Tag: api

  • 6 Cara Usir Nyamuk Pakai Bahan yang Ada di Rumah


    Jakarta

    Cuaca yang hangat menghadirkan bermacam-macam rutinitas yang menyenangkan, tapi terkadang terdapat beberapa hal yang mengganggu contohnya nyamuk. Kamu mungkin perlu memperhatikan kehadiran makhluk kecil yang satu ini karena gigitannya bisa menimbulkan rasa gatal bahkan membawa penyakit.

    Kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana cara terbaik untuk menjauhkan mereka dari sekitar kamu. Terkadang obat pengusir nyamuk mengandung bahan kimia efektif, tetapi tidak terlalu praktis. Walau demikian, kamu bisa lho mengusir nyamuk dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Berikut ini tipsnya.

    Air Bawang Putih

    Melansir The Kitchen, pada (28/10/2024), bawang putih sering dikenal sebagai pengusir nyamuk. Caranya, buatlah semprotan sendiri dengan menambahkan beberapa siung bawang putih yang segar dan cincang. Lalu tambahkan satu sendok minyak mineral, kemudian diamkan seharian hingga meresap sempurna.


    Saring bawang putih, lalu tambahkan ke botol semprot yang telah diisi air, setelah itu semprotkan cairan tersebut pada semua sumber cahaya luar ruangan guna membuat penghalang yang tidak akan dilintasi nyamuk.

    Karton Telur

    Membakar karton atau nampan telur dari kardus adalah salah satu cara untuk mengusir nyamuk, pilih lokasi yang aman dari api, lalu bakar karton dan tiup sampai membara. Bau dari bekas bakaran itu dapat membantu kamu mengusir nyamuk.

    Dupa

    Bakarlah beberapa jenis dupa atau lilin untuk membantu kamu mengusir nyamuk, karena nyamuk tidak suka dengan bau tersebut. Serai juga dikenal karena khasiatnya dalam mengusir serangga, bakar keduanya di sekitar rumah atau pun pada dalam rumah untuk menciptakan penghalang alami bagi nyamuk.

    Ampas Kopi

    Ampas kopi diketahui mampu mengusir nyamuk karena baunya yang tak disukai hewan penggigit tersebut. Dengan menaburkannya di seluruh bagian taman dan teras, atau bisa juga membakarnya dalam cangkir dijamin nyamuk enggan untuk balik lagi.

    Minuman berkafein yang banyak khasiat ini sebenarnya bisa menjadi alat pengusir berbagai jenis serangga, menjadikannya pilihan yang tepat untuk aktivitas luar ruangan dengan skala berapa pun.

    Minyak Atsiri

    Jika kamu memiliki minyak esensial, itu tandanya kamu sudah memiliki metode yang ampuh untuk mengusir nyamuk, tambahkan beberapa tetes minyak yang berbau tajam seperti lavender atau peppermint.

    Masukkan ke dalam botol semprot yang telah diisi air, kemudian semprotkan secara menyeluruh di dapur dan area luar yang terdapat banyak nyamuk.

    Air, Ragi, dan Gula

    Pembuatan perangkap dengan botol plastik dua liter lalu mencampurkannya dengan secangkir air panas mampu menangkal nyamuk di dalam rumah, tambah satu gram ragi, dan ¼ cangkir gula ke dalam botol. Kemudian, potong botol menjadi dua bagian, dan pasang bagian atas botol dengan cara terbalik untuk membuat corong.

    Lalu rekatkan potongan-potongan itu dan letakkan di seluruh area yang terlihat aktivitas dari nyamuk, perangkap ini aman dan tidak beracun bagi manusia, namun membunuh nyamuk dengan cepat.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada yang Bakar Sampah Sembarangan dan Ganggu, Bisa Dilaporin Nggak Sih?



    Jakarta

    Aktivitas pembakaran sampah banyak ditemukan di Indonesia baik di perkotaan atau pedesaan sekali pun. Membakar sampah dinilai sebagai langkah tercepat untuk melenyapkan sampah di rumah. Mereka tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan ini.

    Jelas aktivitas pembakaran sampah baik di lahan kosong maupun di lingkungan padat penduduk ada kerugiannya. Asap dan bau dari pembakaran tersebut bisa berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Selain itu, dampak yang paling sering terjadi adalah kebakaran.

    Api dari membakar sampah dapat menyebar bahkan hingga ke bangunan rumah. Apabila tidak diawasi, api bisa menyebar dengan cepat. Dampaknya bisa bertambah besar apabila ada korban jiwa, misalnya pada saat api menyambar ke rumah, penghuninya terkurung di dalam dam tidak dapat menyelamatkan diri.


    Melihat bahaya dari membakar sampah ini seharusnya dapat menyadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baik dengan dikumpulkan dan dibuang ke tempat sampah. Nantinya sampah tersebut bisa diolah atau dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

    Membakar Sampah Bisa Dilaporkan ke Polisi?

    Pengacara Muhammad Rizal Siregar mengatakan cara memusnahkan sampah secara instan yakni membakarnya dapat menyebabkan permasalahan baru.

    Aturan yang melarang membakar sampah juga sudah dibuat yakni dalam Undang-Undang No. 18 tahun 2008 yang membahas mengenai Pengelolaan Sampah. Di dalam UU tersebut, dijelaskan bahwa proses pembakaran sampah yang tidak sesuai dengan teknis termasuk dalam kegiatan melanggar hukum, baik dilakukan kepada tetangga atau di area pemukiman.

    “Membuang sampah dengan cara dibakar memang terlihat sepele. Namun, pengelolaan sampah dengan cara dibakar tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ucap Pengacara Muhammad Rizal Siregar kepada detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Selanjutnya, Direktur FWA Law Office, Febrian Willy Atmaja menjelaskan bahwa meski larangan pembakaran sampah sudah di atur dalam undang-undang, aturannya harus diperkuat lagi dengan adanya Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Walikota (Perwali), atau Peraturan Gubernur.

    “Jadi memang kalau mengacu kepada Pasal 12 Ayat 1 Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, pun di situ dijelaskan berkaitan dengan pembakaran sampah, sanksi, dan dendanya. Tetapi, harus diperkuat juga dengan peraturan daerah, perwali, atau peraturan gubernurnya,” ujar Febrian kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, masyarakat boleh melaporkan orang yang membakar sampah sembarangan ke aparat penegak hukum atau polisi. Namun, orang yang membakar sampah tersebut tidak akan langsung diberi hukuman pidana, melainkan akan ada resotarif justice untuk mediasi terlebih dahulu.

    “Kalau memang untuk dilaporkan pun juga bisa-saja dilaporkan kepada aparat penegak hukum karena sudah meresahkan dan berakibat dengan kesehatan tidak baik. Nah, tetapi pihak kepolisian pun tidak serta-merta langsung melakukan hukuman pidana. Melainkan harus ada resotarif justice untuk mediasi sesuai daripada kultur budaya kita,” jelasnya.

    Untuk terhindar dari laporan tersebut, ia menyarankan untuk pengelolaan sampah yang aman bisa dilakukan dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Sampah yang diangkut dari perumahan nantinya akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang kemudian akan diolah oleh pemerintah. Selain itu, kita juga bisa melakukan 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle untuk sampah-sampah anorganik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! Begini Cara Periksa Kebocoran Listrik di Rumah


    Jakarta

    Masalah kelistrikan di rumah tidak sesederhana kelihatannya. Ada beberapa masalah seputar listrik yang tidak diketahui jika dilihat dari fisiknya saja. Kamu perlu mengeceknya langsung dari meteran listrik. Salah satunya adalah kebocoran listrik.

    Kebocoran listrik adalah kondisi saat arus listrik mengalir di luar jalur yang seharusnya hingga bisa menyengat manusia dan tidak akan mati meskipun meteran listrik atau kWh meter sudah dalam kondisi mati.

    SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok, Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan kebocoran listrik dapat berbahaya bagi penghuni rumah. Terutama pada aliran listrik yang bocor di dekat besi dan air karena listrik dapat dengan mudah menyambar ke sekitarnya.


    “Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti ditulis Jumat (1/11/2024).

    “(Aliran dekat air) Itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor ke arah pemanas kamar mandi. Air itu kan pengantar yang bagus untuk listrik,” lanjutnya.

    Cara Mengetahui Ada Kebocoran Listrik

    Untuk mengecek ada kebocoran atau tidak pada listrik, caranya cukup mudah. Kamu bisa mengeceknya di meteran listrik yang biasanya terpasang di depan rumah. Namun, ini hanya berlaku pada meteran listrik pra bayar yang memiliki tombol. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mengikuti cara berikut.

    1. Matikan dan cabut semua kabel perangkat elektronik di rumah

    2. Matikan meteran listrik

    3. Tekan angka ’44’ lalu enter

    4. Lihat angka yang tertera pada meteran listrik. Apabila angka ‘0 (nol)’ yang muncul maka tidak ada kebocoran. Namun, apabila ada angka 1, 2, atau angka dengan koma, itu pertanda listrik di rumah bocor.

    “Harusnya kan itu menunjukkan angka 0. Tapi misalkan ada angka 1, 2, atau 1,3, nah itu kan ada kebocoran di sisi instalasi,” jelasnya.

    Penyebab Kebocoran Listrik

    1. Kabel Listrik Sudah Tua

    Risiko kebocoran listrik bisa terjadi pada kabel listrik yang periode pemakaiannya sudah lama.

    “Dari kabel yang sudah usianya sudah lama. Kabel di instalasi kita, lampu, stop kontak, dan peralatan elektronik,” sebut Yudhi.

    2. Pemasangan Kabel yang Tidak Sesuai

    Meskipun bentuk kabel sama, ternyata setiap besaran arus listrik jenis kabel yang digunakan berbeda lho. Yudhi menuturkan penyambungan kabel yang sembarangan dan tidak sama besarannya dapat menyebabkan arus listrik bocor.

    “Dari sisi pemasangan mungkin ada sambungan atau kabel yang masih terbuka, tidak terisolasi dengan baik, itu juga bisa menyebabkan kebocoran atau korsleting,” tuturnya.

    3. Kabel Stop Kontak Berbeda Dipakai Bersambung

    Pemakaian kabel stop kontak yang disambung begitu banyak dapat menyebabkan kebocoran listrik. Jika didiamkan dari kabel tersebut bisa muncul percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Semua Tempat Cocok, Hindari Pasang AC di 5 Tempat Ini!


    Jakarta

    AC (Air Conditioner) atau pendingin ruangan merupakan salah satu perangkat elektronik yang saat ini banyak digunakan di rumah. Perangkat ini dapat mendinginkan suhu ruangan dengan instan dan bisa diatur sesuai dengan kebutuhan pemakainya.

    Perangkat ini biasanya dipakai di dalam kamar, ruang tamu, ruang keluarga, bahkan ada pula yang di dapur. Namun, kamu harus tahu jika tidak setiap area di dalam rumah cocok dipasang AC lho. Ada beberapa lokasi yang dapat mempengaruhi kinerja AC.

    Lantas, area mana saja yang harus dihindari? Melansir dari House Digest, berikut beberapa tempat yang sebaiknya tidak dipasang AC.


    1. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

    AC lebih baik dipasang di tempat yang terisolasi atau tertutup. Udara panas di luar akan sulit masuk sehingga AC bisa bekerja maksimal mendinginkan udara. Maka dari itu, AC tidak cocok berada di ruangan yang mudah terbakar seperti cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka.

    Dekat dengan sumber panas membuat sistem pendingin AC bekerja 2x lebih keras karena harus membuat ruangan dingin, sementara sumber panas tetap menyala. Maka dari itu, memakai AC di dapur ada posisi khusus penempatannya yakni tidak boleh anginnya mengarah langsung ke kompor.

    2. Tempat Terpanas di Rumah

    Fungsi AC memang untuk mendinginkan ruangan, tetapi ketika ruangan tersebut lebih banyak terkena sinar matahari, lebih sulit untuk didinginkan. AC akan bekerja 2x lebih keras agar ruangan tersebut dingin seperti yang diinginkan penghuninya. Jika AC dibiarkan seperti ini, lama-lama akan timbul masalah pada mesin.

    Sebagai solusi, kamu bisa menghalau sinar matahari masuk ke dalam ruangan dengan memasang tirai. Apabila kamu sedang tahap pembangunan, bisa mengukur arah matahari akan mengarah ke mana.

    Selain sinar matahari, uang dari dapur atau asap panas yang dihasilkan di dalam rumah juga harus jauh dari lokasi AC dipasang.

    3. Lokasi yang Tersembunyi

    Beberapa orang ada yang memasang AC di tempat tersembunyi terutama untuk AC outdoor. Alasannya agar tampilan rumah enak dilihat. Menurut mereka, menampakkan AC outdoor dapat merusak dekorasi rumah.

    Mereka menutupi keberadaan AC outdoor dengan memasang penutup atau memasang penghalang seperti tanaman atau lemari. Cara ini justru membuat AC jadi cepat rusak karena udara panas dari unit tidak dapat terbuang dan justru kembali ke dalam sirkulasi AC.

    Solusinya, kamu boleh menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

    4. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

    AC adalah salah satu perangkat elektronik yang membutuhkan daya yang besar. Saat perangkat ini dihidupkan dari aliran listrik yang juga digunakan untuk perangkat berdaya besar lainnya, listrik di rumah kamu bisa tiba-tiba mati.

    Kondisi ini dapat memicu kerusakan pada mesin AC. Selain itu, bisa juga memicu korsleting listrik dan kebakaran.

    5. Dekat Tempat Sampah

    Tempat sampah bisa menjadi sumber bau di rumah. Terutama untuk tempat pembuangan sampah bekas makanan. Memasang AC di ruangan yang di dalamnya terdapat tempat sampah justru dapat membawa masalah kesehatan.

    Seperti yang diketahui pemasangan AC lebih baik di dalam ruangan yang tertutup, apabila ada bau menguar dari tempat sampah, seluruh penghuninya bisa mencium bau tersebut. Efek jangka pandeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Persiapkan Rumah Kamu Sebelum Hujan Besar Datang, Biar Nggak Menyesal!


    Jakarta

    Memasuki bulan November, hujan sudah mulai turun di beberapa wilayah di Indonesia. Bukan hanya rintik saja, terkadang hujan turun disertai dengan angin kencang sehingga bisa menimbulkan kerusakan rumah.

    Saat musim hujan, biasanya ada saja hal-hal yang terjadi pada rumah, misalnya atap bocor, air merembes di dinding maupun lantai, dan lainnya. Nah, supaya kamu nggak usah repot-repot membersihkan rumah jika terjadi bocor, bisa banget cek informasi berikut ini.

    Dilansir dari Forbes, Selasa (5/11/2024), berikut ini hal-hal yang harus dilakukan pada rumah sebelum hujan deras melanda.


    Cek Atap Rumah

    Jika hujan deras disertai dengan angin kencang melanda, bisa saja membuat atap rumah rusak sehingga menimbulkan kebocoran. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya kamu mengecek atap saat memasuki musim hujan. Jika ada masalah pada atap, segera perbaiki dan jangan ditunda.

    Bersihkan Halaman Rumah

    Angin kencang disertai hujan deras bisa merusak halaman rumah dan furniture luar ruangan. Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya kamu mulai memindahkan furniture ke dalam ruangan atau garasi.

    Jika ada pohon besar, sebaiknya pangkas cabangnya agar tidak merusak rumah. Kamu bisa melakukannya sendiri atau menyewa tukang kebun

    Tutup Rapat Pintu dan Jendela

    Selain atap, jendela dan pintu merupakan bagian rumah yang rentan mengalami kebocoran. Sebelum memasuki musim hujan, sebaiknya periksa di sekitar kusen jendela dan pintu. Pertimbangkan menutupnya menggunakan sealant untuk mencegah air masuk ke dalam.

    Amankan Bagian-bagian Rentan di Rumah

    Jika rumah kamu kerap diterjang angin topan, kamu bisa mengamankan bagian-bagian yang rentan di rumah. Misalnya gunakan triplek pada jendela dan kaca pintu untuk menjadi penghalang terhadap angin kencang yang menyertai hujan badai.

    Jika rumah kamu di wilayah yang rawan banjir, pertimbangkan untuk memasang penghalang banjir untuk melindungi perabotan dari kerusakan akibat air.

    Pahami Polis Asuransi Rumah

    Membaca dan memahami polis asuransi rumah sangat penting untuk memastikan kamu terlindungi saat terjadi keadaan darurat. Jika terjadi bencana angin topan atau hujan badai, kamu bisa memotret furnitur dan barang berharga jika rusak akibat badai. Selain itu, simpan dokumen penting, seperti akta rumah dan dokumen lainnya di kotak yang kuat dan tahan api.

    Buat Rencana Darurat

    Salah satu cara terbaik menghadapi badai hebat adalah dengan mengumpulkan perlengkapan darurat. Simpan barang-barang tersebut di satu tempat sehingga lebih mudah ditemukan jika listrik padam akibat diterjang badai. Beberapa perlengkapan yang dibutuhkan yaitu:

    • Senter dengan baterai yang cukup
    • Minimal 1 galon air per orang di rumah untuk minum dan mandi
    • dapur darurat
    • persediaan makanan kaleng untuk 3 hari
    • perlengkapan pertolongan pertama

    Itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan hujan besar datang. Semoga bermanfaat ya!

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lokasi yang Pas buat Taruh APAR di Rumah


    Jakarta

    Alat pemadam kebakaran atau alat pemadam api ringan (APAR) bisa menjadi faktor penentu antara terjadinya kebakaran kecil di rumah dan kerugian total. Namun, alat ini hanya akan berfungsi dengan baik jika dapat diakses dengan mudah saat terjadi keadaan darurat.

    Berikut adalah beberapa lokasi penyimpanan yang tepat untuk alat pemadam kebakaran di rumah serta rekomendasi dari para ahli tentang cara menggunakan alat tersebut dengan efektif.

    Tempat Menyimpan Alat Pemadam Kebakaran

    Di Setiap Lantai Rumah

    Semakin banyak lantai yang dimiliki sebuah rumah, semakin sulit untuk melarikan diri dari kebakaran. Oleh karena itu, penting untuk memiliki setidaknya satu alat pemadam kebakaran di setiap lantai. Misalnya, kamu punya rumah 3 lantai, maka sebaiknya APAR ada di lantai 1, 2, dan 3.


    Meskipun alat ini tidak dapat sepenuhnya memadamkan api, APAR dapat memberikan akses cepat ke jalur evakuasi dan menyelamatkan nyawa.

    “Sangat disarankan untuk memiliki alat pemadam kebakaran di setiap lantai rumah,” ungkap seorang ahli wawasan rumah di Hippo Insurance, Courtney Klosterman, dalam kutipannya di Better Homes & Gardens pada Jumat (8/11/2024)

    Garasi

    Garasi merupakan area lain yang perlu diperhatikan dalam konteks kebakaran rumah. Biasanya, garasi menyimpan berbagai barang seperti kendaraan, cairan dan bahan kimia yang mudah terbakar, alat-alat, serta berbagai komponen rumah yang dapat terbakar. Pastikan alat tersebut ditempatkan di lokasi yang terlindungi dan tidak terpapar risiko dari benda tajam atau kendaraan.

    Dapur

    Tidak mengherankan bahwa sebagian besar kebakaran rumah berasal dari dapur. Selain itu, kebakaran yang dimulai di area ini dapat dengan cepat menyebar, mengingat banyaknya bahan mudah terbakar seperti kain linen dan minyak goreng yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki alat pemadam kebakaran yang mudah dijangkau di dapur kamu.

    Tempat yang Tidak Disarankan Menyimpan APAR

    Terlalu dekat dengan sumber panas

    Suhu tinggi dari kompor, perapian, tungku, atau benda sejenis dapat merusak berbagai komponen alat pemadam kebakaran.

    Di Tempat yang Mudah Dijangkau Anak-anak

    Jika ada anak-anak di rumah, alat pemadam kebakaran harus dijauhkan dari jangkauan mereka, tetapi tetap berada di lokasi yang mudah dijangkau oleh orang dewasa.

    Terkena Unsur-unsur Alam

    Paparan terhadap kondisi cuaca ekstrem, baik panas maupun dingin, dapat membahayakan alat pemadam kebakaran.

    Tempat Tersembunyi

    Kami memahami bahwa alat pemadam kebakaran bukanlah perabotan rumah yang paling menarik. Namun, penting untuk memastikan alat tersebut mudah ditemukan karena setiap detik sangat berharga saat terjadi kebakaran.

    Itulah tempat-tempat yang cocok dan yang harus dihindari untuk menyimpan APAR di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Bikin Ruangan Wangi Semerbak


    Jakarta

    Memiliki ruangan yang wangi di rumah tentu bisa menaikkan mood penghuninya. Untuk membuat ruangan wangi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, apa saja itu?

    Salah satu caranya adalah menggunakan lilin aroma terapi. Namun, lilin tersebut tidak bisa diletakkan sembarangan. Jika kamu mau wanginya menyeruak, bisa diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik, misalnya di ruang keluarga atau dapur.

    Tak hanya itu, masih ada cara-cara lain yang bisa dilakukan. Dilansir dari Livingetc, berikut ini tipsnya.


    Pakai Diffuser

    Menggunakan diffuser menjadi salah satu cara untuk membuat ruangan wangi tanpa harus menyalakan api untuk lilin aromaterapi. Kamu bisa meletakkan diffuser di ruang keluarga agar wanginya bisa menyebar.

    Jika ingin wangi yang lebih tahan lama, kamu bisa menggunakan diffuser ditambah dengan lilin arometerapi di rumah.

    Dupa

    Jika kamu ingin ruangan memiliki wangi yang dalam dan beragam, bisa menggunakan dupa. Kamu bisa meletakkan dupa di dekat jendela yang terbuka agar wanginya bisa menguar ke dalam rumah.

    “Dupa adalah pilihan yang tepat untuk menambahkan aroma yang kaya dan mendalam ke ruang tamu, terutama jika kamu ingin suasana yang lebih membumi atau menenangkan,” kata ahli wewangian dan pembuat lilin Chloe Mervine, dikutip dari Livingetc.

    “Namun, dupa bisa sangat kuat, jadi saya sarankan untuk memulai dengan aroma yang lebih ringan, seperti kayu cendana (sandalwood) atau melati,” tambahnya.

    Pakai Minyak Esensial dan Rempah-rempah Kering

    Jika ingin wangi yang alami, kamu bisa menggunakan rempah-rempah atau bunga kering maupun minyak esensial sebagai wewangian. Kamu bisa menaruhnya di mangkuk dekoratif, digantung di dinding, atau menatanya di vas sekitar ruangan.

    Pakai Semprotan Ruangan

    Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan semprotan ruangan agar ruangan wangi. Chloe menyarankan untuk menggunakan penyemprot yang tidak beracun, bebas alkohol, dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

    Dengan beberapa semprotan saja, ruangan di dalam rumah sudah bisa wangi. Hal ini bisa meningkatkan mood para penghuninya.

    “Penyemprot ruangan sangat bagus untuk menyegarkan area-area di rumah, mungkin (bisa digunakan) setelah memasak atau saat sedang membereskan rumah,” kata Chloe.

    Itulah beberapa cara untuk membuat ruangan di dalam rumah wangi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Ini Tanda Ada Gas Saat Gali Sumur Bor



    Jakarta

    Sumur bor adalah salah satu cara mendapatkan sumber air bersih dengan menggali tanah. Siapa sangka, mengebor air ternyata bisa sampai memicu munculnya api alias sumur bor terbakar.

    Ahli Geologi dan Pemerhati Lingkungan Asep Mulyana mengatakan kejadian seperti itu sebenarnya sesuatu yang wajar terjadi ketika mengebor sumur. Menurutnya, api muncul lantaran ada gas metana atau gas rawa yang keluar dari lubang.

    “Kemungkinan besar ini gas alam yang tidak migrasi dari sumbernya di kedalaman tertentu, dia berpindah tempat ke daerah permukaan shallow. Bagi kami orang geologi ya (kedalaman) 30-50 (meter). Pada saat masyarakat itu mengebor air terus pada saat mereka ketemu di zona yang ada gas ‘alam liar’ terus dibor keluarlah (gas) dengan air,” ujar Asep kepada detikProperti, Minggu (24/11/2024).


    Menurutnya, gas yang keluar dari sumur bor sebenarnya tidak berbahaya dan tidak akan mencemari air. Munculnya gas dapat ditandai bunyi berdesis serta bau tidak sedap dari campuran gas sulfida.

    Selain itu, gas juga bisa mendorong air keluar dari lubang sumur, sehingga orang mengira mendapatkan air artesis yang mengalir tanpa pompa. Justru air keluar dengan sendirinya bisa menjadi indikasi keluarnya gas alam.

    “Kalau orang awam ngebor yang penting bolongi berapa meter dapat air artesis nggak perlu dipompa, (padahal air) terbawa (gas yang) ingin keluar. (Air yang keluar) Seakan artesis mancar. Biasanya artesis keluar (orang) senang sambil ngerokok, (malah) tersambar (api),” jelasnya.

    Asep mengatakan gas tersebut bisa dibiarkan keluar dan akan habis dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-2 minggu. Salah satu tandanya adalah air berhenti keluar karena tidak ada tekanan dari gas. Namun, ia menegaskan agar pekerja maupun warga tidak boleh menyalakan api di sekitar sumur selama masa pengeboran dan masa tunggu memastikan gas keluar.

    “Itu salah satu standar operasional prosedur baik ngebor air atau minyak nggak boleh ada yang ngerokok atau sundutan api,” katanya.

    Apabila sumur bor terbakar karena tersulut api, sebenarnya dapat dibiarkan sampai gasnya habis. Apabila ada kandungan air di dalam sumurnya pun masih bisa dipakai dengan mengeluarkannya menggunakan pompa.

    Akan tetapi api yang muncul dapat merusak lingkungan dan bisa membahayakan warga sekitar. Oleh karena itu, demi keamanan, sumur bor tersebut dapat ditutup dengan cara grouting, yakni menumpahkan campuran pasir dan semen ke dalam sumur. Ia pun menyarankan mencari titik sumur bor lain minimal 500 meter dari lokasi awal untuk mencegah kejadian serupa.

    Sebelumnya, ada insiden sumur bor yang terbakar di Sumenep. Fenomena ini terjadi di tanah tegal milik Maulidi (50) di Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih. Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 53 meter.

    Kejadian ini bermula saat pemilik alat bor gantung, Astoni hendak membuka besi bor untuk pelebaran casing pada Rabu (20/11). Ia mendengar suara seperti angin dari dalam sumur yang telah digali selama sekitar lima hari. Ia pun mencium aroma gas, sehingga memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaannya.

    Sumur bor tersebut kemudian diberi paralon sepanjang 120 cm untuk mencegah air hujan masuk ke dalamnya pada Kamis (21/11). Lalu, Maulidi berniat membuka paralon yang dipasang sebelumnya sambil merokok sekitar pukul 17.00 WIB.

    “Tiba-tiba gas yang keluar dari lubang paralon menyambar rokok Maulidi, sehingga mengeluarkan api dengan ketinggian sekitar 1 meter,” kata Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti dikutip dari detikJatim.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Nemu Gas Saat Gali Sumur Bor? Jangan Panik, Lakukan Hal Ini



    Jakarta

    Sumber air bersih bisa didapat dengan membuat menggali sumur bor menggunakan mesin. Bukan cuma air, terkadang gas alam bisa keluar dari lubang sumur bor, lho

    Bahkan, gas ini bisa berubah menjadi api kalau sampai tersulut. Namun, jangan terlalu khawatir kalau menemukan gas dari sumur bor ya.

    Menurut Ahli Geologi dan Pemerhati Lingkungan Asep Mulyana, ada gas keluar ketika mengebor sumur sebenarnya fenomena yang wajar. Ia mengungkapkan gas yang muncul adalah metana atau gas rawa yang bermigrasi ke dekat permukaan.


    “Bagi kami orang geologi ya (kedalaman) 30-50 (meter). Pada saat masyarakat itu mengebor air terus pada saat mereka ketemu di zona yang ada gas alam ‘liar’ terus dibor keluarlah (gas) dengan air,” ujar Asep kepada detikProperti, Minggu (24/11/2024).

    Kalau kamu merasa ada gas keluar, tak perlu sampai panik. Cukup biarkan gasnya habis dengan sendirinya selama sekitar 1-2 minggu. Salah satu tandanya adalah air berhenti keluar karena tidak ada tekanan dari gas. Selain itu, pastikan pekerja dan warga tidak menyalakan api, bahkan merokok di sekitar sumur selama masa pengeboran maupun masa tunggu.

    “Itu salah satu standar operasional prosedur baik ngebor air atau minyak, nggak boleh ada yang ngerokok atau sundutan api,” katanya.

    Meskipun sumur mengeluarkan gas, biarkan sampai gasnya habis. Kandungan airnya pun masih bisa dipakai asalkan tidak asin. Kamu bisa mengeluarkan air menggunakan pompa.

    Adapun tanda ada gas keluar bisa dari bunyi berdesis dan bau tidak sedap akibat campuran gas sulfida. Kemudian, ada pancaran air dari lubang karena terdorong gas.

    “Kalau orang awam ngebor yang penting bolongi berapa meter dapat air artesis nggak perlu dipompa, (padahal air) terbawa (gas yang) ingin keluar. (Air yang keluar) Seakan artesis mancar. Biasanya artesis keluar seneng (orang senang) sambil ngerokok, (malah) tersambar (api),” jelasnya.

    Nah, kalau sampai gas tersebut tersulut api, kamu bisa saja membiarkannya sampai padam. Namun, api yang terus menyala tidak ramah lingkungan dan dapat membahayakan warga sekitar. Oleh karena itu, kamu bisa menutup sumur bor tersebut dengan cara grouting, yaitu menumpahkan campuran pasir dan semen ke dalam sumur. Lalu, sebaiknya mencari titik sumur bor lain.

    Sebelumnya, pengeboran sumur bor di Sumenep mengagetkan warga karena mengeluarkan api. Sumur bor dengan kedalaman sekitar 53 meter itu diduga mengeluarkan gas.

    Fenomena ini terjadi di tanah tegal milik Maulidi (50) di Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih. Kejadian itu berawal saat pemilik alat bor gantung, Astoni hendak membuka besi bor untuk pelebaran casing pada Rabu (20/11).

    Ia mendengar suara seperti angin dari dalam sumur yang telah digali selama sekitar lima hari. Lalu, ia juga mencium aroma gas, sehingga memilih untuk tidak melanjutkan pekerjaannya.

    Sumur bor tersebut kemudian diberi paralon sepanjang 120 cm untuk mencegah air hujan masuk ke dalamnya pada Kamis (21/11). Kemudian, Maulidi berniat membuka paralon yang dipasang sebelumnya sambil merokok sekitar pukul 17.00 WIB

    “Tiba-tiba gas yang keluar dari lubang paralon menyambar rokok Maulidi, sehingga mengeluarkan api dengan ketinggian sekitar 1 meter,” kata Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti dikutip dari detikJatim.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Siasat Pulihkan Rumah Usai Kebakaran



    Jakarta

    Menghadapi kerusakan akibat kebakaran rumah adalah pengalaman yang sangat menantang dan emosional. Selain kehilangan barang-barang berharga, kamu juga harus menghadapi dampak fisik dari api dan asap yang dapat merusak struktur dan kenyamanan rumah kamu.

    Namun, dengan pendekatan yang tepat, kamu dapat memulihkan rumah kamu kembali ke kondisi semula atau bahkan lebih baik. Simak penjelasan ini yang akan membahas langkah-langkah penting yang perlu diambil untuk memperbaiki kerusakan setelah kebakaran, mulai dari penilaian kerusakan hingga proses perbaikan dan pemulihan.

    Langkah yang Harus Segera di Ambil

    Melansir dari This Old House, segera setelah kebakaran rumah terjadi, penting untuk segera mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan kerusakan lebih lanjut dan memulai proses pemulihan.


    Dimulai dengan menghubungi perusahaan asuransi kamu untuk melaporkan kejadian tersebut dan memulai klaim, serta mengamankan properti kamu dengan menutup jendela yang pecah atau lubang di atap setelah dinyatakan aman oleh pemadam kebakaran atau teknisi struktur.

    Periksa Tingkat Kerusakan

    Setelah mengamankan properti kamu, lakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan dan mulai tandai perbaikan yang perlu dilakukan. Langkah awal ini akan membantu mengarahkan upaya restorasi dan rencana rekonstruksi kamu di masa depan.

    Panggil Insinyur Struktural

    Untuk kerusakan akibat kebakaran yang parah, disarankan untuk menyewa seorang insinyur struktur. Mereka akan mengevaluasi kondisi fondasi, kerangka, dan selubung bangunan rumah kamu.

    Insinyur struktur dapat mengidentifikasi kerusakan struktural yang tersembunyi dan berpotensi menimbulkan risiko di masa depan.

    Evaluasi Komponen Struktural

    Insinyur struktur akan memeriksa elemen-elemen utama rumah kamu, seperti lantai, dinding, dan atap. Laporan mereka akan menjelaskan tingkat kerusakan dan mengidentifikasi bagian-bagian struktur yang dapat diselamatkan atau perlu diganti.

    Mereka juga akan menilai keamanan dan stabilitas rumah kamu selama proses restorasi, sehingga membantu kamu memprioritaskan perbaikan dan merencanakan upaya rekonstruksi dengan lebih efektif.

    Langkah-langkah Keselamatan yang Perlu Diambil Setelah Kebakaran

    Membersihkan rumah setelah kebakaran sangat berbahaya karena adanya bahan kimia beracun dan struktur yang tidak stabil di rumah kamu. Ambillah tindakan pencegahan keselamatan yang tepat untuk melindungi kesehatan kamu selama proses pembersihan.

    Perlengkapan Pelindung

    Saat memasuki rumah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran, selalu gunakan perlindungan yang sesuai. Perlengkapan yang diperlukan meliputi masker debu, pakaian pelindung, dan sarung tangan karet.

    Jika kamu membersihkan sendiri, pastikan untuk mengenakan masker debu, pakaian pelindung, dan sarung tangan karet. Kacamata pengaman akan melindungi mata kamu dari debu, sementara alas kaki yang kokoh dapat mencegah cedera akibat benda tajam.

    Mengelola Residu Kebakaran

    Residu kebakaran mengandung zat berbahaya yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. Jika kamu ragu tentang keamanan suatu bahan, sebaiknya konsultasikan dengan profesional atau serahkan pembersihannya kepada perusahaan restorasi yang berpengalaman.

    Pastikan juga untuk membuang bahan berbahaya dengan cara yang benar. Selalu periksa peraturan setempat dan patuhi undang-undang untuk mencegah pencemaran lingkungan.

    Meredakan Kerusakan Akibat Air

    Ironisnya, kerusakan akibat air yang disebabkan oleh upaya pemadaman kebakaran bisa sama parahnya dengan kerusakan akibat kebakaran itu sendiri. Utamakan untuk mengeluarkan barang-barang basah dari area yang terdampak.

    Periksa dinding kering, isolasi, karpet, dan furnitur kamu. Segala sesuatu yang tetap lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut.

    Pastikan untuk memisahkan barang-barang yang dapat diselamatkan dari yang perlu dibuang, dan dokumentasikan kerusakan tersebut untuk keperluan klaim asuransi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com