Tag: apek

  • 5 Tips Simple Bersihkan Kasur agar Selalu Wangi dan Nyaman Digunakan


    Jakarta

    Semua benda perlu dirawat dengan baik agar tetap nyaman digunakan dan tahan lama. Begitu juga dengan kasur, tempat kamu beristirahat.

    Hal terpenting saat merawat kasur adalah membersihkannya secara teratur sehingga tidak muncul tungau, jamur, dan bau apek. Kasur yang kotor mudah sekali berbau dan muncul noda yang sulit dibersihkan.

    Bagi kamu yang belum mengetahui cara membersihkan kasur yang benar, dilansir Tom’s Guide, berikut caranya.


    1. Hindari Memakai Bahan Kimia Keras

    Saat membersihkan kasur atau seprai hindari menggunakan cairan pembersih kimia keras. Cairan tersebut bukan membersihkan melainkan berisiko menimbulkan masalah baru.

    Pertama, cairan pembersih yang keras dapat merusak serat dan bahan kasur. Permukaannya pun tidak akan rapi seperti pertama kali kamu beli. Kedua, cairan kimia keras dapat membuat iritasi kulit dan masalah pernapasan karena residu yang tertinggal di permukaannya.

    2. Jangan Biarkan Kasur Basah

    Pastikan kasur selalu dalam keadaan kering. Apabila kasur terkena tumpahan minuman atau kuah makanan, kamu harus langsung membersihkannya. Kasur yang lembap akan menjadi masalah serius karena jamur mudah muncul di permukaannya. Selain itu, kasur yang basah dapat merusak bagian dalam kasur karena ada beberapa kasur yang kerangkanya terbuat dari kayu atau menimbulkan karat pada kerangka besi.

    3. Tidak Memakai Pelindung Kasur

    Pelindung kasur berbeda dengan seprai. Pelindung ini letaknya di bawah seprai. Fungsinya untuk menjaga tempat tidur tetap bersih dan mencegah terkena tumpahan, noda, tungau, dan keringat. Pelindung ini juga bisa membuat permukaan tempat tidur kamu bertahan lebih lama.

    4. Bersihkan Debu Secara Teratur

    Debu, rambut, dan bulu hewan peliharaan merupakan beberapa kotoran yang harus dibersihkan dari kasur. Apabila dibiarkan debu dapat terhirup saat kamu berbaring dan kasur akan menjadi tempat kesukaan tungau.

    Cara membersihkannya juga mudah, bisa menggunakan sapu lidi, vacuum cleaner, atau dijemur di luar jika memungkinkan.

    5. Sesekali Ubah Posisi Kasur

    Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa memutar posisi kasur itu penting. Bukan karena agar tidak mudah bosan melainkan agar posisi penahan beban di kasur merata, tidak hanya di pinggir atau di tengah saja. Kamu juga bisa mengubah posisi kepala.

    Apabila posisi kasur tidak berubah maka ada satu bagian yang mudah cekung karena terus menerus mendapat beban. Secara umum, kamu harus memutar kasur setiap tiga hingga enam bulan untuk menjaga permukaannya tetap segar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cukup Pakai Satu Bahan, Begini Cara Bersihkan Noda Membandel di Sofa


    Jakarta

    Sofa yang terkena noda membandel pasti akan sulit dibersihkan. Selain itu, kamu tidak bisa asal sikat atau tuang cairan kimia ke permukaan sofa karena bahannya yang berbeda. Ukurannya pun besar tidak seperti baju yang mudah direndam air panas.

    Noda membandel seperti tinta, minyak, atau cat hanya bisa dibersihkan dengan cairan tertentu saja. Salah pakai cairan pembersih, bisa-bisa bukan bikin bersih, tapi nodanya melebar dan membuat sofa makin kotor.

    Namun, tenang, dilansir The Spruce, cara menghilangkan noda membandel pada sofa cukup menggunakan satu jenis cairan saja yakni sabun cuci piring. Berikut caranya.


    1. Bersihkan Kotoran dan Rambut

    Sebelum menghilangkan noda membandel, singkirkan dulu kotoran padat seperti pulpen apabila nodanya dari tinta, makanan jika nodanya muncul dari saus. Jika kotoran padat bisa dibuang, noda tidak akan banyak terserap. Caranya membersihkannya pun jangan diusap atau ditarik ke sisi lain. Cukup di usap-usap lembut di permukaannya.

    2. Campurkan Larutan Sabun Cuci Piring

    Siapkan mangkuk kecil berisi air hangat. Lalu tambahkan sabun cuci piring cair dengan perbandingan 2:1. Aduk hingga muncul busa.

    3. Bersihkan Noda

    Celupkan kain mikrofiber ke dalam larutan pembersih. Lalu, peras air sampai tidak ada yang menetes. Setelah itu, usap-usap lembut noda hingga menghilang.

    4. Bersihkan Sisa Sabun

    Ambil kain microfiber lain yang masih bersih. Basahkan dengan air hangat, lalu tepuk-tepuk area yang terkena noda untuk menghilangkan sisa sabun.

    5. Tunggu Hingga Kering

    Pastikan sofa tidak basah terlalu lama atau lembap. Area lembap tersebut bisa memicu munculnya jamur. Apabila jamur muncul, akan tercium bau apek dan muncul noda hitam di permukaannya. Untuk sementara jauhkan bantal dan penutup sofa apabila ada.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Sering Tercium Bau Tak Sedap? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya!


    Jakarta

    Pernah nggak kamu merasa kamar kamu bau apek, bau keringat, atau terasa pengap? Biasanya kondisi kamar seperti ini karena sirkulasi udara yang kurang sehingga bau dan panas terperangkap di dalam.

    Kondisi seperti tadi membuat suasana kamar tidak nyaman. Tanpa kamu sadari kondisi kamar yang bau dan pengap ini juga mempengaruhi kualitas tidur dan kondisi kesehatan kamu.

    Untuk mengatasinya, kamu perlu mencari tahu apa penyebab kamar kamu sering tercium bau tak sedap karena kurangnya sirkulasi udara bukan satu-satunya alasan. Dilansir Love to Know, berikut beberapa penyebab kamar tidur berbau tak sedap.


    1. Noda dan Bekas Tumpahan

    Membawa makanan ke dalam kamar terutama hingga ke kasur memang harus hati-hati. Selama kamu tidak membuat kotor area kamar, sebenarnya kamar kamu tidak akan begitu berbau.

    Beda halnya, jika kamu tidak hati-hati, makanan mudah tumpah hingga meninggalkan noda, bau, dan rasa. Cara mengatasinya tidak lain adalah membersihkan noda tersebut. Apabila tidak bisa diusap dengan kain, maka kamu harus menggantinya dengan yang baru. Bersihkan juga area karpet dan furniture kamar tidur secara rutin.

    2. Debu

    Debu adalah pemicu utama bau tak sedap muncul di rumah. Seberapa keras kamu membersihkannya, debu pasti muncul lagi. Maka dari itu, setidaknya sehari sekali kamu perlu membersihkan kamar agar tidak muncul bau tak sedap.

    Kamu bisa gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan debu terlebih dahulu. Jangan lupa untuk buka jendela dan biarkan udara segar masuk.

    3. Ventilasi Udara yang Kotor

    Jika di kamar kamu memiliki ventilasi, kamu perlu mengecek area ini. Letaknya yang berada di atas terkadang luput saat kamu bersih-bersih. Ventilasi udara yang kotor dapat menimbulkan banyak masalah, seperti bau tidak sedap. Bersihkan saluran udara secara rutin untuk mendapatkan kualitas udara yang segar.

    4. Jamur atau Lumut

    Apabila kamar tidur jarang dibersihkan, biasanya jamur mudah sekali muncul dan berkembang di sana. Pertumbuhan jamur biasanya menimbulkan bau. Bahkan kemunculan jamur seperti di plafon juga berbahaya bagi kesehatan. Selain karena kamar yang jarang dibersihkan, udara yang lembap juga mempercepat pertumbuhan lumut dan jamur di rumah.

    5. Tanaman Hias

    Sebenarnya tanaman memiliki banyak manfaat. Tetapi jika kamu salah memiliki jenis tanaman, justru jadi boomerang bagi kamu. Tanaman tersebut bukannya memberikan manfaat, justru membuat kamar jadi bau. Biasanya ini karena kamu salah merawatnya sehingga tanaman jadi busuk dan berbau.

    6. Filter Pendingin Udara Tersumbat

    Jika kamu memakai pendingin udara atau AC, coba cek apakah kondisi filter pendinginnya kotor atau tidak. Filter pendingin yang kotor ternyata bisa menimbulkan bau tak sedap di kamar karena penumpukan debu.

    7. Pakaian dan Perlengkapan Tidur Kotor

    Pemicu lainnya kamar jadi sering berbau adalah banyak pakaian kotor yang tidak disimpan di tempat khusus, justru diletakkan sembarangan di dalam kamar. Bau keringat, polusi, atau pasir yang menempel di baju tercium di seluruh kamar. Biasakan untuk meletakkan baju kotor di tempat yang benar bukan diletakkan di kamar begitu saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 4 Tanda Pertumbuhan Jamur di Rumah Sebelum Terlambat!



    Jakarta

    Musim hujan membuat kondisi rumah menjadi lebih lembab. Nah udara yang lembab di dalam ruangan bisa memicu pertumbuhan jamur pada bangunan.

    Jika jamur sudah tumbuh pada bangunan seperti dinding rumah, bisa memicu hal buruk bagi struktur dan tampilan rumah. Tak hanya itu, jamur pada dinding rumah bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

    Nah untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah salah satunya dengan mengetahui tanda pertumbuhannya. Cara mengetahuinya cukup mudah, tidak membutuhkan alat canggih atau bantuan profesional.


    Melansir dari Homes and Gardens, berikut beberapa tanda adanya pertumbuhan jamur pada bangunan

    1. Adanya Perubahan Warna pada Bagian Bangunan

    Kamu bisa mengetahui keberadaan jamur dari kondisi fisik bangunan yakni dari perubahan warna. Sebagai contoh perubahan warna cat pada dinding, plafon, lantai, dan bagian lainnya. Perubahan warna ini juga diikuti dengan munculnya noda hitam, hijau, merah muda, hingga putih.

    Jika kamu melihat hal ini, kamu harus segera membasminya karena jamur dapat menyebar dan berlipat ganda dalam 24 jam. Cara membasminya dengan mencampurkan larutan pemutih dengan air putih secukupnya kemudian disemprotkan ke area yang berjamur.

    2. Tercium Bau Lembap

    Bau lembap itu seperti bau apek. Bau ini sebagai pertanda jamur tengah berkembang di media yang lembap. Bau ini bisa tercium jelas pada saat kamu menghidupkan kipas angina tau AC. Maka dari itu, penting di rumah memiliki ventilasi.

    3. Cat dan Wallpaper Mengelupas

    Kemudian, jika kamu melihat cat dinding atau wallpaper di rumah mengelupas, kemungkinan penyebabnya adalah jamur. Kemudian jika kamu menyentuh cat dinding terasa lembut dan kenyal itu menandakan ada kelembaban yang terperangkap di bawahnya.

    Untuk memperbaikinya, bukan dengan mengecat ulang, tetapi membasmi dulu jamur tersebut. Dengan begitu permasalahan jamur tidak akan terulang lagi.

    4. Mengalami Alergi

    Seperti yang disebut di awal, jamur tidak hanya merusak struktur dan tampilan rumah, melainkan menyebabkan penyakit bagi penghuninya. Jamur dapat menyebabkan batuk, bersin, hidung tersumbat, mata gatal, iritasi kulit, gangguan pernapasan, sakit kepala, dan gejala mirip alergi lainnya.

    Cara untuk membersihkannya adalah dengan membersihkan rumah secara teratur atau menggunakan cuka yang disemprotkan ke area pertumbuhan jamur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati! 4 Aroma Ini Bisa Mengundang Lalat Masuk ke Rumah



    Jakarta

    Datangnya lalat ke dalam rumah menandakan bahwa rumah tersebut kotor. Sebab lalat akan datang jika ada sesuatu yang menarik di dalam rumah tersebut, seperti sampat.

    Adanya lalat membuat rumah terasa kotor dan menjijikan, hal ini karena lalat dikenal sebagai serangga yang kotor.

    Mengetahui cara mengusir lalat dari rumah memang penting, namun memahami aroma apa saja yang menarik lalat datang ke rumah juga penting agar dapat mencegah lalat masuk dan membuat kamu merasa tidak nyaman.


    Dilansir dari Life of Kitty, berikut beberapa aroma yang dapat menarik lalat datang ke rumah sehingga membuat rumah terasa kotor.

    Buah yang Membusuk

    Apel yang terlalu matang atau busuk menjadi hal yang menarik bagi lalat, terutama lalat buah. Serangga ini tertarik pada aroma manis dan zat fermentasi yang dikeluarkan selama proses pembusukan buah.

    Penting untuk memperhatikan buah yang kamu simpan. Simpan buah di tempat yang sejuk dan kering, terhindar dari sinar matahari langsung. Buang segera buah yang rusak atau busuk, bersihkan permukaan tempat buah disimpan secara teratur.

    Makanan Hewan

    Makanan hewan peliharaan seringkali mengeluarkan bau yang kuat dan mengundang lalat. Untuk mencegah serangga ini tertarik pada makanan hewan peliharaan, pastikan mengosongkan dan bersihkan mangkuk hewan peliharaan secara teratur.

    Jangan menyimpan makanan hewan peliharaan di dekat jendela atau pintu yang terbuka. Simpan makananan hewan dalam wadah kedap udara untuk mencegah bau menyebar.

    Cucian Basah

    Cucian basah apabila tidak dikeringkan dengan benar dapat mengeluarkan bau apek yang menarik. Untuk menghindari masalah ini, pastikan untuk menggantung cucian setelah dicuci serta segera mengeringkannya.

    Keringkan cucian kamu dengan cepat di udara terbuka atau mesin pengering pakaian, hindari membebani mesin cuci secara berlebihan sehingga cucian dapat dicuci dan diperas dengan benar. Jangan meninggalkan cucian basah tergeletak di kamar mandi.

    Sampah Rumah Tangga

    Sampah makanan, kemasan yang kotor, dan benda-benda lain yang dibuang ke tempat sampah dapat dengan cepat mengeluarkan bau tidak sedap yang menarik lalat.

    Untuk mencegah lalat berkembang biak di area tersebut, penting untuk mengelola sampah dengan benar. Ganti kantong sampah secara teratur dan bersihkan tempat sampah, selalu tutup tempat sampah untuk membatasi penyebaran bau.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh 6 Barang Ini di Kamar Mandi Kalau Nggak Mau Menyesal


    Jakarta

    Banyak dari kita kadang tidak sadar memiliki kebiasaan menyimpan barang di kamar mandi seperti handuk, baju bekas pakai, dan lain-lain. Padahal kebiasaan tersebut tidak dianjurkan sebab kamar mandi adalah ruangan lembap yang dapat menimbulkan jamur, karat, lumur, atau kerusakan pada barang.

    Jadi, jangan sembarangan menaruh barang di dapur, khususnya barang-barang ini seperti dikutip dari Southern Living dan Real Simple, Senin (17/03/2025).


    Barang yang Tak Boleh Disimpan di Kamar Mandi

    Sebagian orang menyimpan handuknya pada gantungan kamar mandi. Kelembapan ruangan dapat menimbulkan jamur pada handuk sehingga menimbulkan bau apek. Jika kamu terpaksa harus selalu menyimpan handuk di dalam kamar mandi, maka upayakan mengganti handuk sesering mungkin.

    Pakaian

    Pakaian juga menjadi tempat berkembangnya kuman jika disimpan dalam kamar mandi apalagi jika menyimpannya selama berbulan-bulan. Sama seperti handuk, kelembapan membuat bakteri muncul dalam pakaian.

    Obat

    Obat biasanya disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Maka, jangan menyimpan obat di kamar mandi atau laci dalam kamar mandi.

    Pisau Cukur

    Pisau cukur merupakan salah satu barang yang sering ada di kamar mandi. Pada dasarnya, pisau cukur merupakan peralatan logam yang sebaiknya disimpan di tempat kering. Sebab, kelembapan kamar mandi dapat menimbulkan karat pada pisau cukur.

    Barang Elektronik

    Misalnya kamu menaruh speaker atau HP di kamar mandi maka rentan terjatuh ke dalam bak mandi atau toilet. Kelembapan udara juga membuat barang eletktronik cepat rusak.

    Perhiasan

    Jangan lupa memindahkan perhiasan kamu dari meja atau penyimpanan di kamar mandi. Kelembapan udara dapat membuat noda pada perhiasan.

    Kosmetik

    Kosmetik juga merupakan barang yang tidak bisa disimpan di dalam kamar mandi. Kelembapan udara dapat menurunkan kualitas kosmetik.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips agar Kamar Tidur Tetap Harum Sepanjang Waktu


    Jakarta

    Kamar tidur yang harum dan bersih membuat tubuh serta pikiran rileks saat beristirahat. Namun ada kalanya menyemprotkan pengharum ruangan saja tidak cukup karena terkadang kamar masih tetap berbau tak sedap.

    Jika demikian, sejumlah kiat dapat diikuti agar kamar tidur bebas bau dan senantiasa wangi sepanjang hari. Tipsnya mudah dan dapat dilakukan rutin.

    Tips agar Kamar Tidur Tetap Wangi Sepanjang Waktu

    Dilansir Good Housekeeping dan Real Simple, berikut sejumlah tips yang dapat dilakukan supaya kamar terus harum setiap harinya:


    1. Bersihkan Kamar dari Sampah dan Debu

    Tong sampah yang berada di dalam kamar dapat menjadi sumber bau tak sedap. Usahakan buang sampahnya setiap hari meski wadahnya belum penuh. Tidak hanya sampahnya yang dibuang, wadah termasuk tutupnya juga mesti rutin dibersihkan setidaknya sebulan sekali.

    Debu yang menumpuk di sejumlah sudut juga menyebabkan kamar tidur berbau. Bersihkan debu secara teratur menggunakan lap basah atau kain mikrofiber, dilanjut dengan mengepel lantai. Pastikan membersihkan debu menyeluruh bahkan di tempat-tempat yang sering terlupakan.

    2. Rutin Cuci Sarung Bantal dan Seprai

    ilustrasi bersihkan kasurIlustrasi mencuci seprai, sarung bantal, dan selimut kasur Foto: iStock

    Seberapa pun bersihnya kamar dan dirimu sendiri, seprai kasur dan sarung bantal akan kehilangan aroma segarnya serta menjadi kotor setelah digunakan. Mengingat keringat hingga residu produk perawatan diri yang dipakai akan menempel di kasur setiap malamnya.

    Karena itu, seprai hingga sarung bantal mesti dicuci setidaknya 2 minggu sekali atau lebih sering jika memiliki hewan peliharaan atau alergi. Jangan lupa untuk mencuci bantal, selimut, dan kasur itu sendiri. Lakukan setidaknya 2 kali dalam setahun.

    3. Rapikan Barang-barang

    Kamar dipenuhi barang akan membatasi sirkulasi udara dan menyebabkan panas berlebih, alhasil akan tercium bau apek.

    Rapikan barang atau buang jika sudah tidak digunakan lagi agar kamar lebih lega dan terbuka. Barang yang sedikit pun membuat kamar lebih mudah dibersihkan ke depannya.

    4. Buka Jendela dan Pintu

    Membuka jendela dan pintu berguna agar sirkulasi udara di dalam kamar bagus. Ini bantu menghilangkan sisa kelembapan dan bau apek yang menumpuk sehingga udara segar masuk. Bukalah jendela atau pintu selama beberapa jam di pagi hari.

    5. Semprotkan Pengharum Ruangan

    Pengharum ruangan dapat disemprotkan ke kamar tidur agar harum. Bisa gunakan pengharum ruangan yang dijual bebas, elektrik, atau DIY dari bahan alami seperti larutan minyak esensial atau rempah-rempah.

    6. Letakkan Tanaman atau Bunga

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Tidak hanya mempercantik kamar, tanaman dapat bantu membuat udara kamar segar. Bisa letakkan tanaman begonia, melati, gardenia, atau rosemary tuscan di sudut kamar atau tempat yang berbau tak sedap.

    Meletakkan bunga harum dalam vas juga dapat membuat kamar wangi. Misalnya, letakkan bunga lavender, mawar, lilac, atau peony.

    Pengikat bau tak sedap juga dapat dibuat sendiri. Caranya dengan membungkus baking soda dengan kain dan tambahkan 5 tetes minyak esensial apa saja lalu ikat. Letakkan di laci atau area kamar mana saja yang ingin tercium wangi, udara akan bantu menyebarkan aromanya ke seluruh ruangan. Jika harumnya sudah hilang, tambahkan 10-20 tetes minyak esensial.

    7. Rebus Campuran Rempah dan Buah

    Buah-buahan dan rempah juga dapat digunakan untuk membuat kamar tidur wangi, bahkan seluruh hunian. Caranya dengan merebus sejumlah buah atau rempah beraroma harum dalam panci berisi air. Aroma menenangkan yang dihasilkan akan bertahan beberapa waktu.

    Kombinasi bahan yang dapat direbus bersamaan yaitu:

    • Jeruk, rosemary, dan vanili.
    • Jahe, kayu manis, adas manis, pala, dan kapulaga.
    • Apel, jeruk, kayu manis, dan cengkeh.

    Itulah tips agar kamar tidur tetap harum. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Bau Apek di Rumah Saat Mudik, Lakukan Langkah Ini!



    Jakarta

    Selain mempersiapkan barang-barang yang dibawa untuk mudik, ternyata menjaga kebersihan dan keamanan rumah sebelum berangkat juga sangat penting. Sebab, rumah akan kosong selama beberapa hari tanpa adanya pembersihan. Walau tidak ada aktivitas, ternyata rumah juga bisa kotor karena penumpukan debu dan kuman yang setiap hari selalu ada.

    Salah satu masalah kebersihan rumah selama ditinggal mudik adalah rumah cepat mengalami bau apek. Bau apek ini sering disebabkan oleh jamur dan lumut. Sebetulnya, bau apek mudah hilang dengan membuka jendela rumah, membersihkan rumah secara menyeluruh setiap hari, dan mengeluarkan cucian agar kering.

    Namun, yang menjadi masalah adalah ketika mudik, pintu dan jendela rumah berada dalam keadaan tertutup dan tidak dibersihkan setiap hari. Hal ini menjadi PR tersendiri bagi pemilik rumah.


    Akan tetapi, kamu tidak perlu khawatir. Untuk mengurangi timbulnya bau apek di rumah, kamu bisa terlebih dahulu memeriksa beberapa area yang menjadi pemicu udara lembap. Melansir dari situs Homemade Simple, Rabu (26/03/2025), berikut beberapa area yang bisa kamu cek.

    Periksa Wastafel

    Jamur dan lumut tumbuh subur di area yang lembap. Untuk itu, periksa wastafel dan cari jika ada kebocoran atau penumpukan air yang menyebabkan pertumbuhan jamur. Gosok area tersebut dengan larutan pemutih atau cuka ringan dan biarkan mengering.

    Kamar Mandi

    Periksa kamar mandi apakah ada jamur atau lumut. Jika ada, maka gosok dan bersihkan jamur dan lumut tersebut.

    Tempat Sampah

    Jangan lupa cek tempat sampah. Ketika mau mudik, buang semua sampah dan bersihkan tempat sampah sampai bersih dan kering.

    Cucian Basah

    Jangan biarkan ada cucian atau baju basah menggantung di sudut rumah.

    Lantai Rusak Akibat Air

    Jika kamu lihat ada lantai yang melengkung atau bergelombang dan bagian tersebut basah, maka itu bisa jadi berasal dari pipa rumah yang bocor. Hubungi petugas untuk menyelesaikan masalah ini.

    Jika kamu sudah periksa area tersebut, maka ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bau apek sebelum kamu berangkat mudik.

    Biarkan Sirkulasi Udara Masuk

    Sebelum ditinggal mudik, buka semua jendela dan pintu agar sinar matahari dan udara segar masuk ke rumah.

    Pasang Dehumidifier

    Kamu bisa memasang dehumidifier di dalam rumah. Alat ini akan mengambil udara masuk dan mengeluarkan udara kering sehingga kelembapan udara di rumah akan tetap terjaga. Selain itu, dapat menjaga rumah tetap kering serta mencegah bakteri dan kuman berkembang biak.

    Sapu, Pel, dan Vakum

    Pastikan kamu sudah menyapu, mengepel, dan memvakum area seisi rumah. Biarkan lantai dan isi rumah tetap kering dengan membuka pintu serta jendela.

    Bersihkan Karpet

    Bau apek juga bisa timbul dari karpet yang menjadi sarang kuman dan bakteri. Sebaiknya cuci bersih karpet dan simpan di tempat yang aman agar tetap menjaga kelembapan udara dalam rumah.

    Bersihkan Furnitur Kain

    Bersihkan furnitur berbahan kain seperti sofa dengan menyeluruh. Caranya buka dulu semua penutup pada furnitur dan gosok area pada noda yang kotor. Tetap hati-hati jangan sampai terlalu basah dan pastikan kering setelah dicuci.

    Semprotkan Pewangi

    Kamu bisa menyemprotkan pewangi pada semua kain yang telah dicuci untuk menghilangkan bau tidak sedap atau apek. Atau bisa juga tambahkan lilin aroma, minyak esensial, dan bunga segar di dalam rumah.

    Itulah hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah bau apek di rumah saat ditinggal mudik. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Apek Setelah Ditinggal Mudik? Ini Solusinya!



    Jakarta

    Setelah pulang dari mudik Lebaran, jangan kaget ketika masuk rumah tercium bau apek. Rumah yang terlalu lama ditutup bisa menimbulkan bau apek karena sirkulasi udara yang tidak lancar membuat debu terperangkap. Ditambah lagi udara yang lembap.

    Sisa debu di rumah juga menandakan bahwa rumah tersebut tidak dibersihkan sebelum pergi mudik atau libur Lebaran. Namun tidak usah khawatir, berikut cara menghilangkan bau apek di rumah setelah mudik Lebaran dilansir dari The Spruce.

    1. Buka Jendela dan Pintu di Rumah

    happy young boy, kid opening the sliding door on rooftop patio area at homePintu rumah dibuka agar sirkulasi udara di dalam rumah baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/olesiabilkei

    Cara mengurangi debu dan bau apak di rumah adalah dengan membuka sumber sirkulasi udara yakni jendela dan pintu di rumah. Biarkan selama satu jam atau selama kamu membersihkan rumah misalnya mengelap perabotan, menyapu, dan mengepel.


    2. Hidupkan Dehumidifier

    DehumidifierDehumidifier Foto: Ace Hardware

    Saat ini ada alat elektronik yang bisa menyerap kelembapan di dalam rumah dengan menyemprotkan uap yakni dehumidifier. Alat ini dapat mencegah jamur tumbuh di dalam rumah dan menjaga kualitas udara tetap sehat. Bisa pula menggunakan air purifier, alat satu ini berguna untuk membasmi bakteri di udara dan mencegah penghuninya terkena alergi.

    3. Letakkan Baking Soda

    Eco-friendly natural cleaners Vinegar, baking soda, salt, lemon and cloth on wooden table Homemade green cleaningBaking soda yang ampuh hilangkan noda dan bau apek di rumah. Foto: iStock

    Bakin Soda memang ampuh untuk membersihkan noda, tetapi bahan ini juga ampuh untuk menyerap bau apak di rumah.

    Caranya dengan menyiapkan baking soda yang dicampur dengan minyak esensial yang diletakkan ke dalam wadah. Tutup wadah tersebut menggunakan plastik atau kertas yang direkatkan dengan tali atau karet. Bolongi permukaan atasnya agar bau apek dapat tersedot.

    4. Pakai Kopi

    lebih baik biji kopi atau kopi bubukBiji kopi dan kopi bubuk Foto: iStock

    Penyuka kopi bubuk bisa menggunakannya untuk mengurangi bau apek di rumah. Bau kopi tentu disukai oleh penghuni rumah sehingga tidak akan begitu mengganggu.

    Kamu bisa menggunakan bubuk kopi baru atau ampas kopi. Bubuk tersebut perlu dipanggang atau disangrai lalu di letakkan di ruang terbuka di rumah. Jika kamu ada biji kopi di rumah, rebus terlebih dahulu lalu masukkan ke alat dehumidifier.

    5. Taruh Lavender

    Yang unik dari tempat ini adalah bunga lavendernya tumbuh secara liarBunga lavendernya yang memiliki bau yang menenangkan. Foto: detik

    Bunga Lavender memang sudah sering digunakan sebagai bahan pengharum dalam beberapa produk karena baunya yang menenangkan. Bunga lavender juga bisa mengurangi bau apak di rumah. Namun, jika sulit menemukan bunga lavender, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan instan yang memakai ekstrak bunga lavender.

    6. Kayu Manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis bisa mengharumkan ruangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Rempah satu ini terbukti bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Jika tidak memiliki bunga lavender atau baking soda, kamu bisa menggunakan kayu manis. Caranya dengan merebus kayu manis lalu airnya dimasukkan ke alat dehumidifier. Agar wanginya semakin menenangkan kamu bisa menambahkan minyak esensial.

    Demikian 6 cara menghilangkan bau apak di rumah setelah ditinggal mudik Lebaran. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tunggu Bau! Ini Waktu Ideal dan Cara Cuci Bantal yang Tepat



    Jakarta

    Bantal menjadi salah satu alat yang menunjang kenyamanan tidur. Oleh karena itu penting untuk menjaga kebersihan bantal agar kualitas tidur tetap baik.

    Jangan sampai bau apek, kotor dan kuman di bantal mengganggu tidur. Lalu kapan seharusnya mencuci bantal tidur yang kita pakai dan bagaimana cara mencucinya?

    Selain mengganti sarung bantal secara rutin, bantal tidur juga harus dicuci. Bantal tidur dianjurkan untuk dicuci 4 kali setahun, atau maksimal 3 bulan sekali.


    Mengutip HGTV, berikut cara mencuci bantal tidur yang tepat:

    1. Baca petunjuk cara mencuci

    Untuk mencuci bantal, Anda tidak perlu ke laundry karena bisa mencucinya sendiri di rumah. Pastikan untuk selalu membaca label perawatan pada bantal untuk petunjuk khusus

    2. Kenali jenis bantal dan bahannya

    Kenali jenis isi bantal Anda dan ikuti petunjuknya. Untuk jenis yang bisa dicuci, gunakan detergen sesedikit mungkin. Hindari menggunakan pelembut kain karena cenderung meninggalkan residu dan dapat menimbulkan gumpalan di bantal.

    a. Bantal bulu angsa atau bulu:

    Setel mesin cuci ke siklus halus atau lembut dan gunakan air hangat. Tambahkan juga siklus bilas dan peras ekstra. Selanjutnya, tambahkan sedikit deterjen bubuk atau cair – sekitar satu sendok makan. Jika menggunakan cairan, pastikan deterjen benar-benar dibilas pada bagian akhir untuk menghindari residu pada bantal.

    b. Poliester atau bulu sintetis:

    Ikuti petunjuk yang sama seperti bantal bulu angsa atau bulu.

    c. Busa memori atau lateks:

    Perlu diperhatikan, bantal dengan bahan ini tidak bisa dicuci dengan mesin. Sebagai gantinya, bersihkan noda dengan kain lembab seperlunya. Gunakan penyedot debu dengan sambungan selang untuk menyegarkan dan membersihkan bantal.

    3. Keringkan Bantal Secara Menyeluruh Setelah Dicuci

    Proses pengeringan adalah langkah yang paling penting. Jika bantal tidak benar-benar kering – luar dan dalam – Anda berisiko membentuk jamur. Keringkan sebagian besar bantal dengan pengaturan panas halus atau rendah hingga sedang. Untuk bantal bulu angsa atau bulu, pastikan hanya menggunakan pengaturan kering udara (tanpa panas) karena isiannya cenderung gosong.

    Untuk semua jenis isian, masukkan beberapa bola tenis ke dalam pengering untuk memecah gumpalan di dalamnya dan menjaga bantal tetap lembut. Sebagai alternatif, letakkan bantal di atas tali jemuran di luar ruangan untuk dijemur di bawah sinar matahari. Pastikan tidak ada kelembapan di bantal sebelum meletakkannya kembali di tempat tidur.

    Demikian cara mencuci bantal yang benar. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com