Tag: atap

  • Estimasi Biaya Renovasi Atap Rumah Pakai Baja Ringan


    Jakarta

    Atap rumah menjadi bagian yang penting pada sebuah rumah. Sebab, bagian atap melindungi bagian dalam rumah dari cuaca panas, hujan, maupun berangin.

    Sering kali atap rumah mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Tentunya jika terjadi diperlukan perbaikan atau bahkan renovasi atap.

    Kira-kira berapa ya biaya renovasi atap rumah pakai baja ringan?


    Estimasi Biaya Renovasi Atap Pakai Baja Ringan

    Sebagai contoh, kamu memiliki rumah tipe 60 dan ingin memasang rangka atap baja ringan dengan genteng metal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung luas atap rumah terlebih dahulu.

    Luas rumah: 10 x 6 m
    Oversteck atau kelebihan atap dari dinding luar: 60 cm = 0,6 m
    Kemiringan sudut: 30 derajat

    Luas atap rumah (LAR): panjang x lebar/cosinus derajat kemiringan atap
    = (10 m + Oversteck kanan dan kiri) x (6 m + Oversteck depan dan belakang) / cosinus 30 derajat

    = (10 + 1,2) x (6 + 1,2) / 0,866
    = 11,2 x 7,2 / 0,866
    = 93,11 m2

    Jika harga baja ringan setebal 1 mm adalah Rp 150.000/m2 dan harga genteng metal Rp 100.000/m2, maka total biaya atap baja ringan adalah:

    (LAR x harga baja ringan per m2) + (LAR x harga penutup atap per m2)
    = (93,11 x Rp 150.000) + (93,11 x Rp 100.000)
    = Rp 13.966.500 + Rp 9.311.000 = Rp 23.277.500

    Sebagai informasi, perhitungan tersebut hanyalah sebuah estimasi saja. Harga material bangunan dan jasa tukang di setiap daerah berbeda. Biaya tersebut juga di luar biaya bongkar atap.

    Tentunya penggunaan baja ringan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasi kelebihan dan kekurangan baja ringan berdasarkan catatan detikcom.

    Kelebihan Baja Ringan

    Harga baja ringan memang cenderung lebih mahal daripada material lainnya, tetapi ia memiliki berbagai kelebihan, antara lain sebagai berikut:

    1. Memiliki Daktilitas yang Baik

    Daktilitas merupakan sifat baja yang tidak hancur setelah mengalami deformasi yang besar. Berbeda dengan baja konvensional atau kayu yang bisa langsung hancur dan patah saat diberikan beban tiba-tiba (beban kejut), baja ringan sanggup menahan beban beran tanpa menyebabkan kerusakan.

    2. Kekuatannya Bagus Tapi Ringan

    Salah satu yang istimewa dari bawa ringan adalah kuat tapi tetap ringan. Tentunya hal ini dapat membuat proses pemasangan jadi lebih efisien. Selain itu, baja ringan memiliki potensi penyebab kematian yang cukup kecil.

    3. Tahan Karat

    Material baja ringan tahan karat sehingga tidak perlu melakukan finishing cat. Setelah dibongkar, baja ringan bisa dimanfaatkan kembali dan di daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.

    4. Tahan Lama

    Salah satu kelebihan paling menarik dari baja ringan adalah awet karena tidak akan dimakan rayap. Jadi, tidak perlu khawatir kalau atap rumah akan rapuh atau keropos. Walaupun harga baja ringan sedikit lebih mahal dibanding rangka bahan lain, tapi biaya perawatannya lebih murah.

    Kekurangan Baja Ringan

    Kekurangan baja ringan yang perlu kamu perhatikan yaitu sebagai berikut.

    1. Mudah Goyang Terbawa Angin

    Bobotnya yang ringan ternyata bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Baja ringan bisa saja terbawa angin jika tidak dipasang dengan benar.

    2. Harganya Mahal

    Tak dapat dipungkiri, harga material baja ringan masih termasuk mahal. Namun, baja ringan lebih ramah lingkungan dibandingkan material kayu. Selain itu, dengan segala kelebihan yang dimiliki, wajar saja jika harganya lebih mahal.

    3. Kurang Estetis

    Jika ingin membuat atas dengan model terekspos, menggunakan rangka baja ringan mungkin bukan pilihan yang tepat. Berbeda dengan kayu yang memiliki nilai estetika, rangka atap baja ringan akan terlihat berantakan.

    Semoga bermanfaat ya informasinya, detikers!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 3 Hal Ini Saat Bikin Atap Dak Beton



    Jakarta

    Membangun atap rumah ternyata nggak harus menggunakan genteng, tetapi bisa juga dengan dak beton. Atap dak beton yang datar bisa menjadi alternatif untuk mendapat estetika hunian tertentu atau menambah fungsi ruang di rumah.

    Namun, membuat atap beton tidak boleh sembarangan. Sebab, jenis atap ini membutuhkan perhitungan, pertimbangan, pembiayaan, dan perhatian lebih dibandingkan atap genteng pada umumnya.

    Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim menjelaskan dak beton sebenarnya merupakan lantai beton. Akan tetapi, posisinya yang di luar atau eksterior bangunan, maka mendapat sebutan ‘dak’.


    “Pembuatan dak beton itu sama seperti membuat lantai beton karena sebetulnya lantai beton yang ada ditaruh di luar. Jadi buatnya sama pakai besi, dicetak pakai casting, lalu dituangi beton,” ujar Albert kepada detikcom, Rabu (12/6/2024).

    Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan ketika membangun atap dak beton? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

    Tips Membangun Atap Dak Beton

    1. Waterproofing

    Albert menjelaskan atap dak beton memiliki risiko kebocoran kalau proses pembuatannya kurang baik. Sebab, beton yang mengeras masih mungkin ada pori-pori dan retakan yang menjadi celah untuk air masuk.

    Oleh, karena itu penting sekali memastikan atap dak beton sudah ada waterproofing, yakni dengan melapisi permukaan atap dengan cairan khusus anti air.

    “Waterproofing (sebanyak) tiga lapis. Kalau mau aman lebih aman lagi, (buat) lebih banyak (lapisan tapi) paling minimal 3 lapis,” ucapnya.

    Selain itu, ia mengatakan waterproofing harus ditinjau setiap 3-5 tahun sekali. Apabila lapisannya sudah mulai mengelupas, maka harus diganti.

    2. Rencanakan Struktur dan Fondasi

    Atap dak beton sebenarnya berupa lapisan yang tebal, sehingga membantu menahan hawa panas masuk ke rumah. Namun, struktur dak beton yang tebal tentu menjadikan bangunan semakin berat.

    Supaya bisa menopang beban berat, struktur dan fondasi bangunan harus dibuat lebih besar. Dengan begitu, kamu perlu menghitung ukuran fondasi yang sesuai untuk menahan beban atap dak beton.

    “Waktu mau bikin dak atap, direncanakan benar-benar struktur dan fondasinya. Jangan sampai menambah dak atap tapi tidak memperhitungkan kaki-kaki di bawahnya kuat atau nggak menopang dak atapnya,” katanya.

    3. Siapkan Budget

    Atap dak beton berupa lapisan yang tebal, sehingga membutuhkan lebih banyak material. Hal ini yang membuat atap dak beton tergolong cukup mahal, sehingga atap genteng menjadi alternatif yang lebih menggiurkan.

    Bagi kamu yang pengin punya atap dak beton, maka siapkan budget yang cukup untuk membangunnya. Menurut Albert, estimasi pembuatan atap dak beton untuk sebuah rumah dua lantai sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta per meter.

    Tak berhenti sampai situ, kamu juga perlu meninjau kualitas waterproofing atap setiap 3-5 tahun. Kalau lapisan waterproof itu sudah mulai mengelupas, maka siap-siap mengeluarkan dana lebih buat waterproofing ulang.

    Itulah tiga hal yang perlu kamu perhatikan ketika membangun atap dak beton. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Keuntungan dan Kerugian Bikin Atap Dak Beton buat Rumah


    Jakarta

    Ada banyak jenis atap rumah yang bisa kamu pilih tergantung desain rumah yang diinginkan. Kalau kamu pengin penampakan atap yang datar, maka kamu bisa membangun rumah dengan atap dak beton.

    “Dak beton itu sebenarnya lantai beton, cuman kalau lantainya posisinya di luar dia disebutnya dak. Jadi sebagai penutup (atau) penggantinya atap tapi dari beton ya namanya dak beton,” ujar Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim kepada detikcom, Rabu (12/6/2024).

    Nah, sebelum memutuskan membuat atap dak beton, kamu harus tahu keuntungan dan kerugian jenis atap ini. Lalu, apa saja untung rugi atap dak beton? Yuk, cek penjelasan berikut ini.


    Keuntungan Atap Dak Beton

    1. Rumah Lebih Adem

    Albert mengatakan salah satu keuntungan memakai atap dak beton adalah lantai di bawahnya terasa lebih dingin dibandingkan atap spandek. Menurutnya, atap yang tebal dan tertutup seperti dak beton mampu menghalau panas masuk rumah.

    2. Menambah Ruang

    Selain itu, atap dak beton dapat menambah ruang di atas rumah karena memiliki permukaan datar yang bisa dipijak. Dengan begitu, pemilik rumah bisa memfungsikan bagian rooftop ini sesuai kebutuhan.

    Biasanya dak beton dapat dipakai untuk menyimpan tandon, jemuran baju, dan mesin AC. Bahkan, atap dak beton bisa menjadi tempat barbeque.

    Kerugian Atap Dak Beton

    1. Bangunan Semakin Berat

    Atap dak beton berupa lapisan yang tebal, sehingga ukurannya lebih besar serta bobotnya lebih berat. Pemilik rumah harus lebih memerhatikan fondasi dan struktur rumah untuk menopang beban tersebut.

    “Waktu mau bikin dak atap, direncanakan benar-benar struktur dan fondasinya. Jangan sampai menambah dak atap tapi tidak memperhitungkan kaki-kaki di bawahnya kuat atau nggak menopang dak atapnya,” katanya.

    2. Rawan Bocor

    Atap dak beton memiliki risiko kebocoran kalau pembuatannya tidak bagus. Beton yang mengeras kemungkinan pori-pori dan retakan yang menjadi celah untuk air masuk.

    Oleh, karena itu atap dak beton harus mempunyai lapisan waterproofing, yakni dilapisi cairan anti air. Lalu, lapisan tersebut harus ditinjau setiap 3-5 tahun supaya diganti kalau ada yang mengelupas.

    3. Lebih Mahal

    Atap dak beton yang tebal tentu menggunakan lebih banyak material, sehingga biaya pembuatannya lebih mahal dari atap genteng. Albert menyebut biaya membangun atap dak beton bisa sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta per meter.

    Itulah keuntungan dan kerugian kalau membuat atap beton di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, Begini Cara Aman Bersihkan Talang Air


    Jakarta

    Talang air adalah saluran air di dekat atap rumah yang berfungsi sebagai jalan air hujan ke suatu tempat tertentu, misalnya menuju penampungan air, sumur resapan, dan saluran khusus air hujan. Saluran air ini sangat berguna untuk mencegah masalah akibat air hujan yang rembes ke dinding atau plafon rumah.

    Namun, talang air sering kali terabaikan, sehingga pemilik rumah tidak sadar kalau kondisinya sudah kotor. Padahal, kotoran yang menumpuk bisa membuat saluran pembuangan mampet.

    Bagi kamu mau membersihkan talang air, harus lebih berhati-hati. Mengingat, talang air rumah ada di dekat bagian atap. Mengutip dari Hunker.com, Kamis (13/6/2024), ada beberapa cara aman membersihkan talang air.


    Cara Aman Membersihkan Talang Air

    Bertengger di atas atap tidak disarankan kamu bisa hilang keseimbangan dan jatuh terperosok ke bawah. Kamu disarankan menggunakan tangga untuk menggapai talang air.

    Untuk rumah lantai satu, tangga tinggi adalah yang terbaik untuk menggapai talang air. Selain lebih leluasa bergerak tanpa mengurangi stabilitas. Lebih baik ketimbang menggunakan tangga ekstensi. Sebaliknya untuk rumah bertingkat kamu membutuhkan tangga ekstensi. Pastikan tangga tersebut kokoh dan miring ke arah rumah dengan sudut 15 derajat vertikal.

    Kamu juga harus menggunakan alat pengaman seperti sarung tangan kerja tebal saat membersihkan talang air sebab terdapat banyak ujung logam tajam dan sekrup runcing bersatu dengan kotoran pada talang air.

    Bersihkan Dua Kali Setahun

    Bersihkan talang air sebelum badai menghantam setidaknya dua kali setahun. Untuk memudahkan pembersihan, kamu juga harus mengecek jika terdapat pohon di dekat rumah kamu. Sebab kamu harus membersihkannya lebih sering. Membersihkan talang air normalnya dilakukan setiap dua kali setahun.

    Siapkan alat

    Siapkan alat seperti ember dengan pegangan lalu sikat toilet dan sekop taman untuk menyendok kotoran talang air.

    Kamu bisa mulai membersihkan salah satu saluran pembuangan kemudian dilanjut ke ujung lainnya. Penyumbatan kebanyakan terjadi di daerah dekat bukaan saluran pembuangan. Jika ada genangan air di saluran pembuangannya maka membersihkan pintu masuknya akan memungkinkan air mengalir keluar kembali.

    Kotoran yang sudah dibersihkan bisa kamu tampung di dalam ember. Jika ember sudah penuh dan berat kamu bisa buang ke tempat sampah atau dapat digunakan sebagai pupuk kompos yang baik buat tanaman kamu.

    Setelah semua puing-puing dan kotorannya dibersihkan kamu bisa menyemprot talang air dengan selang taman. Mulai dari ujung talang yang tinggi dan semprot ke arah saluran pembuangan. Dalam beberapa kasus kamu perlu menyemprotnya dengan semburan kencang jika terdapat tumpukan kerak mineral dan lumpur.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan Vs Kayu Sebagai Rangka Atap


    Jakarta

    Atap adalah salah satu bagian utama dalam bangunan rumah yang berfungsi untuk melindungi rumah dari terpaan cuaca. Untuk membuat atap, dibutuhkan rangka atap yang biasanya menggunakan material seperti baja ringan atau kayu.

    Melansir dari jurnal yang berjudul Analisa Perbandingan Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu dari Segi Analisis Struktur dan Anggaran Biaya yang ditulis oleh Devi Oktarina dan Agus Darmawan pada 2015, konstruksi rangka atap merupakan bentuk konstruksi untuk menyangga konstruksi atap yang terletak pada kuda-kuda.


    Nah, material baja ringan dan kayu bisa menjadi pilihan untuk membuat rangka atap. Keduanya pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang bisa kamu pertimbangkan.

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, berikut ini kelebihan dan kekurangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu.

    Rangka Atap Baja Ringan

    Kelebihan:

    – Tahan terhadap rayap. Hal itu karena baja ringan terbuat dari besi.
    – Pemasangannya mudah. Sebab, baja ringan bisa dipotong dan disesuaikan dengan mudah.
    – Tahan lembab

    Kekurangan:

    – Penghantar listrik. Maka dari itu, harus berhati-hati ketika pemasangan jalur instalasi listrik. Usahakan kabel tidak ada kabel terbuka yang menempel di rangka baja ringan.

    Rangka Atap Kayu

    Kelebihan:

    – Aman dari masalah kelistrikan. Sebab, kayu merupakan isolator atau benda yang tidak bisa menghantarkan listrik ataupun panas.

    Kekurangan:

    – Mudah lapuk dan dimakan rayap
    – Butuh waktu lama pembuatannya karena kayu berasal dari alam dan perlu diolah sedemikian rupa terlebih dahulu.

    Harga Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu tidak jauh berbeda. Rentangnya sekitar Rp 150.000-200.000/m2.

    Demikian informasi terkait kelebihan, kekurangan, hingga harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Talang Air Bisa Bocor? Begini Cara Cegah dan Perbaikinya


    Jakarta

    Talang air adalah saluran yang mengalirkan air hujan dari atap menjauh dari fondasi rumah. Elemen ini penting untuk mencegah kerusakan struktural akibat air yang merembes ke tembok rumah.

    Namun, terkadang talang air bisa bocor karena beberapa hal, termasuk penggunaan yang sudah lama. Nah, kalau talang air sampai bocor, kamu harus segera memperbaikinya supaya nggak menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada talang air maupun bangunan rumah.

    Lalu, apa sih yang menyebabkan talang air bocor? Bagaimana cara memperbaiki dan mencegahnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Kenapa Talang Air Bisa Bocor?

    1. Lubang di Talang

    Kemungkinan talang air bocor karena ada lubang kecil. Lubang ini bisa muncul akibat pemasangan atau kerusakan fisik, seperti akibat tumbuhan atau es yang jatuh.

    2. Sambungan Talang yang Bocor

    Selain itu, talang air juga bisa bocor karena sambungan antar potongan talang tidak tuntas disegel dengan baik, sehingga air rembes.

    3. Penutup Ujung Talang yang Bocor

    Lalu, mungkin penutup ujung talang yang kendur atau tidak dipasang dengan baik dapat menyebabkan air merembes keluar.

    Cara Perbaiki Talang Air Bocor

    Melansir The Spruce, Minggu (23/6/2024) berikut adalah cara untuk memperbaiki talang air yang bocor.

    1. Periksa dan Bersihkan Talang

    Pertama-tama, pastikan bahwa talang tidak memiliki air yang menggenang dan tidak mengalami pelengkungan. Bersihkan talang dari daun dan kotoran yang mungkin menyumbatnya.

    2. Perbaiki Lubang di Talang

    Untuk lubang di talang, kamu bisa memasang selembar flashing logam dengan sealant atau lem khusus talang air. Ini akan menutupi lubang dengan efektif.

    3. Perbaiki Sambungan Talang yang Bocor

    Untuk sambungan talang yang bocor, oleskan sealant talang berbahan karet butil di sekitar sambungan yang bocor.

    4. Perbaiki Penutup Ujung Talang yang Bocor

    Untuk penutup ujung talang yang bocor, pastikan penutup ujung yang baru terpasang dengan baik dan gunakan sealant talang untuk menjamin ketahanan air.

    Tips Mencegah Talang Air Bocor

    Selain memperbaiki kebocoran, pencegahan juga penting. Berikut beberapa tips untuk mencegah talang bocor.

    1. Bersihkan Talang Secara Berkala

    Selalu pastikan untuk membersihkan talang setidaknya dua kali setahun agar tidak ada penumpukan daun dan kotoran yang dapat menyumbat talang.

    2. Pasang Pelindung Pipa Pembuangan

    Kamu bisa memasang pelindung di ujung pipa pembuangan untuk mencegah daun menyumbatnya.

    3. Pasang Pelindung Talang

    Pasang pelindung di atas talang untuk mencegah daun dan kotoran menumpuk di dalam talang.

    4. Periksa Secara Berkala

    Setiap kali kamu membersihkan talang, selesaikan dengan menyiramnya. Kemudian, periksa talang dari bawah untuk melihat apakah ada kebocoran.

    Demikian cara memperbaiki talang air yang bocor. Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab kebocoran dan langkah-langkah perbaikan yang tepat, kamu bisa dengan mudah memperbaiki talang air di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pasang Atap Rumah Biar Nggak Rusak Diterpa Hujan-Angin Kencang


    Jakarta

    Belasan atap rumah di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat rusak diterjang hujan yang disertai angin kencang. Rata-rata rumah tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap rumah.

    “Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, sehingga mengakibatkan beberapa unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. Korban terdampak 12 unit rumah berisi 35 jiwa rusak ringan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Muhammad Adam Hamdani dikutip dari detikNews, Rabu (3/7/2024).

    Atap rumah memang berguna untuk melindungi penghuninya dari terpaan cuaca seperti hujan dan panas terik matahari. Namun, kalau sampai rusak bisa menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi pemilik rumah memperbaikinya.


    Lantas, bagaimana cara mencegah atap rumah terbang dan rusak akibat terjangan hujan dan angin kencang?

    Tips Cegah Atap Rumah Rusak

    1. Pilih Material Genteng yang Berat

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky membagikan tips untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi. Ia menyebut bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ujar Panggah kepada detikcom, Kamis (4/7/2024).

    Panggah menyarankan agar menggunakan material genteng yang berat dan kedap dari panas. Ia sangat merekomendasikan genteng tanah liat keramik yang menurutnya memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

    “Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” katanya.

    Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton. terjangkau tapi estetika dapet tapi masih kalah.

    2. Susun Genteng dengan Rapi

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” jelasnya.

    Setiap genteng harus disusun saling memberatkan dan meniban satu dengan lainnya serta memiliki kemiringan yang sesuai. Hal ini mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

    3. Pasang Rangka Atap dengan Benar

    Selain itu, pemilihan material rangka atap juga mempengaruhi kekuatan atap menahan terpaan hujan dan angin. Ia menyarankan agar memakai rangka atap dari baja ringan.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ucapnya.

    Ia menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” pungkasnya.

    Itulah cara mencegah atap genteng rusak akibat hujan deras dan angin kencang. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Plafon Tahan Air, Bikin Rumah Aman dari Bocor


    Jakarta

    Ada banyak jenis plafon yang bisa digunakan di rumah. Plafon sendiri fungsinya sebagai pelindung bagian dalam rumah dari panas matahari. Sebab, jika tidak memiliki plafon, rumah akan terasa lebih panas. Selain itu, fungsinya juga melindungi rumah dari kebocoran. Plafon akan menahan panas dan air yang merembes dari sela-sela genteng atau atap.

    Mengingat fungsinya sangat dibutuhkan di rumah, kamu juga tidak boleh sembarangan memilih jenis plafon karena tidak semuanya berbahan bagus. Kamu harus memilih plafon yang berbahan tahan air, kuat, dan tahan lama.

    Melansir dari Klopmart, Senin (22/7/2024) berikut beberapa jenis plafon yang tahan air dan panas, bikin rumah aman dari kebocoran.


    1. Papan Semen

    Papan semen adalah jenis plafon dengan material campuran semen di dalamnya. Permukaannya jauh lebih padat karena ditambahkan pasir silika, gypsum, serat selulosa, dan zat tambahan lainnya. Bahannya yang padat membuat papan semen cocok sebagai material plafon dan dinding, baik eksterior maupun interior. Selain tahan air, papan semen dapat menghalangi jamur, api, dan benturan keras di atap.

    Berbeda dengan jenis plafon pada umumnya yakni tripleks dan gypsum yang lebih tipis, tetapi mudah mengalami kebocoran air.

    2. Papan PVC

    Kamu pernah mendengar PVC? PVC atau Polyvinyl chloride adalah terbuat dari plastik. Material ini sering ditemui pada pipa air sehingga bahannya sudah terbukti tahan air. Selain itu, strukturnya juga kuat dan mampu menghindari plafon dari rembesan air dan serangan rayap.

    Kelebihannya yang lain adalah material ini punya bobot yang cukup ringan. Ketika dipasang pun desain plafonnya cukup mudah dan menambah estetika karena material ini tersedia dalam berbagai pilihan warna dan corak. Selain plafon, Kamu dapat menggunakannya untuk jendela, pintu, atau pipa air.

    3. Papan Kalsiboard

    Selain papan semen, ada pula papan kalsiboard yang juga bagian dari papan semen. Perbedaanya hanya bentuk kalsiboard seperti lembaran dan memiliki kandungan kalsium khusus di dalamnya. Kandungan kalsium ini merupakan mineral yang tidak mudah larut dalam air, jadi papan kalsiboard cocok sebagai bahan plafon tahan air.

    4. Lembaran Akrilik

    Selanjutnya ada akrilik yakni material plafon yang memiliki ketahanan tinggi terhadap air. Jika kamu tidak ingin memakai papan PVC, kamu bisa menggunakan lembaran akrilik terutama di ruangan yang lembab, seperti kamar mandi atau dapur. Bahannya pun ringan, sehingga mudah dilepas saat ingin dibersihkan.

    Material ini tersedia dalam berbagai desain dan warna, jadi Kamu bisa menyesuaikan interior ruangannya. Varian akrilik transparan pun tersedia untuk diaplikasikan sebagai plafon untuk menghadirkan kesan outdoor dalam ruangan. Kamu dapat memilih ukuran ketebalan lembar akrilik demi mengantisipasi rembesan air apabila terjadi hujan lebat.

    5. Ubin

    Biasa dipasang di lantai, ternyata ubin bisa dipasang pada atap rumah. Hasilnya lebih menarik karena memiliki desain dan corak yang indah saat dilihat. Lokasinya yang berada di atas, pembuatan ubinnya pun berbeda dengan yang berada di bawah. Material untuk plafon lebih berat dan dibutuhkan keahlian khusus untuk memasangnya. Pilihan terbaik untuk plafon adalah menggunakan ubin dari logam yang biasanya terbuat dari kuningan, timah, tembaga, besi galvanis, atau aluminium.

    6. GRC (Glassfiber Reinforced Cement)

    GRC terbuat dari material beton komposit ditambah serat kaca sebagai bahan penguatnya. Ukurannya lebih besar, berkisar pada 120×240 cm, jadi cocok digunakan untuk menutup rangka atap di berbagai ruangan. Selain itu, GRC juga terlihat serasi untuk interior rumah minimalis.

    Daripada bahan lainnya, GRC lebih tahan air dibandingkan kaca dan akrilik. Plafon GRC juga mampu melindungi penghuninya dari berbagai cuaca dingin dan panas.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Warna pada Plafon Imbas Atap Bocor, Begini 4 Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Setiap masuk musim hujan, tanda-tanda kerusakan di rumah mulai kelihatan. Salah satunya adalah atap bocor. Berbagai jenis atap baik genteng ataupun dak bisa saja mengalami kebocoran apabila ada cela air masuk. Saat air masuk dari atap terluar, air tersebut akan jatuh ke plafon. Maka dari itu, pemasangan plafon pada rumah sangat penting untuk melindungi dari kebocoran.

    Namun, masalah kebocoran tidak selesai di sana setelah dipasang plafon. Justru plafon hanya jadi pelindung di awal. Jika plafon yang semula berwarna putih berubah kecoklatan atau ada bekas seperti jalan air, maka kebocoran sudah membesar atau terjadi terlalu sering. Jika didiamkan, plafon rumah justru akan ikut rusak, berubah melengkung hingga ambruk.

    Melansir dari depobagoesbangunan, Senin (22/7/2024), berikut cara mengatasi plafon yang muncul warna karena atap bocor.

    1. Periksa Bagian Atap

    Saat melihat bercakan warna pada plafon, kamu harus segera memeriksa bagian atap. Sebab, atap atau genteng bagian terluar sering menjadi sumber masalah kebocoran di rumah. Jika tidak ada masalah pada genteng atau atap, kamu bisa memeriksa sistem pipa yang mungkin dekat dengan area plafon yang bocor.


    2. Cari Sumber Kebocoran

    Apabila kamu yakin penyebab kebocoran karena atap yang rusak, kamu harus mencari titik tempat masuknya air melalui atap. Caranya dengan menusuk kawat logam melalui lubang tersebut sehingga akan terlihat dari permukaan luar atap.

    Kamu bisa meminta jasa spesialis atap atau jasa profesional untuk memperbaiki plafon bocor jika kamu khawatir lokasinya yang tinggi atau tidak paham cara memperbaiki.

    3. Mengecek Bagian Bawah Atap

    Setelah mengecek bagian atap atau genteng, kamu harus melihat bagian plafon dari atas. Cara mencari spot yang pas dengan lokasi plafon yang memiliki bercak warna. Lihat apakah ada banyak air yang tergenang di atas drywall (papan tipis yang terbuat dari gypsum) atau bagaimana kondisinya.

    Cara meminimalisir terjadinya kerusakan yang lebih parah, kamu perlu membuat lubang pada plafon dan biarkan semua air menetes jatuh ke bawah. Dengan begitu, air tidak ada yang mengendap di atas plafon maka dan tidak merembes kepada bagian yang lainnya.

    4. Memperbaiki Atap yang Rusak

    Untuk atap rumah yang gentengnya pecah, kamu perlu segera menggantinya. Namun jika kamu menggunakan seng sebagai atap rumah, maka kamu perlu menambalnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Atap Rumah Harus Dicek?



    Jakarta

    Atap merupakan salah satu komponen penting pada sebuah rumah. Adanya atap, bisa melindungi penghuni rumah baik dari hujan maupun panas matahari.

    Letak atap memang sangat tinggi dan terkadang luput dari pemeriksaan. Walau demikian, atap rumah perlu dicek sesekali untuk memastikan kondisinya masih bagus agar tidak bocor saat musim hujan.

    Seberapa sering ya atap rumah harus dicek?


    Hal tersebut tergantung dari material atap yang digunakan. Sebab, beda bahan beda ketahanannya.

    Umumnya, atap bisa tahan 25 hingga 50 tahun tergantung dari faktor lainnya dan jenis bahan yang digunakan. Namun, setelah separuh masa pakai atap berlalu sebaiknya kamu mengecek kondisi atap.

    Dilansir Forbes, Kamis (26/9/2024), kamu bisa memeriksa atap melalui ahli/profesional setiap 3-4 tahun sekali. Pertimbangkan untuk melakukan lebih sering jika tinggal di iklim yang lebih keras.

    Sementara itu, dilansir dari The Spruce, disarankan untuk periksa atap sekitar setahun sekali. Namun, berikan perhatian khusus setelah cuaca buruk atau ketika memasuki musim hujan.

    Kamu bisa menyingkirkan dedaunan, ranting, dan puing lainnya. Selain itu, pastikan Talang air tetap bersih dan jernih untuk membantu memperpanjang masa pakai atap.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com