Tag: arab

  • 5 Doa agar Terhindar dari Godaan Setan, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Doa pengusir setan dan jin diamalkan agar muslim terhindar dari maksiat. Sebagaimana diketahui, setan ditugaskan untuk menyesatkan dan menggoda manusia.

    Allah SWT berfirman dalam surah An Nas ayat 1-6,

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)


    Artinya: (1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, (2) raja manusia, (3) sembahan manusia (4) dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi (5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (6) dari (golongan) jin dan manusia.”

    Berikut sejumlah doa yang bisa diamalkan untuk mengusir jin dan setan seperti dikutip dari berbagai sumber.

    5 Doa agar Terhindar dari Godaan Setan

    1. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Pertama

    Doa untuk mengusir setan dan jin yang pertama ini dapat diamalkan ketika muslim hendak masuk ke kamar mandi. Menurut buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-doa Harian yang ditulis Mahmud Asy-Syafrowi, setan gemar bersemayam di kamar mandi. Sebab, tempat tersebut kotor, serta sepi dari dzikrullah.

    Doa pengusir setan dan jin ini bersumber dari hadits. Dari Zaid bin Arqam RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Sesungguhnya, tempat buang kotoran ini dihadiri (ditempati oleh setan). Maka, jika salah seorang dari kalian mendatanginya, maka hendaklah ia mengucapkan:

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

    Arab latin: A’udzubillahi minal khubutsi wal khobaits

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari (gangguan/kejahatan) setan-setan laki-laki dan setan-setan perempuan.” (HR Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan lainnya)

    Selain itu disebutkan pula dalam riwayat Anas RA doa di atas yang diawali dengan basmalah, berikut bunyinya:

    بِسْمِ اللّٰهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

    Arab latin: Bismillahi allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khobaits

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dari (gangguan/kejahatan) setan-setan laki-laki dan setan-setan perempuan.” (HR Ma’mari dengan sanad yang shahih atas syarat Muslim)

    2. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Kedua

    Disebutkan pula dalam buku berjudul Panduan Lengkap Doa untuk Muslimah karya Fathuri Ahza Mumtaza, ada doa mengusir setan beserta sekutunya. Berikut bunyinya,

    اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِالشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ.

    Arab latin: Allaahumma faathiras samawaati wal ardhi, ‘aalimal ghaibi was syahaadah, rabba kulli syai’in wa maliikah, asyhadu an laa ilaaha illaa anta. A’uudzu bika min syarri nafsii wa syarris syathaani wa syirkih.

    Artinya: “Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang gaib dan nyata, Tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan, dan sekutunya.” (HR Abu Dawud dan At-Timidzi)

    3. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Ketiga

    Menukil dari buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera yang ditulis M. Khalilurrahman Al Mahfani terdapat doa mengusir setan versi lainnya yang digunakan untuk mengusir setan.

    أعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ الثَّامَاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ، وَذَرَا وَبَرَا وَمِن شَرِّ مَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا، وَمِن شَرِّ مَا ذَرَأَ فِى الْأَرْضِ ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ أِلَّا طَارِ قًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَارَ حْمٰنُ . رواه أحمد عن عبد الرحمن بن عنبى

    Arab latin: A’uudzu bi kalimaatil laahit taammaatillatii laa yujaawizuhunna barruw wa laa faajirum min syarri maa khalaq, wa dzara-a wa bara-a wa min syarri maa yunazzilu minas samaa-i wa min syarri maa ya’ruju fiihaa, wa min syarri maa dzara-a fil ardh, wa min syarri ma yakhruju minhaa, wa min syarri fitanil laili wan nahaar, wa min syarri fattanilaili wannahaar wa min syarri kulli thaariqin illaa thaariqan yathruqu bi khairin yaa rahmaan.

    Atinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, yang tidak ada kebajikan dan kejahatan yang dapat melampauinya dari kejahatan mahluk-Nya, dari kejahatan yang turun dari langit, dari kejahatan sesuatu yang naik di dalamnya, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan di muka bumi, dari kejahatan yang keluar dari padanya, dari kejahatan fitnah pada waktu malam dan pada waktu siang, dan dari kejahatan setiap jalan, kecuali jalan menuju kepada kebaikan, ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.” (HR Ahmad dari Abdurrahman)

    4. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Keempat

    Selain doa-doa di atas, terdapat doa mengusir setan lain yang dikutip dari buku Doa Ajaran Ilahi susunan Anis Masykhur dan Jejen Musfah. Doa ini termaktub dalam surah Al-Mu’minun ayat 97-98,

    رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيْطِيْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونَ

    Arab latin: Wa qur rabbi a’ụżu bika min hamazātisy-syayāṭīn. Wa a’ụżu bika rabbi ay yaḥḍurụn

    Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

    5. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Kelima

    Gus Arifin dalam bukunya yang berjudul Ketika Lautan Menjadi Tinta menuliskan doa mengusir setan yang bisa diambil dari surah Al Baqarah ayat 285-286. Ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

    “Siapa saja membaca dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah niscaya Allah melindunginya dari segala gangguan.” (HR Bukhari)

    Berikut bacaan surah Al Baqarah ayat 285-286 yang bisa diamalkan muslim,

    اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

    Arab latin: Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu’minūn(a), kullun āmana billāhi wa malā’ikatihī wa kutubihī wa rusulih(ī), lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih(ī), wa qālū sami’nā wa aṭa’nā, gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr(u).

    Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.”

    لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

    Arab latin: Lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu’ākhiżnā in nasīnā au akhṭa’nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa’fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a).

    Artinya: “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa untuk Perempuan yang Sakit Lengkap dan Keutamaannya


    Jakarta

    Mengunjungi dan mendoakan orang yang sakit merupakan salah satu anjuran penting dari Rasulullah SAW sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang. Memberikan doa kepada orang yang sedang sakit dapat memberikan dukungan agar dia termotivasi untuk cepat sembuh.

    Sakit merupakan salah satu ujian yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Menurut buku Fiqih Ibadah bagi Orang Sakit dan Bepergian yang ditulis oleh Enang Hidayat, menjenguk dan mendoakan orang yang sakit adalah hak yang dimiliki oleh sesama Muslim.

    Rasulullah SAW bersabda,


    “Hak muslim atas muslim lainnya terdapat lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

    Dalam hal mendoakan orang yang sedang sakit, terdapat sedikit perbedaan bacaan untuk orang sakit perempuan dan laki-laki. Lantas, bagaimana bacaan doa untuk orang sakit perempuan?

    Doa untuk Orang Sakit Perempuan

    Dalam mendoakan orang yang sedang sakit, terdapat perbedaan bacaan doa yang disesuaikan dengan jenis kelamin, di mana doa untuk perempuan berbeda sedikit dari doa untuk laki-laki.

    Menurut buku Menulis Buku, Alternatif bagi Guru oleh Ardhi Aditya, doa untuk orang sakit perempuan adalah “Syafakillah.” Jika diucapkan untuk laki-laki, maka berubah menjadi “Syafakallah.”

    Makna dari doa tersebut adalah “Semoga Allah menyembuhkanmu.” Selain menggunakan Syafakillah, ada juga Syafahallah dan Syafahannallah yang dipakai untuk mendoakan perempuan yang sedang sakit. Perbedaannya terletak pada cara penggunaannya serta orang yang menjadi sasaran doa.

    Dalam struktur bahasa Arab, “Syafakillah” digunakan saat berbicara langsung kepada perempuan yang sedang sakit. Sebaliknya, Syafahallah dipakai ketika mengacu pada perempuan lain yang sakit (orang ketiga), dan Syafahannallah digunakan untuk mendoakan lebih dari satu perempuan yang sakit.

    Selain itu, akan menjadi lebih baik jika ucapan doa untuk perempuan yang sedang sakit ditambahkan menjadi lebih lengkap seperti ini.

    شَفَاكِ اللَّهُ، لَا بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Arab latin: Syafakillah laa basa thohurun insyaAllah

    Artinya: “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan). Tidak mengapa, Insya Allah sakitmu ini membuat dosamu bersih.”

    Selain doa tersebut, ada juga doa yang lain yang bisa kita bacakan ketika menjenguk seseorang yang sedang sakit. Menurut buku Al-Adzkar”atau Kitab Induk Doa dan Dzikir karya Imam Nawawi, terdapat beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit. Salah satu doa yang dibaca adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ ، أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاء لَا يُغَادِرُ سَقَماً

    Arab latin: “Allaahuma rabbinnaas, adzhibil ba’sasyfii, antasy syaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa,”

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

    Keutamaan Menjenguk dan Mendoakan Orang Sakit

    Menjaga hubungan baik dapat dilakukan melalui silaturahmi, termasuk menunjukkan perhatian ketika ada kerabat atau saudara yang sedang sakit. Saling mendoakan dan menjenguk kerabat yang sakit merupakan perbuatan yang sangat mulia.

    Dirangkum dari buku Didoakan oleh 70 Ribu Malaikat oleh A. Noer Che, dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan 70 ribu malaikat untuk mendoakan seseorang yang dengan tulus hati menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Hal ini disampaikan dalam sebuah hadits, di mana Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah SWT akan mengutus 70 ribu malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya pada waktu siang kapan saja hingga sore dan pada waktu malam kapan saja hingga subuh.” (HR Ahmad)

    Dalam sebuah riwayat lain, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidaklah seorang muslim menjenguk saudaranya sesama muslim yang sakit pada waktu pagi, melainkan 70 ribu malaikat akan mendoakannya hingga waktu sore. Apabila ia menjenguknya pada waktu sore maka 70 ribu malaikat akan mendoakannya hingga waktu pagi. Ia pun akan mendapat taman di surga.” (HR Abu Dawud)

    Dari Tsuban, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mengunjungi orang sakit, maka ia tetap berada di khirfah surga sampai kembali.” Seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa khirfah surga itu?” Beliau menjawab, “Buah-buahan yang dipetik di surga.” (HR Muslim).

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ziarah Kubur Orang Tua Laki-Laki: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan orang yang telah meninggal serta mengingatkan kita akan kehidupan setelah mati.

    Menurut buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas IX karya H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, ziarah merupakan amalan sunnah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang berarti mengunjungi.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Aku (Nabi SAW) dulu melarang kamu ziarah kubur, maka sekarang berziarah kuburlah kamu, karena ziarah kubur itu bisa melunakkan hati, bisa menjadikan air mata bercucuran dan mengingatkan adanya alam akhirat, dan janganlah kamu berkata buruk.” (HR Hakim)


    Doa Ziarah Kubur Orang Tua Laki-Laki

    Bagi seorang anak, menziarahi kubur orang tua adalah bentuk bakti dan penghormatan yang dapat dilakukan. Berikut doa yang bisa dipanjatkan bagi orang tua laki-laki (ayah) dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

    Bacaan latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari istrinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim)

    Manfaat Ziarah Kubur

    Ziarah kubur memiliki manfaat untuk penziarah dan mayitnya. Mengutip buku Yaasiin & Tahlil Dilengkapi Talqin, Panduan Ziarah Kubur, dan Berbagai Doa Harian Penenteram Hati karya Ustadz Imam Mubarok Bin Ali, berikut berbagi manfaat tersebut.

    Manfaat bagi Peziarah

    • Mengingatkan pada kematian
    • Mengingatkan orang yang berziarah terhadap balasan dan hari kiamat
    • Melaksanakan dua perintah Rasulullah SAW sekaligus
    • Menjadikan hati tidak terpaut dengan dunia dan zuhud terhadap gemerlap dunia

    Manfaat bagi Ahli Kubur

    • Menyenangkan hati ahli kubur
    • Meringankan siksaan ahli kubur

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa sebelum Ujian agar Diberi Kemudahan dan Nilai Bagus


    Jakarta

    Berdoa saat ujian menunjukkan keyakinan bahwa pertolongan Allah dapat membantu mencapai hasil yang baik. Berikut detikHikmah sajikan bacaan doa sebelum ujian agar diberi kemudahan bagi muslim yang mengamalkannya.

    Dikutip dari buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, doa didefinisikan sebagai permintaan atau permohonan dari pihak yang lebih rendah kepada pihak yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, manusia adalah pihak yang berkedudukan rendah, sementara Allah SWT adalah pihak yang lebih tinggi.

    Anjuran berdoa dijelaskan dalam firman Allah SWT surah Al Ghafir ayat 60:


    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يستكبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Artinya: “Dan Tuhanmu telah berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina’.”

    Allah SWT juga berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 186:

    وَاِذَا سَاَلَـكَ عِبَادِىۡ عَنِّىۡ فَاِنِّىۡ قَرِيۡبٌؕ اُجِيۡبُ دَعۡوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلۡيَسۡتَجِيۡبُوۡا لِىۡ وَلۡيُؤۡمِنُوۡا بِىۡ لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُوۡنَ‏

    Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.”

    Dalil di atas juga dikuatkan dalam riwayat hadits yang menyebutkan sabda Rasulullah SAW. Dikutip dari Riyadush Shalihin 2 karya Imam Nawawi Edisi Indonesia terbitan Solo Cordova Mediatama, beliau menganjurkan muslim untuk memperbanyak doa terutama dalam salat.

    وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ : أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

    Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa (saat sujud).” (HR Muslim)

    4 Doa agar Dimudahkan dalam Ujian

    Berikut beberapa doa yang dapat dibaca agar dimudahkan dalam menghadapi ujian yang dikutip dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf.

    1. Doa untuk Menghadapi Ujian

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِي إِلَيْهِ وَلَا تُنْسِنَاهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

    Arab latin: Allahumma inni astawdi’uka maa ‘allamtanihi fardudhu ilayya ‘inda haajatii ilayhi wa laa tunsinahu yaa Rabbal ‘aalamiin.

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku titipkan kepada-Mu apa yang Engkau telah mengajarkannya kepadaku. Maka kembalikanlah ia kepadaku sewaktu aku menghendakinya. Dan, janganlah Engkau melupakannya dariku, wahai Dzat Yang Menguasai seluruh alam.

    2. Doa Agar Lulus Ujian

    اللَّهُمَّ. صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ نِ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِ إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ

    Arab latin: Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad inil faatihi limaa ughliqa wal khaatimi limaa sabaqa naashiril haqqi bil haqqi wal haadi ilaa shiraathikal mustaqiimi wa ‘alaa aalihee wa shahbihi haqqaqadrihi wamiiqdaarihi al-azhiimi.

    Artinya: Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keagungan atas tuan kami, Nabi Muhammad SAW, yang menjadi pembuka bagi segala yang terkunci yang menjadi penutup bagi segala yang dahulu, yang memperjuangkan kebenaran dengan kebenaran dan yang menunjukkan kepada-Mu yang lurus, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya dengan hak kapasitas dan derajat yang agung.

    3. Doa Mohon Terhindar dari Hasil Ujian yang Tidak Baik

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

    Arab latin: Allahumma inni a’udzu bika min jaahil balaai wa darakis syiqaa’i wa su’il qadaa’i wa shamataatil adaa’i.

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari musibah yang sangat buruk, kebinasaan, qadha yang jelek, dan kehinaan dari musuh-musuh.

    4. Doa Dilancarkan Ujian Lisan

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِيوَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَا نِييَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: Rabbisyah li sadri wa yassir li amri wahlul ‘uqdatam mil lisani yafqahu qauli

    Artinya: Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.

    Doa ini tercantum dalam Al-Qur’an surah Taha ayat 25-28.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Disukai Banyak Orang: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Doa agar disukai banyak orang sering kali menjadi permohonan bagi mereka yang ingin memperbaiki hubungan sosialnya. Bagaimana bacaannya?

    Seorang hamba dapat memohon kepada Allah SWT melalui doa agar disukai oleh banyak orang, dengan harapan hati dibersihkan dari sifat buruk dan dilimpahi kebaikan.

    Selain berdoa, muslim juga harus berusaha memperbaiki adab dan akhlak dalam berhubungan dengan orang lain. Doa tanpa disertai dengan usaha tidak akan maksimal, karena akhlak yang baik adalah cerminan dari iman dan niat kita untuk terus memperbaiki diri.


    Doa agar Disukai Banyak Orang

    Dirangkum dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya oleh Ustaz H. Amrin Ali Al-Kasyaf, berikut ini adalah beberapa doa agar kita disukai oleh banyak orang.

    1. Doa Disukai Orang

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَبِيْبِ الْمَحْبُوبِ شَافِي الْعِلَلِ وَمُفَرِّجِ الْكُرَبِ

    Latin: Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad. habibil mahjuubil syaafil ‘ilali wamufarrijil kurab.

    Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat atas baginda kami Nabi Muhammad yang mencintai dan dicintai Allah, yang menghilangkan segala penyakit dan menghilangkan segala kesempitan (kesusahan).”

    2. Doa agar Terpancarnya Kecantikan dari Dalam

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

    Latin: Allaahumma baa’id baini wabaina khathaayaaya, kamaa baa’adta bainal masyriqi walmaghrib. allaahumma naqqinii minkhathaayaaya, kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi allahummaghsilnii min khathaayaaya bits-tsalji, walmaai walbaradi

    Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahanku-kesalahanku, sebagaimana telah Engkau jauhkan antara arah timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari dosa-dosa, sebagaimana pakaian putih yang terbebas dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari dosa- dosa dengan es, air, dan embun pagi.”

    3. Doa agar Memiliki Kepribadian Baik

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّورِ الذَّاتِي وَسِرِّ السَّارِى فِي سَائِرِ الأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

    Latin: Allaahumma sholliwasallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa muhammad nuuridz-dzaatii wasirris saarii fii saa-iril asmmaai washshifati wa ‘alaa aalihi washahbihi ajma’iin.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, yakni semua cahaya zat dan rahasia yang mengalir dalam semua nama dan sifat serta kepada keluarga dan sahabatnya semua.”

    Cara agar Disukai Banyak Orang

    Untuk disukai oleh banyak orang, menjaga adab, sikap, dan akhlak adalah hal yang sangat penting. Perilaku yang baik dapat membangun hubungan yang harmonis dan diterima dengan baik oleh lingkungan sekitar.

    Memperhatikan adab dalam berteman dan berinteraksi dengan orang lain juga penting untuk kita perhatikan. Dirangkum dari buku Pelajaran Adab Islam tulisan Suhendri dan Ahmad Syukri, berikut ini adalah akhlak dan adab berteman agar disukai oleh banyak orang.

    1. Memilih Teman yang Baik

    Penting untuk memilih teman yang baik, karena teman yang baik akan membawa pengaruh positif. Sebaliknya, berteman dengan orang yang buruk akan memberi dampak negatif.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seseorang ada di atas agama temannya, maka hendaknya salah seorang kalian meneliti siapa yang dijadikan sebagai temannya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

    2. Menjaga Kerukunan

    Dalam pertemanan, menjaga kerukunan adalah hal yang wajib dilakukan. Ini merupakan salah satu adab penting yang harus selalu dijaga oleh setiap muslim terhadap temannya.

    3. Mendahului Mengucapkan Salam

    Teman yang baik tidak ragu untuk mendahului salam ketika bertemu. Salam ini bisa menumbuhkan kasih sayang di antara sesama teman, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    “Maukan kalian aku tunjukkan suatu amalan yang bisa membuat kalian saling menyayangi? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Muslim)

    4. Berteman karena Allah

    Menurut Buku Pintar 50 Adab Islam yang ditulis oleh Arfiani, dasar pertemanan seharusnya adalah karena Allah SWT. Nabi Muhammad SAW juga menekankan pentingnya menjalin hubungan atas dasar iman.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin merasakan lezatnya iman hendaknya dia tidak mencintai seseorang karena Allah.” (HR Ahmad)

    5. Bersikap Lemah Lembut

    Rasulullah SAW dan para sahabat mencontohkan sikap lemah lembut dalam pertemanan. Allah SWT bahkan menggambarkan sifat ini dalam Al-Qur’an, surat Al Fath ayat 29.

    مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَىٰهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًا ۖ سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِى ٱلْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَٱسْتَغْلَظَ فَٱسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعْجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًۢا

    Artinya: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar,”

    Adab lain yang perlu diperhatikan dalam persahabatan adalah menerima kekurangan dan menjaga aib teman. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk teman kita.

    Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang mukmin membenci mukminah. Jika dia tidak senang satu akhlaknya, niscaya dia akan senang dengan akhlaknya yang lain.”

    7. Tidak Berlebihan dalam Mencintai Teman

    Meskipun Nabi Muhammad SAW memiliki sahabat yang sangat dekat, beliau mengingatkan agar tidak mencintai teman secara berlebihan. Jika terlalu mencintai, itu bisa menjadi subjektif dan cenderung takut kehilangan.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Wudhu Dapat Menggugurkan Dosa-dosa, Ini Haditsnya


    Jakarta

    Wudhu adalah salah satu cara bersuci dalam Islam untuk menghilangkan hadats kecil. Selain itu, wudhu juga termasuk syarat sah salat.

    Mengutip dari buku Panduan Shalat Rasulullah Bagian 1 susunan Imam Abu Wafa, wudhu berasal dari kata bahasa Arab yaitu wudhu’ah. Arti dari kata tersebut adalah bagus atau bersih.

    Secara istilah, wudhu artinya menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu seperti yang telah disyariatkan oleh Allah SWT. Singkatnya, wudhu adalah bersuci sebelum salat.


    Selain untuk bersuci, ada banyak keutamaan yang terkandung dalam wudhu salah satunya menggugurkan dosa-dosa muslim. Hal ini disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.

    Hadits Wudhu Jadi Penggugur Dosa Muslim

    Menukil dari Syarah Riyadhus Shalihin susunan Syaikh Muhammad Al-Utsaimin terjemahan Munirul Abidin, berikut bunyi hadits wudhu menjadi penggugur dosa muslim.

    Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika orang muslim atau mukmin itu berwudhu, maka ketika ia membasuh mukanya keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua matanya karena melihat sesuatu yang diharamkan, hilangnya bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir.

    Jika ia membasuh kedua tangannya keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua tangannya yang tidak benar, hilangnya bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir.

    Jika ia membasuh kakinya, karena digunakan berjalan pada jalan yang tidak benar, maka keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua kakinya, hilangnya bersama-sama dengan air atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir sehingga ia bersih dari dosa.” (HR Muslim)

    Imam An-Nawawi meriwayatkan hadits di atas dari Abu Hurairah RA tentang keutamaan wudhu. Dalam wudhu, Allah SWT memerintahkan untuk membersihkan wajah, badan, kepala, dan dua kaki sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Maidah ayat 6,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

    Meski pembersihan tersebut bersifat fisik, ada juga makna nonfisik atau maknawi dalam basuhan yang dianjurkan ketika wudhu. Ketika membasuh wajah, maka dosa-dosa yang dilakukan oleh mata akan berguguran. Penyebutan mata di sini hanya pemisalan.

    “Jika tidak diartikan demikian, kadang-kadang hidung dan mulut juga bersalah karena kadang manusia berbicara dengan pembicaraan yang haram dan hidung kadang mencium sesuatu yang tidak sepantasnya untuk dicium. Tetapi disebutkan mata sebagai pemisalan karena sebagian besar dosa manusia disebabkan oleh penglihatan,” bunyi syarah dari hadits tersebut.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Dzikir dan Doa setelah Sholat Tahajud Lengkap Latin dan Artinya


    Jakarta

    Ibadah sholat Tahajud bisa ditutup dengan dzikir dan doa. Membaca dzikir dan doa setelah sholat Tahajud memiliki keutamaan tersendiri.

    Dzikir dan doa setelah sholat Tahajud tidak hanya berfungsi untuk memohon ampunan dan berkah, tetapi juga diyakini sebagai waktu yang mustajab untuk dikabulkannya segala doa dan harapan.

    Setelah melaksanakan sholat Tahajud, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.


    Berikut ini bacaan dzikir dan doa setelah sholat Tahajud yang dikutip dari buku Tuntunan Sholat Tahajud karya H. Sayuti.

    Bacaan Doa setelah Sholat Tahajud Arab, Latin, dan Artinya

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ.

    اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq.

    Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

    Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Selesai membaca doa di atas, kemudian perbanyaklah membaca istighfar seperti berikut:

    اللهُمَّ أَنتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَى وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ

    Latin: Allaahumma anta rabbi laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa alaa ‘ahdika wa wa’dika mas- tatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu abuu-uka bini’matika ‘alayya wa abuu-u laka bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

    Artinya: “Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau, Dzat yang menjadikan kami dan kami adalah hamba-Mu, dan kami pun dalam ketentuan-Mu serta janji-Mu semampu apa yang telah kami lakukan, kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa saja yang kami perbuat, kami mengakui kenikmatan yang telah Engkau berikan kepada kami dan kami juga mengakui dosa kami, karena itu berilah ampunan kepada kami, sebab sesungguhnya tidak ada yang bisa memberi ampunan kecuali hanya Engkau.”

    Bacaan Dzikir setelah Sholat Tahajud Arab, Latin, dan Artinya

    Untuk menyempurnakan sholat Tahajud, dianjurkan setelah selesai membaca doa sholat Tahajud melanjutkannya dengan membaca wirid atau dzikir sholat Tahajud.

    Dzikir ini menjadi pelengkap yang memberikan ketenangan dan membawa keberkahan setelah melaksanakan sholat Tahajud. Berikut adalah dzikir setelah sholat Tahajud:

    Membaca Istighfar 100 Kali

    اسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ وَاتُوبُ اللَّهِ

    Latin: Astaghfirullahal ‘adhiim wa atuubu ilaihi.

    Artinya: “Kami memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya.”

    Membaca Sholawat 100 Kali

    اللهمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Latin: Allahumma shalli ‘ala sayyidinaa mu- hammadin wa ‘ala aali sayyidina muhammad.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada penghulu kami Muhammad dan keluarganya.”

    Bertawasul

    Tawasul ditujukan kepada Rasulullah SAW beserta sahabat dan keluarga beliau, Syekh Abdul Qadir Jaelani, Syekh Ahmad Ad-Darhabi, kedua orangtua, dan kepada seluruh kaum muslimin serta muslimat.

    Membaca Asmaul Husna

    يَا لَطِيفُ يَا مُعَةٌ يَا حَميدُ يَا جَلِيلُ

    Latinnya: Yaa lathiifu yaa muizzu yaa hamiidu yaa jaliilu.

    Artinya: “Wahai Dzat yang memberi kelembutan, wahai Dzat yang memberi kemuliaan, wahai Dzat yang Maha Terpuji, wahai Dzat yang mempunyai kebesaran.”

    Berdoa Sesuai Keinginan

    Dengan istiqamah dalam melaksanakan dzikir dan doa setelah sholat Tahajud, diharapkan doa-doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT, serta memberikan ketenangan hati dan keberkahan hidup.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Meminta Rezeki, Muslim Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita berdoa kepada Allah SWT dalam segala hal. Begitu pula berkaitan dengan rezeki.

    Allah SWT telah mengatur rezeki bagi setiap makhluk-Nya. Menurut buku Mengetuk Pintu Rezeki karya Irwan Kurniawan dalam kitab Majma’ Al-Bahrain disebutkan bahwa ada dua macam rezeki yakni lahiriah dan batiniah.

    Maksud dari rezeki lahiriah adalah rezeki yang berhubungan dengan fisik manusia dan materi. Contohnya seperti tenaga, kesehatan, serta harta.


    Sementara itu, rezeki batiniah dimaknai sebagai rezeki yang dirasakan dengan hati. Misalnya pengetahuan, kebahagiaan, ketenangan, serta perasaan nyaman.

    Allah SWT berfirman dalam surat Saba ayat 36,

    قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

    Berikut beberapa doa yang bisa diamalkan muslim untuk meminta dan melancarkan rezeki seperti dinukil dari buku Amalan-Amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki karya Nasrudin dan buku 5 Shalat Pembangun Jiwa oleh Nasrudin Abd Rohim.

    Bacaan Doa Mendatangkan dan Melancarkan Rezeki

    1. Doa Meminta Rezeki Halal

    اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مَا يَكْفِينِي وَامْنَعْنِي مَا يُطْعِيْنِي.

    Arab latin: Alloohummarzuqnii maa yakfiinii wamna’ ‘annii maa yuthghiinii.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah aku rezeki yang cukup dan baik, cegahlah diriku dari rezeki yang mencelakakan aku.”

    2. Doa agar Rezeki Dilancarkan

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَزَقَنِي هَذَا مِنْ خَيْرٍ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ، اللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ.

    Arab latin: Alhamdu lillaahil ladzii rozaqonii haadzaa min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin. Alloohumma baarik fiihi.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberi rezeki kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku. Ya Allah, semoga Engkau berkahi rezekiku.”

    3. Surah Al Qasas Ayat 24

    رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

    Arab latin: Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr

    Artinya: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”.

    4. Doa agar Rezeki Tidak Putus

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَعِيمًا مُقِيمًا الَّذِي لَا يَحُولُ وَلَا يَزُولُ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْأَمْنَ يَوْمَ الْخَوْفِ.

    Arab latin: Alloohuma innii as-alukan naʼiimal muqiimal ladzii laa yahuulu wa laa yazuulu. Alloohumma innii as- alukal amna yaumal khouf.

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu nikmat yang kekal, yang tidak berpindah dan hilang. Ya Allah, aku memohon kepada- Mu keamanan pada hari ketakutan.”

    5. Surah Al Maidah Ayat 114

    اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Arab latin: Allaahumma rabbanaa anzil ‘alainaa maa’idatam minas samaa’i takunu lana ‘iidal li’awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatam mingka warzuqnaa wa anta khairur raaziqiin.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki dan Engkaulah sebaik-baiknya pemberi rezeki.”

    6. Doa Memohon Rezeki dan Dihindarkan dari Harta Buruk

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَأَضَيْرٍ وَلَا نَصَبِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Arab latin: Alloohumma innii as-aluka an tarzuqonii rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin wa laa nashobin innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir.

    “Ya Allah, aku minta pada Engkau rezeki yang halal, luas, baik, tanpa kerepotan, kemelaratan, dan tanpa keberatan. Sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu.”

    Itulah beberapa doa yang dapat diamalkan muslim untuk memohon rezeki. Jangan lupa dibaca ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Tinggi Nabi Adam Menurut Hadits Jauh dari Rata-rata Manusia Sekarang


    Jakarta

    Nabi Adam AS sebagai manusia pertama ciptaan Allah SWT memiliki tinggi yang jauh berbeda dengan manusia saat ini. Ukurannya disebutkan dalam sejumlah hadits.

    Penciptaan Nabi Adam AS diabadikan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surah Al Hijr ayat 28,

    وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ ٢٨


    Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang dibentuk.”

    Nabi Adam AS diciptakan di surga. Dijelaskan dalam Qishshah Bad’i Al-Khalq wa Khalqu Adam Alaihissalam karya Ali Muhammad Muhammad Ash-Shallabi yang diterjemahkan Masturi Irham dan Malik Supar, wujud fisik Nabi Adam AS yang dilihat anak-anaknya di bumi sama dengan wujud fisiknya sata pertama kali diciptakan di surga.

    Tinggi Nabi Adam AS Capai 60 Hasta

    Tinggi Nabi Adam AS juga dijelaskan dalam hadits. Diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا، ثُمَّ قَالَ: اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ مِنْ الْمَلاَئِكَةِ، فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّونَكَ تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ. فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَقَالُوا: السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَزَادُوهُ: وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ، فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ حَتَّى الآنَ

    Artinya: Allah telah menciptakan Adam AS berdasarkan bentuk-Nya, tingginya 60 hasta. Kemudian (Allah) berfirman, “Pergilah dan memberi salamlah kepada para malaikat itu, dan dengarkanlah mereka memberi hormat kepadamu. Itulah kehormatanmu dan keturunanmu.”

    Lalu, (Adam) mengucapkan, “Assalamualaikum,” maka, (para malaikat) mengucapkan, “Assalamualaika wa rahmatullah,” (para malaikat) menambahkan ‘warrahmatullahi,’ Maka, setiap orang yang masuk surga serupa dengan Adam (dalam hal perawakan/postur dan gambaran), dan manusia itu senantiasa bertambah kecil sampai sekarang.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

    Berdasarkan hadits yang disebutkan di atas, diketahui tinggi Nabi Adam AS mencapai 60 hasta. Hasta adalah satuan ukuran panjang yang lazim digunakan oleh masyarakat Arab kuno.

    Menurut buku Mukjizat Hadits Nabi karya Dana Nur, konversi 60 hasta ke dalam ukuran modern menghasilkan angka sekitar 27,43 meter, yang sering dibulatkan menjadi 30 meter. Temuan ini juga selaras dengan penelitian yang dimuat dalam jurnal Ha Mada Ha Yisraeil B’Angleet V’lvreet, yang menyatakan tinggi rata-rata manusia zaman dulu 90 kaki atau sekitar 27,43 meter.

    Tinggi Nabi Adam AS yang mencapai 60 hasta atau setara 27,4 sampai 30 meter turut dijelaskan dalam buku An Na’im Al-Jinsi Li Ahli Al-Jannah karya Syaikh Abdullah bin Qasim Al-Qasimi yang diterjemahkan oleh H. Masturi Irham Munawar dan H. Malik Supar.

    Perubahan Postur Tubuh Manusia dari Masa ke Masa

    Dalam buku Hadits-hadits Sains, Abdul Syukur Al Azizi menjelaskan bahwa ukuran tubuh manusia terus mengalami penyusutan secara bertahap hingga saat ini. Di masa Nabi Adam AS, rata-rata tinggi manusia mencapai 30 meter, sedangkan manusia modern hanya memiliki tinggi sekitar 1,5 hingga 1,7 meter, menurut Our World in Data.

    Jika dihitung, manusia telah mengalami penurunan tinggi sekitar 3,77 mm per tahun sejak zaman Nabi Adam AS. Meskipun angka pasti penyusutan ini masih merupakan perkiraan, tren penyusutan ukuran tubuh manusia ini dianggap sebagai bagian dari rencana Allah SWT yang pasti memiliki hikmah besar.

    “Satu hal yang pasti, tinggi manusia mengalami penyusutan. Tentunya, Allah SWT memiliki alasan terbaik terkait penyusutan tubuh manusia, karena rencana-Nya selalu yang paling hebat,” tulis Abdul Syukur Al Azizi.

    Penyusutan tinggi manusia turut dijelaskan dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda, “Allah menciptakan Adam dalam bentuknya tingginya 60 harta, dan kelak setiap orang yang masuk ke surga akan seperti rupa Adam, dan bentuk makhluk senantiasa berkurang (semakin pendek) hingga sekarang.” (HR Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari)

    Terkait warna kulit, Ibnu Katsir dalam kitab Qashash Al-Anbiyaa’ yang diterjemahkan Dudi Rosyadi menyebut, Nabi Adam AS diciptakan dari tanah yang diambil dari berbagai hamparan bumi. Warna-warni tanah yang tersebar di seluruh bumi ini menjadi alasan mengapa keturunan Nabi Adam AS lahir dengan beragam warna kulit hingga saat ini. Variasi tersebut mencerminkan kebesaran Allah SWT dalam menciptakan keanekaragaman manusia.

    Tinggi Penghuni Surga seperti Nabi Adam

    Meskipun manusia saat ini tidak memiliki postur tubuh setinggi Nabi Adam AS, Rasulullah SAW menyampaikan kabar bahwa penghuni surga nantinya akan memiliki postur tubuh yang serupa dengan nenek moyang mereka, yaitu Nabi Adam AS.

    Tubuh penghuni surga akan kembali pada bentuk awal penciptaan manusia, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tinggi badan para penghuni surga ketika mereka memasuki surga adalah 60 hasta, seperti pohon kurma yang tinggi. Mereka makan buah-buah (pohon) di surga sambil berdiri.” (HR Abu Naim)

    Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dari Anas bin Malik RA. Dalam hadits ini, Rasulullah SAW menggambarkan ciri-ciri fisik penghuni surga tingginya seperti Nabi Adam AS, ketampanan menyerupai Nabi Yusuf AS, usia muda dan dewasa seperti Nabi Isa AS, serta lisan yang mulia seperti Nabi Muhammad SAW.

    “Para penduduk surga ketika masuk surga, tingginya seperti Adam, 60 dzira (hasta), tampan seperti Yusuf, di usia seperti Isa sekitar 33 tahun, memiliki lisan seperti Nabi Muhammad SAW, badan tidak berbulu, berpenampilan muda, dan bercelak.” (HR Ibnu Abid Dunya)

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Turun Hujan Tulisan Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Salah satu sunnah saat hujan adalah berdoa. Doa turun hujan dianjurkan untuk diamalkan umat Islam sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

    Hujan dapat menyuburkan tanah, menghidupkan tanaman, dan menambah persediaan air. Dalam Islam, hujan dipandang sebagai tanda rahmat dan kebaikan dari Allah SWT.

    Membaca doa turun hujan adalah salah satu bentuk ungkapan rasa syukur atas rahmat yang diberikan Allah SWT. Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk memohon agar hujan yang datang tidak membawa malapetaka, melainkan mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi makhluk-Nya.


    Berikut ini beberapa doa turun hujan yang dapat diamalkan muslim. Ada juga doa khusus untuk meminta perlindungan agar terhindar dari banjir, doa ketika mendengar petir, dan doa saat menghadapi angin kencang.

    Simak berikut ini beberapa doa yang bisa diamalkan saat hujan turun.

    Doa Turun Hujan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

    اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

    Latin: Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi’â.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”

    Doa turun hujan tersebut tercantum pada kitab Maslakul Akhyar sebagaimana dilansir dari situs Kementerian Agama RI.

    Kumpulan Doa Seputar Hujan

    Berikut adalah doa-doa seputar hujan dirangkum dari situs Kemenag RI dan Buku Doa dan Dzikir Seputar Hujan karya Syaikh Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani.

    1. Doa Ada Angin Ribut

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِهَا

    Latin: Allahumma innii as aluka khoirohaa wa a’uudzubika min syarrihaa

    Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya.”

    2. Doa saat Mendengar Petir

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Latin: Subhaanalladzii yusabbihurro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Maha Suci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya.”

    3. Doa Minta Turun Hujan

    اللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْئًا مُغِيْئًا مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍ، عَاجِلاً غَيْرَ أَجِلٍ

    Latin: Allahumma asqinaa ghoitsan mughiitsan mariian marii’an, naafian ghoiro doorrin, ‘aajilan ghoiro aajilin

    Artinya: “Ya Allah! Berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.”

    4. Doa setelah Hujan Turun

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Latin: Muthirnaa bifadhlillahi warohmatihi

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    5. Doa agar Hujan Berhenti/ Doa agar Hujan tidak Mendatangkan Banjir/ Doa agar Hujan Dialihkan ke Tempat Lain

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الْأَكَامِ وَالظُّرَابِ، وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Latin: Allahumma hawalainaa walaa ‘alainaa, allahumma ‘alal aakaami wazzhiroobi, wa buthuuni’ audiyati wa manaabitissyajari

    Artinya: “Ya Allah! Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah! Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

    Apakah Doa ketika Hujan Mustajab?

    Doa yang dipanjatkan ketika hujan disebut mustajab. Hal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan dengan sanad mursal sebagaimana dipaparkan Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm. Rasulullah SAW bersabda,

    اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

    Artinya: “Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan: di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah), ketika salat diiqamahkan, dan ketika hujan turun.”

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com