Tag: aspal

  • Mengenal Stamper, Fungsi, Jenis dan Cara Menggunakanya


    Jakarta

    Dunia konstruksi memang unik, ada beberapa alat konstruksi yang diberi nama hewan. Apakah kamu bisa menebaknya? Yup, alat tersebut adalah stamper.

    Stamper memiliki dua jenis yang sering digunakan dan keduanya memiliki nama hewan, yaitu stamper kuda dan stamper kodok.

    Lalu, sebenarnya apa itu stamper, kegunaannya dan apa perbedaan keduanya? Simak penjelasan berikut.


    Apa itu Stamper?

    Melansir dari Orient, Rabu (27/12/2023), Stamper atau yang sering disebut dengan tamping rammer merupakan alat yang digunakan untuk proses pemadatan tanah. Dengan menggunakan alat juga ini proses pemadatan menjadi lebih singkat.

    Fungsi Stamper

    Stamper biasanya dipakai untuk proses pemadatan tanah, aspal, dan pada susunan batu. Secara luas, kegunaan stamper ialah untuk konstruksi bangunan, jalan,dan pabrik-pabrik.

    Seperti yang diketahui bahwa dalam persiapan tanah dan lahan untuk konstruksi membutuhkan tanah yang padat. Dengan demikian akan menghasilkan lahan yang cocok untuk pembangunan gedung maupun jalan.

    Perbedaan Stamper Kuda Dan Stamper Kodok

    Untuk pekerjaan konstruksi, dikenal dua jenis mesin stamper. Yang pertama adalah mesin stamper kodok. Dan yang kedua adalah mesin stamper kuda. Inilah perbedaan keduanya :

    • Arah gerak : mesin stamper kuda bisa dipakai dengan arah atas bawah. Sedangkan mesin stamper kodok hanya bisa dipakai untuk arah maju saja atau mundur.
    • Pemakaian : stamper kuda banyak dipakai untuk pemadatan tanah dan urugan serta puing. Sedangkan stamper kodok dipakai untuk memadatkan dan meratakan paving block pada pengerjaan konstruksi.
    • Selain mesin stamper, ada beberapa lagi mesin dan peralatan yang dipakai untuk pemadatan tanah pada konstruksi. Semuanya merupakan mesin pemadat yang bisa kamu temui di pasaran, yang bisa dibeli maupun disewa, seperti : Vibro roller/ bay roller, roller halus.

    Lalu, bagaimana cara menggunakan stamper kuda dan kodok ini? Melansir dari Alitmix, Rabu (27/12/2023), mempunyai bobot yang cukup berat, stamper perlu dioperasikan dengan benar.

    Berikut tips dan cara pemakaian mesin stamper untuk menghasilkan kinerja maksimal pada konstruksi :

    • Memastikan ketersediaan bahan bakar agar mesin bisa beroperasi maksimal
    • Operator mengecek mur dan baut untuk menghindari kebocoran oli dan menghindari kecelakaan kerja.
    • Mengoperasikan mesin stamper : sebelum dipakai, mesin stamper perlu dipanaskan terlebih dahulu antara 3 menit hingga 5 menit dengan kecepatan yang rendah.
    • Pemeliharaan mesin stamper : selayaknya mesin-mesin lainnya, mesin stamper perlu dirawat dan dipelihara dengan baik. Hal utama yang diperhatikan ialah saluran bahan bakar, penggantian oli mesin dan pelumasan pada kaki menghentak.
    • Penyimpanan mesin stamper : dilakukan dengan penempatan pada ruang yang kering dan agak dingin. Usahakan saat menyimpan, alat ini tetap berdiri hingga perlu dibuatkan rak penahan.

    Pemilihan jenis stamper ini disesuaikan dengan kondisi tanah dan pekerjaan. Masing-masing memiliki efektivitas kerja yang berbeda, dengan keunikannya masing-masing.

    Demikian pengertian stamper, fungsi, jenis dan cara Menggunakanya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Membandingkan Aspal VS Paving Block untuk Jalan Akses ke Rumah


    Jakarta

    Ketika kamu membangun rumah, tentu kamu perlu membangun jalan masuk ke rumahmu. Khususnya untuk rumah yang memiliki garasi, pastinya kamu membutuhkan jalan untuk kendaraan mu.

    Saat kamu merencanakan untuk membangun jalan, kamu juga perlu menentukan bahan yang digunakan. Beberapa bahan yang bisa digunakan diantaranya yaitu aspal dan paving block. Lalu, diantara kedua bahan tersebut, mana yang lebih baik?

    Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan. Melansir dari build-review.com, ada beberapa hal yang perlu perhatikan saat memilih bahan antara paving block dan aspal. Berikut rangkumannya.


    Hal yang perlu Diperhatikan Saat Memilih Bahan Jalan Rumah

    1. Tampilan

    Selain untuk memberikan akses yang mudah, salah satu alasan membangun jalan masuk juga karena penampilan. Dengan adanya jalan masuk, rumah akan terlihat lebih bagus. Maka dari itu mempertimbangkan bahan jalan juga menjadi salah satu prioritas.

    Bahan aspal memiliki karakter gelap dan bertekstur. Menggunakan bahan aspal membatasi pilihan warna, karena pada umumnya aspal berwarna hitam dan semakin berjalannya waktu, warna aspal akan berubah menjadi abu-abu. Aspal juga cukup sulit untuk diwarnai, karena aspal memiliki daya serap warna yang kurang baik.

    Sebaliknya, paving block memiliki tekstur lebih mulus dan memiliki bentuk yang beragam, serta bisa diwarnai. Sehingga paving block memiliki fleksibilitas lebih baik sesuai dengan kebutuhan.

    2. Harga

    Dikutip dari masterblockindonesia.com dan kontraktorjalan.com, harga Aspal di Indonesia berkisar dari Rp 70.000 ~ Rp 150.000 per m² sedangkan paving block berkisar dari Rp 100.000 ~ Rp 200.000 per m². Maka dari itu, bila kamu memiliki budget yang sedikit, menggunakan bahan aspal bisa menjadi pilihan terbaikmu.

    Akan tetapi, bila kamu menghitungnya untuk jangka waktu panjang. Menggunakan paving block justru terhitung lebih murah. Mengapa demikian? Ayo kita simak alasannya pada poin selanjutnya.

    3. Daya Tahan dan Perawatan

    Aspal memiliki daya tahan hingga 20 tahun. Sedangkan paving block bisa bertahan hingga dua kali lipatnya. maka dari itu secara teknis, paving block bisa menjadi pilihan yang tepat bila kamu menginginkan bahan yang tahan lama.

    Untuk perawatannya, bahan aspal hanya perlu mengganti lapisan atasnya saja. Sedangkan paving block, kamu perlu menggantinya dengan yang baru.

    Mencari bentuk paving block yang sama juga bisa menjadi tantangan saat memperbaiki jalan berbahan paving block. Seburuk-buruknya, bila kamu tidak berhasil menemukan bentuk yang sama, kamu perlu mengganti semuanya. Sehingga biaya perawatan jalan berbahan paving block terhitung lebih mahal.

    4. Cuaca

    Cuaca juga menjadi faktor penting saat memilih bahan jalan. Jika rumahmu berada di lingkungan yang panas, sebaiknya kamu menggunakan paving block. Karena bahan aspal mudah meleleh saat cuaca panas, dan akan retak atau pecah ketika kembali dingin.

    5. Pemasangan

    Pemasangan aspal terhitung lebih cepat dibandingkan paving block. Aspal hanya memerlukan beberapa jam untuk mengeras dan bisa digunakan. Sedangkan paving block membutuhkan waktu berhari-hari sebelum semen mengeras dan bisa digunakan.

    6. Efek Terhadap Lingkungan

    Bahan aspal lebih ramah lingkungan karena bisa didaur ulang, sedangkan paving block memerlukan alat khusus untuk bisa diolah sebelum di daur ulang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pakai Atap Bitumen di Rumah? Ini Kekurangan dan Kelebihannya


    Jakarta

    Atap bitumen adalah salah satu jenis bahan atap yang banyak digunakan pada bangunan atau rumah. Atap ini dikenal tahan lama dan serbaguna.

    Poin-poin tadi menjadikannya sistem yang ideal untuk proyek atap pembangunan baru ataupun renovasi. Kenali lebih dalam seputar atap bitumen di bawah ini.

    Apa Itu Atap Bitumen?

    Dikutip NV Roofing, atap bitumen adalah jenis atap tahan lama yang cocok untuk atap datang atau dengan kemiringan rendah. Atap bitumen tersedia dalam 1, 2, atau 3 lapis.


    Ada juga atap bitumen yang dimodifikasi, dengan berbahan dasar aspal. Bitumen yang dimodifikasi merupakan jenis produk aspal yang bisa diaplikasikan dengan berbagai cara pada atap, baik di suhu panas atau dingin.

    Dibandingkan jenis atap membran lainnya, atap bitumen modifikasi punya banyak keunggulan dibandingkan. Jenis ini juga sering dianggap sebagai alternatif modern untuk atap yang dibangun.

    Pengaplikasian atap bitumen bisa menggunakan lembaran berperekat perekat yang diaplikasikan dingin atau aspal yang dipel panas.

    Kekurangan Atap Bitumen

    Dirangkum dari Reliable Roofing dan NV Roofing, berikut merupakan ulasan apa saja hal yang menjadi kekurangan atap bitumen.

    1. Menyerap Panas

    Warna atap bitumen yang hitam bisa menyerap panas, meskipun materialnya sendiri mungkin tidak rusak karena panas atau sinar UV. Tapi jika insulasi yang tepat tidak digunakan, penyerapan panas ini bisa menyebabkan bangunan di bawahnya menjadi terlalu panas.

    1. Lebih Rentan Terhadap Genangan Air

    Apabila sistem atap aspal yang dimodifikasi dipasang, bangunan beratap yang cenderung menahan air hujan atau salju yang mencair akan lebih cepat aus.

    Genangan air dan genangan air yang terjadi habis hujan badai, bisa menyebabkan kerusakan serius dan penuaan dini pada sistem atap aspal yang dimodifikasi (jika air tidak mengalir dengan baik). Idealnya, alam kondisi pengeringan yang wajar air mengalir dari atap setelah 48 jam.

    Seringkali atap yang lebih tua tidak memiliki drainase yang baik. Makanya, lapisan aspal yang dimodifikasi tidak tahan terhadap genangan air dan juga bagian termoplastiknya.

    3. Mod Bit Bisa Lebih Mahal

    Atap material bitumen 2 dan 3 lapis biaya pemasangannya jauh lebih mahal. Hal ini bisa menjadikannya salah satu jenis produk atap datar termahal.

    Semetara, material atap 1 lapis cenderung tidak tahan lama. Jika digunakan bisa menimbulkan masalah tertentu, seperti rusak sebelum waktunya.

    Seseorang secara efektif memasang atap sebanyak 2 atau 3 kali. Kecepatan pemasangan merupakan area di mana termoplastik benar-benar bersinar. Sistem mod-bit multi-lapis jauh lebih mahal di atap yang besar.

    4. Metode Pemasangan Paling Umum, Masih Berisiko Tinggi Dibandingkan Satu Lapis

    Metode adhesi aspal modifikasi yang paling umum merupakan “torch down”. Artinya, untuk memanaskan bagian belakang membran dan menempelkannya ke substrat, menggunakan obor atap BTU berbahan bakar propana.

    Industri ini telah beralih dari metode penerapan panas tinggi selama 3 dekade terakhir. Ketel tar jadul merupakan situs langka saat ini. Karena risiko yang melekat pada penerapan panas tinggi, tukang atap perlu terlatih dan memiliki berketerampilan tinggi dalam bekerja dengan sistem aspal yang dimodifikasi.

    Selain itu, ada butiran yang perlu disertakan sebagai bagian dari proses pemasangan. Tujuannya untuk membantu melindungi atap dari sinar matahari.

    Jika tidak disertakan, ini bisa semakin meningkatkan suhu bangunan atau merusak atap. Sayangnya, dalam proses pemasangannya tidak semua jenis atap bitumen menyertakan butiran.

    Kelebihan Atap Bitumen

    1. Tahan Lama

    Atap bitumen merupakan salah satu jenis bahan atap datar yang tahan lama,karena punya daya rekat yang tinggi. Hal ini membuatnya tidak mudah retak, seperti yang terjadi pada atap datar dan atap membran.

    Selain itu, atap ini bisa tahan terhadap angin, api, dan hujan es yang membuatnya tidak mudah rusak jika terjadi badai. Bahkan, atap bitumen bisa bertahan hingga 20 tahun atau lebih.

    Umumnya, atap bitumen disertai garansi pabrik yang panjang yang bisa membantu menjamin keawetan atap.

    Seperti yang kita tahu, jenis atap membran lainnya punya lapisan yang dibiarkan terbuka atau ditutup dengan bahan lain yang bisa melemah seiring berjalannya waktu. Oleh sebab itu, fakta bahwa atap aspal bisa dibuat mulus adalah keuntungan besar.

    2. Punya Beberapa Lapisan dan Ketebalan Lebih Besar

    Seringnya, sistem aspal yang dimodifikasi dipasang dalam setidaknya 2 lapisan Sistem atap aspal yang dimodifikasi menjadi satu sistem atap yang paling terpercaya, karena ketebalannya yang melekat.

    Sistem mod-bit 2 lapis dengan lembaran penutup granular umumnya setebal 240 MIL atau lebih. Di sisi lain, umumnya membran atap termoplastik 1 lapis tebalnya 60 MIL.

    Jika ketebalan membran menjadi perhatian, aspal yang dimodifikasi menjadi pemenangnya karena ketebalannya yang melekat.

    3. Kompatibel

    Umumnya, insinyur bangunan memakai “tambalan basah” atau “semen atap” saat dia mencoba menambal kebocoran darurat. Seringkali, produk-produk tersebut tidak kompatibel dengan sistem satu lapis.

    Namun sering kali diformulasikan untuk sistem berbasis aspa, seperti aspal yang dimodifikasi. Walaupun dianggap sederhana, atap aspal yang dimodifikasi biasanya cocok dengan produk perbaikan atap yang tersedia.

    4. Mudah Digunakan di Ruang Sempit

    Bitumen modifikasi jadi andalan di kota-kota, karena umumnya tersedia dalam gulungan berukuran 36-39 inch. Jika harus memasang atap baru di ruang yang sempit, contohnya balkon atau atap kota dengan 3 lantai, bitumen yang dimodifikasi bisa jadi pilihan yang tepat.

    Kesimpulannya kalau dipasang dengan benar dan dirawat dengan baik, atap bitumen bisa menjadi aset bangunan yang tahan lama. Sistem 2 atau 3 lapis direkomendasikan untuk di bawah teras dan dek atap atau di ruang yang sangat sempit.

    Penggunaan aplikasi perekat dingin dan lapisan yang bisa direkatkan sendiri adalah hal baru di pasaran. Cara ini menawarkan banyak manfaat.

    Adanya kemajuan bahan dan perekat secara berkala, bisa membuat sistem atap bitumen menjadi andalan atap selama beberapa dekade mendatang.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com