Tag: atap asbes

  • Ini Bahaya Atap Asbes bagi Kesehatan dan Alternatif Penggantinya


    Jakarta

    Asbes merupakan salah satu material konstruksi yang digunakan untuk membangun atap rumah. Namun, saat ini asbes sudah mulai ditinggalkan dan banyak yang beralih ke material lain.

    Salah satu penyebabnya adalah karena asbes terbilang cukup berbahaya bagi kesehatan. Sebab, asbes sendiri terbuat dari mineral silikat atau serat kaca yang kecil dan tajam.

    Lantas, apa bahaya penggunaan atap asbes? Lalu apa solusi alternatif pengganti asbes untuk atap rumah? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Apa Itu Asbes?

    Asbes merupakan kelompok mineral metamorfis yang ber-fiber serat asbes. Mengutip e-jurnal milik unhas.ac.id, asbes sangat kuat namun memiliki tekstur yang fleksibel dan halus.

    Maka dari itu, serat asbes dapat dipintal menjadi material bangunan yang tahan api, panas, dan listrik. Selain itu, asbes juga bisa ditemukan dalam bentuk serat halus yang dicampur dengan bahan lain untuk dijadikan sebagai material kuat.

    Kenapa Asbes Berbahaya bagi Kesehatan?

    Saat ini, penggunaan asbes sudah mulai ditinggalkan, terlebih untuk dijadikan sebagai atap rumah. Soalnya, asbes diklaim berbahaya bagi kesehatan dan dapat memicu sejumlah penyakit.

    Mengutip laman Penn Medicine, berikut sejumlah alasan asbes berbahaya bagi kesehatan.

    1. Dapat Terhirup

    Serat asbes yang halus dan kecil sangat sulit untuk terdeteksi keberadaannya oleh penglihatan manusia. Oleh sebab itu, asbes sangat berbahaya jika terhirup dan masuk ke paru-paru.

    Serat asbes yang terhirup ke dalam paru-paru dapat mengendap sampai bertahun-tahun. Seiring waktu, serat asbes tersebut dapat menyebabkan peradangan parut.

    2. Kanker Kulit

    Selain masuk ke paru-paru, serat asbes yang sulit terlihat juga dapat masuk ke dalam tubuh lewat pori-pori. Hal ini dapat terjadi saat asbes digosok atau digaruk, lalu debu asbes tersebar di atmosfer dan dapat dengan mudah menempel di kulit.

    Para peneliti mengingatkan bahwa serat asbes tersebut dapat memicu masalah serius, salah satunya kanker kulit.

    3. Kanker Paru-paru

    Selain kanker kulit, serat asbes yang masuk ke dalam tubuh juga dapat memicu kanker paru-paru. Dalam sejumlah kasus, kanker paru-paru yang disebabkan paparan serat asbes membutuhkan waktu cukup lama untuk berkembang, yakni sekitar 20 sampai 50 tahun.

    4. Mesothelioma

    Dampak asbes terhadap kesehatan berikutnya adalah memicu mesothelioma, yakni salah satu jenis kanker ganas yang ditemukan pada lapisan perut atau dada.

    5. Asbestosis

    Asbestosis merupakan suatu kondisi ketika terdapat goresan di permukaan paru-paru. Gangguan kesehatan ini ditandai dengan banyaknya goresan pada jaringan.

    Goresan di permukaan paru-paru dapat memicu kapasitas paru-paru menjadi menurun. Selain itu, penderitanya dapat mengalami gejala seperti sesak nafas, nyeri dada, batuk kering, hingga pernafasan yang pendek.

    Solusi Alternatif Pengganti Asbes untuk Atap Rumah

    Salah satu solusi pengganti asbes untuk atap rumah bisa menggunakan genteng baja ringan berbahan metal. Bahan material ini bisa jadi pilihan alternatif saat membangun rumah idaman detikers.

    Mengutip situs Lamudi, genteng metal merupakan salah satu jenis atap rumah yang berbahan dasar campuran zincalume, silikon, dan aluminium. Walau ringan dan tipis, genteng metal punya daya tahan yang kuat.

    Selain itu, genteng metal juga mempunyai bobot yang ringan sehingga tak perlu ditopang oleh rangka yang kuat. Lalu, genteng metal juga mudah dipasang bahkan hanya dalam hitungan jam.

    Genteng metal juga punya kelebihan lain, yakni tahan terhadap karat. Meski terbuat dari campuran logam, namun genteng metal tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembapan. Lalu, atap ini juga tidak merambatkan api serta tak mudah rusak karena gempa.

    Dari segi usia pakai, genteng metal dapat digunakan lebih lama daripada asbes. Apabila asbes hanya dapat digunakan selama 4-5 tahun, sementara genteng metal dapat bertahan lebih dari 30 tahun, namun tergantung juga dari perawatan dan kondisi lingkungan.

    Selain genteng metal, pilihan lainnya adalah menggunakan genteng keramik. Atap jenis ini terbuat dari campuran tanah liat dan unsur mineral seperti kwarsa, air, dan kaolin.

    Genteng keramik juga memiliki sejumlah kelebihan lainnya, yakni cocok digunakan di daerah tropis yang memiliki intensitas hujan dan terik matahari, kuat, tidak mudah bocor, dapat meredam panas, tidak menimbulkan retak halus, dan tidak berisik saat diguyur hujan.

    Harga genteng metal dan genteng keramik memang lebih mahal ketimbang asbes. Tapi jika mempertimbangkan dari segi keamanan, kesehatan, dan usia pakainya, maka wajar jika kedua jenis genteng tersebut lebih mahal daripada asbes.

    Berikut adalah perkiraan harga genteng metal, genteng keramik, dan asbes di pasaran tahun 2024:

    • Genteng metal: sekitar Rp 30.000 hingga Rp 130.000, tergantung dari ukuran yang dipilih
    • Genteng keramik: sekitar Rp 3.500 sampai Rp 27.500 per pcs atau sekitar Rp 135.000 hingga Rp 260.000 per meter persegi.
    • Asbes: sekitar Rp 30.000 hingga Rp 85.000, tergantung dari ukuran yang dipilih.

    Demikian pembahasan mengenai bahaya asbes untuk atap rumah dan solusi alternatif penggantinya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers yang sedang mencari atap rumah.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Cegah Paparan Serat Berbahaya dari Atap Asbes yang Bisa Bikin Kanker


    Jakarta

    Material asbes kerap digunakan sebagai atap rumah. Namun, material tersebut ternyata berbahaya bagi kesehatan manusia.

    World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan material asbes bersifat karsinogenik, yakni dapat memicu penyakit kanker apabila manusia terpapar seratnya. Selain itu, serat asbes juga bersifat tajam sehingga susah untuk dimusnahkan meskipun ukurannya kecil.

    Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, syarat penggunaan material asbes yang diperbolehkan maksimal hanya 5 serat/ml.


    “Serat asbes yang terlepas dari atap asbes berukuran sangat kecil dengan diameter kurang dari 3 mikrometer atau lebih tipis dari 1/700 helai rambut, jika terhirup manusia akan mengendap di paru-paru,” tulis pada unggahan tersebut seperti yang dikutip dari Instagram @dkijakarta, asbes memiliki pada Jumat (20/9/2024).

    Maka dari itu, beberapa negara terutama di Eropa dan Australia sudah memboikot pemakaian material asbes terutama pada bangunan. Sementara itu, di Indonesia masih marak rumah-rumah memakai atap dari asbes. Bahkan pada 2020 lalu, Indonesia adalah pemakai terbesar material asbes di dunia menurut data yang diungkap Pemerintah Provinsi Jakarta.

    Apabila rumah kamu masih menggunakan material asbes atau ingin mengurangi paparan dari serat asbes, melansir dari detikHealth, berikut cara mencegahnya.

    1. Mengganti dengan Material Lain

    Cara paling tepat untuk tidak terpapar bahaya asbes adalah dengan tidak menggunakannya lagi. Ada banyak material terutama untuk bagian atap yang dapat menggantikan asbes seperti genteng metal dan genteng keramik. Kedunya sama-sama bagus dan dapat menghantarkan panas lebih baik daripada asbes yang konduksi panasnya buruk.

    2. Jangan Memotong Asbes

    Serat asbes bisa rontok dengan sendirinya dan tak kasat mata. Maka dari itu, sebaiknya jangan memotong, mengamplas, atau mematahkan asbes, terutama tanpa penutup mulut dan hidung.

    3. Buang Material Asbes ke Tempat yang Benar

    Selain untuk melindungi diri sendiri, kamu juga harus memikirkan keselamatan orang lain. Maka dari itu, saat membuang asbes tidak boleh sembarang. Jika kamu mengetahui tempat yang bisa memusnahkan asbes, kirim material tersebut ke sana agar tidak membahayakan siapa pun.

    4. Selalu Cek Kondisi Asbes

    Apabila kamu belum bisa mengganti atap asbes di rumah dengan jenis material lain, setidaknya kamu perlu memeriksa kondisinya. Apabila sudah terjadi pelapukan kamu harus menggantinya. Begitu pula jika permukaannya sudah berlubang harus segera diganti.

    Apabila terlihat masih kokoh kamu harus sering menyemprotkan air ke lembaran asbes agar tanah, debu, atau serat tidak berterbangan di dalam rumah dan berakhir terhirup oleh penghuni rumah. Bisa pula dengan menutup asbes dengan lembaran plastik atau terpal untuk menghindari paparan cuaca. Lalu, sebisa mungkin memberikan ruang batas antara asbes dengan ruangan dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Berbagai Jenis Atap Rumah Beserta Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Atap menjadi elemen penting dalam sebuah rumah. Atap rumah berfungsi sebagai pelindung dari hujan, panas, hingga berbagai kondisi cuaca lainnya.

    Maka dari itu, pemilihan jenis atap perlu diperhatikan. Pelajari apa saja berbagai jenis atap rumah beserta kelebihan dan kekurangannya untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran detikers.

    Jenis-jenis Atap

    Pemilihan jenis atap rumah tidak yang tepat tidak hanya untuk estetika bangunan, tapi juga mengenai daya tahan, kenyamanan, serta biaya perawatan. Berikut adalah beberapa jenis atap yang paling umum digunakan:


    1. Genteng Beton

    Dilansir laman Colorbond, material atap ini biasanya digunakan untuk rumah berkonsep minimalis. Pasalnya punya tampilan yang serbaguna dan bersih.

    Kelebihan

    • Lebih tahan terhadap pembusukan.
    • Tahan kebakaran.
    • Tahan terhadap serangga.
    • Punya masa pakai yang lebih lama.

    Kekurangan

    • Cenderung lebih berat.
    • Biaya relatif mahal.
    • Waktu pemasangannya relatif lebih lama dibandingkan jenis genteng lain.

    2. Atap Genteng Tanah Liat

    Atap genteng tanah liat merupakan atap yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk, kemudian dibakar hingga keras.

    Atap genteng tanah liat dan beton sering dipakai bersama, karena keduanya memiliki bahan atap pasangan bata dengan persyaratan pemasangan yang sama.

    Baik tanah liat atau beton digunakan sebagai bahan cetakan. Di mana, hasil akhirnya yaitu genteng yang dirancang untuk saling tumpang tindih dan/atau saling mengunci dengan genteng di sebelahnya.

    Kelebihan

    • Punya kemampuan untuk menahan panas dan suara dari luar (terutama saat hujan).
    • Dianggap material yang ramah lingkungan.

    Kekurangan

    • Relatif mudah retak.
    • Relatif mudah lumutan.

    3. Atap Asbes

    Atap asbes merupakan jenis atap yang terbuat dari bahan asbes yang dikenal dengan daya tahannya terhadap cuaca.

    Kelebihan

    • Mudah dipasang.
    • Sifatnya ringan.

    Kekurangan

    • Tampilan cenderung kurang menarik.
    • Bisa sangat rapuh

    4. Atap Logam

    Atap logam adalah jenis penutup bangunan t dari bahan logam seperti aluminium, baja, atau tembaga. Jenis atap ini tidak cocok untuk daerah beriklim tropis.

    Kelebihan

    • Biayanya cenderung rendah.
    • Bobotnya ringan.
    • Pemasangannya tidak terlalu sulit.

    Kekurangan

    • Cenderung tidak memberikan insulasi yang baik.
    • Bising saat hujan deras.
    • Mudah terangkat oleh angin kencang.

    5. Atap Gelombang uPVC

    Jenis atap bahan unplasticized polyvinyl chloride (uPVC) adalah jenis material olahan turunan dari PVC. Dikutip dari buku Seri Rumah Ide – 30 Material Inovatif oleh Imelda Akmal Architecture, uPVC materialnya lebih kaku dan tidak elastis PVC, dan sekilas uPVC tampak serupa dengan atap fiber atau polikarbonat.

    Lembaran atap ini bergelombang, dan tersedia dalam dua pilihan yakni solid dan transparan.

    Kelebihan

    • Memiliki lapisan berongga yang berfungsi sebagai insulator panas dan suara.
    • Daya tahan cukup lama.

    Kekurangan

    • Harga cenderung mahal.
    • Warnanya agak terbatas.

    6. Atap Keramik

    Atap keramik umumnya dari tanah liat yang diolah dengan lapisan glasir tambahan. Atap ini dikenal bisa memberikan tampilan estetis klasik dan daya tahan tinggi.

    Kelebihan

    • Lebih estetik.
    • Punya kekuatan yang bagus.
    • Tahan api.
    • Tidak mudah terkena lumpur.

    Kekurangan

    • Relatif mahal.
    • Pemasangannya bisa sangat rumit.

    7. Atap Galvalum

    Atap jenis ini terbuat dari campuran seng, aluminium, serta silikon. Atap ini biasanya digunakan untuk bangunan modern karena pemasangannya mudah.

    Kelebihan

    • Daya tahan tinggi terhadap kondisi cuaca.
    • Tahan karat.
    • Pemasangannya mudah.

    Kekurangan

    • Menyerap panas.
    • Bisa menimbulkan suara bising saat hujan.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com