Tag: atap bitumen

  • Mau Pakai Atap Bitumen di Rumah? Ini Kekurangan dan Kelebihannya


    Jakarta

    Atap bitumen adalah salah satu jenis bahan atap yang banyak digunakan pada bangunan atau rumah. Atap ini dikenal tahan lama dan serbaguna.

    Poin-poin tadi menjadikannya sistem yang ideal untuk proyek atap pembangunan baru ataupun renovasi. Kenali lebih dalam seputar atap bitumen di bawah ini.

    Apa Itu Atap Bitumen?

    Dikutip NV Roofing, atap bitumen adalah jenis atap tahan lama yang cocok untuk atap datang atau dengan kemiringan rendah. Atap bitumen tersedia dalam 1, 2, atau 3 lapis.


    Ada juga atap bitumen yang dimodifikasi, dengan berbahan dasar aspal. Bitumen yang dimodifikasi merupakan jenis produk aspal yang bisa diaplikasikan dengan berbagai cara pada atap, baik di suhu panas atau dingin.

    Dibandingkan jenis atap membran lainnya, atap bitumen modifikasi punya banyak keunggulan dibandingkan. Jenis ini juga sering dianggap sebagai alternatif modern untuk atap yang dibangun.

    Pengaplikasian atap bitumen bisa menggunakan lembaran berperekat perekat yang diaplikasikan dingin atau aspal yang dipel panas.

    Kekurangan Atap Bitumen

    Dirangkum dari Reliable Roofing dan NV Roofing, berikut merupakan ulasan apa saja hal yang menjadi kekurangan atap bitumen.

    1. Menyerap Panas

    Warna atap bitumen yang hitam bisa menyerap panas, meskipun materialnya sendiri mungkin tidak rusak karena panas atau sinar UV. Tapi jika insulasi yang tepat tidak digunakan, penyerapan panas ini bisa menyebabkan bangunan di bawahnya menjadi terlalu panas.

    1. Lebih Rentan Terhadap Genangan Air

    Apabila sistem atap aspal yang dimodifikasi dipasang, bangunan beratap yang cenderung menahan air hujan atau salju yang mencair akan lebih cepat aus.

    Genangan air dan genangan air yang terjadi habis hujan badai, bisa menyebabkan kerusakan serius dan penuaan dini pada sistem atap aspal yang dimodifikasi (jika air tidak mengalir dengan baik). Idealnya, alam kondisi pengeringan yang wajar air mengalir dari atap setelah 48 jam.

    Seringkali atap yang lebih tua tidak memiliki drainase yang baik. Makanya, lapisan aspal yang dimodifikasi tidak tahan terhadap genangan air dan juga bagian termoplastiknya.

    3. Mod Bit Bisa Lebih Mahal

    Atap material bitumen 2 dan 3 lapis biaya pemasangannya jauh lebih mahal. Hal ini bisa menjadikannya salah satu jenis produk atap datar termahal.

    Semetara, material atap 1 lapis cenderung tidak tahan lama. Jika digunakan bisa menimbulkan masalah tertentu, seperti rusak sebelum waktunya.

    Seseorang secara efektif memasang atap sebanyak 2 atau 3 kali. Kecepatan pemasangan merupakan area di mana termoplastik benar-benar bersinar. Sistem mod-bit multi-lapis jauh lebih mahal di atap yang besar.

    4. Metode Pemasangan Paling Umum, Masih Berisiko Tinggi Dibandingkan Satu Lapis

    Metode adhesi aspal modifikasi yang paling umum merupakan “torch down”. Artinya, untuk memanaskan bagian belakang membran dan menempelkannya ke substrat, menggunakan obor atap BTU berbahan bakar propana.

    Industri ini telah beralih dari metode penerapan panas tinggi selama 3 dekade terakhir. Ketel tar jadul merupakan situs langka saat ini. Karena risiko yang melekat pada penerapan panas tinggi, tukang atap perlu terlatih dan memiliki berketerampilan tinggi dalam bekerja dengan sistem aspal yang dimodifikasi.

    Selain itu, ada butiran yang perlu disertakan sebagai bagian dari proses pemasangan. Tujuannya untuk membantu melindungi atap dari sinar matahari.

    Jika tidak disertakan, ini bisa semakin meningkatkan suhu bangunan atau merusak atap. Sayangnya, dalam proses pemasangannya tidak semua jenis atap bitumen menyertakan butiran.

    Kelebihan Atap Bitumen

    1. Tahan Lama

    Atap bitumen merupakan salah satu jenis bahan atap datar yang tahan lama,karena punya daya rekat yang tinggi. Hal ini membuatnya tidak mudah retak, seperti yang terjadi pada atap datar dan atap membran.

    Selain itu, atap ini bisa tahan terhadap angin, api, dan hujan es yang membuatnya tidak mudah rusak jika terjadi badai. Bahkan, atap bitumen bisa bertahan hingga 20 tahun atau lebih.

    Umumnya, atap bitumen disertai garansi pabrik yang panjang yang bisa membantu menjamin keawetan atap.

    Seperti yang kita tahu, jenis atap membran lainnya punya lapisan yang dibiarkan terbuka atau ditutup dengan bahan lain yang bisa melemah seiring berjalannya waktu. Oleh sebab itu, fakta bahwa atap aspal bisa dibuat mulus adalah keuntungan besar.

    2. Punya Beberapa Lapisan dan Ketebalan Lebih Besar

    Seringnya, sistem aspal yang dimodifikasi dipasang dalam setidaknya 2 lapisan Sistem atap aspal yang dimodifikasi menjadi satu sistem atap yang paling terpercaya, karena ketebalannya yang melekat.

    Sistem mod-bit 2 lapis dengan lembaran penutup granular umumnya setebal 240 MIL atau lebih. Di sisi lain, umumnya membran atap termoplastik 1 lapis tebalnya 60 MIL.

    Jika ketebalan membran menjadi perhatian, aspal yang dimodifikasi menjadi pemenangnya karena ketebalannya yang melekat.

    3. Kompatibel

    Umumnya, insinyur bangunan memakai “tambalan basah” atau “semen atap” saat dia mencoba menambal kebocoran darurat. Seringkali, produk-produk tersebut tidak kompatibel dengan sistem satu lapis.

    Namun sering kali diformulasikan untuk sistem berbasis aspa, seperti aspal yang dimodifikasi. Walaupun dianggap sederhana, atap aspal yang dimodifikasi biasanya cocok dengan produk perbaikan atap yang tersedia.

    4. Mudah Digunakan di Ruang Sempit

    Bitumen modifikasi jadi andalan di kota-kota, karena umumnya tersedia dalam gulungan berukuran 36-39 inch. Jika harus memasang atap baru di ruang yang sempit, contohnya balkon atau atap kota dengan 3 lantai, bitumen yang dimodifikasi bisa jadi pilihan yang tepat.

    Kesimpulannya kalau dipasang dengan benar dan dirawat dengan baik, atap bitumen bisa menjadi aset bangunan yang tahan lama. Sistem 2 atau 3 lapis direkomendasikan untuk di bawah teras dan dek atap atau di ruang yang sangat sempit.

    Penggunaan aplikasi perekat dingin dan lapisan yang bisa direkatkan sendiri adalah hal baru di pasaran. Cara ini menawarkan banyak manfaat.

    Adanya kemajuan bahan dan perekat secara berkala, bisa membuat sistem atap bitumen menjadi andalan atap selama beberapa dekade mendatang.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Material Atap Rumah Paling Populer di Indonesia, Mana yang Paling Awet?


    Jakarta

    Memilih material atap rumah tidak boleh sembarangan. Sebab, taruhannya adalah keselamatan penghuni yang akan menempati rumah tersebut.

    Jika diperhatikan, material atap yang digunakan rumah-rumah di Indonesia cukup beragam, bisa terlihat dari warna atap dan bentuknya. Namun, yang paling terkenal adalah genteng tanah liat yang berwarna orange kecoklatan.

    Kira-kira jenis material atap apa saja yang banyak dipakai dan disarankan oleh ahli? Berikut daftarnya.


    Jenis-jenis Material Atap

    1. Genteng Tanah Liat

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyebutkan genteng memiliki banyak tipe, di antaranya beton, keramik, tanah liat, dan metal. Setiap jenis genteng mempunyai berat, massa jenis, karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

    Tipe genteng yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah genteng tanah liat. Genteng tanah liat berwarna orange dan kecoklatan apabila usia pemakaiannya sudah cukup lama. Genteng tanah liat dijual satuan di pasaran. Untuk harganya, dilihat dari beberapa toko e-commerce, Kamis (3/7/2025), genteng tanah liat dijual mulai dari Rp 1.500-3.500 per buah.

    2. Spandek

    Dilihat dari situs daftar rumah subsidi SiKumbang, banyak rumah memakai material atap dari spandek. Material ini terbuat dari seng, aluminium, dan uPVC (unplasticized polyvinyl chloride), dan baja ringan. Tampilannya seperti seng, tetapi lebih tahan lama, kokoh, dan ringan. Selain itu, spandek juga tahan terhadap api.

    Menurut Kontraktor Wildan, rumah-rumah biasanya memakai ukuran 5 meter yang harga per lembarnya mulai dari Rp 250-325 ribu per meter. Namun, Wildan mengatakan ketebalan spandek ada yang di bawah dan setara asbes, jadi tidak begitu tahan lama. Namun, apabila tidak ada banyak tekanan dan angin kencang, jenis atap satu ini masih tetap aman digunakan.

    3. Genteng Glazur atau Genteng Glossy

    Genteng glazur, kata Wildan, merupakan genteng yang tampilan atasnya mengkilap dan warnanya beragam, rata-rata berwarna cerah. Kelebihan genteng glazur sama dengan genteng tanah liat, hanya berbeda pada tampilannya. Genteng glazur juga lebih direkomendasikan daripada genteng beton. Kekurangan dari tipe ini adalah cukup berbahaya jika berjalan di atasnya karena permukaannya yang licin terutama setelah terkena air.

    Sementara untuk harganya masih terjangkau. Genteng glazur atau glossy dijual mulai dari Rp 3.500-9.500 per buah.

    4. Bitumen

    Bitumen merupakan jenis atap yang terbuat dari modifikasi bahan aspal. Wildan mengatakan bitumen dapat membuat tampilan atap jauh terlihat lebih rapi. Atap bitumen cara pemasangan memiliki proses yang panjang karena memerlukan sekitar 3 lapisan.

    Kelebihan dari bitumen adalah tahan lama, ramah lingkungan, cocok untuk rumah tipe kecil, dan memiliki banyak jenis. Kekurangannya, atap bitumen harganya cukup mahal, yakni sekitar mulai dari Rp 160-450 per lembarnya.

    5. Genteng uPVC

    Wildan juga menyebut genteng uPVC sebagai salah satu atap rumah yang aman dipakai. Genteng berbahan dasar uPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride) merupakan atap yang memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap korosi yang disebabkan karena air terutama hujan. Atap ini cocok untuk rumah-rumah di negara beriklim tropis.

    Keunggulan dari genteng tipe ini adalah minim suara dan panas. Namun, untuk ketebalan, genteng uPVC ini tidak jauh berbeda dengan spandek sehingga ada risiko patah jika terkena tekanan berlebih.

    Untuk harganya sendiri mulai dari Rp 100-417 ribu per lembarnya. Genteng satu ini memiliki banyak warna, ukuran, dan ketebalan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com