Tag: art

  • 5 Tips Memilih ART Jempolan



    Jakarta

    Merekrut asisten rumah tangga (ART) sering jadi cerita yang bikin pemilik rumah panas dingin. Pengalaman negatif sering bikin kita enggan memakai jasa ART, tapi di sisi lain tenaganya sangat diperlukan untuk membantu meringankan pekerjaan rumah.

    Mereka bisa membantu membersihkan rumah, memasak hingga mencucui dan mengurus anak. Maka nggak heran kalau jasa ART banyak dicari oleh banyak orang, terutama oleh mereka yang tinggal di kota-kota besar.

    Terus bagaimana ya biar terhindar dari risko-risiko yang tidak diinginkan ketika mempekerjakan ART?


    Dari ulasan yang dikutip dari Dilansir dari Lifepal, berikut lima hal yang harus diperhatikan dalam memilih ART.

    1. Gunakan Jasa ART Sesuai Kebutuhan

    Sebelum memutuskan memilih asisten rumah tangga, kamu disarankan untuk memberi tahu kriteria ART yang sedang dicari dan dibutuhkan.

    Jika menggunakan layanan penyalur ART maka sebutkan kriteria jelasnya, seperti usia, pengalaman kerja, hingga keterampilan ART yang ingin dipekerjakan.

    Dengan begitu akan lebih mudah bagi agen penyalur atau teman dan keluarga yang ingin membantu mencarikan asisten rumah tangga untukmu.

    2. Pastikan ART yang Bisa Dipercaya

    Keamanan di dalam rumah sangat penting banget untuk kamu yang pengin mempekerjakan ART. Makanya usahakan mencari orang yang bisa dipercayai buat bekerja di rumah nantinya.

    Selain itu, usahakan juga mendapatkan ART dari sumber yang dipercaya. Kamu juga harus mengetahui pengalaman kerja hingga latar belakang ART tersebut.

    Kamu bisa melakukan wawancara singkat sebelum merekrut mereka. Mengetahui di mana mereka tinggal juga bisa membantu kamu menyelesaikan permasalahan di masa depan.

    3. Negosiasikan Upah dan Jam Kerja dengan Jelas

    Kamu harus menyediakan biaya untuk menggaji ART dari pengeluaran wajib setiap bulannya. Tentu akan berbeda ART yang bekerja full setiap hari dengan ART yang hanya bekerja harian atau pulang-pergi.

    Selain itu, perhatikan juga antara gaji yang diberikan dengan pekerjaan ART. Jangan sampai ART bekerja tanpa mengenal waktu dan melebihi kapasitas pekerjaannya.

    Negosiasikan dengan jelas dengan ART yang mau kamu rekrut untuk mencegah timbulnya kerugian bagi kedua belah pihak.

    4. Buat Kontrak di Atas Hitam Putih

    jika sudah cocok dengan kriteria ART maka langkah selanjutnya adalah membuat surat kontrak kerja secara tertulis. Ini agar hak dan kewajiban kedua belah pihak terpenuhi.

    Hal-hal yang harus ada dalam surat kontrak kerja ini seperti besar gaji, jumlah cuti, jam kerja, tugas harian, dan lainnya. Tidak lupa uang THR hingga benefit lainnya.

    5. Jangan Bayar Gaji dengan Uang Tunai

    Pandemi mengakselerasi digitalisasi di masyarakat Indonesia, termasuk dalam urusan transaksi uang yang kini lebih banyak dilakukan secara online. Hal ini juga bisa digunakan kamu yang mempekerjakan ART di rumah, terutama untuk memberi uang untuk berbelanja hingga menggaji ART.

    Pemberi kerja ART bisa menggunakan berbagai platform seperti dompet digital untuk menggaji ART agar lebih aman dan mudah. Misalnya aplikasi DANA yang dalam rangka kampanye WWB Women Domestic Workers memberikan berbagai keuntungan, baik untuk pemberi kerja maupun untuk ART yang menggunakan aplikasi tersebut.

    Keuntungan tersebut di antaranya pertama, kirim uang bisa langsung ke nomor ponsel dan tanpa rekening bank. Kedua, gratis kirim uang ke kampung, bisa ke sesama DANA & semua bank. Tentu keuntungan kedua ini sangat bermanfaat untuk ART yang merantau dari kampungnya. Ketiga, bisa ditarik tunai di Alfamidi, DAN+DAN, dan pegadaian.

    Keempat, langsung ada bukti transfernya dan tercatat di Riwayat Transaksi. Kelima, bisa sekalian simpan uang juga di DANA Goals. Sebagai catatan, pastikan juga antara pemberi kerja dan ART-nya sudah meng-upgrader DANA Premium untuk menikmati semua kemudahan ini.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tanda ART yang Harus Segera Kamu Cut!



    Jakarta

    Kesibukan di ibu kota kadang membuat kita tak memiliki waktu untuk membersihkan rumah atau mengerakan pekerjaan rumah lainnya seperti mencuci piring dan mencuci baju.

    Dalam situasi seperti ini, tenaga asistem rumah tangga (ART) tentu bisa jadi solusi untuk menjawab permasalah tersebut. Tapi, hati-hati dengan ART nakal.

    Mengutip theAsianparent, Minggu (4/2/2024), berikut ini 4 tanda ART yang harus segera kau cut!


    1. Berulangkali Melanggar Aturan di Rumah

    Setiap pemilik rumah tentu memiliki aturan masing-masing di rumah. Seperti, jam bertamu, larangan merokok di dalam ruangan dan sebagainya. Hal itu penting untuk menjaga rumah tetap kondusif seperti yang kita inginkan.

    Tapi, ada kalanya, ART yang kita rekrut abai dengan aturan tersebut meski telah beruang kali diberi tahu. Kalau pelanggaran sudah terjadi berungkali, ada baiknya kamu mulai mempertimbangkan untuk mengucapkan selamat tinggal pada ART kamu.

    2. Bersikap Kasar saat Mengasuh Anak

    Untuk aspek yang satu ini tak ada toleransi.

    Kalau kamu melihat tanda-tanda mencurigakan pada ART kamu seperti sulit mengendalikan emosi, ada baiknya kamu pikir-pikir lagi untuk mempekerjakannya lebih lama.

    Ini juga berlaku untuk perilaku lain yang mungkin meningkatkan risiko anak kamu celaka ketika diserahka di bawah pengawasannya. Perilaku yang dimaksud seperti sering lupa mengunci pintu dan jendela.

    3. Nggak Mau Belajar soal Pekerjaannya

    Tak peduli tingkat pendidikannya, ART sudah sepatutnya mau belajar hal baru mengembangkan keterampilannya dalam menjalankan tugas.

    Adaptasi yang baik dengan lingkungan rumah tempat ia bekerja bisa membantu ART bekerja lebih efektif dan efisien.

    Sering gagal menjalankan tugas menjadi bukti bahwa ART kamu nggak bisa beradaptasi atau bahkan ogah menyesuaikan diri untuk bekerja dengan baik di rumah kamu.

    4. Mencuri

    Aspek yang satu ini nggak perlu dijelaskan panjang lebar. Mencuri itu dilarang, apa lagi kalau itu dilakukan berulang.

    Jangan ragu memberhentikan ART kamu bila sekali saja ketahuan melakukan pencurian di rumah kamu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Asal Usul Kaca, Pernah Jadi Aksesoris Makam Raja Mesir



    Jakarta

    Kaca saat ini merupakan barang biasa yang kamu temukan di mana saja, seperti gelas, jendela, pintu, dan lain sebagainya. Kaca adalah bahan padat organik yang biasanya transparan atau tembus cahaya namun keras.

    Kaca dibuat dengan mendinginkan bahan-bahan cair seperti pasir silika dengan kecepatan yang cukup untuk mencegah pembentukan kristal yang terlihat. Pada awalnya, kaca merupakan barang yang sangat berharga bagi para raja.

    Dilansir dari Smithsonian Magazine, Senin (21/10/2024), ribuan tahun lalu firaun Mesir Kuno mengelilingi diri mereka dengan berbagai benda, termasuk yang berbahan kaca, bahkan saat meninggal. Makam Raja Tutankhamen menyimpan palet tulis dekoratif dan dua sandaran terbuat dari kaca padat.


    Nah, berikut ini adalah informasi lebih lanjut terkait asal usul kaca.

    Sejarah Kaca

    Melansir Britannica, sejarah kaca sebagai seni kreatif yang ditentukan oleh kemajuan teknis dalam pembuatanya. Kaca pertama kali dibuat sejak zaman dahulu kala, tetapi asalnya masih belum jelas.

    Manik-manik kaca Mesir merupakan benda kaca paling awal yang diketahui yaitui sekitar 2500 SM. Kemudian dalam peradaban Mesir, jenis kaca yang ditandai dengan pola benang berwarna seperti bulu atau zig-zag pada permukaan wadah kaca dibuat.

    Asal muasal kaca modern adalah di Alexandria pada masa Ptolemaik dan di Roma Kuno. Para pengrajin Alexandria menyempurnakan teknik yang dikenal sebagai kaca mosaik yang terdiri dari potongan-potongan kaca dengan warna berbeda yang dipotong melintang.

    Kaca millefiori yang potongan-potongan kacanya dipotong sedemikian rupa sehingga menghasilkan desain yang menyerupai bentuk bunga, merupakan salah satu jenis kaca mosaik.

    Kaca cetak juga dikembangkan lebih awal. Pembuatannya, kaca ditekan ke dalam cetakan untuk membentuk bentuk tertentu. Berbagai jenis dekorasi yang melibatkan ukiran dan warna juga dimungkinkan.

    Perkembangan besar berikutnya dalam sejarah kaca terjadi pada abad ke-15 di Venesia. Sejak abad ke-13, pulau Murano di Venesia menjadi pusat pembuatan kaca.

    Pada awalnya, para pembuat kaca Venesia memanfaatkan banyak teknik dekoratif kuno dan abad pertengahan untuk menghasilkan karya-karya berwarna dan ornamen yang kaya dengan motif khas Renaisans Italia.

    Akhir abad ke-17 hingga ke-20, Bohemia menjadi daerah penghasil kaca yang penting. Pada abad ke-17, Inggris membuat kaca dalam tradisi Venesia yang terkenal karena kesederhanaannya.

    Sekitar tahun 1675, pembuat kaca George Ravenscroft menemukan bahwa penambahan timbal oksida ke kaca jenis Venesia menghasilkan kaca yang lebih pada dan berat.

    Pada periode Art Nouveau, terjadi beberapa perubahan penting. Louis Comfort Tiffany menciptakan kaca favrile dengan bentuk mengalir yang berasal dari bentuk-bentuk alami dan permukaan yang berkilau.

    Hingga saat ini, perkembangan pada kaca tidak hanya digunakan untuk seni atau aksesoris saja. Barang-barang rumah tangga banyak dijumpai yang dibuat dari bahan dasar kaca, seperti gelas, pintu, dan lain sebagainya.

    Ketahanan dan fungsi yang dimiliki juga memiliki perkembangan, seperti kaca untuk aquarium yang memiliki ketahanan dan ketebalan yang sangat tinggi.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Pakai Handuk Warna-warna Berikut, Ini Sederet Alasannya


    Jakarta

    Handuk memiliki beragam warna yang sering digunakan, seperti hijau, kuning, putih, dan lainnya. Namun, ada beberapa warna yang sebaiknya tidak digunakan.

    Hal itu karena bisa membuat handuk cepat kotor atau bahkan tidak terlihat kotor dan terus menerus dipakai padahal bisa menimbun kotoran. Maka dari itu, kamu bisa mempertimbangkan warna-warna berikut ini sebelum membeli handuk.

    Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini beberapa warna handuk yang sebaiknya dihindari.


    Putih Terang

    Dilansir dari Homes & Gardens, warna putih terang memang sering digunakan pada handuk. Akan tetapi, untuk menjaga warnanya tetap putih terang cukup sulit.

    Jika sering digunakan dan dipakai, bukan tidak mungkin warnanya bisa kusam meski sudah dicuci.

    Hitam

    Handuk berwarna hitam bisa menjadi pilihan bagi kamu yang tidak ingin menggunakan warna terang. Dilansir dari Livingetc, warna ini juga bisa membuat kotoran pada handuk tidak terlihat. Namun, hal ini justru bisa membuat handuk lebih kotor.

    “Semakin gelap handuknya, semakin kotor pula handuk tersebut karena noda tidak terlihat,” kata manajer pemasaran di Sheridan, Ruth Stevens.

    Dari sudut pandang estetika, handuk hitam juga dapat terlihat terlalu gelap di kamar mandi.

    “Meskipun tampak elegan, handuk hitam sebenarnya dapat membuat kamar mandi terasa lebih kecil dan gelap, yang tidak ideal untuk ruangan yang seharusnya terasa terbuka dan menarik,” jelas Liam Davis, pakar warna dan Sejarawan Seni di Art File Magazine.

    Merah

    Handuk warna merah juga sebaiknya dihindari. Dari perspektif psikologi, warna ini mungkin agak mencolok untuk ruangan yang kecil.

    “Meskipun warnanya berani dan penuh gairah, ini bukan pilihan terbaik untuk handuk mandi. Warna ini bisa terlalu merangsang dan beberapa orang mengatakan warna ini bahkan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga sulit untuk rileks setelah mandi,” kata Liam.

    Abu-abu Muda

    Penggunaan warna ini justru bisa membuat handuk tampak kusam setelah beberapa kali cuci. Maka dari itu, sebaiknya hindari warna ini.

    Kalau kamu menggunakan warna netral, bisa memilih beige. Warna tersebut bisa membuat suasana terasa santai.

    Itulah beberapa warna handuk yang sebaiknya tidak dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang! Ini Titik Terbaik CCTV untuk Lindungi Rumah Saat Mudik



    Jakarta

    Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum pergi mudik, terutama yang berkaitan dengan keamanan rumah. Sebab, banyak aksi kriminal seperti pencurian atau pembobolan rumah. Hal ini membuat orang sering khawatir meninggalkan rumah saat mudik.

    Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan rumah adalah menggunakan teknologi seperti CCTV. Melansir dari artikel ilmiah yang ditulis oleh Andi Adriansyah, Mirzanu Rizki GM, dan Yuliza dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Mercu Buana, CCTV kepanjangan dari Closed Circuit Television yang merupakan sebuah perangkat kamera video digital untuk mengirim sinyal ke layar monitor di suatu ruang atau tempat tertentu. Hal ini yang membuat penggunanya dapat memantau situasi dan kondisi tempat dari jarak jauh.

    Menurut Mandepa seperti yang dikutip pada Jurnal Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis, tujuan memasang CCTV sebagai barang bukti tindak kejahatan yang telah terjadi sehingga CCTV mampu membantu menumbuhkan rasa aman dan tentram selama rumah ditinggal mudik.


    CCTV bukan lagi hal yang sulit didapatkan pada zaman sekarang. Penggunaan CCTV didukung oleh teknologi internet yang dapat diakses penggunanya kapanpun dan di manapun selama 24 jam. Maka, CCTV menjadi pilihan tepat ketika meninggalkan rumah selama mudik. Namun, penggunaan dan pemasangan CCTV juga harus diperhatikan supaya tepat sasaran dan dapat melihat ruangan secara menyeluruh.

    Mengutip dari situs Cnet, berikut beberapa tempat di rumah yang harus dipasang CCTV

    Pintu Depan

    Asosiasi Internasional Inspektur Rumah Bersertifikat menunjukkan data sebesar 34% pencuri masuk melalui pintu utama atau depan. Memasang CCTV di area pintu masuk dapat mengawasi setiap orang yang masuk atau keluar rumah, mulai dari anggota keluarga, ART, pengantar paket, dan yang lainnya. Kamu bisa letakkan CCTV dekat bel pintu rumah sebagai pilihan yang tepat.

    Pintu Belakang dan Samping

    Selain pintu depan, pintu lainnya seperti belakang dan samping juga merupakan area wajib dipasang CCTV. Menurut data dari NACHI, 22% pembobolan rumah terjadi melalui pintu belakang. Sebab, lokasi pintu belakang dan samping cenderung tidak terlihat dan memungkinkan orang bisa masuk tanpa sepengetahuan.

    Garasi dan Jalan Masuk

    Garasi juga menjadi salah satu sasaran umum bagi pencuri karena merupakan area titik masuk yang lemah. Arahkan CCTV ke garasi yang memperlihatkan mobil, motor, sepeda, dan peralatan lainnya. Selain itu, jika ada gerbang di ujung jalan masuk rumah, tambahkan juga CCTV yang mengarah ke sana agar dapat melihat siapa saja yang mencoba masuk.

    Halaman

    Halaman juga tak kalah penting untuk memantau siapapun yang mengintip rumah kamu. Arahkan CCTV ke halaman bisa menangkap aktivitas anak-anak, hewan, dan siapa saja. Pastikan juga kamera dapat menjangkau gerbang pagar atau pintu gudang di halaman.

    Dapur atau Ruang Tamu

    Menempatkan kamera CCTV di tempat berkumpulnya orang juga pilihan tepat untuk melihat aktivitas dalam ruangan. Area ini akan terlihat bagaimana ART, pengasuh, petugas perbaikan, bahkan hewan peliharaan beraktivitas. Selain itu, ruang tamu juga wajib menjadi area yang dipantau CCTV untuk melihat apakah ada aksi pembobolan atau tidak.

    Tangga dan Lorong

    Jika rumah kamu memiliki 2 lantai dan berlorong, pastikan juga menjangkau area tersebut. Sebab, pencuri bisa membobol ruangan lain seperti kamar tidur atau kamar mandi yang merupakan area tidak terpantau. Maka, untuk tetap bisa mengawasi, pasang di lorong atau tangga untuk memastikan kemana pencuri itu bergerak di dalam rumah.

    Akan tetapi, tidak semua bagian rumah dapat dipasang CCTV. Dua tempat berikut adalah area yang justru sebaiknya dihindari.

    Tempat yang Melanggar Privasi Tetangga

    Kamu perlu pastikan kamera tidak mengarah pada tempat yang menjadi privasi orang lain. Hal ini biasanya jika kamu memasang CCTV di luar rumah, pastikan tidak sampai mencakup area yang memperlihatkan isi rumah tetangga.

    Kamar Tidur dan Kamar Mandi

    Walau memantau rumah sendiri, sebaiknya tidak meletakkan CCTV di kamar tidur apalagi kamar mandi sebagai area privasi.

    Selain itu, berikut beberapa tips menempatkan CCTV yang tepat dan aman

    Di Luar Ruangan

    • Pasang kamera CCTV pada ketinggian 2,5 meter hingga 3 meter dari tanah. Ketinggian ini cukup rendah untuk menangkap detail tetapi cukup tinggi agar tidak mudah dijangkau pencuri.
    • Jangan arahkan kamera langsung ke matahari. Hal ini menyebabkan silau dan kontras tinggi pada rekaman kamera.
    • Pastikan kamera CCTV kedap air karena diletakkan di luar ruangan yang rentan terhadap cuaca panas atau hujan.
    • Hindari meletakkan dekat pohon atau semak sebab dapat tanaman itu dapat tumbuh dan menghalangi kamera.

    Di Dalam Ruangan

    • Letakkan di sudut ruangan karena dapat menjangkau pandangan seluas mungkin.
    • Bisa letakkan di rak jika tidak mau digantung di sudut.
    • Jangan arahkan ke jendela karena cahaya yang datang dari jendela dapat menurunkan kualitas rekaman.
    • Hati-hati terhadap pencahayaan lampu di dalam ruangan agar tidak menghalangi pandangan kamera.

    Itu dia cara menentukan posisi yang tepat dan pemasangan kamera CCTV di rumah selama ditinggal mudik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com