Tag: asap

  • Tips Jitu Atasi Bau Cat Baru pada Dinding



    Jakarta

    Bau cat baru seringkali dapat mengganggu kenyamanan di dalam rumah setelah kamu menyelesaikan proyek pengecatan. Namun, ada beberapa langkah sederhana yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan bau tersebut.

    Simak panduan berikut yang akan membagikan tips efektif yang dapat membantu kamu menciptakan suasana yang lebih segar dan nyaman di ruangan yang baru dicat.

    Baking Soda

    Melansir The Spruce, soda kue efektif dalam menyerap bau di area seperti tempat cucian dan lemari es, serta dapat juga menangkap bau cat. Untuk menggunakannya, tuangkan bubuk soda kue ke dalam mangkuk dangkal dan letakkan di berbagai sudut ruangan.


    Jika bau cat masih terasa, taburkan sedikit soda kue pada karpet dan furnitur berlapis kain di ruangan tersebut, lalu biarkan semalaman. Pada pagi harinya, bersihkan sisa bubuk dan bau dengan menggunakan penyedot debu.

    Taruh Air Lemon Dalam Mangkuk

    Air secara alami dapat menyerap senyawa organik volatil atau VOC, tetapi menambahkan beberapa irisan lemon segar akan memberikan aroma jeruk yang bersih dan menyegarkan. Karena air memerlukan waktu lebih lama untuk menyerap bau, sebaiknya kamu merencanakan untuk membiarkan mangkuk berisi air lemon di dalam ruangan semalaman.

    Gunakan Bubuk Kopi

    Mangkuk yang diisi dengan bubuk kopi kering dapat secara efektif menyerap bau cat, dan yang lebih baik, banyak orang menyukai aroma kopi. Namun, penting untuk tidak menggunakan bubuk kopi bekas sebagai penyerap bau, sebaiknya buang setelah digunakan.

    Minyak Esensial

    Dua ekstrak alami yang paling efektif untuk menghilangkan bau cat dan menyegarkan udara di ruangan adalah vanila dan peppermint. Kamu dapat meneteskan beberapa tetes ekstrak atau minyak esensial ke bola kapas dan meletakkannya dalam mangkuk atau piring kecil yang ditempatkan di berbagai sudut ruangan.

    Beberapa ahli pengecatan juga merekomendasikan untuk menambahkan satu atau dua tetes ekstrak langsung ke dalam kaleng cat sebelum memulai pengecatan guna mengurangi bau.

    Tuangkan Cuka pada Mangkuk

    Cuka putih berfungsi sebagai penetral bau. Cuka rumah tangga dengan konsentrasi 10% asam asetat lebih efektif dalam mengatasi bau dibandingkan cuka dapur yang memiliki konsentrasi 5%.

    Untuk menghilangkan bau cat, kamu dapat meletakkan mangkuk berisi cuka di berbagai sudut ruangan.

    Kontrol Suhu Ruangan

    Cuaca panas dapat memperkuat aroma, jadi jika kamu mengecat pada hari yang panas, pastikan untuk menjaga suhu rumah tetap sejuk guna mengurangi bau. Menghidupkan AC dapat membantu mengurangi intensitas aroma tersebut.

    Gunakan Cat yang Rendah Senyawa Organik Volatil atau VOC

    Walaupun tidak selalu dapat dilakukan, cara terbaik untuk menghindari bau yang menyengat adalah dengan memilih cat alternatif yang lebih sehat, seperti cat dengan kadar atau VOC rendah atau tanpa VOC.

    Jika kamu perlu menggunakan cat atau primer berbahan dasar minyak, pilihlah yang memiliki label bau rendah. Selain itu, terdapat juga pilihan cat berbahan nabati, susu, mineral, dan tanah liat.

    Tips Mencegah Bau Cat yang Menyengat

    Sebelum mulai mengecat rumah, penting untuk memeriksa ramalan cuaca dan menghindari hari dengan tingkat kelembapan tinggi. Kelembapan yang tinggi dapat memperlambat proses pengeringan, dan cat biasanya mengeluarkan bau paling kuat saat diterapkan dan menunggu hingga kering.

    Semakin lama cat membutuhkan waktu untuk mengering, semakin besar kemungkinan bahan lembut seperti karpet, gorden, dan pelapis akan menyerap bau tersebut. Pastikan setiap lapisan cat mengering sepenuhnya sebelum menerapkan lapisan berikutnya, karena dinding yang lembap dapat terperangkap asap dan melepaskan bau secara perlahan dalam jangka waktu yang lebih lama.

    Saat mengecat, tutup kaleng cat serta baki dan kuas dengan plastik pembungkus jika tidak sedang digunakan. Ketika mengecat satu ruangan, usahakan untuk membuka pintu dan jendela agar asap dapat tersebar ke udara.

    Namun, tutup pintu ruangan lain di rumah kamu untuk mencegah asap menyebar ke area tersebut. Gunakan tips yang sama saat mengelupas cat dalam proyek kamu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 5 Jalur Ini Bisa Jadi Akses Masuk Tikus ke Rumah


    Jakarta

    Tikus adalah salah satu hewan yang cerdas dan cepat pergerakannya. Jika mereka mendapat sinyal tempat makanan berada, mereka bisa mencari celah untuk mencapai tempat tersebut. Bahkan saat rumah sudah menutup segala lubang, mereka bisa lolos masuk melalui pintu depan saat terbuka.

    Namun, tidak perlu khawatir, kamu bisa mencegah tikus masuk ke rumah dengan memasang perangkap. Sebelum memasang perangkap, kamu perlu tahu dari mana mereka masuk ke rumah. Celah mana yang bisa ditembus oleh tikus selama ini. Tanpa menutup jalur masuknya, sebanyak apa pun memusnahkan tikus, kawanannya yang lain dapat masuk lagi dan lagi.

    Melansir dari The Spruce, berikut 5 jalur masuk tikus ke rumah.


    1. Lubang

    Tikus memiliki kemampuan sensorik yang luar biasa, terutama untuk mencium bau dan suhu. Bagi mereka menemukan celah-celah merupakan hal mudah. Maka dari itu, pemilik rumah juga harus pintar agar tidak kebobolan.

    Perlu diingat, apabila kamu ingin menutup akses masuk bagi tikus, pastikan bahan penutupnya yang tidak bisa dihancurkan oleh tikus. Mereka bisa mengunyah bahan-bahan seperti plastik, kayu, atau bahan tipis lainnya karena giginya yang tajam.

    2. Pintu dan Jendela

    Celah satu ini kerap tidak disadari oleh pemilik rumah, terutama pada malam hari atau tempat yang gelap. Tikus bisa masuk ke rumah pada saat jendela atau pintu dalam keadaan terbuka. Selain gerakan yang cepat, mereka juga bisa memanjat dan tubuhnya fleksibel.

    3. Saluran Pembuangan dan Sistem Perpipaan

    Got atau saluran pembuangan air merupakan tempat tinggal mereka. Bukan hal susah mereka masuk ke rumah lewat saluran pembuangan atau sistem perpipaan. Maka dari itu, kamu perlu menutup semua lubang yang terhubung ke sistem pembuangan agar pada saat malam hari atau saat rumah kosong, tikus tidak bisa masuk melalui lubang di dalam rumah.

    4. Atap dan Ventilasi

    Jika kamu pernah merasakan keberadaan tikus di atap, maka kamu pasti dengan mudah menyadari. Sebab, tikus di atap kerap menimbulkan suara langkah kaki yang cukup berisik. Bahkan setelah ditakuti dengan atap dipukul pun tikus tidak takut.

    Apabila kamu sudah merasakan ada tikus di rumah, sebaiknya panggil orang profesional untuk mengatasinya. Ditakutkan tikus itu bukan hanya satu dan pada saat kamu cek khawatirnya dia melompat masuk ke rumah.

    Selain atap, cek juga ventilasi loteng, ventilasi atap pelana, celah pada atap, cerobong asap di dapur, dan jendela atap.

    5. Tumpukan Barang di Garasi dan Gudang

    Ternyata tumpukan barang di garasi dan gudang bisa mengundang kedatangan tikus. Meskipun tidak ada sumber makanan, tetapi tempat penuh debu, hangat, dan kumuh itu merupakan tempat tinggal yang nyaman bagi semut. Untuk menghindari hal ini, sering-sering membersihkan tumpukan barang atau bisa juga buat tempat penyimpanan yang tidak bisa dirusak tikus.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Siasat Pulihkan Rumah Usai Kebakaran



    Jakarta

    Menghadapi kerusakan akibat kebakaran rumah adalah pengalaman yang sangat menantang dan emosional. Selain kehilangan barang-barang berharga, kamu juga harus menghadapi dampak fisik dari api dan asap yang dapat merusak struktur dan kenyamanan rumah kamu.

    Namun, dengan pendekatan yang tepat, kamu dapat memulihkan rumah kamu kembali ke kondisi semula atau bahkan lebih baik. Simak penjelasan ini yang akan membahas langkah-langkah penting yang perlu diambil untuk memperbaiki kerusakan setelah kebakaran, mulai dari penilaian kerusakan hingga proses perbaikan dan pemulihan.

    Langkah yang Harus Segera di Ambil

    Melansir dari This Old House, segera setelah kebakaran rumah terjadi, penting untuk segera mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan kerusakan lebih lanjut dan memulai proses pemulihan.


    Dimulai dengan menghubungi perusahaan asuransi kamu untuk melaporkan kejadian tersebut dan memulai klaim, serta mengamankan properti kamu dengan menutup jendela yang pecah atau lubang di atap setelah dinyatakan aman oleh pemadam kebakaran atau teknisi struktur.

    Periksa Tingkat Kerusakan

    Setelah mengamankan properti kamu, lakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan dan mulai tandai perbaikan yang perlu dilakukan. Langkah awal ini akan membantu mengarahkan upaya restorasi dan rencana rekonstruksi kamu di masa depan.

    Panggil Insinyur Struktural

    Untuk kerusakan akibat kebakaran yang parah, disarankan untuk menyewa seorang insinyur struktur. Mereka akan mengevaluasi kondisi fondasi, kerangka, dan selubung bangunan rumah kamu.

    Insinyur struktur dapat mengidentifikasi kerusakan struktural yang tersembunyi dan berpotensi menimbulkan risiko di masa depan.

    Evaluasi Komponen Struktural

    Insinyur struktur akan memeriksa elemen-elemen utama rumah kamu, seperti lantai, dinding, dan atap. Laporan mereka akan menjelaskan tingkat kerusakan dan mengidentifikasi bagian-bagian struktur yang dapat diselamatkan atau perlu diganti.

    Mereka juga akan menilai keamanan dan stabilitas rumah kamu selama proses restorasi, sehingga membantu kamu memprioritaskan perbaikan dan merencanakan upaya rekonstruksi dengan lebih efektif.

    Langkah-langkah Keselamatan yang Perlu Diambil Setelah Kebakaran

    Membersihkan rumah setelah kebakaran sangat berbahaya karena adanya bahan kimia beracun dan struktur yang tidak stabil di rumah kamu. Ambillah tindakan pencegahan keselamatan yang tepat untuk melindungi kesehatan kamu selama proses pembersihan.

    Perlengkapan Pelindung

    Saat memasuki rumah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran, selalu gunakan perlindungan yang sesuai. Perlengkapan yang diperlukan meliputi masker debu, pakaian pelindung, dan sarung tangan karet.

    Jika kamu membersihkan sendiri, pastikan untuk mengenakan masker debu, pakaian pelindung, dan sarung tangan karet. Kacamata pengaman akan melindungi mata kamu dari debu, sementara alas kaki yang kokoh dapat mencegah cedera akibat benda tajam.

    Mengelola Residu Kebakaran

    Residu kebakaran mengandung zat berbahaya yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. Jika kamu ragu tentang keamanan suatu bahan, sebaiknya konsultasikan dengan profesional atau serahkan pembersihannya kepada perusahaan restorasi yang berpengalaman.

    Pastikan juga untuk membuang bahan berbahaya dengan cara yang benar. Selalu periksa peraturan setempat dan patuhi undang-undang untuk mencegah pencemaran lingkungan.

    Meredakan Kerusakan Akibat Air

    Ironisnya, kerusakan akibat air yang disebabkan oleh upaya pemadaman kebakaran bisa sama parahnya dengan kerusakan akibat kebakaran itu sendiri. Utamakan untuk mengeluarkan barang-barang basah dari area yang terdampak.

    Periksa dinding kering, isolasi, karpet, dan furnitur kamu. Segala sesuatu yang tetap lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut.

    Pastikan untuk memisahkan barang-barang yang dapat diselamatkan dari yang perlu dibuang, dan dokumentasikan kerusakan tersebut untuk keperluan klaim asuransi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membersihkan Plafon, Lengkap dengan Alat dan Caranya



    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu bagian rumah yang cukup penting karena dapat melindungi panas dan air hujan. Ternyata, plafon juga perlu dibersihkan.

    Pembersihan plafon tidak perlu terlalu sering dilakukan. Dilansir dari The Spruce, kamu bisa membersihkan plafon setiap dua tahun sekali, atau saat kamu pindah ke tempat baru. Nah, berikut ini alat-alat dan bahan yang perlu kamu siapkan untuk membersihkan plafon.

    Peralatan

    1. Kemoceng dengan gagang yang bisa diperpanjang
    2. Penyedot debu dengan sambungan sikat
    3. Kain mikrofiber
    4. Roller cat
    5. Botol semprot
    6. Kain pel kering yang rata (opsional)


    Bahan

    1. Cuka putih
    2. Air
    3. Sabun cuci piring cair
    4. Spons melamin (opsional)
    5. Pembersih minyak (opsional)
    6. Pemutih (opsional)

    Cara Membersihkan Plafon

    1. Vakum atau Bersihkan Dengan Kemoceng

    Kamu bisa mulai membersihkan debu dan kotoran yang ada di permukaan. Hal ini bisa dilakukan dengan kemoceng bergagang panjang agar bisa dengan mudah menjangkau plafon atau dengan selang dan sikat penyedot debu. Bersihkan debu atau vakum plafon dengan perlahan, dari satu sisi ke sisi lainnya.

    2. Bersihkan Sudut-sudut dan Lis Plafon

    Jangan lupa untuk membersihkan sudut-sudut dan area di sekitar lis di mana debu bisa mudah menumpuk dari waktu ke waktu. Pakai kain mikrofiber kering untuk membersihkan debu dan menyeka area tersebut dengan hati-hati. Pastikan kamu membersihkan debu sebanyak mungkin, karena debu yang menempel kemungkinan ada yang menyebar ke area lain.

    3. Buat Campuran Pembersih

    Campuran pembersih terbaik untuk plafon adalah dengan larutan pembersih superstar-cuka. Campurkan 2 cangkir air hangat, 1/4 cangkir cuka, dan 1 sendok makan sabun cuci piring, lalu tuangkan ke dalam botol semprotan kosong.

    4. Semprotkan Campuran Pembersih

    Semprotkan larutan pembersih ke seluruh plafon, berhati-hatilah agar tidak ada bagian yang terlewat. Campuran harus disemprotkan secara menyeluruh tanpa membasahi plafon, sebab hal ini bisa menimbulkan kerusakan akibat air dan membuat plafon terlihat jelek.

    Lalu, ambil roller cat yang bersih dan lembab dengan gagang yang bisa diperpanjang dan roll di plafon. Lakukan secara perlahan dan merata, sebab hal ini berfungsi sebagai penggosokan yang lembut untuk campuran pembersih.

    5. Keringkan Plafon

    Ambil beberapa kain mikrofiber bersih dan mulai keringkan plafon yang baru saja dibersihkan. Usapkan kain dengan lembut ke atas dan ke bawah plafon, biarkan kain menyerap sisa cairan dari campuran pembersih.

    Kalau lengan pegal karena mengangkat untuk mengeringkan plafon, kamu bisa coba letakkan kain bersih di dasar pel lantai. Lalu, pegang kain pel secara terbalik mengarah ke atas, dan gunakan untuk mengeringkan plafon sampai kering.

    6. Membersihkan Noda Membandel

    Cari noda yang tersisa, berikut cara membersihkannya
    – Noda jelaga: Gunakan spons melamin untuk membersihkan noda jelaga yang kecil. Basahi spons dan oleskan sedikit minyak oles untuk menghilangkan noda jelaga
    – Noda minyak: Gunakan pembersih khusus anti minyak untuk menghilangkan noda minyak membandel, dan ikuti petunjuk dari produsennya
    – Noda air: Campurkan 9 sendok air dengan 1 sendok pemutih dalam botol semprot, lalu ulangi tiga sampai empat kali atau sampai noda hilang

    Tips Agar Plafon Tetap Bersih Lebih Lama

    Setelah membersihkan plafon, kamu bisa lakukan ini agar plafon tetap bersih lebih lama dengan mengikuti tips berikut
    1. Bersihkan sudut-sudut plafon secara rutin di mana debu dan kotoran mudah menumpuk. Lakukan langkah ini setiap bulan dengan menggunakan kemoceng.
    2. Bersihkan noda kecil segera untuk mencegahnya menjadi noda membandel di kemudian hari
    3. Kamu bisa mempertimbangkan untuk menggunakan penghisap asap dapur untuk menyedot minyak dan kelembaban berlebih di dapur.

    Itulah alat-alat dan cara untuk membersihkan plafon. Semoga bermanfaat ya!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Atasi Embun di Jendela Rumah



    Jakarta

    Pengembunan pada jendela akan terjadi saat adanya perbedaan suhu yang signifikan antara bagian dalam dan luar rumah kamu. Meskipun pengembunan adalah hal yang normal, kelembapan yang berlebih dapat menjadi masalah.

    Pengembunan terbentuk di jendela saat udara hangat dan lembap bersentuhan dengan permukaan yang lebih dingin. Perbedaan suhu ini menyebabkan uap air di udara mengembun menjadi tetesan cairan di kaca.

    Dilansir This Old House, berikut beberapa cara mencegah pengembunan pada jendela sehingga menghindari adanya kelembapan.


    Mengurangi Pengembunan Jendela Dalam Ruangan

    Menyesuaikan Pengaturan Humidifier

    Jika kamu menggunakan pelembap udara, terutama selama musim dingin. Pastikan pelembap udara diatur pada tingkat kelembapan ideal. Langkah sederhana ini dapat mengurangi kondensasi jendela secara signifikan.

    Meningkatkan Sirkulasi Udara

    Sirkulasi udara yang baik membantu mendistribusikan kelembapan secara merata ke seluruh rumah, mengurangi kemungkinan terbentuknya kondensasi pada permukaan dingin seperti jendela.

    Gunakan kipas langit-langit atau kipas portabel untuk menjaga sirkulasi udara, terutama di ruangan yang cenderung memiliki tingkat kelembapan tinggi.

    Teknik Ventilasi yang Tepat

    Ventilasi yang baik sangat penting untuk mengendalikan kelembapan dalam ruangan. Gunakan kipas angin di kamar mandi dan dapur untuk membuang kelembapan berlebihan pada area tersebut.

    Pertimbangkan untuk memasang sistem mitigasi radon, yang juga dapat membantu meningkatkan ventilasi rumah secara keseluruhan.

    Mengatasi Pengembunan Jendela di Ruang Tertentu

    Dapur

    Memasak menghasilkan banyak uap air, gunakan kap penghisap asap atau kipas angin saat memasak dan buka jendela jika cuaca memungkinkan. Menutup panci atau wajan saat memasak juga dapat membantu mengurangi pelepasan uap air.

    Area lain yang sering terabaikan adalah lemari es. Terkadang kondensasi di dalam lemari es juga dapat menyebabkan kelembapan di dapur, pastikan pintu lemari es tertutup rapat dan jangan biarkan terbuka terlalu lama.

    Kamar Mandi

    Kamar mandi secara alami merupakan lingkungan yang lembap, nyalakan kipas angin selama menjadi dan biarkan pintu kamar mandi terbuka jika memungkinkan agar kelembapan dapat hilang.

    Periksa kebocoran pada kran, kepala pancuran, dan di bawah wastafel secara berkala. Kebocoran kecil dapat menyebabkan tingkat kelembapan yang lebih tinggi di kamar mandi.

    Kamar Tidur

    Kamar tidur juga dapat mengalami kondensasi, terutama selama musim hujan. Pastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang baik dan hindari penggunaan pelembap udara kecuali jika diperlukan.

    Buka jendela secara teratur agar udara segar dapat bersirkulasi dengan baik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Cat Putih Mudah Kusam dan Berubah Kekuningan dan Cara Merawatnya


    Jakarta

    Warna cat dinding putih banyak dipakai karena memberikan kesan yang bersih dan elegan. Namun, warna cat putih juga mudah sekali terlihat kotor, kusam, dan berubah warna kekuningan.

    Perubahan warna ini paling sering terjadi pada cat dinding outdoor. Dilansir situs Kraudelt Painting, penyebab utama cat putih cepat kotor, kusam, dan berubah kekuningan adalah karena paparan sinar matahari. Cat menjadi lebih cepat mengalami oksidasi saat terkena cahaya matahari.

    Alasan kedua adalah pengaruh kelembapan seperti terjadi perubahan suhu atau sering terkena asap rokok. Hal ini bisa berpengaruh pada cat putih indoor maupun outdoor.


    Kemudian, reaksi bahan kimia di dalam cat juga bisa memicu perubahan pada cat putih dengan cepat. Jenis cat alkyd (cat untuk tampilan mengkilat) dan pelarut biasanya mudah menguning karena pigmen putih di dalamnya mudah bereaksi.

    Lantas, apa yang harus dilakukan agar cat putih bertahan lama dan tak mudah kusam?

    Cara Menjaga Cat Putih agar Tahan Lama

    1. Pilih Cat Lateks

    Menurut Kraudelt Painting, untuk pemakaian cat putih yang tahan lama, sebaiknya memakai jenis cat lateks atau berbasis air daripada cat berbasis minyak. Perlu diketahui, cat lateks tetap bisa terjadi pemudaran. Namun, tidak akan secepat itu apabila pemakaiannya di dalam ruangan (indoor).

    Untuk bagian luar ruangan (outdoor) cocok untuk memakai cat minyak. Jika ingin memakai cat lateks, pilih yang mengandung bahan hard shell agar tahan dari paparan sinar matahari dan perubahan suhu.

    2. Pilih Cat yang Sesuai dengan Lokasi

    Cat lateks lebih cocok di dalam ruangan. Sementara bagian outdoor bisa memakai cat minyak. Namun, ada pengecualian, kamu bisa memakai cat minyak di dapur karena area ini cukup lembap.

    Tips untuk mengecat dapur dengan cat putih adalah hindari area yang bersebelahan langsung dengan meja dapur, ubin, atau lemari yang juga berwarna putih.

    3. Perhatikan Kelembapan pada Ruangan

    Untuk mencegah cat putih cepat menguning, kamu perlu perhatian pada kondisi di ruangan tersebut. Sebagai contoh jika dapur sering terasa lembap, kamu perlu mengatasinya. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah memasang kipas angin agar sirkulasi udara lebih baik. Bisa pula meletakkan dehumidifier di ruangan tersebut sehingga perawatannya lebih praktis.

    Penting juga memiliki ventilasi yang memadai. Bisa dengan memiliki jendela yang lebar atau pintu di dapur yang langsung mengarah ke luar rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Alat Ini Wajib Ada di Rumah buat Cegah Kebakaran



    Jakarta

    Kebakaran merupakan salah satu bencana yang bisa menimpa setiap rumah dan pemukiman tanpa terkecuali. Mulai dari pemukiman kumuh padat penduduk hingga perumahan elite sekalipun bisa saja tertimpa bencana ini.

    Salah satu contoh paling anyar adalah kebakaran besar yang terjadi di Los Angeles, Amerika Serikat. Bencana ini juga melahap rumah-rumah mewah di Malibu.

    Oleh karena itu penting bagi pemilik rumah untuk mengetahui hal-hal dasar jika menghadapi bencana kebakaran. Ada sejumlah alat atau perlengkapan wajib ada di rumah yang bisa digunakan untuk menangkal terjadi kebakaran atau setidaknya meminimalisir dampak kerusakan yang ditimbulkan.


    Mengutip B&W Fire Security System LLC, setidaknya ada 4 perlengkapan antikebakaran yang wajib ada di rumah:

    1. Smoke Alarm (Detektor Asap)

    Alarm asap dapat memberi tahu Kamu dan keluarga tentang kebakaran sebelumnya. Alat itu mendeteksi tingkat asap yang tidak normal dan gas pembakaran yang tidak terlihat di atmosfer.
    Perangkat ini juga merasakan api yang menyala atau membara.

    National Fire Protection Association (NFPA) merekomendasikan untuk memasang satu alarm asap di setiap tingkat rumah Anda, serta di luar area tidur dan di setiap kamar tidur.

    2. Sistem Penyiram Kebakaran Rumah

    Untuk membantu melindungi keluarga dan rumah dari kerusakan akibat kebakaran, pertimbangkan untuk memasang sistem penyiram api otomatis.

    Alarm asap mendeteksi dan tidak mengendalikan api. Memiliki penyiram api rumah melengkapi alarm dan menyediakan sarana untuk memadamkan api dengan cepat.

    Dengan memasang penyiram api otomatis kamu bisa mencegah penyebaran api yang menyala atau memadamkannya sebelum pemadam kebakaran tiba.

    Sistem pemadam api otomatis juga bisa mengurangi risiko gas dan asap ketika terjadi kebakaran.

    3. Pemadam Api

    Semua fasilitas harus memiliki alat pemadam api yang mudah diakses, memiliki penerangan yang baik, diisi dengan benar, dan diperiksa secara teratur.

    Alat pemadam kebakaran seringkali merupakan pertahanan lini pertama terhadap kebakaran kecil, mencegah kerusakan yang merugikan.

    Gunakan peralatan keselamatan kebakaran ini hanya jika pengetahuan dan kemampuan Kamu dalam mengoperasikannya baik. Alat pemadam api harus disimpan di semua tingkat rumah, termasuk garasi, dapur, dan dekat pintu keluar.

    4. Alarm Karbon Monoksida (CO)

    Karbon monoksida terbentuk ketika bahan bakar seperti bensin, minyak, metana, gas alam, dan propana terbakar secara tidak efisien. Jika terhirup dalam waktu lama, terutama saat tidur, dapat menyebabkan kematian atau keracunan.

    Alarm CO dapat dipasang untuk memperingatkan keluarga Anda tentang gas yang tidak terlihat, tidak berbau, dan tidak berwarna ini.

    Pasang alarm di lokasi sentral di seluruh rumah Anda dan di luar area tidur.

    Saat alarm karbon monoksida berbunyi, keluarlah dan buka jendela atau pintu untuk menyegarkan diri dan menetralkan udara di dalam rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah, Jangan Anggap Sepele


    Jakarta

    Keberadaan ular di sekitar rumah bisa membahayakan penghuni, terutama jika hewan tersebut berbisa atau sangat buas. Karena itu, keberadaan ular wajib diketahui penghuni sehingga bisa disiapkan langkan pengamanan selanjutnya.

    Ular biasa tinggal d sarang yang hangat dan tersembunyi, sehingga tak mudah ditemukan ular lain atau penghuni rumah.

    Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah

    Ada beberapa ciri-ciri adanya sarang ular di rumah yang bisa diketahui. Berikut di antaranya:


    1. Ada Penampakan Jejak Ular

    Ketika berpindah dari tempat satu ke tempat lain, ula menggunakan kontraksi otot tubuh yang mendorong tubuhnya. Mengutip laman Revoke Snake Repellent, ular akan meninggalkan jejak di permukaan yang berdebu atau tertutup tanah. Biasanya jejak ular membentuk huruf, tapi juga bisa bervariasi tergantung pada gerakan ular.

    2. Ada Kulit Mengelupas

    Ular mengalami pergantian kulit yang diawali pengelupasan. Kulit yang telah mati ini ditinggalkan di area sekitar tempatnya tinggal.
    Kalau ditemukan sesuatu yang menyerupai ular tapi tidak bergerak, kemungkinan itu adalah kulit ular. Hal tersebut bisa jadi menandakan ada sarang ular di rumahmu.

    3. Ada Suara Aneh di Tempat yang Gelap dan Sempit

    Suara-suara aneh dari area tersembunyi di dalam atau area sekitar rumah bisa mengindikasikan aktivitas ular. Artinya, ada ular bersarang di tempat yang jarang digunakan atau didatangi. Misal loteng atau kamar mandi yang tidak digunakan.

    4. Hilangnya Hewan Pengerat di Rumah secara Misterius

    Tikus dan hewan pengerat lain yang tinggal di sekitar rumah bisa menjadi korban serangan ular. Jika penghuni rumah melihat satu atau dua tikus di sekitar rumah menghilang tiba-tiba, hewan tersebut kemungkinan menjadi korban ular.

    5. Ada Kotoran Ular

    Kotoran ular mirip feses burung dengan cairan berwarna kuning dan putih yang mengandung urea. Jika menemukan kotoran ular jangan disentuh meski penasaran.

    Menurut laman wildlife removal, kotoran ular mengandung bakeri salmonella yang menyebabkan salmonesis. Kondisi ini adalah keracunan yang menyebabkan gangguan gastrointestinal serius.

    6. Ada Bau yang Aneh

    Keberadaan ular bisa diketahui dari bau aneh, yang muncul dari sarang atau tempatnya beraktivitas. Mengutip laman Accurate Pest Control, apabila bau ini terciun sebaiknya segera hubungi ahli untuk memastikan keberadaan ular.

    Cara Mengusir Ular

    Untuk mengusir ular, gunakan hal-hal yang tidak disukainya seperti asap dan zat berbau. Mengutip laman Call Northwest dan Smith Pets, berikut penjelasannya.

    1. Gunakan Asap

    Ular sensitif terhadap asap. Gali lubang api dan biarkan berasap selama beberapa hari. Cara ini bisa dilakukan untuk mengusir ular dari area rumah.

    2. Gunakan Zat Berbau

    Ular peka terhadap berbagai bau belerang, minyak cengkeh kayu manis, dan cuka. Tuang bahan-bahan ini di sekeliling rumah atau di area yang terdapat aktivitas ular.

    3. Singkirkan Tempat Berlindung Ular

    Selang, tumpukan kayu bakar, atau rumput tinggi bisa jadi tempat ular bersembunyi. Singkirkan spot-spot tersebut, sehingga ular tak bisa lagi bersembunyi.

    4. Singkirkan Sumber Makanan Ular

    Singkirkan hewan-hewan yang menarik perhatian ular dari rumah misal katak, burung, dan hewan pengerat.
    Selain itu, letakkan pakan hewan peliharaan atau ternak di tempat yang tertutup rapat. Makanan ini bisa menarik perhatian tikus dan hewan lain yang menjadi mangsa ular.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Baru Pada Dinding Bikin Rumah Bau, Begini Cara Atasinya



    Jakarta

    Mengecat rumah sering kali dilakukan saat bulan Ramadhan. Tujuannya agar saat hari raya Lebaran rumah terlihat fresh dengan warna cat yang baru.

    Nah ketika melakukan pengecatan, biasanya rumah menjadi bau karena cat yang baru. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan. Tapi ada beberapa langkah sederhana yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan bau tersebut.

    Berikut tips efektif yang dapat membantu kamu menciptakan suasana yang lebih segar dan nyaman di ruangan yang baru dicat.


    Baking Soda

    Melansir The Spruce, soda kue efektif dalam menyerap bau di area seperti tempat cucian dan lemari es, serta dapat juga menangkap bau cat. Untuk menggunakannya, tuangkan bubuk soda kue ke dalam mangkuk dangkal dan letakkan di berbagai sudut ruangan.

    Jika bau cat masih terasa, taburkan sedikit soda kue pada karpet dan furnitur berlapis kain di ruangan tersebut, lalu biarkan semalaman. Pada pagi harinya, bersihkan sisa bubuk dan bau dengan menggunakan penyedot debu.

    Taruh Air Lemon Dalam Mangkuk

    Air secara alami dapat menyerap senyawa organik volatil atau VOC, tetapi menambahkan beberapa irisan lemon segar akan memberikan aroma jeruk yang bersih dan menyegarkan. Karena air memerlukan waktu lebih lama untuk menyerap bau, sebaiknya kamu merencanakan untuk membiarkan mangkuk berisi air lemon di dalam ruangan semalaman.

    Gunakan Bubuk Kopi

    Mangkuk yang diisi dengan bubuk kopi kering dapat secara efektif menyerap bau cat, dan yang lebih baik, banyak orang menyukai aroma kopi. Namun, penting untuk tidak menggunakan bubuk kopi bekas sebagai penyerap bau, sebaiknya buang setelah digunakan.

    Minyak Esensial

    Dua ekstrak alami yang paling efektif untuk menghilangkan bau cat dan menyegarkan udara di ruangan adalah vanila dan peppermint. Kamu dapat meneteskan beberapa tetes ekstrak atau minyak esensial ke bola kapas dan meletakkannya dalam mangkuk atau piring kecil yang ditempatkan di berbagai sudut ruangan.

    Beberapa ahli pengecatan juga merekomendasikan untuk menambahkan satu atau dua tetes ekstrak langsung ke dalam kaleng cat sebelum memulai pengecatan guna mengurangi bau.

    Tuangkan Cuka pada Mangkuk

    Cuka putih berfungsi sebagai penetral bau. Cuka rumah tangga dengan konsentrasi 10% asam asetat lebih efektif dalam mengatasi bau dibandingkan cuka dapur yang memiliki konsentrasi 5%.

    Untuk menghilangkan bau cat, kamu dapat meletakkan mangkuk berisi cuka di berbagai sudut ruangan.

    Kontrol Suhu Ruangan

    Cuaca panas dapat memperkuat aroma, jadi jika kamu mengecat pada hari yang panas, pastikan untuk menjaga suhu rumah tetap sejuk guna mengurangi bau. Menghidupkan AC dapat membantu mengurangi intensitas aroma tersebut.

    Gunakan Cat yang Rendah Senyawa Organik Volatil atau VOC

    Walaupun tidak selalu dapat dilakukan, cara terbaik untuk menghindari bau yang menyengat adalah dengan memilih cat alternatif yang lebih sehat, seperti cat dengan kadar atau VOC rendah atau tanpa VOC.

    Jika kamu perlu menggunakan cat atau primer berbahan dasar minyak, pilihlah yang memiliki label bau rendah. Selain itu, terdapat juga pilihan cat berbahan nabati, susu, mineral, dan tanah liat.

    Tips Mencegah Bau Cat yang Menyengat

    Sebelum mulai mengecat rumah, penting untuk memeriksa ramalan cuaca dan menghindari hari dengan tingkat kelembapan tinggi. Kelembapan yang tinggi dapat memperlambat proses pengeringan, dan cat biasanya mengeluarkan bau paling kuat saat diterapkan dan menunggu hingga kering.

    Semakin lama cat membutuhkan waktu untuk mengering, semakin besar kemungkinan bahan lembut seperti karpet, gorden, dan pelapis akan menyerap bau tersebut. Pastikan setiap lapisan cat mengering sepenuhnya sebelum menerapkan lapisan berikutnya, karena dinding yang lembap dapat terperangkap asap dan melepaskan bau secara perlahan dalam jangka waktu yang lebih lama.

    Saat mengecat, tutup kaleng cat serta baki dan kuas dengan plastik pembungkus jika tidak sedang digunakan. Ketika mengecat satu ruangan, usahakan untuk membuka pintu dan jendela agar asap dapat tersebar ke udara.

    Namun, tutup pintu ruangan lain di rumah kamu untuk mencegah asap menyebar ke area tersebut. Gunakan tips yang sama saat mengelupas cat dalam proyek kamu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini Posisi Dapur yang Paling Dianjurkan dalam Islam



    Jakarta

    Setiap rumah pasti memiliki dapur di dalamnya. Ruangan ini mempermudah penghuninya untuk memasak dan menyimpan persediaan makanan.

    Saat mendesain dapur, hal pertama yang harus ditentukan adalah menentukan letaknya. Dapur tidak bisa diletakkan di sembarangan tempat karena area ini mudah sekali lembap, menimbulkan bau, sering berserakan sampah, dan lantainya licin dari percikan air.

    Bahaya jika dapur berada dekat dengan kamar tidur atau ruang bermain anak. Saat kamu lengah, khawatirnya anak pergi ke dapur tanpa pengawasan.


    Umumnya dapur berada di belakang rumah, jauh dari pintu masuk. Ukuran rumah besar atau kecil, pasti berada di belakang. Namun, ada juga yang berada di tengah dan samping rumah. Lantas, posisi dapur mana yang lebih baik?

    Jika menilik ajaran Islam, dilansir dari islamicity.org, posisi dapur yang dianjurkan adalah berada di belakang rumah. Dapur yang berada di belakang lebih tertutup dan tidak terlihat oleh orang di luar atau tamu. Seperti yang kita tahu, dapur merupakan ruang di mana perempuan paling banyak menghabiskan waktu. Dengan penempatan dapur di bagian belakang rumah dapat menjaga pandangan dari luar ke dalam rumah.

    Kemudian, dalam Islam juga dianjurkan dibuat sekat atau penutup antara dapur dengan ruangan lain. Tujuannya untuk mempermudah penghuni rumah leluasa melakukan kegiatannya tanpa harus merasa terganggu karena kehadiran tamu.

    Paling penting adalah dapur harus memiliki ventilasi. Bentuknya boleh jendela atau hanya lubang bukaan. Fungsinya untuk sirkulasi udara dan penerangan tambahan. Apabila kamu tinggal di apartemen biasanya sudah ada cerobong khusus di atas dapur untuk menghisap asap. Model penyedot asap ini juga banyak digunakan di dapur-dapur restoran.

    Jika dapur berada di dekat kamar mandi, pastikan pintu kamar mandi selalu dalam keadaan tertutup. Dalam sebuah Hadits riwayat Ibnu Majah, dijelaskan Rasulullah SAW pernah buang hajat di tempat yang jauh dan tidak terlihat oleh orang lain. Sikap Rasulullah SAW melandasi letak kamar mandi harus tertutup dan tidak di dekat area yang banyak dilalui orang.

    خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِىالْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى

    Artinya: “Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat.” (HR Ibnu Majah).

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com