Tag: arab

  • Bacaan Doa Setelah Tayamum Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya



    Yogyakarta

    Dalam menjalankan ibadah, umat muslim perlu mensucikan dirinya terlebih dahulu. Ada beberapa cara bersuci dalam Islam, antara lain mandi, berwudhu, dan tayamum.

    Mandi adalah cara bersuci bagi yang terkena hadas besar, dan apabila terkena hadas kecil cukup berwudhu atau tayamum. Tayamum adalah cara bersuci bilamana orang yang hendak berwudhu tidak menemukan air setelah diusahakan dan sudah masuk waktu sholat.

    Dikutip dari buku 125 Masalah Thaharah karya Muhammad Anis Sumaji, Syekh Ibnu Utsaimin berkata, “Thaharah dengan tayamum ditetapkan oleh Allah SWT untuk memberikan keringanan dan kemudahan kepada hamba-hamba-Nya. Hal ini berbeda dengan thaharah ketika menggunakan air. Dalam tayamum tidak wajib mengusapkan debu ke seluruh wajah dan kedua tangan. Bahkan, dimaafkan jika ada bagian yang tidak sampai terusap karena harus menempuh kesulitan untuk mengusapnya, seperti pangkal rambut. Tidak wajib menyapukan debu ke pangkalnya meskipun rambut itu tipis. Adapun dalam wudhu, jika rambut itu tipis, wajib menyampaikan air ke pangkal rambut tersebut.”


    Dalil Perintah Tayamum

    Perintah dari Allah SWT untuk bersuci terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat termaktub dalam firman-Nya di Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 6.

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

    Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh) perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.

    Niat Tayamum

    نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

    Arab-Latin: Nawaytu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta’ala

    Artinya: “Aku berniat tayamum agar diperbolehkan salat karena Allah ta’ala.”

    Adapun tayamum untuk melaksanakan ibadah lainnya seperti misalnya membaca Alquran yang harus dalam keadaan suci, maka niatnya hanya perlu diganti sesuai dengan tujuan untuk apakah tayamum tersebut.

    Doa Setelah Tayamum

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

    Arab-latin: Asyhadu an laa Ilaaha illalloh wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alni minat tawwaabiina, waj’alni minal mutatohhirina, waj’alni min ‘ibaadikas sholihiina. Subhanaka allahumma wa bihamdika astaghfiruka wa atuubu ilaika.

    Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertobat, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Mahasuci Engkau, ya Allah. Dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu”

    Itulah bacaan doa setelah tayamum, dari Arab, Latin, dan juga artinya yang perlu diketahui dan diamalkan oleh umat muslim. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Malam Lailatul Qadar Lengkap: Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta

    Malam lailatul qadar termasuk malam istimewa di bulan Ramadan. Umat muslim bisa memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk mengharapkan keutamaan malam lailatul qadar.

    Dalam Al-Qur’an tercatat bahwa malam lailatul qadar lebih mulia dari malam seribu bulan. Dalam surat Al-Qadr ayat 1-5 Allah SWT berfirman:

    اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ ٥


    Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam lailatul qadar, tahukah engkau apakah malam lailatul qadar itu ? Malam lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar.” (QS Al Qadr: 1-5)

    Malam lailatul qadar ini terdapat pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, tepatnya pada malam ganjil. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

    تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ

    Artinya: “Carilah malam lailatul qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa Malam Lailatul Qadar

    Mengutip Kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi, berikut bacaan doa malam lailatul qadar Arab, latin, dan artinya:

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

    Arab latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku.”

    Imam an-Nawawi menukil doa tersebut dari riwayat dengan sanad shahih dalam Kitab At-Tirmidzi, Kitab An-Nasa’i, dan Kitab Ibnu Majah. Imam At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini adalah hasan shahih.”

    Adapun bunyi hadis riwayat Imam At-Tirmidzi adalah sebagai berikut:

    وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي

    Artinya: “Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai lailatul qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,”” (HR At-Tirmidzi).

    Para ulama mazhab berpendapat bahwa, dianjurkan memperbanyak doa ini dalam malam tersebut. Dianjurkan pula membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, dan doa-doa yang dianjurkan dalam tempat-tempat yang suci dan terhormat.

    Kapan Malam Lailatul Qadar?

    Tidak ada yang tahu kapan terjadinya malam lailatul qadar. Namun beberapa hadits menjelaskan bahwa malam seribu bulan ini terdapat pada hari-hari terakhir Ramadan.

    Ada sebuah hadits yang menyebut bahwa malam lailatul qadar terletak pada tujuh malam terakhir. Hadits ini diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

    عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رِجَالًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْمَنَامِ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ

    Artinya: “Dituturkan dari Ibn Umar RA beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW, melihat lailatul qadar dalam mimpi pada tujuh malam terakhir (dari bulan Ramadan). Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Aku ditunjukkan kebenaran mimpimu. Maka barang siapa mencarinya, hendaknya ia mencari pada tujuh malam terakhir.”

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Naik Kendaraan Laut, Lengkap Arab Latin dan Artinya



    Jakarta

    Perjalanan tidak hanya bisa ditempuh melalui darat, tetapi juga laut dan udara dengan beragam moda transportasi. Terlebih, menjelang mudik lebaran yang membuat banyak orang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman.

    Agar selamat sampai tujuan, hendaknya membaca doa sebelum berangkat. Sudah selayaknya seorang muslim membaca doa sebelum beraktivitas, termasuk ketika naik kendaraan. Salah satunya adalah kendaraan laut. Berikut bacaan doanya.

    Bacaan Doa Naik Kendaraan Laut

    Dikutip dari buku berjudul Setiap Saat Bersama Allah yang ditulis oleh Islah Gusmian, berikut ini adalah bacaan doa naik kendaraan laut berdasarkan hadits.


    بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا وَمُرْسَهَآاِنَّ رَبِّىْ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ

    Bacaan latin: Bismillaahi majreha wa mursaahaa inna robbii laghofuurur rohiim

    Artinya: “Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR Ibnu Sunni dalam Imam Nawawi, Al-Adzkar, h. 199).

    Di dalam Al-Qur’an, dijelaskan bahwa doa ini dibaca oleh Nabi Nuh ketika menaiki bahteranya saat dilanda bencana banjir bandang. Sehingga, dianjurkan oleh seorang muslim agar membaca ayat ini ketika naik kendaraan laut untuk menghindari musibah.

    Adapun seorang muslim dapat membaca doa dan dzikir yang lainnya sebelum memulai perjalanan, yakni terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur’an sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW setelah membaca basmalah.

    Doa-Doa Lain yang Dapat Dibaca

    1. Surat Al An’am ayat 91

    وَمَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ

    Arab latin: Wa mā qadarullāha ḥaqqa qadrihī iż qālụ mā anzalallāhu ‘alā basyarim min syaī`,

    Artinya: Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya.

    Rasulullah SAW bersabda, bahwa orang yang mengucapkan doa dzikir tersebut akan selamat dari tenggelam atau jatuh. (HR Ibnu Sinni).

    Mengutip buku Doa-Doa Rasulullah SAW oleh Ibnu Taimiyah, disebutkan dari Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib RA bahwa Rasulullah bersabda: “Umatku akan selamat dari musibah tenggelam di saat mereka naik kendaraan laut, jika mereka membaca: (Al-Qur’an surat Hud ayat 41), kemudian ayat (Al-Qur’an surat Al An’am ayat 91.)

    2. Surat Az-Zumar ayat 67

    وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Arab latin: Wa mâ qadarullâha haqqa qadrihî, wal ardhu jamî’an qabdhatuhû yaumal qiyâmah, was samâwâtu mathwiyyâtum bi yamînihî, subhânahû wa ta’âlâ ‘an mâ yusyrikûn

    Artinya: Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya. Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.”

    Selain itu, seorang muslim juga dapat mengikuti sunnah Rasulullah dalam naik kendaraan baik kendaraan darat, laut, maupun udara. Mahmud Asy-Syafrowi menyebutkan dalam bukunya Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian, diriwayatkan dari sahabat Ali RA bahwasanya ketika Rasulullah meletakkan kakinya di atas tunggangannya, beliau membaca bismillaah.

    Kemudian, ketika beliau telah tegak di atas punggungnya, beliau membaca alhamdulillah. Setelah itu, beliau membaca, “Subhanalladzi sakhara lanaa hadzaa wama kunnaa lahuu muqriniin wainnaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun” (Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.)

    Kemudian, beliau membaca alhamdulillah, sebanyak tiga kali. Membaca Allahu akbar, tiga kali. Kemudian membaca doa,

    سُبْحَٰنَكَ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

    Artinya: “Maha Suci Engkau. Sungguh, aku telah menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya, tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ahmad, dan lainnya).

    Demikian bacaan doa naik kendaraan laut, lengkap beserta Arab latin dan juga terjemahannya. Doa-doa di atas dapat dibaca ketika menaiki kapal, perahu, sampan, dan juga kendaraan laut lainnya. Semoga Allah senantiasa memberi keselamatan.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Allahummaghfirlahu untuk Wanita dan Pria, serta Tulisan Arabnya



    Jakarta

    Bacaan Allahummaghfirlahu untuk wanita dan pria biasa dilantunkan saat sholat jenazah. Bacaan ini adalah doa supaya sang mayit mendapat pengampunan, maaf, berkah, dan kesejahteraan dari Allah SWT.

    Dikutip dari situs Suara Muhammadiyah, bacaan dan tulisan Arab Allahummaghfirlahu untuk wanita serta pria tidak banyak berbeda. Penggunaan kata yang berbeda ditujukan untuk menandai gender jenazah.

    Berikut bacaan lengkapnya disertai tulisan Arab, latin, dan artinya


    Bacaan Allahummaghfirlahu untuk wanita

    Allahummaghfirlahu kurang lebih bermakna permohonan doa untuk sang mayit agar doanya diampuni Allah SWT. Bacaan menggunakan kata ‘laha’ untuk menandai mayit yang berjenis kelamin perempuan.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

    Allaahummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa
    Artinya: ” Ya Allah, ampunilah dia dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampuni dosa dan kesalahannya.”

    Berikut versi lengkapnya:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

    Allaahummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa, Wawassi’ mudkhalahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod, Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas, Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa, Wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.

    Artinya: ” Ya Allah, ampunilah dia dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampuni dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik dari pada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah (hindarkanlah) ia dari siksa kubur, dan azab api neraka.”

    Bacaan Allahummaghfirlahu untuk pria

    Allahummaghfirlahu adalah doa yang dibacakan saat sholat jenazah memasuki takbir kedua. Bacaan menggunakan kata ‘lahu’ yang menandai jenazah adalah seorang pria.

    اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

    Allahhummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fuanhu
    Artinya: “Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia.”

    Berikut versi lengkapnya:

    اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

    Allahummagfir lahuu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahuu wa wassi’ madhkhalahuu waghsilhu bil maa-i-wats-tsalji walbaradi wa naqqihii minal-khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul-abyadhu minad-danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihii wa ahlan khairan min ahlihii wa raujan khairan min zaujihi waqihii fitnatal-qabri wa’adzaaban-naar
    Artinya: “Ya Allah ampunilah dia dan kasihanilah dia, sejahterakan dia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskan lah tempat tinggalnya, bersihkan lah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkan lah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan ganti lah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan ganti lah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan pelihara lah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.”

    Sebagai informasi tambahan, berikut disertakan tata cara sholat jenazah lengkap

    Tata Cara Sholat Jenazah

    Sholat jenazah terdiri dari empat takbir tanpa ruku dan sujud. Ibadah ini bisa dilaksanakan sambil berdiri baik sendiri atau berjamaah.

    Jika jenazah perempuan, maka imam berdiri di posisi pinggang sang mayit. Namun jika perempuan, imam bisa berdiri di posisi kepala. Bagi yang ingin sholat sendiri, bisa berdiri di tempat imam memimpin sholat.

    Urutan takbir dalam tata cara sholat jenazah adalah:

    1. Takbir pertama

    Posisi ini dilakukan sambil mengucapkan niat sholat jenazah yang ikhlas karena Allah SWT. Selanjutnya surat Al Fatihah, sholawat nabi, hingga hamidum majid.

    2. Takbir kedua

    Setelah takbir dan tangan bersedekap, bacaan Allahummaghfirlahu bisa dilantunkan sesuai jenis kelamin mayat. Bacaan Allahummaghfirlahu biasa ditujukan untuk mayat dewasa atau bukan anak-anak.

    3. Takbir ketiga

    Di tahap ini, doa dilantunkan bagi semua yang masih hidup agar selalu dalam ampunan Allah SWT. Doa juga berharap agar selalu berada dalam jalan dan bimbingan Allah SWT.

    4. Takbir keempat

    Setelah bersedekap, imam bisa membaca salam lalu menghadapkan kepala ke kanan dan kiri.

    Demikian penjelasan tentang bacaan Allahummaghfirlahu dan tuntunan sholat jenazah. Semoga kita selalu dalam ampunan, lindungan, dan rasa kasihan dari Allah SWT.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Isa Memohon Rezeki Jelang Hari Raya dan Kisah di Baliknya



    Jakarta

    Rezeki merupakan kehendak Allah SWT. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa rezeki telah diatur oleh Allah semenjak hambanya masih berada dalam kandungan.

    Tidak hanya manusia, pun rezeki makhluk-makhluk Allah lainnya. Mulai dari harta, kesehatan, nikmat iman, hingga keluarga yang harmonis tergolong ke dalam rezeki yang Allah berikan.

    Menurut buku Mengetuk Pintu Rezeki tulisan Irwan Kurniawan MAg dikatakan bahwa Allah SWT menjamin rezeki setiap makhluknya, namun rezeki tidak datang dengan sendirinya. Dengan demikian, manusia dibekali oleh akal dan pikiran agar bisa menjemput rezekinya masing-masing.


    Berkaitan dengan itu, ada doa yang dibaca oleh Nabi Isa AS menjelang hari raya, seperti dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya KH Sulaeman bin Muhammad Bahri.

    Doa Nabi Isa memohon rezeki jelang hari raya itu tersemat dalam surat Al Maidah ayat 114, berikut bunyinya:

    قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ ٱللَّهُمَّ رَبَّنَآ أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنكَ ۖ وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

    Arab latin: Qāla ‘īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil ‘alainā mā`idatam minas-samā`i takụnu lanā ‘īdal li`awwalinā wa ākhirinā wa āyatam mingka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn

    Artinya: “Isa putra Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-mu. Berilah rezeki lah. Engkaulah pemberi rezeki,”

    Menukil dari Tafsir Tahlili Kementerian Agama (Kemenag RI), doa tersebut dipanjatkan Nabi Isa AS agar Allah menurunkan ia dan kaum Hawariyyun hidangan dari langit. Beliau berharap agar waktu ketika hidangan tersebut turun maka menjadi hari raya bagi mereka dan generasi yang akan datang.

    Selain itu, hal ini juga menjadi tanda kekuasaan Allah SWT. Nabi Isa AS lantas mengakhiri doanya dengan ucapan, “Berilah kami rezeki, karena Engkau adalah Pemberi rezeki yang Paling Utama,”.

    Turunnya hidangan di hari raya itu menjadi hari untuk mengenang rahmat Allah. Nantinya, mereka akan mengagungkan kebesaran kekuasaan Allah SWT.

    Hukum Mengamalkan Doa Nabi Isa Memohon Rezeki Jelang Hari Raya

    Menukil dari laman resmi Muhammadiyah, menurut hemat Majelis Tarjih dan Tajdid, dalam konteks ayat itu Allah SWT benar-benar menurunkan hidangan yang berupa roti dan daging atau buah-buahan dari langit atas izin-Nya. Hari turunnya hidangan itu pada pagi hari atau petang hari Minggu (Ahad), karenanya orang Nasrani menjadi hari tersebut sebagai hari raya.

    Membaca ayat tersebut dalam bentuk doa tidak ada salahnya, selama permohonan yang dimaksud untuk mendapat berkah dari Allah bukan untuk meminta hidangan dari langit. Mengapa demikian? Karena turunnya hidangan itu termasuk bentuk mukjizat Nabi Isa AS yang diberikan oleh Allah SWT.

    Kala itu, kaum Hawariyun menguji Nabi Isa AS apakah beliau benar-benar rasul Allah, sehingga mereka meminta bukti mukjizat konkrit yang dapat disaksikan dengan indera penglihatan mereka.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang Sakit Perempuan: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Mendoakan orang yang sakit termasuk ke dalam anjuran Nabi Muhammad SAW. Doa untuk orang sakit perempuan dapat disimak dalam artikel berikut.

    Sakit merupakan satu dari sekian banyak ujian yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Dikutip dari buku Fiqih Ibadah bagi Orang Sakit dan Bepergian susunan Enang Hidayat, menjenguk dan mendoakan orang sakit merupakan hak sesama muslim.

    Rasulullah SAW bersabda,


    “Hak muslim atas muslim lainnya terdapat lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

    Doa untuk Orang Sakit Perempuan

    Dijelaskan dalam buku Menulis Buku, Alternatif bagi Guru oleh Ardhi Aditya, doa untuk orang sakit perempuan ialah Syafakillah. Apabila diucapkan untuk laki-laki, maka berubah menjadi Syafakallah.

    Arti dari doa tersebut ialah “Semoga Allah menyembuhkanmu,”. Selain Syafakillah, ada juga Syafahallah dan Syafahannallah yang digunakan untuk orang sakit perempuan. Perbedaannya terletak pada cara penggunaan dan orang yang dituju.

    Dalam tatanan bahasa Arab, Syafakillah diucapkan ketika yang sedang sakit berjenis kelamin perempuan dan dilafalkan langsung kepada orang yang sakit. Sementara itu, Syafahallah digunakan untuk orang ketiga perempuan dan Syafahannallah untuk orang ketiga lebih dari satu perempuan.

    Alangkah lebih baiknya apabila ucapan doa untuk orang sakit perempuan ditambahkan menjadi seperti ini,

    شفاك الله لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Arab latin: Syafakillah laa basa thogur insyaAllah

    Artinya: “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan). Tidak mengapa, Insya Allah sakitmu ini membuat dosamu bersih.”

    Mengutip buku Al-Adzkar atau Kitab Induk Doa dan Dzikir karya Imam Nawawi, disebutkan beberapa doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit. Salah satunya berbunyi sebagai berikut,

    اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ ، أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاء لَا يُغَادِرُ سَقَماً

    Arab latin: “Allaahuma rabbin naas, adzhibil ba’sasyfii, antasy syaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa,”

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

    Keutamaan Orang yang Sakit

    Mengutip buku Sakit Menguatkan Iman yang disusun oleh Prof KH Alie Yafei dkk, disebutkan bahwa sakitnya seorang muslim yang beriman dapat membawa beberapa keutamaan, antara lain sebagai berikut:

    1. Doanya Mustajab

    Dari Umar RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika kamu datang mengunjungi si sakit, maka mintalah ia berdoa untukmu karena doanya seperti doa malaikat (yakni besar kemungkinan dikabulkan).” (HR Ibnu Majah)

    2. Dijadikan Penduduk Surga

    Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Atha bin Ribah bahwa Ibnu Abbas bertanya kepadanya:

    “Inginkah kamu melihat wanita penduduk surga?” Jawabku, “Tentu saja.”

    Kata Ibnu Abbas, “Nah wanita hitam itu, ia pernah datang mengadu kepada Nabi SAW, “Saya ini sering jatuh pingsan dan terbuka aibku, maka doakanlah untukku agar Allah menyembuhkanku.” Ujar Nabi SAW, Jika kamu mau, kamu terima itu dengan sabar, dan sebagai ganjarannya kamu mendapat surga. Atau kalau tidak, saya doakan agar Allah menyembuhkanmu.

    Ujar wanita itu, ‘Saya akan bersabar, tetapi saya sering terbuka aib saya kalau pingsan, maka doakanlah untukku agar aibku tidak tersingkap.’ Lalu Nabi mendoakan untuknya.”

    3. Dicatat Kebaikan Pahala Saat Sedang Sakit

    Firman Allah SWT kepada para malaikat dalam hadits Qudsi:

    “Jika Aku menguji salah seorang hamba-Ku yang beriman, lalu ia memuji-Ku atas ujian itu, maka berilah dia pahala sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan kepadanya.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    Demikian doa untuk orang sakit perempuan yang dapat dipanjatkan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Buka Puasa Ramadan: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa buka puasa Ramadan bisa dipanjatkan saat azan Magrib. Ada beberapa doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Menurut Abu Aunillah Al-Baijury dalam Buku Pintar Agama Islam, puasa adalah rukun Islam ketiga. Puasa diartikan sebagai menahan diri dari makan, minum, nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

    Dalil hukum menjalankan ibadah puasa terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 183, yang berbunyi sebagai berikut,


    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

    Arab-Latin: Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus-siyamu kama kutiba ‘alalladzina mingqablikum la’allakum tattaqụn

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

    Setiap muslim yang berpuasa memiliki kesempatan untuk mendapatkan pahala, bahkan saat berbuka puasa, sesuai yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits. Dalam riwayat Tirmidzi, dari Abdullah bin Amr bin al-Ash, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bagi orang yang berpuasa ketika sedang berbuka, doanya tidak akan ditolak.”

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa. Waktu buka puasa jatuh saat matahari terbenam. Rasulullah SAW bersabda,

    إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ مِنْ هَا هُنَا، وَجَاءَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

    Artinya: “Jika telah terbenam matahari dari sini dan malam telah tiba, orang yang berpuasa telah berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih-nya)

    Doa Buka Puasa

    Mengutip buku Ramadan Bersama Rasul: Panduan Ibadah di Bulan Suci Ramadan oleh Alvian Iqbal Zahasfan, berikut beberapa doa buka puasa Ramadan yang bisa dibaca.

    Doa Buka Puasa 1

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Bacaan latin: Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu watsabatal ajru insyaallah.

    Artinya: “Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala insyaallah.” (HR Abu Dawud)

    Doa Buka Puasa 2

    اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    Bacaan latin: Allaahumma lakasumtu wa’alaa rizqika afthortu

    Artinya: “Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka (puasa).” (HR Abu Dawud)

    Doa Buka Puasa 3

    الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ

    Bacaan latin: Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR Ibnu Sunni)

    Doa Buka Puasa 4

    اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

    Bacaan latin: Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Sunni)

    Doa Buka Puasa 5

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Bacaan latin: Allaahumma laka shumnaa wa ‘ala rezekika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim

    Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami telah berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Bacaan doa buka puasa di atas terdapat dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha. Imam an-Nawawi menukilnya dari kitab Ibnu Sunni.

    Cara Berbuka Puasa Ala Rasulullah SAW

    Dalam bukunya yang berjudul Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah: Rekomendasi Rasulullah, Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari menyebutkan beberapa cara Rasulullah SAW ketika berbuka puasa. Begini urutannya:

    1. Menyegerakan Berbuka Puasa

    Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad, Rasulullah SAW bersabda,

    لا يَزَالُ النَّاسُ بِغَيْرِ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

    Artinya: “Manusia selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Darami, Malik, Baihaqi, Ahmad dan Tirmidzi)

    2. Berdoa sebelum Berbuka Puasa

    Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak; 1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, 2) pemimpin yang adil, 3) dan orang yang terdzalimi.” (HR Ibnu Majah, Ahmad dan Tirmidzi)

    3. Buka Puasa dengan Kurma atau Air Putih

    Rasulullah SAW menganjurkan untuk berbuka puasa dengan menyantap kurma. Jika tidak tersedia buah tersebut, beliau akan meneguk air putih.

    Hal itu berdasarkan riwayat Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa kurma yang masih basah sebelum salat (Magrib). Jika tidak ada, beliau berbuka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan meminum air.” (HR Abu Dawud, Ahmad, Tirmidzi & Hakim)

    Mengapa Rasulullah SAW memilih kurma sebagai santapan berbuka puasa? Ternyata ada dalil yang menjelaskan hal itu.

    Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah dalam kitabnya Bulugh al-Maram, menyebutkan sebuah hadits yang artinya: Dari Salman bin ‘Amir Adh Dhobbi radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan tamar (kurma kering). Sebab, kurma mendatangkan berkah. Jika tidak ada kurma, maka berbukalah dengan air karena air itu menyucikan.”

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Berbuka Puasa dan Sunnah Rasulullah saat Berbuka


    Jakarta

    Berbuka puasa menjadi momen paling dinanti umat Islam yang menunaikan ibadah puasa. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berdoa dan meminta apapun sebelum berbuka.

    Karena doa yang dipanjatkan pada waktu tersebut akan dikabulkan oleh Allah SWT. Lantas seperti apa doa berbuka puasa dan artinya?

    Nabi Muhammad SAW bersabda:


    ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ وَالصَّا ئِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ.

    Artinya: “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) pemimpin yang adil, (2) orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan (3) doa orang yang terzholimi.”

    Bacaan Doa Berbuka Puasa

    Ada dua versi bacaan yang dapat muslim baca ketika berbuka puasa.

    Doa Buka Puasa Pertama

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ أُمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت ُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ .

    Arab-Latin: Alloohumma laka shumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamarroohimiin

    Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku tunduk dan patuh, dan dengan rejeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang”

    Doa Buka Puasa Kedua

    Dilansir dari buku 99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah yang ditulis oleh Wulan Mulya Pratiwi terdapat doa berbuka puasa lainnya yang pernah dilantunkan Rasulullah SAW saat berbuka puasa.

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَ اءَ الله

    Arab-Latin: Dzahabazh zhama-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

    Artinya: “Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2,357)

    Anjuran Rasulullah saat Berbuka Puasa

    Selain doa berbuka puasa, ada tiga hal yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan muslim bisa mengikutinya:

    1. Menyegerakan Berbuka Puasa

    Dilansir dari buku Puasa Ibadah Kaya Makna karya Budi Handrianto dianjurkan untuk menyegerakan berbuka jika memang telah masuk waktunya berbuka, Allah SWT tidak menyukai umatnya yang merasa hebat bisa menahan dirinya dan berlama-lama dalam berbuka puasa.

    Seperti sabda Rasulullah SAW ini:

    لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرِ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ.

    “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

    2. Berbuka dengan Kurma dan Air

    Anjuran Rasulullah SAW lainnya perihal berbuka selain menyegerakannya adalah berbuka dengan kurma dan air.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air. ” (HR.Abu Daud no. 2,356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih).

    3. Makan Sebelum Salat

    Dari buku Mempercepat Datangnya Rezeki Dengan Ibadah Ringan yang ditulis oleh Dr. KH. Mukhlis Allyudin dan H. Enjang AS, M.Ag. M.Si dijelaskan ketika berbuka puasa sebaiknya makan dahulu mengisi perut sebelum melaksanakan salat.

    Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW:

    “Jika santapan malam sudah terhidang, dan salat sudah (akan) dilaksanakan, dahulukan santapan malam.” (HR. Al-Bukhari dari Anas bin Malik RA.).

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Minum Susu Putih 1 Muharram Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa minum susu putih dapat diamalkan sebelum atau sesudah meminumnya. Untuk bacaannya, muslim dapat mengacu pada hadits yang diriwayatkan Rasulullah SAW.

    Hadits tersebut bersumber dari Sunan At Tirmidzi yang diterjemahkan Ali Manshur dalam buku Untaian Mutiara Doa Solusi Problematika Umat. Konteks penganjuran membaca doa minum susu yang diajarkan Rasulullah SAW ini diceritakan Ibnu Abbas RA.

    Dikisahkan, Ibnu Abbas RA sedang bersama Rasulullah SAW dan Khalid bin Walid hendak menemui Maimunah. Wanita itu pun mendatangi Rasulullah SAW dengan membawa satu bejana yang berisi susu.


    Saat menerima susu tersebut, Rasulullah SAW kemudian menganjurkan Ibnu Abbas RA dan Khalid bin Walid untuk memanjatkan keberkahan dari susu tersebut. Beliau kemudian bersabda,

    “Tidak ada sesuatu yang dapat menggunakan makan dan minum selain susu.” (HR Tirmidzi)

    Doa Minum Susu Arab, Latin dan Artinya Sesuai Sunnah

    Ada doa yang bisa diamalkan saat minum susu. Doa tersebut bisa diamalkan pada sebelum ataupun sesudah meminumnya.

    Dikutip dari buku Doa dan Zikir Harian Nabi oleh Imam Abu Wafa, bacaan doa sebelum meminum susu yang dapat diamalkan bersandar dari salah satu riwayat Ibnu Abbas RA yang dihasankan oleh At Tirmidzi.

    اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَزِدْنَا مِنْهُ

    Allâhumma bârik lanâ fîmâ razaqtanâ wazidnâ minhu.

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di dalamnya dan tambahkan kepada kami darinya.” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah)

    Menurut buku Kamus Doa oleh Luqman Junaedi, doa tersebut dibaca setelah minum susu. Berikut bacaan lengkapnya menurut buku tersebut.

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ، وَزِدْنَا مِنْهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ شَيْءٌ يُجْزِئُ مِنَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ غَيْرَ اللَّبَنِ

    Alllahumma barik lana fihi, wazidna minhu fa’innahu laysa shay’un yujzii minatha’ammi wasyarab ghayra alllaban

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di dalamnya dan berilah tambahan (karunia) kepada kami karena tidak ada apa pun yang dapat menggantikan makanan dan minuman sekaligus selain susu.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

    Apakah 1 Muharram Harus Minum Susu?

    Menurut penelusuran detikHikmah, belum ditemukan kesunnahan minum susu pada 1 Muharram. Meski demikian, minum susu pada malam 1 Muharram dan pagi harinya adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Arab Saudi.

    Dilansir dari Majalah Nahdlatul Ulama Aula Edisi Juli 2023: Wujudkan Semangat Haji Ramah Lansia, tradisi tersebut dilakukan dengan harapan agar bisa menjalani hari dengan hati yang putih dan bersih.

    Tradisi tersebut dilanjutkan dengan meminum sesuatu yang hijau pada siang harinya, beberapa teh almond, da sedikit madu.

    Lebih lanjut, anjuran meminum susu pada awal Muharram ini bersumber dari kebiasaan ulama besar Makkah, Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki. Ulama tersebut membiasakan diri berbagi susu pada para santrinya setiap 1 Muharram.

    Disebutkan dalam Kamus Al Munawwir susunan Ahmad Warson Munawwir yang disadur NU Online, penganjuran ini disebut sebagai tafa’ul atau pengharapan nasib baik dengan melakukan sesuatu yang mirip dengan itu.

    Menurut laman Mushola Nurul Huda, putihnya susu diibaratkan sebagai kebersihan dan kebaikan. Untuk itu, meminumnya dengan membaca doa pada awal tahun diharapkan sebagai doa untuk meraih kebaikan pada tahun yang baru.

    Wallahu a’lam.

    (rah/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Hari Asyura, Lengkap dengan Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Hari Asyura adalah hari kesepuluh dalam bulan Muharram menurut kalender Hijriyah. Hari Asyura begitu istimewa bagi umat Islam karena banyak keutamaan di dalamnya bagi siapa saja yang beribadah kepada Allah SWT.

    Asyura dalam bahasa Arab berarti hari kesepuluh di bulan Muharram. Sedangkan mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata Asyura juga memiliki arti yang sama yaitu hari kesepuluh di bulan Muharram.

    Salah satu amalan yang dapat dilakukan ketika hari Asyura adalah berdoa. Dan pada kesempatan kali ini, ada doa khusus hari Asyura di mana makna dari doa itu adalah memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT.


    Jadwal Hari Asyura 2024

    Jika mengacu pada kalender Hijriyah Indonesia Tahun 2024 M / 1446 H yang dikeluarkan oleh Kementrian Agama RI, maka 10 Muharram jatuh pada 16 Juli 2024.

    Peristiwa Penting di Hari Asyura

    Hari Asyura bisa dikatakan sebagai hari yang mulia karena karena pada hari Asyura ini terjadi beberapa peristiwa penting yang umumnya dialami oleh para Nabi di zaman dahulu. Menukil buku Mengenal Hari-Hari Besar Islam oleh Mahmud Syaroni, adapun peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di hari Asyura sebagai berikut:

    • Allah SWT menjadikan ‘Arasy.
    • Allah SWT menjadikan malaikat Jibril.
    • Allah SWT menjadikan Lauh Mahfuzh.
    • Hari pertama Allah SWT menciptakan alam.
    • Hari pertama Allah SWT menurunkan rahmat.
    • Hari pertama Allah SWT menurunkan hujan dari langit.
    • Diterima taubatnya Nabi Adam AS oleh Allah SWT.
    • Nabi Idris AS diangkat Allah SWT ke tempat tinggi.
    • Nabi Musa AS menerima anugerah kitab Taurat.
    • Nabi Ibrahim AS diselamatkan oleh Allah SWT dari pembakaran oleh Raja Namrud.
    • Nabi Nuh AS diselamatkan Allah SWT dari banjir bandang yang menenggelamkan umatnya yang dzolim.
    • Nabi Yakub AS disembuhkan Allah SWT dari sakit matanya.
    • Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara Mesir setelah beberapa tahun dipenjara karena fitnah Siti Zulaiha.
    • Nabi Ayub AS disembuhkan dari penyakitnya.
    • Nabi Daud AS disucikan dari dosanya.
    • Nabi Sulaiman AS dianugerahi Allah SWT kerjaan yang besar dan indah.
    • Nabi Yunus AS, dikeluarkan dari dalam perut ikan Nun.
    • Allah SWT mengizinkan Nabi Musa AS membelah laut Merah.
    • Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya dianugerahi keberkahan dan kewaspadaan dalam mengikuti petunjuk Al-Qur’an.

    Doa Hari Asyura

    Mengutip buku 71 Doa Harian oleh K.H.M. Yusuf Chudiori, berikut adalah doa Asyura yang dapat umat Islam panjatkan pada hari kesepuluh bulan Muharram:

    اَللَّهُمَّ يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ، وَيَا مُخْرِجَ ذِي النُّونِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا جَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوبَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا غَافِرَ ذَنبِ دَاوُدَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوبَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا سَامِعَ دَعْوَةِ مُوسَى وَهَارُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا خَالِقَ رُوحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَبِيبِكَ وَمُصْطَفَاكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ إِقْضِ حَاجَاتِنَا فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَأَطِلْ أَعْمَارَنَا فِي طَاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضَاكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَأَحْيِنَا حَيَاةً طَيِّبَةً، وَتَوَفَّنَا عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَاْلإِيمَانِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين ،

    Latin: Allahumma Yā mufarrija kulla karbin, wa yā mukhrija dzinnūn yauma ‘Asyūrāa, wa yā jāmi’a syamli ya’qūba yauma ‘āsyūrā a, wa yā ghāfira dzanbi dāwūda yauma ‘āsyūra, wa yā kāsyifa dhurra ayyuba yauma ‘āsyūra, wa yā sāmi’a da’wati mūsa wa hārūna yauma ‘āsyūrāa, wa yā khāliqa rūkhi sayyidinā muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama habibīka wamusthafaka yauma ‘āsyūrāa, wa yā rakhmanaddunyā wal ākhirah, lāilāha illa anta iqdhi hājātina fiddunya wal ākhiraj, wa athil a’marāna fī thā’atika wamahabbatika waridhāka, yā arhamarrahimīn, wa akhyina khayātan thayyibatan, watawaffana ‘alalislāmi wal īmāni yā arhamarraakhīmin. Washallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi washahbibi wasallam, walhamdulillahi rabbil ‘ālamin.

    Artinya: Ya Allah, Yang melepaskan setiap kesulitan, wahai Yang mengeluarkan Dzun Nun (Nabi Yunus) pada hari Asyura, wahai Yang mengumpulkan keluarga Nabi Ya’qub pada hari Asyura, wahai Yang mengampuni Nabi Dawud pada hari Asyura, wahai Yang melepaskan kesulitan Nabi Ayyub pada hari Asyura, wahai Yang mendengar doa Nabi Musa dan Nabi Harun pada hari Asyura, wahai Yang menjadikan roh penghulu kita, Nabi Muhammad SAW , kekasih dan pilihan-Mu pada hari Asyura, wahai Tuhan dunia dan akhirat, Tiada Tuhan selain Engkau, Tunaikanlah hajat-hajat kami di dunia dan akhirat, dan panjangkanlah umur kami dalam ketaatan kepada-Mu, mahabbah (kepada)-Mu dan keridhaan-Mu, wahai Yang Pengasih di antara yang mengasihi. Dan hidupkanlah kami dengan kehidupan yang baik, dan matikanlah kami dalam agama Islam dan iman, wahai Yang Pengasih di antara yang mengasihi. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam atas penghulu kita, Nabi Muhammad dan ke atas keluarga dan sahabat beliau, dan segala pujian bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam.”

    Keutamaan Hari Asyura

    Raihlah keutamaan puasa hari Asyura. Niscaya Allah akan mengampuni dosa yang telah lampau dan menutupi keburukan hambanya. Menukil buku Suluh Penyucian Jiwa karya Ibnul Jauzi, berikut keutamaan pada hari Asyura.

    • Puasa hari Asyura mengampuni dosa setahun sebelum.
    • Pahala puasa hari Asyura sama dengan pahala puasa setahun penuh.
    • Siapa yang bersedekah dihari Asyura seakan ia bersedekah kepada semua orang.
    • Dijauhkan dari gelapnya alam kubur dan mengisi hatinya dengan cahaya.

    Wallahu’alam.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com