Tag: as

  • 8 Barang Rumah Tangga yang Tidak Boleh Dibersihkan dengan Baking Soda


    Jakarta

    Baking soda dikenal sebagai pembersih serbaguna yang sering digunakan untuk peralatan rumah tangga. Namun, meski memiliki banyak manfaat, tidak semua barang bisa dibersihkan dengan baking soda.

    Beberapa permukaan barang tertentu malah bisa tergores bahkan rusak jika terkena bubuk ini. Sehingga, mengetahui barang apa saja yang tidak bisa dibersihkan dengan baking soda begitu penting.

    8 Barang Rumah Tangga yang Tidak Boleh Dibersihkan dengan Baking Soda

    Beberapa barang yang tidak boleh dibersihkan dengan baking soda di antaranya yaitu kaca dan cermin, perabotan kayu, hingga kompor kaca-keramik. Mengutip laman Southern Living, House Digest, Real Simple dan Martha Stewart berdasarkan saran dari beberapa ahli, berikut di antaranya:


    1. Kaca dan Cermin

    Kaca dan cermin seringkali susah dibersihkan. Meski baking soda bisa menjadi pembersih yang baik, jangan gunakan bahan tersebut untuk membersihkan kaca dan cermin.

    Baking soda bersifat abrasif dan bisa meninggalkan goresan halus pada permukaan kaca dan cermin. Jika menumpuk seiring waktu, goresan halus tersebut bisa menyebabkan tampilan yang kusam.
    Jika ingin membersihkan kaca gunakan pembersih kaca atau larutan cuka dan air dan microfiber.

    2. Perabotan Kayu

    Sendok kayu sering digunakan untuk mengaduk sup atau semur. Hal tersebut bisa membuat banyak makanan menempel dan susah dibersihkan.

    Jangan gunakan baking soda karena bisa merusak permukaannya. Baking soda mengikis lapisan pelindung pada permukaan kayu, membuat kayu rentan lembab, noda, perubahan warna, lengkungan, hingga tampilan yang kusam seiring waktu.

    3. Panci dan Wajan Alumunium

    Baking soda juga tidak cocok digunakan untuk menghilangkan minyak pada panci dan wajan alumunium. Cara ini bisa menyebabkan oksidasi yang membuat peralatan masak berubah warna.

    4. Bahan Kulit

    Bahan kulit seperti yang terdapat di sofa, ikat pinggang, sepatu dan jaket tidak cocok jika dibersihkan dengan baking soda. Kulit mempunyai minyak alami yang menjaga bahannya tetap fleksibel. Jika minyak terkelupas, kulit bisa retak dan kehilangan keelastisannya.

    5. Barang dengan Permukaan yang Dicat

    Permukaan yang dicat, seperti dinding atau kursi tidak boleh dibersihkan dengan baking soda. Terdapat risiko natrium bikarbonat bisa menyebabkan cat terkelupas, tergores, atau memengaruhi permukaan yang halus.

    Jika ingin membersihkan barang yang dicat, gunakan pembersih yang memang dirancang untuk cat. Hal itu untuk menjaga cat dan mencegah kerusakan.

    6. Barang dengan Permukaan Marmer

    Kamu punya meja dapur atau lantai kamar mandi dari marmer? Jangan gunakan baking soda untuk membersihkannya. Bubuk baking soda bisa menyebabkan batu kehilangan kilaunya atau membuat goresan secara permanen.

    7. Perak Antik

    Baking soda bisa menggores atau merusak permukaan perak antik yang halus seperti peralatan makanan. Menurut Presiden Molly Maid, waralaba pembersih di AS, Marla Mock, baking soda bisa menghilangkan lapisan pelindung perak dan menyebabkan goresan mikroskopis pada perak.

    8. Kompor Kaca-Keramik

    Meski soda kue bisa digunakan pada beberapa kompor, jangan diaplikasikan pada kompor kaca-keramik. Baking soda bisa meninggalkan residu dan menggores permukaan. Pembuat kompor keramik EuroKera, merekomendasikan untuk menggunakan campuran cairan pencuci piring dan air dalam botol semprot dan spon lembut atau kain lembap untuk membersihkan sisa makanan yang tertinggal.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Belum, Semut Auto Kabur Jika Mencium 4 Aroma Ini!


    Jakarta

    Semut memiliki penciuman cukup tajam. Kamu pasti menyadari mereka bisa tiba-tiba muncul di rumah atau di dekat makanan. Hal ini dikarenakan mereka mencium bau sumber makanan.

    Hasil penelitian dari Universitas Vanderbilt AS mengungkapkan bahwa semut memiliki indera penerima bau empat hingga lima kali lebih luas daripada kebanyakan serangga lainnya. Indera penciuman yang kuat ini berfungsi untuk mempermudah semut mencari makanan dan berkomunikasi dengan semut lainnya.

    Jika merasa risih dengan kehadiran semut, kamu bisa mengusirnya dengan memasang perangkap beraroma yang mereka benci. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa aroma yang tidak disukai semut.


    1. Bubuk Kopi

    bubuk kopibubuk kopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Dilansir dari The Spruce, beberapa jenis kopi memiliki aroma yang tidak disukai oleh semut, salah satunya kopi arabika. Tetapi ada juga penelitian yang justru membuktikan sebaliknya, bubuk kopi malah menarik perhatian semut.

    2. Lemon

    kulit lemonkulit lemon Foto: Getty Images/iStockphoto/Diana Taliun

    Dilansir Planet Natural, kulit dari lemon mengandung d-limonene yang beracun bagi semut. Cara memasang jebakannya cukup dengan meletakkan kulit jeruk atau lemon di tempat semut suka berkumpul.

    3. Lada Hitam

    manfaat lada hitam untuk kesehatanmanfaat lada hitam untuk kesehatan Foto: Getty Images/iStockphoto

    Lada hitam merupakan salah satu bumbu dapur yang dapat memberikan rasa dan aroma yang khas pada makanan. Ternyata aroma dari lada hitam yang terkenal pedas dan cukup menyengat ini tidak disukai semut.

    Untuk memastikan semut tak muncul lagi di rumah, kamu bisa menaburkan lada hitam di sepanjang meja makan atau tempat-tempat yang biasa dikerumuni semut atau di dekat sarang-sarang semut. Tunggu beberapa waktu, kamu akan melihat jumlah semut yang berkeliaran di rumah akan berkurang.

    4. Cuka

    cukacuka Foto: Istimewa

    Cuka terkenal memiliki aroma yang tajam dan kuat. Aroma seperti ini tidak disukai oleh semut karena membingungkan mereka menuju makanan berada. Cara memasang perangkapnya cukup mudah yakni dengan mencampurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama. Lalu letakkan di tempat yang sering didatangi oleh semut atau di sekitar makanan.

    Itulah beberapa aroma yang bisa membuat semut pergi dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Orang AS Pakai Sandal di Dalam Rumah, Ternyata Ada Manfaatnya Lho!


    Jakarta

    Saat menonton film buatan negara barat seperti Amerika atau Eropa, kita sering melihat penghuni rumah memakai alas kaki seperti sendal atau sepatu di dalam rumah. Pemandangan tersebut cukup berbeda dengan yang ada di Indonesia di mana penghuni rumah biasa melepaskan alas kaki sebelum masuk ke rumah.

    Lantas, adakah alasan kenapa orang-orang Amerika sering memakai sendal di dalam rumah?

    Dilansir Know World Now, ada beberapa alasan dan faktor, berikut di antaranya.


    1. Melindungi Kaki dari Infeksi

    Banyak orang AS memilih memakai sepatu atau sandal di dalam rumah untuk melindungi kaki mereka dari kotoran dan serangga yang dapat menyebabkan infeksi. Mereka menilai cara ini jauh lebih aman daripada harus merasakan sakit dalam waktu yang lama.

    2. Mencegah Tergelincir

    Kemudian, negara di Amerika dan Eropa memiliki 4 musim. Biasanya saat musim dingin, rumah jauh lebih lembap. Lantai bisa lebih licin sehingga rawan tergelincir. Hal ini dapat membahayakan penghuni rumah terutama lansia. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari lima puluh persen orang berusia di atas 50 tahun pernah terjatuh saat mengenakan sol, sandal, atau kaus kaki tanpa sepatu. Alasannya adalah orang lanjut usia memiliki kulit kaki yang lebih kenyal dan indera yang lebih lemah, sehingga mereka tidak dapat menjaga keseimbangan saat berjalan, berdiri, atau berdiri di rumah.

    3. Lebih Nyaman

    Alasan paling umum banyak orang AS dan Eropa memakai sepatu atau sendal di dalam rumah adalah karena alasan kenyamanan. Mereka percaya jika alas kaki dapat membantu mereka tetap berdiri dan berjalan dengan baik, hangat, dan hangat di lingkungan mereka. Selain itu juga dapat melindungi kaki jika sering tersandung atau terbentur furnitur, sepatu dapat memberikan keamanan tambahan.

    4. Menjaga Kesehatan

    Kaki yang terlindungi tentu menjauhkan seseorang dari penyakit atau kecelakaan di rumah. Kemudian, mayoritas dokter juga menyarankan penggunaan sepatu dalam ruangan untuk meringankan penyakit kaki seperti plantar fasciitis, bunion, hingga cedera tulang kering.

    5. Melindungi Karpet dari Kotoran

    Jika menyadari, orang AS banyak yang memakai karpet pada lantai untuk menjaga lantai tetap dingin. Oleh sebab itu, beberapa orang beranggapan dengan memakai sepatu yang bersih tidak akan merusak karpet dibandingkan kaki yang tidak bersepatu.

    Sebab, kaki dapat mengeluarkan minyak yang nantinya terserap dan menumpuk pada bahan karpet. Seiring waktu, permukaan karpet dapat rusak karena minyak tersebut atau berubah warna menjadi kusam.

    6. Punya Jalan yang Lebih Bersih

    Ternyata mayoritas kota di Amerika Serikat memiliki jalan yang bersih seperti bebas dari lumpur dan kotoran yang dapat menempel pada alas sepatu dan sendal. Oleh karena itu, apabila alas kaki dipakai di dalam rumah, tidak akan membuat lantai kotor.

    Itulah beberapa manfaat memakai sandal di dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Handuk Bisa Jadi Sarang Mikroba Meski Tampak Bersih



    Jakarta

    Handuk memiliki bahan yang berbeda dari kain yang lain karena mampu menyerap air dengan cepat. Namun, serat atau bahan dari handuk ini ternyata juga bisa menyimpan banyak kotoran.

    Melansir dari situs BBC, tubuh kita masih dipenuhi oleh mikroba bahkan setelah kita mandi. Mikroba ini justru dapat berpindah ke handuk kita. Jadi, handuk tidak hanya menyimpan mikroba dari sumber lain seperti udara yang membawa bakteri, tetapi juga dari tubuh kita sendiri.

    Menyimpan handuk di kamar mandi juga tidak dianjurkan, sebab kamar mandi adalah area yang banyak air. Setiap penghuni rumah menyiram air di toilet, bisa saja mengenai handuk yang ada di dekatnya.


    Seiring berjalannya waktu, mikroba pada handuk lama-kelamaan dapat mengubah tampilan handuk. Bahkan, dalam waktu dua bulan, handuk bisa lebih memudar warnanya.

    Mikroba-mikroba dalam handuk ini memang sangat berbahaya, sebab menurut profesor biologi dari Universitas Simmons, AS, Elizabeth Scott, mengatakan bahaya mikroba pada handuk bisa berisiko terhadap penularan infeksi. Oleh karena itu, semakin lama seseorang menggunakan handuk maka semakin lama juga handuk bisa lembap dan menjadi tempat bertumbuhnya mikroba.

    Maka, solusinya adalah mencuci handuk secara teratur dapat membantu mengurangi infeksi bakteri. Scott menyarankan cuci handuk setiap seminggu sekali, tetapi jika seseorang sakit, maka handuk harus dicuci setiap hari.

    “Mereka perlu punya handuk sendiri dan handuk tersebut perlu dicuci setiap hari. Itulah yang kami sebut kebersihan terarah untuk menangani risiko,” ujar Scott.

    Scott juga menyarankan bahwa mencuci handuk berbeda dengan jenis kain yang lain. Handuk perlu suhu lebih panas sekitar 40 hingga 60 derajat celcius dan waktu yang lebih lama saat mencuci. Jika ingin dicuci pakai suhu rendah, bisa tambahkan pemutih untuk melawan mikroba pada handuk.

    Akan tetapi, menurutnya, cara paling efektif membersihkan handuk adalah dengan mencuci dengan desinfektan sekaligus deterjen sambil mengeringkan di bawah sinar matahari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Rumah Di Amerika Pakai Pagar Tanaman, Ternyata Ini Alasannya



    Jakarta

    Di Indonesia, pagar rumah umumnya terbuat dari besi yang kokoh dan tahan lama. Namun lain halnya dengan di Amerika Serikat, sebab banyak rumah yang justru menggunakan pagar tanaman. Apa alasannya?

    Ternyata, penggunaan pagar tanaman pada rumah-rumah di Amerika memiliki sejarah yang panjang. Mengutip situs National Gallery of Art, Senin (21/7/2025), telah ditemukan banyak catatan sejak 1700-an yang menyebut beragam kegunaan dari pagar tanaman.

    Pagar tanaman digunakan untuk berbagai keperluan praktis dan ornamen rumah. Pagar ini umumnya berfungsi sebagai pemisah di taman, melindungi tanaman yang rapuh dari angin kencang, menjaga properti dari hewan maupun manusia, menghalangi pandangan dari luar, penanda jalan setapak, hingga pembatas untuk sejumlah bunga atau tanaman di halaman.


    Memang, pagar tanaman dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah AS. Namun, jenis tanaman yang digunakan pada pagar cukup bervariasi tergantung pada tujuan pembuatan pagar dan kondisi iklim di daerah tersebut.

    Misalnya di daerah yang lebih hangat, maka tanaman yang digunakan biasanya pohon jeruk, yucca, atau mawar cherokee. Sementara untuk wilayah beriklim lebih dingin banyak menggunakan pohon cedar, cemara, dan juniper.

    Lalu di daerah pertanian, pagar tanaman cenderung dibuat dari rumput dan belukar yang ditanam rapat dan berjalin. Langkah ini dilakukan agar tanaman dapat menjadi penghalang yang rapat.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, salah satu alasan mengapa rumah di AS menggunakan pagar tanaman, terutama yang modelnya seperti pagar rumput adalah karena lingkungan perumahan di sana melarang dipasang pagar.

    “Kluster itu biasanya melarang pemilik rumah untuk membuat pagar. Makanya, untuk menjadi penanda teritori, mereka membuat pagar dari tanaman,” katanya kepada detikcom, Rabu (26/3/2025).

    Di sisi lain, rumah-rumah di AS biasanya telah memiliki keamanan lingkungan yang ketat. Dengan begitu, memasang pagar besi yang tinggi untuk melindungi properti dirasa kurang perlu karena keamanan adalah nomor satu.

    “Ada beberapa wilayah perumahan atau kluster gitu ya, yang keamanannya sudah dijamin dengan adanya satpam di depan,” tambahnya.

    Denny mengatakan pagar tanaman juga jauh lebih bagus untuk penghuni rumah. Soalnya, pagar ini menggunakan tanaman yang dapat memproduksi oksigen, menyaring debu, dan meminimalisir kebisingan dari luar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Menyebabkan Kamar Mandi Tergenang Air



    Jakarta

    Kamar mandi yang sering tergenang air bisa bikin tidak nyaman dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan maupun kerusakan struktur rumah. Air yang tak kunjung surut bisa menjadi sarang nyamuk, memicu lumut, dan menyebabkan lantai jadi licin hingga membahayakan.

    Masalah ini ternyata umum terjadi di banyak rumah, terutama yang sudah lama berdiri atau yang sistem drainasenya kurang optimal. Lantas, apa saja penyebab kamar mandi tergenang air? Simak 6 penyebab umumnya berikut ini.

    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Penyebab paling umum adalah saluran pembuangan yang tersumbat. Biasanya, sumbatan berasal dari rambut rontok, sabun, sampah kecil, atau endapan kotoran lainnya. Jika saluran sudah mampet, air pun sulit mengalir dan akhirnya menggenang.


    Menurut laman The Spruce, penyumbatan ringan bisa diatasi dengan larutan baking soda dan cuka, atau menggunakan alat seperti plumbing snake. Namun, untuk sumbatan parah, sebaiknya panggil jasa sedot WC atau tukang ledeng profesional.

    2. Kemiringan Lantai Tidak Sesuai

    Kemiringan lantai kamar mandi sangat penting untuk membantu aliran air menuju lubang pembuangan. Jika kemiringannya kurang atau bahkan rata, air akan menggenang dan tidak mengalir dengan baik.

    Mengutip laman Houzz, idealnya kemiringan lantai kamar mandi adalah sekitar 1-2% atau setara 1-2 cm setiap 1 meter ke arah floor drain. Jika kemiringannya tidak sesuai, perlu dilakukan renovasi ringan dengan cara mengupas dan meratakan ulang lantai.

    3. Floor Drain Kecil atau Tertutup

    Ukuran lubang pembuangan yang terlalu kecil juga bisa menyebabkan air tertahan. Apalagi jika floor drain sering tertutup kotoran atau penutupnya tidak memiliki lubang yang cukup besar. Cek apakah tutup lubang pembuangan perlu diganti dengan model yang lebih baik.

    Sumber dari Bob Vila, pakar renovasi rumah asal AS, menyarankan menggunakan penutup floor drain berbahan stainless steel dengan lubang lebar agar aliran air tidak terhambat.

    4. Penumpukan Sabun dan Sisa Sampo

    Sisa-sisa sabun, sampo, dan produk mandi lainnya bisa mengendap di saluran air dan menciptakan lapisan licin yang memperlambat aliran. Jika dibiarkan terus-menerus, endapan ini bisa mengeras dan memperparah sumbatan.

    Solusinya, bersihkan secara berkala saluran pembuangan dengan air panas dan cairan pembersih khusus yang aman untuk pipa.

    5. Kerusakan Pipa atau Sambungan

    Pipa yang bocor atau sambungan yang tidak rapat bisa menyebabkan air kembali keluar dan tergenang di permukaan lantai kamar mandi. Selain itu, air juga bisa merembes ke dinding atau bagian rumah lainnya.

    Jika ditemukan tanda-tanda kerusakan seperti rembesan di dinding, bau tidak sedap, atau lantai yang selalu basah, segera lakukan pemeriksaan pipa.

    6. Volume Air yang Berlebihan

    Kadang-kadang, volume air dari shower atau keran terlalu deras sehingga melebihi kapasitas saluran pembuangan. Hal ini bisa menyebabkan air menggenang sesaat, terutama jika floor drain tidak cukup besar atau dalam kondisi kurang bersih.

    HomeAdvisor, platform jasa rumah tangga asal Amerika Serikat, menyarankan untuk menyesuaikan tekanan air, terutama jika menggunakan shower dengan tekanan tinggi.

    Agar kamar mandi tetap kering dan nyaman, bersihkan saluran pembuangan minimal seminggu sekali, cek kemiringan lantai secara berkala, dan hindari membuang kotoran ke lubang drainase.

    Jika masalah tetap berlanjut, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan tukang bangunan atau jasa profesional untuk mengecek kondisi kamar mandi secara menyeluruh.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Suhu AC yang Ideal Agar Rumah Adem tapi Nggak Bikin Boncos



    Jakarta

    AC adalah salah satu ‘alat tempur’ yang kini menjadi pilihan teratas untuk mengatasi cuaca yang panas. Sepanas apa pun di luar, rumah harus tetap adem dan nyaman dengan pendinginan instan dari AC.

    Hal yang perlu penghuni rumah tahu, saat menggunakan AC suhu yang diatur harus sesuai. Sebab, salah atur suhu justru bikin suhu ruangan jadi terasa pengap atau terlalu dingin. Bukan hanya itu, salah atur suhu juga bisa bikin boros listrik karena AC perlu berusaha keras mengubah suhu ruangan.

    Dilansir dari USA Today, suhu AC yang ideal adalah 25-26 derajat Celcius, menurut program Energy Star dari Badan Perlindungan Lingkungan AS. Suhu ini dinilai bisa membuat nyaman penghuni rumah selama beraktivitas di dalamnya dan bisa menghemat listrik.


    Pengaturan suhu akan berbeda jika AC tersebut digunakan saat penghuninya tidur. Suhu AC yang ideal ketika seseorang tidur atau berada di kamar adalah 4 derajat lebih hangat dari suhu ideal. Dengan catatan pada malam hari suhu di luar memang lebih dingin, jadi suhu AC bisa diatur menjadi 29 derajat Celcius.

    Namun, apabila suhu saat malam hari tidak jauh berbeda dengan siang hari, tidak perlu mengubah suhu AC jadi 29 derajat Celcius karena bisa buat penghuninya nggak nyaman karena kegerahan.

    Tips lain untuk membuat rumah jadi lebih sejuk adalah dengan memaksimalkan berbagai sumber selain AC, seperti membuka jendela tetapi dengan tirai yang tertutup. Udara segar akan tetap masuk ke rumah, tetapi cahaya matahari tidak dapat langsung masuk ke dalam rumah.

    Lalu, kurangi perabotan rumah tangga yang sering menghasilkan panas. Lalu apabila tidak ingin menggunakan AC 24 jam, lebih baik pakai kipas angin untuk menggerakkan udara dan mendorong udara panas keluar.

    Itulah suhu ideal AC yang cocok diatur terutama di cuaca panas dan tips membuat rumah adem, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Katy Perry Bikin Pangling usai Turun 9 Kg, Sesimpel Ini Menu Dietnya

    Jakarta

    Penyanyi Katy Perry membuat penggemarnya terpukau dengan penampilan baru. Wanita 39 tahun itu terlihat lebih bugar setelah sukses memangkas berat badan hingga 9 kg dalam beberapa bulan.

    Lewat unggahan Instagram pribadi, Katy mengungkapkan selama diet mengkonsumsi makan makanan pokok untuk sarapan, salah satunya telur rebus.

    “Saya makan banyak telur rebus karena itu sumber protein yang bagus,” beber Katy yang dikutip dari Mirror UK.


    Selain itu, ia mengklaim tengah meniru tips kebugaran dari pasangannya, Orlando Bloom. Katy mulai beralih ke pilihan makanan ‘bersih’ atau clean eating, seperti ayam, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

    Pada bulan Januari, ia juga mengatakan mulai mengkonsumsi cuka sari apel, banyak air, dan jus seledri untuk kesehatannya.

    “Itulah cara terbaik untuk memulai, yaitu minum air. Saya tahu ini klise, tetapi saya pikir banyak dari kita langsung minum kopi tanpa minum segelas air lebih dulu,” bebernya.

    Bagaimana pendapat para ahli diet?

    Seorang ahli gizi di UK Care Guide, Helen Bell, mengatakan jika ingin menurunkan berat badan harus benar-benar menemukan makanan atau camilan yang tepat. Mengacu pada menu sarapan Katy, ia mengatakan telur dapat membantu meningkatkan rasa kenyang yang lebih lama.

    “Menurut pengalaman saya, mengonsumsi telur sebagai camilan sebenarnya cukup bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Telur mengandung banyak protein, yang membantu meningkatkan rasa kenyang dan membuat Anda merasa lebih kenyang lebih lama,” jelas Helen.

    “Ini dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan sepanjang hari. Namun, penting untuk memperhatikan ukuran porsi dan menyiapkannya dengan cara yang sehat, seperti merebus atau merebusnya, untuk menghindari penambahan lemak yang tidak perlu,” lanjut dia.

    Menurut Helen, menu ‘makanan bersih’ atau clean eating juga sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Penelitian terkini dari Cleveland Clinic yang berpusat di AS menemukan bahwa mengonsumsi daging olahan merupakan salah satu pendorong utama kanker kolorektal pada usia muda.

    “Makanan-makanan ini biasanya lebih rendah kalori dan lebih tinggi nutrisi penting dibandingkan dengan makanan olahan. Makanan-makanan ini menyediakan serat, yang membantu pencernaan dan membantu mempertahankan rasa kenyang,” terang dia.

    “Menurut pengalaman saya, klien yang beralih ke pola makan yang kaya akan makanan ini sering kali merasa lebih mudah mengelola berat badan, karena mereka mengonsumsi lebih banyak kalori padat nutrisi yang mendukung kesehatan dan metabolisme secara keseluruhan,” tambahnya.

    Meski begitu, Helen menekankan bahwa metode yang dijalani Katy Perry dapat memberikan hasil yang beragam. Ini terutama mencakup minum cuka sari apel dan jus seledri sebagai bagian dari menu harian.

    Menurutnya, cuka sari apel dapat membuat pencernaan lebih lancar dan membantu mengatur kadar gula darah, yang berpotensi membantu penurunan berat badan. Jus seledri juga rendah kalori dan dapat menghidrasi, tetapi tidak memberikan nutrisi yang signifikan dibandingkan dengan sayuran utuh.

    “Aspek psikologis memulai hari dengan minuman ‘detoks’ terkadang dapat mendorong individu untuk membuat pilihan yang lebih sehat sepanjang hari. Namun, tidak ada minuman ajaib untuk menurunkan berat badan, bagi saya, pola makan dan gaya hidup secara keseluruhanlah yang membuat perbedaan,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Kisah Wanita 34 Tahun Berhasil Pangkas BB Lebih dari 70 Kg Berkat Hal Ini


    Jakarta

    Seorang wanita dari Green Bay, Wisconsin, AS, membagikan pengalamannya yang berhasil menurunkan berat badan sebanyak 160 pon atau 72 kg. Ia menghabiskan empat tahun dari 2018 hingga 2020 untuk mengubah pola hidup yang tak sehat menjadi sehat.

    Wanita yang bernama Amber Clemens dan berusia 34 tahun itu sempat memiliki berat badan 300 pon atau setara dengan 136 kg. Kondisi tersebut membuatnya selalu kehabisan napas setiap berjalan beberapa langkah. Bahkan dirinya juga kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari lantaran berat tubuhnya yang besar.

    Lantaran tersiksa dengan kondisinya, Amber memutuskan untuk memulai menurunkan berat badannya dengan sejumlah perubahan gaya hidup.


    ‘Lima pengorbanan realistis yang saya lakukan untuk mencapai titik ini,’ tulisnya dalam video TikTok baru-baru ini, sambil menunjukkan foto sebelum dan sesudah transformasinya, dikutip dari Daily Mail.

    Hal pertama yang dilakukan Amber untuk menurunkan berat badan adalah membatasi mengonsumsi makanan di luar. Ia menerapkan aturan bahwa hanya bisa makan di luar maksimal dua kali seminggu, sementara sisanya ia masak sendiri di rumah.

    Menurutnya, makanan di luar atau di restoran cenderung memiliki lebih banyak lemak, sodium, dan kalori serta lebih sedikit serat dan nutrisi daripada makanan rumahan.

    Ia juga mengganti minuman manis yang dulunya kerap ia konsumsi, menjadi minuman tanpa gula. Artinya, Amber mengurangi mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi.

    Tak hanya itu, Amber juga mengurangi mengonsumsi cemilan dan mencatat kalori yang dikonsumsi setiap hari. Hal ini bertujuan untuk menghentikannya dari makan yang berlebihan.

    “Dan pikiran kecil itu sudah cukup bagi saya untuk mengambil kesempatan pada diri saya sendiri dan mencoba lagi. Dan saya sangat bersyukur telah melakukannya. Karena mengambil kesempatan itu pada diri saya sendiri TELAH MENGUBAH HIDUP SAYA,” katanya.

    ‘Hal-hal seperti pasta, roti, pizza, es krim, bagel, keripik, dll., semuanya dianggap BURUK dan jelas tidak boleh dikonsumsi jika Anda ingin menurunkan berat badan,’ katanya.

    Selain mengubah pola makan, Amber juga melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Diet GLP-1 Ngetren di Kalangan Gen Z, Pakai Obat Diabetes untuk Pangkas BB


    Jakarta

    Sebuah survei baru mengungkapkan bahwa banyak lebih banyak gen z yang berencana untuk menggunakan obat penurun berat badan, seperti Ozempic dan Wegovy, untuk mendapatkan berat badan ideal.

    Diberitakan NYPost, dalam survey yang dilakukan oleh Tebra, platform kesehatan di AS, mereka menemukan lebih dari seperempat orang Amerika mempertimbangkan obat diabetes sebagai bagian dari strategi penurunan berat badan mereka. Tren ini sangat terlihat di kalangan generasi muda.

    Generasi Z menjadi yang terdepan, dengan 37 persen dari responden tersebut berencana untuk meninggalkan gym dan beralih ke apotek dengan menggunakan obat GLP-1 untuk mencapai tujuan penurunan berat badan mereka di tahun mendatang.


    Selain perbedaan generasional, terdapat juga perbedaan dari sisi gender.

    Wanita lebih cenderung mengandalkan diet ini daripada pria. Mereka juga memiliki target penurunan berat badan yang lebih tinggi, dengan rata-rata ingin menurunkan 10 kg, sementara pria merencanakan penurunan sekitar 8 kg.

    Perbedaan ini tidak mengejutkan karena wanita secara konsisten lebih cenderung merasa kelebihan berat badan dibandingkan pria. Meskipun minat terhadap obat-obatan ini semakin meningkat, banyak orang Amerika masih menganggap obat-obat ini tidak terjangkau karena biayanya yang tinggi.

    Faktanya, 64 persen dari responden dari mereka yang tertarik untuk menggunakannya mencatat biaya sebagai kekhawatiran terbesar mereka, diikuti oleh kekhawatiran tentang efek samping.

    Obat-obat penurun berat badan ini, yang awalnya ditujukan untuk mengobati diabetes tipe 2, bisa berharga ribuan dolar dan menimbulkan sederetan potensi efek samping berbahaya-bahkan kematian-namun mayoritas menganggap manfaatnya sebanding dengan risikonya.

    Meskipun Generasi Z adalah yang paling tertarik untuk mengonsumsi obat-obatan ini, generasi yang lebih tua sebenarnya lebih percaya pada efektivitasnya.

    Baby boomer adalah yang paling yakin, dengan 72 persen percaya bahwa obat-obat ini bekerja lebih baik daripada metode tradisional. Generasi X mengikuti dengan 70 persen sementara milenial dan Gen Z kurang yakin dengan obat diabetes yang jadi obat diet ini.

    Terlepas dari potensi manfaat kesehatan dan pujian yang tampaknya tak ada habisnya mengenai hasilnya secara online, semua obat GLP-1 seharusnya hanya digunakan oleh individu yang telah mendapat resep dari tenaga medis.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto