Tag: apartemen

  • Tips Pindahan Anti-Ribet buat Kamu yang Tinggal di Apartemen



    Jakarta – Tinggal di apartemen kini menjadi pilihan terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas di pusat kota. Lokasinya yang strategis serta aksesibilitas yang baik sangat memudahkan penghuni apartemen dalam beraktivitas. Tak jarang, banyak orang yang membeli apartemen untuk ditinggali.

    Ketika sudah membeli apartemen, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah memindahkan barang-barang dari tempat tinggal sebelumnya ke apartemen yang baru. Pindahan memang melelahkan, mulai dari menyiapkan barang apa saja yang akan dibawa hingga cara membawanya.

    Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan agar pindahan yang dilakukan bisa berjalan dengan efisien.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampe Salah Pilih, Cek 7 Hal Ini Sebelum Beli Apartemen


    Jakarta

    Apartemen bisa menjadi tempat tinggal yang ideal sebagai rumah pertama ataupun properti untuk investasi. Sebelum melakukan pembelian, ada baiknya melakukan riset dengan teliti dan mendalam terlebih dahulu.

    Selain untuk mendapatkan unit yang terbaik, meriset setiap aspek terkait apartemen akan menghindari kekecewaan di kemudian hari. Sebab, memilih apartemen tidak hanya soal harga, tetapi juga menimbang kelebihan dan kekurangannya.

    Nah, bagi kamu yang sedang mencari atau akan segera membeli apartemen, sebaiknya periksa dulu hal-hal berikut ini yang dilansir dari laman Private Property.


    1. Aturan Badan Pengelola dan Regulasi Apartemen

    Setiap apartemen semestinya memiliki badan pengelola, yakni perusahaan yang bertugas mengelola seluruh bagian dan benda di dalam kompleks gedung apartemen. Mereka yang menentukan peraturan dan regulasi dalam apartemen, sehingga penting untuk kamu memahami dan menyetujui peraturan dan regulasi yang telah ditetapkan.

    Selain menanyakan biaya dan iuran bulanan apartemen, kamu bisa mencari tahu hal-hal spesifik seperti boleh tidaknya memiliki hewan peliharaan dan merenovasi unit.

    2. Lahan Parkir

    Salah satu persoalan tinggal di apartemen adalah terbatasnya lahan parkir. Untuk itu, pastikan ada lahan parkir khusus dan cukup untuk para penghuni.

    Jangan lupa juga untuk mengenali situasi dan area parkir supaya bisa memberi arahan kepada tamu yang akan mengunjungi apartemenmu.

    3. Fasilitas Sekitar Apartemen

    Ketika akan membeli apartemen, fasilitas sekitar perlu menjadi pertimbangan untuk mendapat akses mudah ke mana-mana. Seperti halnya akses ke supermarket, jalan utama, serta fasilitas penting lainnya.

    Bahkan, memilih untuk berinvestasi pada apartemen yang dekat ke berbagai tempat bisa menjadi bonus bagi penyewa.

    4. Tempat Penyimpanan

    Kebanyakan apartemen berukuran kecil, sehingga pemilik apartemen harus kreatif dalam memanfaatkan ruang yang terbatas. Oleh karena itu, sebaiknya kamu mempertimbangkan tempat penyimpanan barang yang disediakan dari apartemen.

    Namun, jika ruang maupun tempat penyimpanan tidak cukup, kamu perlu menyiapkan kiat-kiat mengatur barang nantinya.

    6. Tetangga

    Tetangga tentunya bisa memberi dampak yang besar terhadap kehidupan kamu di apartemen. Jadi ada baiknya memperhatikan lingkungan unit yang akan kamu tinggali, bahkan berkenalan dan berbincang dengan para calon tetangga.

    Dengan ini, kamu bisa menilai kecocokan untuk tinggal di apartemen tersebut. Misalkan kamu menyukai tempat tinggal yang tenang dan sunyi, mungkin unit yang banyak dihuni mahasiswa kurang cocok untuk kamu.

    7. Struktur dan Tata Letak

    Struktur dan tata letak gedung apartemen semestinya menjadi hal yang sangat dipertimbangkan oleh setiap pembeli. Ketika menginspeksi unit, carilah kekurangan di setiap sisi seperti retak, jamur, saluran air bocor hingga kebisingan.

    Sebab, merenovasi apartemen tidak mudah, jadi sebaiknya memilih apartemen yang memiliki kondisi yang cukup memuaskan. Selain itu, kamu bisa mempertimbangkan arah sinar matahari, sirkulasi udara, kelembapan, bahkan aroma unit.

    Membeli apartemen memang tidak mudah, tetapi memeriksa hal-hal tersebut bisa membantu kamu mendapatkan apartemen terbaik dan ternyaman. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Apartemen yang Panas Tanpa Penggunaan AC


    Jakarta

    Saat tinggal di apartemen, intensitas kita membuka pintu unit pasti hanya pada saat keluar masuk, selebihnya akan tertutup. Hal ini dikarenakan penyusunan unit dalam satu lantai apartemen kerap berdekatan seperti rusun.

    Pintu yang selalu tertutup ini untuk melindungi unit lain dari suara berisik dan menjaga keamanan rumah sebab di setiap lantai terkadang tidak ada petugas keamanan yang berjaga.

    Namun, kondisi pintu apartemen yang tidak banyak dibuka juga membuat sirkulasi udara di dalamnya hanya berasal dari satu titik saja yakni jendela atau balkon apartemen.


    Saat malam hari ketika jendela ditutup, mau tidak mau penghuni rumah perlu menyalakan AC (air conditioner) atau alat pendingin ruangan lainnya.

    Namun, tidak selamanya mendinginkan suhu ruangan harus bergantung pada alat-alat tersebut, mengutip dari Home and Gardens pada Selasa (27/2/2024), berikut beberapa tips mendinginkan apartemen selain menggunakan AC.

    Gunakan Tirai Blackout

    Saat siang hari, kamu bisa membuat suhu apartemen lebih sejuk dengan memasang tirai blackout. Bentuk tirai ini dapat digulung dan ditarik ke bawah. Bahannya lentur, tidak mudah robek, tidak tembus cahaya. Perawatannya pun mudah untuk warna yang agak gelap, tetapi itu menghindari tirai ini dari pemudaran warna.

    Kamu bisa membuka jendela apartemen dan menurunkan tirai blackout ini untuk menghalau sinar matahari masuk ke dalam. Tirai ini juga bisa menghalau percikan air karena tidak menyerap air, tetapi setelah itu kamu perlu mengeringkan agar permukaannya tidak berjamur.

    Hindari Penggunaan Barang yang Menghasilkan Panas

    Ternyata barang yang berpotensi menghasilkan panas di ruangan bukan hanya berasal dari kompor, melainkan bisa juga dari pengering pakaian, TV layar datar, dan komputer.

    Gunakan Warna Cerah pada Interior

    Penggunaan interior berwarna gelap dapat menyerap panas lebih banyak daripada warna cerah. Warna putih atau kuning muda adalah warna yang aman digunakan. Selain tidak menyilaukan mata, mudah juga untuk di padukan.

    Atur Penempatan Kipas di Dalam Ruangan

    Mau bagaimana pun, saat apartemen dirasa panas karena jendela dan pintu ditutup, kamu tetap memerlukan alat penyejuk ruangan misalnya kipas angin. Alat satu ini tidak menggunakan terlalu banyak watt listrik daripada AC sehingga masih aman jika ingin digunakan lama.

    Selain itu, kamu juga perlu meletakkan kipas diposisi yang tepat. Kipas juga ternyata bisa membantu terjadinya ventilasi silang yang biasanya pada rumah tapak terjadi apabila terdapat 2 sirkulasi yang berhadapan.

    Ventilasi silang ini menerapkan cara kerja, jendela depan membawa udara sejuk masuk ke dalam rumah dan mendorong udara panas keluar melalui jendela di belakang. Syarat agar ventilasi silang bisa terasa manfaatnya bagi penghuni rumah adalah di jalur udara masuk dan keluar pindahkan semua benda yang menghalangi sirkulasi udaranya. Jika ada tembok, lemari, hingga meja, angin yang masuk bisa beralih ke arah lain dan tidak gagal mengeluarkan udara panas.

    Kamu juga bisa menggunakan kipas angin yang dipasang di langit-langit apartemen seperti baling-baling. Semakin panjang baling-balingnya maka semakin luas jangkauan angin yang terasa.

    Untuk menghasilkan angin yang maksimal atur arah perputaran baling-baling berlawanan arah jarum jam. Teknik ini dapat membantu menarik udara panas ke atas plafon dan dibuang keluar melalui jendela dan pintu.

    Gunakan Pelapis Kaca Film

    Pelapis kaca satu ini membuat 2 refleksi yang berbeda. Dari luar siapa pun tidak dapat melihat bagian dalam apartemen. Sementara dari dalam kamu masih bisa melihat pemandangan di luar meski pencahayaan lebih redup dari aslinya. Kaca film ini juga membantu agar tidak banyak cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan karena terpantul.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Keuntungan Tinggal di Apartemen, Bisa Jadi Pertimbangan


    Jakarta

    Apartemen menjadi alternatif hunian di tengah kota bagi sebagian orang. Properti ini memang terbilang efektif untuk menunjang kehidupan produktif seseorang yang mempunyai mobilitas tinggi serta gaya hidup tertentu.

    Meski tak jarang yang menganggap lebih baik tinggal di rumah tapak, sebenarnya ada berbagai keuntungan menghuni apartemen. Adapun keputusan untuk tinggal di apartemen sangat tergantung pada kecocokan gaya hidup seseorang.

    Melansir dari laman Mint Homes pada Rabu (27/3/2024), berikut ini beberapa keuntungan tinggal di apartemen yang perlu kamu ketahui.


    Pemeliharaan Mudah

    Dengan tinggal di apartemen, kamu tidak perlu pusing memikirkan pemeliharaan di lingkungan apartemen karena sudah menjadi tanggung jawab manajemen apartemen. Setiap fasilitas di apartemen akan dirawat oleh manajemen, berbeda halnya dengan tinggal di rumah yang perlu dirawat halaman dan eksterior rumahnya supaya tampak rapi.

    Fasilitas Lengkap

    Apartemen biasanya dibangun dilengkapi dengan beragam fasilitas untuk menunjang kebutuhan dan gaya hidup. Kamu bisa memanfaatkan fasilitas kolam renang, taman, dan gym. Lalu, kamu dapat mudah berbelanja kebutuhan karena ada minimarket dan tempat laundry.

    Keamanan Terjamin

    Biasanya pemilik rumah harus memasang sistem keamanan sendiri di rumah, sedangkan bangunan apartemen sudah ada sistem keamanan yang menyeluruh. Kamu bisa merasa lebih aman karena ada petugas sekuriti dan kamera pengawas, sehingga tindak kejahatan dapat diminimalisir.

    Ukuran

    Proporsi ukuran apartemen cenderung kecil, tetapi segala kebutuhan seperti kamar, dapur, kamar mandi, dan lainnya tetap terpenuhi. Ukuran ini sangat cocok untuk mahasiswa atau pengantin baru yang sebenarnya tidak membutuhkan terlalu banyak ruang. Meski lebih kecil, hal ini justru menjadikannya hunian praktis dan mudah dirawat.

    Lokasi Strategis

    Lokasi apartemen yang strategis tentunya sangat menguntungkan penghuninya. Biasanya apartemen berada di tengah kota, sehingga dapat menunjang kehidupan penghuni yang mungkin ingin tinggal dekat kantornya. Selain itu, penghuni bisa mendapat akses mudah dan cepat untuk pergi ke mall ataupun sekolah.

    Itulah beberapa keuntungan tinggal di apartemen yang membantu kamu hidup lebih nyaman dan praktis. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Furniture yang Wajib Ada di Apartemen Kecil dengan Satu Kamar Tidur


    Jakarta

    Salah satu bagian menyenangkan dari membeli atau menyewa apartemen adalah mengisinya dengan berbagai furnitur. Apalagi kalau apartemen didapatkan dalam keadaan belum furnished, sehingga kamu bisa memilih furnitur sesuai selera.

    Nah, sekarang yang mungkin menjadi pertanyaan adalah perabotan apa saja yang kamu akan butuhkan dalam sebuah apartemen. Terlebih untuk apartemen berukuran kecil dengan satu kamar tidur.

    Untuk mengisi apartemen kecil, sebaiknya memilih furnitur yang praktis dan multifungsi supaya bisa memadai kehidupan tanpa memakan banyak tempat. Berikut ini beberapa furnitur yang wajib ada di apartemen kecil dengan satu kamar tidur, dikutip dari laman Inhabitr pada Minggu (14/4/2024).


    1. Sofa

    Sofa yang muat untuk tiga orang sangat cocok untuk mengisi ruang tamu apartemen. Akan lebih baik lagi kalau sofa dapat diubah menjadi tempat tidur untuk tamu.

    2. Meja Kopi

    Meja kopi berukuran sedang cukup penting untuk dimiliki di ruang tamu apartemen. Kamu bisa menggunakan meja ini untuk berbagai hal, termasuk menjadi area ngobrol dengan keluarga atau tamu, tempat bermain game, bahkan tempat makan.

    3. Lampu Berdiri

    Apartemen kecil terkadang bisa terasa sumpek dan membosankan. Akan tetapi, kamu bisa menghias ruangan dengan pencahayaan dari lampu berdiri untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman. Lampu berdiri bisa ditaruh di mana saja dan bisa menjadi hiasan yang melengkapi apartemen.

    4. Tempat Tidur

    Tentu saja furnitur yang tidak boleh ketinggalan adalah tempat tidur untuk mengisi satu kamar di dalam apartemen. Kamu bisa memilih tempat tidur berukuran twin atau queen untuk apartemen kecil.

    5. Laci Pakaian

    Tempat penyimpanan sangat penting untuk memaksimalkan ruang apartemen yang kecil. Jika ingin apartemen tidak terasa sesak dengan barang-barang, pastikan untuk menyimpan pakaian di laci dengan ruang yang luas.

    6. Meja Makan dan Kursi

    Memilih meja makan dan kursi untuk apartemen kecil memang sedikit menantang. Pastikan untuk membeli meja akan dan kursi yang memadai untuk tamu-tamu yang mungkin datang, namun tidak memakan terlalu banyak tempat ketika kamu sedang sendirian.

    7. Meja Kecil

    Meja kecil di samping sofa ataupun tempat tidur bisa sangat berguna di dalam apartemen kecil. Kamu dapat menaruh berbagai printilan barang seperti kunci, ponsel, ataupun tas supaya tidak tergeletak begitu saja di lantai.

    Itulah beberapa furnitur yang wajib ada untuk mengisi apartemen kecil dengan satu kamar tidur. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Menghitung Biaya-biaya yang Harus Dibayar untuk Tinggal di Apartemen


    Jakarta

    Jarak sekolah atau kantor yang jauh dari rumah seringkali memaksa kita untuk mencoba menggunakan fasilitas rumah sewa seperti kos-kosan, rumah kontrakan, atau sewa apartemen.

    Biasanya, paham masyarakat Indonesia mengenai rumah sewa adalah cukup dengan membayarkan biaya sewa saja lalu mereka bisa langsung menempatinya, tetapi nyatanya tidak begitu. Pada beberapa rumah sewa, para penghuni juga harus membayar beberapa fasilitas lain, seperti kebersihan, listrik, air, dan sebagainya.

    Adapun juga apartemen, sebagai salah satu jenis rumah sewa dengan fasilitas yang jauh lebih lengkap dibandingkan dengan kos-kosan atau rumah kontrakan. Lantas apa saja biaya yang harus dibayarkan bila kita ingin menyewa sebuah apartemen?


    Biaya yang Harus Dibayarkan Ketika Menyewa Apartemen

    Menurut Pengamat Properti Colliers, Steve Sudijanto, biaya sewa apartemen ada 3 komponen utama yaitu, biaya sewa apartemen, biaya service gedung, dan kebutuhan harian seperti listrik, air, parkir dan sebagainya.

    “Kontrak rumah dan apartemen tentu beda. Biaya sewa rumah tapak biasanya yang ditanggung adalah biaya pangkal, biaya rt/rw, dan biaya listrik. Untuk perbaikan rumah biasanya dibagi 2 antara penghuni dengan pemilik. Kalau apartemen ada 3 komponen, yang pertama sewa apartemen, kedua service charge atau perawatan gedung, dan terakhir adalah listrik dengan rate management gedung, parkir, dan air,” jelas Steve.

    Steve juga menjelaskan bahwa biaya parkir pada apartemen tentunya wajib untuk diperhatikan, karena biaya ini tidaklah murah dan ada jenisnya. Biasanya apartemen menyediakan 2 jenis biaya parkir, parkir reserve dan parkir non reserve.

    “Parkir juga perlu dicatat. Parkir itu ada 2 macam, reserve dan non reserve. Reserve sudah ada nomornya, tidak boleh dipakai oleh orang yang berbeda atau mobil yang berbeda hanya untuk yang sudah membayarnya saja, dan yang non reserve ya itu rebutan, kalau sudah penuh ya sudah,” sambungnya.

    Selain itu ia juga menjelaskan bahwa selain biaya listrik yang beda (lebih mahal), biaya air PAM di apartemen juga terhitung lebih mahal dibandingkan pada umumnya. hal ini dikarenakan air tersebut harus diolah dan harus disalurkan hingga ke lantai tertinggi apartemen tersebut.

    “Air kalau di rumah sesuai PAM kalau di apartemen butuh diolah dan disalurkan hingga lantai 10 pakai pompa, dan pompanya juga pakai listrik, ditambah harga per kubiknya juga beda,” tegas Steve.

    Fasilitas Apartemen Rusak Siapa yang Tanggung?

    Menurut Steve, ketika ada kerusakan pada ruangan apartemen, penghuni bisa langsung melaporkannya pada pengelola, Biasanya, bila kerusakan tersebut terhitung sangat fatal, korban penghuni tersebut akan dialokasikan ke unit lain.

    “Itu harus lapor ke pengelola, solusinya, kalau udah ada kebocoran itu sudah suatu masalah besar yang salah satunya yaitu korban di bawahnya harus dialokasikan ke unit yang tidak bocor,” jawab Steve.

    Ia menyebutkan bahwa kerusakan yang fatal dan dapat mengganggu penghuni, seharusnya wajib untuk diperbaiki oleh pengelola apartemen tersebut.

    “Apartemen yang bocor itu harus diperbaiki oleh pemilik apartemen dan pengelola gedung, wajib itu. Penghuni tidak bertanggung jawab. penghuni harus menerima apartemen dalam kondisi apartemen dengan baik itu prinsip sewa menyewa,” tutur dia.

    Terpisah, Property Development & Investment Specialist, Anton Sitorus menyebutkan, ada dua jenis kerusakan, jika kerusakan tersebut ada sebelum proses serah terima, maka kerusakan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengelola, lain halnya dengan kerusakan yang terjadi ketika penghuni tersebut sudah lama menempati ruangan tersebut.

    “Kalau kerusakan sendiri karena kita yang pakai itu tidak ditanggung oleh pengelola. Tetapi kalau kerusakan struktural bukan karena pemakaian sendiri atau simplenya kesalahan dari kontraktor gedung tersebut, itu bisa di klaim dan dilaporkan ke pengelola. Mengenai siapa yang akan menanggungnya nanti itu tergantung dengan negosiasi,” jawab Anton.

    Anton juga mengimbau para calon pembeli untuk mengecek kondisi apartemen sebelum menandatangani surat perjanjian dan serah terima.

    “Di apartemen kalau kita sudah serah terima, pengelola atau developernya itu biasanya akan bilang ‘kalau sudah serah terima, segala macam urusan itu akan menjadi tanggung jawab si penghuni, bukan lagi menjadi tanggung jawab pengembang’. Makanya, di dalam proses serah terima tersebut itu, pembeli musti mengecek,” tegas Anton.

    “Ada juga waktu yang diberikan kepada calon penghuni namanya grace period, entah itu 2 atau 3 bulan untuk mengecek apakah kondisi unit apartemen tersebut sudah baik. Disitulah waktunya untuk kamu mengecek, kalau sudah aman baru boleh ditandatangani,” jelasnya.

    “Kalau sudah melewati batas waktu grace period lalu ada kerusakan seperti kebocoran kamar mandi dari kamar atas, nanti itu masalahnya dengan tetangga di kamar atas. Nah nanti itu bisa dibicarakan dan biasanya akan melibatkan pengelola juga,” sambung Anton.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Mulai Bisnis Sewa Apartemen? Perhatikan 6 Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Bisnis properti seperti sewa apartemen bisa menjadi sumber penghasilan pasif yang cukup menarik. Kalau kamu mau berinvestasi properti, mungkin kamu juga bisa menyewakan apartemen untuk mendapat penghasilan tambahan.

    Namun, jangan langsung terjun ke bisnis apartemen, atau asal beli kalau pengin dilirik penyewa. Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan supaya bisnismu lancar.

    Tips Bisnis Sewa Apartemen

    1. Prospek

    Menurut Pengusaha Sewa Apartemen Anis Widiadi, kita harus menentukan target penyewa yang diinginkan. Mungkin kamu lebih memilih mahasiswa, pekerja, penyewa yang masih lajang, ataupun yang sudah berkeluarga.


    “Bisa lihat lingkungan, lihat prospeknya rame (penghuni di apartemen). Baru memutuskan untuk investasi. Lihat rame (penghuni), harga jualnya kompetitif, yang nyewa juga banyak,” ujar Anis kepada detikcom, Rabu (8/5/2024).

    2. Dekat Kawasan Bisnis

    Jika menyasar pegawai, maka sebaiknya memilih apartemen yang strategis seperti dekat dengan kawasan bisnis, perkantoran, mall, ruko, atau pertokoan. Sebab, lokasi strategis lebih digemari penyewa.

    “Lihat lokasinya di kawasan memang pekerja atau dekat mall. Jangan apartemen doang, hunian aja di bawahnya ga ada mall,” ucapnya.

    3. Tipe Unit Apartemen

    Selanjutnya, pertimbangkan tipe unit apartemen yang akan dibeli sesuai tipe penyewa yang dituju. Menurut Anis, apartemen studio cocok untuk pekerja yang masih lajang. Sementara, apartemen dengan beberapa kamar lebih cocok untuk penyewa yang sudah berkeluarga.

    “Kalau dua bedroom, ada keluarga (bisa) rapi nggak? Tapi kalau studio mikir mereka pekerja, mereka datang ke apartemen sudah lelah, sudah tinggal tidur jadi tetap terawat,” katanya.

    4. Jangka Waktu Penyewaan

    Kamu dapat menentukan jangka waktu sewa baik bulanan atau setahun. Ia lebih menyarankan menetapkan jangka lebih lama daripada pembayaran per bulan. Sebab, dikhawatirkan ada kerusakan yang memakan biaya perbaikan yang mahal.

    “(Saya) kontrakin maunya tahunan, bukan bulanan (karena) mau tutup (biaya) interior dulu. Kalau bulanan, (kalau) rusak nggak bisa beli lagi (untuk perbaikan),” jelasnya.

    5. Harga Sewa

    Untuk menentukan harga sewa, kamu bisa melihat harga pasaran dengan meriset online atau menanyakan manajemen apartemen. Lalu, pertimbangkan juga biaya interior ketika awal membeli apartemen.

    “Kontrakin satu tahun waktu itu Rp 20 juta (untuk menutup biaya interior). Tahun kedua (kalau) diperpanjang naikin harga karena inflasi harus naikin jadi Rp 22 juta, (kenaikan) 10 persen,” ucapnya.

    6. Iuran Pengelolaan Lingkungan

    Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) juga penting untuk dipertimbangkan. Kalau mendapati IPL yang murah, maka kamu bisa menentukan biaya sewa yang lebih terjangkau. Sementara, IPL yang mahal akan memberatkan penyewa. Maka, pastikan menyasar target pasar yang tepat untuk mengimbangi IPL.

    Demikian beberapa hal yang perlu kamu perhatikan kalau mau bisnis sewa apartemen. Semoga membantu!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Sewa Apartemen buat Pemula Supaya Nggak Salah Pilih


    Jakarta

    Menyewa apartemen bisa menjadi opsi hunian yang menarik buat tinggal di kota besar. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih apartemen yang mau kamu tinggal.

    Nah, buat kamu yang masih awam dalam hal ini mungkin masih bingung tentang apa yang perlu dilakukan kalau mau sewa apartemen. Berikut ini tips menyewa apartemen buat pemula untuk memilih hunian yang cocok dilansir dari Redfin, Jumat (17/5/2024).

    Tips Sewa Apartemen

    1. Siapkan Budget Lebih

    Jika baru pertama kali menyewa apartemen, kamu perlu tahu anggaran tinggal di hunian ini. Selain sewa hunian, coba perhitungkan biaya lainnya seperti tagihan listrik dan air, layanan internet, parkir, laundry, deposit, ongkos pindah. Pastikan kamu memiliki budget yang cukup untuk hidup di apartemen.


    2. Daftar Prioritas

    Dalam memilih unit apartemen yang cocok buat kamu, sebaiknya membuat daftar apa saja yang kamu cari dari suatu hunian. Pastikan apartemen yang kamu pilih bisa menunjang gaya hidup kamu.

    Lalu, tentukan prioritas dari daftar yang sudah kamu buat. Misalkan kamu mencari apartemen yang jaraknya dekat tempat kerja, memiliki fasilitas tertentu, atau ruang penyimpanan yang memadai.

    3. Banyak Bertanya

    Ada banyak hal yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan unit apartemen yang akan disewa. Riset apartemen yang dituju dengan menanyakan langsung berbagai hal ke pemilik. Kamu bisa tanya berapa tagihan bulanan, kenaikan harga sewa, tanggung jawab kerusakan, biaya parkir, dan lainnya.

    4. Parkiran

    Kalau kamu mempunyai kendaraan, cari tahu kondisi parkiran di apartemen untuk memastikan masih ada beberapa spot parkir buat kamu. Jangan sampai kamu kesulitan mendapat tempat parkir karena kekurangan lahan. Lalu, tanyakan juga kalau ada biaya parkir serta berapa harganya.

    5. Kaji Perjanjian Sewa

    Perhatikan perjanjian sewa dengan seksama sebelum menyetujui atau menandatanganinya. Perjanjian ini penting kamu pahami untuk menghindari masalah-masalah di kemudian hari. Harus ada kesepakatan dan kejelasan terkait jangka waktu sewa, harga sewa, peraturan, dan konsekuensi kalau ada kerusakan atau telat bayar sewa.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum menyewa apartemen. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Peraturan Tinggal di Apartemen yang Harus Kamu Tahu


    Jakarta

    Apartemen merupakan alternatif hunian berbentuk vertikal yang sudah banyak digunakan orang-orang. Kehidupan tinggal di apartemen memiliki banyak perbedaan dari perumahan, dari sosialisasi dengan tetangga hingga peraturan yang berlaku.

    Bagi kamu yang pengin tinggal di apartemen, perlu mengetahui peraturan-peraturan yang biasa ditetapkan pada apartemen. Peraturan ini yang mengatur operasional dan kehidupan di dalam apartemen.

    Lalu, apa saja peraturan tinggal di apartemen? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari academia.edu, Kamis (27/6/2024).


    Peraturan Tinggal di Apartemen

    1. Perhimpunan Penghuni (PP)

    PP adalah badan hukum yang bertugas mengurus berbagai kepentingan bersama antara pemilik dan penghuni apartemen. PP merupakan wakil dari para penghuni sehingga fungsinya mirip dengan RT/RW.
    Tugas PP antara lain :
    1. Mengesahkan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disusun oleh pengurus dalam Rapat Umum PP
    2. Menyelenggarakan tugas-tugas administrasi kepenghunian dan pembukuan
    3. Menunjuk atau membentuk dan mengawasi Badan Pengelola dalam pengelolaan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama
    4. Mewakili para penghuni terhadap pihak luar, termasuk pemerintah, berkenaan dengan pembayaran PBB, asuransi kebakaran, dan lain-lain
    5. Menetapkan dan melaksanakan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan oleh penghuni
    PP ini terbentuk, pengembang bertindak sebagai pengurus PP sementara. Masa kepengurusan sementara ini biasanya dilakukan sejak bangunan selesai, selama 3 bulan sampai 1 tahun, sesuai dengan Pasal 67 Peraturan Pemerintah No.4 Tahun 1988.

    Anggota PP

    Yang menjadi anggota PP adalah :
    1. Pemilik unit
    2. Pemakai unit
    3. Penyewa unit
    4. Penyewa beli unit (untuk unit yang disewa beli)
    Setiap pemilik unit apartemen memiliki satu suara. Suara ini digunakan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan berkepentingan kepenghunian, misalnya dalam hal tata tertib.

    Dalam hal yang berkaitan dengan kepemilikan dan pengelolaan apartemen, hak suara pemilik diperhitungkan sesuai dengan Nilai Perbandingan Proporsional (NPP).

    2. Badan Pengelola

    Badan pengelola adalah suatu perusahaan yang profesional, yang bertugas mengelola seluruh bagian dan benda bersama di dalam kompleks gedung apartemen. Badan pengelola ini ditentukan dan dipilih oleh PP.

    Apabila dinilai mampu, PP dapat jga melakukan sendiri pengelolaan dengan membentuk tim yang cukup.
    Tugas badan pengelola, berdasarkan PP No. 4/1988 Pasal 68, meliputi
    • Memeriksa dan memelihara kebersihan gedung dan lingkungannya
    • Melakukan perbaikan gedung dan lingkungannya
    • Mengawasi ketertiban dan keamanan penghuni
    • Mengawasi penggunaan bagian, benda, dan tanah bersama sesuai dengan peruntukannya
    • Secara berkala memberikan laporan kepada PP disertai usulan pemecahan masalah

    3. Service Charge

    Istilah service charge pada umumnya diartikan sebagai iuran pengelolaan. Sebagaimana layaknya, biaya pemeliharaan atas bagian, benda, dan tanah bersama ditangung bersama oleh para penghuni dengan membayar iuran pengelolaan. Besarnya iuran tersebut dihitung oleh pengelola. Setelah disetujui oleh PP, besarnya iuran akan ditentukan secara proporsional. Umumnya dikaitkan dengan luas unit apartemen / sarusun.

    Contoh :
    Biaya service charge : Rp. 8.000/m2/bulan
    Luas unit apartemen : 100 m2
    Biaya per unit apartemen = 100 X 8.000 = Rp. 800.000/bulan

    Untuk kenyamanan penghuni, biaya pemakaian listrik, air dapat dibayarkan secara kolektif kepada pengelola, tentunya dengan ditambah biaya administrasi.

    4. Sinking Fund

    Sinking fund atau dana cadangan adalah biaya yang ditarik oleh pengelola sebagai tabungan untuk kepentingan besama. Dana ini akan digunakan untuk menutupi biaya-biaya yang timbul di kemudian hari, misalnya biaya perbaikan gedung (renovasi) dan penambahan fasilitas. Cara menghitung biaya ini sama dengan cara menghitung service charge, yaitu luas biaya per m2 dikalikan luas unit apartemen.

    Diperlukan kesadaran seluruh pemilik atau penghuni apartemen untuk membayar iuran pengelolaan dan dana cadangan tepat pada waktunya agar peralatan dapat terawat dengan baik. Apabila pengelola mengajukan kenaikan tarif, perlu dipelajari secara seksama untuk menyetujui atau menolaknya karena akan terkait dengan investasi bangunan jangka panjang.

    Yang perlu dihindari adalh adanya konflik kepentingan (conflict of interest) di dalam tubuh PP. Jangan sampai kepentingan bersama dikalhkan oleh kepentingan pribadi atau golongan.

    5. Prosedur Renovasi

    Melakukan renovasi di dalam gedung bertingkat sangat berbeda dengan di rumah biasa. Terlebih lagi apabila unit-unit apartemen di sekeliling kita telah dihuni. Perlu perhatian yang ekstra ketat, mulai dari pengangkutan material dari luar ke dalam unit sampai dengan pengerjaannya.

    Pengangkutan material ke dalam unit apartemen harus melalui lift khusus barang, tidak boleh menggunakan lift penumpang, dengan alasan kenyamanan dan keamanan. Material tertentu seperti pasir dan batu perlu dimasukkan ke karung sebelum diangkut untuk menjaga kebersihan.

    Sebelum melakukan renovasi, pemilik / penghuni unit melaporkannya terlebih dahulu kepada pengelola gedung. Beberapa hal yang umumnya perlu diperhatikan adalah :
    1. Mengajukan permohonan renovasi
    2. Mengisi formulir permohonan renovasi
    3. Mengajukan desain lengkap dan spesifikasi material / bahan yang digunakan
    4. Pemeriksaan desain, material, dan kontraktor yang diajukan pemilik / penghuni oleh koordinator renovasi.
    Tempat Pembuangan Sampah

    Sampah dari setiap unit umumnya ditampung di suatu tempat di stiap lantai yang disebut bin center. Pada waktu-waktu yang telah ditentukan, sampah tersebut diangkut ke tempat pembuangan gedung (garbage room) sebelum diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Biaya pembuangan sampah ini telah termasuk dalam biaya service charge.

    6. Biaya Parkir Gedung

    Setiap pemilik / penghuni apartemen diberi hak untuk menggunakan tempat parkir. Jumlah unit parkir (lot parkir) yang diberikan bergantung pada ketentuan pengelola dan bergantung pula pada jumlah total tempat parkir yang tersedia. Pada umumnya, setiap unit diberikan jatah satu tempat parkir, kecuali untuk unit khusus (penthouse) diberikan lebih dari satu. Apabila memerlukan tempat parkir tambahan, pemilik / penghuni dapat menyewanya secara bulanan.

    Setiap pemilik / penghuni memperoleh stiker parkir. Sedangkan untuk tamu disediakan area parkir khusus yang terpisah. Apabila tempat parkir yang dikelola cukup luas, badan pengelola dapat juga menyerahkan pengelolaannya kepada pihak luar untuk alasan efisiensi.

    7. Penanggulangan Kebakaran

    Bangunan apartemen yang baik umumnya menyediakan berbagai peralatan dan upaya untuk menanggulangi kebakaran, meliputi :
    • Smoke detector, untuk mendeteksi asap secara otomatis
    • Heat detector, untuk mendeteksi asap secara otomatis
    • Sprinkle, untuk memadamkan api di lokasi sumber api
    • Hydrant, selang air untuk memadamkan api dari jarak yang cukup jauh
    • Apar di tempat strategis dan di setiap unit
    • Tangga darurat
    • Pelatihan penggunaan apar untuk anggota sekuriti dan penghuni
    • Latihan kebakaran dan evakuasi seluruh penghuni minimal setahun sekali

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sama-sama Hunian Vertikal, Kenali Perbedaan Rusun, Apartemen, dan Kondominium


    Jakarta

    Hunian vertikal adalah alternatif hunian untuk lahan yang terbatas. Apalagi dengan harga lahan di perkotaan yang sudah tergolong mahal.

    Demi mendapat akses lebih dekat ke kawasan bisnis dan ekonomi di tengah kota, hunian vertikal ini pun menjadi solusi. Hunian ini bisa berupa rumah susun (rusun), apartemen, dan kondominium.

    Meski sama-sama hunian vertikal, ketiga jenis properti ini berbeda, lho. Simak penjelasan mengenai perbedaan rusun, apartemen, dan kondominium berikut ini, dikutip dari Cekaja.com.


    Perbedaan

    Rusun

    Berdasarkan Undang-undang, rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah.

    Pada perkembangannya, masyarakat mengenal rusun sebagai hunian bertingkat untuk kelas menengah bawah. Rusun juga terbagi menjadi dua yaitu:

    Rusunami

    Rusunami adalah Rumah Susun Sederhana Milik. Pada Rusunami, pengguna tangan pertama harus membeli dari pengembang. Pengembang kerap menggunakan istilah apartemen bersubsidi untuk Rusunami.

    Rusunawa

    Rusunawa adalah Rumah Susun Sederhana Sewa. Dari segi tampilan fisik bangunan kurang lebih sama dengan Rusunami. Perbedaannya, untuk menempati Rusunawa, pengguna menyewa dari pengembang.

    Apartemen

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apartemen adalah tempat tinggal yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat yang besar dan mewah.

    Apartemen juga biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, toko, dan lainnya. Tak hanya itu, biasanya, untuk memiliki apartemen dibutuhkan biaya yang tak sedikit.

    Kondominium

    Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi kondominium adalah gedung besar, mewah, bertingkat yang disewakan; apartemen. Jadi dalam praktiknya, pemilik unit kondominium memiliki hak melakukan apa pun, misalnya menyewakan atau menjual pada orang lain.

    Artinya, kondominium dapat menjadi alternatif investasi, sedangkan apartemen lebih sebagai hunian rumah tinggal.

    Itulah perbedaan dari rusun, apartemen, dan kondominium. Apakah kamu tertarik tinggal di salah satunya? Atau kamu lebih memilih mencari rumah hunian?

    Sementara itu, dikutip dari sumber lain, perbedaan paling mencolok antara rusun, apartemen dan kondominium adalah dari segi fasilitas.

    Fasilitas yang terdapat di rusun terkesan seadanaya, karena rusun memang tergolong hunian vertikal yang paling terjangkau dari sisi harga. Sebab rusun ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah.

    Apartemen memiliki fasilitas yang lengkap, seperti tempat parkir yang luas, kolam renang, tempat kebugaran, taman dan lainnya. Beberapa apartemen mewah juga terintegrasi dengan pusat perbelanjaan. Meski begitu, ada juga apartemen yang memiliki fasilitas seadanya.

    Lalu kondominium memiliki fasilitas premium dan lebih mewah dibanding apartemen.

    Selain itu, ketiganya juga bisa dibedakan dari siapa yang menginisiasi pembangunan. Rusun, biasanya dibangun atas inisiasi pemerintah daerah atau pusat untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau kelas menengah ke bawah. Sementara apartemen dan kondominium dibangun murni sebagai tujuan bisnis dari para pengembang.

    Demikian perbedaan rusun, apartemen, dan kondominium. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com