Tag: aspek

  • 3 Jurus Jitu Tingkatkan Skor Kredit Supaya Lancar Ajukan KPR


    Jakarta

    Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu metode untuk membeli rumah. Ketika kamu mengajukan KPR, pihak Bank penyedia KPR akan melakukan sejumlah penilaian untuk mempertimbangkan kamu layak mendapatkan pinjaman.

    Nah, salah satu yang dinilai oleh bank adalah angka skor kredit. Tingginya skor kredit akan membantu kamu untuk mendapatkan pinjaman serta meringankan kamu mendapatkan pinjaman KPR dengan suku bunga yang lebih rendah.

    Oleh karena itu, kamu mesti tahu skor kredit dan fokus untuk memperbaikinya. Cek tips meningkatkan credit score berikut ini, dikutip dari CNBC, Senin (1/7/2024).


    Tips Tingkatkan Skor Kredit

    1. Lunasi Utang

    Hal pertama yang perlu kamu fokuskan adalah melunasi hutang yang sudah ada. Melunasi hutang membantu menjaga tingkat pemanfaatan kredit di angka rendah dan tetap ideal. Tingkat pemanfaatan kredit Kamu adalah persentase total kredit yang kamu gunakan. Semakin rendah semakin baik. Kalkulasikan dengan cara:

    Jumlah Seluruh Saldo Kredit Terutang : Total Batas Kredit x 100%

    2. Bayar Tepat Waktu

    Selanjutnya, kamu perlu memiliki riwayat pembayaran yang bagus. Riwayat pembayaran kamu adalah salah satu faktor yang berpengaruh dalam skor kredit karena menunjukkan kemampuan Kamu dalam memenuhi hutang. Dalam peminjaman KPR dan tagihan lainnya kamu juga harus membayarnya tepat waktu.

    3. Perhatikan Laporan Kredit

    Lalu, perhatikan jika laporan kredit kamu menandakan hal yang tidak baik. Tanda-tanda tidak baik ini akan mempersulit Kamu untuk mendapatkan persetujuan pinjaman KPR dan mungkin merusak credit score.

    Dengan memiliki skor kredit yang baik, maka akan memudahkan kamu untuk mendapatkan pinjaman KPR khususnya ketika kamu ingin mempersiapkan untuk membeli rumah di masa depan. Oleh karena itu, pastikan credit score kamu di dalam posisi aman dan tetap meningkat agar proses dalam pengurusan pembelian rumah tidak mempersulitmu.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Perlu Dicatat Saat Pilih Kontrakan Rumah Biar Nggak Nyesal


    Jakarta

    Rumah adalah properti yang sangat berharga yang fungsinya bisa untuk hunian ataupun aset investasi. Bagi yang ingin tinggal di rumah, bisa mempertimbangkan mengontrak rumah kalau masih merasa i ingin pindah-pindah lokasi tempat tinggal.

    Selain itu, mungkin kamu belum mampu membeli rumah, sehingga mengontrak rumah menjadi pilihan utama. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menandatangani kontrak properti yang akan disewa.

    Pastinya kamu tidak ingin terjerat dalam perjanjian yang merugikan, bukan? Yuk, simak beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan kontrak rumah.


    1. Lokasi Properti

    Lokasi merupakan hal penting dalam memilih properti. Pastikan kamu memilih lokasi yang strategis, dekat dengan fasilitas umum, dan lingkungan yang aman dan nyaman.

    2. Cari Informasi Pemilik dan Pengelola Properti

    Setelah melihat lokasi, kamu bisa mengecek siapa pengelola atau pemilik properti tersebut. Pastikan pemilik maupun pengelola properti memiliki izin dan dokumen resmi terkait properti yang kamu incar. Kamu bisa mencari tahu terkait pemilik dan pengelola properti dari media sosial, teman, keluarga, dan lainnya.

    3. Cek Kondisi Fisik Properti yang Akan Disewa

    Selanjutnya, kamu bisa melakukan survey langsung properti yang akan kamu sewa. Hal ini untuk memastikan bahwa properti yang akan disewa dalam keadaan baik, misalnya tidak ada kerusakan fisik atau masalah teknis yang bisa mengganggu aktivitas kamu.

    4. Bandingkan dengan Pilihan Properti Lainnya

    Memiliki beberapa pilihan properti yang akan disewa bisa dicoba agar bisa mendapatkan properti terbaik. Apabila kamu sudah menemukan beberapa properti yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan, kamu bisa membandingkannya untuk mendapat pilihan terbaik.

    Perbandingan tersebut bisa melalui beberapa aspek seperti harga sewa, lama sewa, fasilitas, layanan, syarat dan ketentuan, serta testimoni dari penyewa sebelumnya untuk melakukan negosiasi dengan pemilik atau pengelola properti untuk mendapatkan penawaran yang lebih menguntungkan.

    5. Baca dan Pahami Isi Kontrak Sewa Properti

    Jika sudah yakin dengan properti yang diinginkan, kamu bisa mulai menyewanya. Akan tetapi, sebelum tanda tangan kontrak sewa, kamu harus membaca dan memahami isi kontrak sewa properti secara teliti.

    Adapun, hal-hal yang harus diperhatikan seperti hak dan kewajiban masing-masing pihak, jangka waktu sewa, besaran uang muka, uang sewa, uang jaminan, biaya-biaya tambahan, klausul-klausul penting, sanksi-sanksi, dan mekanisme penyelesaian sengketa. Jangan sampai isi kontrak sewa justru merugikan kamu. Nah, jika sudah yakin, kamu bisa segera tanda tangan kontrak sewa properti.

    Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum sewa properti. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Desain Kamar Tidur Paling Ideal yang Bikin Betah!



    Jakarta

    Kamar tidur adalah ruangan yang biasa digunakan pemilik rumah untuk beristirahat. Kamar tidur adalah ruangan paling penting di rumah sehingga keberadaannya sangat penting di rumah. Namun, terkadang orang menyepelekan desain kamar tidur saat membangun rumah.

    Posisi kamar tidur pada rumah dapat mempengaruhi kenyamanan penghuninya. Maka dari itu, penghuninya perlu mempertimbangkan segala aspek saat mendesain dan mendekorasi kamar tidur. Maka dari itu kamu butuh merencanakan desain tata letak yang matang agar kamar tidur baik secara fungsional dan juga terlihat estetik.

    Mengutip dari Livingetc, Senin (22/7/2024), berikut ciri-ciri desain kamar tidur yang paling ideal.


    1. Mendapat Pencahayaan yang Maksimal

    Setiap ruangan disarankan mendapat sumber cahaya. Marie Flanigan,Principal dari Marie Flanigan Interiors, menyarankan khusus untuk tempat tidur lebih baik diletakkan di antara jendela dengan meja samping tempat tidur di depan jendela. Meja pun tidak lebih tinggi dari jendela agar tidak menghalangi cahaya.

    2. Memiliki Ruang Penyimpanan

    Selain sebagai tempat beristirahat, kamar juga membutuhkan ruang penyimpanan sehingga lebih fungsional. Namun terkadang luas kamar tidak begitu besar untuk diletakkan lemari atau perabotan untuk penyimpanan. Untuk menghindari kekacauan kamu bisa buat penyimpanan di bawah ranjang tidur, jangan lupakan ruang dinding di atas dan di samping tempat tidur jika ranjang kamu punya rak built-in.

    3. Setiap Sudut Kamar Digunakan

    Bentuk kamar seperti apa pun tetap dapat nyaman ditempati asalkan penataannya tepat. Setiap sudut kecil bisa digunakan untuk meletakkan meja rias kecil, meja kerja, atau tempat tidur. Area sudut ini sangat cocok untuk tempat tidur tamu atau anak. Menggunakan sudut dengan plafon miring memungkinkan ruang lantai tengah dikosongkan, yang dapat berfungsi sebagai area bermain anak atau area bersantai tamu.

    “Mengukur skala ruangan yang tidak tepat adalah cara mudah untuk merusak potensi kamar tidur,’ kata Ginger Curtis dari Urbanology Designs.

    Kamu bisa isi sudut besar dengan kursi santai yang nyaman atau letakkan bangku besar di ujung tempat tidur kamu. Ini adalah cara yang bagus untuk menciptakan titik nyaman di kamar kamu dan jangan biarkan ada ruangan kecil tersisa.

    4. Tempat Tidur Diletakkan di Posisi yang Tepat

    Tempat tidur adalah perabotan utama di kamar tidur sehingga penempatannya sangat berpengaruh pada tampilan tata letak kamar tidur. Hal ini menentukan tempat di mana seberapa dekat kamu untuk mengakses sumber listrik untuk lampu dinding atau lampu gantung.

    Selain itu, posisi tempat tidur menentukan di mana untuk tempat penyimpanan atau seberapa banyak ruang untuk meletakkan meja tidur di samping tempat tidur. Jadikan tempat tidur menjadi titik fokus ruangan serta posisinya jauh dari pintu untuk aksesibilitas dan estetika.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Memilih Keramik buat Lantai Tangga yang Aman dan Awet


    Jakarta

    Bentuk tangga yang menanjak menjadikannya area rumah yang cukup berbahaya. Kamu harus telaten memilih pijakan tangga, termasuk bahan keramik agar tidak licin atau tidak kuat.

    Biasanya pemakaian keramik pada tangga digunakan pada tangga beton. Jika kamu memakai keramik, pastikan memilih yang dipasang aman untuk dipijak dan tahan lama.

    Bagi kamu yang sedang mencari keramik buat lantai tangga, simak panduannnya berikut ini, dikutip dari Tile Giant, Selasa (6/8/2024).


    Panduan Memilih Keramik buat Lantai Tangga

    1. Desain Keramik Selaras dengan Ruangan

    Tangga biasanya diletakkan di tengah atau pojok rumah, sehingga tangga terlihat jelas dari segala sisi. Jangan sembarangan memilih keramik, sebaiknya perhatikan ukuran, warna, motif, dan model yang selaras dengan ruangan sekitar.

    Keramik bisa menonjolkan aspek kesesuaian tersebut dari tangga. Jika ruangan dominan warna putih, pilih warna-warna netral selain hitam pada keramik.

    2. Pilih Bahan Keramik yang Kuat

    Keramik sebagai pijakan harus kuat menahan beban dan tidak mudah pecah. Dibanding bahan karpet, kayu, atau papan vinly, keramik bisa tahan sampai 20 tahun lebih jika dirawat dan dipasang dengan baik.

    3. Pilih Permukaan Keramik Anti Slip

    Saat naik dan turun tangga, penghuni rumah sebenarnya rawan terjatuh apalagi kalau berlari ketika buru-buru. Jika keramik yang dipilih tidak anti slip, maka ada potensi lebih besar untuk tergelincir.

    Oleh karena itu, pilih keramik anti slip seperti yang banyak dipakai di kamar mandi. Biasanya harganya lebih mahal daripada keramik biasanya, tetapi harganya sesuai dengan keamanan dan kualitasnya.

    4. Keramik yang Tidak Mudah Lecet

    Tangga adalah bagian yang sulit diperbaiki, maka keramik sebagai pelindung terluar harus memiliki bahan yang kokoh. Selain itu, sebisa mungkin tahan dari goresan pada permukaannya.

    Goresan pada keramik merusak tampilan tangga dan saat dipijak membuat tekstur yang tidak nyaman. Salah satu jenis keramik tangga yang tidak mudah lecet adalah full body vitrified tiles yang terbuat dari bahan tanah liat atau porselin.

    Keramik jenis ini memiliki beberapa model dari yang tampilannya matte hingga berkilau seperti dilapisi kaca.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon Tinggi Bikin Rumah Lebih Adem Mitos atau Fakta? Begini Kata Ahli


    Jakarta

    Saat membangun rumah, kamu pasti menginginkan desain yang bisa membuat rumah terasa sejuk dan adem. Sebab, rumah yang terasa pengap dan panas sepanjang waktu pasti membuat penghuni rumah tidak nyaman, terutama saat tidur. Beberapa orang percaya salah satu aspek penting yang membuat rumah lebih sejuk adalah ketinggian plafon rumah. Kira-kira mitos atau fakta ya?

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, rumah dengan plafon tinggi tidak dapat menjamin rumah menjadi lebih sejuk. Justru rumah dengan plafon tinggi membutuhkan energi lebih untuk mendinginkan ruangan jika di dalamnya ditambahkan AC.

    Dengan demikian, saat membangun rumah dengan plafon tinggi, kamu tidak bisa sembarangan menentukan ketinggiannya. Perlu mempertimbangkan keseluruhan atau proporsi rumah. Jangan sampai rumah terasa kecil padahal plafon sudah menjulang tinggi.


    “Saya selalu menyarankan ketinggian (rumah) itu secukupnya supaya tidak boros material. Prinsipnya adalah bagaimana kita meminimalisasi penggunaan material,” ujar Denny saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/5/2024).

    Denny rumah setidaknya memiliki banyak ventilasi, tritisan, dan jendela agar terasa lebih sejuk dan hemat material pembangunannya.Lebih lanjut, berikut penjelasannya.

    1. Perbanyak Ventilasi Udara

    Setiap ruangan seharusnya mempunyai ventilasi udara agar ada aliran udara yang sejuk. Setidaknya ada dua ventilasi di setiap ruangan untuk menciptakan ventilasi silang. Ventilasi yang baik memungkinkan udara panas dan kelembapan tidak terperangkap di dalam rumah. Dengan begitu, suhu udara bisa keluar masuk melalui ventilasi tersebut. Ventilasi silang ini juga lebih optimal apabila ditambah dengan adanya kipas angin.

    “Memang udara semakin panas saat ini, tapi dengan desain yang benar, dengan arsitektur yang benar, yang denahnya baik itu otomatis membuat masalah panas itu harusnya tidak jadi masalah lagi,” ucapnya.

    2. Batasi Pancaran Sinar Matahari

    Meskipun ada ventilasi yang cukup, rumah bisa panas apabila sinar matahari menyorot langsung ke dalam rumah. Dengan begitu, kamu bisa batasi pancaran sinar dengan menggunakan tritisan. Denny mengimbau agar menghindari memasang jendela yang mengarah ke mata angin barat agar rumah tetap adem.

    “Di arah mata angin barat itu biasanya ketika sore hari itu panas yang membuat kita nggak nyaman. Jadi di arah barat pilihannya adalah kita nggak buka jendela di sana, atau kalau kita mau buka jendela, kita pasang kisi-kisi,” ujarnya.

    3. Gunakan Bahan Penghalau Panas

    Tidak hanya perlu menghalau sinar matahari, kamu juga harus mencegah masuknya hawa panas menggunakan styrofoam daur ulang. Bahan expanded polystyrene (EPS) styrofoam bisa menjadi bahan untuk membuat dinding rumah penghalau panas.

    “Styrofoam itu penghalau panas sebenarnya. Dia nggak menghantar panas ke dalam (rumah). Jadi styrofoam disemen kiri dan kanan (menjadi tembok). Itu secara perhitungan saya sendiri, penelitian saya itu mengurangi suhu secara pasif itu minus 3 derajat selsius,” jelasnya.

    Selain itu, ada material alternatif lain yang bisa digunakan seperti roster atau kerawang bata untuk menghalau panas. Dengan membangun penghalang dari bahan itu, memungkinkan penghuni rumah membuka pintu dan jendela untuk mendapat aliran udara sejuk tanpa khawatir privasi terganggu.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Saja yang Perlu Diperhatikan saat Mendesain Kamar Anak? Berikut Ulasannya


    Jakarta

    Mendesain kamar anak bisa menjadi tantangan yang menyenangkan, namun memerlukan perencanaan matang.

    Selain aspek estetika, ada berbagai hal yang harus diperhatikan agar kamar anak menjadi tempat yang nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang nya.

    Dilansir dari tollbrothers.com, berikut adaah beberapa aspek yang perlu kamu pertimbangkan saat mendesain kamar si kecil.


    Pemilihan Warna yang Tepat untuk Kamar Anak

    Pemilihan warna sangat berpengaruh pada suasana hati anak. Warna cerah seperti biru muda, hijau, atau kuning bisa memberikan kesan ceria, sementara warna pastel cocok untuk menciptakan nuansa tenang.

    Kamu harus menghindari pemilihan warna yang terlalu gelap karena bisa membuat anak merasa tidak nyaman atau sulit tidur.

    Keamanan Furnitur dan Dekorasi

    Keamanan harus menjadi prioritas utama dalam mendesain kamar anak. Patikan seluruh furnitur memiliki sudut yang tumpul untuk mencegah cedera. Selain itu, pastikan lemari, rak, dan perabot lainnya dipasang dengan kuat di dinding agar tidak mudah jatuh. Gunakan juga bahan yang ramah anak, seperti kayu tanpa zat kimia berbahaya.

    Pencahayaan yang baik dan aman

    Pencahayaan Yang tepat sangat penting untuk kenyamanan dan kesehatan mata anak. Lampu yang terlalu terang dapat menstimulasi atau bahkan membahayakan mata bayi Anda yang sensitif dan sedang berkembang.

    Pastikan kamar mendapatkan cukup pencahayaan alami di siang hari. Untuk malam hari, kamu bisa menggunakan lampu tidur yang memberikan cahaya lembut agar anak merasa nyaman saat tidur, sekaligus mencegah silau yang bisa mengganggu istirahat.

    Ruang Penyimpanan yang Praktis dan Terjangkau

    Anak-anak biasanya memiliki banyak mainan dan barang-barang kecil. Oleh karena itu, kamu harus menyediakan ruang penyimpanan yang cukup, seperti rak dinding, kotak mainan, atau lemari kecil yang mudah diakses oleh anak. Ini juga bisa mengajarkan anak untuk lebih rapi dan bertanggung jawab terhadap barang-barangnya.

    Dekorasi Edukatif dan Menyenangkan

    Dekorasi kamar anak tidak hanya harus menarik secara visual, tetapi juga bisa menjadi media edukasi. Kamu bisa menggunakan stiker dinding, poster, atau elemen dekoratif lainnya yang mengandung unsur pembelajaran, seperti angka, huruf-huruf, dan hewan. Ini akan membantu merangsang minat belajar anak sejak dini.

    Area Bermain yang Aman

    Jika memungkinkan, sediakan sudut khusus untuk bermain di kamar anak. Kamu bisa menggunakan karpet lembut atau matras di lantai untuk mencegah anak cedera saat bermain. Selain itu, jauhkan mainan kecil dari jangkauan anak balita untuk menghindari risiko tertelan.

    Ventilasi dan Sirkulasi Udara yang Baik

    Jangan lupakan ventilasi yang baik di kamar anak. Udara yang bersih dan sirkulasi udara yang lancar sangat penting untuk menjaga kesehatan anak. Pastikan jendela bisa dibuka dengan mudah agar kamar tetap mendapatkan udara segar setiap hari.

    Udara segar yang masuk ke dalam kamar membuat suhu ruangan terasa lebih sejuk, sementara itu udara yang terperangkap di dalam ruangan secara terus menerus juga tidak baik, karena mengandung alergen seperti debu, tungau, atau spora jamur.

    Anak-anak lebih rentan terhadap masalah pernapasan seperti flu, batuk, atau pilek. Maka dari itu kamu harus memperhatikan tingkapan atau jendela untuk sirkulasi udara yang maksimal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memilih Beli Rumah Bekas atau Baru



    Jakarta

    Setiap tahun harga rumah akan naik, terutama yang berada di lokasi yang strategis. Sementara itu, penghasilan masyarakat tidak bisa dipastikan akan naik setiap tahun.

    Ketimpangan ini yang membuat banyak masyarakat lebih memilih rumah dengan harga yang terjangkau daripada rumah impian mereka. Rumah bekas pun masuk dalam pertimbangan mereka karena kebanyakan dijual dengan harga miring. Namun, banyak rumah bekas, kondisinya tidak dalam kondisi yang baik sehingga perlu ada renovasi. Saat dihitung kembali, ternyata harganya hampir sama dengan rumah baru.

    Apabila mengalami kondisi seperti ini, bagaimana cara kita memilih? Kira-kira lebih baik membeli rumah bekas atau rumah baru?


    Menurut Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management Steve Sudijanto, saat kita bimbang untuk mengambil keputusan terutama karena harga rumah yang mirip, ia menyarankan untuk pertimbangkan dari lokasi rumah tersebut.

    Biasanya rumah bekas berada di kawasan yang lebih berkembang karena sudah berdiri lama. Sedangkan rumah baru biasanya masih dalam tahap pengembangan, sehingga ada banyak lahan kosong.

    Kemudian, cek juga apakah di sekitar rumah tersebut terdapat fasilitas umum dan fasilitas sosial yang memadai. Kedua aspek ini bisa menjadi nilai tambah dari rumah tersebut.

    “Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” kata Steve kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, hal kedua yang bisa jadi pertimbangkan adalah lihat kerusakan pada rumah tersebut. Apabila dari hitungan biaya renovasi kerusakan pada rumah tersebut sama dengan rumah baru, maka lebih baik membeli rumah yang baru karena biaya perawatannya rendah.

    “Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” jelasnya.

    Ia mengingatkan ada kerusakan pada rumah yang tidak bisa ditoleransi dan benar-benar harus diperbaiki secara keseluruhan yakni apabila ada masalah pada struktur, ditemukan banyak rayap, dan berada di lokasi rawan banjir. Ketiga hal ini bisa kamu ketahui saat melakukan survei langsung ke rumah bekas tersebut.

    “Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” pungkasnya.

    Apabila ketiga aspek tersebut tidak ditemukan pada rumah bekas pilihan kamu, sebaiknya cari lagi rumah bekas yang lebih menguntungkan terutama dari segi harga. Sebab, biasanya rumah bekas dijual karena pemiliknya membutuhkan uang secepatnya sehingga harganya lebih murah dari pasaran. Namun, ada pula yang menjual rumah untuk mendapat keuntungan sehingga harganya tetap bersaing dengan harga rumah baru.

    “Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” ujarnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • BPJPH Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Wajib Halal 2026



    Jakarta

    Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Muhammad Aqil Irham menegaskan pentingnya kesiapan pelaku industri kosmetik dalam menghadapi implementasi kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026. Hal itu untuk mendorong kesadaran pentingnya produk halal bagi masyarakat.

    Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber Indo Beauty Expo 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (08/08/2025) dalam sesi bertema ‘2026 Wajib Halal: Strategi Praktis untuk Industri Kosmetik’ bersama LPH LPPOM.

    Muhammad Aqil Irham mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap produk halal, termasuk kosmetik, kini semakin tinggi.


    “Konsumen saat ini memiliki awareness halal yang sangat tinggi. Pemerintah memberikan insentif melalui pembiayaan (sertifikasi halal) untuk pelaku UMK. Nah, bagi yang tidak patuh, ada sanksi berat juga berupa sanksi mekanisme pasar yakni ditinggalkan oleh konsumen,” kata Aqil dalam keterangan tertulis, Minggu (10/8/2025).

    Dia menjelaskan bahwa insentif yang diberikan tidak hanya bersifat anggaran (budget), tetapi juga non-anggaran melalui program fasilitasi kemudahan sertifikasi halal.

    “Pemerintah hadir dengan memudahkan proses, menyediakan pendampingan, hingga memangkas biaya sertifikasi. Tinggal kemauan pelaku usaha untuk menyiapkan diri,” tuturnya.

    Aqil juga menyoroti masih adanya produk kosmetik yang beredar secara online tanpa sertifikat halal. Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak.

    “Produk kosmetik bukan hanya soal isinya, tapi juga prosesnya harus halal. Begitu pula aspek logistiknya, sehingga ketertelusurannya terjaga dari hulu hingga hilir,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Auditing LPH LPPOM Mulyorini Rahayuningsih dalam sesi yang sama menjelaskan bahwa industri kosmetik perlu memahami titik kritis kehalalan di seluruh rantai produksi. Mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi.

    “Sertifikasi halal kosmetik tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga meningkatkan daya saing produk di pasar global yang permintaan kosmetik halalnya terus tumbuh,” tutup Mulyorini.

    (akn/akn)



    Sumber : www.detik.com

  • BPJPH Dorong Kesiapan Industri Nonpangan Sambut Kewajiban Sertifikasi Halal



    Jakarta

    Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI terus mendorong kesiapan industri non-pangan dalam menyambut kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026.

    Sekretaris Utama (Sestama) BPJPH, Muhammad Aqil Irham menjelaskan sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan aspek religius, tetapi juga menyangkut aspek ekonomi yang memberikan peluang usaha lebih luas bagi pelaku usaha penghasil produk halal.

    “Halal saat ini sudah menjadi lifestyle atau gaya hidup yang dalam beberapa tahun terakhir ini diproyeksikan mencapai US$2,8 triliun pada 2025. Jumlah penduduk Muslim dunia juga diprediksi akan mencapai 2,2 miliar jiwa pada tahun 2030,” ujar Aqil dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).


    Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara pada forum Coaching Clinic Sertifikasi Halal Non-Food dalam rangkaian Indonesia Retail Summit & Expo 2025 yang digelar hari ini di Swissotel PIK Avenue, Jakarta Utara, Rabu (27/8/2025).

    Aqil menyampaikan data tersebut menunjukkan industri halal diprediksi akan terus meningkat pesat setiap tahunnya. Berdasarkan data dari State Global Islamic Economic Report (SGIER) 2024/2025, besarnya data pengeluaran konsumen Muslim dunia tidak hanya untuk sektor pangan (makanan dan minuman) tetapi juga sektor non-pangan seperti kosmetik, obat, pariwisata, fashion, hingga barang gunaan serta gaya hidup halal dalam beberapa tahun terakhir. Adapun angka ini diproyeksikan akan terus meningkat.

    Dengan proyeksi peningkatan belanja umat Muslim dunia, Indonesia berpeluang untuk memperkuat perdagangan produk halal dan memperluas perannya dalam rantai pasok global. Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-3 dalam Indikator Ekonomi Islam Global (SGIER 2024/2025).

    Lebih lanjut, ia juga mengingatkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk bersertifikat halal harus dijawab dengan kesiapan industri. Jika peluang ini tidak diambil oleh pelaku usaha Indonesia, maka pelaku usaha asing sudah bersiap untuk mengambil peluang yang ada.

    Menurutnya, hal ini sudah jelas terpampang nyata betapa banyak negara penghasil produk halal bukanlah negara yang penduduknya beragama Islam.

    “Pelaku usaha Indonesia harus segera bersertifikat halal jika kita tidak siap, ini bisa menjadi ancaman serius bagi daya saing pelaku usaha dalam negeri,” ungkap Aqil.

    Selain kegiatan seminar, pada sesi BPJPH juga dilanjutkan dengan sesi coaching clinic yang diikuti oleh pelaku industri retail nasional dan internasional, produsen, supplier, vendor, pemilik dan pengelola pusat perbelanjaan, hingga UMKM.

    Hadir pula peserta dari kalangan akademisi dan peneliti di bidang retail dan ekonomi. Diskusi berjalan interaktif, dengan fokus pada pemahaman regulasi, tahapan proses sertifikasi, serta tantangan implementasi di sektor non-food.

    Melalui kegiatan ini, BPJPH juga mengajak seluruh stakeholder untuk memperkuat kolaborasi ekosistem halal di Indonesia. Pasalnya, sertifikasi halal bukan hanya kewajiban regulatif, tetapi juga peluang untuk memperluas pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di era perdagangan bebas secara global.

    (akn/akn)



    Sumber : www.detik.com