Tag: baja ringan

  • Hitung-hitungan Kebutuhan Baja Ringan buat Rangka Plafon



    Jakarta

    Baja ringan merupakan bahan yang tepat untuk plafon. Alasan menggunakan baja ringan karena tahan lama dan juga mudah dalam pemasangan. Lalu, bagaimana cara menghitung biaya baja ringan buat plafon sesuai kebutuhan ?

    Buat kamu yang berniat memasang plafon dengan baja ringan kamu bisa simak perhitungan berikut.

    Namun, sebelum memulai pemasangan, penting untuk memahami fungsi dari baja ringan dan bagaimana menghitung kebutuhan material yang tepat. Melansir dari Indosteger, Rabu (29/11/2023) berikut kelebihan baja ringan sebagai plafon.


    Kelebihan Baja Ringan Sebagai Plafon?

    Selain ringan dan mudah dipasang, baja ringan juga memiliki beberapa fungsi yang bisa menjadi pilihan yang tepat untuk plafon. Berikut ini beberapa fungsi dari baja ringan untuk plafon yang perlu kamu ketahui.

    1. Memperkuat Struktur Plafon

    Salah satu fungsi baja ringan untuk plafon untuk memperkuat struktur plafon. Baja ringan memiliki kekuatan yang tinggi dan bobot yang ringan, sehingga mampu menopang beban plafon secara efektif. Kekuatan baja ringan juga memastikan plafon tidak akan runtuh atau rusak karena beban yang berat.

    2. Memudahkan Proses Pemasangan

    Baja ringan dirancang untuk memudahkan proses pemasangan. Baja ringan lebih mudah dipotong dan dibentuk dibandingkan dengan bahan konstruksi lainnya seperti kayu atau besi. Proses pemasangan baja ringan juga tidak memerlukan banyak alat khusus, sehingga lebih cepat dan mudah dilakukan.

    3. Tahan terhadap Cuaca dan Kelembaban

    Material baja ringan tidak akan berkarat atau berubah bentuk karena cuaca yang ekstrem atau kelembaban yang tinggi. Hal ini membuat baja ringan menjadi pilihan yang tepat untuk digunakan pada plafon di daerah yang memiliki iklim yang ekstrem.

    4. Memberikan Tampilan yang Estetis

    Baja ringan untuk plafon juga memberikan tampilan yang estetis. Baja ringan tersedia dalam berbagai macam bentuk dan warna, sehingga dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan selera. Baja ringan juga memiliki permukaan yang halus dan rata. Alhasil plafon rumah kamu pun akan tampak lebih bersih dan rapi.

    Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Plafon?

    Sebelum memulai pemasangan baja ringan untuk plafon, kamu perlu tahu menghitung kebutuhan material yang tepat. Berikut ini langkah-langkah dalam menghitung kebutuhan baja yang dapat kamu jadikan referensi.

    1. Ukur Luas Area Plafon

    Langkah pertama, kamu perlu mengukur luas area plafon yang akan dipasang baja ringan. Gunakan pengukur atau meteran untuk mengukur panjang dan lebar ruangan, lalu kalikan kedua angka tersebut untuk mendapatkan luas area plafon.

    2. Hitung Jumlah Baja Ringan yang Dibutuhkan

    Setelah mengetahui luas area plafon, hitung jumlah baja ringan yang dibutuhkan. Biasanya, baja ringan tersedia dalam ukuran 6 meter. Jumlah baja ringan yang dibutuhkan dapat dihitung dengan membagi luas area plafon dengan panjang baja ringan yang tersedia.

    3. Hitung Jumlah Bracket dan Aksesoris

    Selain baja ringan, kamu juga perlu menghitung jumlah bracket dan aksesoris yang dibutuhkan untuk memasang baja ringan. Bracket digunakan untuk menopang baja ringan, sedangkan aksesoris seperti baut dan mur digunakan untuk mengikat baja ringan ke bracket.

    Untuk menghitung jumlah bracket, hitung jumlah titik untuk menopang yang dibutuhkan pada plafon. Titik penopangan sebaiknya ditempatkan setiap 60 cm hingga 80 cm agar baja ringan dapat menopang plafon dengan baik.

    Jumlah bracket yang dibutuhkan dapat dihitung dengan membagi luas area plafon dengan jarak antar titik penopangan, lalu tambahkan sedikit ekstra untuk keamanan. Setelah mengetahui jumlah bracket, hitung juga jumlah aksesoris yang dibutuhkan. Pastikan untuk memilih aksesoris yang cocok dengan ukuran baja ringan yang digunakan.

    4. Hitung Total Biaya

    Terakhir, hitung total biaya yang dibutuhkan untuk membeli baja ringan, bracket, aksesoris, dan biaya pemasangan. Pastikan untuk membandingkan harga dari beberapa supplier untuk mendapatkan harga terbaik.

    Simulasi menghitung kebutuhan baja ringan untuk plafon sebagai berikut:

    Misalnya kamu punya luas area plafon dengan panjang dan lebar: 4 meter x 5 meter = 20 meter persegi.

    Jarak antar baja ringan diatur setiap 60 cm hingga 80 cm. Misalnya jarak antar baja ringan diatur sejauh 70 cm.

    Misalnya luas area plafon dibagi dengan jarak antar baja ringan, sehingga: 20 m² / 0,7 m = 28,57. Dalam hal ini, jumlah baja ringan yang dibutuhkan sekitar 29 batang baja ringan.

    Hitung jumlah bracket. Misalnya titik penopangan pada plafon ditempatkan setiap 70 cm, maka jumlah bracket yang dibutuhkan adalah: (4 meter / 0,7 meter) x (5 meter / 0,7 meter) = 40,81. Maka, jumlah bracket yang dibutuhkan sekitar 41 buah.

    Hitung jumlah aksesoris. Misalnya jenis baja ringan yang digunakan ukuran 4 meter x 0,75 meter.

    Maka untuk setiap batang baja ringan, dibutuhkan:

    • 4 buah mur dan baut
    • 2 buah clip
    • 1 buah hanger

    Menghitung Total Biaya

    Misalnya harga baja ringan per batang Rp100.000, harga bracket per buah Rp20.000, dan harga aksesoris per set Rp50.000. Sementara itu, biaya pemasangan Rp5.000.000. Maka, total biaya yang dibutuhkan adalah:

    Baja ringan = 29 x Rp100.000 = Rp2.900.000

    Bracket = 41 x Rp20.000 = Rp820.000

    Aksesoris = (116 + 58 + 29) x Rp50.000 = Rp10.150.000

    Pemasangan = Rp5.000.000

    Total biaya = Rp18.870.000

    Dalam contoh perhitungan di atas, kebutuhan baja ringan untuk plafon sebesar 29 batang, 41 bracket, dan 203 aksesoris. Sementara itu, total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 18.870.000. Perhitungan yang akurat akan membantu kamu menghemat biaya dan memastikan pemasangan baja ringan untuk plafon dilakukan dengan baik dan efektif.

    Demikian hitung-hitungan kebutuhan baja ringan buat plafon. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Renovasi Atap Rumah Pakai Baja Ringan


    Jakarta

    Atap rumah menjadi bagian yang penting pada sebuah rumah. Sebab, bagian atap melindungi bagian dalam rumah dari cuaca panas, hujan, maupun berangin.

    Sering kali atap rumah mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Tentunya jika terjadi diperlukan perbaikan atau bahkan renovasi atap.

    Kira-kira berapa ya biaya renovasi atap rumah pakai baja ringan?


    Estimasi Biaya Renovasi Atap Pakai Baja Ringan

    Sebagai contoh, kamu memiliki rumah tipe 60 dan ingin memasang rangka atap baja ringan dengan genteng metal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung luas atap rumah terlebih dahulu.

    Luas rumah: 10 x 6 m
    Oversteck atau kelebihan atap dari dinding luar: 60 cm = 0,6 m
    Kemiringan sudut: 30 derajat

    Luas atap rumah (LAR): panjang x lebar/cosinus derajat kemiringan atap
    = (10 m + Oversteck kanan dan kiri) x (6 m + Oversteck depan dan belakang) / cosinus 30 derajat

    = (10 + 1,2) x (6 + 1,2) / 0,866
    = 11,2 x 7,2 / 0,866
    = 93,11 m2

    Jika harga baja ringan setebal 1 mm adalah Rp 150.000/m2 dan harga genteng metal Rp 100.000/m2, maka total biaya atap baja ringan adalah:

    (LAR x harga baja ringan per m2) + (LAR x harga penutup atap per m2)
    = (93,11 x Rp 150.000) + (93,11 x Rp 100.000)
    = Rp 13.966.500 + Rp 9.311.000 = Rp 23.277.500

    Sebagai informasi, perhitungan tersebut hanyalah sebuah estimasi saja. Harga material bangunan dan jasa tukang di setiap daerah berbeda. Biaya tersebut juga di luar biaya bongkar atap.

    Tentunya penggunaan baja ringan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasi kelebihan dan kekurangan baja ringan berdasarkan catatan detikcom.

    Kelebihan Baja Ringan

    Harga baja ringan memang cenderung lebih mahal daripada material lainnya, tetapi ia memiliki berbagai kelebihan, antara lain sebagai berikut:

    1. Memiliki Daktilitas yang Baik

    Daktilitas merupakan sifat baja yang tidak hancur setelah mengalami deformasi yang besar. Berbeda dengan baja konvensional atau kayu yang bisa langsung hancur dan patah saat diberikan beban tiba-tiba (beban kejut), baja ringan sanggup menahan beban beran tanpa menyebabkan kerusakan.

    2. Kekuatannya Bagus Tapi Ringan

    Salah satu yang istimewa dari bawa ringan adalah kuat tapi tetap ringan. Tentunya hal ini dapat membuat proses pemasangan jadi lebih efisien. Selain itu, baja ringan memiliki potensi penyebab kematian yang cukup kecil.

    3. Tahan Karat

    Material baja ringan tahan karat sehingga tidak perlu melakukan finishing cat. Setelah dibongkar, baja ringan bisa dimanfaatkan kembali dan di daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.

    4. Tahan Lama

    Salah satu kelebihan paling menarik dari baja ringan adalah awet karena tidak akan dimakan rayap. Jadi, tidak perlu khawatir kalau atap rumah akan rapuh atau keropos. Walaupun harga baja ringan sedikit lebih mahal dibanding rangka bahan lain, tapi biaya perawatannya lebih murah.

    Kekurangan Baja Ringan

    Kekurangan baja ringan yang perlu kamu perhatikan yaitu sebagai berikut.

    1. Mudah Goyang Terbawa Angin

    Bobotnya yang ringan ternyata bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Baja ringan bisa saja terbawa angin jika tidak dipasang dengan benar.

    2. Harganya Mahal

    Tak dapat dipungkiri, harga material baja ringan masih termasuk mahal. Namun, baja ringan lebih ramah lingkungan dibandingkan material kayu. Selain itu, dengan segala kelebihan yang dimiliki, wajar saja jika harganya lebih mahal.

    3. Kurang Estetis

    Jika ingin membuat atas dengan model terekspos, menggunakan rangka baja ringan mungkin bukan pilihan yang tepat. Berbeda dengan kayu yang memiliki nilai estetika, rangka atap baja ringan akan terlihat berantakan.

    Semoga bermanfaat ya informasinya, detikers!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Bisa Baja Ringan Anti-Karat tapi Berkarat? Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Baja ringan adalah bahan bangunan yang banyak digunakan sebagai pengganti kayu. Bahan ini biasanya digunakan sebagai rangka atap dan partisi dinding pada rumah.

    Nah, orang-orang senang menggunakan bahan ini karena memiliki banyak keunggulan sebagai pengganti material lainnya. Salah satu alasan utama menggunakan baja ringan antara lain bobotnya yang ringan, sehingga harganya pun bisa lebih ekonomis.

    Selain itu, baja ringan juga anti rayap, anti korosi, dan mudah dibentuk. Meski banyak kelebihannya, baja ringan bisa merugikan pemilik rumah jika menggunakannya dengan cara yang salah.


    Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim mengungkapkan kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan baja ringan ketika membangun kanopi. Pemasangan baja ringan yang salah ternyata justru menyebabkan korosi yang bisa fatal bila dibiarkan.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringanya dianggap seperti pengganti besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” ujar Albert kepada detikcom, Minggu (7/4/2024).

    Apabila baja ringan dibiarkan berkarat, lama-lama bisa menggerogoti dan menghilangkan ketebalan. Alhasil, baja ringan akan mudah tertekuk, bahkan runtuh dalam kasus ekstrem.

    “Kebanyakan penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (bajanya),” katanya.

    Selanjutnya, Albert menjelaskan penyebab korosi akibat cairan semen yang mengenai baja ringan. Terdapat reaksi kimia pada campuran air dan semen yang bisa merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ) yang berfungsi untuk melindungi baja ringan dari korosi.

    Adapun, sebenarnya baja ringan sebagai bahan yang sederhana menurut Albert, selama digunakan sesuai fungsinya maka akan tahan lama. Catatan yang perlu diingat adalah tidak mencampur baja ringan dengan cairan semen, maka akan aman dari korosi.

    “Seharusnya ada kolom beton dulu yang naik. Terus (kalau) kolom betonnya sudah jadi, sudah kering baru ditambahin sama baja ringan. Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. itu baru benar atau pakai material lain,” pungkas Albert.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan Kesalahan Ini saat Bangun Kanopi, Bisa Rugi!



    Jakarta

    Kanopi adalah atap memanjang yang berguna untuk melindungi bagian rumah yang terbuka dari suhu dan cuaca. Biasanya letak kanopi ada di bagian depan rumah dan menempel pada dinding.

    Nah, bentuk kanopi yang beragam tentunya memiliki bahan yang bervariasi pula. Salah satu bahan yang sering dipakai adalah baja ringan karena pemasangannya yang cepat, mudah, dan hemat biaya.

    Baja ringan sebenarnya bahan yang cukup sederhana, sehingga tidak mudah rusak dan perawatannya juga tidak susah. Akan tetapi, cara memasang baja ringan salah justru malah mengakibatkan korosi dan kerugian lainnya.


    Lalu, apa yang membuat baja ringan pada kanopi cepat berkarat? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti penggantinya besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” ujar Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim kepada detikcom, Minggu (7/4/2024).

    Albert menjelaskan penyebab korosi pada baja ringan disebabkan oleh cairan semen yang mengenai baja ringan. Reaksi kimia dari campuran air dan semen pada beton bisa merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ) yang berfungsi untuk melindungi baja ringan dari korosi.

    “Penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja. Itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (baja ringannya),” ucapnya.

    Apabila baja ringan digerogoti karat hingga tipis, maka pilar kanopi harus diganti dengan yang baru. Hal ini tentunya membuat pemilik rumah harus mengeluarkan uang lagi buat perbaikan.

    Selain itu, baja ringan yang berkarat lama-lama bisa tertekuk dan rubuh pada kasus yang ekstrem, sehingga dapat membahayakan penghuni rumah.

    “Kalau orangnya lupa ganti (pilar kanopi), kebiasaan kan kita take it for granted, bikin penggunaan sudah, ditinggal-tinggalin terus lupa di-maintain. Nah, baja ringan kayak gini itu kalau sudah berkarat dibiarin terus-terusan ya bahaya buat yang ninggalin,” kata Albert.

    Bagi yang ingin menggunakan baja ringan untuk membangun kanopi, Albert menyarankan untuk membuat kolom beton yang agak naik terlebih dulu. Kemudian, kolom beton yang sudah kering bisa dipasang baja ringan.

    “Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. Itu baru benar atau ya pakai material lain,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan Vs Kayu Sebagai Rangka Atap


    Jakarta

    Atap adalah salah satu bagian utama dalam bangunan rumah yang berfungsi untuk melindungi rumah dari terpaan cuaca. Untuk membuat atap, dibutuhkan rangka atap yang biasanya menggunakan material seperti baja ringan atau kayu.

    Melansir dari jurnal yang berjudul Analisa Perbandingan Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu dari Segi Analisis Struktur dan Anggaran Biaya yang ditulis oleh Devi Oktarina dan Agus Darmawan pada 2015, konstruksi rangka atap merupakan bentuk konstruksi untuk menyangga konstruksi atap yang terletak pada kuda-kuda.


    Nah, material baja ringan dan kayu bisa menjadi pilihan untuk membuat rangka atap. Keduanya pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang bisa kamu pertimbangkan.

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, berikut ini kelebihan dan kekurangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu.

    Rangka Atap Baja Ringan

    Kelebihan:

    – Tahan terhadap rayap. Hal itu karena baja ringan terbuat dari besi.
    – Pemasangannya mudah. Sebab, baja ringan bisa dipotong dan disesuaikan dengan mudah.
    – Tahan lembab

    Kekurangan:

    – Penghantar listrik. Maka dari itu, harus berhati-hati ketika pemasangan jalur instalasi listrik. Usahakan kabel tidak ada kabel terbuka yang menempel di rangka baja ringan.

    Rangka Atap Kayu

    Kelebihan:

    – Aman dari masalah kelistrikan. Sebab, kayu merupakan isolator atau benda yang tidak bisa menghantarkan listrik ataupun panas.

    Kekurangan:

    – Mudah lapuk dan dimakan rayap
    – Butuh waktu lama pembuatannya karena kayu berasal dari alam dan perlu diolah sedemikian rupa terlebih dahulu.

    Harga Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu tidak jauh berbeda. Rentangnya sekitar Rp 150.000-200.000/m2.

    Demikian informasi terkait kelebihan, kekurangan, hingga harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya Atap Baja Ringan Rumah Ukuran 7×12 dan Estimasi Hitungannya


    Jakarta

    Baja ringan jadi salah satu jenis material atap yang populer digunakan dalam konstruksi bangunan. Pasalnya materialnya dianggap tahan lama, anti karat, dan lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.

    Sebelum memutuskan untuk pakai material ini, penting untuk mengetahui estimasi biaya atap baja ringan agar bisa disesuaikan dengan anggaran yang kita punya.

    Hitungan Biaya Atap Baja Ringan Ukuran 7×12

    Sebagai gambaran, kita akan pasang atap baja ringan untuk rumah dengan ukuran 7×12 meter.


    Berdasarkan informasi yang didapat detikcom dari produsen rangka atap, CV Mutiara Baja (05/02/2025), harga bongkar pasang baja ringan baru berkisar di mereka Rp 270.000 per meternya (sudah termasuk biaya jasa tukang). Sementara, untuk bongkar pasang atap lama baja ringan biayanya Rp 230.000 ribu.

    Perkiraan rumah ukuran 7 x 12 membutuhkan sekitar 95 m² baja ringan. Maka, estimasi biaya ya bisa dilihat dari perhitungannya berikut.

    • Biaya bongkar pasang atap baja ringan baru: 95 x Rp 270.000 = Rp 25.650.000
    • Biaya bongkar pasang atap lama baja ringan: 95 x Rp 230.000 = Rp 21.850.000

    Perlu diingat, kalau perhitungan tersebut hanyalah perkiraan saja karena setiap jasa tukang dan harga material bangunan akan berbeda di setiap daerahnya. Biaya di atas juga belum termasuk untuk kebutuhan material tambahan lain.

    Kelebihan Baja Ringan

    Mengutip buku bertajuk Rumah Rangka Baja Ringan Gaya Hunian Inspiratif dan Inovatif karya Doni Swadarma, berikut adalah beberapa kelebihan baja ringan:

    • Sifatnya yang tidak hancur (daktilitas).
    • Kekuatannya bagus meskipun ringan.
    • Proses pemasangannya bisa lebih efisien.
    • Tahan karat.
    • Kuat terhadap api dan rayap.

    Kelamahan Baja Ringan

    Dari catatan detikproperti, adapun kelemahan dari atap baja riingan di antaranya:

    • Cenderung mahal.
    • Tampilannya kurang estetis.
    • Jika tidak dipasang dengan benar, akan mudah goyang terbawa angin.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Ambruk! Baja Ringan di Kanopi Tetap Bisa Berkarat, Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Baja ringan sering kali digunakan sebagai bahan pengganti kayu saat membangun rumah. Bahan ini biasa digunakan sebagai rangka atap, partisi dinding, hingga penyangga kanopi.

    Banyak orang menyukai material ini karena bobotnya yang ringan dan harganya yang lebih ekonomis. Tak hanya itu, baja ringan juga anti rayap, anti korosi atau karatan, serta mudah dibentuk.

    Meski banyak keunggulan, penggunaan baja ringan yang kurang tepat justru bisa merugikan pemilik rumah, lho. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim mengungkapkan kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan baja ringan ketika membangun kanopi. Pemasangan baja ringan yang salah ternyata justru menyebabkan korosi yang bisa fatal bila dibiarkan.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringanya dianggap seperti pengganti besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” ujar Albert kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Apabila baja ringan dibiarkan berkarat, lama-lama bisa menggerogoti dan menghilangkan ketebalan. Alhasil, baja ringan akan mudah tertekuk, bahkan runtuh dalam kasus ekstrem.

    “Kebanyakan penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (bajanya),” katanya.

    Selanjutnya, Albert menjelaskan penyebab korosi akibat cairan semen yang mengenai baja ringan. Terdapat reaksi kimia pada campuran air dan semen yang bisa merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ) yang berfungsi untuk melindungi baja ringan dari korosi.

    Adapun, sebenarnya baja ringan sebagai bahan yang sederhana menurut Albert, selama digunakan sesuai fungsinya maka akan tahan lama. Catatan yang perlu diingat adalah tidak mencampur baja ringan dengan cairan semen, maka akan aman dari korosi.

    “Seharusnya ada kolom beton dulu yang naik. Terus (kalau) kolom betonnya sudah jadi, sudah kering baru ditambahin sama baja ringan. Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. itu baru benar atau pakai material lain,” tutur Albert.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Atap Baja Ringan Berisik Saat Hujan, Ini Cara Cegahnya



    Jakarta

    Atap baja ringan banyak digunakan untuk membangun rumah modern. Atap ini dianggap cukup kuat dan tahan lama karena terbuat dari lembaran baja berkualitas struktural.

    Namun, atap baja ringan dapat menimbulkan suara bising ketika diterpa hujan dan angin kencang. Suara berisik itu tentu akan mengganggu penghuni rumah.

    Kalau kamu mengalami hal ini, sebaiknya kamu cek penyebabnya. Berikut ini penyebab dan cara mencegah atap baja ringan bising saat hujan.


    Penyebab Atap Baja Ringan Berisik

    Dikutip dari Metal Roofing Alliance, atap baja ringan bisa bising karena beberapa faktor di antaranya dipengaruhi oleh dek atap, insulasi, serta teknik pemasangan.

    Alasan atap baja ringan sering bising mungkin bisa dilihat dari sifat logam (besi) itu sendiri yang jadi materialnya. Logam mengeluarkan bunyi denting atau dering ketika dipukul.

    Selain material, bentuk atap juga mempengaruhi bunyi pada atap. Biasanya, atap dengan permukaan yang lebih tinggi dan ruang loteng yang lebih luas, cenderung lebih senyap daripada atap datar.

    Atap Berisik Bisa Jadi Pertanda Buruk

    Menurut sumber yang sama, atap logam yang berbunyi bisa menandakan masalah. Berikut potensi masalah yang menyebabkan atap bising.

    • Atap tidak dipasang sesuai dengan rekomendasi pabrik maupun insulasinya tidak memadai.
    • Jumlah pengencang yang terlalu sedikit atau pengencang yang longgar
    • Penempatan atap yang tidak tepat.

    Cara Cegah Atap Bising

    Dikutip dari laman JJ Roofing Supplies, atap material logam modern tidak akan berbunyi kalau dipasang dengan benar. Proses pemasangan dan bahan yang digunakan harus sesuai.

    Sebenarnya tidak ada cara yang benar-benar bisa meredam kebisingan dari atap lembaran logam. Akan tetapi, ada beberapa teknik untuk mengurangi transmisi suara melalui atap baja ringan sebagai berikut.

    • Pastikan instalasi benar, karena proses pemasangan memegang peranan penting untuk menentukan seberapa senyapnya atap logam.
    • Penggunaan insulasi dan lapisan bawah, bisa jadi cara paling efektif untuk mengurangi kebisingan dari atap ini. Bahan-bahan tersebut berfungsi sebagai penghalang suara, menyerap, dan meredam kebisingan sebelum bisa memasuki ruang.
    • Pertimbangkan struktur atap dengan kemiringan yang lebih curam. Karena sudutnya membantu meredakan dampak tetesan air hujan, sehingga umumnya akan lebih senyap daripada atap yang lebih datar. Keberadaan ruang loteng juga bisa menyediakan zona penyangga tambahan untuk meredam suara-suara tersebut.

    Atap baja ringan yang terpasang dengan benar bisa memberikan insulasi suara, efisiensi energi, dan daya tahan yang baik. Material ini dapat menjadi investasi jangka panjang yang bisa menambah nilai rumah, sekaligus memberikan perlindungan terbaik dari berbagai unsur alam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Baja Ringan Anti-Karat dapat Berkarat Juga? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Baja ringan menjadi salah satu bahan bangunan yang banyak dipilih sebagai pengganti kayu. Punya lapisan Alumunium Zinc (AZ) atau lapisan yang dapat mencegah karat, tapi mengapa baja ringan masih bisa berkarat seiring waktu?

    Saat ini, baja ringan kerap digunakan sebagai rangka atap dan partisi dinding pada rumah. Banyak orang yang memilih baja ringan karena punya sejumlah keunggulan, salah satunya yaitu memiliki bobot yang ringan dan kuat.

    Keunggulan lain dari baja ringan adalah anti rayap, anti karat, dan mudah dibentuk. Meski diklaim anti karat, akan tetapi baja ringan juga bisa berkarat seiring waktu.


    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan baja ringan menjadi korosi. Pada umumnya, hal ini terjadi karena cara menggunakannya yang salah.

    Lantas, apa yang menyebabkan baja ringan anti-karat jadi bisa berkarat? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Kenapa Baja Ringan Anti-karat bisa Berkarat?

    Mengutip catatan detikProperti, kontraktor sekaligus CEO Lyvprojects, Albert Lim mengungkapkan ada kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan baja ringan saat membangun kanopi. Pemasangan baja ringan yang salah ternyata justru memicu korosi. Apabila dibiarkan maka bisa fatal akibatnya.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti pengganti besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” kata Albert kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Jika baja ringan dibiarkan berkarat, maka seiring waktu dapat menggerogoti dan menghilangkan ketebalan. Alhasil, baja ringan akan mudah tertekuk, bahkan bisa saja runtuh dalam kasus yang ekstrem.

    “Kebanyakan penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (bajanya),” jelasnya.

    Lebih lanjut, Albert menjelaskan penyebab korosi karena cairan semen yang mengenai baja ringan. Terdapat reaksi kimia pada campuran air dan semen yang dapat merusak lapisan AZ yang berfungsi untuk melindungi baja ringan dan korosi.

    Albert menuturkan, baja ringan adalah bahan sederhana yang selama digunakan sesuai fungsinya maka akan awet. Hanya saja, baja ringan tidak dapat dicampur dengan cairan semen yang dapat menyebabkan korosi.

    “Seharusnya ada kolom beton dulu yang naik. Terus (kalau) kolom betonnya sudah jadi, sudah kering baru ditambahin sama baja ringan. Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. itu baru benar atau pakai material lain,” pungkas Albert.

    Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan

    Mengutip buku Rumah Rangka Baja Ringan Gaya Hunian Inspiratif dan Inovatif oleh Doni Swadarma, berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan dari baja ringan sebagai bahan bangunan.

    1. Kelebihan Baja Ringan

    • Sifatnya yang tidak mudah hancur (daktilitas)
    • Bobotnya ringan tapi tetap kuat
    • Proses pemasangannya lebih mudah
    • Anti karat
    • Kuat terhadap api dan rayap.

    2. Kekurangan Baja Ringan

    • Harga cenderung mahal
    • Tampilannya kurang estetis
    • Jika tidak dipasang dengan benar, akan mudah goyang terbawa angin
    • Bisa mengalami korosi jika digunakan secara tidak benar.

    Demikian penjelasan mengenai alasan baja ringan anti-karat bisa berkarat seiring waktu. Semoga artikel ini bermanfaat.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Pasang Genteng biar Atap Aman Saat Diterjang Angin


    Jakarta

    Tiupan angin kencang bisa merusak bangunan rumah, salah satunya bagian atap. Genteng bisa bergeser dan terbang ketika tertiup angin, meninggalkan atap dalam kondisi berlubang.

    Kalau sudah seperti ini, atap bisa bocor saat turun hujan. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu memastikan genteng terpasang dengan kuat agar aman menghadapi angin kencang.

    Lalu, bagaimana cara memasang genteng bertahan saat angin kencang? Simak penjelasannya berikut ini.


    Tips Pasang Genteng Agar Atap Aman Diterjang Angin

    Inilah cara memasang genteng agar atap aman meski diterjang angin kencang.

    1. Pasang Rangka Atap Baja Ringan

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky merekomendasikan bahan baja ringan sebagai rangka atap. Bahan ini tidak akan lapuk seperti kayu, sehingga strukturnya lebih kuat.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” imbuhnya.

    2. Pilih Material Genteng yang Berat

    Kemudian, ia menyarankan agar memilih genteng yang bobotnya berat. Panggah menjelaskan bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ucapnya.

    Ia merekomendasikan memakai genteng tanah liat keramik. Genteng ini memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

    Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton, meski secara estetika kalah dari keramik.

    “Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” imbuhnya.

    3. Susun Genteng dengan Rapi

    Panggah mengatakan setiap genteng harus disusun saling menimpa satu dengan lainnya dan memiliki kemiringan yang sesuai. Bobot genteng akan menahan genteng lainnya, sehingga mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” tuturnya.

    Itulah tips memasang genteng aman saat diterjang angin kencang. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com