Tag: arsitek

  • Ini Kisaran Biaya Jasa Arsitek Bangun Rumah Sesuai Pedoman, Lengkap!


    Jakarta

    Jasa arsitek diperlukan ketika ingin membangun atau merenovasi rumah. Hal ini supaya desain rumah yang akan dibangun sesuai seperti yang diinginkan oleh pemiliknya.

    Ketika ingin membangun rumah dengan jasa arsitek, salah satu hal yang perlu disiapkan adalah biaya untuk membayar jasanya. Range fee atau upah untuk arsitek pun beragam.

    Menurut Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Georgius Budi Yulianto, range arsitek menurut pedoman IAI beragam tergantung dari tingkat kerumitan dan besar bangunan.


    “Makin besar proyek makin kecil persentasenya,” tuturnya kepada detikProperti, Rabu (20/12/2023).

    Dengan menggunakan jasa arsitek, ada berbagai hal yang akan didapatkan oleh klien-nya, salah satunya adalah konsep desain. Adapun, arsitek bertanggung jawab terhadap kualitas desain harus sesuai rencana.

    “Klien akan dapat preliminary design (konsep), skematik design (gambar perizinan), working drawing (gambar kerja untuk konstruksi), outline spek (spek material untuk bangunan) dan pengawasan berkala maksimum 3 kali dalam setahun selama pembangunan jika lokasi proyek berada di kota yang sama dengan domisili arsitek,” ungkapnya.

    Untuk pembayarannya, Budi mengatakan, bisa dilakukan secara bertahap mengikuti apa yang sudah didapatkan oleh klien. Biasanya, pembayaran dibagi menjadi 3-4 term atau 3-4 kali pembayaran.

    Simulasi Fee Arsitek

    Sebagai informasi, honorarium arsitek tergantung dari tipe bangunan dan biaya bangunan itu sendiri. Dari laman IAI Jakarta, dikutip Rabu (20/12/2023), terdapat 5 kategori bangunan, yaitu:

    (1) Bangunan Khusus

    Bangunan-bangunan yang dimiliki, digunakan, dan dibiayai oleh Pemerintah sesuai tercantum dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

    (2) Bangunan Sosial

    Memiliki sosial yang tidak bersifat komersial (nonkomersial):
    a. Masjid, gereja dan tempat peribadatan lainnya, rumah penampungan yatim piatu, bangunan pelayanan masyarakat dengan luas bangunan maksimum 250 m2.
    b. Bangunan rumah tinggal atau hunian dengan luas maksimum 36 m2.

    (3) Bangunan Kategori 1

    Memiliki karakter sederhana, kompleksitas, dan tingkat kesulitan yang rendah:

    a. Tipe Hunian: asrama, hostel
    b. Tipe Industri: bengkel, gudang
    c. Tipe Komersial: bangunan-bangunan tidak bertingkat, tempat parkir

    (4) Bangunan Kategori 2

    Memiliki karakter, kompleksitas, dan tingkat kesulitan rata-rata
    a. Tipe Hunian: apartemen, kondominium, kompleks perumahan
    b. Tipe Industri: gardu pembangkit listrik, gudang pendingin, pabrik
    c. Tipe Komersial: bangunan parkir bertingkat, kafetaria, restoran, kantor, perkantoran, rukan, ruko, toko, pusat perbelanjaan, pasar, hanggar, stasiun, terminal, superblok/fungsi campuran
    d. Tipe Komunitas: auditorium, bioskop, ruang pameran, ruang konferensi, ruang serbaguna, ruang pertemuan, perpustakaan, penjara, kantor pelayanan umum
    e. Tipe Pelayanan Medis: klinik spesialis, klinik umum, rumah jompo
    f. Tipe Pendidikan: sekolah, tempat perawatan
    g. Tipe Rekreasi: gedung olahraga, gimnasium, kolam renang, stadion, taman umum

    (5) Bangunan Kategori 3

    Memiliki karakter khusus, kompleksitas, dan tingkat kesulitan tinggi:
    a. Tipe Hunian: rumah tinggal privat
    b. Tipe Komersial: bandara, hotel
    c. Tipe Komunitas: galeri, ruang konser, museum, monumen, istana
    d. Tipe Pelayanan Medis: rumah sakit, sanatorium
    e. Tipe Pendidikan: laboratorium, kampus, pusat penelitian / riset
    f. Tipe Peribadatan: gereja, klenteng, masjid, dan lain-lain dengan luas lebih dari 250 m2
    g. Tipe Lain: kantor kedutaan, kantor lembaga tinggi negara, pemugaran, renovasi, bangunan dengan dekorasi khusus

    Tabel Fee Jasa Arsitek Berdasarkan Kategori Bangunan

    Biaya Jasa Arsitek/dok. IstimewaBiaya Jasa Arsitek/via IAI

    Misalnya, kamu lagi bangun rumah tinggal yang luasnya sekitar 200 m2 dengan biaya bangunnya mencapai Rp 2 miliar. Mengacu pada tabel tersebut, maka fee arsitek yang dikenakan sekitar 6,48% karena termasuk ke bangunan kategori 3. Maka, Rp 2.000.000.000 x 6,48% = Rp 129.600.000.

    Akan tetapi, jika biaya tidak dapat ditentukan melalui tabel tersebut, ada biaya langsung (renumeration) bagi arsitek. Dari dokumen yang diterima detikProperti, berikut ini datanya seperti yang tertera pada Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dengan Pengguna Jasa yang dikeluarkan oleh IAI edisi 2007.

    Fee Arsitek per Jam Sesuai dengan Pengalamannya

    Biaya Jasa Arsitek/dok. IstimewaBiaya Jasa Arsitek/via IAI

    Fee Arsitek per Hari Sesuai dengan Pengalamannya

    Biaya Jasa Arsitek/dok. IstimewaBiaya Jasa Arsitek/via IAI

    Fee Arsitek per Bulan Sesuai dengan Pengalamannya

    Biaya Jasa Arsitek/dok. IstimewaBiaya Jasa Arsitek/dok. Istimewa Foto: dok. Istimewa

    Itulah biaya jasa arsitek 2023. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lengkap! Ini Kisaran Biaya Jasa Arsitek Bangunan


    Jakarta

    Sebelum membangun rumah, diperlukan perencanaan yang baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Salah satu yang paling penting adalah perancangan desain dan arsitektur rumah.

    Dalam merancang desain rumah, jasa arsitek sangat diperlukan supaya rumah bisa dibangun dengan komposisi yang pas dan sesuai dengan keinginan pemilik.

    Hal yang paling dipertimbangkan sebelum menyewa jasa arsitek tentu adalah biayanya. Menurut penjelasan dari Georgius Budi Yulianto, Ketua Umun Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), kisaran upah jasa arsitek itu beragam tergantung dari kerumitan dan ukuran dari bangunan tersebut. Jadi, kamu juga bisa menyesuaikan antara desain rumah yang kamu inginkan dengan biaya jasa arsiteknya.


    Ketika menyewa jasa arsitek, klien akan mendapat banyak keuntungan seperti pembuatan konsep, sampai pengawasan sebanyak 3 kali selama pembangunan rumah tersebut. Budi juga mengatakan bahwa pembayaran arsitek ini biasanya dibagi menjadi 3-4 kali pembayaran.

    Kisaran Upah Jasa Arsitek

    Berikut adalah kisaran upah arsitek yang dikutip dari laman IAI Jakarta. Upah ini sekali lagi bergantung pada tipe dan biaya bangunan itu sendiri.

    1. Bangunan Khusus

    Bangunan-bangunan yang dimiliki, digunakan, dan dibiayai oleh Pemerintah sesuai tercantum dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

    2. Bangunan Sosial

    Bangunan untuk sosial yang tidak bersifat komersial (non-komersial):

    a. Masjid, gereja dan tempat peribadatan lainnya, rumah penampungan yatim piatu, bangunan pelayanan masyarakat dengan luas bangunan maksimum 250 m2.

    b. Bangunan rumah tinggal atau hunian dengan luas maksimum 36 m2.

    3. Bangunan Kategori 1

    Memiliki karakter sederhana, kompleksitas, dan tingkat kesulitan yang rendah:

    a. Tipe Hunian: asrama, hostel

    b. Tipe Industri: bengkel, gudang

    c. Tipe Komersial: bangunan-bangunan tidak bertingkat, tempat parker

    4. Bangunan Kategori 2

    Memiliki karakter, kompleksitas, dan tingkat kesulitan rata-rata

    a. Tipe Hunian: apartemen, kondominium, kompleks perumahan

    b. Tipe Industri: gardu pembangkit listrik, gudang pendingin, pabrik

    c. Tipe Komersial: bangunan parkir bertingkat, kafetaria, restoran, kantor, perkantoran, rukan, ruko, toko, pusat perbelanjaan, pasar, hanggar, stasiun, terminal, superblok/fungsi campuran

    d. Tipe Komunitas: auditorium, bioskop, ruang pameran, ruang konferensi, ruang serbaguna, ruang pertemuan, perpustakaan, penjara, kantor pelayanan umum

    e. Tipe Pelayanan Medis: klinik spesialis, klinik umum, rumah jompo

    f. Tipe Pendidikan: sekolah, tempat perawatan

    g. Tipe Rekreasi: gedung olahraga, gimnasium, kolam renang, stadion, taman umum

    5. Bangunan Kategori 3

    Memiliki karakter khusus, kompleksitas, dan tingkat kesulitan tinggi:

    a. Tipe Hunian: rumah tinggal privat

    b. Tipe Komersial: bandara, hotel

    c. Tipe Komunitas: galeri, ruang konser, museum, monumen, istana

    d. Tipe Pelayanan Medis: rumah sakit, sanatorium

    e. Tipe Pendidikan: laboratorium, kampus, pusat penelitian / riset

    f. Tipe Peribadatan: gereja, klenteng, masjid, dan lain-lain dengan luas lebih dari 250 m2

    g. Tipe Lain: kantor kedutaan, kantor lembaga tinggi negara, pemugaran, renovasi, bangunan dengan dekorasi khusus

    Tabel Upah Jasa Arsitek Berdasarkan Kategori bangunan

    Biaya Jasa Arsitek/dok. IstimewaBiaya Jasa Arsitek/dok. Istimewa Foto: dok. Istimewa

    Sebagai perumpamaan jika kamu ingin membangun rumah dengan luas 200 m2 dan biaya pembangunannya mencapai Rp 2 Miliar, maka upah arsitek yang harus kamu bayar adalah sebanyak 6,48% karena termasuk bangunan kategori 3. Jadi perhitungannya kurang lebih begini, Rp 2.000.000.000 x 6,48% = Rp 129.600.000.

    Dari dokumen yang diterima detikProperti, berikut adalah data biaya langsung (renumeration) bagi arsitek seperti yang tertera pada Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dengan Pengguna Jasa yang dikeluarkan oleh IAI edisi 2007.

    Tabel Upah Jasa Arsitek per Jam Sesuai Pengalamannya

    Biaya Jasa Arsitek/dok. IstimewaBiaya Jasa Arsitek/dok. Istimewa Foto: dok. Istimewa

    Tabel Upah Jasa Arsitek per Hari Sesuai Pengalamannya

    Biaya Jasa Arsitek/dok. IstimewaBiaya Jasa Arsitek/dok. Istimewa Foto: dok. Istimewa

    Tabel Upah Jasa Arsitek per Bulan Sesuai Pengalamannya

    Biaya Jasa Arsitek/dok. IstimewaBiaya Jasa Arsitek/dok. Istimewa Foto: dok. Istimewa

    Itulah kisaran upah jasa arsitek yang bisa kamu jadikan referensi sebelum menyewa jasa arsitek. Data ini berdasarkan data tahun 2023. Semoga membantu!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Kriteria Bangunan Rumah Aman, Nggak Khawatir Roboh


    Jakarta

    Rumah semestinya menjadi tempat teraman bagi penghuninya, terutama untuk melindungi dari berbagai fenomena alam. Maka, penting sekali memastikan rumah aman agar tidak mudah rusak, bahkan sampai roboh.

    Arsitek Denny Setiawan menyebut rumah yang aman adalah bangunan yang dapat diandalkan dalam segala cuaca dan iklim. Rumah yang andal harus bisa bertahan tidak roboh setidaknya 20 tahun.

    “Bangunan itu harus dihitung bisa buat berdiri minimal 20 tahun. Setelahnya bukannya roboh tapi harus ada perbaikan tambahan,” ujar Denny kepada detikProperti pada pameran IndoBuildTech Expo 2024 di ICE, BSD CITY belum lama ini.


    Menurutnya, rumah dapat dikatakan aman apabila bisa menahan terpaan hujan, cuaca panas, dan gempa bumi. Hal ini penting supaya penghuni dapat hidup dengan nyaman, sehat, dan tak khawatir bangunan sewaktu-waktu rusak parah.

    Kriteria Rumah Aman dan Anti Roboh

    1. Air Hujan Mengalir Lancar ke Tanah

    Bangunan rumah harus dirancang dengan baik, sehingga air hujan dapat mengalir dengan lancar ke dalam tanah. Air semestinya mengalir dari atap, talang, sumur resapan, hingga ke got.

    “Arsitek harus bisa memastikan sistem pemipaannya benar, sehingga air hujan yang diterima di atas atap bisa tersalurkan dengan baik, hingga meresap lagi ke dalam tanah,” jelasnya.

    Hal ini penting agar tidak ada kebocoran yang dapat merusak bangunan rumah. Sebab, ada risiko plafon rusak yang kalau dibiarkan bisa ambruk.

    “Supaya tidak terdapat bocoran,(pastikan) sistem pemipaan, sistem plumbing arsitek atau ahli mechanical, electrical and plumbing (MEP),” katanya.

    2. Menangkal Hawa Panas

    Lalu, Denny mengatakan rumah aman atau andal adalah yang tidak menyalurkan radiasi panas langsung ke dalam rumah. Hawa panas yang berlebihan dapat membuat penghuni rumah merasa tidak nyaman, bahkan sampai sakit.

    “Salah satu bangunan yang andal adalah tidak menyebabkan kerugian atau korban. Kalau misalnya penghuni rumahnya sampai sakit, berarti bangunannya nggak andal,” tuturnya.

    Oleh karena itu, bangunan rumah harus bisa mengantisipasi panas. Di antaranya dengan tidak menghadapkan rumah dan meminimalisir jendela ke arah barat.

    Sebab pancaran sinar matahari di sore hari biasanya sangat panas di bandingkan pagi hari. Kemudian, manfaatkan juga sun shading atau kisi-kisi sebagai penghalau panas agar rumah tidak langsung terpapar sinar matahari.

    3. Tahan Gempa

    Selanjutnya, rumah harus dibangun dan diperhitungkan dengan benar agar tahan gempa setidaknya 10 skala ritcher. Rumah yang aman semestinya tidak retak, rusak, bahkan ambruk hingga gempa 10 skala ritcher.

    “Ahli struktur selalu menghitung risiko gempa yang terjadi, sehingga bangunan rusak atau mengakibatkan terjadi keretakan hingga gempa 10 skala ritcher,” imbuhnya.

    Penting sekali memastikan bangunan rumah cukup kuat untuk mengantisipasi gempa, sehingga kalau terjadi kerusakan tidak sampai mengancam keselamatan penghuninya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Kalau Mau Renovasi Rumah Tanpa Arsitek



    Jakarta

    Merenovasi rumah menggunakan arsitek mungkin menjadi keinginan banyak orang. Namun, ada saja kendalanya, misalnya terkait dengan biaya.

    Lalu, apa yang harus dilakukan kalau mau merenovasi rumah tanpa arsitek?

    Founder Studio Piksat, Pikat Satriadji memberikan beberapa tips bagi kalian yang ingin merenovasi rumah tanpa bantuan arsitek. Pertama, banyak belajar.


    “Mau nggak mau harus belajar. Kita cari tahu tren-tren sekarang seperti apa, kita cari tahu (rumah) apa yang kita mau itu harus diapain, referensi cari yang banyak, gali semuanya,” tuturnya kepada detikcom.

    Kedua, jangan terlalu percaya dengan orang lain. Ketiga, harus sabar dan diskusikan dengan orang di rumah. Hal itu dilakukan agar hasil rumah yang direnovasi sesuai dengan yang diharapkan.

    “Jadi ketika mau nge-hire kontraktornya atau mandornya atau tukang bangunannya ini, si yang punya rumah bisa menjelaskan dengan lebih detail ke si tukangnya ini, ‘mas saya mau bikin ini begini, nanti pakai ini ya’,” kata Pikat.

    “Misalnya ‘mas kalau pakai ini panas, mending pakai ini aja’ ‘enggak tapi saya baca gini gini gini’ kan jadi ada counternya, tidak hanya percaya dari satu arah,” sambungnya.

    Keempat, rencanakan dengan matang, mulai dari desain yang diinginkan hingga budget yang akan dikeluarkan. Dengan rencana yang matang serta eksekusi yang tepat, tentunya renovasi rumah yang diinginkan bisa tercapai, tanpa harus ‘nyasar’ ketika melakukannya.

    “Jadi tetap ditulis semuanya, coba direncanakan sebaik mungkin, sebisanya, atau mungkin punya temen yang punya pengalaman renovasi rumah gitu kan, (bisa) tukar pikiran. Sabar dulu aja,” paparnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Arsitek yang Tepat biar Terhindar dari yang Abal-abal


    Jakarta

    Saat membangun rumah, pasti membutuhkan peran arsitek untuk memvisualisasikan konsep dan memastikan pembangunan berjalan dengan lancar. Namun, kendalanya adalah kebanyakan orang kesulitan untuk mencari arsitek yang kompeten dan dapat dipercaya.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan untuk mencari arsitek, saat ini masyarakat bisa mencarinya melalui internet. Mulai dari mencari tahu sosok arsitek tersebut hingga karya-karyanya. Untuk lebih jelasnya, berikut cara memilih arsitek.

    1. Tentukan Konsep Rumah

    Sebelum mencari arsitek, pemilik rumah minimal sudah menentukan konsep atau gaya rumah yang ingin dibangun. Konsep ini menjadi kunci penting menemukan arsitek yang cocok yang dapat merealisasikan keinginan mereka. Sebab, masing-masing arsitek memiliki keahlian pada gaya tertentu seperti klasik, modern, industrial, dan lainnya.


    2. Cari Arsitek yang Telah Bersertifikat dan Cek Portofolionya

    Setelah itu, cari arsitek yang cocok dengan konsep rumah. Pastikan arsitek tersebut telah memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA). Denny menyarankan untuk mengecek situs Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), di sana terdapat daftar beberapa arsitek yang telah memegang sertifikat.

    “Cuma seringkali yang muncul bukan portfolio. Jadi menurut saya yang paling menarik atau yang paling penting adalah mencari portfolio atau proyek-proyek terakhir yang pernah dikerjakan si arsitek itu,” kata Denny kepada detikProperti, pada Rabu (28/5/2025).

    Bisa juga mengecek media sosial arsitek tersebut atau website luar negeri seperti Dezeen atau ArchDaily. Beberapa arsitek ada yang memuat cerita dan detail karya mereka di sana. Apabila arsitek tersebut memiliki studio sendiri, biasanya mereka memuat beberapa proyek yang sudah digarap atau sedang digarap ke situs resmi mereka.

    Denny mengatakan apabila menemukan arsitek yang sudah lama tidak terlibat proyek apa pun, perlu dicek dahulu STRA-nya. Apabila masih aktif, tidak ada salahnya mencoba bekerja sama dengan arsitek tersebut. Sebab, STRA tidak berlaku selamanya, melainkan 5 tahun sekali sehingga selama sertifikat tersebut aktif, arsitek tersebut masih legal untuk bekerja.

    3. Minta Testimoni dengan Klien yang Sebelumnya

    Mengingat pembangunan rumah akan memakan waktu yang lama mulai dari 3 bulan hingga bertahun-tahun, calon klien harus mengetahui sifat dan kebiasaan arsitek. Hal ini untuk menghindari konflik, kesalahpahaman, dan hal-hal yang mempersulit ketika pembangunan berlangsung.

    “Minta si arsiteknya, ‘Kenalin dong sama klien yang lagi dikerjakan, saya mau ngobrol’. Harusnya kalau misalnya dia arsitek yang oke, dia akan fine-fine aja untuk rekomendasiin. ‘Oh bicara aja nih sama klien saya yang ini’. Jadi sifat-sifat si klien, si arsitek, kita bisa tahu,” jelas Denny.

    4. Jujur dan Terbuka kepada Arsitek

    Denny mengatakan setiap arsitek pasti ingin mewujudkan konsep klien. Bahkan arsitek dilatih untuk bisa berfikir panjang mengenai hal-hal yang mungkin tidak diketahui klien, seperti material yang aman atau alternatif desain yang lebih cocok untuk konsep rumahnya. Hal-hal tersebut merupakan tugas arsitek untuk mempersiapkan.

    “Arsitek kan bacaannya dari A sampai Z, klien mungkin searching-nya baru A sampai C gitu ya. Jadi ya rasanya kalau kita bayar mahal tentunya harus ada sesuatu yang dihasilkan sama si arsitek. Arsitek itu selayaknya bertindak sebagai pengacaranya klien. Dia harus ada di posisinya klien untuk menjaga, memastikan keselamatan klien itu menjadi prioritas yang utama,” ungkapnya.

    Klien juga perlu komunikatif dengan mengungkapkan secara jelas dan jujur mengenai konsep yang diinginkan dan penilaian terhadap usulan ide dari arsitek. Cara ini untuk menghindari kesalahan ketika proses perencanaan dan pada saat pembangunan.

    Banyak ditemukan beberapa klien yang labil dan meminta ganti desain ketika pembangunan sudah berjalan. Selain menyita biaya, waktu pembangunan juga semakin lama.

    “Jadi kalau misalnya dia udah punya referensi gambar dan lain-lain mungkin itu akan jadi satu hal yang membantu,” tutur Denny.

    Tugas Arsitek

    Denny menegaskan tugas seorang arsitek tidak hanya untuk menggambar dan mendesain, melainkan memastikan seluruh desain itu dapat terlaksana menjadi sebuah bangunan. Karya arsitek itu bukan gambar, karya arsitek itu bangunan. Oleh karena itu, arsitek akan hadir dan mengawasi pembangunan dari awal hingga akhir.

    Arsitek tidak bekerja sendirian, melainkan ada teknik sipil atau ahli struktur, kontraktor, interior desainer, dan tukang bangunan. Sebab, ada beberapa pekerjaan yang harus mengandalkan profesi lain yang lebih ahli.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pakai Arsitek? Ini Estimasi Biaya Jasa Desain Rumah



    Jakarta

    Untuk menjamin pembangunan rumah aman, hasilnya layak huni, dan dapat selesai tepat waktu, dibutuhkan tenaga ahli seperti arsitek. Sebab, arsitek bukan hanya bertugas dalam menggambar desain bangunan, melainkan turut mengawasi dan memastikan pembangunannya berjalan dengan benar.

    Pentingnya peran arsitek dalam pembangunan rumah juga diakui negara. Bahkan salah satu syarat Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) adalah harus memiliki dokumen dengan tanda tangan arsitek yang memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA).

    Namun, kendala yang sering ditemui adalah banyak orang tidak tahu berapa biaya yang dibutuhkan untuk memakai jasa arsitek.


    Menanggapi hal ini, Arsitek Denny Setiawan menyampaikan, biaya jasa arsitek tergantung pada masing-masing arsitek, pengalamannya, dan luas bangunan yang akan dibangun. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) telah menetapkan harga minimum jasa arsitek yang adalah Rp 200 ribu per meter persegi.

    Biaya tersebut juga akan berbeda tergantung pada permintaan dari konsumen, apakah mereka ingin hanya digambarkan atau sekaligus dengan mengawasi pembangunan. Apabila dengan mengawasi pembangunan, konsumen juga bisa memilih sekaligus tukang atau tidak.

    “Tukang dan lain-lain itu bisa si arsitek, sifatnya hanya merekomendasikan. Dan apabila si klien mempunyai tukang sendiri, arsiteknya harus bisa bekerja sama dengan tukangnya tersebut. Tapi ada skema kedua, skema design and build namanya. Jadi si arsitek juga merangkap kontraktor, jadi arsiteknya menyediakan tukangnya,” terang Denny kepada detikProperti, Rabu (28/5/2025).

    Selain itu, tugas arsitek berbeda dengan kontraktor. Arsitek mempunyai peran penting dalam proses pembangunan karena seseorang yang mengetahui secara pasti konsep rumah tersebut adalah arsitek. Kontraktor bekerja berdasarkan arahan dari arsitek.

    Arsitek bahkan bisa juga merangkap sebagai interior desainer berdasarkan permintaan konsumen. Namun, konsumen juga berhak menunjuk interior desainer khusus untuk rumah mereka.

    Nantinya, arsitek juga tidak akan bekerja sendirian. Arsitek akan dibantu oleh teknik sipil atau ahli struktur terutama untuk menentukan komposisi material yang dibutuhkan, misalnya untuk menentukan jumlah besi yang dibutuhkan. Bagian ini tidak bisa dilakukan oleh kontraktor apalagi tukang bangunan karena teknik sipil sudah dibekali pemahaman dan memang dipersiapkan untuk tugas tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pentingnya Bangun Rumah Tak Hanya Asal Lihat Desain Bagus di Internet



    Jakarta

    Banyak masyarakat yang mendambakan hunian nyaman dengan mengusung konsep sesuai keinginan. Saat ini, ada beberapa konsep rumah yang sedang jadi tren, mulai dari minimalis, modern, hingga industrial.

    Sebenarnya, sah-sah saja seseorang untuk memiliki sebuah rumah yang sesuai dengan keinginannya. Ide tersebut bisa disampaikan kepada arsitek agar bisa merancang dan membangun hunian sesuai kebutuhan pemilik, sekaligus mengutamakan nilai estetika.

    Wildan selaku Tim Konstruktor Rebwild Construction mengatakan, terkadang ada beberapa orang yang mendapatkan ide menarik dari internet dan ingin diaplikasikan pada huniannya. Meski hal itu tidak salah, tetap penting untuk berkonsultasi dengan arsitek agar menyesuaikan dengan konsep rumah yang tengah dibangun.


    “Kalau dari saran kami ya, karena banyak kejadian orang tahunya dari sosmed, dia mau mengaplikasikan ke rumahnya. Biasanya itu nggak akan ketemu nantinya, kurang ideal lah,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (9/6/2025).

    “Misalnya dari sisi pemasangan jendela aja, oh dia maunya yang setinggi ini padahal itu menurut kami nggak bagus. Karena kami sering bangun, jadi kita bisa tahu pas apa enggaknya,” jelasnya.

    Meski begitu, Wildan mengungkapkan kalau desain yang ada di internet nggak semuanya tidak cocok untuk diaplikasikan ke hunian. Ada beberapa desain yang memang cocok karena sesuai dengan konsep hunian.

    Wildan mengingatkan, jika ingin mengambil ide-ide seperti desain interior rumah sebaiknya cari yang sesuai dengan konsep hunian. Langkah ini agar tidak melenceng dari konsep awal rumah dan akhirnya tempat tinggal jadi tidak terlihat estetis.

    “Jadi rumahnya berantakan karena konsepnya beda. Mau minimalis jadi industrial, dari industrial mau dijadikan rumah sederhana. Konsep rumahnya jadi nggak terstruktur,” jelasnya.

    Selain itu, Wildan kerap menemukan beberapa konten yang keliru di media sosial terkait konstruksi rumah. Menurutnya, sebagian konten itu hanya mengincar viral saja sehingga tidak memberikan informasi penting kepada masyarakat.

    “Karena banyak konten-konten sekarang yang menurut saya mereka itu hanya kasih ‘kulit’ nya saja, tapi informasinya nggak dikasih secara benar. Karena ilmu (konstruksi) itu kan lumayan mahal ya, jadi nggak bisa sembarangan orang,” ungkapnya.

    “Misalnya saya pernah lihat ada konten tentang konstruksi rumah yang sloof-nya bagus, ukurannya besar, tapi saya lihat besinya itu kurang. Wah, ini bahaya sebenarnya,” pungkas Wildan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah Perlu Arsitek atau Cukup Tukang? Ini Penjelasan Para Ahli



    Jakarta

    Ketika ingin memiliki rumah, pilihannya adalah membeli rumah yang sudah jadi atau membangun sendiri. Jika melihat di lapangan, kebanyakan lebih memilih untuk membangun rumah sendiri. Pemiliknya mencari lahan kosong, lalu menggaet tenaga profesional yang memahami soal konstruksi untuk membangun rumah.

    Mungkin yang ada di pikiran banyak orang, saat membangun rumah, kita hanya perlu mencari tukang yang andal. Lalu, membeli materialnya. Namun, sebelum membangun rumah, kita perlu membuat desain bukan? Desain rumah merupakan panduan ketika membangun rumah, kemudian butuh konsultasi mengenai material yang bisa digunakan. Profesi yang cocok untuk bagian ini tidak lain adalah arsitek.

    Jadi, ketika membangun rumah kita butuh arsitek atau tukang saja sudah cukup?


    Arsitek Denny Setiawan mengatakan, dalam setiap pembangunan wajib ada andil arsitek di dalamnya. Baik dalam menggambar hingga pembangunan selesai. Arsitek bukan hanya bertugas untuk menggambar desain rumah, melainkan memastikan bangunan tersebut aman ditempati. Mereka juga berkewajiban mengawasi pembangunan dan memberi arahan kepada kontraktor serta tukang dalam pembangunan.

    “Arsitek itu tidak hanya mampu menggambar dan memvisualisasikan, tapi mereka harus sudah diuji oleh Dewan Arsitek Indonesia bahwa mereka capable (mampu) untuk melakukan pekerjaan arsitektur. Ujian itu juga menyangkut pada kemampuan teknis dalam hal pengawasan,” katanya kepada detikProperti, Rabu (28/5/2025).

    Setiap arsitek juga wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) yang berlaku selama 5 tahun. Setelah itu, arsitek wajib memperbaruinya dengan mengikuti ujian. Cara ini juga bermanfaat untuk memperbarui pengetahuan mereka dengan ilmu arsitektur yang baru dan kekinian.

    Keberadaan arsitek tidak hanya penting dalam proses pembangunan atau renovasi, mereka juga ada yang bertanggung jawab dalam desain tata ruang kawasan atau kota hingga desain furniture atau perabotan.

    Denny mengatakan tukang juga penting, tukang merupakan pekerja konstruksi yang memiliki keterampilan dalam membangun atau memperbaiki bangunan. Namun, dalam pembangunan rumah, keduanya harus terlibat bersama-sama.

    Sementara itu, kontraktor sekaligus CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat menyatakan tukang perlu diawasi oleh seseorang yang dapat memastikan kelancaran pembangunan yakni arsitek dan kontraktor. Sebab, tukang bangunan hanya dibutuhkan tenaga kerjanya saja dan tidak perlu melalui proses konsultasi maupun tanda tangan kontrak sebab jasa ini tidak memiliki izin usaha. Hal ini bisa menyulitkan jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

    “Sementara itu, jika Kamu sempat untuk mengawasi semua baik dari pengelolaan, material, tenaga kerja, upah, dan lain-lain. Maka Kamu bisa pakai jasa tukang bangunan yang hanya tenaga kerjanya saja yang kamu butuhkan. Biasanya penggunaan jasa tukang bangunan ini tidak memiliki izin usaha, tetapi melalui mulut ke mulut sesuai rekomendasi. Pilihan jasa tukang bangunan juga bisa dilihat kredibilitasnya dari sertifikasi tukang bangunan,” ucap Taufiq.

    Terpisah, Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki menyampaikan, tukang bangunan bukan opsi yang tepat untuk menyerahkan pembangunan rumah yang dimulai dari 0. Mereka tidak memiliki kepastian dalam menilai estimasi pengerjaan dan komitmen. Belum lagi angka biaya pengeluaran yang dapat melebar kemana-mana.

    “Lainnya dengan tukang bangunan, karena nggak ada kesepakatan kontrak dan transparansi kemungkinan juga ada kasus seperti ditinggal mandor, dan jika hal itu terjadi tidak ada badan hukum yang bisa mengurus hal itu. Dari segi biaya tidak menentu dan berpotensi angka biaya rumah jebol,” ucap Panggah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Tergelincir di Kamar Mandi, Ini Tips Pilih Lantai Anti Selip dari Arsitek



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan ruangan yang selalu basah. Banyak kejadian orang terpeleset saat berada di kamar mandi karena lantainya licin. Kejadian seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena beberapa kasus ada yang sampai merenggut nyawa.

    Cara mencegah hal kejadian seperti ini adalah dengan memilih lapisan lantai yang tepat. Menurut Arsitek Denny Setiawan pilih material lapisan lantai kamar mandi yang tidak licin atau anti selip.

    Ia menjelaskan di kamar mandi biasanya terdapat 3 area, yakni area basah yang biasa digunakan untuk mandi serta dua di antaranya adalah area kering untuk make up atau tempat cermin dan kloset.


    Dari ketiga area tersebut, yang paling disarankan untuk memakai lapisan lantai anti selip adalah area basah. Sementara area cermin dan kloset masih diperbolehkan untuk memakai keramik halus tanpa anti selip.

    “Di area basah, tentunya harus (keramik) bertekstur karena kemungkinan bersentuhan dengan sabun atau sampo. Itu membuatnya jadi licin. Jadi memang sebaiknya di 2 area dalam kamar mandi dipisah berdasarkan tekstur dari penutup lantainya,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Jumat (4/7/2025).

    Beberapa jenis pelapis lantai yang anti selip adalah granite tile, keramik bertekstur, andesit, basalto, granit alam, dan marmer dengan finishing honed.

    “Beberapa produsen granite tile sekarang sudah membuat yang anti selip. Jadi walaupun dia halus dan terlihat polish, tapi kalau kita injak atau terkena air pun dia akan anti selip,” tambahnya.

    Selain pemilihan keramik yang tepat, ia juga menekankan bahwa kebersihan sangat mempengaruhi licin atau tidaknya lantai kamar mandi. Sebab, selain karena bekas sabun, lantai kamar mandi bisa licin karena aktivitas jamur di lantai kamar mandi yang lembap. Material lantai yang semula anti selip tetap berisiko licin karena lumut tersebut.

    Kemudian, cara memilih material lantai kamar mandi lainnya adalah pilih ukuran ubin sesuai dengan luas. Apabila ukuran kamar mandi kecil, pakai ubin berukuran kecil untuk menghindari banyak sisa ubin yang tidak terpakai.

    “Lantainya lebar biasanya akan banyak potongan di keramiknya. Jadi keramik kecil lebih efektif karena nggak perlu ada potongan. Yang kedua, kamar mandi itu biasanya lantainya harus membutuhkan kemiringan supaya air bisa mengalir. Jadi dengan keramik kecil, si tukang atau pembangun bisa mengarahkan dengan mudah,” jelasnya.

    Kemiringan lantai kamar mandi, kata Denny, sekitar 1-2 cm. Kemiringan tersebut mengarah ke lubang pembuangan air atau flood drain.

    “1-2 cm cukup sepertinya. Air pasti akan masuk flood drain. Kemudian air dari kamar mandi itu diresapkan di sumur resapan,” jelasnya.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Cuma Tukang, Ahli Ini Harus Terlibat Saat Bangun Rumah biar Nggak Ambruk


    Jakarta

    Saat bangun atau renovasi rumah, sosok yang pasti terlihat setiap hari di lokasi konstruksi adalah tukang. Sebenarnya di balik itu, ada banyak pihak yang harus terlibat untuk memastikan ketepatan dan keamanan konstruksi. Kira-kira siapa saja ya?

    Menurut arsitek sekaligus dosen di Binus University Denny Setiawan ketika membangun dan renovasi rumah beberapa ahli perlu terlibat di dalamnya. Sebab, sebelum memulai proyek, perlu ada sebuah desain bangunan yang merupakan syarat wajib untuk mendapat izin membangun dari pemerintah. Izin ini disebut dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

    Berikut beberapa ahli yang perlu terlibat dalam setiap pembangunan.


    1. Ahli Sipil

    Saat membangun dan merenovasi rumah, hal pertama yang harus dipastikan adalah keamanannya. Proses pengecekan ini dilakukan oleh ahli sipil atau insinyur sipil.

    “Keselamatan itu ahli sipil, ahli struktur. Itu perlu dilibatkan dan penting sekali perannya untuk menjamin bangunannya layak fungsi atau tidak,” kata Denny saat dihubungi detikcom, pada Kamis (2/10/2025).

    2. Arsitek

    Arsitek dikenal sebagai profesi yang berkutat pada gambar dan desain bangunan. Dalam proses pembangunan, arsitek bukan hanya sebagai pembuat desain, melainkan nahkoda pada proyek tersebut. Ia harus memastikan hingga akhir pembangunannya tepat dan sesuai dengan perencanaan awal.

    “Arsitek membangun atau mendesain sesuai dengan apa yang seharusnya,” jelasnya.

    3. Kontraktor

    Denny menjelaskan, arsitek dan ahli sipil sebenarnya sudah cukup memastikan pembangunan berjalan lancar dan aman. Namun, apabila ingin memakai jasa kontraktor juga tidak masalah.

    “Arsitek berkewajiban menjaga sampai bangunan itu sesuai dengan apa yang digambar. Jadi kalau ada arsitek, otomatis ada kontraktor. Kecuali kliennya sendiri yang meminta tidak ada kontraktor,” terangnya.

    4. Tukang

    Terakhir adalah tukang. Mereka adalah ahli-ahli pembangunan yang merealisasikan ide dari pemilik rumah dan arsitek. Mereka bekerja berdasarkan arahan dan aturan dari arsitek dan ahli sipil.

    Itulah sosok ahli yang harus ada di setiap pembangunan dan renovasi, jangan sampai asal-asalan menyerahkan pembangunan kepada orang yang tak berpengalaman ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com