Tag: aus

  • Begini Cara Perbaiki Pagar Geser Seret Saat Dibuka


    Jakarta

    Pagar menjadi tambahan yang cukup penting untuk menjaga keamanan dan privasi rumah. Salah satu model pagar yang banyak dipakai orang-orang adalah pagar geser.

    Model ini cukup praktis dan tidak memakan tempat saat dibuka dan ditutup. Namun, pagar ini terkadang bisa seret dan berat saat dibuka-tutup. Kok bisa ya?

    Melansir dari Bay Area Lions Gate, Selasa (20/8/2024), salah satu masalah yang sering dialami pada pagar geser adalah masalah rel. Pagar tidak bisa digeser dengan lancar sebenarnya karena ada yang nggak beres dengan rel maupun rodanya.


    Kalau dibiarkan, masalah ini bisa bikin penghuni frustasi karena kesulitan menggeser pagar. Lalu, pagar maupun relnya juga lama-lama bisa rusak.

    Yuk, simak apa saja penyebab pagar geser seret dan cara memperbaiki berikut ini.

    Penyebab Pagar Geser Seret

    1. Rel Kotor

    Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah membersihkan rel. Kotoran, serpihan, dan daun dapat terkumpul di rel, sehingga membuat pagar bergeser tidak rata.

    Gunakan sapu atau peniup daun untuk membersihkan kotoran pada rel. Kamu juga bisa pakai sikat untuk menggosok rel dengan air dan sabun. Pastikan untuk membilas rel dan membiarkannya kering sebelum dipakai ya.

    2. Pagar Tidak Sejajar dengan Rel

    Lalu, periksa juga kesejajaran pagar dengan rel. Kalau tidak sejajar dengan benar, roda akan keluar dari jalur rel. Hal ini yang membuat pagar sulit digeser.

    Untuk memeriksa kesejajaran, tutup pagar dan ukur jarak antara pintu pagar dan tiang di kedua sisi. Pengukurannya harus sama. Bila perlu, sesuaikan pintu gerbang hingga sejajar dengan benar.

    3. Roda Aus atau Rusak

    Kondisi roda pagar sangat penting untuk bisa meluncur dengan mulus. Jika roda aus atau rusak, pagar akan bergeser dengan tidak rata atau keluar dari lintasan.

    Maka, pastikan roda dalam kondisi baik ya. Kalau aus atau rusak, segera ganti dengan yang baru.

    4. Kurang Pelumas

    Melumasi rel dapat membantu pagar meluncur dengan mulus. Gunakan pelumas berbasis silikon untuk menyemprot rel.

    Pastikan untuk mengoleskan pelumas secara merata dan hindari menyemprotkannya pada roda atau pagar. Lumasi rel secara teratur agar tetap dalam kondisi baik.

    5. Baut dan Sekrup Longgar

    Kemungkinan ada baut dan sekrup yang longgar, sehingga pagar bergoyang dan tidak stabil. Periksa semua baut dan sekrup pada pagar dan kencangkan jika perlu.

    Pastikan untuk menggunakan kunci pas dengan ukuran yang tepat untuk menghindari baut atau sekrup terlepas.

    Itulah beberapa penyebab pagar geser seret dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 7 Tanda Kasur Lama Harus Diganti Biar Tidur Lebih Nyenyak


    Jakarta

    Kasur adalah alas tidur yang pasti ada di rumah. Bentuknya pun beragam ada yang memakai dipan atau alas kayu di bagian kaki, ada pula yang bisa digulung seperti karpet tetapi tetap empuk. Sama seperti barang lainnya, kasur memiliki masa pakai, tidak bisa memberikan kenyamanan selamanya.

    Apabila kamu tidak memperhatikan masa pakai tersebut, dikhawatirkan tulang belakang, sendi, dan berat badan bisa berpengaruh karena tidur yang tidak nyaman dan salah tidur. Lantas, bagaimana mengetahui kasur perlu diganti dengan yang baru?

    Melansir Nolah Mattress, pada Jumat (25/10/2024), berikut beberapa tanda kamu harus beli kasur baru dan membuang yang lama.


    1. Merasa Tidak Segar Saat Bangun

    Kasur yang sudah tidak nyaman dipakai dapat menyebabkan masalah kesehatan. Sebagai contoh kamu mengalami gangguan tidur sehingga kualitas tidurmu menurun. Kurang tidur dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Namun, kasur tentu bukan satu-satunya penyebab masalah kesehatan tersebut, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter jika ini menjadi masalah yang berkepanjangan.

    2. Tubuh Sering Terasa Nyeri

    Saat kamu tidur, tubuh sebenarnya dalam tahap relaksasi. Dengan begitu saat terbangun, tubuh kamu terasa lebih ringan dan bersemangat. Namun, apabila tubuh sering terasa kaku, nyeri, atau sakit bisa menjadi karena kasur kamu sudah tidak layak lagi untuk digunakan. Ketika kasur sudah tua, kemampuannya untuk mengurangi tekanan dan menjaga agar tulang belakang tetap sejajar akan menurun.

    Hal ini dapat menyebabkan ketegangan di sekitar sendi, atau tulang belakang kamu mungkin melengkung. Jika kamu terus berada dalam posisi yang tidak nyaman sepanjang malam, kamu pasti akan bangun dengan rasa sakit dan nyeri.

    Perhatikan sinyal dari tubuh kamu. Jika rasa nyeri di pagi hari menjadi masalah yang sering terjadi, mungkin sudah saatnya untuk mengganti kasur kamu.

    3. Tidak Bisa Tidur

    Ada beberapa alasan insomnia, seperti stres, kurang tidur, perubahan hormon, dan kondisi medis. Oleh karena itu, insomnia saja belum cukup untuk meyakini kamu perlu kasur baru. Namun, jika kamu selalu gelisah di malam hari dan ketidaknyamanan fisik membuat kamu terbangun, mungkin kasur adalah penyebab utamanya.

    Sebuah kasur ideal harus memberikan kenyamanan yang optimal dengan mengurangi ketegangan di bagian tubuh yang sensitif. Sayangnya, tidak ada solusi yang tepat bagi siapapun dalam hal kenyamanan dan dukungan tidur karena tingkat kekencangan serta fitur yang dibutuhkan bisa berbeda-beda tergantung pada jenis tubuh dan posisi tidurnya.

    Maka dari itu, saat kamu membeli kasur, pastikan untuk coba berbaring di atasnya dan konsultasikan ke ahli bagaimana menemukan kasur yang paling tepat dengan kebutuhan tubuh kamu.

    4. Perubahan Pada Persendian Tubuh

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kasur tidak memiliki ukuran yang sama untuk semua orang. Kebutuhan individu bervariasi berdasarkan berat badan, posisi tidur, dan kondisi kesehatan seperti sleep apnea, arthritis, osteoporosis, dan sciatica.

    Apabila terdapat perubahan signifikan pada kesehatan fisik atau kebiasaan tidur kamu , mungkin kamu memerlukan kasur baru yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini.

    Sebagai contoh, jika berat badan kamu bertambah, kamu mungkin ingin kasur yang lebih keras dengan penyangga yang lebih banyak. Atau, jika kamu mengalami nyeri sendi, tempat tidur dengan kontur dan pereda tekanan yang lebih baik dapat memberikan manfaat signifikan. Jika saat ini kamu memiliki keterbatasan mobilitas, kasur dengan tepi yang dapat digerakkan jauh lebih dibutuhkan.

    5. Usia Kasur

    Berapa lamanya kasur bertahan tergantung pada merek dan bahan yang digunakan. Sebagai contoh, kasur lateks alami sangat tahan lama dan dapat bertahan lebih dari sepuluh tahun jika dirawat dengan baik.

    Namun, umumnya kasur tidak bertahan selamanya, jika kasur kamu sudah berusia delapan tahun atau lebih, kemungkinan besar saatnya untuk menggantinya. Meskipun kamu merawat kasur dengan baik, faktor-faktor seperti keausan akibat penggunaan sehari-hari, kelembapan, keringat, tungau debu, dan lain-lain bisa menurunkan kualitas kasur.

    6. Terdapat Lekukan pada Kasur

    Kamu membutuhkan kasur dengan permukaan yang datar dan rata untuk mendapatkan dukungan tidur yang optimal dan penyokong berat tekanan yang tepat. Jika kasur kamu memiliki lekukan atau lubang yang tampak, sudah saatnya untuk menggantinya.

    Kasur busa memori yang murah sangat rentan terhadap tekanan, ketika busa mulai aus, ia kehilangan elastisitas dan tidak akan kembali ke bentuk semula meski sudah tidak ditekan. Di kasur pegas yang rusak sering kali menyebabkan lekukan pada permukaan kasur.

    7. Kasur Berdecit

    Ketika kasur pegas dan kasur hibrida mulai aus, pegasnya akan mulai mengeluarkan suara berderit. Saat pegas kehilangan ketegangan dan kekuatannya, mereka akan bergesekan saat tertekan oleh berat tubuh orang yang tidur. Kontak ini dapat menyebabkan suara berderit yang mengganggu setiap kali kamu mengubah posisi, sehingga mengganggu kualitas tidur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Pagar Rumah Seret saat Dibuka? Nih Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Pagar banyak digunakan di rumah orang Indonesia untuk menambah keamanan dan privasi. Salah satu model pagar andalan dan praktis digunakan adalah pagar geser.

    Namun, pagar ini terkadang bisa seret dan berat saat dibuka-tutup. Nah, ternyata pagar geser bisa seret atau susah dibuka karena bermasalah pada roda atau relnya, lho.

    Lantas, kenapa pagar geser susah seret ketika dibuka? Yuk, simak penyebab dan cara memperbaiki pagar geser yang seret di sini, dikutip dari Bay Area Lions Gate.


    Penyebab Pagar Geser Seret

    Inilah alasan pagar geser kamu seret saat di buka. Segera atasi dengan cara ini.

    1. Roda Aus atau Rusak

    Kondisi roda pagar sangat penting untuk bisa meluncur dengan mulus. Jika roda aus atau rusak, pagar akan bergeser dengan tidak rata atau keluar dari lintasan.

    Maka, pastikan roda dalam kondisi baik ya. Kalau aus atau rusak, segera ganti dengan yang baru.

    2. Kurang Pelumas

    Melumasi rel dapat membantu pagar meluncur dengan mulus. Gunakan pelumas berbasis silikon untuk menyemprot rel.

    Pastikan untuk mengoleskan pelumas secara merata dan hindari menyemprotkannya pada roda atau pagar. Lumasi rel secara teratur agar tetap dalam kondisi baik.

    3. Rel Kotor

    Selain itu, kamu perlu memastikan kebersihan rel. Kotoran, serpihan, dan daun dapat terkumpul di rel, sehingga membuat pagar bergeser tidak rata.

    Gunakan sapu atau peniup daun untuk membersihkan kotoran pada rel. Kamu juga bisa pakai sikat untuk menggosok rel dengan air dan sabun. Pastikan untuk membilas rel dan membiarkannya kering sebelum dipakai ya.

    4. Pagar Tidak Sejajar dengan Rel

    Lalu, periksa juga kesejajaran pagar dengan rel. Kalau tidak sejajar dengan benar, roda akan keluar dari jalur rel. Hal ini yang membuat pagar sulit digeser.

    Untuk memeriksa kesejajaran, tutup pagar dan ukur jarak antara pintu pagar dan tiang di kedua sisi. Pengukurannya harus sama. Bila perlu, sesuaikan pintu gerbang hingga sejajar dengan benar.

    5. Baut dan Sekrup Longgar

    Kemungkinan ada baut dan sekrup yang longgar, sehingga pagar bergoyang dan tidak stabil. Periksa semua baut dan sekrup pada pagar dan kencangkan jika perlu.

    Pastikan untuk menggunakan kunci pas dengan ukuran yang tepat untuk menghindari baut atau sekrup terlepas.

    Itulah beberapa penyebab pagar geser seret dan cara memperbaikinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Furnitur yang Tidak Dicat Ulang, Jangan Sembarangan Ngecat!


    Jakarta

    Cat biasanya dipakai untuk mewarnai benda agar tampak lebih baru, lebih cantik, atau sesuai dengan warna favorit. Tapi jangan salah, karena ada furnitur yang tidak boleh dicat ulang.

    Jika sembarangan mengecat, suatu benda justru mungkin akan kehilangan estetika atau bahkan nilainya anjlok. Simak artikel ini untuk mengetahui 5 jenis furnitur yang tidak dicat ulang.

    Jenis Furnitur yang Tidak Dicat Ulang

    Dirangkum dari The Spruce dan Better Homes & Gardens, berikut ini 5 jenis furnitur yang tidak dicat ulang:


    1. Barang yang Baru Selesai Diproduksi Pabrik

    Mengecat furnitur mungkin akan aman-aman saja jika metode pengaplikasiannya tepat. Tapi jika berurusan dengan perabot baru yang baru selesai diproduksi pabrik, mungkin akan beda cerita.

    Sebaiknya detikers menunda mengecat perabot baru tersebut karena catnya mungkin tidak akan melekat dengan baik pada hasil akhir pabrikan. Nantinya cat akan mudah mengelupas, bahkan membuat perabot menjadi cepat aus.

    2. Barang Antik

    Barang-barang antik dihargai tinggi karena keotentikan dan usianya yang sudah tua. Jika detikers mengecatnya, maka barang antik ini akan kehilangan nilainya. Bila barang itu dijual, mungkin orang akan mengira barang itu adalah barang baru dan tidak memiliki nilai historis. Otomatis harganya juga akan turun drastis.

    3. Barang dari Kulit dan Kain

    Barang atau perabot dari bahan kulit dan kain juga termasuk dalam jenis furnitur yang tidak dicat ulang. Bahan kulit dan kain bisa berubah teksturnya menjadi kasar atau kaku jika dicat. Jika memang menginginkan warna yang sesuai keinginan, maka detikers bisa melapisinya atau mengganti permukaannya dengan bahan yang cocok.

    4. Trim Kayu Alami

    Trim kayu dapat mempercantik ruangan atau benda tertentu. Beberapa orang sengaja tidak mengecatnya karena kayu tersebut sudah memiliki warna alami yang menarik.

    Tambahan cat bisa jadi akan merusak keindahan serat alami kayu. Tapi jika ingin membuat penampilannya menjadi lebih segar, detikers bisa menggunakan plitur atau pernis agar serat kayunya masih terlihat.

    5. Engsel dan Gagang Pintu

    Ketika detikers mengubah cat tembok, mungkin juga akan mengubah warna pintunya. Tapi sebaiknya jangan mengecat bagian engsel dan gagang pintunya.

    Engsel dan gagang pintu biasanya berbahan logam. Jika bagian ini dicat, kemungkinan bisa mengurangi fungsinya, seperti terasa lengket atau bahkan tidak bisa diputar.

    Jika memang ingin mengubah warnanya, detikers harus melepas komponen dan mengecatnya satu per satu. Biarkan mengering terlebih dahulu, lalu pasang kembali komponennya.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Kipas Angin Tidak Berputar? Ini Penyebab dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Kipas angin tidak berputar salah satu masalah umum yang sering dialami. Saat itu terjadi, aktivitas sehari-hari mungkin bisa terganggu, apalagi kalau di tengah cuaca panas.

    Kipas angin yang tidak berfungsi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari debu yang menumpuk, masalah pada motor, maupun kabel yang terputus. Kenali penyebab dan cara mengatasinya.

    Penyebab Kipas Angin Tidak Berputar

    Dikutip dari Home Care 24 dan laman Lito Electrical Service, berikut adalah beberapa faktor penyebab kipas angin tidak bisa berputar:


    1. Kapasitor Lemah atau Rusak

    Kapasitor memiliki fungsi untuk membantu memulai putaran pada motor kipas angin. Jika rusak atau lemah, ia tidak akan memiliki cukup tenaga untuk memutar baling-baling kipas.

    2. Motor Kipas yang Aus

    Kipas angin berhenti berputar bisa karena motor kipas yang sudah aus. Macetnya motor kipas juga bisa jadi karena ada kotoran atau debu yang menumpuk.

    Kenapa kipas angin berbunyi tapi tidak berputar? Kipas angin berbunyi tapi tidak berputar bisa jadi karena kapasitor yang rusak atau penyumbatan mekanis.

    3. Baling-baling Tertekan

    Baling-baling kipas yang terpasang terlalu kencang atau tertekan, membuatnya tidak bisa berputar dengan bebas.

    4. Penumpukan Debu atau Kotoran

    Penumpukan debu di bagian poros atau bantalan kipas angin akan menyebabkan gesekan yang tinggi, sehingga baling-baling sulit berputar. Debu juga bisa menyumbat ventilasi motor, yang membuat kipas menjadi panas dan berhenti bekerja.

    5. Adanya Kesalahan Kelistrikan

    Kipas berbunyi bip tetapi tidak menyala juga bisa karena ada indikasi adanya kesalahan kelistrikan maupun masalah pada komponen internal kipas atau kabelnya.

    Cara Memperbaiki Kipas Angin Tidak Berputar dan Berdengung

    1. Cek dan Periksa Sumber Listrik

    Pastikan kipas angin sudah terhubung dengan sumber listrik yang stabil. Jika ada kerusakan kabel segeralah untuk diganti.

    2. Periksa Motor Kipas

    Buka bagian belakang kipas dan cek kondisi motor kipas. Jika menemukan kerusakan atau aus pada motor, maka perlu diganti.

    3. Bersihkan Baling-baling Kipas

    Jika debu sudah menumpuk di baling-baling, bersihkanlah. Kamu bisa menggunakan lap.

    4. Periksa Pemasangan Baling

    Jika baling-baling terlihat terlalu kencang atau tertekan, atur ulang posisinya. Pastikan baling-baling bisa berputar dengan bebas.

    5. Periksa Kapasitor

    Kapasitor menjadi komponen penting yang membuat baling-baling kipas berputar. Jika rusak, gantilah dengan yang baru.

    6. Bersihkan Motor Kipas

    Jika motor terlihat kotor, bersihkan dengan menggunakan kuas atau lap lembut dengan hati-hati.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! 4 Titik Ini Rawan Alami Kebocoran di Rumah


    Jakarta

    Rumah bocor adalah salah satu masalah yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan tiba. Pemilik rumah harus lebih memperhatikan dan merawat rumah untuk mencegah kebocoran.

    Sebab, rumah yang mengalami kebocoran berisiko menimbulkan kerusakan yang berkelanjutan pada bangunan rumah. Air yang menerobos ke dalam rumah membuat bangunan rumah menjadi lembap.

    Oleh karena itu, kamu perlu tahu titik-titik rawan bocor di rumah. Berikut ini tempat berpotensi mengalami kebocoran saat hujan, dikutip dari Homes & Gardens.


    Titik Rawan Bocor di Rumah

    Inilah beberapa lokasi di rumah yang kerap kali terjadi bocor ketika hujan.

    1. Talang Air

    Talang air yang tersumbat bisa menyebabkan luapan air dan kebocoran. Jika dibiarkan, luapan air bisa menimbulkan kerusakan pada rumah.

    Oleh karena itu, kamu perlu melakukan pemeriksaan rutin pada atap dan talang air untuk mencegah kebocoran ketika turun hujan.

    2. Jendela Atap atau Skylight

    Mempunyai skylight atau jendela pada atap adalah cara yang bagus untuk menambah pencahayaan alami rumah. Namun, Skylight juga merupakan salah satu area yang rawan bocor.

    Biasanya kebocoran terjadi karena ada kerusakan segel yang sudah aus seiring waktu. Untuk memperbaikinya, kamu cukup memasang segel baru atau pendempulan.

    Selain itu, retakan pada kaca juga bisa jadi penyebab kebocoran. Sebaiknya kamu segera mengganti seluruh kaca kalau menemukan retakan.

    3. Jendela dan Pintu

    Kebocoran juga bisa terjadi pada area jendela dan pintu rumah. Air hujan masuk melalui retakan dan celah pada dua tempat itu.

    Pastikan jendela dan pintu tertutup rapat selama hujan dan perbaiki retakan dan celah pada jendela dan pintu.

    4. Lembah Atap

    Lembah atap adalah titik pertemuan dua bagian atap yang membentuk palung. Tempat ini mengarahkan limpasan air, tetapi juga merupakan titik rawan kebocoran.

    Air yang terperangkap bisa menyebar dan mengganggu flashing atap, sehingga menimbulkan peluang kebocoran.

    Itulah beberapa titik yang rawan bocor di rumah saat terjadi hujan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Keramik vs PVC, Mana yang Lebih Cocok buat Lantai Kamar Tidur?



    Jakarta

    Pemilihan material lantai di kamar tidur sama pentingnya seperti memilih perabotan. Sebab, material lantai bisa mempengaruhi tampilan dan suasana kamar.
    Jenis material lantai yang digunakan untuk kamar tidur cukup banyak, tetapi saat ini terdapat 2 jenis yang paling banyak dipakai yakni keramik dan PVC.

    Sebagai informasi, berdasarkan catatan detikcom, keramik adalah pelapis lantai yang bagian permukaannya dilapisi glasir yang tahan aus untuk menanggung tekanan dan gesekan. Keramik terbuat dari tanah liat (kaolin) yang dibakar dalam suhu 600℃ hingga lebih dari 1.300℃.

    Sementara, PVC adalah material pelapis lantai yang terbuat dari polyvinyl chloride. PVC juga bisa menjadi bahan untuk membuat pelapis lantai yang sering disebut dengan vinyl. Material ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan tekstur dan pola yang diinginkan.


    Material satu ini menyerupai dari segi tekstur dan tampilan. Namun, tentu ketahanannya jauh berbeda dengan kayu sungguhan. PVC banyak dipilih karena tampilannya, harganya yang jauh lebih murah daripada kayu sungguhan, serta pemasangannya yang lebih mudah dari kayu.

    Di antara kedua material ini, mana yang lebih cocok untuk kamar tidur?

    Menurut arsitek Denny Setiawan, cocok atau tidaknya suatu material tergantung pada kebutuhan masing-masing. Sebab, keramik dan PVC memberikan dua kesan yang berbeda.

    Penggunaan PVC pada lantai dapat memberikan kesan hangat pada kamar tidur. Namun, pada kenyataannya PVC tidak benar-benar membuat lantai hangat karena bukan kayu sungguhan.

    “Memang elemen kayu akan memberikan rasa lebih hangat terhadap ruangan, tapi sebenernya paling ideal kalau mau, pake kayu yang beneran, bukan yang tiruan kayu,” katanya saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

    Sementara itu, jika memakai keramik, lantai kamar akan terasa dingin dan tidak akan panas karena material ini sebagai isolator termal atau penghalang panas.

    “Tapi keramik atau marmer itu memberikan kesan dingin justru. Nah beda orang, beda kebutuhan. Untuk mereka yang ingin rumahnya rasanya lebih dingin karena Jakarta kan udah panas banget, mereka akan menggunakan marmer atau keramik,” jelasnya.

    Denny juga menyampaikan, apabila ingin menggunakan PVC pada lantai, material satu ini rentan sekali muncul goresan apabila terkena benda tajam. Sementara material seperti keramik dan batu-batuan alam seperti marmer lebih tahan terhadap goresan sehingga permukaannya tidak mudah rusak.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pagar Geser Seret Susah Dibuka, Ini Biang Keroknya!


    Jakarta

    Pagar geser sering digunakan untuk menjaga keamanan dan privasi penghuni rumah. Jenis pagar ini sering jadi pilihan karena praktis dan tidak memakan banyak ruang.

    Namun, terkadang pagar geser bisa seret, sehingga sulit untuk dibuka. Kalau sudah seperti itu, penghuni membutuhkan tenaga ekstra buat menggeser pagar.

    Sangat merepotkan bukan? Oleh karena itu, penghuni rumah perlu mencari penyebab dan segera memperbaikinya.


    Penyebab Pagar Geser Seret

    Inilah beberapa penyebab pagar geser seret dan cara mengatasi, dikutip dari Bay Area Lions Gate.

    1. Jalur Rel Kurang Pelumas

    Jalur rel pagar geser sebaiknya rutin diberikan pelumas agar tetap dalam kondisi baik. Pelumas tersebut membantu pagar meluncur dengan mulus.

    Gunakan pelumas berbasis silikon untuk menyemprot rel. Pastikan untuk mengoleskan pelumas secara merata dan hindari menyemprotnya pada roda atau pagar.

    2. Roda Aus atau Rusak

    Selain menjaga kondisi jalur rel, penghuni rumah juga perlu memastikan roda pagar bisa meluncur dengan mulus. Roda yang aus atau rusak membuat pagar akan bergeser dengan tidak rata atau keluar dari lintasan. Jika sudah begitu, segera ganti dengan yang baru.

    3. Rel Kotor

    Lalu, penghuni juga bisa periksa mengecek kebersihan rel kalau pagar seret. Pagar sulit bergeser dengan mulus kalau ada kotoran, serpihan, dan daun dapat terkumpul di rel.

    Gunakan sapu atau peniup daun untuk membersihkan kotoran pada rel. Selain itu, gunakan sikat untuk menggosok rel dengan air dan sabun. Pastikan untuk membilas rel dan membiarkannya kering sebelum dipakai ya.

    4. Baut dan Sekrup Longgar

    Baut dan sekrup yang longgar membuat pagar bergoyang dan tidak stabil. Pastikan semua baut dan sekrup kencang menggunakan kunci pas.

    5. Pagar Tidak Sejajar dengan Rel

    Kemudian, periksa kesejajaran pagar dengan rel. Roda bisa keluar dari jalur rel. Hal ini membuat pagar sulit digeser.

    Caranya dengan menutup pagar dan ukur jarak antara pintu pagar dan tiang di kedua sisi. Pengukurannya harus sama. Bila perlu, sesuaikan pintu gerbang hingga sejajar dengan benar.

    Itulah beberapa penyebab pagar geser seret dan cara memperbaikinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pagar Geser Seret Susah Dibuka? Begini Cara Atasinya Tanpa Bongkar Total


    Jakarta

    Pernahkah kesusahan membuka pagar geser karena seret? Pagar yang bermasalah menjadi berat dan susah untuk digeser.

    Hal ini tentu mengganggu aktivitas penghuni rumah. Pasalnya, penghuni harus menggunakan lebih banyak tenaga dan waktu untuk bisa membuka pagar.

    Jika menemui kondisi seperti ini, penghuni rumah perlu segera memperbaikinya. Simak cara mengatasi pagar geser seret berikut ini.


    Cara Mengatasi Pagar Geser Seret

    Inilah beberapa cara untuk mengatasi pagar geser yang seret, dikutip dari Bay Area Lions Gate.

    1. Bersihkan Rel

    Pagar geser bisa seret karena rel yang kotor. Kotoran, serpihan, dan daun bisa terkumpul di rel, sehingga membuat pagar bergeser secara tidak rata.

    Penghuni rumah bisa membersihkan kotoran pada rel menggunakan sapu atau peniup daun. Cara lain bisa dengan menyikat rel dengan air dan sabun. Jangan lupa untuk membilas rel dan membiarkannya kering.

    2. Sejajarkan Pagar dengan Rel

    Selain itu, pagar akan susah dibuka kalau tidak sejajar dengan rel. Roda yang keluar dari jalur rel membuat pagar sulit digeser.

    Sesuaikan pintu gerbang agar sesuai dengan benar. Coba tutup pagar dan ukur jarak antara pintu pagar dengan tiang di kedua sisi. Lalu, pastikan pengukurannya sama antara kedua sisi.

    3. Berikan Pelumas Rel

    Pagar bakal lebih mudah meluncur kalau relnya diberikan pelumas. Gunakan pelumas berbasis silikon untuk menyemprot rel.

    Aplikasikan pelumas secara merata dan hindari menyemprot roda atau pagar. Lakukan pelumasan secara teratur agar pagar selalu dalam kondisi baik.

    4. Perbaiki Roda Pagar

    Roda yang aus atau rusak dapat mengakibatkan pagar bergeser secara tidak merata atau keluar lintasan. Penghuni perlu memastikan roda dalam kondisi baik agar pagar bisa meluncur dengan mulus. Segera ganti roda yang aus atau rusak dengan yang baru.

    5. Kencangkan Baut dan Sekrup yang Longgar

    Pagar yang sulit dibuka bisa disebabkan ada baut atau sekrup yang longgar. Hal itu membuat pagar bergoyang dan tidak stabil. Gunakan kunci pas dengan ukuran yang tepat untuk menghindari baut atau sekrup terlepas.

    Itulah cara untuk mengatasi pagar geser yang seret. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Keran Air Longgar Tanpa Alat Khusus



    Jakarta

    Keran air yang terus menetes meski sudah ditutup rapat bisa bikin risih, boros air, bahkan berisiko meningkatkan tagihan bulanan. Masalah ini umum terjadi di banyak rumah, namun kabar baiknya: bisa diatasi sendiri tanpa perlu alat-alat khusus.

    Dilansir dari berbagai sumber, salah satu penyebab utama keran menetes adalah bagian dalamnya yang mulai aus, terutama washer alias segel karet kecil di dalam gagang keran. Selain itu, komponen seperti ring-O, seal, atau katup bisa saja longgar akibat karat, retakan, atau penumpukan mineral dari air yang mengalir setiap hari.

    Masalah makin parah jika air digunakan dalam tekanan tinggi. Debit besar dapat menekan bagian dalam keran dan menyebabkan kebocoran seiring waktu.


    Berikut ini langkah-langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki keran air longgar di rumah, tanpa perlu memanggil tukang:

    1. Matikan Saluran Air

    Pastikan aliran air utama ditutup agar tidak menyembur saat keran dibuka. Ini juga mencegah air terbuang sia-sia ke saluran pembuangan.

    2. Lepas Gagang Keran

    Gunakan obeng atau tangan kosong (jika memungkinkan) untuk membuka gagang keran. Simpan sekrup di tempat yang aman agar mudah dipasang kembali nanti.

    3. Periksa Bagian Dalam Keran

    Buka katup atau cartridge dengan memutar berlawanan arah jarum jam. Perhatikan kondisi washer dan ring-O di dalamnya. Jika sudah aus, keras, atau pecah, segera ganti dengan yang baru.

    4. Gunakan Selotip Pipa

    Untuk keran dengan ulir, kamu bisa melilitkan selotip khusus pipa di bagian sambungan agar lebih rapat dan mencegah kebocoran.

    5. Rakit Ulang dan Tes

    Setelah penggantian selesai, pasang kembali seluruh komponen keran seperti semula. Kencangkan secukupnya, lalu buka saluran air dan tes. Jika keran sudah tidak menetes, berarti kamu berhasil mengatasi masalahnya.

    Dengan perawatan sederhana ini, kamu tak hanya menghemat air, tapi juga menghindari kerusakan lebih parah yang bisa mengganggu aktivitas di rumah. Jadi, sebelum buru-buru panggil tukang, tak ada salahnya mencoba sendiri dulu, kan?

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com