Tag: baja ringan

  • Atap Baja Ringan Berisik Saat Hujan? Itu Pertanda Buruk!



    Jakarta

    Ada berbagai jenis atap yang bisa dipilih pemilik rumah berdasarkan bahannya. Salah satu atap yang banyak digunakan untuk membangun rumah modern adalah atap baja ringan.

    Jenis atap itu cukup kuat dan tahan lama karena terbuat dari lembaran baja berkualitas struktural. Akan tetapi, atap baja ringan bisa menimbulkan suara bising saat hujan dan angin kencang.

    Kondisi seperti itu akan dapat mengganggu ketenangan penghuni rumah. Apalagi suara dari atap baja ringan bisa menjadi pertanda masalah.


    Lantas, apa arti dari bunyi atap baja ringan ketika hujan? Lalu, apa penyebabnya ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Pertanda Buruk Atap Baja Ringan Berisik

    Dikutip dari Metal Roofing Alliance, atap logam yang berbunyi bisa menandakan masalah. Berikut potensi masalah yang menyebabkan atap bising.

    • Atap tidak dipasang sesuai dengan rekomendasi pabrik atau insulasinya tidak memadai.
    • Jumlah pengencang atap terlalu sedikit atau pengencang yang longgar.
    • Penempatan atap yang tidak tepat.

    Penyebab Atap Baja Ringan Berisik

    Atap baja ringan bisa berbunyi karena beberapa faktor di antaranya dipengaruhi oleh dek atap, insulasi, serta teknik pemasangan. Atap baja ringan sering bising bisa karena sifat logam (besi) itu sendiri yang jadi materialnya. Logam mengeluarkan bunyi denting atau dering ketika dipukul.

    Selain material, bentuk atap juga mempengaruhi bunyi pada atap. Biasanya, atap dengan permukaan yang lebih tinggi dan ruang loteng yang lebih luas, cenderung lebih senyap daripada atap datar.

    Cara Cegah Atap Bising

    Sebenarnya, atap material logam modern tidak akan berbunyi kalau dipasang dengan benar menurut laman JJ Roofing Supplies. Proses pemasangan dan bahan yang digunakan harus sesuai. Berikut ini cara untuk meredam kebisingan dari atap lembaran logam.

    • Pastikan instalasi benar, karena proses pemasangan memegang peranan penting untuk menentukan seberapa senyapnya atap logam.
    • Penggunaan insulasi dan lapisan bawah adalah cara paling efektif untuk mengurangi kebisingan dari atap ini. Bahan-bahan tersebut berfungsi sebagai penghalang suara, menyerap, dan meredam kebisingan sebelum bisa memasuki ruang.
    • Pertimbangkan struktur atap dengan kemiringan yang lebih curam. Sebab, sudutnya membantu meredakan dampak tetesan air hujan, sehingga umumnya akan lebih senyap daripada atap yang lebih datar. Keberadaan ruang loteng juga bisa menyediakan zona penyangga tambahan untuk meredam suara-suara tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Biang Kerok Kanopi Baja Ringan Mudah Berkarat dan Solusinya



    Jakarta

    Salah satu material kanopi yang banyak dipakai adalah baja ringan. Biasanya baja ringan dipakai sebagai kerangka karena strukturnya yang kokoh, tahan terhadap perubahan cuaca, pembuatannya yang mudah, dan bobotnya yang ringan.

    Namun, baja ringan juga memiliki kekurangan, material ini mudah berkarat terutama pada bagian simpul pertemuan antar baja dan bagian bawah. Ternyata alasannya tidak melulu karena faktor luar seperti cuaca, suhu, dan air, melainkan bisa disebabkan kesalahan pada pemasangannya.

    Kontraktor Albert Lim menjelaskan karat atau korosi pada baja ringan kebanyakan justru disebabkan karena cairan semen yang mengenai baja ringan. Campuran semen dengan air untuk menyangga baja ringan menimbulkan reaksi kimia yang merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ). Lapisan ini sangat penting bagi baja ringan, yakni untuk melindungi korosi.


    “Penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja. Itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (baja ringannya),” kata Albert kepada detikcom, Minggu (7/4/2024) lalu.

    Banyak orang memakai semen untuk membantu kerangka kanopi baja ringan tetap berdiri karena menyamakan material tersebut sebagai pengganti besi. Padahal kedua material tersebut memiliki sifat yang berbeda.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti penggantinya besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” jelasnya.

    Oleh karena itu, banyak kerangka kanopi baja ringan yang rapuh dan keropos akibat karat di bagian bawah atau di bagian simpul.

    Kerangka baja ringan yang sudah keropos bisa diperbaiki dengan ditambal. Namun, tampilannya tentu berbeda. Solusi yang paling tepat adalah mengganti satu tiang tersebut dengan yang baru dan mengganti bahan penyangga kerangka tersebut.

    Albert menyarankan untuk membuat kolom beton yang agak naik sebelum menanam kanopi baja ringan. Kolom beton yang sudah kering tidak akan bereaksi pada permukaan baja ringan.

    “Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. Itu baru benar atau ya pakai material lain,” pungkasnya.

    Albert mengingatkan jangan sekali-sekali menyepelekan baja ringan yang berkarat. Apabila terus didiamkan, akan sangat berisiko ambruk dan menimpa barang atau membahayakan penghuni rumah yang berada di bawahnya.

    “Kalau orangnya lupa ganti (pilar kanopi), kebiasaan kan kita take it for granted, bikin penggunaan sudah, ditinggal-tinggalin terus lupa di-maintain. Nah, baja ringan kayak gini itu kalau sudah berkarat dibiarin terus-terusan ya bahaya buat yang ninggalin,” terang Albert.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Kerangka Kanopi Baja Ringan dan Besi Hollow Beserta Harganya


    Jakarta

    Saat ingin memasang kanopi, banyak sekali komponen yang harus disiapkan, salah satunya adalah jenis kerangka kanopi. Biasanya atap kanopi dengan kerangka bisa dipesan bersamaan, tetapi pembeli tetap memiliki hak untuk memilih jenisnya.

    Jenis kerangka kanopi yang banyak dipakai dan dikenal cukup tahan lama adalah baja ringan dan besi hollow. Bagi orang awam dua jenis kerangka ini terlihat mirip dari segi wujudnya, padahal keduanya berbeda.

    Perbedaan Kanopi Baja Ringan dan Besi Hollow

    1. Kanopi Baja Ringan

    Kanopi baja ringan merupakan material kerangka kanopi yang memiliki bobot ringan dan tipis. Namun, baja ringan tidak rapuh, justru material ini banyak dipakai karena daya tahannya. Warna baja ringan adalah abu-abu metalik, abu-abu gelap, hingga berwarna. Baja ringan mudah untuk disambung dengan cara dilas sehingga mudah untuk dibentuk. Untuk dipotong pun tidak susah. Baja ringan juga disebut kuat berdiri di daerah bencana seperti yang sering gempa bumi.


    Model kanopi baja ringan cukup beragam, dengan pilihan rangka single atau double dan pilihan penutup atap mulai dari atap go-green, genteng metal hingga atap spandex dan UPVC. Kelebihan dari baja ringan adalah harganya yang ekonomis.

    Jenis baja ringan sendiri cukup banyak, biasanya yang dipakai untuk membuat kanopi adalah jenis baja ringan Truss dan Reng yang memang memiliki daya tahan yang baik terhadap beban berat. Berikut kisaran harga baja ringan Truss dan Reng dilihat detikcom dari e-commerce, Senin (30/6/2025).

    • Baja Ringan Truss

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,45 mm: Rp 65.000

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,50 mm: Rp 70.000

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,55 mm: Rp 75.000

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,60 mm: Rp 80.000

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,65 mm: Rp 85.000

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,70 mm: Rp 92.000

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,75 mm: Rp 95.500

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 1 mm: Rp 120.000

    • Baja Ringan Reng

      Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,40 mm: Rp 28.000

      Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,45 mm: Rp 35.000

    2. Kanopi Besi Hollow

    Kanopi besi hollow adalah jenis kerangka kanopi yang juga terbuat dari baja ringan yang sering disebut dengan pipa hollow. Jenis besi hollow yang banyak dipakai untuk kanopi adalah hollow givalum. Perbedaan antara besi hollow dengan baja ringan terletak pada rongga-rongga di tengah-tengah permukaannya.

    Kelebihan dari besi hollow mirip dengan baja ringan biasa yakni memiliki daya tahan yang kuat, meskipun tidak sekuat baja ringan. Kemudian, bobotnya juga ringan, tetapi besi hollow lebih tebal. Bentuk besi hollow juga mirip dengan baja ringan pada umumnya yakni berwarna abu-abu metalik, ada pula yang berwarna lebih gelap, dan berwarna.

    Berikut kisaran harga besi hollow dilihat detikcom dari e-commerce.

    Hollow baja ringan per batang (400 cm) tebal 0,30 mm, mulai dari Rp 19.000

    Hollow baja ringan per batang (400 m) tebal 0,35 mm, mulai dari Rp 27.500

    Hollow baja ringan per batang (400 cm) tebal 0,40 m, mulai dari Rp 36.000

    Harga baja ringan dan besi hollow di atas akan berubah tergantung penjual, ketebalan, ukuran, dan merek produk.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Atasi Atap Baja Ringan Berisik Saat Hujan & Angin Kencang



    Jakarta

    Atap baja ringan kerap dipilih untuk rumah-rumah modern karena terkenal kuat, tahan lama, dan praktis. Namun, tak sedikit pemilik rumah yang mengeluhkan suara berisik dari atap ini saat turun hujan deras atau angin kencang menerpa.

    Suara denting atau gemeretak dari atap baja ringan memang bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Bahkan dalam beberapa kasus, bisa jadi pertanda ada yang tidak beres dengan pemasangannya.

    Kenapa Atap Baja Ringan Bisa Berisik?

    Dilansir dari Metal Roofing Alliance, suara berisik pada atap baja ringan umumnya disebabkan oleh tiga hal utama, yaitu:


    • Dek atap
    • Material insulasi
    • Teknik pemasangan

    Selain itu, karakteristik logam itu sendiri juga memengaruhi. Logam akan berbunyi saat terkena benturan atau tekanan-termasuk tetesan air hujan. Bentuk atau struktur atap pun turut berperan. Atap yang lebih tinggi dan memiliki ruang loteng, cenderung lebih senyap dibanding atap datar.

    Waspadai! Atap Berisik Bisa Jadi Tanda Masalah

    Menurut Metal Roofing Alliance, atap logam yang menimbulkan suara berlebihan bisa mengindikasikan adanya kesalahan teknis. Beberapa di antaranya:

    • Pemasangan tidak sesuai standar pabrik
    • Jumlah pengencang kurang atau longgar
    • Penempatan panel atap yang tidak tepat
    • Insulasi atap tidak memadai

    Jika tidak segera diperbaiki, masalah ini bisa menimbulkan kerusakan jangka panjang.

    Solusi Mengurangi Kebisingan Atap Baja Ringan

    Melansir JJ Roofing Supplies, ada beberapa cara untuk mengurangi suara bising pada atap baja ringan:

    Pastikan Proses Pemasangan Tepat

    Kunci utama adalah pemasangan yang benar oleh tenaga profesional sesuai panduan pabrik.

    Gunakan Insulasi & Lapisan Bawah (Underlayment)

    Material ini dapat meredam suara tetesan hujan atau gesekan angin, sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

    Perhatikan Desain dan Kemiringan Atap

    Atap dengan kemiringan curam lebih baik dalam meredam suara karena air hujan lebih cepat mengalir, tidak menumpuk di satu titik.

    Manfaatkan Ruang Loteng

    Ruang loteng berfungsi sebagai penyangga tambahan suara, sekaligus membantu sirkulasi udara di rumah.

    Jika dipasang dengan benar dan dilengkapi insulasi yang memadai, atap baja ringan bisa menjadi investasi jangka panjang yang tak hanya tahan lama, tetapi juga memberi kenyamanan akustik bagi penghuni rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kanopi Baja Ringan Bisa Berkarat, Begini Biar Tetap Kokoh Menurut Kontraktor



    Jakarta

    Baja ringan sering dipilih sebagai material penyangga atau kerangka kanopi rumah. Selain strukturnya yang kokoh, material ini juga ringan, mudah dibentuk, dan tahan lama.

    Hanya satu kekurangannya yang harus diwaspadai, yakni baja ringan bisa berkarat. Area paling rentan berkarat biasanya bagian simpul pertemuan antar baja dan bagian bawah dan yang sering terkena air. Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena ketika karat kondisinya sudah parah, bisa merusak permukaannya hingga muncul lubang yang membuat strukturnya rapuh.

    Kontraktor Albert Lim mengungkapkan salah satu penyebab munculnya karat pada baja ringan adalah cairan semen yang mengenai baja ringan. Hal ini dikarenakan semen tersebut telah dicampur dengan air yang menimbulkan reaksi kimia yang merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ). Lapisan ini sangat penting bagi baja ringan, yakni untuk melindungi korosi. Sementara penggunaan semen juga penting untuk merekatkan baja ringan tersebut dengan bagian yang solid.


    “Penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja. Itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (baja ringannya),” kata Albert saat berbincang dengan detikProperti, Minggu (7/4/2024) lalu.

    Menurut Albert, baja ringan seharusnya diperlakukan sama dengan besi, yakni dijauhkan dari bahan yang bisa memicu karat karena keduanya memiliki kondisi yang sama.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti penggantinya besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” jelasnya.

    Oleh karena itu, temuan karat pada baja ringan pasti terjadi karena dari pemilihan bahan-bahannya yang tidak pas.

    Cara Mengatasi Karat pada Baja Ringan

    Albert mengatakan baja ringan yang sudah keropos bisa diperbaiki dengan ditambal. Namun, tampilan kanopi akan berbeda. Apabila ingin mempertahankan bentuknya, tiang kanopi yang berkarat harus diganti dengan yang baru.

    Untuk pencegahan karat sedari awal, perlu adanya kolom beton yang tinggi sebelum menanam kanopi baja ringan. Kolom beton yang sudah kering tidak akan bereaksi pada permukaan baja ringan.

    “Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. Itu baru benar atau ya pakai material lain,” ungkapnya.

    Albert mengingatkan jangan sekali-sekali menyepelekan baja ringan yang berkarat. Apabila terus didiamkan, akan sangat berisiko ambruk dan menimpa barang atau membahayakan penghuni rumah yang berada di bawahnya.

    “Kalau orangnya lupa ganti (pilar kanopi), kebiasaan kan kita take it for granted, bikin penggunaan sudah, ditinggal-tinggalin terus lupa di-maintain. Nah, baja ringan kayak gini itu kalau sudah berkarat dibiarin terus-terusan ya bahaya buat yang ninggalin,” terang Albert.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi karat pada kanopi baja ringan. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Bangun Atap yang Kuat, Tak Mudah Ambruk dan Terbang Tertiup Angin


    Jakarta

    Atap rumah berfungsi untuk melindungi penghuni dari terpaan cuaca, baik hujan maupun sengatan matahari. Untuk itu, bagian rumah harus kuat agar tidak rusak.

    Saat angin kencang mengembus, genteng bisa bergeser atau terbang. Belum lagi hujan deras bisa bikin atap ambruk.

    Lantas, bagaimana cara membangun atap rumah yang kuat menahan cuaca? Simak tipsnya berikut ini.


    Tips Bangun Genteng yang Kuat

    Inilah cara membuat atap yang kuat menurut kontraktor.

    1. Pasang Rangka Atap dari Baja Ringan

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyarankan untuk membuat rangka atap menggunakan bahan baja ringan. Bahan ini dapat membuat struktur atap lebih kuat karena tidak akan lapuk seperti kayu.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Meski demikian, pemasangan rangka atap tetap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan bobot genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” ucapnya.

    2. Pakai Genteng yang Berat

    Selain itu, Panggah menganjurkan untuk menggunakan genteng yang berat. Tujuannya, agar bobot genteng dapat menahan terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” katanya.

    3. Susun Genteng dengan Rapi

    Jika sudah memilih genteng yang tepat, penyusunannya dilakukan dengan cara saling menimpa satu dengan lainnya. Kemiringan genteng pun harus sesuai.

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” tuturnya.

    Itulah cara membuat atap yang kuat sehingga tidak cepat rusak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Kanopi Baja Ringan yang Dipasang dengan Semen Mudah Berkarat?



    Jakarta

    Kanopi dengan baja ringan saat ini menjadi pilihan menarik karena tahan lama, mudah dibentuk dan dipasang. Namun, ada yang menyebut kanopi baja sebaiknya tidak dipasang dengan semen karena mudah berkarat.

    Menanggapi hal ini, Head of Marketing Semen Merah Putih Nyiayu Chairunnikma membantah anggapan tersebut. Semen bukanlah penyebab utama kanopi baja berkarat. Melainkan karena air yang mengenai baja tersebut.

    “Yang salah bukan bajanya atau semennya. Sebenarnya semen itu kan mengandung alkali. Alkali itu sifatnya korosif, yang menjadi penyebab dia (baja) korosif adalah air. Tapi kalau udah kering (semen) di dalam bajanya itu, terus masuk air airnya ini yang menyebabkan dia karat,” kata wanita yang kerap disapa Ayu, di Agora Mall, Jakarta, pada Jumat (7/11/2025).


    Ia mengatakan kalau masalahnya ada di semen, berarti besi-besi yang merupakan salah satu material utama pembangunan rumah juga akan berisiko berkarat.

    “Kebayang semua struktur rumah pasti pake apa? Besi. Semen juga pake. Rumah itu tahan berapa lama? Semua rumah strukturnya pasti sekarang besi kan, besi tulangan nah terus dilapis sama semen,” jelasnya.

    Masalah korosi akibat air ini telah menjadi masalah umum yang kerap ditemui di bidang konstruksi. Oleh karena itu, saat ini sudah muncul produk semen yang bisa menahan air dan kelembapan menembus lapisan semen yang sudah mengeras.

    “Kalau udah kering (semen) di dalam besinya itu, terus masuk air, airnya ini yang menyebabkan dia (besi) karat. Itu kenapa ada Semen Merah Putih Water Shield. Semen Merah Putih Water Shield dia menolak air nggak masuk ke dalam dinding sehingga besi di dalam itu, besi tulangan di dalam dinding nggak kena air,” jelasnya.

    Itulah penjelasan mengenai penyebab kerangka kanopi baja ringan bisa berkarat, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Baja Ringan Terbaru 2025 untuk Konstruksi


    Jakarta

    Baja ringan merupakan salah satu bahan material yang banyak dipilih untuk konstruksi rumah. Umumnya, baja ringan sering digunakan sebagai rangka atap bangunan.

    Alasan utama baja ringan banyak digunakan untuk konstruksi bangunan saat ini karena memiliki sejumlah keunggulan, seperti bobot yang ringan, kokoh, dan anti rayap.

    Jika berencana untuk menggunakan baja ringan pada konstruksi bangunan, sebaiknya cari tahu dulu harganya sebelum membelinya. Sebab, harga baja ringan bisa berbeda-beda tergantung dari jenisnya.


    Simak kisaran harga baja ringan terbaru per November 2025 dalam artikel ini.

    Harga Baja Ringan Terbaru per November 2025

    Baja ringan yang dijual di pasaran terdiri dari berbagai jenis. Biasanya baja ringan dijual dalam satuan per batang dengan harga yang berbeda-beda, tergantung dari jenis dan ketebalannya.

    Dari pantauan detikProperti di sejumlah toko bangunan di e-commerce, Senin (24/11/2025), berikut kisaran harga baja ringan per batang terbaru November 2025:

    1. Baja Truss

    Baja ringan truss atau kaso dinilai kokoh dan dapat menahan beban berat. Pada umumnya baja ringan ini digunakan untuk rangka atap serta struktur kuda-kuda.

    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,50 mm: Rp 55.500
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,55 mm: Rp 66.500
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,60 mm: Rp 71.000
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,70 mm: Rp 81.000
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,75 mm: Rp 87.000
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 1 mm: Rp 118.000.

    2. Baja Ringan Hollow

    Baja ringan hollow berbentuk kotak atau persegi panjang dengan rongga di dalamnya. Baja jenis ini banyak digunakan untuk rangka konstruksi bangunan karena dinilai ringan dan kokoh.

    • Hollow baja ringan per batang 2 x 4 (0,30 mm): Rp 18.000
    • Hollow baja ringan per batang 4 x 4 (0,30 mm): Rp 20.000
    • Hollow baja ringan per batang 2 x 4 (0,50 mm): Rp 38.000
    • Hollow baja ringan per batang 4 x 4 (0,50 mm): Rp 48.000.

    3. Baja Ringan Reng

    Jenis baja ringan selanjutnya adalah baja ringan reng yang punya ciri khas berbentuk segitiga. Baja ringan ini juga kerap digunakan untuk konstruksi bangunan.

    • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,34 mm: Rp 23.000
    • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,40 mm: Rp 27.500
    • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,45 mm: Rp 34.000
    • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,50 mm: Rp 37.000.

    4. Baja Ringan Bondek

    Baja ringan bondek memiliki fungsi sebagai rangka pada tulangan, pelapis, atau pembungkus untuk menahan beban dan tekanan beton. Ciri khas dari baja ringan ini adalah punya bentuk bergelombang.

    • Baja ringan bondek (0,6 mm) lebar 1 meter: Rp 475.000/lembar
    • Baja ringan bondek (0,6 mm) lebar 1 meter: Rp 2.375.000/5 lembar
    • Baja ringan bondek (0,6 mm) lebar 1 meter: Rp 4.750.000/10 lembar.

    Sebagai pengingat, harga di atas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Harga yang tercantum di atas diambil dari sejumlah toko bangunan online di Jabodetabek.

    Itulah kisaran harga baja ringan dari berbagai jenis terbaru per November 2025. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com