Tag: atap rumah

  • Cuaca Mulai Panas, Ini 5 Cara Agar Rumah Tetap Adem


    Jakarta

    Cuaca panas mulai terasa seiring dengan memasuki musim kemarau. Untuk mengurangi rasa panas tersebut, penghuni rumah biasanya menyiasatinya dengan cara menggunakan AC atau kipas angin.

    Selain itu, masih ada juga cara-cara lainnya untuk membuat rumah bisa tetap terasa adem meski cuaca sedang panas. Salah satu caranya adalah mengoptimalkan penggunaan bahan dan struktur bangunan.

    Dalam catatan detikcom, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat rumah terasa tetap adem di tengah cuaca panas.


    1. Optimalkan Atap dan Plafon Rumah

    Penggunaan atap berwarna cerah atau yang dilapisi bahan reflektif bisa membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Memasang ventilasi atap atau turbine ventilator juga dapat meningkatkan sirkulasi udara sehingga panas yang terperangkap di bawah atap dapat dilepaskan dengan lebih efisien.

    2. Pasang Jendela yang Tepat

    Jendela yang tepat juga merupakan kunci untuk menjaga rumah tetap sejuk. Jendela berlapis ganda atau kaca rendah emisi (low-e) dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah sekaligus mempertahankan suhu dingin di dalam.

    Selain itu, posisi jendela juga perlu dipertimbangkan. Jendela yang menghadap ke arah timur atau barat cenderung menerima lebih banyak sinar matahari langsung sehingga meningkatkan suhu dalam rumah. Menggunakan tirai tebal, gorden berlapis, atau film pelindung panas pada jendela juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

    3. Pakai Pelapis Dinding yang Tepat

    Memakai pelapis dinding yang tepat juga bisa membantu rumah terasa adem. Cat berwarna terang atau pelapis dinding reflektif bisa mengurangi penyerapan panas di dalam rumah.

    Di beberapa daerah, penggunaan bahan isolasi pada dinding luar juga menjadi pilihan populer untuk mengurangi transfer panas dari luar ke dalam rumah. Bahan isolasi ini bisa berupa busa poliuretan atau panel isolasi yang dipasang di antara dinding bata.

    4. Pastikan Ventilasi Terpasang dengan Baik

    Langkah lain yang tak kalah penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Sistem ventilasi silang, di mana udara dapat bergerak bebas dari satu sisi rumah ke sisi lain, sangat efektif dalam menjaga sirkulasi udara dan mendinginkan ruangan.

    Membuka jendela pada waktu yang tepat, terutama pada pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, dapat membantu mengalirkan udara segar ke dalam rumah. Pemasangan ventilasi tambahan seperti ventilasi atap atau lubang angin di dinding juga dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi panas dalam rumah.

    Dilansir dari BBC, saat siang hari, penghuni rumah bisa menutup jendela dan pintu untuk menjaga agar udara panas tidak masuk ke dalam rumah. Untuk menutup jendela, bisa gunakan gorden.

    5. Gunakan Dekorasi yang Sesuai

    Pada 2024 lalu, PR dan Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander, sempat mengungkapkan tak hanya material dan struktur bangunan saja yang penting untuk membuat rumah adem, dekorasi juga bisa memberikan dampak serupa.

    Dekorasi rumah tidak hanya mempercantik bangunan saja namun bisa juga membuat hunian terasa adem. Ia mencontohkan untuk menambahkan unsur-unsur alam di dalam rumah, misalnya kolam ikan, air mancur, serta tanaman.

    Itulah beberapa cara untuk menjaga rumah tetap terasa adem walaupun cuaca sedang panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kapan Genteng Perlu Diganti? Ini 3 Tanda-tandanya


    Jakarta

    Semua fondasi bangunan terutama bagian luar rumah memiliki masa pemakaian, tidak terkecuali pada penggunaan atap.

    Atap adalah fondasi penting pada rumah yang dapat melindungi rumah dari hujan, panas, dan gangguan lainnya. Atap bisa terbuat dari berbagai macam material. Masing-masing bahan memiliki keunggulan, fungsi, dan masa pemakaian yang berbeda-beda. Ketahanan material atap yang digunakan juga tergantung pada faktor alam, kualitas material, hingga lokasi bangunan berdiri.

    Maka dari itu saat memasang atap rumah kamu perlu berkonsultasi dengan ahli agar mendapatkan pilihan terbaik. Sebagai gambaran, menurut situs kin.com, berikut masa pemakaian atap berdasarkan jenisnya.


    1. Atap gulungan aspal (bitumen): 5 hingga 10 tahun.
    2. Atap sirap komposit: 15 tahun.
    3. Atap sirap kayu atau kayu ulin: 25 tahun.
    4. Atap genteng tanah liat: 40 hingga 50 tahun.
    5. Atap batu tulis: 100 tahun.
    6. Atap asbes: 25-40 tahun.
    7. Atap beton: 50 tahun.

    Tidak seperti fondasi rumah lainnya, atap tidak memiliki tanggal ‘kadaluarsa’ yang pasti. Atap bisa bertahan lebih lama apabila memiliki material yang berkualitas dan cara pemasangan yang tepat. Cara paling mudah mengetahui atap rumah masih dalam kondisi baik adalah tidak terlihat rembesan air hujan. Namun, kondisi ini bisa dimaklumi apabila terjadi hujan deras disertai angin.

    Di luar material atap yang digunakan berkualitas, kamu tetap perlu mengecek kondisi atap setidaknya 2 kali setahun. Untuk jenis atap sirap komposit, aspal, dan kayu biasanya pemeriksaannya perlu dibantu oleh ahli setiap tiga tahun sekali, sedangkan atap genteng biasanya diperiksa setiap lima tahun sekali.

    Selain waktu pemakaian yang sudah kadaluarsa, kamu juga bisa mengetahui kapan atap harus diganti. Mengutip dari kin.com pada Jumat (16/2/2024), berikut tanda atap harus segera diganti.

    Air, Cahaya Matahari, dan Hewan Masuk ke Dalam Rumah

    Gangguan dari luar yang dapat merusak bagian dalam rumah seperti air, cahaya matahari berlebihan, dan hewan seperti tikus yang menerobos masuk dari atap melalui celah.

    Cahaya matahari mungkin faktor yang sulit terlihat karena beberapa atap rumah juga ditambahkan plafon sehingga pemilik rumah tidak bisa melihat secara langsung. Sebaliknya, untuk air dan tikus mudah untuk disadari oleh pemilik rumah.

    Atap yang bocor akan menimbulkan genangan di plafon dan jika intensitasnya meningkat akan terbentuk lingkaran hitam pada plafon. Sementara itu, tikus juga menimbulkan suara saat berjalan di atap atau plafon, beberapa dari mereka juga akan merusak plafon untuk dapat turun ke bawah.

    Atap Berlumut dan Berkarat

    Menemukan lumut di atap yang terbuat dari tanah liat seperti genteng adalah hal wajar karena permukaannya pasti lembap terkena hujan ke panas.

    Tanda-tanda kelembapan meningkat pada atap rumah bisa dilihat dari bagian insulasi atau peredam panas pada atap dan kemunculan lumut pada permukaan atap.

    Atap juga ditambahkan penyangga berbahan logam memiliki risiko berkarat. Biasanya penyangga ini berbentuk V terbalik yang dipasang pada lipatan atap. Jika bagian itu berkarat, air dapat menembus atap rumah.

    Sirap yang melengkung

    Susunan atap bergeser atau kendur seperti ambles juga bisa menjadi tanda atap perlu diperbaiki. Pergeseran pada susunan atap ini bisa disebabkan oleh derasnya air hujan yang turun, tertimpa pohon atau buah, hingga gempa bumi.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanda Atap Akan Ambruk dan Cara Pencegahannya


    Jakarta

    Atap adalah pelindung utama pada sebuah rumah. Tanpa atap, rumah dan seisinya tidak dapat terlindungi dari panas, hujan, dan gangguan lainnya.

    Memiliki fungsi yang penting pada rumah, kamu harus merawatnya agar atap bisa tahan lama. Jika atap tidak terawat, rumah akan mengalami beberapa masalah seperti atap bocor, masuknya hewan-hewan pengganggu seperti tikus, hingga yang paling buruk adalah atap ambruk.

    Jika atap sudah ambruk, keselamatan anggota keluarga di dalam rumah akan terancam. Apalagi jika ambruknya pada saat cuaca buruk seperti angin kencang, hujan deras, atau gempa bumi, proses evakuasi keluarga yang berada di dalam rumah akan sulit.


    Untuk menanggulanginya, kamu bisa mengenali tanda-tanda atap yang mulai renggang yakni susunan genteng tidak terlihat rata dan datar, melainkan berantakan seperti tumpang tindih dan cekung ke dalam.

    Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan atap renggang dan berpotensi ambruk. Mengutip dari Connecticut Post pada Jumat (16/2/2024), berikut diantaranya.

    Terkena Beban Berat

    Penyebab paling umum atap bisa tiba-tiba ambruk adalah tertimpa beban yang berat atau fondasi bangunan terkena guncangan yang kuat. Beban berat itu bisa seperti pohon tumbang. Buah yang jatuh dari pohon dan mengenai genteng juga bisa menyebabkan keretakan atau pergeseran struktur.

    Penyebab lainnya bisa dikarenakan kejatuhan benda dari atas. Biasanya ini terjadi pada rumah yang berada di sekitar area pembangunan yang menempel satu sama lain.

    Tergerus Air

    Kondisi atap atau genteng yang sudah cukup tua bisa cepat keropos dan menimbulkan retak. Normalnya genteng bisa diganti 20-30 tahun sekali.

    Genteng yang sudah retak, tidak akan maksimal menahan guyuran air hujan. Seiring waktu air dapat lolos dari sela-sela retakan dan menetes ke dinding plafon. Jika retakannya berada di banyak titik, plafon rumah kamu akan menghitam karena jamur yang muncul di permukaan yang lembap.

    Maka dari itu, susunan genteng harus tetap dalam kondisi baik dan lapisan logam harus mengarahkan air mengalir ke talang air.

    Fondasi Bangunan Bergeser

    Kondisi ini patut dicurigai jika atap terlihat bergeser atau cekung padahal tidak ada hujan atau kejatuhan benda berat.

    Memodifikasi atap tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli atau pihak pengembang juga meningkatkan risiko kerusakan pada atap.

    Cara Memperbaiki Atap yang Hendak Ambruk

    Atap yang telah ambruk mau tidak mau harus dibongkar semuanya mulai dari genteng, fondasi, hingga bagian bangunan di bawahnya yang mungkin saja terdampak saat atap runtuh.

    Namun, apabila atap tersebut baru terlihat renggang atau rusak di bagian yang kecil, kamu bisa melakukan perbaikan untuk mencegah atap ambruk.

    Menurut situs findlayroofing.com, memperbaiki atap perlu bantuan ahli seperti tukang bangunan karena mereka memiliki pengalaman dan bisa untuk bekerja di atas ketinggian. Mereka dapat melakukan pengecekan sumber masalah pada atap dan memberikan saran cara memperbaikinya.

    Ketika sumber masalahnya terletak pada fondasi. Maka perbaikan dimulai dari bagian bawah atau dalam rumah. Biasanya akan ada pembongkaran pada talang air dan pipa yang terpasang di dekat genteng.

    Agar tidak renggang atau ambles ke bawah, bisa menambahkan balok plafon atau pengikat kasau atau struktur miring pada atap yang berasal dari susunan balok baja.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Atap Berwarna Hitam Menyerap Panas?


    Jakarta

    Warna hitam dipercaya menyerap panas. Banyak anjuran juga mengatakan untuk tidak menggunakan warna hitam untuk interior luar ruangan yang bersinggungan langsung dengan matahari. Hal ini ditakutkan panas tersebut berimbas ke dalam rumah yang terasa semakin panas.

    Lalu bagaimana dengan penggunaan atap rumah berwarna hitam? Apakah itu juga akan membuat suhu rumah jauh lebih panas dibanding penggunaan atap genteng berwarna abu-abu atau oranye?

    Menurut situs Nombarch.com, warna dan bahan yang digunakan pada atap berpengaruh besar terhadap suhu di dalam rumah. Warna hitam menyerap panas, sementara warna terang bisa memantulkan panas tersebut.


    Saat atap menyerap panas, lapisan bawahnya akan menampung panas tersebut dan tanpa adanya ventilasi maka panas akan terus berada di sana. Maka dari itu, diperlukan ventilasi pada rongga antara atap dan plafon.

    Namun, sebenarnya warna hitam saja bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan rumah panas, melainkan ada faktor lainnya. Misalnya posisi atap yang menghadap matahari, iklim tropis di Indonesia, bahan atap yang digunakan, hingga ada atau tidaknya pepohonan untuk menghalangi sinar matahari tersebut.

    Jika kamu tetap ingin menggunakan atap berwarna hitam, kamu bisa memilih bahan atap yang paling minim menyerap panas. Melansir dari colonyroofers.com pada Jumat (1/3/2024) berikut beberapa bahan atap yang bisa digunakan.

    Atap Komposit

    Atap komposit yang cukup bagus menangkal panas adalah yang bertekstur dan terbuat dari bahan menyerupai batu tulis. Biasanya di Indonesia atap komposit terbuat dari aluminium.

    Jika menggunakan atap komposit dari aluminium justru rumah akan bertambah panas dan terkena sambaran petir. Selain itu, atap komposit dari aluminium juta tidak tahan terkena angin kencang.

    Sehingga pastikan jika ingin tetap menggunakan atap berwarna hitam atau gelap gunakan yang berbahan seperti batu tulis. Juga dikenal sebagai atap sintetis, atap komposit sering kali dirancang agar terlihat seperti atap batu tulis.

    Atap Aspal

    Atap aspal banyak digunakan di Amerika. Namun, saat ini sudah banyak atap aspal digunakan di Indonesia karena proses pemasangannya yang mudah dan tahan lama. Selain itu, atap aspal atau biasa disebut dengan atap bitumen ini juga cocok dipasang di bangunan dengan fondasi kayu.

    Perihal warna, sama seperti aspal, atap aspal atau bitumen juga tersedia dengan warna gelap yang bervariasi sehingga bisa menjadi rujukan.

    Atap Logam

    Bahan logam yang bagus untuk menghalau panas biasanya berwarna cerah. Menurut para peneliti di Departemen Energi AS, penggunaan atap logam dapat mengurangi biaya AC hingga 25%.

    Namun, jika kamu tetap ingin menggunakan atap logam berwarna hitam, coba padukan dengan jenis genteng tanah liat atau batu berwarna hitam agar suhu rumah tidak terlalu panas.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Atap Membusuk: Penyebab dan Cara Pencegahannya


    Jakarta

    Kebocoran atap rumah seringkali menjadi masalah yang umum terjadi di musim hujan, masalah ini tentunya sangat merugikan pemilik rumah.

    Pasalnya, bukah hanya karena membasahi isi rumah saja, air hujan yang masuk ke dalam rumah juga mengandung asam yang bisa berpotensi merusak alat-alat di dalam rumah. Biasanya, tanda-tanda kebocoran atap rumah ini beruba noda pada plafon dan lantai rumahmu.

    Penyebab kebocoran ini bervariatif, dimulai dari genteng pecah, hingga pembusukan struktur atap yang membuat air hujan merembes ke dalam rumah.


    Banyak yang menganggap sepele rembesan air pada atap rumah, biasanya mereka cukup mencegahnya dengan melapisinya dengan tambalan saja. Tetapi nyatanya, rembesan air yang terjadi karena pembusukan atap bisa membuat kerusakan yang lebih besar lagi pada atap rumah.

    Penyebab Atap Membusuk

    Mengutip dari allseasonsroof.com, salah satu penyebab terjadinya pembusukan pada atap rumah yaitu kelembaban loteng yang mengakibatkan terjadinya pengembunan. Pengembunan ini biasanya terjadi karena sirkulasi udara pada loteng kurang baik.

    Selain itu, penyebab atap membusuk juga bisa datang dari air yang terus menerus masuk ke dalam struktur atap rumah.

    Cara Mengatasi Atap Rumah Membusuk

    Bila bagian yang membusuk itu bukan bagian penting dari struktur atap rumahmu, mungkin kamu bisa cukup lakukan perbaikan saja. Tetapi, bila bagian yang membusuk itu ada pada bagian penting struktur atap rumahmu, sebaiknya kamu harus menggantinya.

    1. Cara Perbaiki Atap Membusuk

    Pertama, kamu harus pastikan bagian yang membusuk itu dibuang atau dilepas. Bila bagian yang membusuk itu hanya sebagian kecil, kamu bisa mencoba untuk memotong bagian yang membusuk itu dengan menggunakan pahat kayu.

    Pastikan bahwa kamu tidak menyisakan bagian yang membusuk, karena bila kamu menyisakannya, proses pembusukan tersebut akan melebar ke area lain.

    Selanjutnya kamu bisa tambal bagian tersebut dengan kayu yang baru, atau kamu bisa menggunakan material lain seperti baja.

    2. Cara Ganti Atap Yang Membusuk

    Ketika kamu ingin mengganti bagian atap yang membusuk, kamu perlu perhatikan beberapa hal.

    Pertama, kamu harus melepas bagian yang membusuk beserta dengan semua bagian 1 meter dari bagian yang membusuk. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah jamur dari bagian yang membusuk merambat ke tempat lain.

    Lalu, kamu juga perlu untuk membersihkan dan mengoleskan fungisida pada bagian tersebut sebelum memasang bagian yang baru.

    Setelah bersih, selanjutnya kamu bisa memasang kayu atau baja untuk menggantikan bagian yang busuk tersebut. Pastikan juga bahwa kayu yang kamu gunakan itu sudah dilapisi pengawet anti jamur.

    Terakhir, kamu bisa memplester bagian tersebut atau mengecatnya supaya lebih awet lagi.

    Cara Mencegah Pembusukan Atap Rumah

    Tentunya cara mencegah yang paling mudah adalah dengan mencegah faktor penyebab dari pembusukan.

    Kamu harus rutin untuk mengecek bagian loteng rumahmu, pastikan loteng rumahmu memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga tidak terjadi pengembunan pada struktur atap rumahmu.

    Selain kelembaban udara, kamu juga perlu untuk memastikan genteng rumahmu tidak ada yang retak atau pecah. Air yang masuk dari celah retakan genteng bisa memicu pertumbuhan jamur pada struktur atap rumahmu.

    Itu dia sekilas rangkuman penyebab pembusukan atap rumah serta cara untuk mengatasinya. Kalau kamu lihat ada tanda-tanda rembesan air pada plafon rumahmu, segera di cek ya teman-teman!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilih Atap Genteng Atau Dak Beton? Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Sebelum membangun atau merenovasi rumah, kamu perlu mempertimbangkan desain atap rumah. Ada dua pilihan atap yang umum. Pertama yaitu atap genteng, kedua adalah tanpa genteng atau atap datar dengan dak beton.

    Sebelum memutuskan, kalian bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. Untuk itu, simak dulu ulasan berikut yang dirangkum dari situs GJ Gardner dan Able Roof:

    Kelebihan Atap Dak Beton daripada Genteng

    Beberapa kelebihan rumah tanpa genteng atau atap datar dari dak beton adalah sebagai berikut:


    1. Hemat Biaya Pembangunan

    Atap tanpa genteng cenderung lebih hemat karena tidak perlu memasang kerangka besi baja hollow dan genteng. Atap datar hanya memerlukan adonan semen, besi, dan pasir.

    Waktu pembangunannya pun biasanya harus diselesaikan dengan cepat, sehingga biasanya rampung dalam sehari. Sementara genteng bisa beberapa hari, sehingga biaya harian tukang tidak terlalu besar.

    2. Estetika

    Bagi penggemar model minimalis dan modern, rumah tanpa genteng mungkin akan lebih estetik karena bentuknya simetris, sehingga terlihat jauh lebih rapi, klasik, dan indah dari luar.

    3. Perawatan Mudah

    Karena atap berbentuk datar dan lebih kuat daripada genteng, atap dak beton lebih mudah dirawat dan dibersihkan. Pengecekan pun dilakukan lebih mudah.

    Sementara untuk naik ke atap genteng harus sangat berhati-hati agar tidak jatuh atau atap tidak ambrol.

    4. Bisa Memasang Panel Surya

    Atap yang datar bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, salah satunya dipasangi panel surya. Panel surya dapat menyimpan tenaga matahari dan listriknya bisa dimanfaatkan untuk sumber energi.

    5. Bisa Dibuat Rooftop

    Fungsi lain dari atap datar adalah bisa dibuat rooftop. Rooftop dapat digunakan untuk banyak hal, seperti taman, tempat bersantai, tempat jemuran, dan sebagainya.

    Kekurangan Atap Dak Beton daripada Genteng

    Berikut ini beberapa kekurangan atap dak beton daripada menggunakan genteng:

    1. Masalah Drainase

    Masalah paling utama dari atap datar adalah drainase. Saat hujan, air tidak segera mengalir ke saluran drainase, bahkan bisa menggenang. Hal ini membuat atap rawan bocor. Lapisi dengan cat antibocor sebagai pengaman dari hujan.

    2. Mudah Kotor

    Kotoran yang beterbangan lebih mungkin hinggap di atap datar daripada di atap genteng yang miring. Kotoran yang sering ditemukan di atap antara lain daun. Kamu harus sering-sering membersihkan atap ini agar selalu bersih.

    3. Rawan Berlumut

    Masalah perairan juga memungkinkan atap dak beton berlumut. Selain itu, rooftop yang digunakan sebagai taman juga berisiko menumbuhkan tanaman liar, bahkan akarnya mungkin merusak atap.

    4. Perlu Ditambahi Pelapis

    Agar lebih awet, atap datar perlu ditambahi pelapis, biasanya berupa dek kayu atau bahan atap gulungan. Namun bahan-bahan ini jenisnya terbatas, seperti TPO, EPDM, karet, dan bitumen.

    Itulah tadi kelebihan dan kekurangan atap datar dak beton dibandingkan atap genteng. Nah, sekarang kamu bisa menentukan mau pilih yang mana.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 3 Hal Ini Saat Bikin Atap Dak Beton



    Jakarta

    Membangun atap rumah ternyata nggak harus menggunakan genteng, tetapi bisa juga dengan dak beton. Atap dak beton yang datar bisa menjadi alternatif untuk mendapat estetika hunian tertentu atau menambah fungsi ruang di rumah.

    Namun, membuat atap beton tidak boleh sembarangan. Sebab, jenis atap ini membutuhkan perhitungan, pertimbangan, pembiayaan, dan perhatian lebih dibandingkan atap genteng pada umumnya.

    Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim menjelaskan dak beton sebenarnya merupakan lantai beton. Akan tetapi, posisinya yang di luar atau eksterior bangunan, maka mendapat sebutan ‘dak’.


    “Pembuatan dak beton itu sama seperti membuat lantai beton karena sebetulnya lantai beton yang ada ditaruh di luar. Jadi buatnya sama pakai besi, dicetak pakai casting, lalu dituangi beton,” ujar Albert kepada detikcom, Rabu (12/6/2024).

    Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan ketika membangun atap dak beton? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

    Tips Membangun Atap Dak Beton

    1. Waterproofing

    Albert menjelaskan atap dak beton memiliki risiko kebocoran kalau proses pembuatannya kurang baik. Sebab, beton yang mengeras masih mungkin ada pori-pori dan retakan yang menjadi celah untuk air masuk.

    Oleh, karena itu penting sekali memastikan atap dak beton sudah ada waterproofing, yakni dengan melapisi permukaan atap dengan cairan khusus anti air.

    “Waterproofing (sebanyak) tiga lapis. Kalau mau aman lebih aman lagi, (buat) lebih banyak (lapisan tapi) paling minimal 3 lapis,” ucapnya.

    Selain itu, ia mengatakan waterproofing harus ditinjau setiap 3-5 tahun sekali. Apabila lapisannya sudah mulai mengelupas, maka harus diganti.

    2. Rencanakan Struktur dan Fondasi

    Atap dak beton sebenarnya berupa lapisan yang tebal, sehingga membantu menahan hawa panas masuk ke rumah. Namun, struktur dak beton yang tebal tentu menjadikan bangunan semakin berat.

    Supaya bisa menopang beban berat, struktur dan fondasi bangunan harus dibuat lebih besar. Dengan begitu, kamu perlu menghitung ukuran fondasi yang sesuai untuk menahan beban atap dak beton.

    “Waktu mau bikin dak atap, direncanakan benar-benar struktur dan fondasinya. Jangan sampai menambah dak atap tapi tidak memperhitungkan kaki-kaki di bawahnya kuat atau nggak menopang dak atapnya,” katanya.

    3. Siapkan Budget

    Atap dak beton berupa lapisan yang tebal, sehingga membutuhkan lebih banyak material. Hal ini yang membuat atap dak beton tergolong cukup mahal, sehingga atap genteng menjadi alternatif yang lebih menggiurkan.

    Bagi kamu yang pengin punya atap dak beton, maka siapkan budget yang cukup untuk membangunnya. Menurut Albert, estimasi pembuatan atap dak beton untuk sebuah rumah dua lantai sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta per meter.

    Tak berhenti sampai situ, kamu juga perlu meninjau kualitas waterproofing atap setiap 3-5 tahun. Kalau lapisan waterproof itu sudah mulai mengelupas, maka siap-siap mengeluarkan dana lebih buat waterproofing ulang.

    Itulah tiga hal yang perlu kamu perhatikan ketika membangun atap dak beton. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah dengan Atap Spandek? Kenali Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Salah satu elemen penting dalam pembangunan suatu rumah adalah atap. Memilih jenis atap yang tepat sangatlah penting, agar bagian dalam rumah bisa terlindungi dari hujan dan panas dengan baik.

    Ada berbagai jenis bahan atap, salah satunya yang sering digunakan sekarang adalah atap spandek. Jika ingin membangun rumah yang memiliki atap spandek, ada kelebihan dan kekurangan atap spandek yang mesti kamu ketahui.

    Apa Itu Atap Spandek?

    Atap spandek adalah nama pasaran untuk atap metal polos. Mengutip situs resmi PT Bumi Lancang Kuning Pusaka (BLKP), atap spandek umumnya terbuat dari seng, aluminium, dan uPVC (unplasticized polyvinyl chloride). Atap spandek berbahan dasar baja ringan juga sering ditemukan.


    Kelebihan Atap Spandek

    Ini dia beberapa kelebihan atap spandek.

    1. Mudah Dipasang

    Pemasangan atap spandek terbilang mudah karena menggunakan lembaran besar, desain sederhana, dan bobotnya ringan. Oleh karena itu, pemasangan atap spandek juga hemat biaya karena tidak membutuhkan banyak tenaga kerja.

    2. Anti Pecah

    Meski ringan, atap spandek cukup kuat dan tahan berbagai kondisi cuaca. Atap spandek juga mampu menahan beban berat dengan baik.

    3. Tahan Rayap

    Keunggulan atap spandek selanjutnya adalah tahan serangan rayap karena terbuat dari campuran zinc, aluminium, dan silikon. Dengan demikian, atap spandek lebih tahan lama karena aman dari kerusakan akibat rayap.

    4. Hadir dalam Berbagai Varian Warna

    Atap spandek tersedia dalam berbagai varian warna. Selain warna-warna yang tersedia oleh pabrik, atap spandek juga bisa dicat sesuai warna keinginan masing-masing orang.

    5. Tahan Lama

    Atap spandek bisa bertahan hingga 20 tahun lebih. Bukan hanya karena aman dari gangguan rayap, atap spandek juga tangguh terhadap kondisi cuaca eksternal yang ekstrim, sinar UV, maupun bahaya korosi.

    6. Tahan Terhadap Risiko Kebakaran

    Mungkin ada yang berpikir bahwa atap dari besi, misalnya atap spandek, lebih rawan kebakaran. Padahal, mengutip This Old House, atap spandek tahan terhadap penyebaran api, sehingga rumah dengan atap spandek aman dari risiko kebakaran.

    Kekurangan Atap Spandek

    Meski memiliki sejumlah kelebihan, atap spandek juga memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut.

    1. Mudah Menyerap Panas

    Atap spandek mudah menyerap panas jika terpapar sinar matahari langsung. Sebab, material besi yang digunakan dalam pembuatan atap spandek adalah konduktor panas yang baik.

    Oleh karena itu, di hari-hari yang terik, suhu dalam ruangan bisa memanas dengan cepat, sehingga penghuni bisa merasa tidak nyaman.

    2. Peredaman Suara Rendah

    Kekurangan atap spandek yang lain adalah peredaman suara yang rendah karena terbuat dari bahan logam yang tipis. Hal ini mengakibatkan suara dari luar, misalnya suara hujan, terdengar lebih jelas di dalam bangunan. Hal ini bisa mengganggu kenyamanan penghuninya.

    Itu dia sejumlah kelebihan dan kekurangan dari atap spandek. Semoga bermanfaat bagi detikers yang sedang mencari bahan atap yang cocok untuk bangunan.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan Vs Kayu Sebagai Rangka Atap


    Jakarta

    Atap adalah salah satu bagian utama dalam bangunan rumah yang berfungsi untuk melindungi rumah dari terpaan cuaca. Untuk membuat atap, dibutuhkan rangka atap yang biasanya menggunakan material seperti baja ringan atau kayu.

    Melansir dari jurnal yang berjudul Analisa Perbandingan Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu dari Segi Analisis Struktur dan Anggaran Biaya yang ditulis oleh Devi Oktarina dan Agus Darmawan pada 2015, konstruksi rangka atap merupakan bentuk konstruksi untuk menyangga konstruksi atap yang terletak pada kuda-kuda.


    Nah, material baja ringan dan kayu bisa menjadi pilihan untuk membuat rangka atap. Keduanya pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang bisa kamu pertimbangkan.

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, berikut ini kelebihan dan kekurangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu.

    Rangka Atap Baja Ringan

    Kelebihan:

    – Tahan terhadap rayap. Hal itu karena baja ringan terbuat dari besi.
    – Pemasangannya mudah. Sebab, baja ringan bisa dipotong dan disesuaikan dengan mudah.
    – Tahan lembab

    Kekurangan:

    – Penghantar listrik. Maka dari itu, harus berhati-hati ketika pemasangan jalur instalasi listrik. Usahakan kabel tidak ada kabel terbuka yang menempel di rangka baja ringan.

    Rangka Atap Kayu

    Kelebihan:

    – Aman dari masalah kelistrikan. Sebab, kayu merupakan isolator atau benda yang tidak bisa menghantarkan listrik ataupun panas.

    Kekurangan:

    – Mudah lapuk dan dimakan rayap
    – Butuh waktu lama pembuatannya karena kayu berasal dari alam dan perlu diolah sedemikian rupa terlebih dahulu.

    Harga Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu tidak jauh berbeda. Rentangnya sekitar Rp 150.000-200.000/m2.

    Demikian informasi terkait kelebihan, kekurangan, hingga harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pakai Atap Bitumen di Rumah? Ini Kekurangan dan Kelebihannya


    Jakarta

    Atap bitumen adalah salah satu jenis bahan atap yang banyak digunakan pada bangunan atau rumah. Atap ini dikenal tahan lama dan serbaguna.

    Poin-poin tadi menjadikannya sistem yang ideal untuk proyek atap pembangunan baru ataupun renovasi. Kenali lebih dalam seputar atap bitumen di bawah ini.

    Apa Itu Atap Bitumen?

    Dikutip NV Roofing, atap bitumen adalah jenis atap tahan lama yang cocok untuk atap datang atau dengan kemiringan rendah. Atap bitumen tersedia dalam 1, 2, atau 3 lapis.


    Ada juga atap bitumen yang dimodifikasi, dengan berbahan dasar aspal. Bitumen yang dimodifikasi merupakan jenis produk aspal yang bisa diaplikasikan dengan berbagai cara pada atap, baik di suhu panas atau dingin.

    Dibandingkan jenis atap membran lainnya, atap bitumen modifikasi punya banyak keunggulan dibandingkan. Jenis ini juga sering dianggap sebagai alternatif modern untuk atap yang dibangun.

    Pengaplikasian atap bitumen bisa menggunakan lembaran berperekat perekat yang diaplikasikan dingin atau aspal yang dipel panas.

    Kekurangan Atap Bitumen

    Dirangkum dari Reliable Roofing dan NV Roofing, berikut merupakan ulasan apa saja hal yang menjadi kekurangan atap bitumen.

    1. Menyerap Panas

    Warna atap bitumen yang hitam bisa menyerap panas, meskipun materialnya sendiri mungkin tidak rusak karena panas atau sinar UV. Tapi jika insulasi yang tepat tidak digunakan, penyerapan panas ini bisa menyebabkan bangunan di bawahnya menjadi terlalu panas.

    1. Lebih Rentan Terhadap Genangan Air

    Apabila sistem atap aspal yang dimodifikasi dipasang, bangunan beratap yang cenderung menahan air hujan atau salju yang mencair akan lebih cepat aus.

    Genangan air dan genangan air yang terjadi habis hujan badai, bisa menyebabkan kerusakan serius dan penuaan dini pada sistem atap aspal yang dimodifikasi (jika air tidak mengalir dengan baik). Idealnya, alam kondisi pengeringan yang wajar air mengalir dari atap setelah 48 jam.

    Seringkali atap yang lebih tua tidak memiliki drainase yang baik. Makanya, lapisan aspal yang dimodifikasi tidak tahan terhadap genangan air dan juga bagian termoplastiknya.

    3. Mod Bit Bisa Lebih Mahal

    Atap material bitumen 2 dan 3 lapis biaya pemasangannya jauh lebih mahal. Hal ini bisa menjadikannya salah satu jenis produk atap datar termahal.

    Semetara, material atap 1 lapis cenderung tidak tahan lama. Jika digunakan bisa menimbulkan masalah tertentu, seperti rusak sebelum waktunya.

    Seseorang secara efektif memasang atap sebanyak 2 atau 3 kali. Kecepatan pemasangan merupakan area di mana termoplastik benar-benar bersinar. Sistem mod-bit multi-lapis jauh lebih mahal di atap yang besar.

    4. Metode Pemasangan Paling Umum, Masih Berisiko Tinggi Dibandingkan Satu Lapis

    Metode adhesi aspal modifikasi yang paling umum merupakan “torch down”. Artinya, untuk memanaskan bagian belakang membran dan menempelkannya ke substrat, menggunakan obor atap BTU berbahan bakar propana.

    Industri ini telah beralih dari metode penerapan panas tinggi selama 3 dekade terakhir. Ketel tar jadul merupakan situs langka saat ini. Karena risiko yang melekat pada penerapan panas tinggi, tukang atap perlu terlatih dan memiliki berketerampilan tinggi dalam bekerja dengan sistem aspal yang dimodifikasi.

    Selain itu, ada butiran yang perlu disertakan sebagai bagian dari proses pemasangan. Tujuannya untuk membantu melindungi atap dari sinar matahari.

    Jika tidak disertakan, ini bisa semakin meningkatkan suhu bangunan atau merusak atap. Sayangnya, dalam proses pemasangannya tidak semua jenis atap bitumen menyertakan butiran.

    Kelebihan Atap Bitumen

    1. Tahan Lama

    Atap bitumen merupakan salah satu jenis bahan atap datar yang tahan lama,karena punya daya rekat yang tinggi. Hal ini membuatnya tidak mudah retak, seperti yang terjadi pada atap datar dan atap membran.

    Selain itu, atap ini bisa tahan terhadap angin, api, dan hujan es yang membuatnya tidak mudah rusak jika terjadi badai. Bahkan, atap bitumen bisa bertahan hingga 20 tahun atau lebih.

    Umumnya, atap bitumen disertai garansi pabrik yang panjang yang bisa membantu menjamin keawetan atap.

    Seperti yang kita tahu, jenis atap membran lainnya punya lapisan yang dibiarkan terbuka atau ditutup dengan bahan lain yang bisa melemah seiring berjalannya waktu. Oleh sebab itu, fakta bahwa atap aspal bisa dibuat mulus adalah keuntungan besar.

    2. Punya Beberapa Lapisan dan Ketebalan Lebih Besar

    Seringnya, sistem aspal yang dimodifikasi dipasang dalam setidaknya 2 lapisan Sistem atap aspal yang dimodifikasi menjadi satu sistem atap yang paling terpercaya, karena ketebalannya yang melekat.

    Sistem mod-bit 2 lapis dengan lembaran penutup granular umumnya setebal 240 MIL atau lebih. Di sisi lain, umumnya membran atap termoplastik 1 lapis tebalnya 60 MIL.

    Jika ketebalan membran menjadi perhatian, aspal yang dimodifikasi menjadi pemenangnya karena ketebalannya yang melekat.

    3. Kompatibel

    Umumnya, insinyur bangunan memakai “tambalan basah” atau “semen atap” saat dia mencoba menambal kebocoran darurat. Seringkali, produk-produk tersebut tidak kompatibel dengan sistem satu lapis.

    Namun sering kali diformulasikan untuk sistem berbasis aspa, seperti aspal yang dimodifikasi. Walaupun dianggap sederhana, atap aspal yang dimodifikasi biasanya cocok dengan produk perbaikan atap yang tersedia.

    4. Mudah Digunakan di Ruang Sempit

    Bitumen modifikasi jadi andalan di kota-kota, karena umumnya tersedia dalam gulungan berukuran 36-39 inch. Jika harus memasang atap baru di ruang yang sempit, contohnya balkon atau atap kota dengan 3 lantai, bitumen yang dimodifikasi bisa jadi pilihan yang tepat.

    Kesimpulannya kalau dipasang dengan benar dan dirawat dengan baik, atap bitumen bisa menjadi aset bangunan yang tahan lama. Sistem 2 atau 3 lapis direkomendasikan untuk di bawah teras dan dek atap atau di ruang yang sangat sempit.

    Penggunaan aplikasi perekat dingin dan lapisan yang bisa direkatkan sendiri adalah hal baru di pasaran. Cara ini menawarkan banyak manfaat.

    Adanya kemajuan bahan dan perekat secara berkala, bisa membuat sistem atap bitumen menjadi andalan atap selama beberapa dekade mendatang.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com