Tag: antiseptik

  • Jangan Asal, Ini 8 Cara Bersihkan Rumah Usai Terendam Banjir


    Jakarta

    Banjir sering kali melanda sejumlah daerah di Indonesia. Ketika banjir mulai surut, tentu kamu harus segera membersihkan rumah karena sangat kotor akibat lumpur.

    Membersihkan rumah dari banjir juga tak bisa sembarangan. Sebab, lumpur dan sisa air banjir mengandung banyak bakteri. Kalau tidak dibersihkan dengan tepat bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Di sisi lain, membersihkan rumah dari banjir secara asal juga meninggalkan sisa lumpur atau kotoran yang menempel. Hal ini bisa menyebabkan bau tak sedap ke seluruh rumah.


    Ingin tahu apa saja tips membersihkan rumah setelah terendam banjir? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Membersihkan Rumah yang Terendam Banjir

    Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat membersihkan rumah usai kebanjiran. Dilansir situs NSW Health, Senin (7/7/2025), berikut langkah-langkahnya:

    1. Siram Air ke Seluruh Ruangan

    Langkah yang pertama adalah menyiram air bersih ke seluruh ruangan. Hal ini dilakukan untuk membersihkan lumpur dan kotoran dari sisa banjir. Kamu dapat menyiram air dengan selang dari posisi paling tinggi agar bisa menjangkau ke seluruh sudut rumah.

    2. Keringkan Rumah

    Setelah disiram air, kamu perlu mengeringkan seluruh rumah yang terendam banjir. Soalnya, rumah yang masih basah atau lembap bisa memicu tumbuhnya jamur dan lumut.

    Caranya adalah dengan membuka seluruh jendela dan pintu rumah ketika cuaca panas. Disarankan juga menyalakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan. Cek juga apakah ada sisa air atau lumpur yang terperangkap di rongga atau lantai rumah.

    3. Bersihkan Dinding dan Lantai

    Lantai dan dinding wajib dibersihkan setelah rumah terendam banjir. Kamu dapat membersihkannya dengan air panas dan sabun. Agar kuman dan bakteri mati, bisa juga menggunakan sabun antiseptik atau semprotkan larutan pemutih klorin.

    Setelah dibersihkan, keringkan lantai dan dinding agar tidak lembap. Cek kembali apakah masih ada sisa kotoran yang menempel di dinding ataupun lantai.

    4. Bersihkan Furnitur

    Beberapa furnitur juga wajib dibersihkan setelah terendam banjir, seperti meja, kursi, hingga lemari. Cuci dengan sabun antiseptik agar tidak ada kuman dan bakteri yang menempel di benda tersebut.

    Untuk furnitur seperti kasur atau sofa dapat dicuci dengan air hangat dan detergen. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

    5. Cuci Bahan Kain

    Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir juga wajib dicuci. Caranya adalah dengan direndam di air panas, jika bahan tersebut memang tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa dicuci dengan metode dry clean.

    6. Disinfektan Benda-benda di Rumah

    Beberapa benda di rumah mungkin tak sempat diselamatkan saat terendam banjir. Maka dari itu, penting untuk melakukan disinfektan pada seluruh benda, seperti peralatan makan, alat masak, hingga mainan anak-anak.

    Seluruh benda tersebut wajib dicuci dengan air panas dan dibersihkan pakai sabun antiseptik. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari hingga kering.

    7. Atasi Jamur dan Lumut

    Salah satu risiko jika membersihkan rumah yang terendam banjir dengan tidak tepat adalah menimbulkan jamur dan lumut. Jika menemukan jamur atau lumut kamu dapat membasminya dengan cairan pemutih.

    8. Pakai Sarung Tangan dan Alas Kaki

    Banyak orang yang membersihkan rumah bekas banjir tidak menggunakan sarung tangan dan alas kaki khusus, seperti sepatu boot. Padahal, kamu bisa saja menginjak atau memegang benda yang kotor dan dipenuhi banyak kuman.

    Selain itu, alas kaki juga melindungi diri dari sampah-sampah yang berserakan karena terseret arus banjir. Hal ini untuk mencegah kamu menginjak kayu, kaca, atau benda tajam lainnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bersihkan Toilet Duduk dengan Mudah Agar Kinclong Lagi


    Jakarta

    Banyak pemilik rumah yang kini beralih menggunakan toilet duduk karena dianggap lebih nyaman untuk buang air kecil dan buang air besar. Karena digunakan setiap hari, maka kamu juga perlu membersihkan toilet duduk secara berkala.

    Jika toilet duduk tidak dirawat dan jarang dibersihkan maka akan cepat kotor sehingga menimbulkan noda kuning. Selain itu, toilet duduk yang kotor menjadi sarang bagi kuman dan bakteri untuk berkembang biak.

    Maka dari itu, penting untuk membersihkan toilet duduk secara rutin agar penghuni dan tamu yang datang ke rumah merasa nyaman saat menggunakan kamar mandi. Cara membersihkannya juga mudah kok, simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Membersihkan Toilet Duduk dengan Mudah

    Membersihkan toilet duduk tidak sesulit yang dibayangkan, lho. Dilansir situs Wecasa, berikut cara membersihkan toilet duduk dengan mudah:

    1. Siapkan Alat

    Langkah pertama adalah dengan menyiapkan semua peralatan untuk membersihkan toilet duduk, mulai dari sikat, lap pembersih, cairan pembersih, dan ember berisi air

    Pastikan kamu menyiapkan dua sikat, yakni sikat untuk bagian dalam dan luar toilet duduk. Lalu, siapkan juga cairan pembersih khusus bagian dalam dan luar toilet duduk.

    Saat membersihkan toilet duduk disarankan pakai sarung tangan agar kuman dan kotoran tidak masuk melalui sela-sela jari.

    2. Bersihkan Toilet Duduk dengan Tepat

    Jika semua alat sudah siap, mulai bersihkan toilet duduk dari area luar terlebih dulu. Semprotkan cairan pembersih sampai merata, lalu sikat secara perlahan agar noda kuning bisa hilang.

    Setelah itu, bersihkan bagian dalam toilet duduk. Area ini memang paling mudah kotor dan terdapat noda kuning karena digunakan setiap hari.

    Semprot cairan pembersih ke bagian dalam toilet duduk secara merata, lalu diamkan selama 10-15 menit. Kemudian sikat sampai bersih hingga tak ada lagi noda kuning yang menempel.

    3. Pakai Baking Soda untuk Bersihkan Toilet Duduk

    Kamu juga bisa menggunakan baking soda agar toilet duduk semakin bersih dan kinclong. Caranya cukup mencampur baking soda dan air hingga menjadi pasta, lalu oleskan pada bagian toilet duduk yang kotor.

    Tunggu selama 10-15 menit agar baking soda bereaksi terhadap noda dan kotoran, lalu sikat toilet duduk secara perlahan. Jika sudah, pencet tombol flush untuk membuang kotoran ke saluran air.

    4. Cuka Putih untuk Opsi Alternatif

    Selain baking soda, kamu juga dapat menggunakan cuka putih untuk membersihkan toilet duduk. Cara pakainya juga gampang, campur cuka putih dan air secukupnya ke dalam botol semprot.

    Kocok botol terlebih dahulu sebelum digunakan, lalu semprotkan larutan cuka putih ke area yang bernoda di toilet duduk. Diamkan selama 10-15 menit agar cuka bereaksi terhadap noda, setelah itu lap hingga bersih.

    5. Bilas dengan Air Bersih

    Langkah terakhir adalah dengan membilas toilet duduk dengan air bersih. Pastikan tidak ada sisa kotoran atau cairan pembersih yang menempel di toilet duduk.

    Agar lebih nyaman dan sehat, kamu bisa menyemprotkan cairan antiseptik setelah menggunakan toilet duduk. Langkah ini untuk mencegah bakteri dan kuman bisa berkembang biak di toilet duduk.

    Itulah cara membersihkan toilet duduk agar kinclong lagi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan yang Bikin Septic Tank Bermasalah, Bisa Sampai Meledak!



    Jakarta

    Septic tank merupakan tempat penampungan kotoran sebelum airnya dialirkan kembali ke tanah resapan. Meski letaknya tersembunyi, septic tank tetap perlu dirawat dengan benar agar tidak menimbulkan masalah serius.

    Sayangnya, masih banyak orang yang belum paham cara merawat septic tank. Peneliti Utama Teknologi Lingkungan, Pusat Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Neni Sintawardani menjelaskan bahwa septic tank yang sudah penuh, berbau, atau mampet harus segera disedot. Jika tidak, bisa terjadi kasus berbahaya, termasuk ledakan akibat gas yang menumpuk.

    Lalu, apa saja kesalahan umum yang harus dihindari agar septic tank tetap aman? Berikut penjelasannya:


    1. Desain Asal-asalan

    Septic tank sebaiknya dirancang dengan memperhitungkan jumlah penghuni rumah. Minimal harus ada dua ruang, yaitu ruang penampungan dan ruang kedap udara untuk proses penguraian limbah oleh bakteri. Jika desain sesuai, septic tank lebih stabil dan tidak perlu sering disedot.

    2. Ventilasi Tidak Terawat

    Banyak penghuni rumah bahkan tidak tahu letak septic tank mereka. Akibatnya, ventilasi septic tank sering tertutup tanah atau sampah. Padahal, ventilasi penting untuk mengeluarkan gas hasil penguraian. Jika tersumbat, tekanan gas bisa meningkat dan berisiko meledak.

    3. Membakar Dekat Ventilasi

    Kesalahan lain adalah menyalakan api di dekat ventilasi septic tank. Gas yang terjebak bisa tersulut api dan menyebabkan ledakan. Karena itu, penting mengetahui letak ventilasi septic tank agar tidak menaruh sumber api di sekitarnya.

    4. Menyedot Habis

    Saat menyedot septic tank, jangan sampai isinya dikuras habis. Bakteri pengurai yang tersisa justru dibutuhkan agar septic tank tetap bekerja dengan baik. Jika semua bakteri hilang, butuh waktu lama untuk membentuk ekosistem baru.

    5. Buang Pembersih atau Antiseptik ke Septic Tank

    Menggunakan cairan antiseptik berlebihan di toilet bisa membunuh bakteri pengurai di septic tank. Akibatnya, proses penguraian limbah jadi terganggu. Lebih baik membersihkan toilet cukup dengan air dan sikat saja.

    Merawat septic tank mungkin terlihat sepele, tapi jika diabaikan bisa memicu masalah besar. Jadi, pastikan septic tank di rumah selalu terawat dengan baik agar hunian tetap aman dan nyaman.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bersihkan Jendela Kotor Tanpa Ribet, Hanya Modal Cuka Putih


    Jakarta

    Jendela rumah wajib dibersihkan secara rutin agar tetap terlihat kinclong. Untuk membersihkan jendela biasanya menggunakan cairan pembersih khusus yang dijual di pasaran.

    Nah, ada cara lain untuk membersihkan jendela kotor di rumah, yakni menggunakan bahan alami dari cuka putih. Tak hanya dipakai untuk bahan dapur, ternyata cuka putih diklaim efektif mengangkat kotoran di jendela.

    Untuk bisa menggunakan cuka putih sebagai cairan pembersih jendela, kamu perlu mencampurnya dengan sejumlah bahan lain. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Jendela Pakai Cuka Putih

    Dilansir situs Bob Vila, cuka putih dapat digunakan untuk membersihkan jendela karena mengandung asam asetat. Senyawa organik ini dapat membunuh bakteri dan mengangkat kotoran yang menempel, terutama di jendela.

    Agar efektif untuk mengangkat kotoran, disarankan untuk mencampur cuka putih dan sabun cuci piring. Soalnya, sabun ini mengandung natrium lauril sulfat yang ampuh untuk menghilangkan minyak.

    Karena cuka putih memiliki aroma yang menyengat dan kurang sedap, kamu bisa menambahkan sedikit minyak esensial. Untuk aromanya bisa dipilih sesuai keinginan, seperti tea tree, lavender, peppermint, jeruk, serai, atau eukaliptus.

    Selain mengeluarkan wangi yang menenangkan, minyak esensial juga memiliki sifat antibakteri, antiseptik, dan antijamur. Kandungan tersebut dapat membantu mencegah pertumbuhan jamur dan lumut.

    Simak langkah-langkah di bawah ini untuk membuat cairan pembersih jendela alami:

    1. Tuang 1/4 cangkir cuka putih ke dalam wadah
    2. Masukkan 1/2 sendok teh sabun cuci piring cair, lalu aduk hingga tercampur rata dengan cuka
    3. Tuang 2 gelas air hangat ke dalam wadah, lalu aduk kembali sampai merata
    4. Tuang cairan tersebut ke dalam botol semprot
    5. Kocok botol semprot dengan kuat agar semua bahan tercampur rata
    6. Tambah 10-15 tetes minyak esensial sesuai aroma yang diinginkan
    7. Setelah itu, kocok lagi botol semprot agar minyak esensial tercampur rata.

    Apabila tidak ada cuka putih di rumah, kamu bisa menggantinya dengan air jeruk. Soalnya, asam sitrat pada jeruk dinilai efektif untuk melarutkan kotoran pada permukaan kaca seperti jendela.

    Kandungan asam sitrat dari lemon juga dinilai sedikit lebih kuat daripada asam asetat pada cuka. Meski begitu, keduanya tetap efektif untuk mengangkat kotoran.

    Tips Membersihkan Jendela Agar Kinclong Lagi

    Agar jendela terlihat kinclong lagi, simak tips sederhana dalam membersihkan jendela berikut ini:

    1. Bersihkan debu yang menempel di jendela dengan menggunakan kain microfiber atau tisu kering.
    2. Pastikan kamu membersihkan jendela saat cuaca sedang cerah agar larutan pembersih lebih cepat kering.
    3. Bersihkan jendela interior dan eksterior rumah sebanyak dua kali setahun agar mencegah penumpukan debu dan kotoran.

    Itulah langkah-langkah membersihkan jendela dengan menggunakan cuka putih. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Pasca Banjir Banyak Lumpur dan Bau? Begini Tips Bersihkannya


    Jakarta

    Saat rumah terendam banjir, bagian yang repot bukan hanya ketika air masuk dan mengotori semua ruangan, melainkan setelah air surut.

    Air yang masuk ke rumah, tidak mungkin bening seperti kondisi air keran. Pasti ada tanah, lumpur, kotoran, sampah, hingga hewan. Jadi bagian yang paling repot dan melelahkan adalah membersihkan rumah setelah terendam banjir.

    Tahapan untuk membersihkan bekas banjir sebenarnya sama seperti membersihkan rumah pada umumnya. Tambahannya adalah semua perabotan yang terendam harus dicuci bersih dan ditunggu sampai kering. Apabila air yang masuk cukup tinggi biasanya membersihkannya cukup lama, lebih dari sehari terutama untuk mengeringkan perabotan.


    Apabila ada detikers yang sedang mengalami hal serupa, yuk simak tips berikut agar bersih-bersih rumahnya cepat dan mudah.

    Cara Membersihkan Rumah yang Terendam Banjir

    Dilansir dari NSW Health ada tata cara untuk membersihkan rumah sehabis terendam banjir, berikut langkah-langkahnya.

    1. Siram Air ke Seluruh Ruangan

    Lantai merupakan bagian di rumah yang paling kotor setelah ruangan tersebut terendam banjir. Selain kotor, lumpur yang tertinggal juga mengeluarkan bau dan membuat lantai jauh lebih licin. Untuk mempermudah bersih-bersih, pastikan lantai bebas dari kotoran dan lumpur.

    Caranya adalah keluarkan barang-barang yang rentan basah dan ukurannya besar. Lalu siapkan beberapa ember air untuk disiram ke seluruh ruangan. Sebelum disiram pastikan mengetahui arah air harus keluar agar air tersebut tidak menggenang di dalam rumah. Penyiramannya bisa dengan selang atau dengan disiram biasa.

    2. Keringkan Rumah

    Setelah kotoran di lantai berkurang, gosok-gosok hingga bersih, bilas lagi, dan keringkan. Area yang dikeringkan bukan hanya lantai, melainkan keseluruhan rumah yang terendam banjir. Hal ini untuk mencegah rumah jadi lembap dan jamur tumbuh cepat di perabotan dan sisi rumah.

    Ketika mengeringkan pastikan seluruh ventilasi, seperti jendela dan pintu terbuka agar udara dan suhu panas di luar masuk ke dalam. Bisa juga menyalakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan. Cek juga apakah ada sisa air atau lumpur yang terperangkap di rongga atau lantai rumah.

    3. Bersihkan Furniture

    Sembari menunggu ruangan kering, perabotan atau furnitur bisa sembari dibersihkan, misalnya dijemur, dicuci, atau dikeringkan. Apabila tidak pernah membersihkan barang tersebut, bisa meminta bantuan ahli atau mengajak anggota keluarga lain gotong royong. Perabotan yang sebaiknya tidak digunakan lagi setelah terendam banjir adalah kasur, bantal, guling, hingga perangkat elektronik.

    Untuk furnitur seperti kasur atau sofa dapat dicuci dengan air hangat dan detergen. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

    4. Cuci Bahan Kain

    Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir juga wajib dicuci. Caranya adalah dengan direndam di air panas, jika bahan tersebut memang tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa dicuci dengan metode dry clean.

    5. Disinfektan Benda-benda di Rumah

    Barang-barang yang sudah terendam air kotor selama beberapa jam pasti terjadi kontaminasi bakteri dan kuman. Oleh karena itu, pemilik rumah bisa melakukan disinfektan pada seluruh benda, seperti peralatan makan, alat masak, hingga mainan anak-anak agar benar-benar bersih.

    Seluruh benda tersebut wajib dicuci dengan air panas dan dibersihkan pakai sabun antiseptik. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari hingga kering.

    6. Atasi Jamur dan Lumut

    Cara membersihkan noda mirip jamur, pakai cairan pemutih yang dicampurkan ke dalam air. Lalu oleskan ke bagian noda tersebut, diamkan, dan bilas hingga bersih. Namun, sebelum itu pastikan bahan yang kotor tersebut aman dibersihkan dengan cairan pemutih.

    7. Pakai Sarung Tangan dan Alas Kaki

    Sebagai tambahan pengaman, selama membersihkan rumah lindungi badan dengan menggunakan sarung tangan sekali pakai dan alas kaki, seperti sepatu boot. Hal ini untuk mencegah kaki menginjak atau tangan memegang benda yang kotor dan dipenuhi banyak kuman. Kita tidak tahu jika air tersebut membawa kotoran hewan dan manusia, pecahan kaca, serpihan kayu, sampah medis, atau barang kotor lainnya.

    Itulah langkah-langkah membersihkan rumah yang terendam banjir, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Sudah Surut, Jangan Langsung Pel! Ini Cara Aman Bersihkan Rumah Usai Banjir



    Jakarta

    Saat banjir sudah mulai surut, seringkali semangat untuk segera membersihkan rumah menjadi muncul. Namun, penting untuk diingat bahwa proses pascabencana tidak bisa langsung dilakukan secara terburu-buru. Jika dilakukan sembarangan, justru bisa menimbulkan risiko kesehatan maupun kerusakan struktur rumah yang lebih parah.

    Sebelum menyentuh lantai, dinding, atau perabotan, penting untuk menilai kondisi rumah secara fisik dan menyiapkan perlengkapan perlindungan. Dengan persiapan yang tepat, proses pemulihan rumah dari dampak banjir akan lebih aman dan efektif.

    Berikut langkah-langkah aman yang bisa dilakukan setelah rumah dilanda banjir.


    1. Memastikan Listrik dan Keamanan Dasar

    Setelah air mulai surut, langkah pertama adalah jangan langsung masuk dan membersihkan tanpa memeriksa instalasi listrik dan kondisi rumah. Berdasarkan panduan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), rumah terdampak banjir wajib dievaluasi kondisi struktural dan instalasi listrik sebelum digunakan kembali.

    2. Urutan Aman Pembersihan Rumah

    Setelah kondisi listrik dan struktur aman, lanjutkan dengan pembersihan secara benar.

    Buang Air dan Lumpur Sisa

    Gunakan pompa air, ember, atau kain lap untuk mengeluarkan genangan air dan lumpur yang tersisa di dalam rumah. Pastikan proses ini dilakukan hingga lantai benar-benar bersih agar tidak meninggalkan endapan yang bisa menimbulkan bau atau licin.

    Bersihkan Dinding, Lantai, dan Langit-langit

    Lumpur yang menempel di dinding atau plafon dapat meninggalkan lapisan residu yang sulit dibersihkan jika dibiarkan terlalu lama. Selain membuat permukaan tampak kotor, sisa lumpur tersebut juga bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur dan bakteri.

    Cuci atau Keluarkan Perabotan

    Perabotan yang terendam banjir seperti sofa, karpet, kasur, bantal harus dikeluarkan dan dijemur atau dibersihkan secara menyeluruh. Bila terlalu rusak, pertimbangkan untuk dibuang agar risiko jamur dan bakteri tidak membahayakan.

    Disinfeksi Seluruh Permukaan

    Setelah pembersihan dasar, gunakan cairan disinfektan atau antiseptik untuk membersihkan lantai, dinding, interior dan perabotan agar kuman, bakteri dan jamur tidak berkembang. Misalnya, pembersihan alat makan, peralatan dapur dengan sabun dan air bersih.

    3. Pengeringan dan Pencegahan Jamur

    Dilansir dari situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, menyatakan bahwa setelah air banjir benar-benar surut, pastikan seluruh bagian rumah dalam keadaan kering. Buka pintu dan jendela selebar mungkin agar sirkulasi udara berjalan lancar dan membantu mempercepat proses pengeringan.

    Perlu diingat, jamur dapat tumbuh sangat cepat setelah kebanjiran. Koloni jamur bisa mulai muncul dalam waktu 2×24 jam jika kelembapan tidak segera dikendalikan. Oleh karena itu, menjaga ventilasi dan suhu ruangan tetap kering menjadi langkah penting.

    Barang-barang berbahan kain seperti karpet, kasur, atau bantal yang terendam lama sebaiknya tidak digunakan kembali. Benda-benda tersebut mudah menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri, sehingga lebih aman untuk diganti atau dibuang.

    Setelah proses pembersihan selesai, pantau kondisi rumah selama beberapa hari ke depan. Jika muncul kembali bau lembap, bercak jamur, atau noda air lama di dinding, itu menandakan masih ada kelembapan tersisa. Segera lakukan pembersihan ulang atau perbaikan tambahan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

    4. Waktu yang Aman untuk Menyalakan Listrik

    Menurut panduan resmi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), setelah banjir surut, pastikan seluruh instalasi listrik di rumah dalam kondisi kering sempurna. Jangan terburu-buru menyalakan aliran listrik sebelum dilakukan pemeriksaan oleh teknisi yang berkompeten.

    BPBD Jawa Tengah, juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat akan menyalakan listrik kembali. Jika lingkungan sekitar sudah dinyatakan aman oleh pengurus daerah setempat, hindari menyalakan stop kontak atau perangkat elektronik dengan tangan telanjang, terutama jika masih ada kemungkinan lembap di area tersebut.

    Secara sederhana, listrik baru boleh dinyalakan setelah semua perabot, kasur, dinding, lantai, dan kabel benar-benar kering. Pastikan juga instalasi telah diperiksa oleh petugas, dan telah memperoleh konfirmasi keamanan dari pihak berwenang. Jika kondisi belum benar-benar aman, biarkan listrik tetap dalam keadaan mati untuk mencegah risiko korsleting atau sengatan listrik.
    Itulah beberapa tahapan aman yang dapat dilakukan untuk pembersihan rumah pascabanjir. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com