Tag: apek

  • 4 Tanda dan Penyebab Adanya Jamur di Lantai Kayu


    Jakarta

    Jika rumah kamu menggunakan lantai kayu, perawatan ekstra sangat dibutuhkan agar lantai kayu bisa bertahan lama. Banyak yang harus diperhatikan, terutama masalah jamur yang bisa tumbuh di bawahnya.

    Jamur merupakan masalah umum yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada lantai dan bahkan mempengaruhi kesehatan penghuninya. Ada beberapa tanda timbulnya jamur di lantai kayu, seperti bau apek yang disebabkan oleh pelepasan spora jamur ke udara.

    Dilansir dari Better That Home, Rabu (30/10/2024), berikut beberapa tanda dan penyebab adanya jamur di bawah lantai kayu kamu.


    Tanda-tanda Adanya Jamur di Bawah Lantai Kayu

    Perubahan Warna

    Jamur dapat menyebabkan perubahan warna pada permukaan lantai kayu. Perubahan warna ini dapat muncul sebagai bercak atau bintik gelap yang mungkin bertekstur berbulu.

    Bau Apak

    Bau apak adalah salah satu tanda paling jelas adanya jamur di bawah lantai kayu disebabkan oleh pelepasan spora jamur ke udara. Bau ini sering digambarkan sebagai bau lembap dan bisa cukup kuat.

    Noda Air

    Jika ada noda air di lantai kayu, ada kemungkinan jamur tumbuh di bawah permukaannya. Noda ini mungkin muncul sebagai bercak gelap pada kayu dan bisa menjadi indikasi kelembapan berlebih.

    Lantai yang Lembek

    Jika lantai kayu keras kamu terasa lembek saat berjalan di atasnya, ada kemungkinan jamur tumbuh di bawah permukaannya. Hal ini bisa menjadi indikasi kerusakan akibat air dan harus segera diatasi.

    Penyebab Jamur di Bawah Lantai Kayu

    Tingkat Kelembapan Tinggi

    Tingkat kelembapan yang tinggi di rumah kamu dapat menyebabkan pertumbuhan jamur di bawah lantai kayu. Saat udara lembap, uap air dapat merembes melalui sublantai dan terperangkap di bawah lantai kayu, hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan jamur.

    Ventilasi Buruk

    Ventilasi yang buruk di rumah, dapat menyebabkan tingkat kelembapan yang tinggi sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan jamur di bawah lantai kayu kamu.

    Jika udara tidak bersirkulasi dengan benar, kelembapan dapat terperangkap dan menyebabkan pertumbuhan jamu.

    Masalah Perpipaan

    Masalah perpipaan seperti kebocoran atau pipa pecah dapat menyebabkan pertumbuhan jamur di bawah lantai kayu kamu. Jika terjadi kebocoran, air dapat merembes melalui celah lantai dan terperangkap.

    Kurangnya Pemeliharaan

    Kurangnya perawatan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur. Jika kamu tidak membersihkan dan merawat lantai kayu secara teratur, kotoran dan serpihan dapat menumpuk dan menyebabkan tumbuhnya jamur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! Ini 4 Tanda Munculnya Jamur dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Memasuki musim hujan ada banyak kamu perlu lebih perhatian pada bangunan atau rumah. Udara yang lembap dapat berpengaruh pada kelembaban di dalam bangunan. Kelembaban yang melewati batas normal dapat memicu pertumbuhan jamur.

    Keberadaan jamur pada bangunan dapat memicu berbagai hal buruk bagi struktur dan tampilan rumah, serta kesehatan. Cara kita mencegah pertumbuhan jamur di rumah adalah mengetahui tanda pertumbuhannya. Cara mengetahuinya cukup mudah, tidak membutuhkan alat canggih atau bantuan profesional.

    Melansir dari Homes and Gardens, Rabu (6/11/2024), berikut beberapa tanda adanya pertumbuhan jamur pada bangunan


    1. Adanya Perubahan Warna pada Bagian Bangunan

    Kamu bisa mengetahui keberadaan jamur dari kondisi fisik bangunan yakni dari perubahan warna. Sebagai contoh perubahan warna cat pada dinding, plafon, lantai, dan bagian lainnya. Perubahan warna ini juga diikuti dengan munculnya noda hitam, hijau, merah muda, hingga putih.

    Jika kamu melihat hal ini, kamu harus segera membasminya karena jamur dapat menyebar dan berlipat ganda dalam 24 jam. Cara membasminya dengan mencampurkan larutan pemutih dengan air putih secukupnya kemudian disemprotkan ke area yang berjamur.

    2. Tercium Bau Lembap

    Bau lembap itu seperti bau apek. Bau ini sebagai pertanda jamur tengah berkembang di media yang lembap. Bau ini bisa tercium jelas pada saat kamu menghidupkan kipas angina tau AC. Maka dari itu, penting di rumah memiliki ventilasi.

    3. Cat dan Wallpaper Mengelupas

    Kemudian, jika kamu melihat cat dinding atau wallpaper di rumah mengelupas, kemungkinan penyebabnya adalah jamur. Kemudian jika kamu menyentuh cat dinding terasa lembut dan kenyal itu menandakan ada kelembaban yang terperangkap di bawahnya.

    Untuk memperbaikinya, bukan dengan mengecat ulang, tetapi membasmi dulu jamur tersebut. Dengan begitu permasalahan jamur tidak akan terulang lagi.

    4. Mengalami Alergi

    Seperti yang disebut di awal, jamur tidak hanya merusak struktur dan tampilan rumah, melainkan menyebabkan penyakit bagi penghuninya. Jamur dapat menyebabkan batuk, bersin, hidung tersumbat, mata gatal, iritasi kulit, gangguan pernapasan, sakit kepala, dan gejala mirip alergi lainnya.

    Cara untuk membersihkannya adalah dengan membersihkan rumah secara teratur atau menggunakan cuka yang disemprotkan ke area pertumbuhan jamur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Air di Rumah Bau? Bisa Jadi ini Penyebabnya



    Jakarta

    Saat kamu ingin mencuci piring ataupun mandi lalu mencium bau yang tidak sedap, hal ini tentu akan sangat menjengkelkan. Mengingat saat di rumah air sering digunakan juga untuk memasak, membersihkan, minum, dan mandi.

    Bergantung pada sumber baunya, mengkonsumsi air bisa jadi tidak berbahaya atau membahayakan. Jika masalah terjadi di setiap keran seluruh rumah, kemungkinan besar sumbernya adalah pasokan air utama.

    Mengidentifikasi bau dapat membantu menentukan apa yang mungkin menyebabkan masalah. Melansir Better Homes & Gardens, berikut beberapa penyebab air di rumah berbau tidak sedap.


    Konsentrasi Klorin Tinggi

    Klorin seringkali terdapat dalam persediaan air umum pada tingkat sekitar 0,2 hingga 2,0 parts per million (ppm), tetapi dalam beberapa kasus tingkat klorin dapat mencapai 5 ppm yang dapat menyebabkan bau klorin ringan.

    Senyawa klorin memiliki sifat oksidasi yang kuat, sehingga efektif dalam membunuh bakteri.Biasanya, bau tersebut hilang secara alami dalam beberapa menit setelah air terkena udara.

    Interaksi antara Klorin dan Bahan Organik di Pipa

    Klorin yang ada di dalam air dapat bereaksi dengan bahan organik yang menumpuk di dalam pipa sistem perpipaan. Hal ini dapat menimbulkan bau klorin, meskipun baunya akan hilang setelah air dialirkan selama beberapa menit.

    Pertumbuhan Bakteri dalam Sistem Perpipaan

    Bau belerang atau telur busuk biasa ditemukan dalam sistem perpipaan. Bau ini biasanya muncul saat bakteri tumbuh pesat di saluran pembuangan, pemanas air, atau sumur.

    Seiring waktu, bahan organik dapat terkumpul di saluran pembuangan, menjadi tempat yang tepat untuk pertumbuhan bakteri. Mendisinfeksi dan membilas saluran pembuangan dapat menghilangkan bau.

    Kontaminasi sumur merupakan masalah serius yang dapat disebabkan oleh sistem septik bocor, atau pertumbuhan bakteri yang merajalela di area tersebut. Jika menggunakan pasokan air umum, segera hubungi otoritas pasokan air.

    Bakteri Pengoksidasi Besi Menciptakan Campuran Besi dan Oksigen

    Bau apek atau tanah pada air biasanya disebabkan oleh tingginya konsentrasi zat besi pada saluran pipa atau pasokan air. Ketika zat besi dan oksigen bercampur, hal itu dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri zat besi untuk berkembang biak.

    Jenis bakteri ini tidak berbahaya bagi manusia, tetapi dapat menghasilkan lendir berwarna merah atau coklat yang menempel di bagian pipa. Bau apek disebabkan oleh bakteri zat besi dalam air yang mati dan mengeluarkan bau apek.

    Kontaminasi Alga

    Kontaminasi alga dapat terjadi saat danau atau waduk mengalami ledakan populasi alga selama berbulan-bulan hangat dalam setahun. Kontaminasi ini menyebabkan air berbau apek, tetapi juga dapat menimbulkan bau amis.

    Jika menggunakan sistem sumur, lakukan desinfeksi pada sumur. Tetapi jika kamu terhubung dengan pasokan air publik, hubungi otoritas air setempat untuk melaporkan masalah.

    Itulah penyebab air di rumah menjadi bau.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 6 Penyebab Timbulnya Bau Tidak Sedap pada Mesin Cuci


    Jakarta

    Saat mencuci baju dan merasakan bau yang tidak sedap, bisa jadi masalahnya berada pada mesin cuci. Mesin cuci yang bau merupakan masalah yang sangat umum dijumpai.

    Penyebab umum bau biasanya terdapat pada jamur atau sisa-sisa kotoran yang mungkin menempel pada pakaian, serta penumpukan detergen.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa penyebab mesin cuci berbau tidak sedap sehingga mempengaruhi pakaian yang kamu cuci.


    Air yang Terperangkap

    Mendengar suara air berdesir setiap kali memutar tabung mesin cuci, hal ini wajar jika mesin cuci memiliki sedikit air di bawah tabungnya. Secara teknis, larutan air sengaja disegel untuk menjaga keseimbangan saat tabung berputar.

    Masalahnya adalah ketika mendapatkan air terperangkap di dalam drum. Air yang tergenang menyebabkan kadar air meningkat, dan biasanya jamur muncul yang menimbulkan bau apek.

    Filter Kotor

    Kebanyakan orang tidak membersihkan filter mesin cuci sesering yang seharusnya. Namun, filter tersebut mengumpulkan berbagai hal, mulai dari kotoran hingga bulu halus dan benda asing seperti koin dan jepit rambut.

    Kotoran yang menumpuk lama-kelamaan dan berubah menjadi lumpur yang menjijikan. Selain bau, filter yang terlalu kotor juga dapat mempengaruhi efisiensi mesin yang mengakibatkan pakaian tidak dicuci dengan baik.

    Saluran Tersumbat

    Kotoran dan debu dapat terkumpul di bagian saluran pembuangan mesin cuci. Bakteri akan berkembang biak dan mengeluarkan bau seperti limbah yang dikenal sebagai gas hidrogen sulfida.

    Selain baunya yang menyengat, tanda-tanda saluran air tersumbat cukup terlihat seperti genangan air di dalam tabung, drainase lambat, dan suara gemericik keras. Bisa jadi selang pembuangan tertekuk sehingga perlu diganti atau pipanya perlu dibersihkan.

    Mesin Cuci Kotor

    Tugas mesin cuci adalah membersihkan pakaian, sehingga akan terdapat kotoran bakteri yang menempel di dinding mesin cuci. Mesin cuci akan berbau tidak sedap jika tidak dibersihkan secara berkala.

    Ada yang Tersangkut

    Cincin karet di sekitar pintu mesin cuci bukaan depan adalah tempat rahasia untuk menyembunyikan pakaian kecil. Hal ini akan menyebabkan air cenderung menggenang di segel pintu.

    Jika dibiarkan, baunya akan menjadi sangat menyengat karena tidak ada yang lebih disukai kuman penyebab bau selain lingkungan yang lembap. Kotoran yang menyumbat lubang drainase juga menjadi risiko bau lainnya.

    Detergen yang Terlalu Banyak

    Detergen cucian yang beraroma harum bisa menjadi penyebab di balik mesin cuci kamu berbau busuk. Semakin banyak detergen yang digunakan, semakin banyak busa yang dihasilkan sehingga semakin sulit dibersihkan.

    Sisa sabun kemudian mengendap di bagian-bagian mesin cuci, memberikan jamur dan bakteri lain sumber makanan yang baik saat ia membusuk.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 6 Tanda Adanya Kecoa di Rumah



    Jakarta

    Kecoa menjadi salah satu hama yang sangat mengganggu saat masuk ke dalam rumah. Kecoa terkenal menyebarkan bakteri dan penyakit ke seluruh rumah, sehingga menyebabkan penyakit berbahaya.

    Beberapa orang juga mengalami masalah asma atau masalah pernapasan lainnya karena kulit yang mengelupas atau kotoran yang kecoa tinggalkan. Mengidentifikasi adanya serangan kecoa sangat penting dilakukan.

    Melansir house digest, berikut beberapa tanda adanya kecoa di rumah yang harus segera diatasi sebelum menimbulkan resiko yang berbahaya.


    Melihat Kotoran di Lantai

    Adanya kotoran kecoa menjadi tanda pasti bahwa kecoa masuk dan bersarang di rumah. Penampakan kotoran ini dapat bervariasi tergantung ukuran kecoa yang meninggalkannya dan beberapa faktor lainnya.

    Jika kecoa lebih kecil, kotorannya memiliki warna dan tekstur yang mirip bubuk kopi, dan ada juga yang lebih gelap serta tampak seperti lada hitam. Kecoa yang berukuran besar, akan tampak lebih bulat dan berwarna hitam atau coklat.

    Adanya Noda di Dinding

    Terkadang kotoran kecoa muncul dalam bentuk bercak, Bercak tersebut adalah jejak kotoran yang tertinggal saat serangga ini merayap di seluruh rumah. Dinding dan langit-langit menjadi lokasi umum tempat bercak ini terlihat.

    Noda juga mungkin tertinggal di tempat yang lembap atau basah. Jika kamu melihat bekas noda yang luas, hal ini menjadi petunjuk bahwa ada sumber makanan untuk kecoa di dekatnya.

    Bekas noda yang ditinggalkan akan membawa bakteri, sehingga disinfeksi permukaan dengan hati-hati di tempat mereka berada.

    Mencium Bau Apek di Rumah

    Kecoa memiliki bau yang sangat khas, hal ini dapat mendeteksi keberadaannya sehingga dapat membantu mengetahui adanya kecoa di rumah. Baunya digambarkan sebagai bau apek dan tidak segar.

    Serangga menggunakan baunya sebagai bentuk komunikasi, sehingga membantu kecoa untuk menemukan makanan dan kebutuhan lain yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

    Menemukan Kulit Kecoa yang Terkelupas

    Tanda lain kecoa membuat tempat tinggal di rumah kamu adalah ditemukannya kulit kecoa yang mengelupas. Jika melihat sesuatu sesuatu yang tampak seperti kecoa mati, mungkin itu hanya kulit yang tertinggal dari nimfa yang mengelupas.

    Nimfa adalah versi muda dari serangga ini. Kulit kecoa tidak tumbuh bersama tubuh, jadi harus kecoa harus melepaskannya dan membiarkan kutikula baru mengeras. Selama waktu ini kecoa akan terlihat putih sampai kulit baru siap.

    Saat nimfa tumbuh, kecoa akan melalui proses pergantian kulit ini beberapa kali. Jadi sudah seharusnya kamu membasmi kecoa di rumah jika melihat selubung kulit di sekitar rumah.

    Mengalami Gejala Alergi

    Jika seseorang di rumah mengalami alergi yang meningkat, kecoa bisa jadi adalah penyebabnya. Kecoa dapat menyebabkan gejala muncul tanpa memandang waktu dalam setahun.

    Namun, tidak semua orang akan mengalami reaksi pernapasan terhadap hama ini. Seseorang akan tampak bergejala saat terpapar kecoa itu sendiri, serta kotoran atau air liurnya.

    Mengatasi kecoa di rumah akan menjadi solusi yang paling efektif, tetapi kamu juga harus berkonsultasi dengan dokter mengenai penyebab pasti kamu terkena alergi.

    Melihat Kecoa Berkeliaran di Rumah

    Kecoa tidak hidup sendiri, menemukan satu kecoa yang berkeliaran di rumah menjadi tanda pasti ada sarang kecoa di rumah kamu. Kemungkinan kecoa akan berkeliaran adalah saat keadaan rumah gelap, karena kecoa aktif di malam hari.

    Matikan lampu di tempat yang akan didatangi kecoa, kemudian nyalakan lampu setelah gelap beberapa saat. Kemungkinannya kecoa akan berlari menyebrangi lantai menuju tempat persembunyian saat lampu dinyalakan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Ampuh Mengusir Kecoak di Kamar Mandi, Gunakan Bahan Ini


    Jakarta

    Kecoak termasuk serangga yang mudah ditemukan di rumah, terutama kamar mandi. Keberadaannya tidak disukai karena mampu mengeluarkan bau apek dan mengganggu.

    Hama kecil berwarna hitam itu juga kerap membuat risi lantaran justru menghampiri, terbang, dan hinggap di tubuh saat coba diusir. Lantas, adakah cara memberantas kecoak di kamar mandi?

    Cara Membasmi Kecoak di Kamar Mandi

    Dilansir The Pest Informer dan Livspace, berikut sederet cara ampuh menumpas kecoak di kamar mandi:


    1. Siram Air Mendidih

    Air mendidih yang disiram ke tempat kecoak bersarang mampu memusnahkan mereka. Gunakan air yang sepanas mungkin agar metode ini berhasil. Sebab air yang disiramkan ke saluran pembuangan akan cepat dingin semakin jauh mengalir.

    Ini bisa dibilang cara termudah memberantas kecoak yang tak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Cara ini pun tidak merusak pipa pembuangan, justru bisa bantu meluruhkan kotoran yang menyumbat.

    2. Semprotkan Air Lemon

    Kalau punya buah lemon di rumah, airnya dapat dimanfaatkan untuk membasmi kecoak. Caranya dengan mencampur perasan lemon dengan air ke dalam botol semprot lalu semprotkan ke sekitar rumah yang kerap muncul kecoak. Serangga itu akan menjauh jika mencium aroma lemon.

    3. Letakkan Bawang Putih

    Bau bawang putih yang menyengat tidak disukai kecoak. Agar aromanya semakin keluar, bawang putih dapat digeprek lalu disebarkan di area kamar mandi yang sering didatangi serangga hitam kecil tersebut.

    4. Campurkan Baking Soda dan Cuka

    Campuran soda kue dan cuka dapat menumpaskan kecoak sekaligus merontokkan kotoran yang menyumbat saluran pembuangan.Cara ini tidak merusak pipa maupun meracuni pasokan air serta aman saat tersentuh manusia.

    5. Semprotkan Rebusan Daun Salam

    Daun salam kerap dijadikan bumbu masakan sehingga mudah ditemukan di rumah maupun tukang sayur terdekat. Bahkan tak jarang yang memiliki pohon salam tumbuh di pekarangan rumahnya.

    Bumbu dapur ini ternyata dapat dimanfaatkan untuk mengusir kecoak dengan cara merebusnya. Beberapa daun salam dapat direbus dengan air dan air rebusannya dapat disemprotkan ke sudut-sudut serangga itu muncul.

    6. Semprotkan Cairan Pewangi

    Kalau punya pewangi pakaian di rumah, campurkan dengan air dan masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan tiap kali melihat kecoak, tepat pada tubuhnya. Tak lama serangga itu akan tergeletak tidak berdaya.

    7. Semprotkan Campuran Peppermint Oil

    Minyak atsiri seperti peppermint oil umum digunakan sebagai aromaterapi hingga perawatan kulit. Jika memiliki minyak ini di rumah, manfaatkan untuk mengusir kecoak di kamar mandi.

    Caranya dengan mencampur peppermint oil dan air garam lalu semprotkan ke area yang sering dihinggapi kecoak.

    8. Taburkan Bubuk Asam Borat

    Asam borat kerap digunakan untuk memberantas kecoak di rumah. Jika memilikinya, taburkan sedikit bubuk ini di sudut-sudut yang kerap didatangi serangga tersebut dan biarkan di sana. Kecoak akan mati ketika bersentuhan dengannya.

    Penting diperhatikan, asam borat termasuk bubuk beracun sehingga penggunaannya harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Efektivitasnya juga menurun setelah basah terkena air.

    Penyebab Muncul Kecoak di Kamar Mandi

    Kecoak membutuhkan air serta lingkungan lembap untuk keberlangsungan hidupnya, dan kamar mandi adalah tempat keduanya ditemukan. Oleh karenanya serangga kecil itu mudah muncul di kamar mandi.

    Kamar mandi kerap kali gelap sehingga jadi lokasi favorit kecoak untuk berkembang biak. Di dalamnya juga terdapat buih sabun, sisa pasta gigi, hingga rontokan rambut yang bisa jadi sumber makanan hama tersebut.

    Belum lagi kamar mandi yang memiliki celah atau retakan pada lantainya merupakan tempat yang sempurna bagi kecoak untuk bersarang.

    Cara Mencegah Kecoak Kembali ke Kamar Mandi

    Mengutip Terminix, berikut cara mencegah kecoak kembali ke kamar mandi:

    • Rutin bersihkan kamar mandi dan usahakan agar selalu kering.
    • Rapikan peralatan mandi dan buang barang yang tidak digunakan serta sampah yang menumpuk.
    • Jangan simpan handuk dan baju kotor di kamar mandi.
    • Perbaiki keran dan pipa pembuangan yang bocor agar tidak menimbulkan kelembapan lebih.
    • Tutup rapat celah pada jendela, pintu, dinding, maupun saluran pembuangan yang memungkinkan menjadi jalur masuk kecoak.
    • Perbaiki lantai kamar mandi yang retak agar tidak menjadi sarang kecoak.
    • Semprotkan wewangian yang tidak disukai kecoak seperti perasan lemon atau peppermint oil.

    Kecoak mungkin tidak langsung musnah jika hanya sekali mencoba cara-cara di atas. Disarankan melakukan metode di atas secara berulang dan terjadwal serta merenovasi bagian rumah yang berisiko menjadi sarang kecoak.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Mudah Hilangkan Bau Tak Sedap di Kamar Mandi, Pernah Coba?


    Jakarta

    Salah satu masalah yang sering ditemukan di kamar mandi adalah bau. Sebenarnya ini hal lumrah terjadi mengingat kamar mandi adalah ruangan untuk bersih-bersih dan buang air. Namun, kamu tetap perlu solusi untuk mengatasi bau tidak sedap yang sering tercium di kamar mandi.

    Mencegah kamar mandi berbau juga bagian dari standar kebersihan kamar mandi. Apabila kamar mandi harus dan bersih baik kamu dan tamu yang akan menggunakan kamar mandi tidak akan terganggu dan mual selama di dalam sana.

    Dikutip dari Apartment Therapy, begini tips membuat kamar mandi wangi.


    1. Rajin Bersihkan Kamar Mandi

    Kunci kebersihan kamar mandi adalah dengan sering membersihkannya. Membersihkan kamar mandi dari kotoran secara rutin akan sangat membantu mencegah timbulnya bau. Mulai dari lantai, dinding, gayung, ember, shower, toilet, hingga saluran pembuangannya harus dibersihkan. Jika terdapat wastafel dan cermin di dalam kamar mandi, bagian ini juga tidak boleh dilewatkan.

    2. Buat Sirkulasi Udara

    Sirkulasi ruangan yang baik dapat menghilangkan bau tidak sedap. Meskipun kebanyakan kamar mandi ukurannya kecil, kamu tetap perlu membuat sirkulasi pada salah satu sisinya agar kamar mandi tidak lembap dan tidak pengap. Kamu juga bisa menambahkan kipas exhaust atau membuka jendela dan pintu sesering mungkin.

    3. Hilangkan Bau di Toilet

    Sebenarnya bau dari toilet bisa hilang setelah beberapa menit. Namun, apabila kamar mandi tersebut akan langsung dipakai setelah kamu keluar, pasti malu rasanya mereka mencium bau yang tidak sedap.

    Kamu bisa menetralisir bau dengan bahan pembersih alami seperti soda kue dan cuka. Cukup tambahkan sekitar satu cangkir soda kue ke saluran pembuangan, dan biarkan selama beberapa jam. Setelah itu, tuangkan secangkir cuka putih, tunggu lima menit, dan bilas dengan air panas.

    4. Beri Pengharum Ruangan

    Pengharum ruangan juga penting diletakkan di kamar mandi. Kamu bisa memakai pengharum semprot atau yang hanya perlu diletakkan saja. Namun, pastikan bau yang kamu pilih tidak begitu mengganggu saat dihirup.

    5. Tidak Meletakkan Handuk di Kamar Mandi

    Terkadang sumber bau apek bisa berasal dari handuk yang lembap. Kalau kamu terbiasa meninggalkan handuk di kamar mandi, pastikan untuk sering menggantinya. Namun, sebaiknya handuk yang basah dijemur dahulu dan dibawa saat hendak digunakan.

    6. Pajang Tanaman Hias

    Tanaman hias bukan hanya untuk pajangan, melainkan bisa sebagai filter udara. Bahkan beberapa tanaman hias juga menguarkan bau yang wangi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 6 Cara Hilangkan Bau Apak di Rumah Usai Ditinggal Liburan


    Jakarta

    Saat liburan, tentunya rumah ditinggalkan dalam keadaan tertutup rapat untuk mencegah adanya maling atau pencuri yang masuk. Rumah dalam keadaan tertutup yang cukup lama juga bisa menyebabkan bau apak.

    Bau apak bisa tercium pada ruangan dengan sirkulasi udara seadanya ditambah lagi dengan keadaan lembap. Hal itu menandakan rumah tersebut tidak bersih sehingga saat pintu kembali dibuka, bau apak langsung menguar.

    Meski demikian, kamu tak perlu khawatir karena ada beberapa cara untuk menghilangkan bau apak pada rumah yang ditinggal liburan dalam waktu lama. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Buka Jendela dan Pintu Rumah

    happy young boy, kid opening the sliding door on rooftop patio area at homePintu rumah dibuka agar sirkulasi udara di dalam rumah baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/olesiabilkei

    Cara mengurangi debu dan bau apak di rumah adalah dengan membuka sumber sirkulasi udara yakni jendela dan pintu di rumah. Biarkan selama satu jam atau selama kamu membersihkan rumah misalnya mengelap perabotan, menyapu, dan mengepel.

    2. Hidupkan Dehumidifier

    DehumidifierDehumidifier Foto: Ace Hardware

    Saat ini ada alat elektronik yang bisa menyerap kelembapan di dalam rumah dengan menyemprotkan uap yakni dehumidifier. Alat ini dapat mencegah jamur tumbuh di dalam rumah dan menjaga kualitas udara tetap sehat. Alat yang satu ini juga berguna untuk membasmi bakteri di udara dan mencegah penghuninya terkena alergi.

    3. Letakkan Baking Soda

    Eco-friendly natural cleaners Vinegar, baking soda, salt, lemon and cloth on wooden table Homemade green cleaningBaking soda yang ampuh hilangkan noda dan bau apak di rumah. Foto: iStock

    Baking Soda memang ampuh untuk membersihkan noda, tetapi bahan ini juga ampuh untuk menyerap bau apak di rumah.

    Caranya dengan menyiapkan baking soda yang dicampur dengan minyak esensial yang diletakkan ke dalam wadah. Tutup wadah tersebut menggunakan plastik atau kertas yang direkatkan dengan tali atau karet. Bolongi permukaan atasnya agar bau apek dapat tersedot.

    4. Bubuk Kopi

    lebih baik biji kopi atau kopi bubukBiji kopi dan kopi bubuk Foto: iStock

    Penyuka kopi bubuk bisa menggunakannya untuk mengurangi bau apak di rumah. Bau kopi umumnya disukai oleh penghuni rumah sehingga tidak akan begitu mengganggu.

    Kamu bisa menggunakan bubuk kopi baru atau ampas kopi. Bubuk tersebut perlu dipanggang atau disangrai lalu di letakkan di ruang terbuka di rumah. Jika kamu ada biji kopi di rumah, rebus terlebih dahulu lalu masukkan ke alat dehumidifier.

    5. Lavender

    Yang unik dari tempat ini adalah bunga lavendernya tumbuh secara liarBunga lavender yang memiliki bau yang menenangkan. Foto: detik

    Bunga Lavender memang sudah sering digunakan sebagai bahan pengharum dalam beberapa produk karena baunya yang menenangkan. Bunga lavender juga bisa mengurangi bau apak di rumah. Namun, jika sulit menemukan bunga lavender, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan instan yang memakai ekstrak bunga lavender.

    6. Kayu Manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis bisa mengharumkan ruangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Rempah satu ini terbukti bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Jika tidak memiliki bunga lavender atau baking soda, kamu bisa menggunakan kayu manis. Caranya dengan merebus kayu manis lalu airnya dimasukkan ke alat dehumidifier. Agar wanginya semakin menenangkan kamu bisa menambahkan minyak esensial.

    Demikian 6 cara menghilangkan bau apak di rumah setelah ditinggal liburan. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Apak Setelah Ditinggal Liburan? Begini Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama biasanya akan timbul bau apak. Hal ini dikarenakan sirkulasi di dalam rumah yang buruk sehingga terasa lebih lembap dan pengap.

    Bau apek juga bisa disebabkan oleh beberapa hal. Dilansir The Spruce rumah yang lama ditinggal dan tidak diisi menyebabkan bagian dalamnya terasa lebih lembap. Kondisi rumah yang lembap sangat disenangi oleh jamur dan mereka bisa berkembang biak di berbagai permukaan. Saat spora jamur berkembang biak tersebut timbul bau yang biasanya disebut apak.

    Kemunculan jamur di rumah ini tidak baik bagi kesehatan. Kamu perlu segera membersihkan rumah dan menghentikan pertumbuhan jamur. Caranya bisa menggunakan campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin.


    Lokasi pertumbuhan jamur biasanya berada di pojok ruangan, plafon, kamar mandi, perabotan, hingga dinding.

    Selain jamur, menurut Homes & Gardens, debu yang menumpuk juga bisa menyebabkan bau tidak sedap di rumah.

    Dampak Bau Apak pada Kesehatan

    Bau apak tidak menyebabkan suatu penyakit secara langsung. Hal yang dapat berdampak pada kesehatan adalah pertumbuhan jamur di rumah. Apabila kamu terlalu sering menghirup spora, beberapa gejala yang bisa terjadi adalah mata gatal, bersin, gatal-gatal, atau hidung tersumbat.

    Cara Menghilangkan Bau Apak di Rumah

    1. Buka Jendela

    Tepat setelah kamu sampai di rumah, cepat bukan segala ventilasi di rumah. Mulai dari jendela, pintu, atau celah-celah lainnya. Udara segar dari luar dapat menghilangkan bau apak di rumah. Apabila ventilasi di rumah kamu minim, kamu bisa menghidupkan kipas angin. Jangan menyalakan AC karena kamu pasti akan menutup pintu dan jendela.

    Apabila kamu memiliki alat instan untuk menurunkan kelembapan seperti dehumidifier, alat ini akan sangat membantu.

    2. Bersihkan Debu

    Setelah itu, bersihkan rumah secara menyeluruh. Ambil penyedot debu atau vacuum cleaner untuk membersihkan debu-debu di area yang sulit dijangkau. Pastikan rumah tetap dalam keadaan terbuka agar debu bisa langsung terbuang ke luar.

    3. Bersihkan Jamur dari Dinding atau Perabotan

    Jamur bisa dibasmi dengan larutan pembersih yakni campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin. Namun, kamu bisa memakai bahan instan lainnya jika ada. Cuka juga ampuh untuk membasmi jamur. Namun, perlu diketahui, cara membersihkan jamur tidak bisa hanya dilakukan sekali, melainkan harus rutin.

    “Jika kamu menemukan jamur di rumah, ada beberapa cara untuk membersihkannya. Pertama, pastikan wallpaper atau furnitur bisa dicuci, misalnya dengan menggunakan air sabun hangat pada noda kecil. Sebaiknya dicek dulu apakah hal itu bisa merusak bahan atau tidak. Kalau sudah aman, mulai bersihkan dengan cuka. Gosok cuka ke jamur yang ada dan bilas dengan air panas. Jangan gosok terlalu kencang,” kata Creative Director dan Designer Bobbi Beck, James Mellan-Matulewicz.

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan bau apak dari rumah yang lama ditinggal. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisa Picu Alergi, Kenali 4 Tanda Bantal Nggak Layak Dipakai dan Harus Diganti


    Jakarta

    Penggunaan bantal tidak bisa selamanya. Sama seperti barang lainnya, kamu perlu mengganti bantal apabila sudah mendekati masa kadaluarsanya. Informasi batas masa pemakaian tersebut biasanya tercantum pada kemasan di awal membeli.

    Lalu, bagaimana jika sejak awal tidak tercantum batas tanggal pemakaian, atau informasi tersebut pudar? Bagaimana cara tahu kapan harus mengganti bantal?

    Dilansir Daily Mail, untuk jenis bantal sintetis jangka ideal untuk dipakai sampai 6-12 bulan. Kemudian, harus diganti dengan yang baru. Sementara itu, apabila kamu memakai bantal berbulu, jangka waktu pemakainya jauh lebih lama yakni 2-3 tahun.


    Selain itu, untuk mengetahui kapan bantal harus diganti kamu bisa melihat dari tanda-tanda berikut ini.

    1. Bantal Tidak Balik ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

    Cara paling sederhana untuk mengetahui bantal tersebut masih layak dipakai atau tidak adalah dengan menekuknya ke samping selama 30 detik. Apabila setelah ditekuk, bagian yang di atas tidak kembali ke bentuk semula maka kamu harus segera mengganti bantal tersebut.

    2. Terdapat Noda

    Bercak noda pada bantal bisa disebabkan karena beberapa hal. Bisa karena tumpahan makanan atau minuman yang menembus seprai, bisa pula karena pertumbuhan jamur.

    Biasanya jamur tumbuh karena keringat yang membuat permukaan bantal lembap. Ditambah bantal tersebut tidak pernah dijemur atau dibersihkan, memudahkan pertumbuhan jamur.

    Maka dari itu, penting untuk mencuci bantal. Tidak perlu disikat atau dimasukkan ke dalam mesin cuci. Cukup siapkan setengah cangkir soda bikarbonat dan minyak esensial yang berbau harum ke kasur. Diamkan selama satu jam, lalu bersihkan dengan penyedot debu yang khusus untuk menyedot busa basah.

    3. Bantal Berbau Tidak Enak

    Menurut Doctor Sleep, apabila kamu mencium bau apek atau tidak sedap dari bantal, kamu harus segera mencucinya. Namun, apabila sudah terjadi berulang hingga muncul noda kekuningan dari jamur, sebaiknya ganti dengan bantal baru.

    4. Bantal Kempes

    Setiap bantal pada saat dibeli dan belum digunakan pasti memiliki massa dan membuat kepala lebih tinggi. Namun, massa di dalam bantal bisa berkurang seiring waktu. Jika bantal kamu saat ini seperti itu, berarti sudah pertanda kamu perlu menggantinya dengan yang baru. Sebab, bantal yang kempes dapat menyebabkan nyeri pada leher.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com