Tag Archives: api

Sederet Manfaat Baking Soda untuk Dapur Rumah



Jakarta

Baking soda adalah bahan tambahan pembuatan kue atau makanan yang mengandung bahan kimia bersifat abrasif. Sehingga, tak hanya sebagai bahan makanan, sifat abrasif ini membuat baking soda cocok digunakan sebagai bahan pembersih.

Kamu bisa gunakan baking soda untuk membersihkan rumah, misalnya dapur. Dapur memang menjadi salah satu ruangan yang sering terkena noda seperti minyak dan lemak yang diakibatkan aktivitas memasak. Mengutip dari buku Rumah Bersih Alami Tips Perawatan Rumah dan Pribadi yang Hemat dan Ramah Lingkungan karya Hanna Natalisa, baking soda dapat digunakan untuk hal-hal berikut ini.

Membersihkan Noda dan Kerak pada Alat Makan

Gunakan baking soda untuk membersihkan noda pada alat makan. Caranya rendam cangkir-cangkir yang penuh noda teh atau kopi ke dalam air baking soda, lalu bilas. Baking soda dapat menghilangkan noda atau kerak pada alat makan.


Membersihkan Oven

Caranya dengan menaburkan baking soda yang banyak di lantai oven lalu semprot dengan campuran air dan cuka. Setelah beberapa jam bilas.

Menetralkan Bau

Campuran baking soda dengan sedikit air sehingga menjadi pasta yang dapat digunakan untuk membersihkan dan menetralkan bau seperti di talenan. Cara lain adalah isi satu box kecil dengan baking soda lalu letakkan ke dalam kulkas atau freezer dan ganti setiap 3 bulan sekali.

Memadamkan Api

Sediakan satu box kecil baking soda dekat kompor untuk memadamkan kebakaran kecil. Ketika terjadi kebakaran kecil, segera lemparkan baking soda ke sumber api. Walau tidak ada kebakaran, menyimpan baking soda dekat kompor tidak ada salahnya karena dapat menetralisir bau tidak sedap.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mengapa Septic Tank Bisa Meledak? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya



Jakarta

Kasus septic tank meledak sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Penyebab septic tank meledak bermacam-macam.

Pertanyaannya kenapa septic tank bisa meledak? Lalau bagaimana cara mencegahnya?

Sebelum mengetahui tentang itu, perlu dipahami dulu apa itu septic tank dan kegunaannya?


Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, tangki septik adalah bak kedap air yang berfungsi sebagai tempat penampungan limbah kotoran manusia. Melalui tangki septik, kotoran manusia akan tertampung di dalamnya.

Nantinya, bagian cairnya akan keluar dari tangki septik dan diresapkan ke sumur resapan. Apabila tidak memungkinkan, maka dibuat suatu filter untuk mengelola cairan tersebut.

Lantas, bagaimana bentuk dan ukuran septik tank yang baik?

Tangki septik terdiri dari 2 jenis, yaitu tangki septik sistem tercampur dan terpisah. Tangki septik sistem tercampur maksudnya adalah tangki septik yang digunakan dari buangan air limbah rumah tangga yang meliputi mandi, cuci, kakus. Sementara itu, tangki septik terpisah adalah tangki septik yang digunakan hanya dari buangan kakus alias kotoran manusia.

Melansir dari SNI 2398:2017, ada beberapa kriteria standar bentuk dan ukuran untuk tangki septik, di antaranya yaitu:

  • Bentuk segi empat dengan panjang x lebar 2:1 sampai 3:1
  • Lebar minimal 0,75 meter
  • Panjang minimal 1,5 meter
  • Tinggi minimal 1,5 meter termasuk ambang batas 0,3 meter
  • Volume disesuaikan dengan jumlah penghuni. Misalnya, jika suatu rumah dihuni oleh 5 orang, maka ukuran tangki dengan periode pengurasan 3 tahun menggunakan tangki septik sistem terpisah maka diperlukan tangki septik ukuran panjang 1,6 meter, lebar 0,8 meter, dan tinggi 1,3 meter.

Ketika membangun tangki septik juga pastikan ada saluran udara yang baik. Sebab, air limbah yang ditampung pada tangki septik menghasilkan gas metana (CH4) yang jika tidak dikeluarkan, maka tangki septik berpotensi untuk meledak.

Gas metana juga punya sifat mudah terbakar, sehingga harus dihindarkan dari sumber api atau bahan mudah terbakar lainnya.

Selain itu, jarak dari tangki septik ke sumber air bersih minimal 10 meter. Hal ini supaya air bersih tidak tercemar dengan isi dari tangki septik.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Penting! Lakukan Ini Sebelum Berangkat Mudik buat Cegah Kebakaran Rumah



Jakarta

Musim mudik Lebaran Idul Fitri tiba, banyak orang meninggalkan rumah dalam keadaan kosong buat pulang ke kampung halaman. Nah, sebelum berangkat mudik, ada baiknya kamu mengamankan rumah dari potensi bahaya seperti kebakaran.

Meski tak ada aktivitas, peristiwa tak terduga bisa saja terjadi di rumah. Kebakaran dapat disebabkan karena kelalaian manusia ataupun malfungsi benda-benda.

Jangan sampai kamu mendengar kabar rumah terbakar selama di kampung halaman. Untuk itu, kamu bisa coba meminimalisir potensi kebakaran dengan memastikan tak ada pemicu api di rumah.


Lantas, bagaimana cara menjaga rumah kosong dari potensi kebakaran selama mudik? Simak tipsnya berikut ini.

Tips Amankan Rumah dari Kebakaran Sebelum Mudik

Inilah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan sebelum berangkat mudik untuk menghindari kebakaran rumah kosong, dikutip dari Fire and Rescue NSW.

1. Matikan dan cabut aliran listrik peralatan elektronik untuk mengurangi potensi kebakaran listrik.

2. Gunakan alarm asap dan pastikan alatnya berfungsi dengan baik.

3. Beritahu tetangga atau teman tentang keberadaan dan detail kontak kamu. Minta mereka untuk mengawasi rumah dan menghubungi Petugas Pemadam Kebakaran kalau menemukan tanda kebakaran.

4. Pastikan semua peralatan listrik yang dibiarkan menyala terus-menerus atau pada sirkuit pengatur waktu berfungsi dengan baik.

5. Pastikan lampu yang dibiarkan menyala berada di lokasi yang aman, jauh dari bahan yang mudah terbakar seperti gorden dan memiliki watt yang tepat untuk mencegah panas berlebih.

6. Matikan dan kosongkan pengering pakaian dan bersihkan filter serat sebelum pergi.

7. Tutup semua pintu di dalam rumah untuk mencegah penyebaran api.

8. Padamkan semua dupa, lilin, atau pembakar minyak.

9. Keliling rumah untuk memeriksa kondisi aman dan tidak ada potensi kebakaran sebelum pergi.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu kerjakan untuk mengamankan rumah dari kebakaran

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Geger 23 Orang Masuk RS gegara Digigit Semut Api, Begini Cara Cegahnya


Jakarta

Dilaporkan sebanyak 23 orang warga Australia menjalani perawatan medis sejak Maret 2025 karena sengatan semut api. Di luar itu, pihak Program Pemberantasan Semut Api Nasional mencatat telah menerima 60 laporan terhadap sengatan serangga ini.

Dilansir detikTravel, meskipun semut api bertubuh mungil, risiko dari gigitannya dapat menimbulkan pustula, alergi, dan yang paling parah adalah kematian.

Serangga ini akan tiba-tiba menyengat berulang kali saat mereka merasa terancam. Sengatan tersebut akan menyebabkan bentol-bentol yang gatal, nyeri, dan bahkan reaksi alergi yang parah pada beberapa orang.


Semut api banyak ditemukan di Amerika Serikat, Meksiko, Karibia, Tiongkok, Australia, negara-negara di Eropa, dan Indonesia.

Penyebab semut api banyak ditemukan di Australia adalah karena hujan deras. Australia tengah mengalami badai tropis pada awal Maret yang menyebabkan serangga tersebut bergerak di atas tanah dan membentuk rakit untuk mengapung ke daerah baru.

Lantas, bagaimana cara mengantisipasi keberadaan semut api agar tidak masuk ke rumah? Dilansir The Spruce berikut cara cegah dan basmi semut api.

1. Kulit Jeruk atau Minyak Jeruk

Mengusir semut api ternyata bisa memakai bahan alami yakni kulit jeruk atau minyak esensial dari jeruk. Semut memiliki penciuman yang tajam, ketika mencium bau jeruk mereka akan menjauh karena terlalu menyengat.

Cara memasang perangkapnya dengan meletakkan kulit jeruk di area yang sering didatangi semut. Bisa juga membuat semprotan dari minyak esensial jeruk atau dari kulit jeruk yang dihaluskan. Semprotan larutan dari kulit jeruk tersebut ke ruangan yang banyak semut atau sarangnya yang berada di luar rumah.

2. Insektisida

Bahan kedua yang bisa dipakai adalah dengan menaburkan insektisida ke sarang semut api. Insektisida tidak dapat digunakan untuk mencegah atau mengusir semut api yang ditemukan di dalam ruangan.

Saat menyebar insektisida, pastikan area tersebut aman dari anak-anak atau hewan lainnya yang tidak berbahaya.

3. Boraks

Bahan selanjutnya yang cukup untuk mengusir semut api adalah boraks. Namun, saat menyiapkan umpan ini harus lebih berhati-hati karena bahan ini beracun baik untuk hewan dan manusia. Saat menyiapkan umpan ini disarankan untuk menggunakan sarung tangan khusus dan jauh dari anak kecil.

Boraks tersebut harus dicampur dengan cairan manis. Setelah boraks disebar, tunggu selama 24-48 jam untuk dapat memusnahkan semut api.

4. Air Panas

Jika tiba-tiba melihat semut api di rumah, daripada membasmi satu per satu lebih baik mengusirnya dengan air panas. Lalu, jika mengetahui lokasi sarangnya, kalian juga bisa menyiramnya dengan air panas. Namun, setelah menyiram sebaiknya kamu harus langsung menjauh karena semut yang berada di dalamnya akan keluar.

5. Panggil Tenaga Ahli

Apabila keberadaan semut api benar-benar mengancam, kamu bisa memanggil jasa pembasmi serangga untuk menangani masalah ini.

Itulah beberapa cara untuk mencegah semut api masuk ke dalam rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Mudah Agar Ruangan Harum Sepanjang Hari


Jakarta

Ruangan yang wangi bisa membuat penghuni maupun tamu yang datang ke rumah semakin betah. Tak hanya itu, ruangan yang harus juga bisa menaikkan mood penghuni yang ada di dalamnya.

Untuk membuat ruangan wangi semerbak ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Contohnya menggunakan lilin aroma terapi.

Lilin aroma terapi bisa membuat ruangan harum sekaligus menjadi dekorasi. Meski demikian, lilin tersebut tidak bisa diletakkan di sembarang tempat. Jika ingin wanginya menyeruak, bisa diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik seperti di dapur atau ruang keluarga.


Tak hanya itu, masih ada cara-cara lain yang bisa dilakukan. Dilansir dari Livingetc, berikut ini tipsnya.

Pakai Diffuser

Menggunakan diffuser menjadi salah satu cara untuk membuat ruangan wangi tanpa harus menyalakan api untuk lilin aroma terapi. Diffuser bisa diletakkan di ruang keluarga agar wanginya bisa menyebar. Jika ingin wangi yang lebih tahan lama, bisa menggunakan diffuser ditambah dengan lilin aroma terapi di rumah.

Dupa

Jika ingin ruangan memiliki wangi yang dalam dan beragam, bisa menggunakan dupa. Dupa bisa diletakkan di dekat jendela yang terbuka agar wanginya bisa menguar ke dalam rumah.

“Dupa adalah pilihan yang tepat untuk menambahkan aroma yang kaya dan mendalam ke ruang tamu, terutama jika kamu ingin suasana yang lebih membumi atau menenangkan,” kata ahli wewangian dan pembuat lilin Chloe Mervine, dikutip dari Livingetc.

“Namun, dupa bisa sangat kuat, jadi saya sarankan untuk memulai dengan aroma yang lebih ringan, seperti kayu cendana (sandalwood) atau melati,” tambahnya.

Pakai Minyak Esensial dan Rempah-rempah Kering

Jika ingin wangi yang alami, bisa menggunakan rempah-rempah atau bunga kering maupun minyak esensial sebagai wewangian. Penghuni rumah bisa menaruhnya di mangkuk dekoratif, digantung di dinding, atau menatanya di vas sekitar ruangan.

Pakai Semprotan Ruangan

Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan semprotan ruangan agar ruangan wangi. Chloe menyarankan untuk menggunakan penyemprot yang tidak beracun, bebas alkohol, dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Dengan beberapa semprotan saja, ruangan di dalam rumah sudah bisa wangi. Hal ini bisa meningkatkan mood para penghuninya.

“Penyemprot ruangan sangat bagus untuk menyegarkan area-area di rumah, mungkin (bisa digunakan) setelah memasak atau saat sedang membereskan rumah,” kata Chloe.

Itulah beberapa cara untuk membuat ruangan di dalam rumah wangi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Baja Ringan Anti-Karat dapat Berkarat Juga? Ini Penjelasannya


Jakarta

Baja ringan menjadi salah satu bahan bangunan yang banyak dipilih sebagai pengganti kayu. Punya lapisan Alumunium Zinc (AZ) atau lapisan yang dapat mencegah karat, tapi mengapa baja ringan masih bisa berkarat seiring waktu?

Saat ini, baja ringan kerap digunakan sebagai rangka atap dan partisi dinding pada rumah. Banyak orang yang memilih baja ringan karena punya sejumlah keunggulan, salah satunya yaitu memiliki bobot yang ringan dan kuat.

Keunggulan lain dari baja ringan adalah anti rayap, anti karat, dan mudah dibentuk. Meski diklaim anti karat, akan tetapi baja ringan juga bisa berkarat seiring waktu.


Ada sejumlah faktor yang menyebabkan baja ringan menjadi korosi. Pada umumnya, hal ini terjadi karena cara menggunakannya yang salah.

Lantas, apa yang menyebabkan baja ringan anti-karat jadi bisa berkarat? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Kenapa Baja Ringan Anti-karat bisa Berkarat?

Mengutip catatan detikProperti, kontraktor sekaligus CEO Lyvprojects, Albert Lim mengungkapkan ada kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan baja ringan saat membangun kanopi. Pemasangan baja ringan yang salah ternyata justru memicu korosi. Apabila dibiarkan maka bisa fatal akibatnya.

“Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti pengganti besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” kata Albert kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Jika baja ringan dibiarkan berkarat, maka seiring waktu dapat menggerogoti dan menghilangkan ketebalan. Alhasil, baja ringan akan mudah tertekuk, bahkan bisa saja runtuh dalam kasus yang ekstrem.

“Kebanyakan penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (bajanya),” jelasnya.

Lebih lanjut, Albert menjelaskan penyebab korosi karena cairan semen yang mengenai baja ringan. Terdapat reaksi kimia pada campuran air dan semen yang dapat merusak lapisan AZ yang berfungsi untuk melindungi baja ringan dan korosi.

Albert menuturkan, baja ringan adalah bahan sederhana yang selama digunakan sesuai fungsinya maka akan awet. Hanya saja, baja ringan tidak dapat dicampur dengan cairan semen yang dapat menyebabkan korosi.

“Seharusnya ada kolom beton dulu yang naik. Terus (kalau) kolom betonnya sudah jadi, sudah kering baru ditambahin sama baja ringan. Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. itu baru benar atau pakai material lain,” pungkas Albert.

Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan

Mengutip buku Rumah Rangka Baja Ringan Gaya Hunian Inspiratif dan Inovatif oleh Doni Swadarma, berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan dari baja ringan sebagai bahan bangunan.

1. Kelebihan Baja Ringan

  • Sifatnya yang tidak mudah hancur (daktilitas)
  • Bobotnya ringan tapi tetap kuat
  • Proses pemasangannya lebih mudah
  • Anti karat
  • Kuat terhadap api dan rayap.

2. Kekurangan Baja Ringan

  • Harga cenderung mahal
  • Tampilannya kurang estetis
  • Jika tidak dipasang dengan benar, akan mudah goyang terbawa angin
  • Bisa mengalami korosi jika digunakan secara tidak benar.

Demikian penjelasan mengenai alasan baja ringan anti-karat bisa berkarat seiring waktu. Semoga artikel ini bermanfaat.

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Jangan Simpan Barang Ini di Dekat Kompor, Bisa Terbakar!


Jakarta

Dapur menjadi salah satu ruangan di rumah yang menyimpan banyak benda. Terkadang, kita suka tidak menyadari meletakkan dan menyimpan benda di dapur secara acak, termasuk dekat kompor. Sebagai alat rumah tangga yang menyalurkan panas, kompor bisa menjadi barang yang berbahaya. Untuk itu, area sekitar kompor perlu diperhatikan agar tetap aman.

Melansir dari situs Real Simple, pada Senin (14/04/2025), menyimpan atau meletakkan benda tertentu bisa menimbulkan masalah. Pertama, dapat merusak benda itu sendiri sehingga mengurangi keawetannya. Kedua, bisa menimbulkan potensi bahaya kebakaran. Oleh karena itu, berikut daftar benda-benda yang tidak boleh diletakkan dekat kompor

Minyak Goreng

Minyak goreng merupakan salah satu benda yang paling sering dekat kompor karena memudahkan ketika akan menggunakannya. Namun, minyak goreng ternyata sensitif terhadap suhu tinggi seperti kompor sehingga dapat menurunkan kualitasnya.


Rempah-rempah

Rempah-rempah juga tidak bisa disimpan atau diletakkan dekat kompor. Hal ini akan membuat rempah-rempah kehilangan rasa lebih cepat. Sebab, panas dari kompor dapat mengeringkan minyak esensial dalam rempah-rempah. Selain itu, ketika merebus air atau memasak sup di kompor, maka uapnya dapat meningkatkan kelembapan rempah-rempah sehingga jika bentuknya bubuk dapat cepat menggumpal.

Tisu

Tisu merupakan benda yang dapat disimpan di mana saja, tetapi hindari dekat dapur. Sebab, tisu sangat mudah terbakar maka jauhkan tisu dari kompor.

Benda Elektronik

Benda elektronik lain seperti HP, laptop, pemanggang roti, dan lainnya dapat meleleh akibat panas tinggi dari kompor. Sebaiknya, pindahkan benda elektronik tersebut dari kompor.

Makanan Cepat Busuk

Makanan cepat busuk seperti kentang, bawang, dan sayuran sebaiknya jangan letakkan dekat kompor. Sebab, makanan tersebut sebaiknya disimpan pada suhu ruangan yang dingin atau sejuk. Jika diletakkan dekat dengan kompor, makanan bisa melunak atau membusuk lebih cepat.

Produk Pembersih

Produk pembersih rumah tangga seperti sabun cuci piring, cairan pembersih lantai, atau apapun bisa berpotensi mudah terbakar sebab memiliki bahan kimia yang berbahaya.

Cuka

Sama seperti minyak, cuka yang terpengaruh oleh suhu tinggi kompor dapat berubah rasanya. Maka sebaiknya hindari menyimpan cuka dekat kompor.

Kertas atau Buku Resep

Jika kamu punya buku resep atau mendekatkan kertas ke kompor maka sebaiknya jauhkan. Potensi kebakaran dapat timbul karena kertas mudah terbakar. Untuk buku resep, maka lapisi dengan sampul plastik untuk membantu meminimalkan noda.

Sarung Tangan Oven

Sarung tangan oven yang terbuat dari kain bisa berpotensi bahaya kebakaran jika dekat kompor. Oleh karena itu, hindari sarung tangan oven dekat dengan kompor.

Benda Plastik

Jika ada peralatan dapur yang terbuat dari plastik maka jauhkan dari kompor. Sebab, barang-barang ini berisiko melengkung, mengering, meleleh, bahkan terbakar jika terlalu dekat dengan api.

Itu dia deretan benda yang tidak boleh dekat dengan kompor. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Waspada! Ini 4 Hal Sepele di Rumah yang Bisa Picu Kebakaran



Jakarta

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sangat mungkin diakibatkan oleh ulah manusia. Kebakaran juga bisa terjadi di mana saja, termasuk di rumah kita sendiri. Jika terjadi kebakaran di rumah tentu kerugian yang diterima pasti sangat besar. Oleh karena itu, menjaga keamanan dan keselamatan rumah dari kebakaran merupakan hal yang penting.

Salah satu penyebab kebakaran di rumah bisa terjadi dari hal-hal yang tidak disadari. Menurut situs Family Handyman, berikut … hal yang perlu diantisipasi.

Kebakaran Saat Memasak

Memasak merupakan aktivitas yang melibatkan api untuk mematangkan makanan. Bahaya dari aktivitas memasak dapat timbul dari kain yang diletakkan dekat kompor, menyalakan api yang terlalu besar, hingga kompor penuh minyak dan kotor sehingga bisa memicu potensi kebakaran. Untuk itu, selalu berhati-hati saat memasak dan perhatikan keselamatan serta keamanan.


Kabel dan Perangkat Listrik

Kabel di rumah juga bisa menjadi potensi kebakaran, misalnya kelebihan beban, sambungan yang buruk, dan hal ceroboh yang bisa melelehkan isolasi kabel. Selain itu, korsleting listrik yang tidak diketahui juga bisa menjadi pemicu kebakaran tanpa disadari. Perhatikan juga stopkontak di rumah. Jika stopkontak longgar dan kabelnya sudah kendur dapat menimbulkan lengkung listrik yang berbahaya.

Buang Baterai ke Tempat Sampah

Baterai jika sudah tidak digunakan merupakan sampah elektronik yang sebaiknya tidak dibuang ke tempat sampah. Khususnya baterai dengan tegangan 9 volt merupakan pemantik api yang hebat. Jika baterai tersebut bertemu dengan bahan logam lain maka dapat menyebabkan korsleting dan kebakaran.

Barang Pecah Belah

Jika kamu punya barang pecah belah seperti akuarium, toples kaca, atau apapun yang terbuat dari kaca, maka hindari paparan sinar matahari langsung. Hindari meletakkannya dekat jendela atau area terkena sinar matahari. Sebab, barang pecah belah juga termasuk salah satu pemicu kebakaran.

Itu dia hal-hal di rumah yang bisa memicu kebakaran. Tetap hati-hati, ya!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ikuti 5 Tips Ini untuk Cegah Risiko Kebakaran di Rumah


Jakarta

Kebakaran rumah terkadang bisa terjadi tanpa disangka-sangka. Padahal, sebenarnya ada banyak pemicu kebakaran di rumah, sehingga penghuni rumah harus berhati-hati.

Biasanya kebakaran bersumber dari penggunaan listrik atau api kecil di dalam rumah. Padahal, penghuni rumah tentu akan membutuhkan listrik dan api.

Lantas, bagaimana cara mencegah risiko kebakaran di rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


Tips Cegah Kebakaran di Rumah

Berikut ini beberapa cara menghindari potensi kebakaran rumah, dikutip dari Devon & Somerset Fire & Rescue Service.

1. Jangan Tinggalkan Kompor Menyala

Sebagian besar kasus kebakaran berawal dari dapur. Jangan tinggalkan kompor dalam keadaan menyala seperti saat masak.

Terkadang penghuni yang sedang masak terdistraksi dengan anak-anak, hewan piaraan, ataupun TV. Selalu awasi masakan dan matikan peralatan memasak setelah selesai.

2. Isi Daya Perangkat Elektronik di Tempat yang Aman

Kebakaran juga bisa dipicu dari masalah alat elektronik, seperti laptop, kabel, atau colokan. Nah, saat mengisi benda elektronik seperti ponsel atau laptop, pastikan menaruhnya di atas permukaan yang keras dan aman. Jangan pernah menaruhnya di karpet atau tempat tidur, bahkan di bawah bantal.

3. Jangan Tinggalkan Benda Elektronik Tanpa Pengawasan

Jangan pernah meninggalkan perangkat yang dicolok ke aliran listrik tanpa pengawasan, misalnya ponsel dan pengering rambut. Cabut kabelnya setelah digunakan.

Lalu, jangan pernah biarkan mesin cuci dan pengering dalam keadaan menyala saat sedang keluar rumah atau tidur. Jika perangkat mulai mengeluarkan asap atau terjadi kebakaran kecil, segera hubungi pemadam kebakaran yang dapat menangani kebakaran sebelum api membesar.

4. Jangan Terlalu Bebani Stopkontak

Semua peralatan elektronik yang menggunakan banyak listrik, seperti mesin cuci atau pemanas air tidak boleh digunakan dengan kabel ekstensi atau stopkontak multi-colokan. Hal ini akan membebani stopkontak secara berlebihan dan dapat menyebabkan kebakaran.

Gunakan hanya satu peralatan per stopkontak.Namun, kalau perlu menggunakan adaptor multi-soket, jangan pernah menggunakannya dengan barang-barang berdaya tinggi.

5. Hindari Merokok di Dalam Rumah

Cara terbaik untuk mengurangi risiko kebakaran bagi penghuni rumah yang perokok adalah dengan merokok di luar rumah. Jangan pernah merokok di tempat tidur karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan kebakaran di kamar tidur.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu hindari untuk mencegah kebakaran rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Jangan Panik, Ini Cara Atasi Tabung Gas Bocor



Jakarta

Sebagian dari kita pasti akan panik saat mengetahui tabung gas di rumah bocor. Bau gas yang menyengat menjadi tanda awal kemungkinan tabung gas bocor.

Kebocoran tabung gas harus diatasi dengan cara yang benar karena bila salah akan menimbulkan kebakaran. Meski demikian, kita tak perlu panik bila mengalami hal ini di rumah.

Sejatinya tabung gas bocor bisa ditangani sendiri tanpa harus melibatkan bantuan profesional seperti damkar atau petugas lainnya.


Gas bocor bisa saja terjadi setelah memasang tabung gas baru karena regulator tidak terpasang dengan benar. Jadi setiap memasang tabung gas baru, selalu pastikan regulator rapat dan tidak bocor.

Kenali Tanda Kebocoran Tabung Gas

Tanda awal kebocoran tabung gas biasanya diketahui dari bau yang tercium di dalam rumah, terutama area dapur di mana tabung disimpan.

Jika mencium aroma gas, tidak diperkenankan untuk melakukan kontak listrik seperti menyalakan ataupun mematikan kontak listrik, biarkan saja sebagaimana keadaannya saat itu. Selain itu, jangan coba-coba rendam tabung gas ke dalam air.

Cabut Regulator Tabung Gas

Apabila yakin tabung gas bocor karena kerusakan pada tabung, maka penanganannya dengan segera mencabut regulator pada tabung ketika menemukan tanda kebocoran. Selain untuk menghentikan aliran gas ke kompor, juga untuk memungkinkan memindahkan tabung.

Buat Sirkulasi Udara

Selanjutnya, pastikan ada sirkulasi udara dengan membuka pintu dan ventilasi agar gas di dalam ruangan bisa keluar. Kemudian, pindahkan tabung ke tempat terbuka dan diamkan hingga gas habis dengan sendirinya.

Gas yang keluar dari tabung akan bercampur dengan udara sekitar, sehingga menjadikannya netral dan aman. Lalu, amankan juga lingkungan sekitar agar tidak ada yang menyalakan api.

Tabung Gas Terbakar

Jika sudah muncul api pada tabung gas, berarti tabung tidak akan meledak. Maka cara penanganannya adalah dengan menutup titik api dengan karung, seprai, handuk, atau kain yang lembap. Kemudian, lepaskan regulator dan pindahkan tabung ke luar.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com