Tag Archives: arab

Arab Saudi Terapkan Aturan Ketat untuk Penyelenggaraan Ibadah Haji 2025


Jakarta

Arab Saudi menerapkan sejumlah aturan baru pada penyelenggaraan haji 2025 mendatang. Kebijakan ini dinilai ketat, khususnya mengenai himbauan kesehatan jemaah haji 2025.

Melansir dari salah satu majalah Saudi yaitu Leaders Mina, Kementerian Haji dan Umrah Saudi memberlakukan imbauan kesehatan dengan mengutamakan keselamatan para jemaah haji 2025. Keputusan ditetapkan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem selama musim haji.

Aturan Baru Saudi pada Penyelenggaraan Haji 2025

1. Jemaah Risiko Tinggi Dilarang Berpartisipasi

Calon jemaah dengan risiko tinggi dilarang untuk berpartisipasi dalam ibadah haji 2025 mendatang. Mereka yang berisiko tinggi ini memiliki kondisi medis yang parah, seperti penyakit ginjal, jantung, paru-paru, hati dan kanker.


Selain itu, calon jemaah yang didiagnosa dengan demensia atau penyakit menular seperti tuberkulosis dan batuk rejan dilarang untuk berhaji. Saudi juga melarang anak-anak di bawah usia 12 tahun dan wanita hamil untuk berhaji.

Perlu dipahami, aturan pelarangan jemaah risti ini dilakukan sebagai langkah mencerminkan komitmen Arab Saudi untuk memastikan kesejahteraan jemaah selama haji.

2. Kewajiban Vaksinasi bagi Jemaah

Jemaah haji 2025 juga diwajibkan melakukan vaksinasi sebagai salah satu aturan kesehatan. Vaksinasi ini mencakup imunisasi meningitis, COVID-19, influenza musiman, dan polio.

3. Larangan Kegiatan Berpolitik atau Sektarian

Aturan lainnya yang harus dipatuhi jemaah haji 2025 adalah larangan berpolitik. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan peringatan keras bagi jemaah yang menyalahgunakan haji sebagai tujuan politik atau sektarian.

Kementerian melarang segala sesuatu yang berpotensi mengganggu keamanan publik atau hukum serta ketertiban.

4. Aturan Baru bagi Kantor Haji Asing

Kantor haji asing diminta mematuhi kebijakan larangan berpolitik atau sektarian demi ketertiban umum serta keselamatan jemaah. Kementerian menetapkan pedoman ketat dalam pengoperasian kantor haji asing.

Kantor-kantor tersebut harus memastikan jemaah haji mereka mematuhi peraturan dari Saudi. Kementerian menekankan pelanggaran sekecil apapun bisa mengakibatkan deportasi staf kantor atau tindakan hukum lainnya.

Mengutip laman Independent Newspapers Limited, peraturan baru mengenai kantor haji asing atau internasional ini harus dipatuhi. Mereka memiliki tanggung jawab atas jemaah dari negara masing-masing.

“Peraturan tersebut mengamanatkan bahwa kantor harus memasukkan data jamaah ke dalam sistem elektronik sebelum kedatangan mereka dan memastikan bahwa jamaah tidak membawa materi politik atau terlibat dalam kegiatan yang mengganggu.” tulis media Independent Newspaper Limited.

Selain itu, kantor haji harus mencegah penggunaan akomodasi dan transportasi yang tidak sah. Kementerian menekankan komitmennya untuk mencegah eksploitasi haji untuk agenda politik atau sektarian dan akan menindak tegas siapapun yang melakukan pelanggaran.

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

Arab Saudi Rilis Pedoman Pendampingan Umrah Anak-anak



Jakarta

Musim umrah 1446 H sudah dimulai sejak 1 Muharram. Arab Saudi baru-baru ini merilis pedoman bagi orang tua atau wali yang berencana membawa anak-anak mereka untuk umrah. Ada sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian jemaah.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam keterangannya, seperti dilansir Timeline Daily dari Gulf News, meminta orang tua atau wali untuk terus menjaga anaknya agar selalu di dekatnya dan tetap waspada. Kementerian meminta orang tua memastikan anaknya menggunakan gelang pelacak elektronik.

Kementerian juga mengimbau agar jemaah yang membawa anak-anak menghindari jam-jam sibuk dan tempat-tempat yang ramai. Pihaknya juga mendesak orang tua agar mendidik anak-anak mereka tentang hal-hal yang harus mereka patuhi selama berada di tempat suci.


Sejumlah media lokal melaporkan, Arab Saudi tengah menghadapi cuaca ekstrem. Wilayah Makkah dan Madinah kerap diguyur hujan deras, termasuk di area Masjidil Haram yang menjadi pusat ibadah umrah.

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi pada Kamis (29/8/2024) kemarin memprediksi angin kencang akan bertiup dan hujan sedang hingga lebat serta hujan es dapat turun di beberapa wilayah Jazan, Aseer, Al-Baha, Makkah, dan Madinah.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam beberapa unggahannya di media sosial mengimbau jemaah berhati-hati saat beribadah di tengah hujan.

Arab Saudi telah membuka musim umrah 1446 H bagi jemaah dalam dan luar Kerajaan usai berakhirnya musim haji 1445 H. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengadakan serangkaian pertemuan dengan perusahaan dan lembaga umrah untuk mempersiapkan musim umrah ini, lapor SPA.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdulfattah Mashat menekankan komitmen kementerian untuk memberikan program unggulannya melalui kolaborasi dengan semua mitra dan sektor.

“Fokusnya adalah pada peningkatan layanan sektor swasta dan memprioritaskan kenyamanan dan keselamatan para pengunjung dan peziarah ke Dua Masjid Suci. Kerja sama antara kementerian dan perusahaan serta lembaga umrah sangat penting untuk memastikan layanan berkualitas tinggi bagi para peziarah di seluruh dunia,” demikian seperti dilaporkan SPA pada Kamis (27/6/2024) lalu.

(kri/erd)



Sumber : www.detik.com

Ruang Terbatas, Jemaah yang Salat di Masjid Nabawi Dilarang Bawa Ini



Jakarta

Ada peraturan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan peraturan baru terkait dengan kunjungan jemaah ke Masjid Nabawi.

Dilansir Arabian Business pada Kamis (4/9/2023) peraturan ini pertama kali diunggah melalui pihak kementerian melalui media sosial pada akhir Agustus 2024. Disebutkan, jemaah tidak boleh membawa barang bawaan besar seperti koper ke area dalam masjid dan tidak diperkenankan membawa bawaan kecil ke tempat salat.

Pihak Masjid Nabawi menyediakan loker untuk jemaah yang bisa digunakan untuk menaruh bawaan berukuran kecil.


“Agar kunjungan jemaah aman dan terorganisir saat ke Masjid Nabawi, kami meminta agar jemaah mematuhi peraturan terkait penyimpanan bagasi,” tulis Kementerian dalam sebuah pernyataan.

Disebutkan, untuk bagasi dan koper kecil, dilarang keras dibawa ke tempat salat. Jemaah dapat menggunakan loker yang ada di luar masjid untuk menyimpan barang dengan aman. Hal ini dikarenakan keterbatasan ruang di masjid Nabawi.

Masjid Nabawi juga membuka Raudhah bagi jemaah yang sudah mengantongi izin masuk. Melansir buku Misteri Mukjizat Makkah & Madinah: 21 Kedahsyatan Yang Terjadi Di Kota Al-Mukaramah yang ditulis Namin Asimah, dijelaskan Raudhah adalah suatu tempat di Masjid Nabawi yang terletak di antara mimbar Rasulullah SAW dan kamar (rumah) Rasulullah SAW.

Raudhah juga dikenal dengan sebutan Taman Surga. Para ulama berpendapat sebutan memiliki dua makna, hakiki maupun majazi.

Makna hakiki bahwa tempat tersebut kelak di hari kiamat akan diangkat ke surga. Sementara itu, makna majazi bahwa yang dimaksud adalah amalan yang dilaksanakan di Raudhah akan mengantarkan pelakunya masuk ke taman-taman surga.

Melansir Gulf News, April lalu, Kerajaan Arab Saudi telah memasang pembatas berupa kuningan berlapis emas yang mengelilingi ruang suci di Masjid Nabawi. Sebelumnya, ruangan ini dipagari dengan kayu. Pejabat setempat mengatakan, hal ini bertujuan untuk menjaga identitas visual dan pola arsitektur masjid.

Desain pembatas ini terinspirasi dari bagian depan kamar nabi, Raudhah, dan kabin tempat menyimpan mushaf Al-Qur’an. Ruang suci ini dikelilingi oleh pembatas sepanjang 87 meter yang terbuat dari kuningan murni.

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

Saudi Umumkan Rencana Umrah 2024, Hadirkan Robot Canggih untuk Layani Jemaah



Jakarta

Arab Saudi melalui Kepresidenan Urusan Agama Dua Masjid Suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, meluncurkan rencana musim umrah 2024. Rancangan ini menjadi yang terbesar dalam sejarah.

Dilansir dari Arab News, Minggu (8/9/2024), rencana musim umrah 1446 H/2024 M ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan agar jemaah bisa mendapatkan pengalaman baru selama menjalani umrah. Dengan adanya rencana musim umrah 2024 ini, presidensi berharap akan semakin banyak jemaah yang mendatangi dua masjid suci di Saudi.

Dr. Abdulrahman Al-Sudais selaku presiden presidensi mengatakan rencana tersebut bertujuan untuk mempromosikan titik-titik kekuatan selama musim umrah sambil memaksimalkan konsep melayani, merawat, dan berfokus pada jemaah.


Al Sudais mengatakan presidensi sedang dalam proses meluncurkan robot canggih yang akan memberikan layanan kepada jemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Saudi Press Agency mengabarkan, Al-Sudais menunjukkan bahwa rencana operasional untuk musim umrah di Dua Masjid Suci berlangsung dalam sembilan bulan, dibagi menjadi tiga fase, berakhir pada akhir Syaban 1446 H, setelah itu rencana Ramadhan untuk 1446 H akan dimulai.

Rencana tersebut juga mencakup peningkatan pelajaran ilmiah dan bimbingan, peningkatan pelajaran Al-Qur’an dan kesadaran agama, peluncuran pameran keagamaan yang memperkaya pengetahuan, dan peresmian program pemberian hadiah keagamaan terbesar.

Melalui robot canggih, presidensi bertujuan untuk memanfaatkan teknologi AI, mendigitalkan program, dan memanfaatkan aplikasi elektronik di berbagai bidang untuk melayani jemaah dan berkomunikasi dengan jemaah dalam bahasa global, memfasilitasi ibadah jemaah dan memperkaya pengalaman jemaah selama menjalani umrah.

Diketahui, musim umrah 1446 H telah dibuka per 1 Muharram 1446 H. Jemaah dari berbagai negara mulai berdatangan ke Kerajaan sejak saat itu.

(dvs/kri)



Sumber : www.detik.com

Prabowo Bakal Bentuk Badan Haji dan Umrah



Jakarta

Presiden terpilih Prabowo Subianto akan membentuk Badan Haji dan Umrah dalam kepemimpinannya. Ia menunjuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor beserta dua tokoh lainnya untuk mengelola badan tersebut.

“Arahan Pak Prabowo kepada saya, kepada kami bertiga untuk mengurusi badan urusan haji dan umrah,” ujar Afriansyah Noor, dilansir Antara, Jumat (18/10/2024).

Badan ini akan dibentuk setingkat dengan kementerian. Tujuannya untuk memperbaiki sistem dan regulasi haji di Indonesia.


“Jadi itu badan setingkat kementerian yang dibuat oleh beliau (Prabowo) untuk percepatan dan juga perbaikan,” ucap Afriansyah Noor.

Badan Haji dan Umrah akan berfokus pada penertiban dan penyempurnaan tata kelola haji dan umrah. Mengingat Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia, yang setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah calon jemaah haji dan umrah.

Sehingga ke depannya proses pelaksanaan ibadah haji dan umrah dapat berjalan lebih baik, transparan, dan terstruktur.

“Karena kan kita ini bangsa yang besar, dengan jumlah umat Islam terbesar, jadi perbaikan sistem haji ini harus segera dilakukan,” jelas Afriansyah Noor.

Afriansyah Noor nantinya akan menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Haji dan Umrah dengan Dahnil Anzar Simanjuntak. Sementara Gus Irfan Yusuf diminta sebagai Kepalanya.

Sebelumnya, wacana pembentukan lembaga khusus untuk haji dan umrah telah mencuat. Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) secara konsisten mendorong usulan ini.

Mereka berargumen bahwa lembaga khusus akan mempermudah koordinasi dengan Arab Saudi. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AMPHURI, H. Firman M Nur.

“Kalau kita punya Menteri Haji dan Umrah, maka posisinya setara dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi. Diplomasi, negosiasi, lobi antarnegara menjadi enak,” kata Firman dilansir dari Antara.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Amphuri Zaky Zakariya Anshary juga mengatakan, keberadaan Kementerian Haji dan Umrah memiliki nilai penting, karena bisa mengurangi beban Kementerian Agama yang selama ini mengurus penyelenggaraan ibadah haji untuk jamaah Indonesia.

“Dengan adanya Kementerian Haji dan Umrah dapat mengurangi beban Kementerian Agama yang selama ini sangat berat di luar urusan haji dan umrah,” ujarnya.

(hnh/inf)



Sumber : www.detik.com

WHO Kolaborasi dengan Arab Saudi, Luncurkan Kartu Kesehatan Digital Jemaah Haji


Jakarta

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Arab Saudi telah meluncurkan sebuah inovasi baru dalam pelayanan haji. Dalam kolaborasinya, mereka membentuk kartu kesehatan digital.

Melansir Middle East Monitor (21/10), inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan haji yang lebih baik dan efisien. Karena ada sekitar 3 juta Muslim yang setiap tahun menunaikan ibadah haji, lapor badan Anadolu.

Kolaborasi antara WHO dan Arab Saudi dalam pengembangan kartu kesehatan digital ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi jemaah haji. Dr. Jeremy Farrar selaku Kepala Ilmuwan WHO, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan tonggak penting dalam upaya WHO untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan digital yang aman dan berpusat pada pasien.


“Hari ini menandai kemajuan penting dalam dukungan WHO kepada negara-negara anggota untuk memperluas akses ke alat kesehatan digital yang lebih aman dan berpusat pada orang. Guna meningkatkan akses masyarakat terhadap perawatan kesehatan yang berkualitas kapan pun dan di mana pun mereka membutuhkannya,” kata Jeremy Farrar, dalam pernyataannya.

“Kami berterima kasih atas kolaborasi yang sangat baik dengan Kerajaan Arab Saudi, negara-negara yang berpartisipasi, dan Kantor Regional WHO untuk Mediterania Timur, dan berharap dapat terus mendukung lebih lanjut dalam membangun kapasitas dan infrastruktur di negara-negara yang beralih ke sistem kesehatan yang lebih digital,” tambah Farrar.

Kartu kesehatan digital ini merupakan sebuah alat kesehatan digital yang dibangun di atas Jaringan Sertifikasi Kesehatan Digital Global WHO. Dengan menggunakan teknologi enkripsi yang aman, kartu ini dapat menyimpan berbagai informasi kesehatan penting milik jemaah haji, seperti riwayat penyakit, alergi, status imunisasi, hingga kebutuhan pengobatan.

Manfaat Kartu Kesehatan Digital

Adanya kartu kesehatan digital ini diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat bagi jemaah haji, antara lain:

1. Akses Informasi Kesehatan yang Cepat

Petugas kesehatan dapat dengan mudah mengakses informasi kesehatan jemaah secara real-time, sehingga penanganan medis dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.

2. Pelayanan Kesehatan yang Personalisasi

Dengan data kesehatan yang lengkap, petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing jemaah.

3. Peningkatan Keamanan

Informasi kesehatan yang tersimpan dalam kartu digital ini terjamin keamanannya, sehingga privasi data jemaah tetap terjaga.

4. Efisiensi Proses

Proses pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan jemaah haji dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Seperti diketahui, ibadah haji merupakan salah satu ibadah terbesar di dunia yang melibatkan jutaan umat Islam dari berbagai negara. Untuk memastikan keselamatan dan kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah haji, perlu adanya sistem pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Kartu kesehatan digital ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan kesehatan yang mungkin dihadapi oleh jemaah haji.

(hnh/lus)



Sumber : www.detik.com

Melewati Malam Istimewa di Al Suwaidi Park Riyadh



Jakarta

Al Suwaidi Park, sebuah taman yang terletak di pusat Kota Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (26/10/2024) tampak lebih ramai dari biasanya. Ribuan pengunjung melewatkan malam Minggu di taman tersebut dengan menikmati sajian seni dan budaya dari berbagai negara.

Mereka, baik penduduk asli Arab Saudi maupun pendatang, merupakan pengunjung festival bertajuk “Global Harmony” yang digelar Kementerian Media dan Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi. Harmoni Global adalah prakarsa untuk merayakan keberagaman budaya melalui seni, musik, makanan dan berbagai aktivitas untuk menumbuhkan pengalaman bersama lintas budaya yang berbeda.

Laporan dari RiyadhLaporan dari Riyadh Foto: Irwan Nugroho

Berbagai acara diadakan untuk memanjakan pengunjung seperti panggung utama, panggung untuk anak-anak, aneka bazar, konser musik, maupun pertunjukan lainnya. Sebanyak sembilan negara ikut menyumbangkan berbagai seni-budaya khas negara masing-masing, tidak terkecuali Indonesia.


detikEdu yang ikut merasakan atmosfer kemeriahan Riyadh Season itu melihat satu bagian tertentu dari lokasi acara yang menyajikan aneka budaya dan makanan Indonesia. Mulai tarian tradisional, reog, baju batik, sejumlah barang kerajinan, hingga makanan khas Jawa Barat yang dijajakan oleh restoran Indonesia di Riyadh. Para penjual pun tak kuasa melayani para pembeli yang sangat antusias melihat dan menjajal berbagai makanan yang disediakan.

Adapula makanan Indonesia yang dijual oleh restoran bernama “Lapaz Batchoy” di booth mereka, yang juga menyedot perhatian pengunjung. Mereka bersahut-sahutan memesan makanan yang ditawarkan oleh pemilik restoran, Shafiullah Musalman. “Di sini ada bakso biasa, soto ayam, mie ayam, nasi goreng, cilok, and bala-bala,” kata pria yang berasal dari India, tersebut.

Menurut Shafiullah, ia membuka restoran makanan Indonesia bersama istrinya bernama Siti yang merupakan asli Jakarta. Dia mempekerjakan karyawan dari negara lain, termasuk juga Filipina. Shafiullah menilai masakan Indonesia dan India mempunyai cita rasa yang hampir sama, seperti pedas dan manis. “Sehingga saya dapat memakan masakan Indonesia ini,” cetusnya.

Salah seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja dan tinggal di Riyadh, Eni, menyatakan kesannya mengunjungi acara malam itu. Ia sengaja mencari masakan Indonesia untuk mengobati rasa kangennya terhadap Tanah Air. “Di Riyadh ini banyak (makanan Indonesia), tapi jauh-jauh tempatnya. Karena itu, saya berkunjung ke sini,” kata Eni.

Sementara itu, para seniman dari Indonesia juga diundang khusus untuk tampil di panggung utama. Beberapa nama di antara mereka adalah Putri Isnaini, Ridwan Naibaho, dan Saly Yuniar.

Laporan dari RiyadhLaporan dari Riyadh Foto: Irwan Nugroho

“Saya menyajikan delapan sampai sembilan lagu. Ada lagu dangdut, lagu India dan lagu barat. Ini pertama kalinya saya ke Riyadh dan ini merupakan kesempatan yang luar biasa karena ini adalah kesempatan pertama bernyanyi di luar negeri,” kata Putri Isnaini.

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Saudi Jajaki Sistem Transportasi Baru agar Tawaf dan Sa’i Lebih Efisien



Jakarta

Pemerintah Arab Saudi melalui Otoritas Umum untuk Perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjajaki sistem transportasi baru di Dua Masjid Suci. Pihaknya membuka peluang investasi proyek ini dengan sistem bagi hasil.

Saudi Press Agency (SPA) melaporkan, Jumat (6/9/2024), tawaran investasi untuk proyek transportasi ini bertujuan untuk meningkatkan layanan bagi jemaah haji dan umrah. Pembangunan proyek ini juga ditujukan untuk mencapai tujuan Visi Kerajaan 2030.

Proyek ini digadang-gadang dapat dibangun dan dioperasikan untuk meningkatkan sarana transportasi yang nyaman untuk memfasilitasi pelaksanaan rangkaian ibadah tawaf dan sa’i di Masjidil Haram.


Proyek ini juga bertujuan untuk menciptakan sistem transportasi yang kelak mampu melayani 100.000 jemaah sebagai penerima manfaat setiap hari selama musim haji dan umrah.

Sistem transportasi ini bertujuan untuk memfasilitasi ibadah tawaf dan sa’i dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan jemaah. Otoritas menargetkan mampu meningkatkan rating kepuasan jemaah yang saat ini berada di angka 78 persen menjadi lebih dari 90 persen.

Penilaian kepuasan ini meliputi peningkatan efisiensi perjalanan jemaah, mulai dari pemesanan, layanan sarana transportasi, perjalanan umrah, dan mengurangi durasi masa tunggu untuk mendapatkan layanan.

Proyek ini diharapkan dapat mencakup area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dengan kemungkinan diperluas ke titik-titik pemberhentian taksi di area pusat dan stasiun transportasi antar jemput.

Arab Saudi juga meluncurkan sejumlah rencana dalam pelaksanaan haji dan umrah 1446 H. Khusus umrah musim ini, Kepresidenan Urusan Agama Dua Masjid Suci bakal menggunakan robot canggih untuk melayani jemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Presidensi disebut akan memanfaatkan teknologi AI, mendigitalkan program, dan memanfaatkan aplikasi elektronik di berbagai bidang untuk melayani jemaah dan berkomunikasi dengan jemaah dalam bahasa global, memfasilitasi ibadah jemaah dan memperkaya pengalaman jemaah selama menjalani umrah.

(dvs/kri)



Sumber : www.detik.com

Arab Saudi Gelar Rapat Perdana Bahas Layanan Haji 2025



Jakarta

Arab Saudi menggelar rapat pertama yang membahas pelayanan haji 2025 mendatang. Wakil Emir Makkah, Pangeran Saud bin Mishal bin Abdulaziz turut menghadiri pertemuan yang digelar di Jeddah, Arab Saudi kemarin.

Pertemuan tersebut dibawahi langsung oleh Gubernur Makkah Pangeran Khalid Al-Faisal dan kepala Komite Haji Pusat dengan mengundang 60 organisasi dari sektor haji beserta pejabat terkait. Acara ini digelar dengan tajuk “Pertemuan untuk Memulai Perencanaan Haji 1446 H” pada Minggu (8/9/2024).

Bersamaan dengan dimulainya rapat, Pangeran Saud meresmikan dimulainya perencanaan penyelenggaraan haji 2025. Melalui kesempatan yang sama Pangeran Saud mengumumkan jadwal persiapan haji untuk musim mendatang.


Kantor berita Arab Saudi, SPA, melaporkan target utama musim haji mendatang di antaranya meningkatkan standar operasional yang mencakup pembaruan regulasi yang ada hingga peningkatan pelatihan pekerja.

Pangeran Saud menyoroti perlunya membangun kembali kesuksesan musim haji 2024 dan memastikan persiapan awal untuk haji tahun ini. Ia mendesak pentingnya peningkatan kerja sama untuk meningkatkan layanan dan fasilitas.

“Pertemuan hari ini bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan utama, terutama berdasarkan keberhasilan haji 1445 H. Allah telah memberkati bangsa ini dengan kemampuan untuk melayani jamaah haji,” kata Pangeran Saud.

“Prioritas utama kami adalah persiapan awal untuk musim haji mendatang, memastikan kami memenuhi tanggung jawab kami terhadap mereka yang mengunjungi tempat-tempat paling suci di bumi,” sambung dia lagi.

Pertemuan ini juga membahas model perencanaan 2025, dengan fokus pada kesiapan, standar kualitas layanan, dan indikator kinerja operasional.

Dilansir Arab News, pertemuan perdana tersebut turut meninjau pencapaian musim haji 2024 yang mencakup 300 rencana untuk meningkatkan kesiapan musim mendatang.

Beberapa pencapaian utama selama penyelenggaraan haji kemarin di antaranya peluncuran kartu Nusuk, operasi uji coba penerbangan haji yang sukses dari Bandara Internasional Taif, perluasan inisiatif Rute Makkah, perpanjangan jalan raya Jeddah-Makkah sepanjang 51 km, peningkatan transportasi dari Mina ke Masjidil Haram, dan penerapan cat antipanas di dekat Masjid Al-Namirah.

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

3 Aturan Berfoto di Masjidil Haram Selama Umrah, Jangan Sembarangan!



Jakarta

Kementerian Haji dan Umrah menerbitkan protokol dalam mengambil gambar atau merekam momen selama jemaah berada di sekitar Masjidil Haram. Jemaah umrah diimbau untuk tidak mengganggu jemaah lain yang sedang tawaf atau beribadah.

Imbauan pertama jemaah diminta untuk tidak berlama-lama melakukannya untuk menghindari ketidaknyamanan jemaah lain.

“Tamu Allah yang terhormat, Anda dipersilakan untuk mengabadikan momen berharga Anda di Masjidil Haram. Mohon lakukan dengan cepat, pastikan Anda tidak mengganggu mereka yang sedang melakukan tawaf atau salat,” demikian keterangan Kementerian dalam akun X (@MoHU_En), dikutip Kamis (12/9/2024).


Jemaah umrah juga diimbau untuk tidak berdiri terlalu lama saat mengambil foto karena dapat mengganggu arus pergerakan jamaah.

Selanjutnya, bagi jemaah yang hendak mengabadikan momen selama di Masjidil Haram melalui telepon genggamnya diimbau berhati-hati dalam mengambil gambar. Terutama mengambil gambar jemaah lain yang sedang beribadah tanpa izin mereka.

“Tidak mengambil foto orang yang sedang melakukan salat dan jemaah haji tanpa izin mereka,” demikian pernyataan Kementerian.

Berdasarkan aturan tersebut, jemaah bisa menghormati jemaah dan pengunjung lainnya yang tengah beribadah, mengambil gambar dari sudut yang jauh dari jalur utama, dan menjaga ketenangan di situs suci ini saat mengabadikan momen.

Kementerian juga mengingatkan jemaah agar menjaga barang bawaan mereka selama di Masjidil Haram. Jemaah disarankan hanya membawa barang-barang penting saja.

“Bepergian dengan bawaan ringan membantu meminimalkan risiko kehilangan barang-barang Anda dan mengkhusyukkan diri dalam pengalaman spiritual,” bunyi keterangan Kementerian.

Selain itu, jemaah diminta menjaga barang bawaannya agar senantiasa berada dalam jarak pandang dan tidak meninggalkan barang bawaan di dekat pintu tanpa penjaga.

Meski demikian, jika terjadi kehilangan, jemaah bisa ke kantor Lost & Found di dekat Al-Marwah atau jemaah juga bisa melaporkan barang hilang tersebut melalui Absher platform.

Musim umrah tahun ini dimulai pada akhir Juni 2024 setelah berakhirnya ibadah haji tahunan yang dihadiri sekitar 1,8 juta muslim dari seluruh dunia.

Menurut data Kerajaan Arab Saudi seperti dilansir Gulf News, sekitar 13,5 juta orang menunaikan umrah tahun sebelumnya. Kerajaan memproyeksikan akan menyambut 15 juta muslim untuk umrah tahun depan.

(rah/kri)



Sumber : www.detik.com