Tag: baa

  • Doa agar Disukai Banyak Orang: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Doa agar disukai banyak orang sering kali menjadi permohonan bagi mereka yang ingin memperbaiki hubungan sosialnya. Bagaimana bacaannya?

    Seorang hamba dapat memohon kepada Allah SWT melalui doa agar disukai oleh banyak orang, dengan harapan hati dibersihkan dari sifat buruk dan dilimpahi kebaikan.

    Selain berdoa, muslim juga harus berusaha memperbaiki adab dan akhlak dalam berhubungan dengan orang lain. Doa tanpa disertai dengan usaha tidak akan maksimal, karena akhlak yang baik adalah cerminan dari iman dan niat kita untuk terus memperbaiki diri.


    Doa agar Disukai Banyak Orang

    Dirangkum dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya oleh Ustaz H. Amrin Ali Al-Kasyaf, berikut ini adalah beberapa doa agar kita disukai oleh banyak orang.

    1. Doa Disukai Orang

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَبِيْبِ الْمَحْبُوبِ شَافِي الْعِلَلِ وَمُفَرِّجِ الْكُرَبِ

    Latin: Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad. habibil mahjuubil syaafil ‘ilali wamufarrijil kurab.

    Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat atas baginda kami Nabi Muhammad yang mencintai dan dicintai Allah, yang menghilangkan segala penyakit dan menghilangkan segala kesempitan (kesusahan).”

    2. Doa agar Terpancarnya Kecantikan dari Dalam

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

    Latin: Allaahumma baa’id baini wabaina khathaayaaya, kamaa baa’adta bainal masyriqi walmaghrib. allaahumma naqqinii minkhathaayaaya, kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi allahummaghsilnii min khathaayaaya bits-tsalji, walmaai walbaradi

    Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahanku-kesalahanku, sebagaimana telah Engkau jauhkan antara arah timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari dosa-dosa, sebagaimana pakaian putih yang terbebas dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari dosa- dosa dengan es, air, dan embun pagi.”

    3. Doa agar Memiliki Kepribadian Baik

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّورِ الذَّاتِي وَسِرِّ السَّارِى فِي سَائِرِ الأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

    Latin: Allaahumma sholliwasallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa muhammad nuuridz-dzaatii wasirris saarii fii saa-iril asmmaai washshifati wa ‘alaa aalihi washahbihi ajma’iin.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, yakni semua cahaya zat dan rahasia yang mengalir dalam semua nama dan sifat serta kepada keluarga dan sahabatnya semua.”

    Cara agar Disukai Banyak Orang

    Untuk disukai oleh banyak orang, menjaga adab, sikap, dan akhlak adalah hal yang sangat penting. Perilaku yang baik dapat membangun hubungan yang harmonis dan diterima dengan baik oleh lingkungan sekitar.

    Memperhatikan adab dalam berteman dan berinteraksi dengan orang lain juga penting untuk kita perhatikan. Dirangkum dari buku Pelajaran Adab Islam tulisan Suhendri dan Ahmad Syukri, berikut ini adalah akhlak dan adab berteman agar disukai oleh banyak orang.

    1. Memilih Teman yang Baik

    Penting untuk memilih teman yang baik, karena teman yang baik akan membawa pengaruh positif. Sebaliknya, berteman dengan orang yang buruk akan memberi dampak negatif.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seseorang ada di atas agama temannya, maka hendaknya salah seorang kalian meneliti siapa yang dijadikan sebagai temannya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

    2. Menjaga Kerukunan

    Dalam pertemanan, menjaga kerukunan adalah hal yang wajib dilakukan. Ini merupakan salah satu adab penting yang harus selalu dijaga oleh setiap muslim terhadap temannya.

    3. Mendahului Mengucapkan Salam

    Teman yang baik tidak ragu untuk mendahului salam ketika bertemu. Salam ini bisa menumbuhkan kasih sayang di antara sesama teman, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    “Maukan kalian aku tunjukkan suatu amalan yang bisa membuat kalian saling menyayangi? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Muslim)

    4. Berteman karena Allah

    Menurut Buku Pintar 50 Adab Islam yang ditulis oleh Arfiani, dasar pertemanan seharusnya adalah karena Allah SWT. Nabi Muhammad SAW juga menekankan pentingnya menjalin hubungan atas dasar iman.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin merasakan lezatnya iman hendaknya dia tidak mencintai seseorang karena Allah.” (HR Ahmad)

    5. Bersikap Lemah Lembut

    Rasulullah SAW dan para sahabat mencontohkan sikap lemah lembut dalam pertemanan. Allah SWT bahkan menggambarkan sifat ini dalam Al-Qur’an, surat Al Fath ayat 29.

    مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَىٰهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًا ۖ سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِى ٱلْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَٱسْتَغْلَظَ فَٱسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعْجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًۢا

    Artinya: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar,”

    Adab lain yang perlu diperhatikan dalam persahabatan adalah menerima kekurangan dan menjaga aib teman. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk teman kita.

    Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang mukmin membenci mukminah. Jika dia tidak senang satu akhlaknya, niscaya dia akan senang dengan akhlaknya yang lain.”

    7. Tidak Berlebihan dalam Mencintai Teman

    Meskipun Nabi Muhammad SAW memiliki sahabat yang sangat dekat, beliau mengingatkan agar tidak mencintai teman secara berlebihan. Jika terlalu mencintai, itu bisa menjadi subjektif dan cenderung takut kehilangan.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa Pembuka Aura Wajah, Amalkan agar Wajah Tampak Cerah Berseri


    Jakarta

    Dalam Islam, selain kecantikan fisik, kecantikan batin atau inner beauty menjadi hal yang sangat ditekankan. Salah satu cara untuk meningkatkan aura positif yang terpancar dari wajah adalah dengan mengamalkan doa dan ibadah.

    Banyak orang mencari doa pembuka aura wajah sebagai ikhtiar untuk memperbaiki penampilan, memancarkan cahaya kebaikan, dan memperkuat daya tarik alami. Dalam artikel ini, kita akan membahas doa-doa yang dapat diamalkan, serta pentingnya menjaga hati dan perilaku agar wajah memancarkan cahaya yang menenangkan dan menawan.

    7 Doa Pembuka Aura Wajah

    Aura wajah sering kali dikaitkan dengan ketenangan, kebahagiaan, dan kebersihan hati seseorang. Wajah yang berseri tidak hanya dipengaruhi oleh perawatan fisik, tetapi juga oleh kondisi batin dan spiritual seseorang. Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT agar wajah kita selalu bercahaya.


    Aura yang positif dapat membuat seseorang terlihat lebih menarik, disenangi orang lain, serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, selain perawatan fisik, memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah melalui doa dan ibadah merupakan langkah penting untuk membuka aura wajah.

    Dalam Kitab Doa Mustajab Terlengkap, H Amrin Ali Al-Kasyaf menyebutkan beberapa bacaan doa pembuka aura wajah yang diajarkan dalam Islam.

    1. Doa Agar Wajah Tampak Berseri-seri

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ صُنْ وَجْهِي بِالْيَسَرِ وَلَا تَبْذَلْ جَاهِي بِالإِقْتَارِ فَاسْتَرْزِقَ طَالِبِي رِزْقِكَ وَاسْتَعْطِفَ شِرَارَ خَلْقِكَ وَابْتَلَى بِحَمْدِ مَنْ أَعْطَانِي وَاُفْتَتَنَ بِذَمِّ مَنْ مَنَعَنِي وَأَنْتَ مِنْ وَرَاءِ ذَالِكَ كُلِّهِ وَلِيُّ الْإِعْطَاءِ وَالْمَنْعِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Bacaan latin: Allaahummashalli ‘alaa muhammad, wa aali muhammad. allahummashun wajhii bilyasari wa laa tabdzal jaahii bil iqtaari fastarziqa thaalibii rizqika wasta’thifasyiraara khalqika waubtalaa bihamdi man a’thaanii wauftatana bidzammi man mana-‘anii wa anta miwwaraa-i dzaalika kullihi waliyyul i’thaa-i walman’i innaka ‘alaakulli syai-ing qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga beliau. Ya Allah, jagalah (kemuliaan) wajahku (harga diri) dengan kemudahan hidup dan jangan hinakan diriku dengan kemiskinan. Limpahkanlah kepada rezeki, janganlah aku mengemis rezeki kepada orang-orang yang mengemis kepada-Mu, berusaha mencari kesukaan makhluk-makhluk-Mu yang jahat, menyertakan diriku memuji kepada orang-orang yang memberi kepadaku serta mencerca orang-orang yang tidak memberi kepadaku. Padahal, Engkau di balik semua itu. Engkau penyebab pemberian dan penolakan. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Kuasa di atas segalanya.”

    2. Doa Agar Perangai Indah

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّورِ الذَّاتِي وَسِرِّ السَّارِى فِي سَائِرِ الأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

    Bacaan latin: Allaahumma shalli wasallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa muhammad nuuridz dzaatii wasirris saarii fii saa-iril asmmaa-i washshifati wa ‘alaa aalihi washahbihi ajma’iin

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, yakni semua cahaya zat dan rahasia yang mengalir dalam semua nama dan sifat serta kepada keluarga dan sahabatnya semua.”

    3. Doa agar Inner Beauty Terpancar

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

    Bacaan latin: Allaahumma baa’id baini wabaina khathaayaaya, kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. allaahumma naqqinii min khathaayaaya, kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi. allahummaghsilnii khathaayaaya bits tsalji, walmaa-i wal baradi

    Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahanku-kesalahanku, sebagaimana telah Engkau jauhkan antara arah timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari dosa-dosa, sebagaimana pakaian putih yang terbebas dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari dosa- dosa dengan es, air, dan embun pagi.”

    4. Doa Agar Dapat Disukai Banyak Orang

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَبِيْبِ الْمَحْبُوبِ شَافِي الْعِلَلِ وَمُفَرِّجِ الْكُرَبِ

    Bacaan latin: Allaahummashalli ‘alaa sayyidinaa muhammad. habibil mahjuubil syaafil ‘ilali wamufarrijil kurab

    Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat atas baginda kami Nabi Muhammad yang mencintai dan dicintai Allah, yang menghilangkan segala penyakit dan menghilangkan segala kesempitan (kesusahan).”

    5. Doa Berlindung Aura Negatif

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَأً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

    Bacaan latin: Allaahumma innii a’uudzubika biridhaaka minsakhatik. wa a’uudzubika bimu’aafaatika min ‘uquubatik, wa a’uudzubika mink. laauhshii tsanaa-an ‘alaik anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan keridhaan-Mu dari amarah-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu. Aku tidak mampu memuji dari-Mu. Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji dari-Mu sendiri.”

    6. Doa Agar Tubuh Tetap Segar

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ الأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلَّمْ

    Bacaan latin: Allaahummashalli ‘alaa sayyidina muhammad. thibbilquluubi wadawaa-ihaa. wa a’afiatil abdaani wasyifaa iha wanuuril abshaar. wadhiyaa-iha wa ‘alaa aalihi washahbihi wabaarik wasallim.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad yang merupakan obat dan penyembuhan hati kami, penyehat dan penyelamat badan, cahaya dan sinar penglihatan, penjamin kesehatan jasmani dan rohani akan kebutuhan makanan. Dan tumpahkan kesejahteraan itu atas keluarga dan sahabat- sahabatnya dan berilah keselamatan.”

    7. Doa agar Tubuh Bercahaya

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِ ثورًا وَمِنْ فَوْقِي نُورًا وَمِنْ تَحْتِي نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُوْرًا وَعَنْ شِمَالِي نُوْرًا وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا وَمِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا وَاجْعَلْ فِي نَفْسِي نُورًا وَأَعْظِمْ لِي وعَظَّمْ لِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا وَاجْعَلْنِي نُورًا. اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي عَصَبِيْ نُوْرًا وَفي لَحْمِي نُورًا وَفِي دَمِّي نُورًا وَفِي شَعْرِي نُورًا وَفِي بَشَرِيْ نُورًا

    Bacaan latin: Allaahummaj’al fiiqalbii nuuran, wafii lisaanii nuuran, wafii sam’ii nuuran, wafii basharii nuuran, wamin fauqii nuuran, wamin tahtii nuuran, wa ‘an yamiinii nuuran, wa ‘an syimaalii nuuran, wamin amaamii nuuran, w min khalfii nuuran, waj’al fii nafsi nuuran, wa aʼzhim lii nuuran, wa ‘azhzhim lii nuuran. allaahumma a’thinii nuuran, waj’al fii ‘ashabii nuuran, wafii lahmii nuuran, wa fii dammii nuuran, wafii sya’rii nuuran, wafii basyarii nuuran.

    Artinya: “Ya Allah, berilah cahaya dalam hatiku, berilah cahaya pada lisanku, berilah cahaya pada pendengaranku, dan berilah cahaya pada penglihatanku. Berilah cahaya dari arah atasku, berilah cahaya dari arah bawahku, berilah cahaya dari arah kananku, berilah cahaya dari arah kiriku, berilah dari arah depanku, dan berilah cahaya pada nyawaku. Agungkanlah cahaya bagiku, muliakanlah cahaya untukku, berikanlah cahaya itu kepadaku, dan jadikanlah diriku bercahaya. Ya Allah, berilah cahaya pada uratku, berilah cahaya pada dagingku, berilah cahaya pada darahku, berilah cahaya pada rambutku, dan berilah cahaya pada kulitku.”

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com