Tag: area lembap

  • Rumah Terasa Lembap? Begini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Kelembapan berlebih di rumah seringkali menjadi penyebab berbagai masalah rumah, seperti timbulnya jamur dan lumut yang membahayakan penghuni rumah. Munculnya jamur dan lumut akan merusak interior maupun furnitur yang ada di rumah bahkan mempengaruhi kesehatan penghuni rumah.

    Kelembapan bisa terjadi karena udara yang masuk ke dalam rumah sangatlah jarang. Rumah yang lembab juga bisa mengundang rayap ke dalam.

    Untuk menghilangkan kelembapan berlebih di dalam rumah memang cukup sulit, tetapi ada beberapa cara efektif untuk menghilangkannya. Melansir Tom’s Guide, Kamis (12/09/2024), berikut ini cara mengurangi kelembapan di dalam rumah.


    Buka Jendela atau Pintu Secara Teratur

    Penting untuk rutin membuka jendela atau pintu saat siang, hal ini agar matahari masuk, terutama di pagi hari. Udara yang masuk akan bergantian, sehingga rumah menjadi tidak sesak.

    Udara yang tidak mengalir dapat menyebabkan kondensasi, sehingga menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut. Dengan rutin membuka jendela dan pintu akan mencegah penumpukan kelembapan.

    Nyalakan AC

    Mendinginkan udara akan menghilangkan kelembapan di udara, juga membantu sirkulasi di sekitar rumah. Hal itu membantu mengurangi kelembapan, kondensasi, dan pertumbuhan jamur.

    AC memiliki mekanisme yang mirip dengan dehumidifier kompresor. Begitu udara panas dan lembab bersentuhan dengan kumparan dingin di dalam AC, tingkat kelembapan akan menurun dan menjaga suhu ruangan tetap sejuk.

    Nyalakan Kipas Angin di Area Lembap

    Untuk mengurangi kelembapan tanpa dehumidifier adalah dengan memanfaatkan kipas angin di sekitar rumah. Kipas angin efektif dalam mempercepat proses pembuangan udara, terutama di ruangan lembap seperti kamar mandi atau dapur.

    Menanam Tanaman

    Tanaman juga merupakan cara alami untuk menghilangkan kelembapan di rumah. Ada tanaman tertentu yang secara aktif mengurangi tingkat kelembapan di rumah dan mencegah terbentuknya jamur dan kondensasi.

    Salah satunya tanaman anggrek. Bunga-bunga yang berwarna-warni sangat bagus untuk menyerap kelembapan dari udara dan menyerap melalui daun serta akarnya.

    Jaga Agar Semua Permukaan Tetap Kering

    Mencegah adalah kunci dari permasalahan yang ada, dengan menjaga permukaan tetap kering setiap saat dan dengan mengelap permukaan dapur dan kamar mandi setelah digunakan. Hal ini akan mencegah air panas yang menguap terkumpul di udara.

    Pastikan ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi, seperti dapur dan kamar mandi. Segera lap cipratan atau genangan air, sehingga permukaan tetap kering dan tidak menimbulkan kelembapan.

    Itulah beberapa cara untuk mengatasi rumah yang terasa lembap. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Agar Ruangan di Dalam Rumah Tidak Lembap


    Jakarta

    Beberapa ruangan di dalam rumah rentan mengalami lembap. Perlu diketahui, kelembapan udara yang tinggi pada ruangan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti alergi hingga kesulitan bernapas.

    Selain itu, ruangan yang terlalu lembap juga bisa menyebabkan kerusakan pada tembok, mulai dari cat yang terkelupas hingga muncul jamur. Terkadang, jamur yang tumbuh di tembok juga beracun, lho.

    Oleh sebab itu, jika terdapat ruangan di dalam rumah yang kelembapannya tinggi maka perlu diatasi secepatnya. Lantas, bagaimana cara agar ruangan tidak lembap? Simak tipsnya dalam artikel ini.


    Cara Agar Ruangan Tidak Lembap

    Ruangan di dalam rumah yang terlalu lembap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuninya. Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara agar ruangan tidak lembap.

    Mengutip laman Courtina, berikut beberapa cara agar ruangan di dalam rumah tidak terlalu lembap:

    1. Menambah Ventilasi

    Cara yang pertama adalah dengan menambah ventilasi. Hal ini menyebabkan udara dapat bersirkulasi dengan baik, sehingga mencegah ruangan terlalu lembap.

    Kamu bisa menghitung jumlah ventilasi yang sesuai dengan mempertimbangkan luas ruangan. Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak memasang ventilasi karena juga tidak baik untuk kondisi ruangan.

    2. Membuka Jendela dan Pintu Rumah

    Agar ruangan tidak terlalu lembap, detikers juga perlu membuka jendela atau pintu rumah secara rutin di pagi hari. Langkah ini dilakukan agar matahari dapat masuk ke dalam rumah, sehingga udara yang masuk akan bergantian.

    Perlu diketahui, udara yang tidak mengalir bisa menyebabkan kondensasi, sehingga memicu kelembapan tinggi di dalam ruangan. Hal tersebut juga bisa menimbulkan jamur dan lumut di tembok.

    3. Meletakkan Silica Gel

    Silica gel merupakan alat penyerap lembap berbentuk butiran-butiran kecil. Agar ruangan di dalam rumah tidak lembap, kamu bisa meletakkan beberapa silica gel di tiap sudut-sudut ruangan yang dirasa paling lembap.

    Harga silica gel yang relatif murah bisa menjadi solusi alternatif bagi detikers yang ingin menghilangkan kelembapan.

    4. Pakai Cat Dinding Anti Lembap

    Langkah berikutnya adalah dengan menggunakan cat dinding anti lembap. Cat ini banyak dijual di toko-toko bangunan maupun toko online.

    Selain mempercantik rumah dengan warna cat yang bagus, penggunaan cat dinding anti lembap juga membantu menjaga tingkat kelembapan, terutama pada bagian dinding.

    5. Meletakkan Tanaman yang Menyerap Lembap

    Untuk menghilangkan kelembapan tinggi di dalam ruangan, kamu bisa meletakkan tanaman yang berfungsi menyerap lembap. Beberapa tanaman yang ampuh untuk mengurangi kelembapan di antaranya tanaman ivy, chamomile, dan sepatu filum.

    Akar, daun, hingga pori-pori dari ketiga tanaman tersebut dapat menyerap polutan serta mengendalikan tingkat kelembapan di dalam ruangan.

    6. Menggunakan Dehumidifier

    Ada sebuah alat yang bisa mengurangi kelembapan pada ruangan, yaitu dehumidifier. Alat elektronik ini bisa menghilangkan kelembapan dengan cara menyerap kandungan air di udara, sehingga menjadikan ruangan lebih sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan.

    7. Memasang Hygrometer

    Cara selanjutnya adalah dengan memasang hygrometer di ruangan yang lembap. Alat ini dapat mengetahui tingkat kelembapan pada suatu ruangan, sehingga lebih mudah untuk mengontrol dan menjaga agar tingkat kelembapan berada di batas normal, yakni sekitar 40-60%.

    Dengan memasang hygrometer, detikers juga lebih hemat biaya karena bisa mengontrol penggunaan dehumidifier, AC, atau alat pemanas sesuai kebutuhan.

    8. Menyalakan Kipas Angin di Area Lembap

    Jika kamu tidak memiliki dehumidifier di rumah, solusi alternatifnya adalah dengan memanfaatkan kipas angin. Alat ini bisa digunakan untuk mempercepat proses pembuangan udara, terutama di ruangan lembap seperti kamar mandi atau dapur.

    Caranya cukup mudah, yakni dengan mengarahkan kipas angin ke arah luar rumah untuk membuang udara lembap yang terperangkap di dalam ruangan.

    Itu tadi delapan cara agar ruangan tidak lembap. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Atasi Rumah Lembap Biar Nggak Tumbuh Jamur dan Lumut


    Jakarta

    Rumah yang lembap bisa menimbulkan banyak masalah, seperti munculnya jamur, lumut, bahkan rayap. Hal ini bisa merusak estetika dan merusak bangunan serta interior rumah.

    Ternyata kelembapan bisa terjadi karena rumah kekurangan sirkulasi udara, lho. Kalau rumah kamu lembap, ada beberapa cara efektif untuk menghilangkan kelembapan.

    Melansir Tom’s Guide, berikut ini cara mengurangi kelembapan di dalam rumah.


    Cara Mengatasi Kelembapan di Rumah

    1. Buka Jendela atau Pintu Secara Teratur

    Penting untuk rutin membuka jendela atau pintu saat siang, hal ini agar matahari masuk, terutama di pagi hari. Udara yang masuk akan bergantian, sehingga rumah menjadi tidak sesak.

    Udara yang tidak mengalir dapat menyebabkan kondensasi, sehingga menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut. Dengan rutin membuka jendela dan pintu akan mencegah penumpukan kelembapan.

    2. Nyalakan AC

    Mendinginkan udara akan menghilangkan kelembapan di udara, juga membantu sirkulasi di sekitar rumah. Hal itu membantu mengurangi kelembapan, kondensasi, dan pertumbuhan jamur.

    AC memiliki mekanisme yang mirip dengan dehumidifier kompresor. Begitu udara panas dan lembab bersentuhan dengan kumparan dingin di dalam AC, tingkat kelembapan akan menurun dan menjaga suhu ruangan tetap sejuk.

    3. Nyalakan Kipas Angin di Area Lembap

    Untuk mengurangi kelembapan tanpa dehumidifier adalah dengan memanfaatkan kipas angin di sekitar rumah. Kipas angin efektif dalam mempercepat proses pembuangan udara, terutama di ruangan lembap seperti kamar mandi atau dapur.

    4. Menanam Tanaman

    Tanaman juga merupakan cara alami untuk menghilangkan kelembapan di rumah. Ada tanaman tertentu yang secara aktif mengurangi tingkat kelembapan di rumah dan mencegah terbentuknya jamur dan kondensasi.

    Salah satunya tanaman anggrek. Bunga-bunga yang berwarna-warni sangat bagus untuk menyerap kelembapan dari udara dan menyerap melalui daun serta akarnya.

    5. Jaga Agar Semua Permukaan Tetap Kering

    Mencegah adalah kunci dari permasalahan yang ada, dengan menjaga permukaan tetap kering setiap saat dan dengan mengelap permukaan dapur dan kamar mandi setelah digunakan. Hal ini akan mencegah air panas yang menguap terkumpul di udara.

    Pastikan ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi, seperti dapur dan kamar mandi. Segera lap cipratan atau genangan air, sehingga permukaan tetap kering dan tidak menimbulkan kelembapan.

    Itulah beberapa cara untuk mengatasi rumah yang terasa lembap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com