Tag: baju

  • Begini Cara Menghilangkan Noda Tinta di Baju, Mudah dan Cepat


    Jakarta

    Noda tinta yang menempel pada pakaian sering kali sulit dihilangkan dengan cara biasa. Misalnya, karena terkena spidol ataupun tinta pulpen.

    Hal tersebut bisa masalah menjengkelkan, karena baju bakal nggak enak dipandang. Namun, ada kok beberapa cara sederhana untuk menghilangkannya dengan efektif.

    Alasan Noda Tinta Baju Susah Dihapus

    Umumnya, ada 2 jenis tinta yakni yang berbasis air dan minyak. Tinta berbasis air biasanya ada pada pena gel, spidol, maupun jenis pulpen tertentu. Sementara itu, tinta berbasis minyak seperti yang ada pada tinta sablon.


    Menurut laman Better Homes & Gardens, tinta berbasis air akan lebih mudah dibersihkan dibandingkan dengan yang berbasis minyak.

    Noda tinta pulpen atau bolpoin memang agak sudah untuk dihilangkan. Pasalnya, tintanya berbasis minyak sehingga bersifat hidrofobik (tidak menyatu dengan air).

    Menghilangkan Noda Tinta di Pakaian

    Dikutip dari laman Good Housekeeping, berikut adalah cara menghilang kan bekas pulpen di baju agar hilang:

    1. Cara Hilangkan Noda Tinta Bekas Pulpen di Baju

    Menghapus tinta pulpen di baju bisa dengan alkohol. Berikut langkah-langkahnya:

    • Taruh handuk di bawah noda tinta, lalu teteskan alkohol dengan pipet.
    • Pakailah tisu bersih untuk menyerap tinta yang terangkat.
    • Kemudian bilas dengan air dingin, aplikasikan pembersih noda sebelum mencuci.
    • Cuci baju seperti biasa setelah memastikan noda tinta telah hilang.

    2. Cara Membersihkan Noda Tinta Spidol atau Felt-tip Pen di Baju

    • Bilas noda tinta spidol dengan air dingin. Tujuannya untuk menghilangkan sebanyak mungkin tinta.
    • Segera rendam pakaian dalam campuran air panas, detergen cair tanpa pemutih, dan amonia.
    • Gosok dengan lembut noda, lalu rendam sekitar 30 menit sampai 1 jam.
    • Cuci pakaian dengan detergen yang sama, lalu pastikan noda hilang sebelum mengeringkannya.

    3. Cara Menghilangkan Noda Spidol Permanen

    Tinta spidol permanen bisa dihilangkan, namun kita perlu usaha ekstra untuk melakukannya. Simak langkah-langkah untuk membersihkannya:

    • Taruh handuk di bawah noda, lalu gunakanlah pipet untuk mengoleskan alkohol.
    • Ganti handuk, apabila terlalu kotor sambil terus oleskan alkohol sampai tinta terangkat.
    • Bilas pakaian
    • Cek lagi apakah noda hilang. Jika masih ada, ulangi langkah sebelumnya jika perlu.
    • Cuci pakaian setelah memastikan noda benar-benar hilang.

    Sebagai informasi, menghilangkan noda tinta di kulit sebaiknya menggunakan kapas yang dicelupkan dalam alkohol. Jangan mencoba metode tersebut pada pakaian yang hanya boleh dicuci kering.

    Jika noda tinta di pakaian sudah mengering, pertimbangkan untuk menggunakan pembersih noda khusus. Semoga cara menghilangkan bekas pulpen hingga tinta spidol tadi bermanfaat. Selamat mencoba!

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Gantung atau Lipat? Ini Tips Menyimpan Pakaian dengan Rapi



    Jakarta

    Kita terkadang bingung tentang cara terbaik untuk menyimpan pakaian di lemari, antara menggantung atau melipat pakaian. Simak panduan ini yang akan membahas kelebihan dan kekurangan dari kedua metode tersebut, serta memberikan tips praktis untuk menyortir dan menyimpan semua pakaian kamu dengan efisien.

    Barang yang Harus Selalu Digantung

    Pertama-tama, mari kita lihat isi lemari kamu. Kemudian, jenis pakaian apa saja yang sebaiknya digantung di gantungan baju.

    Kain yang Ringan dan Lembut

    Melansir dari Martha Stewart, semua jenis pakaian yang terbuat dari kain yang mengalir perlu perlakuan khusus. Pakaian yang terbuat dari sutra, sifon, atau bahan ‘mengalir’ lainnya.


    Biasanya berupa gaun atau blus sebaiknya digantung. Kamu disarankan untuk membayangkan bagaimana kain tersebut bergerak saat tertiup angin, jika kain itu terlihat melayang atau menari, maka sebaiknya tidak dilipat dan disimpan dalam laci.

    Kain Linen

    Kain linen dikenal mudah kusut, sehingga lebih baik untuk menggantung semua pakaian berbahan linen di lemari. Menggantung kain linen membantu mencegah kerutan yang tidak perlu.

    Kain linen hampir selalu memerlukan setrika agar tampil optimal. Oleh karena itu, gantung semua pakaian linen kamu.

    Celana

    Meskipun celana jeans tidak selalu memerlukan ruang di lemari kamu, penting untuk menggantung semua celana lainnya, seperti celana panjang yang lebih formal.

    Celana formal dan kasual sebaiknya selalu digantung. Kamu bisa menggantungnya secara lurus atau melipatnya di gantungan.

    Blus

    Jika kamu ingin blus cantik kamu terhindar dari lipatan dan kerutan yang mengganggu, pastikan untuk menggantungnya. Blus sebaiknya selalu digantung, karena hal ini akan membantu mencegah kerutan yang lebih parah.

    Jaket

    Jaket adalah barang yang cukup besar, dan jika kamu mencoba melipatnya untuk disimpan di lemari, hal ini tidak hanya dapat menyebabkan kerutan serta berisiko merusak strukturnya, tetapi juga akan memakan banyak ruang.

    Semua jenis jaket sebaiknya digantung. Baik itu blazer, jaket jeans, atau pakaian luar lainnya, semua itu terlalu besar untuk dilipat.

    Gaun

    Sebagian besar gaun kamu, meski tidak semuanya, sebaiknya mendapatkan ruang vertikal di lemari kamu. Secara umum, gaun harus selalu digantung.

    Namun, pengecualiannya adalah gaun sweater tebal atau gaun berat lainnya. Jika digantung, gaun tersebut bisa melar. Sebaiknya lipat gaun ini untuk mencegah hal itu.

    Pakaian yang Harus Selalu Dilipat

    Setelah mengetahui pakaian mana yang sebaiknya digantung, kini saatnya membahas jenis pakaian yang harus dilipat, dimulai dengan sweater musim dingin kamu yang lebih tebal.

    Sweater Tebal

    Lipatlah untuk menjaga integritas strukturalnya sekaligus menghemat ruang di lemari kamu. Sweater yang sangat tebal sebaiknya dilipat, meskipun ada teknik khusus untuk menggantung sweater dengan lembut agar tidak meninggalkan bekas, metode ini biasanya tidak intuitif bagi banyak orang.

    Selain itu, sweater tebal dapat memakan ruang yang cukup besar, sering kali setara dengan enam blus yang digantung atau lebih.

    Pakaian Olahraga

    Celana yoga, atasan olahraga, dan pakaian olahraga apa pun yang akan kamu gunakan di gym, sebaiknya dilipat. Menggantung pakaian ini bisa membuatnya tidak nyaman dan melar.

    Celana Pendek

    Meskipun kamu tidak perlu melipat celana pendek, sebenarnya tidak ada alasan untuk menggantungnya, jadi lebih baik jika celana pendek dilipat dan disimpan di lemari kamu. Celana pendek sebaiknya selalu dilipat karena tidak praktis untuk menggantungnya.

    Pakaian yang Bisa Digantung atau Dilipat

    Di sisi lain, ada beberapa jenis pakaian yang dapat dilipat atau digantung, tergantung pada ruang yang tersedia dan preferensi pribadi.

    Kaos

    Kaos adalah salah satu jenis pakaian yang bisa diperlakukan seperti itu. Kaos dapat digantung, dilipat, atau ditumpuk, dan menggantungnya pasti mengurangi kemungkinan kerutan.

    Namun, sebagian besar kaos modern mengandung serat elastis seperti Lycra, sehingga mereka cenderung tidak mudah kusut, termasuk saat dilipat. Jika kamu memilih untuk menggantung kaos, pastikan menggunakan gantungan yang tepat.

    Kamu direkomendasikan untuk memakai gantungan yang empuk. Pilihan yang lebih lembut dan lebar dapat membantu mencegah distorsi yang mungkin terjadi akibat gantungan yang sempit.

    Jeans

    Jeans adalah salah satu pakaian paling fleksibel di lemari pakaian kamu, hal ini sangat relevan ketika harus menyimpannya. Jeans adalah celana yang paling mudah dilipat karena biasanya lebih tebal dan akan mempertahankan bentuknya.

    Tentu saja, beberapa orang lebih suka menggantungnya. Jika demikian, melipatkannya di gantungan adalah cara terbaik.

    Syal

    Jika kamu memiliki koleksi syal, kamu dapat melipat syal, menggulung, atau menggantungnya. Meskipun ada berbagai cara untuk menyimpan syal, ukuran syal sering kali menjadi faktor penentu apakah sebaiknya dilipat atau digantung.

    Syal yang lebih besar, yang berfungsi sebagai selendang, sebaiknya dilipat karena lebih praktis untuk barang sebesar itu. Syal yang lebih kecil, yang dikenakan di leher, dapat dilipat dan disimpan di laci atau wadah, serta bisa juga digantung di gantungan syal.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini 7 Tips Bikin Baju Menguning Kembali Putih Tanpa Pemutih


    Jakarta

    Baju atau pakaian berwarna putih memang punya daya tarik sendiri, namun mudah kotor dan menguning. Untuk mengembalikannya jadi putih bersih, biasanya orang-orang menggunakan cairan pemutih.

    Namun, penggunaan produk pemutih yang kurang tepat justru bisa merusak pakaian, lho. Tapi tenang saja, ada cara lain untuk memutihkan baju putih yang menguning.

    Kamu bisa menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah atau di alam. Yuk, simak caranya di bawah ini.


    Cara Memutihkan Pakaian Tanpa Pemutih

    Dikutip dari The Spruce dan Real Simple, berikut sederet cara memutihkan pakaian putih yang kekuningan atau kusam tanpa cairan pemutih:

    1. Gunakan Perasan Lemon

    Air perasan lemon merupakan pemutih alami untuk pakaian. Kandungan asam sitratnya berguna untuk memutihkan pakaian berbahan katun, linen, dan poliester.

    • Siapkan 4 buah lemon, potong menjadi dua bagian dan peras untuk diambil airnya.
    • Campurkan perasan lemon ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas.
    • Rendam pakaian putih setidaknya 4 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    2. Rendam dengan Soda Kue

    Soda kue atau baking soda mengandung natrium bikarbonat yang bantu menghilangkan noda membandel pada kain. Bahan ini juga dapat menghempaskan bau yang menempel di pakaian, termasuk kaus kaki.

    • Campurkan 230 gram soda kue ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas, aduk hingga larut.
    • Rendam pakaian putih setidaknya 1 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    3. Tambahkan Cuka Putih

    Asam asetat dalam cuka putih bantu menghilangkan residu detergen penyebab pakaian menguning dan kusam.

    • Tambahkan 250 ml cuka putih suling ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas.
    • Masukkan pakaian putih menguning dan rendam semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    4. Gunakan Sabun Cuci Piring

    Sabun cuci piring ada yang mengandung natrium hipoklorit yang bisa memutihkan kain terbuat dari serat alami seperti katun atau linen.

    • Siapkan 3,5 liter air panas.
    • Tambahkan sedikit sabun cuci piring dengan detergen biasa, aduk merata.
    • Masukkan pakaian kusam dan rendam selama 30 menit.
    • Cuci pakaian seperti biasa.

    5. Gunakan Citric Acid

    Bubuk citric acid atau asam sitrat bekerja sebagai pemutih sama seperti lemon. Teksturnya yang bubuk cukup disimpan tempat kering dan tidak mudah rusak seperti perasan lemon.

    • Campurkan 3 sendok makan bubuk asam sitrat dalam 3,5 liter air panas.
    • Rendam pakaian setidaknya 4 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    6. Campurkan Boraks

    Boraks termasuk alternatif pemutih yang dapat menghilangkan noda dan residu yang mampu menempel pada kain.

    • Campurkan 115 gram bubuk boraks ke 3,5 liter air hangat, aduk hingga larut.
    • Masukkan pakaian putih dan rendam selama 30 menit atau lebih.
    • Cuci seperti biasa.

    7. Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Cahaya matahari yang mengandung sinar ultraviolet (UV) bisa memudarkan warna pakaian tapi juga dapat mencerahkan baju putih. Tidak hanya memutihkan, cahaya ini bantu membunuh kuman yang mungkin bersarang di kain.

    Pakaian, seprai, maupun handuk putih dapat dijemur di bawah sinar matahari langsung dan biarkan hingga kering.

    Penting diperhatikan, sejumlah cara di atas dikhususkan untuk pakaian full putih. Pengulangan metode mungkin diperlukan untuk mendapatkan pakaian yang kembali putih dan bersih.

    Hindari penggunaannya pada pakaian berwarna atau motif. Lakukan metode sesuai petunjuk dan jangan mencampur-campur bahan yang dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Pembersih yang Ampuh Hilangkan Noda Jamur pada Pakaian


    Jakarta

    Jamur bukan hanya muncul pada makanan, perabotan, atau material bangunan saja, melainkan pada pakaian juga. Penyebabnya adalah bahan pakaian tersebut lembap atau basah tetapi tidak langsung dibersihkan atau dijemur. Alhasil bagian yang lembap pada pakaian tersebut menjadi tempat yang baik untuk jamur berkembang.

    Tanda pakaian kamu berjamur adalah munculnya bercak-bercak berwarna pada permukaan pakaian. Warnanya beragam, ada yang hitam, putih, abu-abu, dan lainnya. Bercak ini tidak bisa langsung hilang hanya dengan membilasnya dengan air biasa. Apalagi jika kamu asal memasukkan ke dalam mesin cuci.

    Kamu membutuhkan bahan pembersih tambahan untuk menghilangkan jamur pada pakaian. Dilansir Persil, berikut bahan-bahan yang aman untuk membersihkan jamur pada pakaian.


    1. Cuka putih

    Cuka merupakan bahan yang ampuh untuk menghilangkan noda membandel dan jamur. Bahan satu ini juga cukup mudah ditemukan di warung atau pusat perbelanjaan. Sebelum memakai cuka untuk membersihkan jamur, kamu perlu melihat keterangan cara membersihkan kain yang tertera pada bagian dalam baju. Apakah penggunaan cuka dapat merusak bahan atau tidak.

    Jika tidak ditemukan larangan seperti itu, kamu bisa langsung menyiapkannya. Caranya dengan campurkan satu cangkir cuka ke dalam air bersih yang sudah dituangkan ke dalam ember yang cukup untuk pakaian yang akan dibersihkan. Jika kamu ingin membersihkan menggunakan mesin cuci, tuangkan 1-2 cangkir cuka untuk dapat membunuh jamur dan mencerahkan pakaian putih.

    2. Pemutih Pakaian

    Jika tidak menemukan cuka, kamu bisa menggunakan pemutih pakaian. Meskipun namanya pemutih, bahan ini efektif membunuh jamur. Namun, hati-hati bahan ini juga bisa memudarkan warna pada pakaian.

    Sebelum memakai pemutih, kamu harus mengecek label cara membersihkan pakaian di dalam baju. 0astikan kamu memakai sarung tangan karet dan sirkulasi di ruangan tersebut baik karena bau pemutih pakaian cukup menyengat. Lalu, jauhkan dari jangkauan anak-anak di ruangan tersebut. Simpan pemutih di lemari yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan.

    3. Sabun mandi

    Alternatif lainnya adalah menggunakan sabun mandi baik yang batangan atau cair. Lebih baik juga sebelumnya kamu sudah merendam pakaian di air hangat. Setelah dioleskan sabun, gosok hingga noda jamur menghilang atau pudar. Kemudian jemur hingga kering.

    4. Boraks

    Boraks memang bahaya jika dicampurkan dalam makanan. Namun, keberadaan boraks bisa menghilangkan noda jamur pakaian lho. Kamu bisa membeli boraknya yang bentuknya bubuk. Takarannya adalah setengah cangkir boraks yang dimasukkan ke dalam air panas. Larutan ini juga bisa ditambahkan ke dalam mesin cuci, dan cuci seperti biasa.

    Namun, perlu diingat kamu harus membaca tata cara membersihkan pakaian yang tertera pada bagian dalam baju. Kemudian saat mencuci pakaian tersebut tangan kamu harus memakai sarung tangan lateks agar aman. Apabila setelah direndam nodanya tidak hilang, jangan lupa untuk disikat.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh 6 Barang Ini di Kamar Mandi Kalau Nggak Mau Menyesal


    Jakarta

    Banyak dari kita kadang tidak sadar memiliki kebiasaan menyimpan barang di kamar mandi seperti handuk, baju bekas pakai, dan lain-lain. Padahal kebiasaan tersebut tidak dianjurkan sebab kamar mandi adalah ruangan lembap yang dapat menimbulkan jamur, karat, lumur, atau kerusakan pada barang.

    Jadi, jangan sembarangan menaruh barang di dapur, khususnya barang-barang ini seperti dikutip dari Southern Living dan Real Simple, Senin (17/03/2025).


    Barang yang Tak Boleh Disimpan di Kamar Mandi

    Sebagian orang menyimpan handuknya pada gantungan kamar mandi. Kelembapan ruangan dapat menimbulkan jamur pada handuk sehingga menimbulkan bau apek. Jika kamu terpaksa harus selalu menyimpan handuk di dalam kamar mandi, maka upayakan mengganti handuk sesering mungkin.

    Pakaian

    Pakaian juga menjadi tempat berkembangnya kuman jika disimpan dalam kamar mandi apalagi jika menyimpannya selama berbulan-bulan. Sama seperti handuk, kelembapan membuat bakteri muncul dalam pakaian.

    Obat

    Obat biasanya disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Maka, jangan menyimpan obat di kamar mandi atau laci dalam kamar mandi.

    Pisau Cukur

    Pisau cukur merupakan salah satu barang yang sering ada di kamar mandi. Pada dasarnya, pisau cukur merupakan peralatan logam yang sebaiknya disimpan di tempat kering. Sebab, kelembapan kamar mandi dapat menimbulkan karat pada pisau cukur.

    Barang Elektronik

    Misalnya kamu menaruh speaker atau HP di kamar mandi maka rentan terjatuh ke dalam bak mandi atau toilet. Kelembapan udara juga membuat barang eletktronik cepat rusak.

    Perhiasan

    Jangan lupa memindahkan perhiasan kamu dari meja atau penyimpanan di kamar mandi. Kelembapan udara dapat membuat noda pada perhiasan.

    Kosmetik

    Kosmetik juga merupakan barang yang tidak bisa disimpan di dalam kamar mandi. Kelembapan udara dapat menurunkan kualitas kosmetik.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Konon Gantung Pakaian Kotor di Kamar Bisa Jadi Sarang Setan, Bener Nggak Sih?



    Jakarta

    Tidak semua pakaian yang sudah dikenakan akan diletakkan di mesin cuci atau keranjang pakaian kotor. Pasti beberapa di antara kalian ada yang memilih untuk menggantungnya di kamar tidur atau kamar mandi. Kamu menilai pakaian tersebut belum terlalu kotor dan masih bisa dipakai kembali.

    Namun, ternyata menurut sebagian orang kebiasaan seperti ini tidak baik. Sebab, konon pakaian kotor yang digantung di kamar atau kamar mandi bisa jadi sarang setan.

    Sebenarnya dalam pandangan Islam, hal seperti ini benar adanya atau hanya tahayul?


    Menurut Anggota Dewan Pengawas Syariah LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Mohamad Suharsono, hingga saat ini ia belum menemukan sumber pendukung yang membahas soal hukum menggantung pakaian kotor di kamar atau kamar mandi.

    “Dalam Islam sih saya belum menemukan dalil, baik itu hadist, Al-Quran, ataupun pendapat para ulama tentang menggantung baju di kamar khususnya atau juga bisa di kamar mandi, itu bisa mendatangkan jin. Saya belum menemukan dalilnya,” kata Suharsono saat dihubungi detikProperti, Rabu (19/3/2025).

    Meskipun dari hadist, Al-Quran, ataupun pandangan ulama belum ada yang menetapkan hukum mengenai hal ini, tetapi jika dilihat dari faktor kebersihan dan Kesehatan, memang pakaian kotor yang disimpan dapat menjadi sarang bakteri dan kuman.

    “Kalau saya melihat lebih dari faktor-faktor kesehatan, kebersihan, keindahan. Kalau baju kotor disimpan lama-lama kan juga kan jadi bateri, kuman, jadi nggak sehat,” ungkapnya.

    Lebih lanjut ia menerangkan selagi belum ditemukan dalil yang membahas mengenai hukum atas kebiasaan ini, maka hukumnya sah-sah saja dilakukan. Namun, jangan dilakukan berlebihan seperti pakaian tidak pernah dicuci atau digantung lama hingga berjamur dan bau.

    “Jadi kalau yang sifatnya kebiasaan, aktivitas di rumah atau yang lainnya, selagi tidak ada dalil yang melarang berarti dibolehkan secara hukum. Tapi apakah ada manfaatnya atau nggak? Kalau cuma sekedar menggantung sesekali aja, boleh. Tapi kalau keterusan, digantung semua, malah jadi mudharat (berdampak negatif),” jelasnya.

    Jika menggantung baju kotor justru membuat pemiliknya sakit-sakitan atau membuat kecelakaan di rumah, berarti kebiasaan tersebut harus ditinggalkan.

    “Kesimpulannya kalau menggantung baju di kamar ataupun di kamar mandi, menyebabkan banyaknya bakteri, banyaknya kuman, dapat merusak kesehatan, maka hindari. Menghindari bahaya itu, lebih diutamakan dibandingkan melenggangkan kemaslahatan (kebaikan),” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Alasan Sebaiknya Tidak Menjemur Baju di Depan Rumah


    Jakarta

    Banyak orang yang memilih untuk menjemur pakaian di luar ruangan, dibandingkan menggunakan mesin cuci yang bisa mengeringkan pakaian. Beberapa di antaranya menjemur pakaian di depan rumah.

    Namun, cara ini sebenarnya memiliki beberapa kekurangan yang bisa dipertimbangkan. Apa saja alasan sebaiknya tidak menjemur pakaian di depan rumah?

    4 Alasan Sebaiknya Tidak Menjemur Baju di Depan Rumah

    Beberapa alasan sebaiknya tidak menjemur baju di depan rumah. Mengutip laman The Spruce, berikut penjelasannya.


    1. Rentan Terkena Polusi dan Bau Tak Sedap

    Saat dijemur depan rumah, pakaian bisa menyerap bau dari polusi kendaraan yang lewat. Sama halnya jika rumah berdekatan dengan peternakan hewan atau pabrik. Aroma khas dari kedua tempat tersebut bisa menempel di pakaian yang bersih.

    2. Adanya Serangga dan Hewan Lainnya

    Menjemur baju di depan rumah juga memungkinkan dihinggapi serangga hingga kotoran hewan seperti burung yang sulit dihilangkan. Jika hal ini terjadi, kamu perlu mencuci ulang baju yang sudah kering.

    Jadi, penting untuk berhati-hati saat menggantungkan pakaian di luar ruangan.
    Pakaian dengan benang yang menggantung seperti sweater rajut juga bisa menarik perhatian burung yang melihatnya.

    3. Kondisi Cuaca Buruk

    Pakaian akan mengandalkan cuaca yang cerah agar bisa kering secara efektif. Angin yang kencang juga bisa menerbangkan kotoran dan debu yang menempel di pakaian.

    Sementara, jika ada hujan deras, pakaian tidak akan kering. Apalagi jika hal tersebut terjadi saat tidak ada orang di rumah. Pakaian bisa benar-benar basah karena tak sempat diangkat.

    4. Merusak Estetika

    Tali jemuran bisa dianggap menurunkan nilai estetika rumah. Bahkan, di luar negeri beberapa asosiasi pemilik rumah melarang menjemur pakaian di depan rumah. Sebab, adanya jemuran tersebut dianggap menurunkan nilai properti.

    Meski demikian, dibandingkan dengan hanya mengandalkan pengering mesin cuci, menjemur pakaian di bawah sinar matahari, seperti di depan rumah memiliki beberapa kelebihan. Mulai dari mencerahkan pakaian putih, menjaga ukuran pakaian tanpa membuatnya menyusut, hingga menghemat listrik.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Hilangkan Bau Asap Rokok di Rumah, Bisa Pakai Cuka


    Jakarta

    Bau asap rokok yang tercium di ruang tertutup akan bertahan cukup lama. Hal ini dikarenakan asap tidak dapat terbuang keluar dan udara segar tidak dapat masuk ke dalam rumah.

    Hal ini dapat berbahaya bagi anggota keluarga yang tidak merokok, terutama anak-anak. Oleh karena itu, banyak anjuran jika ingin merokok sebaiknya dilakukan di luar ruangan.

    Namun, sering didapati anjuran merokok di luar tidak sepenuhnya efektif menghilangkan bau karena asap rokok tersebut tertinggal di pakaian.


    Lantas, bagaimana cara efektif menghilangkan bau asap rokok?

    Dilansir dari Real Simple, berikut cara menghilangkan bau asap rokok di rumah.

    1. Perbanyak Ventilasi

    Ketika mencium bau asap rokok, lekas buka pintu dan jendela. Jauhkan anak-anak dari sumber asap rokok. Jika bau masih tercium, nyalakan kipas angin untuk membantu bau memudar.

    Sirkulasi udara yang baik dapat mendorong asap keluar dan menggantinya dengan udara yang bersih dan tidak berbau.

    2. Cuci Pakaian

    Seperti yang disebut sebelumnya asap rokok bisa menempel pada pakaian. Sebelum memeluk, menggendong, atau menyentuh anak-anak atau anggota keluarga yang tak merokok alangkah baiknya ganti pakaian dan bersihkan tangan dan kaki.

    Cara mencuci baju bisa menggunakan detergen biasa dan tambahkan baking soda untuk membantu menghilangkan bau asap dari rumah.

    3. Gunakan Cuka

    Cuka memiliki bau yang khas dan tajam. Terkadang bahan ini digunakan untuk mengusir serangga. Bahan alami ini ternyata memiliki kegunaan lain yakni menyerap bau asap termasuk dari rokok.

    Caranya dengan campurkan cuka dengan air. Lalu masukkan ke dalam botol semprotan. Bersihkan udara dengan kamu semprotkan ke ruangan dan furniture yang bau asap rokok.

    4. Gunakan Baking Soda

    Biasanya baking soda digunakan untuk bahan makanan dan membersihkan noda. Ternyata bahan ini juga dapat menyerap bau asap rokok. Cukup taburkan baking soda ke furnitur yang terkena bau asap rokok, lalu biarkan selama beberapa jam dan sedot debu untuk menghilangkan sisa baking soda serta bau asap rokok.

    5. Bersihkan Asbak Rokok

    Tak kalah penting, setiap hari asbak bekas merokok harus dicuci karena sering dibawa pulang oleh klien. Dengan asbak yang bersih maka tidak akan membahayakan siapa pun yang duduk di dekat asbak.

    Cara Mencegah Bau Asap Rokok Sejak Awal

    1. Jangan merokok di dalam ruangan.

    2. Untuk membantu membatasi asap rokok di satu ruangan, tutuplah pintu seluruh rumah.

    3. Gunakan pembersih udara dan ganti filter secara teratur.

    Itulah cara menghilangkan bau asap rokok di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Sembarangan, Begini Cara Mencuci Pakaian Berbahan Anti Air


    Jakarta

    Saat ini sudah banyak pakaian yang memakai bahan anti air sehingga dapat mencegah pakaian basah. Namun, beberapa di antara penggunanya ada yang belum mengetahui bagaimana cara mencuci pakaian dengan bahan seperti ini. Apakah sama dengan pakaian dengan bahan kain?

    Beberapa di antaranya bahkan ada yang merasa tidak perlu mencucinya terlalu sering karena tidak mudah basah dan cepat mengeringnya. Padahal sama seperti pakaian lainnya, pakaian dengan bahan anti air juga perlu dicuci.

    Lantas, bagaimana cara membersihkan pakaian dengan bahan anti air? Dilansir The Guardian, berikut tipsnya.


    Tips Mencuci Pakaian Berbahan Anti Air

    1. Pakaian Tidak Boleh Dibiarkan Lembap

    Pakaian berbahan anti air tetap perlu dijemur agar benar-benar kering. Sebab, apabila dibiarkan lembap, nantinya minyak dan kotoran yang berada di permukaan bahan dapat merusak pelindung pada bahan tersebut.

    2. Langsung Cuci Pakaian

    Apabila pakaian berbahan anti air terasa lembap, jangan sekali-kali menyimpannya di keranjang pakaian yang tertutup. Kamu harus langsung mencucinya karena apabila dibiarkan beberapa hari jamur bisa tumbuh pada pakaian dan menyebabkan bau tak sedap pada pakaian.

    3. Cuci dengan Mesin Cuci

    Beberapa pakaian berbahan anti air bisa dicuci menggunakan mesin cuci. Namun, kamu harus melihat kembali tata cara pembersihan pakaian di label yang biasa tertera di dalam baju.

    4. Setrika Bahan dengan Pelapis

    Setelah dijemur atau dikeringkan, kamu bisa menyetrika pakaian berbahan anti air agar lebih tahan lama. Namun, ada cara khusus untuk menyetrikanya karena bahan anti air biasanya memakai plastik sehingga tidak tahan terhadap panas.

    Caranya adalah dengan memasang pelapis agar setrika tidak langsung menyentuh pakaian berbahan anti air tersebut. Gunakan panas sedang agar bahan tidak meleleh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Jemur Baju di Depan Rumah, Ini 5 Risikonya


    Jakarta

    Kita mungkin sering melihat orang menjemur baju di depan rumah. Hal ini seringkali dianggap praktis, bukan?

    Tapi, ada beberapa alasan mengapa kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Tidak hanya mengganggu pemandangan hingga masalah kesehatan.

    Alasan Tidak Boleh Baju Jemur Baju di Depan Rumah

    Berikut adalah beberapa alasan untuk mempertimbangkan agar tidak menjemur baju di depan rumah:


    1. Menganggu Estetika

    Jemuran baju berdiri atau tali jemuran bagi sebagian orang bisa merusak pemandangan lingkungan. Karena biasanya terlihat tumpukan baju di halaman depan atau tergantung di pagar.

    Hal ini memberikan kesan berantakan dan kurang teratur. Faktor ini juga tentu akan menurunkan nilai estetika dari rumah itu sendiri.

    Di beberapa lingkungan atau area perumahan juga ada aturan mengenai menjemur baju di depan rumah yang ditetapkan oleh Asosiasi Pemilik Rumah (HOA) atau perhimpunan pemilik rumah di suatu komunitas atau kompleks perumahan.

    Menjemur baju di depan rumah dapat dianggap mengganggu pemandangan atau merusak kesan visual. Umumnya, peraturan ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai properti di lingkungan tersebut.

    Cara ini dilakukan untuk memastikan bahwa area publik tetap terlihat rapi dan teratur. Oleh karena itu, penghuni yang melanggar aturan ini bisa dikenakan sanksi, di mana ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan bersama.

    2. Cuaca yang Bisa Berubah

    Dilansir Homes and Gardens, pertimbangan cuaca juga termasuk alasan kenapa sebaiknya tidak menjemur pakaian di luar. Cuaca yang terlalu terik bisa membuat baju jadi luntur hingga membuat debu bisa mudah menempel.

    Selain itu, hujan yang tiba-tiba juga terkadang membuat pakaian yang sudah kering jadi basah lagi. Hal ini seringnya membuat kita harus mencucinya lagi.

    Cerah, sedikit berangin, dan kering adalah cuaca ideal untuk menjemur pakaian di luar ruangan.

    3. Membuat Kotoran dan Debu Lebih Mudah Menempel

    Masalah cuaca seperti hujan dan angin juga akan menerbangkan kotoran dan debu ke pakaian yang baru dicuci. Ini merupakan salah satu risiko jika kita menjemur pakaian di depan rumah.

    Menjemur pakaian di depan rumah atau area yang benar-benar terbuka juga rentan terhadap serbuan serangga seperti burung dan kotorannya, lalat, nyamuk, hingga serangga lainnya.

    4. Memungkinkan Muncul Masalah Kesehatan

    COO dan Pakar kebersihan di The Maids, Ken Doty, mengatakan bahwa pada bulan-bulan musim panas dan musim semi, serbuk sari juga menyebabkan alergen.

    Serbuk tersebut umumnya bisa tersangkut di baju, dan menularkannya ke seluruh rumah. Hal ini tidak hanya akan memperparah gejala alergi, namun bisa mengakibatkan kamu harus menghilangkan noda serbuk sari dari kain alias mencuci lagi.

    5. Berisiko Membuat Baju Bau Apek dan Pertumbuhan Jamur

    Baju yang dijemur di luar akan terpapar langsung dengan udara luar. Namun, udara di luar tidak selalu segar dan terkontrol,

    Paparan sinar matahari yang intens atau pakaian yang tidak kering sempurna (lembap) bisa menyebabkan bau yang tidak sedap pada pakaian dan pertumbuhan jamur.

    Selain itu, lingkungan luar yang kotor atau berdebu juga dapat menyebabkan baju menyerap bau yang tidak diinginkan.

    Mengingat kita tidak punya kendali atas kelembapan di luar, mesin pengering pakaian terkadang bisa lebih baik mengeringkan pakaian di dalam ruangan.

    Lalu, Jemur Baju Sebaiknya Di Mana?

    Mengutip laman The National, jika ingin menjemur pakaian di dalam ruangan rumah maka pastikan ruangan tersebut memiliki ventilasi yang baik. Idealnya, area yang paling hangat dan berventilasi paling baik.

    Hindari tempat yang lembap atau memiliki aliran udara yang sedikit, contohnya ruang bawah tanah (kecuali kamu telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan ventilasi dan mengurangi kelembapan di area tersebut).

    Buka jendela, agar udara segar dapat bersirkulasi dan membantu keluarnya kelembapan. Hal ini bisa menghindari reaksi alergi, jamur atau lumut pada kain.

    Apabila cuaca terlalu dingin atau tidak memungkinkan untuk membuka jendela, maka pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin untuk memperlancar aliran udara. Cara ini juga membantu mempercepat proses pengeringan dan mengurangi risiko kelembapan.

    Jika ingin menjemur di luar ruangan, pastikan areanya terlindung dengan aliran udara yang baik, seperti balkon atau teras.

    Sinar matahari yang baik juga akan membantu baju lebih cepat kering dan membunuh bakteri dan jamur penyebab bau.

    Selain itu, berinvestasilah pada jemuran pakaian yang kokoh, gantungan pakaian yang digantung di langit-langit, maupun rak yang dipasang di dinding.

    Simak juga Video ‘Review Tren Pakaian Di Hari Lebaran:

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com