupun kolam ikan dapat menarik perhatian katak.

    2. Serangga

    Penyebab munculnya katak dalam jumlah banyak adalah terdapat serangga di sekitar rumah. Misalnya, seperti lalat dan nyamuk yang menjadi sumber makanan utama mereka. Katak akan berkumpul di mana mereka mendapatkan banyak serangga untuk dimakan.

    3. Lampu Taman

    Mempunyai lampu di taman dapat membuat tampilan taman jadi semakin indah, tetapi ini juga menarik perhatian sejumlah serangga. Karena serangga berkumpul, katak pun akan datang untuk memangsa serangga tersebut.

    Dengan demikian, semakin banyak lampu yang kamu nyalakan di malam hari pada halaman atau taman kamu, semakin besar kemungkinan akan ada pesta berkumpulnya katak dan kodok.

    4. Terdapat Kolam atau Kebun

    Katak adalah makhluk menyukai tempat teduh untuk berlindung. Seperti kebun atau halaman rumah yang terdapat banyak rumput liar, dedaunan, atau rumput yang cukup tinggi.

    Memiliki kebun padat yang jarang dibersihkan dapat menarik perhatian serangga dan menjadi tempat tinggal baru bagi katak.

    Tips Usir Katak dari Halaman Rumah

    Mungkin sangat sulit untuk menyingkirkan katak atau kodok tanpa menggunakan bahan kimia. Namun, ada beberapa metode efektif untuk menghilangkan populasi yang lebih kecil. Metode ini bisa sangat ampuh diterapkan, tetapi membutuhkan kesabaran dan kerja keras. Bahan yang digunakan pun sangat murah dan jarang membahayakan katak.

    1. Ampas Kopi

    Kamu dapat memanfaatkan ampas kopi untuk mengusir katak. Caranya, kamu dapat menaburkan ampas kopi di area tanah kosong, contohnya kebun kamu.

    Tanah yang kaya nitrat dicampurkan dengan ampas kopi, akan menghasilkan rasa tidak nyaman pada katak yang menginjaknya.

    2. Cuka

    Kamu dapat membuat cairan anti katak. Caranya, kamu dapat mencampurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama. Kemudian semprotkan pada area yang sering dijumpai katak. Kelemahan utama dari semprotan cuka adalah tingkat keasaman tinggi yang dapat membunuh tanaman yang disemprot.

    3. Air garam

    Katak adalah hewan yang peka terhadap air garam. Dengan menyemprotkan sedikit air garam di sekitar area yang disukai katak. Maka akan membuat kaki katak merasakan efek seperti tersengat.

    Demikian penyebab dan tips mengusir katak dari halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rayap Diam-Diam Mengancam! Kenali Tanda, Bahaya, dan Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Jangan menganggap keberadaan rayap hanya ancaman kecil. Sebab kenyataannya rayap bisa menimbulkan dampak yang besar. Bahkan jika dihitung total kerugian akibat serangan rayap di Indonesia mencapai triliunan rupiah.

    Serangga ini tidak hanya merusak perabotan, tetapi juga dapat melemahkan struktur bangunan secara perlahan tanpa disadari. Banyak pemilik rumah baru menyadari keberadaan rayap ketika kerusakan sudah cukup parah, yang tentunya membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

    Menurut laporan Asosiasi Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI), lebih dari 30% bangunan di Indonesia mengalami infestasi rayap dalam lima tahun pertama setelah dibangun. Data ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman rayap terhadap properti di Indonesia.


    Ketua Umum ASPPHAMI, Boyke Arie Pahlevi menjelaskan bahwa kondisi iklim tropis Indonesia dengan kelembapan tinggi (70%-90%) serta tanah yang kaya bahan organik sangat mendukung pertumbuhan populasi rayap.

    “Kondisi lingkungan di Indonesia sangat ideal bagi rayap untuk berkembang biak. Hampir 70% wilayah di Indonesia memiliki potensi serangan rayap,” ungkap Boyke dikutip Minggu (16/3/2025).

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa infestasi rayap tidak hanya terjadi pada perumahan, tetapi juga pada bangunan komersial, perkebunan, dan sektor kehutanan. “Kerugian ekonomi akibat serangan rayap di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 2,8 triliun per tahun,” tambahnya.

    Kenapa Rayap Begitu Merusak?

    Rayap hidup dalam koloni besar dan bekerja tanpa henti. Jenis yang paling sering menyerang bangunan adalah rayap tanah (subterranean termites) dan rayap kayu kering (drywood termites).

    Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Economic Entomology (2021), rayap tanah memiliki kemampuan menggali terowongan hingga 100 meter untuk mencari sumber makanan. Hal ini membuat mereka sangat sulit dikendalikan tanpa metode pengendalian yang tepat (Lewis et al., 2021).

    Kerugian akibat infestasi rayap meliputi:

    1. Kerusakan struktur bangunan – Rayap dapat melemahkan fondasi rumah, lantai, dan dinding kayu secara bertahap.
    2. Merusak furnitur dan dokumen penting – Perabotan berbahan kayu hingga buku dan kertas bisa menjadi sasaran utama.
    3. Biaya perbaikan yang tinggi – Jika infestasi rayap tidak segera diatasi, perbaikan dapat memakan biaya yang sangat besar. Data dari National Pest Management Association (NPMA) menunjukkan bahwa kerusakan akibat rayap di seluruh dunia mencapai lebih dari USD 5 miliar per tahun.

    Bagaimana Mengetahui Keberadaan Rayap?

    Mendeteksi rayap lebih awal bisa mencegah kerusakan lebih parah. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

    1. Kayu terdengar kosong atau rapuh saat diketuk – Menandakan bagian dalamnya telah dimakan rayap.
    2. Muncul serbuk kayu di sekitar perabotan – Bisa jadi rayap telah aktif di dalamnya.
    3. Terowongan tanah di dinding atau lantai – Biasanya dibuat oleh rayap tanah untuk menghubungkan sarang dengan sumber makanan.
    4. Sayap rayap yang berjatuhan – Sering ditemukan di dekat pintu atau jendela, menandakan adanya koloni baru yang sedang berkembang.

    Pencegahan Rayap yang Tepat

    Langkah pencegahan sederhana dapat membantu melindungi rumah dari serangan rayap. Dirangkum dari berbagai sumber berikut Beberapa metode yang direkomendasikan oleh para ahli meliputi:

    1. Menjaga kelembapan rumah – Menurut penelitian dalam International Journal of Pest Management (2020), rayap lebih aktif di lingkungan dengan kelembapan tinggi (Evans & Forschler, 2020). Ventilasi yang baik membantu mengurangi risiko infestasi.
    2. Menggunakan kayu yang diawetkan – Kayu yang telah diberi perlakuan khusus lebih tahan terhadap serangan rayap.
    3. Rutin memeriksa area rumah – Deteksi dini sangat penting agar rayap tidak berkembang biak. Laporan dari Building and Environment (2019) menyebutkan bahwa inspeksi tahunan dapat mengurangi risiko infestasi hingga 60% (Buczkowski & Bertelsmeier, 2019).

    Namun, dalam beberapa kasus, rayap bisa tetap muncul meskipun langkah pencegahan sudah dilakukan. Jika tanda-tanda infestasi mulai terlihat, tindakan yang lebih efektif perlu diambil.

    Metode Efektif untuk Mengatasi Rayap

    Beberapa teknik yang umum digunakan dalam penanganan rayap antara lain:

    1. Metode umpan (baiting system) – Cara ini melibatkan penggunaan umpan khusus yang menarik rayap dan secara bertahap mengendalikan populasi mereka.
    2. Penyemprotan termitisida – Larutan ini membantu membentuk penghalang perlindungan untuk mencegah rayap masuk kembali.
    3. Perlakuan fumigasi – Digunakan untuk menangani infestasi rayap dalam skala besar.

    Karena sifatnya yang sulit dideteksi, rayap sering kali baru terlihat setelah menyebabkan kerusakan serius. Oleh karena itu, banyak ahli menyarankan agar pemeriksaan dan perlindungan dilakukan secara berkala untuk menghindari risiko yang lebih besar di kemudian hari.

    “Pencegahan dini selalu lebih baik daripada perbaikan. Rayap bisa bekerja tanpa terdeteksi selama bertahun-tahun, sehingga pemeriksaan rutin sangat dianjurkan untuk memastikan bangunan tetap aman,” ujar Reza Gusta, Marketing Manager di AAG Pest Control.

    “Selain inspeksi rutin, pemilik rumah bisa bekerja sama dengan jasa pengendalian hama profesional untuk memastikan perlindungan yang lebih optimal. Dengan metode yang tepat, risiko kerusakan akibat rayap bisa ditekan secara signifikan.” imbuh Reza.

    Untuk memastikan rumah tetap bebas rayap dalam jangka panjang, banyak pemilik rumah kini memilih jasa anti rayap seperti AAG Pest Control yang dapat memberikan perlindungan menyeluruh. Dengan metode yang tepat, pengendalian rayap tidak hanya mengatasi masalah yang ada, tetapi juga mencegah infestasi baru di masa mendatang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Posisi Terbaik Pasang CCTV, Rumah Anti Maling saat Ditinggal Mudik


    Jakarta

    Ketika ingin mudik Lebaran, ada beberapa hal yang harus disiapkan termasuk dari sisi keamanan rumah yang akan ditinggalkan. Rumah yang ditinggalkan kosong mengundang para maling untuk melancarkan aksinya.

    Salah satu cara untuk mencegah maling memasuki rumah adalah dengan memasang CCTV. CCTV ini sangat membantu untuk mengawasi rumah dari jauh dan bisa digunakan sebagai barang bukti jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

    Agar bisa mendapatkan hasil maksimal, tentunya CCTV harus ditempatkan di area-area yang rawan dimasuki maling. Area mana saja yang harus dipasang CCTV?


    Melansir dari CNET, berikut 6 tempat terbaik memasang CCTV di rumah.

    Posisi Terbaik Pasang CCTV di Rumah

    1. Pintu Depan

    Rata-rata rumah di Indonesia, terutama yang berada di perumahan, hanya memiliki satu akses masuk. Maka perlu ada satu CCTV yang dipasang mengarah ke pintu masuk. Jika memungkinkan, untuk CCTV di depan gunakan kamera yang bisa bergerak agar rekaman yang didapat jelas.

    Jadi, ketika ada pergerakan dari depan pintu seperti ada tukang paket, petugas keamanan, atau orang lain yang datang ke rumah, kamera dapat merekam wajah mereka.

    Selain itu, bisa juga tambahkan bel rumah yang juga memiliki kamera seperti yang biasa dipakai di apartemen. Letakkan di depan pagar rumah atau tepat di samping pintu rumah.

    2. Pintu Belakang, Samping, dan Lantai atas

    Selain di pintu depan, penghuni juga perlu menambahkan di setiap akses masuk di rumah. Jika ada pintu belakang dan samping, bisa ditambahkan satu sisi karena kita tidak tahu pencuri akan masuk melalui pintu yang mana.

    Pada pintu di lantai atas biasanya menghadap ke balkon rumah. Di sini juga perlu dipasang kamera yang bisa bergerak, sehingga selain merekam kehadiran orang di balkon, juga bisa merekam di jalanan menuju rumah.

    3. Halaman Rumah

    Apabila penghuni memiliki halaman yang cukup luas dan tidak cukup mengandalkan CCTV di depan pintu masuk, tambahkan satu CCTV yang kameranya dapat berputar. Tambahkan juga dinding atas yang menutupi halaman rumah dengan kawat besi agar pencuri tidak berani melompat.

    4. Ruang Tamu, Dapur, dan Kamar Tidur

    CCTV juga bisa dipasang di ruang tamu yang menyatu dengan ruang makan. Biasanya ruang tamu dan ruang makan ada barang elektronik berharga seperti kipas angin, TV, kulkas, dan lainnya yang rawan dicuri. Namun jika ruang tamu dan ruang makan digabung, sebaiknya pasang CCTV lebih dari satu.

    Barang berharga yang mungkin dicari bisa saja di kamar tidur. Pastikan sebelum meninggalkan rumah, surat berharga, perhiasan, dan barang berharga lainnya sudah disimpan di brankas atau tempat paling aman di rumah.

    5. Tangga dan Lorong Masuk ke Dalam Rumah

    Jika rumah terdiri dari beberapa lantai, pasang CCTV di ujung tangga lantai atas atau di setiap bukaan pintu. Pada area ini juga bisa menggunakan kamera yang dapat bergerak agar bisa merekam tujuan mereka.

    6. Garasi

    Jika terdapat garasi sendiri di dalam rumah, penghuni bisa menambahkan satu kamera di dalamnya. Apalagi jika penghuni meninggalkan kendaraan di dalamnya. Jangan lupa tutup kendaraan dan beri kunci ganda pada ban agar tidak dapat dibawa kabur. Tambahkan juga pencahayaan yang cukup karena biasa garasi tertutup dengan ventilasi minim.

    Tips Posisi Pasang CCTV di Rumah

    Saat memasang CCTV di rumah, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Hal ini supaya kamera CCTV bisa menangkap gambar dengan baik. Dilansir dari safewise.com, berikut ini tipsnya.

    1. Pasang Kamera di Tempat Tinggi

    Kamera CCTV sebaiknya dipasang di tempat yang tidak dapat dijangkau. Hal ini supaya CCTV tidak mudah dirusak.

    Pasang kamera CCTV bagian eksterior rumah di lantai dua atau sekitar 2,5 meter dari permukaan tanah. Sementara itu, pasang CCTV di interior rumah dekat langit-langit. Selanjutnya, pasang kamera dengan benar agar tidak mudah lepas.

    2. Pasang CCTV dengan Angle yang Tepat

    Menemukan angle kamera yang tepat sangat penting. Apabila kamu menempatkan CCTV tepat berada di atas jendela atau pintu, CCTV tidak akan bisa menangkap gambar secara keseluruhan. Sebaiknya kamu menempatkan CCTV 1-2 kaki di samping jendela atau pintu dengan angle kamera ke bawah mengarah ke area masuk.

    Jangan takut memasang CCTV di tempat yang terlihat. Hal ini justru bisa saja membuat takut orang yang ingin mencuri.

    3. Pastikan Jaringan Wi-Fi Kuat

    Kalau mau pakai kamera wireless atau nirkabel, pastikan jaringan Wi-Fi di rumah kuat agar bisa mengambil gambar dengan baik. Tanpa koneksi internet yang kuat, sambungan kamera bisa terputus dari jaringan keamanan rumah. Kalau sinyal Wi-Fi lemah, video yang didapat bisa saja kurang jelas.

    Itulah lokasi dan tips memasang kamera CCTV di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com