Tag: anti

  • 5 Tips Jitu Cegah Kucing Liar Masuk Rumah Tanpa Menyakitinya


    Jakarta

    Kucing liar sering kali ditemukan di sekitar rumah. Hewan ini berkeliaran sampai terkadang masuk ke dalam halaman rumah.

    Biasanya mereka datang untuk mencari makanan dan tempat berlindung. Bagi sebagian orang, kehadiran kucing cukup mengganggu karena mereka kerap mencuri makanan, mengacak-acak barang, dan buang kotoran sembarangan.

    Jika menemukan kucing masuk rumah, penghuni yang merasa terganggu tentu akan segera mengusirnya. Namun, jangan sampai mengusir kucing dengan kekerasan sampai melukainya, misalnya menyiram air atau memukulnya. Lebih baik membuat lingkungan yang tidak disukai oleh kucing sehingga mereka ogah masuk.


    Cara Usir Kucing Liar

    Inilah beberapa tips membuat kucing ogah masuk area rumah dikutip dari The Spruce.

    1. Hilangkan Sumber Makanan

    Pemilik perlu mengatasi persoalan kucing dari sumbernya, salah satunya ada makanan. Jangan memberi makan kucing karena mereka akan kembali lagi.

    Lalu, tutup makanan di rumah agar tidak menarik perhatian kucing. Tempat yang sering jadi incaran kucing adalah dapur dan tempat sampah.

    2. Hilangkan Tempat Berlindung

    Selain menutup sumber makanan, pemilik rumah perlu menutup tempat kucing liar berlindung di rumah. Kucing biasanya memanfaatkan lubang di gudang, garasi, teras, atau tempat berlindung sederhana seperti tumpukan kayu.

    3. Buat Pagar Anti Kucing

    Selanjutnya, halangi akses masuk dengan membuat pagar anti kucing liar. Pemilik bisa menggunakan jaring yang tidak dapat dipanjat kucing. Kemudian, gantungkan kaleng berisi kelereng atau lonceng angin yang mengeluarkan suara ketika kucing menyebabkan getaran pada pagar.

    4. Beri Tekstur Pada Tanah

    Beri rintangan yang susah dilewati kucing buat mendekat ke rumah. Caranya bisa dengan menaburkan pecahan kulit telur, kerikil, dan lapisan kawat di pekarangan. Kucing nggak akan betah berjalan di atas tanah bertekstur.

    5. Beri Aroma Pengusir Kucing

    Kucing punya indra penciuman yang sensitif. Pemilik rumah dapat memanfaatkan kemampuan itu dengan memberi aroma yang tidak disukai oleh kucing.

    Hewan berbulu itu tidak menyukai bau kamper, kain lap yang dibasahi amonia, cabai rawit, bubuk kopi, dan jeruk. Coba sebarkan aroma itu di sekitar rumah.

    Itulah beberapa cara mengusir kucing dari rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hujan Deras Tak Masalah! Begini Cara Bikin Dinding Rumah Anti Rembes dan Jamur



    Jakarta

    Kelembapan dan rembesan air adalah tantangan nyata bagi kenyamanan dan keawetan dinding rumah. Terlebih di Indonesia sebagai daerah tropis dengan curah hujan tinggi. Untuk itu, pemilihan material dinding menjadi kunci dalam menjaga struktur dan estetika rumah agar tetap aman, kering, dan tahan lama.

    Air hujan bisa merembes di dinding rumah karena beberapa faktor. Bisa jadi karena air masuk melalui pori-pori material atau karena sambungan yang tidak rapat. Kemudian, kelembapan yang terperangkap dalam dinding, dapat menyebabkan cat mengelupas, jamur tumbuh, plaster rusak, serta menurunnya ketahanan interior.

    Dilansir dari situs Cohoom, kelembapan bisa meresap ke dalam rumah melalui kebocoran pada fondasi, udara lembap, kondensasi, atau percikan air sehari-hari. Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan kerusakan serius, seperti cat yang mengelupas, munculnya jamur, serta plester yang rusak.


    Karena itu, penting untuk menggunakan material anti rembes untuk mencegah air hujan merembes ke dinding rumah. Berikut beberapa material anti rembes.

    1. Cat Waterproof

    Cat waterproof adalah solusi praktis dan efektif untuk melindungi dinding rumah dari rembesan air. Selain mudah diaplikasikan, cat ini membentuk lapisan pelindung yang mencegah kerusakan seperti cat mengelupas, plester retak, atau pertumbuhan jamur.

    Cat ini memiliki beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Cat berbasis akrilik air, dikenal fleksibel dan mudah diaplikasikan. Cat berbasis minyak, menawarkan daya tahan dan resistensi kelembapan yang lebih tinggi, cocok untuk area dengan kelembapan tinggi. cat berbasis silikon, dikenal paling tahan air karena permukaannya bersifat anti air dan bisa membiarkan uap air keluar sehingga tidak mengurus kelembapan.

    2. Plester Anti Air

    Plester anti air adalah lapisan struktural yang biasanya diterapkan sebelum cat atau finishing. Material ini berfungsi sebagai penghalang utama terhadap rembesan air.

    Beberapa hal perlu diperhatikan saat menggunakan material ini. Terdapat metode plester dengan tambahan aditif anti air untuk meningkatkan resistensi air. Untuk area yang sangat lembap atau basah, plester ini sangat penting untuk mencegah air merembes melalui kelembapan dan kebocoran.

    3. Material Modern dan Teknologi Baru

    Selain cat dan plester dengan metode umum, terdapat juga material modern dengan bahan maksimal untuk menahan air dan jamur. Material seperti beton telah banyak digunakan sebagai dinding tahan air. Teknologi nano struktur juga banyak digunakan untuk proses waterproofing agar bangunan menjadi kedap air.

    Dilansir dari situs Better Homes & Gardens, penggunaan material plester kapur juga banyak digunakan saat ini. Penggunaannya dengan cara dipoles dan dilapisi sabun agar tahan air. Material ini populer sebagai pilihan yang estetis sekaligus fungsional untuk dinding agar tidak lembab.

    Cat waterproof memberikan proteksi permukaan yang relatif mudah diterapkan. Kemudian plester anti‑air memastikan struktur dinding mendapat perlindungan dasar. Sedangkan material modern, menawarkan solusi jangka panjang dengan fitur tahan air dan estetika tinggi.

    Dengan pemilihan dan penerapan yang tepat, dapat memastikan dinding rumah tetap kering dan awet. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Diet Anti Nyiksa yang Bikin Pria Ini Sukses Pangkas BB 45 Kg


    Jakarta

    Benji Xavier berhasil menurunkan berat badannya hingga 45 kg dalam waktu setahun. Pria di New Jersey, Amerika Serikat, itu mengungkapkan sempat menjadi korban dari diet yang toksik dan sengsara.

    “Saya menjadi korban budaya diet yang toksik. Itu adalah sebuah obsesi karena Anda terus memikirkan tentang apa yang tidak bisa Anda makan,” kata Xavier dikutip dari Business Insider.

    “Dan ketika Anda membolehkan diri untuk makan makanan tersebut, Anda malah makan terlalu banyak,” sambungnya.


    Saat itu, Xavier melakukan diet yang ketat. Namun, beberapa tahun kemudian berat badannya malah naik lagi.

    Sampai pada Agustus 2021, pria 28 tahun itu memutuskan untuk diet kedua kalinya. Bedanya, kali ini dia tidak akan membatasi dirinya dan mulai membuat tips diet versinya yang lebih sehat, tapi bisa tetap makan makanan favoritnya.

    Meski awalnya sulit, Xavier terus melakukannya dan mulai terbiasa dengan gaya hidupnya yang baru.

    “Saya sudah muak. Saya tidak bisa menyiksa diri lagi dan hanya akan mencoba makan lebih sehat. Dan itu berhasil,” katanya.

    “Anda masih bisa makan makanan yang Anda sukai dan menurunkan berat badan.”

    NEXT: Tips Diet Anti Nyiksa Versi Xavier

    Tips Diet Anti Nyiksa Versi Xavier

    Xavier membagikan tiga tips diet yang membantunya untuk memangkas berat badannya hingga 45 kg, yaitu:

    1. Persiapan Makanan

    Sebagai awal, Xavier menekankan pentingnya makanan yang sehat. Dulu, ia sering lebih memilih makanan cepat saji yang tinggi kalori dan lemak, yang dapat menghambat penurunan berat badan.

    Dengan persiapan makanan atau food prep ini, sangat membantu Xavier untuk bisa menyiapkan makanan sehat untuk sehari-hari.

    “Saya hanya akan menyiapkan makanan di pagi hari dan menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk selama seminggu,” katanya.

    2. Konsumsi Makanan Rendah Kalori

    Untuk menurunkan berat badan, hal yang paling penting adalah defisit kalori. Artinya, membakar lebih banyak kalori daripada kalori yang dikonsumsi.

    Namun, itu bukan berarti selama diet harus makan dalam porsi yang kecil atau membatasi asupan makanan. Xavier selalu mengkonsumsi makanan rendah kalori dalam jumlah banyak.

    “Itu membuat Anda bisa makan lebih banyak dengan kalori yang lebih sedikit,” tutur dia.

    Meski diet, Xavier juga masih bisa untuk ngemil salah satunya popcorn yang memang rendah kalori.

    3. Hindari Minuman Tinggi Kalori

    Selain makanan, Xavier juga menghindari minuman yang tinggi kalori. Minuman manis seperti soda cenderung tinggi kalori dan sangat rendah nutrisi.

    Namun, itu bukan berarti Xavier tidak pernah meminumnya. Ia biasanya menghindari untuk tidak terlalu banyak minum minuman yang tinggi kalori seperti itu.

    “Saya memang kadang-kadang melanggar aturan itu, tapi itu masih menjadi sesuatu yang sangat membantu menurunkan berat badan,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing