Tag: atap dak beton

  • Kelebihan dan Kekurangan Dak Beton: Bisa Jadi Rooftop Tapi…


    Jakarta

    Jenis atap rumah bermacam-macam, salah satunya adalah atap datar tanpa genteng, melainkan hanya fondasi dak beton. Atap rumah jenis ini jika dilihat dari luar maka akan berbentuk kotak.

    Ternyata penggunaan atap dak beton datar ini bukan hanya karena penghuninya ingin mempersiapkan pembangunan lantai di atas, melainkan memang fungsinya yang banyak.

    Jenis atap dak beton datar ini biasanya digunakan pada rumah yang berlokasi di wilayah bersuhu hangat. Bagian atap tersebut difungsikan sebagai deka tau area semacam rooftop, tetapi ada pula yang memang hanya sebagai atap jika luasnya tidak memungkinkan.


    Selain bisa dialihfungsikan sebagai deka tau rooftop, mengutip dari G.J Gardner pada Jumat (22/3/2024) berikut beberapa kelebihan dan kekurangan dari pemakaian atap dak beton datar.

    Estetika

    Seperti yang diketahui tampilan rumah dengan atap dak beton datar terlihat seperti persegi panjang yang didirikan. Semuanya simetris sehingga tampilannya jauh lebih rapih, minimalis, klasik, dan indah dari luar.

    Hemat Biaya Pembangunan

    Atap datar lebih murah untuk dipasang karena bahan bangunan yang digunakan tidak banyak. Seperti yang diketahui, atap dak beton tidak menggunakan kerangka besi baja hollow atau genteng. Sebagai gantinya pembangunannya hanya perlu adonan semen, pasir, dan cat anti air untuk menghindari dari rembesan atau bocor.

    Selain itu, waktu pembangunannya pun tidak selama jika menggunakan atap genteng sehingga pembayaran untuk tukang harian tidak terlalu besar.

    Perawatan Mudah

    Bentuknya yang datar membuat atap dak beton ini mudah untuk dibersihkan dan diubah menjadi tempat yang menarik.

    Bisa Memasang Skylight atau Panel Surya

    Atap dak beton datar bisa ditambahkan skylight untuk penerangan alami di dalam rumah. Selain itu bisa juga memasang panel surya untuk mencadangkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

    Kekurangan Atap Dak Beton Datar

    Meskipun memiliki kelebihan dibandingkan atap genteng, penggunaan atap dak beton datar sebagai berikut.

    Rawan Bocor dan Jadi Tempat Tergenangnya Air

    Masalah yang paling sering dijumpai dari atap dak beton datar adalah adanya genangan air jika drainase tidak dipasang dengan benar. Sehingga minimal ada satu saluran pembuangan air yang mengarahkan ke pipa drainase ke luar bangunan.

    Rawan Kotor

    Jika kamu menggunakan atap dak beton datar kamu perlu rajin untuk membersihkannya. Karena permukaannya yang datar, sampah atau benda jatuh dari atas mudah untuk masuk ke area atap. Solusinya kamu perlu memiliki bukaan untuk ke area atas sehingga mudah untuk dibersihkan. Apalagi jika di bagian atas memiliki lubang drainase, jika banyak sampah nantinya saluran tersebut tersumbat.

    Jenis Bahan Atap Terbatas

    Mayoritas atap datar menggunakan bahan atap gulungan, antara lain TPO, EPDM, karet, dan bitumen. Jenis atap gulungan ini hanya bertahan 10-15 tahun.

    Sementara di Indonesia lebih banyak menggunakan beton sebagai fondasi. Ada alternatif lain, seperti menggunakan sirap karet dengan atap karet gulung, namun harganya lebih mahal dan tidak diketahui berapa lama bahan tersebut akan bertahan.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai 1 Teknik Ini, Bisa Langsung Tahu Kebocoran pada Atap Dak Beton



    Jakarta

    Semua jenis atap yang dibangun tidak sesuai pasti ada kemungkinan terjadi bocor atau rembes ke dalam rumah. Hal ini juga terjadi pada jenis atap dak beton datar yang struktur permukaannya tidak ada kemiringan.

    Namun, kebocoran pada atap dak beton datar dapat dicegah dengan teknik perendaman air pada seluruh permukaannya. Hal ini dilakukan pada saat pembangunan masih berjalan untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Sebenarnya teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini biasa digunakan oleh kontraktor untuk memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.


    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, teknik perendaman air ini dilakukan setelah pondasi atap dak depan telah selesai dan dilapisi dengan water proofing.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” sebut Panggah saat dihubungi oleh detikProperti pada Jumat (22/3/2024).

    Perendaman air ini membutuhkan waktu 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Cara mengetahui letak bocor atau rembesan air adalah melihat jejak air yang timbul di dinding dalam rumah. Panggah menjelaskan air sifatnya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Jika misalnya ditemui bocor atau rembes di bagian sebelah kiri dinding dalam rumah, maka air datang dari sisi lain.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan dari atap dak beton datar ini, kontraktor atau pekerja bangunan perlu memperbaikinya. Panggah menyebutkan perbaikan atap dak beton yang bocor bisa dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali, hingga dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Kebocoran pada atap dek beton atas ini jika tidak langsung ditangani dapat menyebabkan pondasi bangunan menurun. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air yakni mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilih Atap Genteng Atau Dak Beton? Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Sebelum membangun atau merenovasi rumah, kamu perlu mempertimbangkan desain atap rumah. Ada dua pilihan atap yang umum. Pertama yaitu atap genteng, kedua adalah tanpa genteng atau atap datar dengan dak beton.

    Sebelum memutuskan, kalian bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. Untuk itu, simak dulu ulasan berikut yang dirangkum dari situs GJ Gardner dan Able Roof:

    Kelebihan Atap Dak Beton daripada Genteng

    Beberapa kelebihan rumah tanpa genteng atau atap datar dari dak beton adalah sebagai berikut:


    1. Hemat Biaya Pembangunan

    Atap tanpa genteng cenderung lebih hemat karena tidak perlu memasang kerangka besi baja hollow dan genteng. Atap datar hanya memerlukan adonan semen, besi, dan pasir.

    Waktu pembangunannya pun biasanya harus diselesaikan dengan cepat, sehingga biasanya rampung dalam sehari. Sementara genteng bisa beberapa hari, sehingga biaya harian tukang tidak terlalu besar.

    2. Estetika

    Bagi penggemar model minimalis dan modern, rumah tanpa genteng mungkin akan lebih estetik karena bentuknya simetris, sehingga terlihat jauh lebih rapi, klasik, dan indah dari luar.

    3. Perawatan Mudah

    Karena atap berbentuk datar dan lebih kuat daripada genteng, atap dak beton lebih mudah dirawat dan dibersihkan. Pengecekan pun dilakukan lebih mudah.

    Sementara untuk naik ke atap genteng harus sangat berhati-hati agar tidak jatuh atau atap tidak ambrol.

    4. Bisa Memasang Panel Surya

    Atap yang datar bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, salah satunya dipasangi panel surya. Panel surya dapat menyimpan tenaga matahari dan listriknya bisa dimanfaatkan untuk sumber energi.

    5. Bisa Dibuat Rooftop

    Fungsi lain dari atap datar adalah bisa dibuat rooftop. Rooftop dapat digunakan untuk banyak hal, seperti taman, tempat bersantai, tempat jemuran, dan sebagainya.

    Kekurangan Atap Dak Beton daripada Genteng

    Berikut ini beberapa kekurangan atap dak beton daripada menggunakan genteng:

    1. Masalah Drainase

    Masalah paling utama dari atap datar adalah drainase. Saat hujan, air tidak segera mengalir ke saluran drainase, bahkan bisa menggenang. Hal ini membuat atap rawan bocor. Lapisi dengan cat antibocor sebagai pengaman dari hujan.

    2. Mudah Kotor

    Kotoran yang beterbangan lebih mungkin hinggap di atap datar daripada di atap genteng yang miring. Kotoran yang sering ditemukan di atap antara lain daun. Kamu harus sering-sering membersihkan atap ini agar selalu bersih.

    3. Rawan Berlumut

    Masalah perairan juga memungkinkan atap dak beton berlumut. Selain itu, rooftop yang digunakan sebagai taman juga berisiko menumbuhkan tanaman liar, bahkan akarnya mungkin merusak atap.

    4. Perlu Ditambahi Pelapis

    Agar lebih awet, atap datar perlu ditambahi pelapis, biasanya berupa dek kayu atau bahan atap gulungan. Namun bahan-bahan ini jenisnya terbatas, seperti TPO, EPDM, karet, dan bitumen.

    Itulah tadi kelebihan dan kekurangan atap datar dak beton dibandingkan atap genteng. Nah, sekarang kamu bisa menentukan mau pilih yang mana.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 3 Hal Ini Saat Bikin Atap Dak Beton



    Jakarta

    Membangun atap rumah ternyata nggak harus menggunakan genteng, tetapi bisa juga dengan dak beton. Atap dak beton yang datar bisa menjadi alternatif untuk mendapat estetika hunian tertentu atau menambah fungsi ruang di rumah.

    Namun, membuat atap beton tidak boleh sembarangan. Sebab, jenis atap ini membutuhkan perhitungan, pertimbangan, pembiayaan, dan perhatian lebih dibandingkan atap genteng pada umumnya.

    Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim menjelaskan dak beton sebenarnya merupakan lantai beton. Akan tetapi, posisinya yang di luar atau eksterior bangunan, maka mendapat sebutan ‘dak’.


    “Pembuatan dak beton itu sama seperti membuat lantai beton karena sebetulnya lantai beton yang ada ditaruh di luar. Jadi buatnya sama pakai besi, dicetak pakai casting, lalu dituangi beton,” ujar Albert kepada detikcom, Rabu (12/6/2024).

    Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan ketika membangun atap dak beton? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

    Tips Membangun Atap Dak Beton

    1. Waterproofing

    Albert menjelaskan atap dak beton memiliki risiko kebocoran kalau proses pembuatannya kurang baik. Sebab, beton yang mengeras masih mungkin ada pori-pori dan retakan yang menjadi celah untuk air masuk.

    Oleh, karena itu penting sekali memastikan atap dak beton sudah ada waterproofing, yakni dengan melapisi permukaan atap dengan cairan khusus anti air.

    “Waterproofing (sebanyak) tiga lapis. Kalau mau aman lebih aman lagi, (buat) lebih banyak (lapisan tapi) paling minimal 3 lapis,” ucapnya.

    Selain itu, ia mengatakan waterproofing harus ditinjau setiap 3-5 tahun sekali. Apabila lapisannya sudah mulai mengelupas, maka harus diganti.

    2. Rencanakan Struktur dan Fondasi

    Atap dak beton sebenarnya berupa lapisan yang tebal, sehingga membantu menahan hawa panas masuk ke rumah. Namun, struktur dak beton yang tebal tentu menjadikan bangunan semakin berat.

    Supaya bisa menopang beban berat, struktur dan fondasi bangunan harus dibuat lebih besar. Dengan begitu, kamu perlu menghitung ukuran fondasi yang sesuai untuk menahan beban atap dak beton.

    “Waktu mau bikin dak atap, direncanakan benar-benar struktur dan fondasinya. Jangan sampai menambah dak atap tapi tidak memperhitungkan kaki-kaki di bawahnya kuat atau nggak menopang dak atapnya,” katanya.

    3. Siapkan Budget

    Atap dak beton berupa lapisan yang tebal, sehingga membutuhkan lebih banyak material. Hal ini yang membuat atap dak beton tergolong cukup mahal, sehingga atap genteng menjadi alternatif yang lebih menggiurkan.

    Bagi kamu yang pengin punya atap dak beton, maka siapkan budget yang cukup untuk membangunnya. Menurut Albert, estimasi pembuatan atap dak beton untuk sebuah rumah dua lantai sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta per meter.

    Tak berhenti sampai situ, kamu juga perlu meninjau kualitas waterproofing atap setiap 3-5 tahun. Kalau lapisan waterproof itu sudah mulai mengelupas, maka siap-siap mengeluarkan dana lebih buat waterproofing ulang.

    Itulah tiga hal yang perlu kamu perhatikan ketika membangun atap dak beton. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Keuntungan dan Kerugian Bikin Atap Dak Beton buat Rumah


    Jakarta

    Ada banyak jenis atap rumah yang bisa kamu pilih tergantung desain rumah yang diinginkan. Kalau kamu pengin penampakan atap yang datar, maka kamu bisa membangun rumah dengan atap dak beton.

    “Dak beton itu sebenarnya lantai beton, cuman kalau lantainya posisinya di luar dia disebutnya dak. Jadi sebagai penutup (atau) penggantinya atap tapi dari beton ya namanya dak beton,” ujar Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim kepada detikcom, Rabu (12/6/2024).

    Nah, sebelum memutuskan membuat atap dak beton, kamu harus tahu keuntungan dan kerugian jenis atap ini. Lalu, apa saja untung rugi atap dak beton? Yuk, cek penjelasan berikut ini.


    Keuntungan Atap Dak Beton

    1. Rumah Lebih Adem

    Albert mengatakan salah satu keuntungan memakai atap dak beton adalah lantai di bawahnya terasa lebih dingin dibandingkan atap spandek. Menurutnya, atap yang tebal dan tertutup seperti dak beton mampu menghalau panas masuk rumah.

    2. Menambah Ruang

    Selain itu, atap dak beton dapat menambah ruang di atas rumah karena memiliki permukaan datar yang bisa dipijak. Dengan begitu, pemilik rumah bisa memfungsikan bagian rooftop ini sesuai kebutuhan.

    Biasanya dak beton dapat dipakai untuk menyimpan tandon, jemuran baju, dan mesin AC. Bahkan, atap dak beton bisa menjadi tempat barbeque.

    Kerugian Atap Dak Beton

    1. Bangunan Semakin Berat

    Atap dak beton berupa lapisan yang tebal, sehingga ukurannya lebih besar serta bobotnya lebih berat. Pemilik rumah harus lebih memerhatikan fondasi dan struktur rumah untuk menopang beban tersebut.

    “Waktu mau bikin dak atap, direncanakan benar-benar struktur dan fondasinya. Jangan sampai menambah dak atap tapi tidak memperhitungkan kaki-kaki di bawahnya kuat atau nggak menopang dak atapnya,” katanya.

    2. Rawan Bocor

    Atap dak beton memiliki risiko kebocoran kalau pembuatannya tidak bagus. Beton yang mengeras kemungkinan pori-pori dan retakan yang menjadi celah untuk air masuk.

    Oleh, karena itu atap dak beton harus mempunyai lapisan waterproofing, yakni dilapisi cairan anti air. Lalu, lapisan tersebut harus ditinjau setiap 3-5 tahun supaya diganti kalau ada yang mengelupas.

    3. Lebih Mahal

    Atap dak beton yang tebal tentu menggunakan lebih banyak material, sehingga biaya pembuatannya lebih mahal dari atap genteng. Albert menyebut biaya membangun atap dak beton bisa sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta per meter.

    Itulah keuntungan dan kerugian kalau membuat atap beton di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingin Bangun Rumah Beratap Datar? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Jenis atap kini sudah beragam, bahkan rumah sekarang tidak harus memakai genteng. Salah satu pilihan desain rumah tanpa atap genteng adalah rumah beratap datar. Dari luar, rumah terlihat kotak atau datar.

    Rumah beratap datar sudah banyak ditemui di negara lain, salah satunya adalah Arab Saudi. Rumah atap datar ini biasanya terbuat dari dak beton kemudian diaci dan dicat. Meskipun tanpa genteng, bagian dalam rumah tetap terlindungi bahkan saat hujan sekalipun, jika pembangunannya sesuai tidak akan terjadi bocor di bagian atas.

    Meskipun, rumah atap datar ini bisa menjadi pilihan desain rumah minimalis dan kekinian, kamu perlu mengetahui beberapa kelebihan dan kekurangannya. Melansir dari situs Desain Terbaik, Sabtu (22/6/2024), berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangannya.


    Kelebihan Rumah Beratap Datar

    1. Pilihan untuk bangunan berdesain modern dan minimalis.

    2. Tampilan bangunan tampak futuristik apabila dilihat dari atas ataupun dari depan dan belakang.

    3. Tidak membutuhkan modal banyak untuk pembangunannya karena tidak memerlukan desain yang cukup rumit.

    4. Sebagai tambahan, dilansir dari C.D Roofing & Construction, rumah jenis ini bisa menambah ruang di bagian atap. Bagian itu bisa digunakan untuk ruang penyimpanan, pemasangan panel surya, taman, atau tempat bersantai.

    5. Membuat rumah jauh lebih adem. Menurut Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim atap dak beton yang tebal dan tertutup dapat menghalau sinar matahari.

    Kekurangan Rumah Beratap Datar

    1. Rawan Bocor

    Rumah beratap datar akan mengalami masalah saat memasuki musim hujan karena ada potensi genangan air di bagian atas. Hal ini bisa membuat rumah rentan bocor jika tidak ada saluran pembuangan air di bagian atap.

    2. Masalah Sirkulasi Udara

    Ada kemungkinan mengalami masalah pada sirkulasi udara sehingga diperlukan ventilasi yang baik pada bangunan untuk aliran air dan udara.

    3. Bobot Bangunan Lebih Berat

    Albert Lim mengungkapkan rumah beratap datar, memiliki atap yang lapisan cukup tebal. Oleh karena itu, ketika pembuatannya perlu memperhatikan fondasi dan struktur agar dapat menopang dengan baik bagian atap yang berat.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Cek Atap Dak Beton Bocor, Cuma Pakai 1 Teknik!


    Jakarta

    Atap dak beton semakin banyak digunakan sebagai bentuk atap rumah masa kini. Bentuk atap dak beton ini biasanya rata dan tidak memakai genteng, sehingga bisa dibuat sebagai ruang santai atau biasa disebut rooftop. Namun, sama seperti atap pada umumnya, dak beton juga bisa bocor atau rembes.

    Potensi kebocoran ini juga dipengaruhi karena bentuk dari atapnya yakni datar. Bentuk atap yang datar membuat air berkumpul di satu tempat seperti kolam. Sementara, atap yang miring, tidak akan membuat air berkumpul di atas, melainkan langsung jatuh ke tanah. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk menyiapkan lubang dan pipa pembuangan air di atas.

    Selain itu, kamu juga harus memastikan atap dak beton itu memang tidak rembes atau bocor pada saat masih pembangunan. Dengan begitu, kamu tidak akan mengeluarkan uang dua kali lipat untuk memperbaiki dak beton ini. Lantas, bagaimana cara memastikan atap dak beton ini memang tidak rembes atau bocor?


    Cara Cek Atap Dak Beton Bocor

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk mengecek celah rembesan air adalah dengan teknik perendaman air. Hal ini dilakukan setelah fondasi atap dak di bagian atas telah selesai dan dilapisi water proofing.

    Teknik ini harus dilakukan di awal sebelum pembangunan rumah selesai agar bisa segera diperbaiki. Selain memastikan tidak ada celah air masuk, teknik ini juga untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Panggah mengungkapkan teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini dinilai efektif oleh para kontraktor guna memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” sebut Panggah saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, saat merendam air di dak beton tersebut, kamu bisa membiarkannya selama 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Sembari menunggu, kamu bisa sesekali mengecek plafon atau dinding di bawah plafon.. Panggah menjelaskan sifat air biasanya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Maka, apabila ditemui bocor atau rembes pada salah satu sisi, bagian yang perlu di cek adalah arah sebaliknya karena air datang dari sisi tersebut.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan pada atap dak beton, kontraktor atau pekerja bangunan memperbaikinya dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali. Setelah itu, baru bisa dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Panggah mengingatkan, kebocoran pada atap dek beton atas ini perlu diatasi segera. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya membuat penghuni rumah tidak nyaman, melainkan dapat mempengaruhi kualitas fondasi bangunan. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air, mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cek Atap Dak Beton Bocor dengan Teknik Perendaman Air



    Jakarta

    Atap dak beton biasanya memilik bentuk yang rata dan tidak menggunakan genteng. Meski tidak terlihat memiliki celah, dak beton juga bisa bocor atau rembes, lho.

    Kebocoran dapat dipengaruhi dari bentuk atap yang datar, sehingga membuat air berkumpul di satu tempat seperti kolam. Oleh karena itu, kamu perlu membuat lubang dan pipa pembuangan air pada atap dak beton.

    Kemudian, kamu perlu memastikan atap dak beton tidak rembes atau bocor pada saat pembangunan. Langkah ini penting untuk mencegah terjadi masalah nantinya.


    Lantas, bagaimana cara cek atap dak beton tidak rembes atau bocor? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Cek Atap Dak Beton Bocor

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky mengatakan salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk mengecek celah rembesan air adalah dengan teknik perendaman air. Hal ini dilakukan setelah fondasi atap dak di bagian atas telah selesai dan dilapisi water proofing.

    Teknik ini harus dilakukan di awal sebelum pembangunan rumah selesai agar bisa segera diperbaiki. Selain memastikan tidak ada celah air masuk, teknik ini juga untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Panggah mengungkapkan teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini dinilai efektif oleh para kontraktor guna memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” kata Panggah saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, saat merendam air di dak beton tersebut, kamu bisa membiarkannya selama 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Sembari menunggu, kamu bisa sesekali mengecek plafon atau dinding di bawah plafon. Panggah menjelaskan sifat air biasanya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Maka, apabila ditemui bocor atau rembes pada salah satu sisi, bagian yang perlu diperiksa adalah arah sebaliknya karena air datang dari sisi tersebut.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan pada atap dak beton, kontraktor atau pekerja bangunan memperbaikinya dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali. Setelah itu, baru bisa dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Panggah mengingatkan, kebocoran pada atap dek beton atas ini perlu diatasi segera. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya membuat penghuni rumah tidak nyaman, melainkan dapat mempengaruhi kualitas fondasi bangunan. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air, mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Singkat Membuat Atap Dak Beton dari Material, Prosedur, dan Biaya


    Jakarta

    Atap rumah tak selalu berbentuk seperti segitiga atau pelana, tetapi bisa juga datar. Atap datar itu berupa dak beton.

    Kontraktor dari Rebwild, Wildan mengatakan atap dak beton biasanya ada dalam konsep rumah tumbuh. Dak beton nantinya dapat dijadikan ruang tambahan sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti taman atau ruang bersantai.

    “Dak beton adalah jenis konstruksi dari suatu bangunan yang fungsinya adalah untuk penutup bangunan sekaligus ruang lebih yang bisa dimanfaatkan untuk banyak hal,” ujar Wildan kepada detikProperti, Jumat (10/10/2025).


    Namun, risiko menggunakan atap dak beton adalah terdapat rembesan air. Hal ini bisa karena faktor usia bangunan atau human error saat pembuatannya.

    Oleh karena itu, atap ini perlu pemeliharaan waterproofing secara berkala agar fungsinya maksimal. Wildan menganjurkan melakukan maintenance atap setiap 6 bulan sekali.

    Jika sudah mantap ingin membuat atap dak beton, pelajari dulu cara pembuatannya. Berikut ini penjelasannya.

    Cara Membuat Atap Dak Beton

    Inilah beberapa hal yang perlu diketahui untuk membuat atap dak beton menurut kontraktor.

    Material Bangunan

    Material bangunan yang diperlukan untuk membuat atap dak beton sama seperti pembuatan kolom. Pemilik rumah perlu menyiapkan kayu kaso, bondeck, paku, benang, pasir, semen, split, obat cor, besi, bendrat, air, beserta bahan pendukung lainnya.

    Biaya Membuat Atap Dak Beton

    Selain bahan bangunan, pemilik perlu menyiapkan sejumlah dana. Harga borongan untuk membuat atap dak beton sekitar Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta per meter persegi. Perlu diingat, angka ini hanya perkiraan dan berlaku untuk kawasan Jabodetabek.

    Tahapan Membuat Atap Dak Beton

    Untuk membangun atap dak beton, pastikan menggunakan jasa tukang batu yang berpengalaman ya. Nah, pembuatannya sama seperti pembangunan konstruksi. Berikut ini tahapannya.

    1. Membuat Bekisting

    Langkah pertama adalah membuat bekisting atau dikenal juga dengan istilah perancah atau formwork. Tahapan ini berupa serangkaian proses pembuatan badan atau acuan kerja dari coran. Biasanya material yang digunakan adalah triplek dan kaso dengan penyangga kayu, bambu, atau scaffolding

    2. Merakit Besi

    Setelah ada bekisting, selanjutnya adalah merakit besi. Bahan besi digunakan untuk menahan beban tarik. Sebab, beton itu tahan terhadap beban tekan tapi lemah terhadap beban tarik.

    3. Pengecoran

    Kemudian pengecoran bisa menggunakan beton ready mix yang sudah ada di batching plant. Selain itu, pengecoran juga dapat memakai beton site mix yang rasio campuran bahannya bisa disesuaikan dengan kekuatan yang diinginkan.

    4. Curing Beton

    Curing beton adalah proses perawatan beton. Proses ini dilakukan dengan cara menyiram beton. Maksudnya untuk menjaga suhu beton sehingga tidak timbul retakan yang akan mengurangi kekuatannya.

    5. Waterproofing

    Terakhir, atap dak beton diberi lapisan waterproofing sebagai perlindungan agar beton tidak rusak. Langkah ini bisa dilakukan dengan catatan, struktur yang menopangnya sudah ada.

    Itulah cara membuat atap dak beton. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com