Tag: api

  • Suka Lupa Cabut Charger Ponsel dari Stopkontak? Awas Ini Bahayanya


    Jakarta

    Setelah selesai mengisi daya ponsel, seharusnya charger langsung dicabut dari stopkontak. Namun, masih ada aja orang yang lupa mencabut charger ponsel.

    Kebiasaan ini ternyata bisa merugikan penghuni rumah lho. Charger yang dibiarkan menancap ke stopkontak terlalu lama bakal panas sehingga berpotensi memicu masalah lainnya.

    Memang apa saja risiko tidak cabut charger ponsel? Berikut ini penjelasannya.


    Risiko Charger Tidak Dicabut dari Stopkontak

    Inilah beberapa hal yang bisa terjadi kalau tidak mencabut charger ponsel dari stopkontak, dikutip dari Voice7 News.

    1. Boros Listrik

    Selama charger masih tersambung ke stopkontak, daya listrik akan terus tersedot. Jika dibiarkan, penghuni malah boros energi sehingga tagihan listrik membengkak.

    2. Perangkat Rusak

    Selain itu, adaptor akan panas kalau terlalu lama tercolok ke stopkontak. Kondisi ini membuat performa charger berkurang, bahkan cepat rusak.

    3. Kebakaran

    Kasus ekstremnya, charger yang terus menempel ke stopkontak bisa memicu percikan api. Panas yang berlebih dari aliran listrik berisiko menimbulkan ledakan atau kebakaran.

    Cara Aman Pakai Charger Ponsel di Rumah

    Untuk menjaga keselamatan penghuni rumah dan kondisi charger, ikuti cara aman menggunakan charger ponsel berikut ini.

    • Segera cabut charger dari stopkontak saat daya ponsel sudah penuh.
    • Gunakan charger berlisensi dan spesifikasinya cocok dengan ponsel.
    • Isi daya ponsel di tempat dengan ventilasi yang baik.
    • Jangan mengisi daya ponsel semalaman.

    Itulah alasan penghuni rumah harus mencabut charger ponsel dari stopkontak usai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! Ini 5 Jenis APAR yang Harus Ada di Tiap Bangunan


    Jakarta

    Kebakaran merupakan salah satu insiden dengan risiko paling besar yang bisa terjadi di lingkungan tempat tinggal, kantor, hingga area industri. Oleh karena itu, setiap bangunan diwajibkan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang sesuai dengan standar keamanan.

    APAR dirancang untuk memadamkan api pada tahap awal sebelum menjadi kebakaran besar. Memahami jenis-jenis APAR yang sesuai dengan klasifikasi kebakaran, sangat penting untuk keselamatan dan perlindungan aset.

    Melansir dari situs IFSEC Global, ada lima jenis utama APAR yang dapat digunakan di berbagai bangunan, masing-masing dirancang untuk mengatasi jenis kebakaran tertentu. Berikut ini penjelasannya.


    1. APAR Air (Water & Water Mist)

    Jenis APAR ini umumnya digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A, dengan jenis kebakaran yang disebabkan oleh bahan padat seperti kertas, kain, plastik, dan juga kayu. APAR air dengan label merah, dinilai efektif menanggulangi kebakaran kelas A karena mampu menurunkan suhu bahan yang terbakar dengan cepat.

    Namun, APAR air tidak boleh digunakan pada kebakaran yang disebabkan oleh minyak, gas, dan listrik, karena dapat mengakibatkan korsleting dan ledakan. APAR air dengan jenis water mist extinguisher dapat digunakan pada beberapa kelas kebakaran (A, B, C, dan F) karena menghasilkan kabut air halus yang tidak menghantarkan listrik, serta minim residu.

    APAR ini sering ditemukan di toko, perkantoran, sekolah, hotel hingga gudang.

    2. APAR Busa (Foam)

    APAR dengan label krem ini sangat efektif untuk mengatasi kebakaran kelas A dan B. Jenis ini dapat digunakan untuk kebakaran bahan padat serta cairan mudah terbakar seperti bensin ataupun cat.

    Busa pada alat ini bekerja dengan menutup permukaan cairan yang terbakar sehingga mencegah uap bahan bakar beraksi dengan oksigen. Namun, penggunaannya tetap harus hati-hati dan tidak disarankan untuk kebakaran yang melibatkan minyak goreng atau peralatan listrik dengan tegangan tinggi.

    3. APAR Serbuk Kering (Dry Powder)

    APAR dengan label biru ini dikenal sebagai APAR paling serbaguna. Dry powder extinguisher dapat digunakan untuk kebakaran kelas A, B, dan C, termasuk kebakaran akibat gas seperti butana atau propana.

    Ada juga versi khusus serbuk logam (Kelas D), untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan logam seperti magnesium dan alumunium. Meski efektif, alat ini memiliki kekurangan, yaitu residu serbuk bisa mengganggu sistem elektronik dan sulit dibersihkan, sehingga tidak disarankan untuk digunakan di area perkantoran dan rumah.

    4. APAR Karbon Dioksida (C0₂)

    Untuk area perkantoran, terlebih pada ruang server, jenis APAR ini wajib tersedia. IFSEC Global, menyebutkan bahwa APAR dengan label hitam ini sangat ideal untuk kebakaran listrik dan cairan mudah terbakar (Kelas B).

    Kelebihan APAR jenis ini adalah tidak meninggalkan residu, sehingga aman untuk digunakan pada peralatan elektronik jadi cocok untuk di perkantoran. Namun, pengguna harus berhati-hati karena suhu gas C0₂ yang keluar sangat dingin dan bisa menyebabkan frostbite (cedera kulit yang terjadi karena paparan suhu sangat dingin).

    5. APAR Kimia Basah (Wet Chemical)

    Untuk dapur atau area memasak, APAR kimia basah adalah pilihan terbaik. APAR jenis ini dirancang khusus untuk kebakaran kelas F, yaitu akibat minyak goreng dan lemak.

    APAR ini bekerja dengan menyemprotkan cairan kimia alkali yang membentuk lapisan busa pelindung di atas minyak panas, mendinginkan area terbakar, dan mencegah api menyala kembali. Selain itu, alat ini juga dapat digunakan pada kebakaran kecil kelas A.

    Memahami jenis-jenis APAR dapat membantu untuk menentukan mana yang cocok digunakan untuk kebakaran di kelas tertentu. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sebelum Terlambat, Begini Cara Cek Kebocoran Listrik di Rumah



    Kebocoran listrik merupakan kerusakan pada arus listrik yang bisa mengancam keselamatan. Kebocoran listrik dapat menyebabkan sengatan listrik ketika menyentuh area yang mengalami kebocoran, korsleting listrik, hingga kebakaran.

    SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan kebocoran listrik dapat berbahaya terutama jika berada di dekat besi dan air karena listrik dapat dengan mudah menyambar ke sekitarnya.

    “Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    “(Aliran dekat air) Itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor,” lanjutnya.

    Cara Mengetahui Ada Kebocoran Listrik

    Sayangnya, kebocoran listrik terkadang tidak terdeteksi sejak awal karena jarang orang mengecek kondisi listrik di rumah. Padahal kebocoran listrik sebenarnya bisa dicek. Yudhi mengatakan pengecekannya pun tidak harus memanggil pihak PLN, pemilik rumah dapat melakukan sendiri di meteran listrik yang biasanya terpasang di depan rumah. Namun, ini hanya berlaku pada meteran listrik pra bayar yang memiliki tombol. Berikut caranya.

    1. Matikan dan cabut semua kabel perangkat elektronik di rumah

    2. Matikan aliran listrik di rumah

    3. Tekan angka ’44’ lalu enter

    4. Lihat angka yang tertera pada meteran listrik. Apabila angka ‘0 (nol)’ yang muncul maka tidak ada kebocoran. Namun, apabila ada angka 1, 2, atau angka dengan koma, itu pertanda listrik di rumah bocor.

    “Harusnya kan itu menunjukkan angka 0. Tapi misalkan ada angka 1, 2, atau 1,3, nah itu kan ada kebocoran di sisi instalasi,” jelasnya.

    Penyebab Kebocoran Listrik

    1. Kabel Listrik Sudah Tua

    Yudhi mengatakan kualitas kabel listrik dapat mempengaruhi ketahanan bahan isolatornya. Umumnya kabel yang sudah dipakai cukup lama, terjadi penurunan kualitas Disarankan untuk mengecek kondisi kabel-kabel tua di rumah atau bisa cek secara menyeluruh jika tidak mengetahui lokasi kabel yang sudah tua.

    “Dari kabel yang sudah usianya sudah lama. Kabel di instalasi kita, lampu, stop kontak, dan peralatan elektronik,” sebut Yudhi.

    2. Pemasangan Kabel yang Tidak Sesuai

    Kesalahan yang kerap terjadi dan sangat berbahaya adalah kabel di rumah dipasang asal-asalan tidak memikirkan standar keamanan. Kesalahan pemasangan ini bukan hanya mengenai lokasi dan posisinya, melainkan jenis kabel yang dipakai. Meskipun bentuk kabel sama, ternyata setiap besaran arus listrik jenis kabel yang digunakan berbeda lho. Yudhi menuturkan penyambungan kabel yang sembarangan dan tidak sama besarannya dapat menyebabkan arus listrik bocor.

    “Dari sisi pemasangan mungkin ada sambungan atau kabel yang masih terbuka, tidak terisolasi dengan baik, itu juga bisa menyebabkan kebocoran atau korsleting,” tuturnya.

    3. Kabel Stop Kontak Berbeda Dipakai Bersambung

    Pemakaian kabel stop kontak yang disambung begitu banyak dapat menyebabkan kebocoran listrik. Jika didiamkan dari kabel tersebut bisa muncul percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran.

    Itulah penyebab dan tanda kabel listrik mengalami kebocoran, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pembakaran Masjid Al-Aqsa pada 1969 Disebut Rencana ‘Israel Raya’



    Jakarta

    Peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem 56 tahun lalu menggegerkan umat Islam Palestina dan dunia. Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman menyebut insiden itu bagian dari rencana sistematis untuk ‘Israel Raya’.

    Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada peringatan 56 tahun pembakaran Masjid Al-Aqsa, Kamis (21/8/2025) kemarin, dilansir kantor berita SABA, Yaman menegaskan pembakaran Masjid Al-Aqsa dan rentetan kejahatan seperti penyerbuan Al-Quds saat ini, penodaan tempat sucinya, hingga penggalian yang mengancam fondasi masjid hanya kelanjutan dari kejahatan untuk menghapus identitas Arab dan Islam Al-Quds serta me-Yahudikannya.

    “Merupakan bagian tak terpisahkan dari skema yang lebih luas dan lebih berbahaya yang dikenal sebagai ‘Israel Raya’,” kata Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman seperti dinarasikan SABA.


    Pernyataan tersebut menunjukkan impian Israel, yang ditegaskan lagi oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu baru-baru ini, bukan khayalan melainkan roadmap yang tengah dijalankan.

    Kisah Pembakaran Masjid Al-Aqsa 21 Agustus 1969

    Pembakaran Masjid Al-Aqsa memicu kemarahan umat Islam dan tanggal kejadiannya kini diperingati sebagai Hari Masjid Sedunia. Sejumlah media Arab menyebut pelakunya adalah ekstremis Yahudi.

    Peristiwa itu terjadi pada 21 Agustus 1969 pukul 7 pagi waktu setempat. Warga Palestina digegerkan dengan kepulan asap dari Masjid Al-Aqsa. Seseorang yang kemudian diketahui bernama Michael Dennis Rohan telah membakar area salat dan mimbar masjid tersebut.

    Rohan, menurut The New Arab, merasa mendapat pesan dari Tuhan agar membakar Masjid Al-Aqsa dan ingin orang-orang Yahudi menjadikannya sebagai kuil. Dalam kepercayaan Yahudi, lokasi berdirinya Masjid Al-Aqsa saat ini diyakini sebagai tempat berdirinya kuil Yahudi kuno, mereka menyebut wilayah itu Temple Mount.

    Turis Australia itu lantas membakar aula salat al-Qibli dan mimbar Shalahuddin al-Ayyubi. Area tersebut ludes terbakar.

    Warga Palestina di sekitar lokasi bergegas masuk masjid untuk menyelamatkan sebanyak mungkin artefak dan mencoba memadamkan api. Tim pemadam kebakaran akhirnya tiba, setelah sempat dihadang oleh pasukan pendudukan Israel.

    Rohan kemudian ditangkap pada 23 Agustus dan ditetapkan sebagai tersangka atas kejahatan pembakaran Masjid Al-Aqsa.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! 8 Barang Ini Dilarang Dibawa Jemaah Umrah



    Jakarta

    Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan daftar barang yang tidak boleh dibawa jemaah umrah. Barang larangan ini berbahaya dan tidak ada kaitannya dengan ibadah di Tanah Suci.

    Melalui postingan di akun media sosial X, Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengumumkan delapan barang yang dilarang untuk dibawa oleh jemaah umrah.

    “Pastikan perjalanan ke Arab Saudi berjalan lancar dan lebih mudah dengan menghindari barang-barang terlarang. Untuk daftar lengkap dan informasi lebih rinci, kunjungi http://zatca.gov.sa,” tulis keterangan pada unggahan informasi yang dibagikan pada Sabtu (3/8/2024).


    Pada gambar yang dibagikan, tertera delapan jenis barang terlarang bagi jemaah umrah. Berikut isi pemberitahuan tersebut.

    barang yang dilarang jemaah umrahbarang yang dilarang jemaah umrah Foto: Arab Saudi Gov

    Pemberitahuan penting: Barang Terlarang untuk Umrah

    1. Kembang api
    2. Uang palsu
    3. Obat-obatan tanpa izin
    4. Peralatan pengawas
    5. Detektor perangkap kecepatan
    6. Senjata setrum
    7. Laser
    8. Alat perekam tersembunyi

    Pada pemberitahuan ini juga tertera peringatan bagi jemaah umrah yang kedapatan memiliki barang-barang terlarang maka akan ditindak lebih lanjut.

    Melansir laman Arab Times Online, Minggu (4/8/2024) Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq Al Rabiah melaporkan pada tahun 2023 lalu, jumlah jamaah umrah mencapai rekor 13,5 juta.

    Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi juga telah memperkenalkan beberapa fasilitas bagi umat Islam untuk melaksanakan umrah. Jemaah yang memegang berbagai visa masuk, termasuk visa pribadi, visa kunjungan, dan visa wisata, diizinkan untuk melaksanakan umrah dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, makam Nabi Muhammad SAW yang terletak di Masjid Nabawi di Madinah.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Rasulullah Anjurkan Matikan Lampu saat Tidur, Ini Alasannya



    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan agar mematikan lampu saat tidur. Ada alasan tersendiri kenapa beliau menganjurkan hal ini.

    Anjuran Rasulullah SAW agar mematikan lampu saat tidur termuat dalam hadits yang diriwayatkan Jabir bin Abdillah RA. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    …أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ إِذَا رَقَدْتُمْ وَغَلَقُوا الْأَبْوَابَ


    Artinya: “Apabila kalian hendak tidur, padamkanlah lampu dan kuncilah pintu terlebih dahulu…” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Malik)

    Dalam Shahih Al-Bukhari tepatnya pada Kitab Al-Isti’dzan juga terdapat riwayat serupa, dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    وَأَحِيفُوا الأَبْوَابَ وَأَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ رُبَّمَا جَرَّتْ الْفَتِيْلَةَ فَأَحْرَقَتْ أَهْلَ الْبَيْتِ…

    Artinya: “…Kuncilah pintu dan padamkanlah lampu terlebih dahulu, karena mungkin tikus akan menyenggol pelita dan membakar penghuni rumah.” (HR Bukhari)

    Ibnu Umar RA juga meriwayatkan hadits serupa dari Nabi SAW yang bersabda,

    لا تَتْرُكُوا النَّارَ فِي بُيُوتِكُمْ حِيْنَ تَنَامُوْنَ

    Artinya: “Janganlah kalian biarkan api menyala di dalam rumah kalian ketika kalian tidur.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

    Dalam Syarah Riyadhus Shalihin dijelaskan, perintah Rasulullah SAW dalam hadits tersebut adalah untuk bimbingan Nabi SAW atau untuk anjuran agar memadamkan api–ada juga penerjemah hadits yang menyebutnya lampu–ketika hendak tidur.

    Menurut penjelasan dalam Kitabul-Aadab karya Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub, alasan perintah untuk memadamkan lampu dan api ketika hendak tidur adalah khawatir jika api menjalar dan membakar penghuni rumah. Mengingat, pada saat itu alat penerangan masih menggunakan api.

    Alasan tersebut turut dijelaskan dalam sabda beliau, “Karena mungkin tikus akan menyenggol pelita dan membakar penghuni rumah.”

    Ada hadits yang lebih lengkap yang menceritakan bahwa ada rumah di Madinah yang terbakar api saat malam hari, hingga Rasulullah SAW memerintahkan untuk memadamkan api sebelum tidur. Hadits ini berasal dari Abu Musa RA, sebagaimana termuat dalam kitab Riyadhus Shalihin karangan Imam an-Nawawi. Ia mengatakan,

    “Ada sebuah rumah di Madinah yang terbakar di malam hari termasuk penghuninya. Setelah itu, mereka memberitahukannya kepada Rasulullah SAW, maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya api itu adalah musuh kalian. Maka dari itu, jika kalian tidur, maka padamkanlah api itu.” (Mutttafaq ‘Alaih)

    Imam Al-Qurthubi dalam Fathul Bari menjelaskan, hadits tersebut mengandung artian bahwa apabila seseorang tidur di rumah dan tidak ada siapa-siapa selain dirinya dan di dalam rumah itu ada api, maka dia wajib memadamkan api tersebut terlebih dahulu sebelum tidur. Adapun, jika di dalam rumahnya ada beberapa orang, maka salah seorang dari mereka wajib memadamkannya, dalam hal ini yang paling wajib melakukannya adalah yang tidur paling akhir.

    Sementara itu, jika merasa aman dari kebakaran, maka boleh membiarkan api dan lampu tetap menyala ketika tidur. Para ulama, seperti Imam an-Nawawi, yang mengatakan hal ini berhujjah karena ‘illat-nya sudah tidak ada.

    “Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk memadamkan api dan lampu pada hadits di atas karena tikus dapat menyenggol lampu di rumah itu dan menyebabkan kebakaran. Jika hal ini tidak terjadi, maka larangan itu pun tidak ada,” kata Imam an-Nawawi dalam Syarh Muslim yang dinukil Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub.

    Selain menganjurkan untuk mematikan lampu, Rasulullah SAW juga memerintahkan untuk menutup pintu dan menguncinya. Dalam riwayat paling shahih, dari Jabir bin ‘Abdullah dikatakan,

    “Telah bercerita kepada kami Hasan telah bercerita kepada kami Zuhair dari Abu Az-Zubair dari Jabir berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tutuplah pintu-pintu kalian, tutuplah bejana-bejana kalian, tutuplah botol-botol kalian, matikanlah lampu-lampu kalian. Setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup, tidak bisa membuka tutup yang terpasang dan tidak bisa melepas tutup, dan tikus tidak bisa membakar rumah pemiliknya.’” (HR Ahmad – shahih)

    Jabir RA turut meriwayatkan dengan lafaz,

    “Telah bercerita kepada kami Katsir bin Hisyam dari Hisyam dari Abu az-Zubair dari Jabir sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tutuplah pintu-pintu pada malam hari. Padamkanlah lampu-lampu kalian, tutuplah bejana-bejana kalian, makanan dan minuman kalian, walau kalian hanya menghalanginya dengan ranting pohon.’” (HR Ahmad – shahih)

    Hadits tersebut termuat dalam buku Tafsir Hadits Al Jam’u wat Taufiq yang disusun oleh Samsurizal.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Amalkan 6 Doa Ini agar Dijauhkan dari Api Neraka


    Jakarta

    Neraka merupakan tempat siksaan bagi mereka yang mengingkari perintah Allah SWT dan bergelimang dosa. Selain dengan meningkatkan amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, salah satu cara yang dapat umat Islam lakukan adalah berdoa.

    Berikut adalah 6 doa yang dapat diamalkan oleh seorang muslim agar dijauhkan dari panasnya api neraka.

    6 Doa agar Dijauhkan dari Api Neraka

    Merangkum dari berbagai sumber, berikut adalah 6 doa agar dijauhkan dari api neraka.


    1. Doa Memohon Perlindungan dari Api Neraka

    Mengutip buku Meraih Janji Allah dengan Salat Khusyuk yang ditulis oleh Siti Rahma, berikut adalah bacaan doa untuk memohon perlindungan Allah SWT dari api neraka, yang juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

    اللَّهُمَّ أَجِرْنَا مِنْ النَّارِ

    Arab Latin: Allahumma Ajirni Minannari

    Artinya: “Ya Allah, lindungilah kami dari api neraka.”

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Apabila kamu selesai shalat Subuh maka ucapkanlah sebelum berbicara: “Allahumma ajirni minannar”, tujuh kali, karena sesungguhnya jika kamu meninggal pada harimu itu niscaya Allah menulis bagimu perlindungan dari api neraka, dan apabila kamu selesai shalat Magrib maka ucapkanlah sebelum berbicara, “Allahumma ajirni minannar”, tujuh kali, karena sesungguhnya jika kamu meninggal pada malammu itu niscaya Allah menulis bagimu perlindungan dari api neraka.”

    2. Doa Mohon Ampun dan Dipelihara dari Siksa Neraka

    Dikutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ustadz Ali Amrin Al Qurawy, berikut adalah bacaan doa untuk memohon ampunan Allah SWT dan dipelihara dari siksaan neraka.

    رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

    Arab Latin: Rabbanaa innanaa aamannaa faghfir lanaa dzunuubanaa wa qinaa ‘adzzaban naar.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

    3. Doa agar Terhindar dari Api Neraka

    Merujuk sumber sebelumnya, ini adalah bacaan doa kedua yang dapat diamalkan agar terhindar dari api neraka.

    رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

    Arab Latin: Rabbanaa maa khalaqta haadzaa subhaanaka faqinaa ‘adzaaban naar. baathilaa,

    Artinya: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

    4. Doa Memohon Surga dan Terhindar dari Api Neraka

    Menukil buku Doa Zikir Mohon Perlindungan dan Ketenangan Hati karya Darul Insan, berikut adalah bacaan doa agar mendapatkan tempat terbaik di surga dan dihindarkan dari api neraka.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَأَسْتَجِيْرُ بِكَ مِنَ النَّارِ.

    Arab Latin: Alloohumma innii as-alukal jannah, wa astajiiru bika minannaar.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surga kepada-Mu dan aku (mohon) perlindungan kepada-Mu dari api neraka.”

    5. Doa agar Dijauhkan dari Api Neraka dan Siksa Kubur

    Berikut adalah bacaan doa yang sering diamalkan oleh Rasulullah SAW, yang dikutip dari buku Kumpulan Doa’ Rasulullah SAW yang ditulis oleh Agus Supriatna.

    اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِن فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ القَبْرِ وَ مِن شَرِّ الْغِنَى وَ الفقر

    Arab Latin: Allahumma inni a’ūdzubika min fitnatin nāri wa ‘adzabil qabri wa min syarril gina wal faqri

    Artinya: Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bahaya api neraka, siksa kubur, dan dari bahaya kekayaan dan kefakiran. (HR. Abu Daud 1542 dari Siti Aisyah)

    6. Doa agar Dijauhkan dari Api Neraka Jahanam

    Dalam buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah, terdapat bacaan doa agar dijauhkan dari api neraka yang juga terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Furqan ayat 65 dan 66,

    وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًاۖ ۝٦٥ اِنَّهَا سَاۤءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا ۝٦٦

    Arab Latin: Rabbanashrif ‘annâ ‘adzâba jahannama inna ‘adzâbahâ kâna gharâmâ. Innahâ sâ’at mustaqarraw wa muqâmâ

    Artinya: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami. Sesungguhnya azab itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya ia (Jahanam itu) adalah tempat menetap dan kediaman yang paling buruk.”

    Itulah beberapa doa yang dapat dipanjatkan oleh umat Islam agar dijauhkan dari api neraka. Selain membaca doa-doa ini, jangan lupa iringi dengan melakukan amalan kebaikan lainnya ya!

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisah Nabi Ibrahim saat Dilempar ke Api, Tak Hangus Meski Dibakar


    Jakarta

    Kisah Nabi Ibrahim AS saat dilempar ke api menunjukkan mukjizat dan kebesaran Allah SWT yang dapat diteladani umat muslim. Nabi Ibrahim AS menempati urutan keenam dalam daftar 25 nabi dan rasul yang diutus Allah SWT ke muka bumi.

    Sebagai seorang rasul, tugas Nabi Ibrahim AS sangatlah berat. Ia dilahirkan di tengah masyarakat jahiliyah penyembah berhala dan tinggal pada masa Kerajaan Babilonia yang dikuasai oleh Raja Namrud.

    Dikisahkan dalam buku Dakwah bil Qalam oleh Mohamad Mufid, tantangan dakwah pertama Nabi Ibrahim AS berasal dari ayahandanya sendiri, Azar, yang berprofesi sebagai pembuat berhala.


    Namun, Allah SWT menganugerahkan mukjizat kepada Nabi Ibrahim AS berupa pemikiran yang cerdas dan kritis. Ia menyadari bahwa berhala yang dianggap Tuhan sama halnya seperti batu yang tidak mampu bicara, tidak bisa menolong, dan tidak bisa dimintai pertolongan.

    Nabi Ibrahim AS berusaha menyadarkan kaum penyembah berhala, termasuk ayahnya sendiri. Namun, ayahnya menolak dakwah yang ia sampaikan, sedangkan kaumnya pun sangat keras kepala.

    Taktik Nabi Ibrahim dalam Menyadarkan Kaumnya

    Diceritakan dalam Qashash Al-Anbiyaa karya Ibnu Katsir, kaum penyembah berhala kala itu memiliki tradisi hari raya yang diperingati setiap tahun dan mereka berbondong-bondong menuju pusat kota untuk merayakannya.

    Saat itu, ayah Nabi Ibrahim AS mengajaknya, tetapi ia menolaknya seraya berkata, “Sesungguhnya aku sakit”. (QS As-Saffat: 89)

    Nabi Ibrahim mengemukakan alasan tersebut agar ia dapat melenyapkan kebatilan kaumnya yang menyembah berkala. Ketika mereka pergi ke tempat pesta hari raya, Nabi Ibrahim AS pergi secara diam-diam menuju berhala-berhala mereka dan menghancurkannya menggunakan kapak dan martil besar miliknya.

    Ketika kaum penyembah berhala kembali dari tempat perayaan, mereka sangat terkejut melihat keadaan patung yang biasa disembahnya telah hancur. Mereka bertanya kepada Nabi Ibrahim AS, “Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?”

    Nabi Ibrahim AS menjawab, “Sebenarnya patung itulah yang melakukannya. Coba tanyakan saja kepada berhala itu jika mereka dapat berbicara.” (QS Al-Anbiya: 62-63)

    Mereka merasa kebingungan dengan jawaban Nabi Ibrahim AS, lalu mengatakan, “Sesungguhnya, kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.” (QS Al-Anbiya: 65)

    Saat itulah Nabi Ibrahim AS memberi peringatan kepada mereka, “Lalu mengapa kalian semua menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kalian? Ah, (celakalah) kalian dan (celaka pula) apa yang kalian sembah selain Allah. Apakah kalian tidak memahami’?” (QS Al-Anbiya: 66-67)

    Raja Namrud yang berkuasa pun murka lantas memerintahkan kepada kaumnya untuk membawa Nabi Ibrahim AS agar dihukum dengan cara dibakar.

    Mukjizat Nabi Ibrahim saat Dilempar ke Api

    Mengutip dari buku Akidah Akhlak karya Harjan Syuhada & Fida’ Abdilah, kaum musyrik kala itu bekerja sama mengumpulkan kayu bakar dari berbagai tempat dan membakarnya dari dalam lubang besar.

    Setelah api tampak membumbung tinggi, Nabi Ibrahim AS akhirnya dilemparkan ke dalamnya dan ditempatkan di tengah-tengah tumpukan kayu. Raja Namrud beserta kaumnya yang menyaksikan tertawa terbahak-bahak.

    Namun, atas izin Allah SWT, api yang berkobar itu telah diperintahkan agar tidak dapat membakar Nabi Ibrahim AS. Peristiwa ini termaktub dalam firman-Nya,

    قُلْنَا يَٰنَارُ كُونِى بَرْدًا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ

    Artinya: Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim!” (QS Al-Anbiya: 69)

    Raja Namrud beserta para pembesarnya yang menyaksikan peristiwa itu kemudian tercengang. Akhirnya, saat itu juga Raja Namrud memerintahkan agar pembakaran dihentikan dan Nabi Ibrahim AS dibebaskan.

    Setelah dibebaskan, Nabi Ibrahim AS berkata, “Dalam pengalamanku, tidak ada hari-hari yang penuh nikmat melebihi apa yang aku rasakan selama di dalam api itu”

    Doa Nabi Ibrahim saat Dilempar ke Api

    Menurut hadits yang diriwayatkan oleh al-Hafid Abu Ya’la, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menceritakan bahwa ketika Nabi Ibrahim AS akan dilemparkan ketengah api yang berkobar itu, ia berdoa sebagai berikut,

    اللهُمَّ أَنْتَ الْوَاحِدُ فِي السَّمَاءِ وَأَنَا الْوَاحِدُ فِي الْأَرْضِ لَيْسَ اَحَدٌ يَعْبُدُكَ غَيْرِي حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلِ

    Latin: Allahumma antal wahidu fissama’i wa anal wahidu fil ardi laisa ahadun ya ‘buduka gairī hasbiyallahu wa ni’mal wakil.

    Artinya: Ya Allah! Engkau Esa di langit dan aku sendirian di bumi. Tiada seorang pun yang taat kepada-Mu selain aku. Bagiku cukuplah Allah sebaik-baik tempat berserah diri.

    Dalam riwayat lain yang dinukil dari Kitab Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, disebutkan bahwa,

    وفِي رِوَايَةٍ لَهُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ آخِرُ قَوْلِ إِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السلام حين ألقي في النَّارِ: حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلِ

    Artinya: Ibnu Abbas RA berkata, “Kalimat terakhir yang diucapkan Nabi Ibrahim ketika dilemparkan ke dalam api adalah, ‘Hasbunallahu wa ni’mal wakil.’ (cukuplah Allah menjadi penolong bagiku, Allah adalah sebaik-baik pelindung).”

    Doa yang dilafalkan Nabi Ibrahim AS tersebut juga terdapat dalam potongan surat Ali Imran ayat 173, Allah SWT berfirman,

    ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

    Latin: Allażīna qāla lahumun-nāsu innan-nāsa qad jama’ụ lakum fakhsyauhum fa zādahum īmānaw wa qālụ ḥasbunallāhu wa ni’mal-wakīl

    Artinya: (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.

    Itulah kisah Nabi Ibrahim AS saat dilempar ke api yang tidak hangus meski dibakar. Wallahu ‘alam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Qabil dan Habil, Anak Nabi Adam AS yang Membunuh Saudara Kembarnya



    Jakarta

    Qabil dan Habil merupakan anak kembar laki-laki dari Nabi Adam AS. Siti Hawa melahirkan dua pasang anak kembar laki-laki dan perempuan, yaitu Qabil, Habil, Iqlima dan Labuda.

    Menukil dari Qashashul Anbiya oleh Ibnu Katsir yang diterjemahkan Umar Mujtahid dkk, Qabil adalah saudara kembar dari Iqlima. Sementara itu, Habil merupakan saudara kembar dari Labuda.

    Ketika mereka sudah baligh, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Adam AS agar menikahkan anak-anaknya yang tidak sekandung. Jadi, Habil dinikahkan dengan Iqlima sementara Qabil dengan Labuda.


    Namun, Qabil merasa dengki terhadap Habil. Sebab, paras Labuda tidak secantik Iqlima yang mana merupakan saudara kembar Qabil.

    Setan dengan segala tipu daya dan bisikannya menghasut Qabil untuk membunuh Habil. Karena tidak mau mengalah dan hatinya dipenuhi rasa iri, akhirnya Adam AS meminta kedua putranya untuk berkurban agar mendapat pilihan terbaik. Langkah ini dilakukan Nabi Adam AS agar tidak melanggar anjuran dari Allah SWT.

    Qabil mempersembahkan kurban berupa hasil pertanian yang buruk, sementara Habil memberikan kurban berupa seekor kambing gemuk dengan kualitas baik. Atas kuasa Allah SWT, muncul api menyambar kurban Habil yang menandakan kurbannya diterima sang Khalik. Sebaliknya, kurban Qabil ditolak karena api membiarkan miliknya begitu saja.

    Melihat hal itu, Qabil menjadi marah dan berkata ingin membunuh Habil jika benar-benar menikahi Iqlima. Jawaban Habil atas gertakan Habil diceritakan dalam surah Al Maidah ayat 28,

    لَئِنۢ بَسَطتَ إِلَىَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِى مَآ أَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَدِىَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلْعَٰلَمِينَ

    Artinya: “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.”

    Qabil yang gelap mata akhirnya memutuskan untuk membunuh Habil. Ulama berpendapat bahwa Qabil memanggul jenazah Habil selama satu tahun setelah membunuh saudaranya.

    Ulama lain ada yang mengatakan selama 100 tahun sampai akhirnya Allah SWT mengutus dua ekor burung gagak yang bertarung hingga salah satunya mati. Burung gagak yang masih hidup menggali tanah dan memasukkan bangkai burung gagak yang telah mati ke dalamnya, ketika itu Qabil menyaksikan pergulatan kedua burung gagak tersebut dan meniru apa yang dilakukan mereka.

    Ada lagi yang berpendapat bahwa Qabil membunuh Habil dengan batu yang dilempar hingga mengenai kepalanya ketika ia terlelap. Pendapat lain menyebutkan Qabil mencekek leher Habil sekuat-kuatnya dan menggigitnya seperti layaknya binatang buas hingga Habil meninggal dunia.

    Sewaktu Qabil menyaksikan Habil yang terkapar tidak berdaya, ia bingung dan menyesali perbuatannya. Qabil teringat bahwa Habil merupakan saudara yang baik.

    Allah SWT tidak langsung mengazab Qabil di dunia, namun ia menanggung dosa besar. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

    “Tidaklah seorang jiwa dibunuh secara zalim, kecuali anak Adam yang pertama (Qabil) ikut menanggung darahnya, karena ia adalah orang yang pertama mencontohkan pembunuhan.” (HR Bukhari)

    Wallahu a’lam

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com