Tag: bahan makanan

  • 9 Barang yang Tidak Boleh dan Tidak Perlu Dimasukkan ke Kulkas


    Jakarta

    Lemari es termasuk peralatan yang penting di rumah. Oleh sebab itu, kita perlu mengatur apa saja barang atau bahan makanan yang bisa masuk di dalamnya.

    Sejumlah bahan pokok dapur dan sayuran tertentu, ada yang lebih baik disimpan pada suhu kamar. Pasalnya, jika terkena suhu dingin mereka bisa kehilangan rasa dan kualitasnya.

    Lalu, apa saja barang yang tidak boleh disimpan di kulkas? Simak daftar contohnya di bawah ini.


    Bahan yang Tidak Perlu Dimasukkan ke Dalam Kulkas

    Dilansir dari laman Homes and Gardens, menurut berikut adalah daftar barang dan bahan makanan yang tidak boleh dimasukkan ke dalam kulkas:

    1. Roti dan Pisang

    Pendiri perusahaan penataan dan pengorganisasian The Siplified Island, Caroline Roberts, mengungkapkan bahwa pisang dan roti tidak baik disimpan di kulkas.

    “Roti akan mengering jika disimpan di kulkas, dan pisang akan menjadi hitam. Meskipun pisangnya masih bisa dimakan, tapi terlihat sangat kotor,” ungkapnya dikutip dari laman Homes and Gardens.

    Ia menyarankan untuk menyimpan pisang dan roti di dapur. Jika memang mau di dalam kulkas, pastikan pisang masuk di freezer

    “Sebagai gantinya, kami akan mengupasnya (pisang) dan menyimpannya di freezer untuk dijadikan smoothie atau makanan yang dipanggang,” jelasnya.

    2. Buah yang Masih Perlu Dimatangkan

    Bukan kulkas, tapi meja adalah tempat yang paling cocok untuk buah-buahan yang masih perlu matang.

    “Setelah matang, kami memindahkan sebagian besar buah (tetapi bukan pisang atau tomat) ke lemari es supaya tahan lebih lama. Kami menyimpan potongan buah di lemari es,” beber Jamie Hord, pendiri perusahaan pengorganisasian Horderly.

    3. Bawang Merah dan Bawang Putih

    Bawang merah dan bawang putih tidak perlu disimpan di kulkas. Paling baiknya mereka perlu disimpan di tempat yang mendapat aliran udara (bukan di wadah tertutup). Berbeda jika bawang tersebut telah dipotong-potong.

    “Memotong dan menyiapkan bawang merah dan bawang putih untuk dimasak, mereka akan lebih rentan terhadap bakteri, sehingga harus disimpan di lemari es,” ujar Jamie.

    4. Paprika, Mentimun, dan Tomat

    Mungkin banyak orang yang masih menaruh paprika, tomat, ataupun mentimun di lemari es. Faktanya, bahan makanan tersebut tidak perlu di simpan di kulkas.

    Direktur rantai pasokan makanan, ritel, dan FMCG di British Standards Institution, Neil Coole, mengatakan bahwa jika disimpan di kulkas paprika, mentimun, dan tomat kualitasnya bisa hilang.

    “Saat disimpan di kulkas, mereka sering kali kehilangan rasa, dan kualitasnya secara keseluruhan. Sebaiknya menyimpan barang-barang ini pada suhu kamar untuk mendapatkan rasa terbaik dan nutrisi terbanyak,” terangnya.

    5. Acar

    Neil juga mengingatkan agar tidak memasukkan acar ke kulkas.

    “Kosongkan sebagian ruang penyimpanan serta perhatikan metode pengawetan, seperti pengawetan dan fermentasi, yang menjaga makanan tetap berkualitas tinggi tanpa perlu pendinginan tambahan,” terangnya.

    6. Alpukat

    Ahli gizi The Candida Diet, Lisa Richards, mengungkapkan alpukat itu tidak boleh masuk kulkas, karena akan mempengaruhi tekstur dan rasanya.

    “Ketika alpukat disimpan di kulkas, suhu dingin akan memperlambat proses pematangan dan membuat daging menjadi keras. Sehingga memengaruhi rasa dan teksturnya. Selain itu, daging juga bisa berubah warna, sehingga membuat tampilan alpukat menjadi kurang menarik,” terang Lisa.

    Jadi, baik alpukat yang matang ataupun belum cukup matang, biarkan saja ditaruh pada suhu ruangan.

    7. Labu, Ubi, dan Terong (Sweet Potato)

    Seorang pakar kuliner di Tupperware, Dia Lugo, mengatakan bahwa labu, terong, dan ubi adalah bahan makanan yang lebih baik disimpan di luar lemari es.

    Menurutnya, wadah justru bisa memberikan kelembapan yang tepat untuk membantu ubi tetap keras.

    Sekaligus meminimalkan perkecambahan dan pembusukan, mengurangi bau, dan mengurangi produksi Solanine, zat beracun yang ditemukan di tanaman nightshades, seperti ubi.

    8. Kopi

    Pendiri Home Bar Select, Aaron Jerez,mengatakan bahwa kopi tidak perlu disimpan di kulkas. Pasalnya, suhu dingin di kulkas bisa menyebabkan rasa kopi menjadi basi.

    “Sebaliknya, (kopi) disimpan di tas atau wadah bubuk kopi A yang belum dibuka pada suhu kamar dalam wadah kedap udara,” terangnya.

    9. Sayuran yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas

    Kentang, bawang bombay, dan paprika adalah sayuran yang tidak perlu dimasukkan di kulkas.

    Caroline justru menyarankan untuk menyimpan potongan sayuran tersebut dalam stoples (seperti bunga dalam vas) dengan sedikit air di bagian bawahnya. Hal ini menjadi tips agar mereka bisa tetap disimpan dengan segar.

    (khq/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Dapur Ini Ampuh buat Bersihkan Rumah Sampai Kinclong



    Jakarta

    Membersihkan rumah tentu membutuhkan cairan pembersih agar bisa membasmi kuman dan kotoran. Meski ada banyak cairan pembersih di pasaran, kebanyakan bersifat keras serta dapat mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan.

    Tenang saja, kamu bisa bikin cairan pembersih alami yang lebih aman dengan menggunakan berbagai bahan dapur. Bukan cuma untuk masak, bahan tersebut efektif membersihkan permukaan di rumah.

    Mengutip dari laman Better Bond Cleaning, Senin (8/7/2024), berikut ini beberapa bahan yang bisa digunakan untuk membuat cairan pembersih alami di rumah.


    Bahan Dapur yang Bisa Jadi Cairan Pembersih

    1. Lemon

    Lemon sebagai buah sitrus mampu menghilangkan kotoran, debu, bakteri, dan noda di lantai dan permukaan keras lainnya. Kamu bisa mencampurkan jus lemon dan garam untuk menggosok permukaan menjadi kinclong.

    Sementara untuk keran, buah lemon bisa digosokkan ke permukaan kotor dan dibiarkan selama enam jam sebelum dibersihkan dengan kain basah. Selain itu, lemon juga dapat menjadi pewangi alami tempat sampah, cukup dengan meletakkan separuh belahannya.

    2. Soda Kue

    Soda kue merupakan bahan pembersih alami yang lembut tetapi mampu membersihkan kotoran dengan mudah. Selain digunakan sendirian, bahan ini dapat ditambahkan ke banyak bahan pembersih lainnya.

    Soda kue boleh digunakan untuk membersihkan oven, microwave, dan talenan untuk menghilangkan noda dan kotoran. Sebab, bahan tersebut tergolong aman, terlebih karena merupakan bahan makanan.

    3. Cuka Putih

    Cuka putih merupakan bahan yang luar biasa sebagai cairan pembersih rumahan. Bahan ini bisa membantu menghilangkan minyak dan noda membandel pada permukaan serta berfungsi sebagai disinfektan.

    Menariknya, cairan ini bisa digunakan sebagai pembersih gelas, logam kuningan, dan minyak. Cuka putih sangat efektif untuk membersihkan noda, tetapi disarankan agar tidak digunakan pada bahan marmer atau batu-batuan.

    4. Garam

    Garam sebagai barang yang wajib ada di rumah ternyata bisa sangat membantu membersihkan rumah. Kamu dapat menyikat ubin, lantai, atau permukaan keras lainnya dengan taburan garam. Untuk hasil lebih maksimal, campurkan garam dengan air panas sebagai cairan pembersih.

    Itulah bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai cairan pembersih alami untuk membuat rumah menjadi kinclong dan sehat bagi keluarga maupun lingkungan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Bahan Ini Ampuh Hilangkan Bekas Semen di Lantai, Irit Waktu dan Energi!


    Jakarta

    Setelah renovasi atau bangun rumah, bekas semen sering menempel pada keramik. Bekas ini terlihat jelas terutama pada warna keramik yang cerah seperti putih, krem, pink, dan lainnya. Bekas semen ini membuat tampilan keramik tampak kotor.

    Mungkin kamu sudah tau jika semen yang menempel di keramik bisa dibersihkan, tetapi bagaimana jika bekas tersebut tersebar di seluruh keramik. Pasti butuh waktu lama dan energi yang besar untuk membersihkan satu-satu.

    Namun, tidak perlu khawatir ada beberapa cara untuk menghilangkan bekas semen di keramik. Mengutip dari Klopmart, Sabtu (20/7/2024), berikut 9 cara hilangkan bekas semen pada keramik dengan cepat.


    1. Cuka

    Banyak yang tidak tahu, cuka adalah bahan alami dikenal ampuh menghilangkan jenis noda, termasuk bekas semen. Cairan ini ampuh melunakkan semen sehingga tidak butuh waktu lama dan tenaga besar untuk menggosok bekas semen yang menempel.

    Caranya campurkan cuka dan air dalam perbandingan 1:1. Setelah campuran jadi, oleskan pada bekas semen dan biarkan selama 10-15 menit. Lalu kamu dapat menggosok area tersebut dengan sikat kasar atau spons untuk membuat sisa semen terkelupas. Kemudian bersihkan dengan membilasnya menggunakan air bersih.

    2. Soda Kue

    Bahan pembersih lainnya yang mudah ditemukan di rumah dan ampuh untuk bersihkan noda membandel adalah soda kue. Selain berguna untuk mengembangkan kue, ternyata soda kue dapat menjadi bahan pembersih efektif. Sama seperti cuka, kamu perlu mencampurkan soda kue dengan sedikit air sampai sedikit mengental.

    Oleskan campuran tersebut pada bekas semen dan diamkan selama 10-15 menit. Kemudian gunakan sikat atau spons keras untuk membersihkan bekas semen dan bilas dengan air hingga bersih.

    3. Batu Apung

    Benda keras bertemu benda keras. Ternyata batu apung bisa jadi bahan abrasif yang dapat membantu mengikis bekas semen dari keramik. Caranya dengan membasahi permukaan keramik terlebih dahulu, kemudian gunakan batu apung untuk menggosok perlahan bekas semen yang mengeras. Namun, kamu perlu berhati-hati saat menggosoknya agar tidak merusak permukaan keramik. Setelah terkikis, bilas dengan air hingga semua sisa semen bersih.

    4. Larutan HCL

    Untuk pembersih yang satu ini kamu harus hati-hati dan menggunakan sarung tangan khusus. Asam klorida (HCL) termasuk pembersih yang kuat. Cara menggunakannya, campurkan HCL dengan air sesuai petunjuk pada label dan oleskan pada bekas semen.

    Lalu diamkan selama beberapa menit, kemudian gunakan sikat atau spons untuk membersihkan bekas semen. Bilas dengan air bersih dan pastikan bekas semen telah hilang sepenuhnya.

    5. Garam

    Kamu pasti punya garam di rumah. Bahan makanan ini bisa jadi bahan untuk membantu melunakkan bekas semen. Untuk menggunakannya, kamu cukup mencampurkan garam dengan sedikit air untuk membuat teksturnya kental jangan sampai terlalu cair.

    Oleskan pasta ini pada bekas semen dan diamkan selama 10-15 menit. Gunakan sikat atau spons untuk membersihkan bekas semen, lalu bilas dengan air bersih dan keringkan.

    6. Parutan Kelapa

    Bahan satu ini bisa kamu dapatkan dengan mudah di pasar. Parutan kelapa bisa menghilangkan bekas semen dengan alami. Kamu dapat memarut kelapa segar dan gunakan serbuknya untuk menggosok bekas semen. Hal ini bisa menjadi metode yang lembut dan aman untuk permukaan keramik. Setelah menggosok, bilas dengan air bersih dan keringkan.

    7. Belimbing Wuluh

    Meskipun rasanya asem, belimbing wuluh mengandung asam sitrat alami yang bisa membantu melunakkan bekas semen. Potong belimbing wuluh menjadi dua bagian dan gosokkan permukaan dagingnya pada bekas semen. Biarkan sejenak, kemudian sikat atau lap bersih.

    8. Lemon

    Buah asam lainnya yang efektif melunakkan permukaan semen adalah lemon karena buah ini memiliki kandungan asam sitrat. Cukup peras lemon lalu gunakan jusnya untuk membersihkan bekas semen. Diamkan beberapa menit, lalu sikat sampai bekas semen terkelupas. Bilas dengan air bersih dan pastikan telah hilang sepenuhnya sebelum mengeringkan.

    9. Hidrogen Peroksida

    Terakhir ada hidrogen peroksida. Kamu dapat coba menggunakan hidrogen peroksida untuk menghilangkan bekas-bekas semen. Cukup campurkan hidrogen peroksida dengan air dalam perbandingan 1:1, lalu oleskan pada bekas semen dan biarkan selama beberapa menit sebelum membersihkannya dengan sikat. Bilas dengan air bersih dan keringkan.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kulkas Nyala atau Mati Saat Liburan? Jangan Sampai Salah, Ini Jawabannya


    Jakarta

    Sebelum liburan, banyak hal yang kamu harus persiapkan, terutama soal keamanan barang elektronik di rumah. Jangan sampai setelah kamu meninggalkan rumah, ada barang elektronik yang lupa dicabut kabelnya dan terjadi korsleting. Bahayanya rumah bisa hangus terbakar dan membahayakan tetangga sekitar yang mungkin ada di rumah selama kamu pergi.

    Salah satu alat elektronik yang perlu kamu perhatikan adalah kulkas. Penyimpanan satu ini biasanya tidak pernah dicabut karena untuk mendinginkan bagian dalam, kulkas perlu terhubung dengan listrik.

    Jangan sampai karena terbiasa tidak dicabut, saat kamu pergi liburan, kulkas lupa dicabut. Namun, bagaimana nasib makanan atau minuman yang cepat basi apabila di suhu ruangan? Apakah kulkas harus dimatikan saat pergi liburan?


    Melansir wilshirerefrigeration, ternyata wajib atau tidak kulkas dimatikan tergantung pada lama kamu pergi liburan. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut.

    Pergi Selama 1-4 Minggu

    Untuk liburan yang lebih singkat, kulkas boleh dibiarkan hidup dengan kabel tersambung ke listrik. Namun, dengan catatan kondisi kabel, colokan, dan kelistrikan di rumah memiliki pengaman.

    Setelah itu, pisahkan makanan dan minuman yang cepat basi. Meskipun kulkas masih menyala, kamu tetap harus mengeluarkan makanan dan minuman yang daya tahannya sebentar agar kulkas tidak bau.

    Pergi Lebih dari 1 Bulan

    Jika bepergian selama satu bulan atau lebih kulkas harus dimatikan dan tidak ada kabel yang tersambung ke listrik. Kosongkan pula isi dari kulkas termasuk yang berada di freezer. Setelah kosong, bersihkan bagian dalamnya dengan lap dan cairan pembersih. Terakhir matikan pengatur suhu.

    Ada pun cara untuk mengosongkan kulkas yang benar adalah sebagai berikut.

    1. Keluarkan makanan atau bahan makanan yang mudah basi.
    2. Isi setengah kulkas dengan wadah berisi air, untuk menjaga suhu tetap stabil.
    3. Apabila kulkas dilengkapi dengan alat pembuat es batu, sebaiknya dimatikan sementara waktu.
    4. Kosongkan freezer dengan kantong es untuk menjaga suhu tetap stabil.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sederet Manfaat Baking Soda untuk Dapur Rumah



    Jakarta

    Baking soda adalah bahan tambahan pembuatan kue atau makanan yang mengandung bahan kimia bersifat abrasif. Sehingga, tak hanya sebagai bahan makanan, sifat abrasif ini membuat baking soda cocok digunakan sebagai bahan pembersih.

    Kamu bisa gunakan baking soda untuk membersihkan rumah, misalnya dapur. Dapur memang menjadi salah satu ruangan yang sering terkena noda seperti minyak dan lemak yang diakibatkan aktivitas memasak. Mengutip dari buku Rumah Bersih Alami Tips Perawatan Rumah dan Pribadi yang Hemat dan Ramah Lingkungan karya Hanna Natalisa, baking soda dapat digunakan untuk hal-hal berikut ini.

    Membersihkan Noda dan Kerak pada Alat Makan

    Gunakan baking soda untuk membersihkan noda pada alat makan. Caranya rendam cangkir-cangkir yang penuh noda teh atau kopi ke dalam air baking soda, lalu bilas. Baking soda dapat menghilangkan noda atau kerak pada alat makan.


    Membersihkan Oven

    Caranya dengan menaburkan baking soda yang banyak di lantai oven lalu semprot dengan campuran air dan cuka. Setelah beberapa jam bilas.

    Menetralkan Bau

    Campuran baking soda dengan sedikit air sehingga menjadi pasta yang dapat digunakan untuk membersihkan dan menetralkan bau seperti di talenan. Cara lain adalah isi satu box kecil dengan baking soda lalu letakkan ke dalam kulkas atau freezer dan ganti setiap 3 bulan sekali.

    Memadamkan Api

    Sediakan satu box kecil baking soda dekat kompor untuk memadamkan kebakaran kecil. Ketika terjadi kebakaran kecil, segera lemparkan baking soda ke sumber api. Walau tidak ada kebakaran, menyimpan baking soda dekat kompor tidak ada salahnya karena dapat menetralisir bau tidak sedap.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Jangan Simpan 9 Benda Ini Dekat Kompor Kalau Nggak Mau Nyesel


    Jakarta

    Kompor merupakan benda yang wajib ada di dalam dapur. Selain kompor, ada berbagai macam barang yang disimpan di dapur, seperti alat masak dan bahan makanan.

    Benda-benda di dapur tidak boleh ditaruh sembarangan, apalagi sampai berdekatan dengan kompor. Pasalnya, kompor sebagai sumber api berisiko membakar benda di dekatnya.

    Nah, ada beberapa benda yang rawan terbakar atau rusak kalau berada dekat kompor. Simak benda apa saja yang tidak boleh diletakkan dekat kompor di sini.


    Benda yang Tak Boleh Berada di Dekat Kompor

    Inilah deretan benda yang sebaiknya ditempatkan jauh dari kompor, dikutip dari Real Simple.

    1. Tisu

    Tisu memiliki bahan yang mudah terbakar. Benda ini bisa saja ditaruh di berbagai tempat, tetapi sebaiknya hindari area kompor.

    2. Benda Elektronik

    Jauhkan benda elektronik seperti pemanggang roti, laptop, dan ponsel dari kompor. Benda-benda ini rawan meleleh akibat panas tinggi.

    3. Rempah-rempah

    Sebaiknya rempah-rempah tidak disimpan dekat kompor. Panas dari kompor bisa mengeringkan minyak esensial di dalam rempah-rempah. Lalu, uap dari merebus air atau sop membuat rempah-rempah bubuk lembap dan cepat menggumpal.

    4. Makanan Cepat Busuk

    Makanan yang cepat busuk seperti kentang, sayuran, dan bawang perlu dijauhkan dari kompor. Makanan seperti itu membutuhkan lingkungan dengan suhu ruangan yang dingin atau sejuk. Kalau diletakkan dekat kompor, makanan tersebut akan cepat lunak dan membusuk.

    5. Produk Pembersih

    Kemudian, jangan simpan produk pembersih seperti sabun cuci piring dekat kompor. Produk tersebut mudah terbakar karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

    6. Minyak Goreng

    Biasanya minyak goreng berada dekat kompor agar mudah diambil. Namun, sebenarnya minyak goreng sensitif terhadap suhu tinggi. Kualitas minyak bisa menurun kalau disimpan dekat kompor.

    7. Cuka

    Cita rasa cuka bisa berubah akibat suhu tinggi dari kompor. Sebaiknya hindari meletakkan cuka di area kompor.

    8. Benda Plastik

    Berbagai peralatan dapur ada yang terbuat dari plastik. Pastikan untuk menaruh peralatan tersebut jauh dari kompor agar tidak meleleh, melengkung, mengering, bahkan terbakar kalau terlalu dekat api.

    9. Kain

    Terakhir, jauhkan bahan-bahan kain seperti sarung tangan oven dari kompor. Bahan kain sangat rawan terbakar dekat kompor.

    Itulah sejumlah benda yang perlu dijauhkan dari area kompor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Benda yang Harus Dijauhkan dari Kompor, Bisa Picu Kebakaran!


    Jakarta

    Ketika sedang memasak, keamanan adalah nomor satu. Jangan sampai ketika memasak muncul titik api yang dapat menyebabkan kebakaran atau ada barang yang rusak karena sering terpapar panas.

    Untuk mencegah hal tersebut, kita harus berhati-hati ketika berada di dekat sumber api, yakni kompor dan gas. Pastikan area tersebut aman dari barang-barang yang mudah terbakar atau tak tahan api. Dilansir Real Simple, berikut benda-benda yang sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor.

    Benda yang Tak Boleh Berada di Dekat Kompor

    1. Bahan Plastik

    Plastik merupakan material yang mudah meleleh ketika terkena api dan panas yang tinggi. Material plastik tidak bisa lepas dari barang-barang di dapur, sebagai contoh tempat minyak, centong, hingga piring yang berisi bahan makanan yang akan dimasak. Perabotan dari plastik sebaiknya diletakkan jauh dari kompor untuk mencegah risiko kebakaran.


    2. Kain

    Di dapur kotor pasti ada satu kain yang tergeletak di dekat kompor. Fungsinya untuk membersihkan cairan atau minyak yang berserakan saat memasak. Ketika meletakkan kain di dekat kompor sebaiknya lebih berhati-hati karena material ini mudah sekali terbakar.

    3. Tisu

    Tisu memiliki bahan yang mudah terbakar. Sebaiknya tisu diletakkan di daerah yang kering dan jauh dari kompor.

    4. Minyak Goreng

    Untuk mempermudah ketika memasak, minyak goreng biasanya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, seperti di samping, atas, dan bawah kompor. Meletakkan minyak goreng terlalu dekat dengan kompor dapat menurunkan kualitas minyak.

    5. Rempah-rempah

    Rempah-rempah juga sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor karena panasnya dapat mengeringkan minyak esensial di dalamnya. Lalu, uap dari merebus air atau sop membuat rempah-rempah bubuk lembap dan cepat menggumpal.

    6. Benda Elektronik

    Siapa di sini suka memasak sembari mengakses perangkat elektronik seperti ponsel, radio, atau speaker. Hati-hati ya, benda-benda ini rawan meleleh akibat panas tinggi.

    7. Makanan Cepat Busuk

    Meskipun tidak memicu kebakaran, bahan masakan seperti kentang, sayuran, dan bawang tidak bisa diletakkan di dekat kompor. Hal ini dikarenakan sayur dan buah sebaiknya disimpan di suhu dingin atau suhu udara. Suhu di dekat kompor terlalu panas dan dapat memicu pembusukan pada sayur dan buah.

    8. Produk Pembersih

    Benda selanjutnya yang tidak boleh disimpan di dekat kompor adalah produk kebersihan, seperti cairan pembersih noda dan sabun cuci piring. Produk tersebut mudah terbakar karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

    9. Cuka

    Cita rasa cuka bisa berubah akibat suhu tinggi dari kompor. Sebaiknya hindari meletakkan cuka di area kompor.

    Itulah sejumlah benda yang perlu dijauhkan dari area kompor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Menu ‘Diet’ Clean Eating, Dijalani Prilly Latuconsina Buat Turunkan BB


    Jakarta

    Clean eating merupakan jenis pola makan yang memilih makanan yang belum melalui banyak proses pengolahan. Makanan yang dipilih biasanya masih segar dan belum banyak nutrisi yang hilang. Makanan-makanan tersebut bisa seperti buah, sayuran, hingga biji-bijian.

    Pola makan ini juga dijalani oleh Prilly Latuconsina. Ia berhasil memangkas berat badan 12 kg, dari 49 kg menjadi 37 kg. Berkaca dari keberhasilan Prilly dengan diet clean eating, apa saja makanan yang bisa dikonsumsi jika ingin menjalani pola ‘makan bersih’ ini?

    1. Buah


    Buah hampir selalu menjadi pilihan terbaik untuk clean eating. Buah sendiri kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Ditambah lagi gula dalam buah adalah alami.

    Selain memakan secara langsung, buah-buahan segar juga bisa dijus. Buah-buah yang bisa dikonsumsi adalah apel, pisang, strawberry, blueberry, jeruk, anggur, alpukat, dan lainnya.

    2. Sayuran

    Sayuran harus menjadi salah satu bahan makanan yang wajib ada di meja makan ketika melakukan pola clean eating karena mengandung vitamin, mineral, dan serat. Sayuran beku dan kalengan juga menyehatkan, namun pilih yang tanpa saus dan garam.

    Sayuran-sayuran yang bisa dicoba adalah wortel, bayam, ubi jalar, bawang putih, bawang bombai, brokoli, kubis brussel, kembang kol, jagung, kacang hijau, selada, jamur, paprika, tomat, dan lainnya.

    3. Biji-bijian

    Biji-bijian merupakan karbohidrat yang baik karena menawarkan serat dan nutrisi. Sehingga, bahan makanan ini sangat cocok untuk dimasukkan ke dalam list ketika ingin melakukan clean eating.

    Biji-bijian utuh seperti beras merah, quinoa, barley, oats, farro atau millet bisa dicoba karena relatif belum diolah dan hanya mengandung satu bahan.

    Produk gandum utuh lainnya, carilah pasta versi gandum utuh, adonan pizza yang didinginkan, roti, dan muffin Inggris, pastikan saja tepung gandum utuh adalah bahan pertama dan tidak ada gula dalam daftar bahannya. Bahkan popcorn pun terbuat dari gandum utuh.

    4. Produk susu

    Pilihlah yoghurt biasa atau yoghurt tawar Yunani dibandingkan dengan yang memiliki rasa buah-buahan karena biasanya sudah mengandung gula tambahan. Produk olahan susu lain seperti keju dan susu murni juga bisa dipilih saat clean eating.

    Selain itu ada alternatif non-susu seperti susu kedelai, kelapa, dan almond. Carilah varietas tanpa pemanis untuk menghindari tambahan gula.

    5. Protein

    Pola makan bersih tentu membutuhkan makanan yang mengandung banyak protein. Nutrisi ini bisa didapat dari daging seperti dada ayam, kaki ayam, daging giling, dan lainnya. Namun harus menghindari makanan olahan seperti hot dog, bologna, dan pepperoni.

    Selain itu ada kerang, ikan, dan telur yang bisa menjadi sumber protein yang sangat menyehatkan. Seperti salmon dan ikan cod pasifik.

    Kacang-kacangan seperti almond, mete, hazelnut, dan walnut juga bisa dijadikan pilihan untuk menambah protein.

    6. Minuman tanpa gula

    Minuman bisa menjadi sumber tambahan gula yang besar, jadi sebaiknya batasi asupan soda, teh manis, dan minuman kopi rasa spesial. Teh dan kopi tanpa pemanis, air, dan seltzer adalah pilihan yang bersih.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 7 Menu Clean Eating untuk Pemula, Ampuh Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan, salah satunya adalah dengan menerapkan clean eating. Program diet yang satu ini diklaim ampuh untuk menurunkan berat badan berlebih.

    Bagi detikers yang belum tahu, clean eating merupakan jenis pola makan dengan memilih bahan makanan yang belum banyak diolah. Jadi, bahan-bahan yang dipilih umumnya masih segar agar kandungan nutrisinya masih terjaga.

    Banyak orang yang mulai tertarik untuk menerapkan clean eating dalam kehidupan sehari-hari. Bagi detikers yang baru memulainya, simak menu clean eating untuk pemula dalam artikel ini.


    Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi tentu dapat menyehatkan badan. Namun, jika bahan makanan diolah dengan cara yang kurang tepat, maka kandungan nutrisinya bisa hilang.

    Maka dari itu, muncul program clean eating agar mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang masih segar tanpa proses pengolahan yang panjang.

    Lantas, apa saja menu clean eating yang cocok untuk pemula? Dilansir situs Eating Well, berikut daftar menunya:

    1. Buah

    Buah menjadi menu andalan bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan. Dalam program clean eating, detikers juga dianjurkan untuk perbanyak makan buah.

    Sebab, buah kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang sangat dibutuhkan tubuh. Selain itu, terdapat gula alami di dalam buah yang mampu memberikan energi tambahan.

    Selain dimakan secara langsung, buah-buahan segar juga bisa diolah menjadi jus. Buah-buahan yang umum diolah menjadi jus di antaranya mangga, pisang, strawberry, blueberry, jeruk, alpukat, dan lain sebagainya.

    Agar kandungan nutrisinya tetap terjaga, sebaiknya hindari menggunakan gula pasir atau pemanis lainnya. Kalau terlalu banyak menambah pemanis, berarti jus tersebut bukan termasuk menu ‘clean eating’ lagi.

    2. Sayuran

    Selain buah, detikers juga wajib perbanyak mengkonsumsi sayuran segar. Soalnya, sayuran mengandung vitamin, mineral, dan serat tinggi yang sangat baik untuk kesehatan.

    Beberapa jenis sayuran yang bisa dicoba dalam menu clean eating adalah wortel, kangkung, bayam, brokoli, jagung, kacang hijau, jamur, kol putih hingga selada.

    Beberapa jenis sayuran mungkin bisa dimakan dalam kondisi mentah, seperti selada atau kol putih. Jika sayur harus dimasak, sebaiknya diolah dengan cara direbus sekitar 2-3 menit saja. Cara ini dilakukan agar kandungan nutrisi di dalam sayur tidak lenyap.

    3. Protein

    Tubuh manusia juga membutuhkan protein agar tetap sehat. Salah satu sumber protein tinggi bisa didapat dari daging, meliputi daging sapi atau daging ayam.

    Selain itu, ikan dan telur ayam juga kaya akan protein yang baik untuk tubuh. Beberapa jenis ikan yang mengandung protein tinggi ada salmon, tuna, atau kod.

    Beberapa jenis kacang-kacangan seperti kacang almond, mete, hazelnut, dan walnut juga bisa dijadikan pilihan alternatif untuk menambah protein.

    4. Biji-bijian

    Biji-bijian merupakan sumber karbohidrat yang baik untuk tubuh. Soalnya, biji-bijian mengandung serat dan nutrisi tinggi, sehingga sangat cocok untuk detikers yang ingin memulai program clean eating.

    Beberapa jenis biji-bijian utuh seperti beras merah, barley, oats, farro, quinoa, atau millet bisa dicoba sebagai menu clean eating untuk pemula. Sebab, biji-bijian tersebut relatif belum melalui proses pengolahan yang panjang.

    Variasi biji-bijian utuh lainnya yang baik dikonsumsi ada pasta gandum utuh, roti gandum utuh, atau adonan pizza dengan gandum utuh.

    5. Produk Susu

    Sejumlah produk susu seperti keju, plain yogurt, greek yogurt, dan susu tanpa pemanis tambahan juga bisa dimasukkan ke dalam menu clean eating untuk pemula. Selain itu, ada opsi alternatif non-susu yang cocok untuk clean eating, mulai dari susu kedelai, air kelapa, dan kacang almond.

    Pastikan cek komposisi dan informasi nilai gizi sebelum membeli produk susu di minimarket atau supermarket. Usahakan jangan pilih yang banyak mengandung gula.

    6. Camilan Sehat

    Selama menjalani program clean eating, bukan berarti detikers tidak boleh konsumsi camilan. Meski kebanyakan camilan terbuat dari bahan pengawet, tepung, dan kandungan gula tinggi, kamu masih bisa membuat camilan yang sehat di rumah.

    Camilan seperti yoghurt dengan potongan buah segar, rujak, atau salad sayuran bisa menjadi opsi camilan sehat. Pastikan hindari penggunaan gula tambahan agar makanan yang dikonsumsi tetap ‘bersih’.

    7. Minuman Tanpa Gula

    Saat ini, ada banyak jenis minuman yang mengandung gula tinggi. Meski terasa nikmat di mulut, tetapi berisiko memicu masalah kesehatan di kemudian hari.

    Maka dari itu, hindari mengkonsumsi minuman seperti soda, teh manis, kopi, atau minuman kekinian yang mengandung gula tinggi. Sebaiknya ganti minuman tersebut dengan teh dan kopi tanpa pemanis, atau pilih air mineral saja yang sudah dijamin sehat.

    Itu dia tujuh menu clean eating untuk pemula agar bisa turunkan berat badan. Tertarik untuk mencobanya?

    (ilf/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Dikukus atau Direbus? Sama-sama Sehat, Ini Saran Dokter agak Nutrisinya Tak Berkurang


    Jakarta

    Belakangan ini, tren makan rebusan dan kukusan sedang ramai di media sosial. Banyak orang mulai mengonsumsi ke menu yang lebih sederhana seperti ubi rebus hingga pisang kukus.

    Meski metode ini dikenal aman dan menyehatkan, Spesialis Gizi Klinik dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, mengingatkan ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar nutrisi makanan tetap optimal.

    Sebagian besar bahan makanan boleh diolah dengan cara direbus atau dikukus, namun cara dan durasi memasak perlu disesuaikan agar kandungan gizinya tidak banyak berkurang.


    Adapun bahan yang aman direbus atau dikukus antara lain umbi-umbian seperti ubi, singkong, kentang, dan talas. Singkong harus direbus hingga matang sempurna untuk menghilangkan senyawa sianida alaminya.

    Selain itu, lanjutnya, buah seperti pisang dan pepaya, sayuran seperti bayam, wortel, brokoli, dan jagung, serta sumber protein seperti telur, tahu, tempe, ayam, daging sapi tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan juga termasuk bahan yang cocok diolah dengan metode ini.

    “Ini semua mempertahankan rasa alami dan nutrisi,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (12/11/2025).

    Lebih lanjut, dr Ardian juga membeberkan beberapa bahan makanan perlu diolah dengan hati-hati, karena kandungan nutrisinya bisa berkurang signifikan jika terkena panas terlalu lama.

    Misalnya, seperti sayuran hijau seperti bayam dan brokoli mengandung vitamin C yang sensitif terhadap panas, sehingga bisa hilang hingga 50 hingga 70 persen bila direbus terlalu lama. Untuk menjaga kandungan vitaminnya, sebaiknya sayuran jenis ini dikukus singkat sekitar lima menit saja.

    Ia juga mengatakan, buah dan sayuran seperti tomat dan paprika juga sebaiknya tidak direbus terlalu lama. Kandungan vitamin C dan likopen (antioksidan penting untuk kesehatan jantung) dapat berkurang 20 hingga 40 persen jika dimasak terlalu lama.

    Sementara itu, metode kukus umumnya hanya menyebabkan sedikit kehilangan nutrisi. Alternatif lainnya, bahan-bahan tersebut bisa juga dikonsumsi mentah untuk mendapatkan manfaat antioksidan secara maksimal.

    “Bawang putih, senyawa allicin (antibakteri dan anti-inflamasi) hilang cepat saat dipanaskan; lebih baik dimakan mentah saat kondisi matang atau kukus dengan waktu singkat,” lanjutnya.

    “Kentang atau wortel mengandung vitamin B mengandung seperti folat bisa larut air hingga 30 persen saat direbus; kukus lebih baik untuk pertahankan vitamin untuk metabolisme energi,” sambungnya lagi.

    Ditinjau oleh: Mhd. Aldrian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (suc/up)



    Sumber : health.detik.com