Tag: aroma

  • Cara Ampuh Usir Katak dari Teras Rumah, Coba 7 Trik Ini!



    Jakarta

    Katak sering kali ditemukan di teras atau halaman rumah. Biasanya hewan ini bisa ditemukan di dekat lampu teras. Alasannya karena lampu di teras menarik berbagai serangga yang menjadi makanan katak pohon.

    Katak-katak ini, seperti katak pohon Pasifik, biasanya hidup di daerah basah, semak-semak, atau tempat yang jauh dari air, namun mereka tertarik ke lokasi yang banyak serangga.

    Menurut Departemen Perikanan dan Satwa Liar Oregon, katak pohon dewasa aktif pada malam hari dan bisa ditemukan jauh dari perairan. Mereka biasanya mencari tempat teduh atau bersembunyi di balik batu atau kayu pada siang hari. Sayangnya, katak-katak ini sering meninggalkan kotoran, yang bisa mengganggu aktivitas penghuni rumah yang ingin menggunakan pintu depan.


    Berikut adalah 7 tips dan trik bahan untuk mengusir katak dari rumah berdasarkan informasi dari jurnal Oregon State University:

    1. Matikan Lampu Teras

    Lampu teras yang menyala dapat menarik serangga yang menjadi sumber makanan bagi katak pohon. Solusi termudah adalah dengan mematikan lampu teras pada malam hari, atau menggantinya dengan lampu yang hanya menyala ketika ada gerakan.

    2. Gunakan Lampu Gerak (Motion-Activated Lights)

    Gantilah lampu teras dengan lampu gerak yang hanya menyala ketika ada orang atau hewan yang mendekat. Ini akan mengurangi daya tarik bagi serangga yang datang ke teras, yang pada gilirannya akan mengurangi kedatangan katak pohon.

    3. Penghalang Fisik (Physical Barriers)

    Pasang penghalang fisik seperti pagar kecil atau jaring di sekitar teras atau area yang sering dilewati katak. Penghalang ini akan membantu mencegah katak mendekat ke pintu depan rumah.

    4. Gunakan Minyak Esensial

    Bau dari minyak esensial seperti minyak citronella, peppermint, atau lavender bisa membantu mengusir katak. Cobalah menyemprotkan campuran minyak tersebut dengan air di sekitar area teras atau halaman untuk menciptakan aroma yang tidak disukai oleh katak.

    5. Menjaga Kebersihan Area Teras

    Katak sering datang karena keberadaan serangga yang mudah ditemukan di area teras yang kotor. Pastikan teras atau halaman rumah tetap bersih dan bebas dari serangga atau sampah yang bisa menarik katak.

    6. Ampas Kopi

    Kamu bisa menggunakan ampas kopi atau mendaur ulang ampas kopi bekas anda. Taburkan ampas kopi ini ke lahan yang sering didatangi katak.

    7. Tanam Tanaman Pengusir Katak

    Beberapa jenis tanaman, seperti lavender atau marigold, memiliki aroma yang tidak disukai oleh katak. Tanam tanaman ini di sekitar teras atau halaman rumah untuk membantu mengusir katak dengan cara alami.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman yang Dibenci Ular, Cegah Mereka Masuk Taman Rumah


    Jakarta

    Berbagai hewan bisa muncul di pekarangan dan masuk ke rumah. Salah satu hewan yang mengkhawatirkan kalau ada dekat rumah adalah ular.

    Meski ularnya tidak berbisa, hewan melata ini ditakuti banyak orang. Ular dapat mengigit, melilit, dan memakan makhluk hidup di dalam rumah.

    Oleh karena itu, penghuni perlu waspada akan kemunculan ular. Caranya dengan membuat lingkungan rumah tidak nyaman buat didekati ular.


    Dilansir Envynature, beberapa tanaman bisa mencegah ular mendekati rumah. Sebab, tanaman dapat menciptakan lingkungan tidak menyenangkan dengan mengeluarkan aroma tajam.

    Namun, ular masih bisa menahan aroma tajam kalau terdapat banyak tempat persembunyian, sumber makanan, dan kehangatan di sekitar rumah. Selain menanam tanaman yang dibenci ular, penghuni juga perlu merawat halaman.

    Cara Merawat Pekarangan Agar Bebas Ular

    • Membersihkan gundukan tanah, yang mungkin jadi tempat persembunyian ular.
    • Menanam tanaman yang tidak berbentuk semak-semak rapat.
    • Memangkas tanaman liar secara teratur.
    • Memastikan pekarangan bebas hewan pengerat yang jadi sumber makanan ular.
    • Menempatkan tanaman pengusir ular di sejumlah titik masuk potensial ular untuk mengurangi kemungkinan hewan melata tersebut memasuki pekarangan.

    Tanaman yang Dibenci Ular

    Sejumlah tanaman yang mengeluarkan aroma tajam dapat ditanam di halaman rumah. Dikutip dari Homes & Gardens, berikut sederet tanaman yang bisa mencegah ular masuk ke pekarangan rumah menurut ahli pengendali hama:

    1. Marigold

    Orange marigold flowers.Please see more similar pictures of my Portfolio.Thank you!Marigold Foto: Getty Images/schnuddel

    Marigold memiliki aroma yang kuat yang dapat mengusir serangga dan ular. Tanaman berbunga cerah ini memiliki akar yang tumbuh dalam dan agresif.

    Akarnya yang kokoh dapat mengeluarkan bau tajam yang mampu mengusir ular dan tikus Akar marigold yang tumbuh agresif juga bisa menjangkau persembunyian ular sehingga baunya akan mencapai jauh ke dalam tanah.

    2. Lavender

    Lavender.Lavender Foto: Mohammed Harith Khalil/Wikimedia Commons

    Lavender mengeluarkan aroma menyengat yang dibenci ular dan mampu mengganggu indera penciumannya. Hewan melata itu akan menghindari tanaman berbunga ungu ini dan menjauh. Lavender dapat ditanam di area pekarangan sebanyak 5-10 tanaman.

    3. Rosemary

    Woman holding a flowerpot of growing rosemary in her hand.Rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/pcess609

    Rosemary mempunyai bau tajam yang dapat menghalangi ular masuk halaman rumah. Meski begitu, tanaman herba ini sebaiknya cukup ditanam dalam jumlah sedang atau di dalam pot karena daunnya yang lebat khawatir menjadi tempat persembunyian ular.

    4. Allium

    Genus tanaman allium efektif mengusir ular dan hama lainnya karena mengandung sulfonat dan mengeluarkan bau yang menyengat. Tanaman allium antara lain bawang putih, bawang bombay, dan kucai.

    5. Serai

    Lemongrass or Lapine or Lemon grass or West Indian or Cymbopogon citratus were planted on the ground. It is a shrub, its leaves are long and slender green. It is an herb which was made into food and medicine.Tanaman Serai Foto: Getty Images/iStockphoto/Nanniie_iiuu

    Aroma serai yang menyegarkannya sangat bermanfaat untuk bumbu masakan, tetapi bau ini ternyata tidak disenangi oleh ular. Tanaman rempah ini dapat ditanam di atas tanah alih-alih di dalam pot.

    Hindari menanam terlalu banyak serai di pekarangan karena bentuknya yang mirip semak khawatir menjadi tempat bersembunyi ular.

    6. Lidah Mertua

    Ilustrasi tanaman lidah mertuaLidah Mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/SKashkin

    Disebut juga sansevieria atau ‘snake plant’, tanaman lidah mertua ini mempunyai daun tinggi dan melengkung seperti pedang yang membuat ular tidak suka. Entah karena hewan melata itu merasa terancam atau karena tepi daunnya yang tajam.

    Lidah mertua subur di luar ruangan di wilayah beriklim hangat. Untuk menanamnya, letakkan di tempat yang terang tetapi jangan tepat di bawah sinar matahari langsung. Hindari menanamnya di tanah basah karena dapat menyebabkan akarnya membusuk.

    7. Eucalyptus

    tanaman EucalyptusTanaman Eucalyptus Foto: iStockphoto

    Eucalyptus mengeluarkan aroma kuat sepanjang tahun. Berkat aromanya itu, tanaman ini bukan hanya dapat mengusir serangga tapi juga ular. Pertimbangkan menanam eucalyptus jika memiliki halaman sempit.

    8. Daffodil

    Daffodil secara tidak langsung dapat mencegah ular masuk pekarangan. Tanaman ini lebih tepatnya mengusir tikus yang jadi makanan ular. Semakin sedikit sumber makanan ular di halaman rumah maka semakin kecil kemungkinan hewan melata itu datang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tanaman Hias yang Ampuh Mengusir Nyamuk di Rumah


    Jakarta

    Pada umumnya, nyamuk dapat dibasmi dengan menggunakan semprotan pembasmi serangga. Namun, ada cara alami untuk mengusir nyamuk dari rumah, yakni dengan tanaman hias.

    Memang, penggunaan semprotan pembasmi serangga dapat efektif membunuh nyamuk. Namun sayang, zat-zat yang terkandung di dalam semprotan itu dapat membahayakan manusia jika dihirup dalam jumlah banyak.

    Apabila khawatir dengan risikonya, kamu masih bisa mengusir nyamuk dengan meletakkan tanaman hias di dalam rumah. Jadi, fungsi tanaman hias tak hanya sekadar mempercantik atau menambah kesejukan ruangan saja.


    Salah satu tanaman hias yang ampuh mengusir nyamuk di rumah adalah lavender. Selain itu, masih ada lagi sejumlah tanaman hias lainnya yang dapat mengusir nyamuk. Apa saja? Berikut pembahasannya.

    Tanaman Hias yang Ampuh Mengusir Nyamuk

    Dikutip dari The Spruce dan Garden Design, berikut sejumlah tanaman hias yang ampuh mengusir nyamuk:

    1. Serai

    Tanaman hias yang pertama ada serai. Tumbuhan ini mengandung sitral dan geranial, yakni bahan aktif yang disebut ampuh mengusir nyamuk. Selain itu, aroma serai yang harum ternyata membuat nyamuk ogah untuk mendekat.

    Serai termasuk tanaman yang mudah tumbuh, terutama di tanah yang subur dan terkena sinar matahari.

    2. Rosemary

    Rosemary jadi salah satu tanaman hias yang direkomendasikan untuk mengusir nyamuk. Selain itu, tanaman ini juga dapat mengusir berbagai jenis hama lainnya seperti ngengat.

    Rosemary dapat tumbuh di iklim yang hangat dan kering. Jika ditata di luar rumah, rosemary dapat dipangkas menjadi berbagai bentuk dan ukuran serta bisa menjadi pembatas taman yang bagus.

    3. Basil

    Basil mengeluarkan aroma menyengat yang ternyata ampuh mengusir hama dan nyamuk. Tanaman herbal ini menyukai hidup di wilayah yang lembap, membutuhkan drainase yang baik, dan senang jika terkena sinar matahari.

    4. Lavender

    Tanaman yang satu ini sudah terkenal akan manfaatnya untuk mengusir nyamuk. Meski aromanya semerbak dan bikin menenangkan, tetapi tidak bagi para hama dan nyamuk yang sama sekali tidak menyukai lavender.

    Kandungan minyak esensial pada lavender jadi salah satu sebab nyamuk tidak menyukainya. Bahkan aroma dari lavender dapat menghalangi kemampuan nyamuk dalam mencium bau.

    5. Marigold

    Rekomendasi tanaman hias berikutnya adalah marigold. Bunga dari tanaman ini diyakini dapat mengusir nyamuk dan sejumlah jenis serangga lainnya, seperti kutu daun, thrips, lalat putih, hingga kumbang.

    6. Geranium

    Geranium bisa menjadi pilihan alternatif untuk mengusir nyamuk di rumah. Sebab, tanaman hias ini mengandung zat kimia geraniol dan citronellol yang membuat nyamuk enggan untuk mendekat.

    Ekstrak geranium yang dioleskan ke kulit disebut ampuh melindungi tubuh dari gigitan nyamuk hingga delapan jam.

    7. Mint

    Tanaman min dari berbagai varietas bisa dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk. Meski mudah dirawat, tapi tanaman ini dapat tumbuh menjalar dengan cepat. Jadi, perlu perawatan secara rutin agar tanaman mint tidak menjalar ke area lain.

    8. Catnip

    Catnip merupakan tanaman yang masuk dalam famili mint, tetapi tampilan dan aroma yang dikeluarkan cukup berbeda dari varietas mint pada umumnya. Meski begitu, tanaman ini dinilai ampuh untuk mengusir nyamuk karena mengandung nepetalactone.

    9. Eucalyptus

    Tanaman hias selanjutnya ada eucalyptus yang punya aroma menyengat dan tajam. Wanginya seperti aroma hutan yang khas dengan sedikit ada rasa mint, jeruk, dan madu. Aroma tersebut mungkin dapat menenangkan tubuh, tetapi sangat tidak disukai nyamuk.

    10. Sage

    Sage merupakan tanaman herbal aromatik yang memiliki aroma kuat. Selain digunakan sebagai salah satu obat tradisional, sage juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk di rumah.

    Sage bisa diolah sebagai semprotan pembasmi serangga alami. Caranya adalah dengan mengeringkan beberapa lembar daun sage, lalu tambahkan air secukupnya. Setelah itu, masukkan ke dalam botol dan kocok terlebih dahulu sebelum disemprot.

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Perlu Semprot, Begini Cara Alami Usir Lalat dengan Timun



    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu hama di rumah yang kerap mengganggu dan dianggap sebagai hewan yang menjijikan. Lalat bisa terbang di mana saja, termasuk ke dapur lalu hinggap pada makanan si pemilik rumah.

    Mengusir lalat bisa menggunakan produk pembasmi serangga. Namun, produk yang dijual di pasaran tentu saja mengandung bahan kimia yang kurang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, untuk mengganti produk tersebut bisa menggunakan bahan alami.

    Dikutip dari situs Express, salah satu bahan alami yang ampuh usir lalat adalah timun. Hal ini karena lalat tidak suka bau timun. Bahkan, negara-negara panas seperti di Spanyol menggunakan timun untuk membasmi lalat.


    Dikutip dari Ideal Home, menurut Pakar DIY di Saxton Blades, Glen Peskett, aroma timun menghasilkan bau tidak sedap dan pahit yang tidak disukai lalat.

    “Lalat rumah menjauh karena aroma mentimun, terutama yang lebih pahit. Alasan pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi diyakini bahwa senyawa alami dalam kulit mentimun, seperti cucurbitacin menghasilkan bau yang tidak sedap dan secara naluriah dihindari lalat,” ujar Peskett.

    Lalat secara naluriah lebih menyukai buah atau makanan yang manis sehingga mereka tidak suka aroma yang pahit seperti timun. Selain itu, biasanya lalat akan tertarik ke tempat sampah sebagai tempat bertelur.

    Untuk mengusirnya, dapat dilakukan dengan meletakkan irisan timun di atas tempat sampah. Selain itu, bisa juga menaruh irisan timun di dekat titik masuk rumah seperti pintu dan jendela.

    Namun, risiko dari menyimpan irisan timun di tempat-tempat tersebut adalah timun bisa membusuk. Oleh karena itu, disarankan mengganti irisan timun setiap satu atau dua hari sekali.

    Walau demikian, metode ini tidak bisa membasmi semua lalat, tetapi cukup untuk mengurangi jumlahnya secara signifikan. Oleh karena itu, langkah yang lebih ampuh adalah tetap menjaga kebersihan rumah agar lalat tidak mudah masuk ke dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Kucing Liar Datang ke Rumah dan Cara Ampuh Mengusirnya



    Jakarta

    Kucing liar terkadang suka masuk ke halaman rumah. Meski tergolong hewan menggemaskan dan dijadikan peliharaan, kucing liar bisa mengganggu penghuni rumah.

    Hewan berbulu ini biasanya suka buang kotoran di tanaman. Mereka juga bisa merusak tanaman dan mengacak tempat sampah.

    Setelah diusir berkali-kali, kucing liar terkadang tetap kembali lagi ke rumah. Walaupun kesal, jangan sampai menyakiti kucing ya. Masih ada banyak cara untuk memastikan kucing nggak datang lagi ke rumah.


    Sebelum mencari cara mengusir kucing liar, sebaiknya ketahui dulu alasan mereka suka datang ke rumah. Simak penjelasannya berikut ini.

    Alasan Kucing Liar Datang ke Rumah

    Dikutip dari Time for Paws, dijelaskan bahwa kucing kerap mencari keamanan. Kucing liar sering datang ke rumah karena alasan terkait dengan kebutuhan dasar mereka seperti makanan, tempat berlindung, dan rasa aman.

    1. Sumber Makanan

    Kucing selalu mencari tempat yang ada sumber makanan yang dapat diandalkan. Mereka akan berdatangan ke rumah kalau ada tempat sampah yang terbuka, sisa makanan di pekarangan, atau bahkan seseorang yang sering memberi makan. Kucing mempunyai indra penciuman yang tajam, sehingga mampu menemukan sumber makanan, meskipun tersembunyi.

    2. Tempat Berlindung

    Hewan bertarik ini juga membutuhkan tempat yang aman untuk beristirahat atau melahirkan anak. Ada banyak tempat sepi yang cocok buat kucing bersembunyi, seperti garasi, bawah mobil, atau sudut-sudut rumah yang jarang digunakan. Tempat tersebut bisa untuk berteduh dari panas, hujan, atau bahaya lainnya.

    Cara Mengusir Kucing Liar dari Rumah

    Berikut ini cara mengusir kucing liar agar tidak datang ke rumah, dirangkum dari The Spruce dan Pets Stack Exchange.

    1. Pastikan Tak Ada Memberi Makan Kucing

    Kucing biasanya akan kembali ke tempat yang menyediakan makanan. Kalau nggak mau kucing datang, hindari memberi makan atau menyediakan air dekat rumah.

    2. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

    Pastikan untuk selalu menutup tempat sampah dengan rapat agar tidak dapat dijangkau kucing. Lalu, bersihkan sisa makanan untuk menghilangkan aroma yang bisa mengundang kucing.

    3. Sebarkan Pecahan Cangkang Telur

    Hancurkan cangkang telur potongan kecil, lalu sebarkan di halaman rumah. Butiran cangkang yang agak tajam membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di tanah.

    4. Sebarkan Bau yang Tidak Disukai Kucing

    Selanjutnya, manfaatkan aroma yang tidak disukai kucing untuk mengusirnya. Biasanya hewan ini menghindari bau menyengat dari bawang putih, tembakau, citronella, eucalyptus, kopi, dan cuka.

    Pastikan untuk mengaplikasikan aroma kembali secara rutin di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Metode ini cukup efektif digunakan untuk mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    5. Tanam Tumbuhan yang Tidak Disukai Kucing

    Penghuni rumah bisa menanam tanaman yang memiliki aroma yang tak disukai kucing supaya mereka nggak betah. Beberapa tanaman tersebut seperti lavender, rosemary, dan mint. Selain itu, tanaman rue (ingu/common rue) atau menaburkan rue kering di sekitar halaman dan kebun juga tidak disukai kucing.

    Pelihara tanaman ini pekarangan rumah untuk mencegah kucing liar datang. Meski baunya mengganggu bagi kucing, tanaman ini justru memiliki aroma yang menyenangkan bagi manusia.

    6. Pasang Pagar Khusus

    Pagar bercelah mudah dilewati kucing. Pasanglah pagar khusus anti-kucing agar mereka kesulitan masuk rumah.

    Pagar ini biasanya memiliki paku penghalang yang tidak terlalu tajam, sehingga tidak akan menyakiti kucing, tetapi cukup efektif untuk mencegah mereka masuk. Selain itu, penghuni bisa meletakkan kawat ayam berukuran kecil atau karpet plastik kasar di bawah permukaan tanah atau material lain yang membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di atasnya.

    Itulah alasan kucing liar datang ke rumah dan cara ampuh untuk mengusirnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Trik Jitu Usir Semut yang Bersarang di Rumah, Bisa Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Semut bisa ditemukan di dalam dan luar rumah. Biasanya semut di luar rumah lebih mudah dimusnahkan karena sarangnya terlihat. Namun, ternyata cara membasmi semut tidak sekadar menutup sarangnya karena mereka bisa berpindah tempat.

    Dilansir HGTV, bagian sarang semut yang terlihat di permukaan hanyalah puncak dari gunungan sarang koloni semut. Sarang tersebut lebih luas daripada lebar lubangnya yakni bisa mencapai 60-91 cm luasnya. Lokasinya berada di 1 meter dari permukaannya.

    Sementara itu, untuk menemukan sarang semut di dalam ruangan jauh lebih sulit karena letaknya tersembunyi, bisa di dinding, lantai, atau bahkan di bawah lemari.


    Kemudian, setelah menemukan sarang semut, cara memusnahkannya bukan hanya dengan menutup atau menghancurkan sarangnya saja, melainkan menargetkan ratu semut. Koloni semut dapat bubar apabila ratu semut tiada. Selama ratu semut masih hidup, koloni semut dapat berpindah tempat untuk hidup.

    Ada beberapa cara dan bahan yang bisa digunakan untuk membasmi semut, terutama di luar ruangan, berikut di antaranya.

    1. Air mendidih

    Cara lainnya yang bisa dicoba untuk mengusir semut adalah menyiramkan air mendidih ke sarang mereka. Namun, air mendidih juga bisa membunuh tanaman sehingga jika lokasi sarang terlalu dekat sebaiknya pakai cara lain.

    2. Cuka

    Cuka mengandung asam asetat yang memiliki aroma tajam dan tidak disukai oleh semut. Bahan ini cukup mudah menjadi bahan pengusir semut, caranya dengan mencampurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama. Kemudian, tambahkan beberapa tetes sabun cair. Tuangkan campuran tersebut ke sarang semut. Namun, sama seperti air mendidih, cuka dapat membunuh tanaman, jadi perlu berhati-hatilah saat menggunakannya di halaman.

    3. Genangan Air

    Semut bisa bertahan hidup di bawah air sekitar 24 jam. Maka, perangkap yang harus kita buat adalah air yang dapat merendam sarang lebih dari itu.

    Itulah beberapa cara membasmi semut dengan bahan alami. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tanaman Ini Diklaim Ampuh Mengusir Tikus dari Rumah


    Jakarta

    Tikus adalah salah satu hama yang sering muncul di dalam rumah. Selain dapat mengganggu penghuni, hadirnya tikus dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya.

    Mengutip laman Triangle Pest, tikus kerap muncul di atap rumah, dapur, hingga kamar mandi. Terkadang, tikus juga sering bersembunyi di sela-sela lemari atau saluran pipa air rumah. Biasanya, tikus yang muncul di dalam rumah bertujuan untuk mencari makan.

    Kehadiran tikus terkadang kerap tidak diketahui oleh pemilik rumah. Alhasil, tikus bisa bebas berkeliaran untuk mencari makan atau berkembang biak.


    Sebagai bentuk pencegahan, kamu bisa menggunakan sejumlah tanaman hias yang dapat mengusir tikus dari dalam rumah. Apa saja tanaman tersebut? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Tanaman Hias yang Ampuh Mengusir Tikus

    Menanam tanaman hias tak hanya mempercantik rumah saja, tetapi juga bantu mencegah serangan hama, salah satunya adalah tikus. Dilansir situs Country Living, Senin (16/6/2025), berikut sejumlah tanaman hias yang diklaim ampuh dapat mengusir tikus.

    1. Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryFoto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary bisa digunakan untuk mengusir tikus dari dalam rumah. Tanaman herbal yang punya bentuk seperti pohon pinus ini ternyata tidak disukai oleh tikus karena punya aroma kuat.

    Rosemary bisa ditanam di depan teras rumah atau di halaman, tempat tikus sering bersembunyi dan berusaha masuk ke dalam rumah. Tanaman ini juga mudah dirawat sehingga cocok bagi pemula.

    “Rosemary dapat tumbuh subur di lokasi yang terkena sinar matahari langsung dan tanah yang memiliki drainase baik, tanaman ini dapat dipangkas agar terlihat lebih menarik,” kata Igor Podyablonskiy, seorang pakar tanaman dan bunga dari My Flowers.

    2. Mint

    Tanaman mintFoto: Getty Images/stock_colors

    Tanaman mint punya segudang manfaat untuk tubuh, mulai dari melancarkan pencernaan hingga menjaga kesehatan mulut. Selain itu, tanaman ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir tikus di rumah.

    Sebab, aroma dari daun mint yang kuat ternyata tidak disukai oleh tikus. “Meskipun kita menyukai aroma segar daun mint, tapi ternyata aroma ini bisa mengusir tikus dari rumah,” ungkap Igor.

    Igor mengatakan, mint dapat tumbuh subur dalam berbagai kondisi, mulai dari sinar matahari penuh atau berada di tempat yang redup. Selain itu, mint juga dapat tumbuh dengan cepat sehingga bisa dirawat dengan mudah.

    “Tanaman mint bisa ditanam di halaman agar dapat tumbuh dengan maksimal, lalu daunnya bisa digunakan juga untuk dicampur ke dalam teh atau sebagai hiasan,” jelasnya.

    3. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukFoto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Lavender disebut ampuh untuk mengusir tikus dari dalam rumah. Tanaman ini punya aroma yang dapat menenangkan tubuh, tapi justru menjadi senjata ampuh untuk membasmi tikus.

    Kandungan minyak di dalam daun dan bunga lavender ternyata dapat mengganggu indra penciuman tikus. Alhasil, tikus yang berusaha masuk ke rumah akan kabur karena mencium aroma kuat dari lavender.

    Lavender dapat tumbuh subur di bawah sinar matahari dan punya drainase yang baik. Tanaman ini cocok diletakkan di dalam rumah atau teras karena warna bunganya yang cantik.

    “Agar lavender dapat tumbuh optimal, pangkas setelah berbunga untuk mempertahankan bentuknya dan mendorong pertumbuhan lebih lanjut,” ujar Igor.

    4. Daffodil

    Tanaman hias daffodilFoto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bunga daffodil atau disebut juga bunga Narcissus bisa jadi opsi alternatif untuk mengusir tikus. Sebab, bunganya mengandung alkaloid yang beracun bagi hama dan serangga.

    Kamu bisa menanam daffodil dengan mudah di rumah. Caranya adalah dengan menanam bibit benih daffodil di tanah yang telah dikeringkan. Jika menanam di pot, sebaiknya dilapisi dengan kawat kasa tipis untuk mencegah tikus agar tidak menggalinya.

    Itulah empat tanaman hias yang diklaim ampuh mengusir tikus di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Ampuh Mencegah Laba-laba Agar Tidak Masuk Rumah


    Jakarta

    Laba-laba adalah salah satu hewan yang kerap muncul di dalam rumah. Bahkan, sejumlah pemilik rumah tidak sadar kalau ada laba-laba yang bersarang hingga berkembang biak.

    Jika menemukan sarang laba-laba, maka sebaiknya segera dibasmi agar tidak terus menerus berkembang biak. Selain itu, lakukan sejumlah pencegahan agar laba-laba tak kembali datang ke rumah.

    Ternyata, ada sejumlah tips ampuh untuk mencegah laba-laba agar tidak datang lagi ke rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Tips Mencegah Laba-laba Agar Tidak Masuk Rumah

    Agar hunian tetap bersih dan sehat, sebaiknya lakukan sejumlah pencegahan sejak dini agar laba-laba tidak datang kembali. Dikutip situs Real Simple dan Places for People, Senin (30/6/2025), berikut tips mencegahnya:

    1. Tutup Celah dan Retakan

    Tips yang pertama adalah dengan menutup celah dan retakan yang ada di dalam rumah. Sebab, laba-laba dapat menyelinap melalui celah atau retakan kecil tersebut.

    Lakukan pengecekan terhadap pintu, jendela, dan dinding rumah untuk memastikan tidak ada retakan. Kamu bisa menutup retakan di dinding dengan dempul.

    2. Membersihkan Rumah

    Laba-laba termasuk hewan yang senang bersarang di tempat gelap dan kotor. Maka dari itu, munculnya sarang laba-laba bisa menandakan kalau rumah dalam kondisi kotor.

    Cobalah untuk rutin membersihkan rumah, terutama di bagian langit-langit dan belakang perabotan yang jarang diperhatikan. Jangan lupa untuk menjangkau seluruh sudut dan celah yang ada di rumah untuk memastikan tetap bersih.

    3. Bersihkan Halaman Rumah

    Halaman yang ditumbuhi tanaman liar, rumput tinggi, hingga barang-barang berserakan dapat menarik laba-laba untuk membuat sarang. Untuk itu, pastikan halaman rumah dalam kondisi bersih agar mencegah laba-laba masuk ke rumah.

    4. Usir Serangga Lain

    Tips berikutnya untuk mencegah laba-laba masuk ke rumah adalah dengan mengusir serangga lain, seperti kumbang, lalat, hingga semut. Dengan tidak adanya serangga tersebut maka turut mencegah laba-laba untuk datang dan membuat sarang karena tidak ada sumber makanan.

    5. Matikan Lampu Luar Ruangan

    Lampu yang terang di area luar rumah dapat menarik serangga. Tanpa disadari, hal tersebut juga dapat memancing laba-laba untuk datang karena menemukan sumber makanan.

    Untuk itu, cobalah matikan lampu di luar ruangan yang sekiranya tidak diperlukan untuk menyala di malam hari agar mengurangi laba-laba masuk ke dalam rumah.

    6. Tanam Tumbuhan Pengusir Laba-laba

    Ada sejumlah tanaman yang diklaim dapat mengusir laba-laba dari rumah, seperti lavender, mint, dan citronella. Tanaman tersebut mengeluarkan aroma menyengat yang tidak disukai laba-laba.

    Kamu dapat menanam tanaman di sekitar halaman rumah. Tak hanya mempercantik hunian tapi juga dapat mencegah laba-laba masuk ke rumah.

    7. Minyak Esensial

    Selain menggunakan tanaman, kamu juga bisa pakai minyak esensial seperti minyak pepermin atau minyak pohon teh untuk mengusir laba-laba. Cukup teteskan minyak esensial ke area sekitar kebun karena aromanya tidak disukai hewan tersebut.

    Demikian tujuh tips ampuh mencegah laba-laba masuk ke rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Jenis Kayu buat Pintu Rumah, Mana yang Paling Kuat?


    Jakarta

    Kayu menjadi bahan andalan masyarakat Indonesia untuk pintu rumah. Tampilan kayu yang alami menjadikannya masih sering digunakan di Indonesia.

    “Kayu sebenarnya sudah merupakan pintu yang ideal karena nggak semudah itu jebol pintu kayu,” ujar Arsitek Denny Setiawan kepada detikProperti, Selasa (1/7/2025).

    Denny mengatakan kayu mudah untuk dibentuk dan diukir sesuai dengan keinginan si pemilik rumah. Namun, kayu cenderung rentan terhadap cuaca ekstrem, sehingga bisa mengalami proses muai-susut dan pelapukan. Belum lagi, kayu punya rayap, sehingga penting melakukan proses pengolesan anti rayap buat pintu.


    Ia pun mengingatkan kalau pemilik rumah perlu memperhatikan jenis kayu yang digunakan. Sebab, beberapa pintu kayu lebih cocok dipasang indoor atau outdoor.

    “Kita harus tahu bahwa kayu yang kita pakai itu tahan terhadap cuaca luar atau tidak. Ketahanannya mesti kita pastikan karena ada beberapa jenis kayu yang memang cuma kuat di indoor dan bisa di outdoor,” katanya.

    Menurutnya, jenis kayu yang cocok untuk pintu outdoor antara lain jati, merbau, dan ulin. Sementara itu, pintu kayu indoor bisa terbuat dari meranti, mahoni, dan kamper.

    Lantas, apa saja jenis kayu yang cocok menjadi pintu rumah? Berikut ini ulasannya.

    Jenis-jenis Kayu buat Pintu

    Inilah deretan kayu yang cocok dibikin pintu menurut Kontraktor Wildan.

    1. Kayu Mahoni

    Wildan mengatakan pintu rumah bisa terbuat dari mahoni. Bahan ini tahan terhadap pelapukan serta cukup stabil menahan kelembapan.

    2. Kayu Oak

    Kayu oak termasuk bahan yang kuat, sehingga bisa jadi pilihan yang bagus untuk pintu. Tak hanya itu, kayu ini bersifat kedap air.

    3. Jati

    Wildan menyebut jati memiliki warna coklat keemasan yang kaya, anggun, dan memberi kesan hangat untuk ruangan. Jati termasuk kayu yang paling kuat dibanding pohon lainnya.

    “Kepadatannya tinggi, minyak alami banyak, tahan cuaca, juga perlu waktu lama untuk dapat jenis kayu jati yang benar-benar bagus,” ucap Wildan.

    4. Kayu Kenari

    Selanjutnya, pemilik juga bisa mempertimbangkan kayu kenari sebagai pintu. Kayu tersebut tahan terhadap kelembapan serta anti jamur.

    5. Kayu Kamper

    Lalu, ada kayu kamper yang aromanya seperti kapur barus. Kayu ini dikenal memiliki daya tahan yang kuat.

    “(Kayu kamper) memiliki bau mirip dengan aroma kamper atau kapur barus dan dikenal dengan daya tahannya dari serangan rayap alias anti rayap,” tuturnya.

    6. Kayu Merbau

    Kayu merbau juga dikenal sangat kuat, keras, dan berumur panjang. Bahan ini bisa menjadi pilihan buat pintu rumah.

    7. Kayu Pinus

    Terakhir, ada kayu pinus sebagai pintu. Bahan ini termasuk paling murah dibandingkan material lainnya. Untungnya, jenis kayu ini tidak mudah menyusut atau mengembang.

    Itulah informasi seputar bahan kayu untuk pintu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarang Dicuci, Keset Kamar Mandi Bisa Jadi Sarang Bakteri!



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan paling cepat kotor di rumah. Salah satu benda yang tak luput kotor adalah keset kamar mandi.

    Sayangnya, keset kamar mandi sering kali luput dari perhatian penghuni rumah, sehingga jarang dicuci. Padahal, keset harus rajin dicuci atau diganti karena bisa menjadi tempat bakteri dan jamur berkembang biak.

    Dengan mencuci keset kamar mandi, kebersihan kamar mandi lebih terjaga karena terhindari dari pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal itu membantu menurunkan risiko timbulnya penyakit.


    Selain itu, tampilan kamar mandi bakal lebih bersih kalau penghuni rajin mencuci keset. Aroma kamar mandi pun bakal lebih segar.

    Lantas, kapan dan seberapa sering penghuni rumah perlu mencuci keset kamar mandi? Simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari HappyNest, Rabu (2/7/2025).

    Seberapa Sering Keset Kamar Mandi Harus Dicuci?

    Intensitas mencuci keset kamar mandi tergantung pada beberapa faktor, termasuk berapa penghuni rumah, seberapa sering keset dilalui, serta kebersihan kamar mandi secara menyeluruh. Keset kamar mandi di rumah yang sibuk sebaiknya dicuci setiap 3-5 hari.

    Jika kamar mandi hanya digunakan oleh segelintir orang serta tidak terlalu sering, penghuni bisa mengulur waktu buat mencuci keset. Namun, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi, sehingga keset tidak perlu sering dibersihkan. Dalam hal ini, mencuci keset kamar mandi bisa seminggu sekali.

    Di sisi lain, seberapa sering mencuci keset kamar mandi bisa ditentukan tergantung kondisi keset. Kalau keset terlihat ada berubah warna atau muncul bau tak sedap, itulah tanda untuk mencucinya.

    Penghuni rumah juga perlu memperhatikan kapan harus mengganti keset dengan yang baru. Keset kamar mandi lama-lama dapat rusak dan kehilangan kemampuannya menyerap air. Jika sudah tidak berbentuk, inilah saatnya untuk menggantinya.

    Cara Cuci Keset Kamar Mandi

    Cara terbaik untuk mencuci keset kamar mandi adalah menggunakan mesin cuci dengan air hangat. Namun, kalau bahan keset raput, penghuni bisa mencucinya menggunakan tangan dengan air hangat dan detergen.

    Sebaiknya menggunakan detergen yang lembut dan memiliki pH netral. Bahan kimia keras seperti pemutih dapat merusak keset kamar mandi, jadi hindari bahan kimia tersebut. Keset kamar mandi akan lebih awet jika digantung hingga kering setelah dicuci dan dijauhkan dari area lembap.

    Itulah informasi seputar mencuci keset kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com