Tag: badai petir

  • Apakah Petir Bisa Masuk Rumah? Ini Mitos dan Faktanya


    Jakarta

    Kamu mungkin pernah mendengar kejadian orang terkena petir meski berada di dalam rumah. Lantas apakah petir bisa masuk ke rumah?

    Untuk menjawabnya, simak dulu penjelasan berikut ini. Kita akan ulas mitos dan fakta terkait petir, lengkap dengan tipsnya.

    Apakah Petir Bisa Masuk Rumah?

    Dilansir dari situs Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), berlindung di rumah ternyata tidak sepenuhnya aman dari petir. Petir mungkin tidak bisa langsung masuk ke rumah menyerang manusia, tetapi petir bisa masuk lewat konduktor listrik di dalam rumah.


    Rumah kita tentunya berisi banyak alat elektronik yang tersambung dengan aliran listrik, seperti komputer, televisi, hingga pengisi daya HP. Petir dapat menyambar tiang listrik dan pipa besi hingga menjalar ke dalam rumah kita.

    Selain itu, telepon kabel juga bisa menjadi penghantar listrik. Pintu besi dan jendela juga sebaiknya dihindari karena petir bisa menyambarnya. Pipa dari besi juga bisa menjalarkan petir lewat keran air. Tapi sekarang kebanyakan rumah sudah menggunakan pipa plastik.

    Meski rumah tidak sepenuhnya aman, tentu rumah lebih aman daripada kamu berada di luar tanpa perlindungan. Namun kamu juga harus tahu hal-hal yang sebaiknya dilakukan di rumah saat hujan atau badai.

    Mitos dan Fakta Tentang Petir

    Berikut ini sejumlah mitos dan fakta terkait petir, seperti dilansir dari situs National Weather Service (NWS) Amerika Serikat:

    1. Berlindung di Bawah Pohon

    Mitos menyebutkan bahwa kamu akan aman jika berlindung di bawah pohon. Faktanya, berada di bawah pohon justru menjadi salah satu penyebab utama orang tersambar petir.

    2. Jongkok Saat Ada Petir

    Berjongkok tak akan membuat kamu aman ketika di luar ruangan. Lebih baik segera berlindung ke bangunan yang kokoh.

    3. Berbaring di Tanah Saat Ada Petir

    Sama seperti jongkok, berbaring di tanah juga tidak akan melindungi kamu dari petir. Kamu justru bisa tersengat arus tanah yang berisiko mematikan. Segeralah mencari tempat berlindung.

    4. Petir Bisa Menyambar Tempat yang Sama

    Jika ada bangunan yang tersambar petir, bukan berarti tempat tersebut tidak mungkin tersambar lagi. Petir sering kali menyambar tempat yang sama berulang kali, terutama jika itu adalah objek yang tinggi, runcing, dan terisolasi. Contohnya Empire State Building yang disambar petir rata-rata 23 kali dalam setahun.

    5. Tak Ada Awan Bukan Berarti Aman

    Jika tak ada awan di atas kepala, bukan berarti kamu aman dari petir. Sebab petir bisa menyambar lebih dari tiga mil atau hampir 5 km dari pusat badai petir.

    6. Membawa Barang dari Logam Tidak Aman

    Mitos mengatakan membawa bahan logam seperti perhiasan, ponsel, jam tangan, bisa menarik petir. Faktanya, faktor dominan yang menjadi sasaran petir adalah ketinggian, bentuk runcing dan isolasi.

    Meskipun logam tidak menarik petir, logam dapat menghantarkan listrik, jadi jauhi pagar, pagar, dan bangku dari logam.

    7. Korban Tersambar Petir Tidak Mengalirkan Listrik

    Ketika orang menjadi korban karena tersambar petir, jangan takut untuk menolongnya karena takut tersetrum. Tubuh manusia tidak bisa menyimpan listrik. Namun demikian, segera berlindung ke tempat aman.

    Tips Agar Tidak Disambar Petir

    Dikutip dari situs Center for Disease Control and Prevention, berikut ini beberapa tips aman agar terhindar dari petir:

    Tips di Dalam Ruangan

    Berada di dalam ruangan memang lebih aman daripada di luar ruangan. Namun kamu tetap bisa terkena sengatan petir. Berikut ini cara mencegahnya:

    • Petir bisa mengalir lewat saluran listrik. Jadi jangan gunakan alat elektronik yang terhubung dengan stop kontak.
    • Hindari menggunakan air saat badai petir, terlebih jika saluran air kamu menggunakan pipa logam. Jadi, jangan mandi, mencuci piring atau mencuci baju saat badai petir.
    • Jauhi jendela, pintu, dan teras. Jangan bersandar di dinding beton atau berbaring di lantai beton.
    • Jangan menggunakan telepon kabel. Lebih aman menggunakan ponsel.

    Tips di Luar Ruangan

    Ketika terpaksa berada di luar ruangan, berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

    • Cek prakiraan cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Tetap di rumah jika ada kemungkinan badai petir.
    • Hindari tempat terbuka. Segera cari tempat berlindung di bangunan yang aman.
    • Segera turun dari area yang tinggi seperti bukit, punggung gunung, atau puncak.
    • Jangan pernah berbaring di tanah.
    • Jangan pernah berteduh di bawah pohon.
    • Jangan berlindung di tebing berbatu.
    • Segera keluar dan menjauh dari kolam, danau, dan perairan lainnya.
    • Jauhi benda-benda penghantar listrik seperti pagar besi, kawat berduri, kabel listrik, atau kincir angin.
    • Pisahkan diri dari orang lain untuk mengurangi jumlah cedera jika petir menyambar tanah.
    • Jangan berlindung di kendaraan terbuka seperti sepeda motor dan mobil golf.
    • Hindari bangunan terbuka seperti gazebo. Cari bangunan tertutup.
    • Jangan berada di dekat benda tinggi, seperti tiang dan pohon.

    Itulah tadi telah terjawab pertanyaan apakah petir bisa masuk rumah, lengkap dengan mitos dan fakta tentang petir, beserta tips terhindar dari tersambar petir.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Haruskah Cabut Alat Elektronik Saat Hujan Petir?



    Jakarta

    Pemadaman listrik sering terjadi saat ada hujan lebat dan disertai petir. Itu dilakukan untuk menghindari korsleting listrik akibat adanya sambaran petir. Oleh karena itu, kita sering mendengar nasihat untuk mematikan dan mencabut perangkat elektronik dan kabel-kabel yang ada di rumah saat terjadi hujan petir.

    Lalu, apakah benar tindakan tersebut diperlukan? Atau hanya asumsi ? Berikut penjelasannya.

    Mengutip dari laman How Stuff Works, mencabut perangkat elektronik saat terjadi badai petir ternyata memang bisa melindungi perangkat dari lonjakan listrik yang disebabkan oleh petir. Saat kondisi hujan lebat, petir bisa menyambar ke mana saja termasuk juga ke dekat kabel listrik rumah.


    Saat petir menyambar kabel listrik, alirannya akan merambat melalui kabel tersebut sehingga terjadi lonjakan listrik yang besar. Akibatnya bisa membakar peralatan elektronik di rumah kamu atau bahkan menyebabkan korsleting dan kebakaran.

    Sebenarnya ada cara untuk meminimalisir hal ini, yaitu dengan memasang pelindung lonjakan arus listrik. Pelindung ini bisa membantu untuk membatasi jumlah voltase yang diterima oleh perangkat elektronik sehingga bisa meminimalisir adanya lonjakan listrik pada perangkat elektronik di rumah. akan tetapi, kamu tidak bisa hanya mengandalkan pelindung lonjakan ini.

    Sebab, lonjakan listrik yang dihasilkan dari sambaran petir sangat besar dan sangat mungkin untuk bisa melewati pelindung ini. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk mencabut perangkat elektronik yang berpotensi tinggi terkena lonjakan arus listrik saat tersambar petir. Contohnya seperti televisi, printer, charger, telepon, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan bencana yang mungkin terjadi akibat sambaran petir.

    Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu mencabut perangkat elektronik kamu dari stop kontak saat ada hujan dan petir, ya!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cabut Alat Elektronik Saat Hujan Disertai Petir, Mitos atau Fakta?


    Jakarta

    Detikers mungkin sering mendengar nasihat bahwa alat elektronik harus dicabut dari stop kontak saat terjadi hujan disertai petir. Katanya, alat elektronik bisa tersambar petir dan rusak. Ini mitos atau fakta, ya?

    Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui apakah petir bisa masuk ke rumah dan menjalar ke alat elektronik. Simak juga beberapa tips untuk meminimalkan risiko sambaran petir.

    Perlukah Mencabut Alat Elektronik Saat Ada Petir?

    Dilansir dari situs How Stuff Works, mencabut perangkat elektronik saat terjadi hujan disertai petir ternyata memang diperlukan. Saat hujan lebat, petir bisa menyambar dan mengenai kabel listrik yang menyambung ke rumah.


    Petir akan membuat lonjakan listrik yang besar, kemudian merambat melalui kabel hingga ke rumah. Lonjakan listrik itu bisa membakar peralatan elektronik di rumah, bahkan menyebabkan korsleting dan kebakaran.

    Berdasarkan dari situs Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), petir bisa masuk rumah tidak hanya lewat kabel listrik. Petir bisa menjalar lewat berbagai konduktor listrik, seperti pintu besi, pipa besi, hingga kabel telepon rumah.

    Jadi, beberapa benda di rumah yang perlu dihindari saat terjadi hujan disertai petir antara lain komputer, televisi, pengisi daya HP, keran air logam yang tersambung dengan pipa besi, serta pintu atau jendela besi.

    Tips Mencegah Dampak Petir di Dalam Rumah

    Memang di dalam rumah cenderung lebih aman ketika terjadi hujan disertai petir. Namun seperti penjelasan di atas, petir tetap saja bisa masuk ke rumah melalui konduktor. Berikut cara mencegahnya:

    • Yang paling utama, cabut perangkat elektronik dari stop kontak.
    • Untuk meminimalkan risiko, pasanglah pelindung lonjakan arus listrik untuk membatasi jumlah voltase yang diterima.
    • Hindari menggunakan air saat badai petir, apalagi jika saluran air di rumah menggunakan pipa logam.
    • Menjauhlah dari jendela, pintu, dan teras. Jangan bersandar di dinding beton atau berbaring di lantai beton.
    • Jangan menggunakan telepon kabel. Gunakanlah ponsel.

    Nah, sekarang detikers tahu kan bahwa mencabut alat elektronik saat terjadi hujan disertai petir bukanlah mitos belaka. Faktanya, petir bisa menjalar masuk ke rumah. Maka tak jarang PLN memutus aliran listrik saat hujan badai.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com