Tag: bakar

  • 6 Jenis Kain Pel Lantai dan Perbedaannya, Kamu Sudah Tahu?


    Jakarta

    Salah satu cara untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan ketika berada di rumah adalah dengan mengepel lantai. Lantai yang kotor, berdebu, bau dan lengket membuat penghuni rumah tak nyaman.

    Terlebih, bila ada anak kecil atau bayi di rumah, lantai yang kotor pun bisa jadi sumber penyakit. Virus dan bakteri jahat bisa terhirup atau menempel pada kulit hingga menyebabkan sakit.

    Mengepel lantai ternyata tidak juga bisa sembarangan. Cairan dan alat pel yang dipakai juga harus sesuai dengan karakteristik lantai.


    Berikut 6 jenis kain pel lantai rumah dikutip dari The Spruce

    1. Pel datar (flat mop)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Sesuai namanya, pel jenis ini memiliki bentuk datar yang biasanya dilengkapi dengan bantalan yang bisa diganti atau dipakai ulang. Pel datar termasuk kain pel yang paling umum dan banyak digunakan.

    Pel datar sangat cocok digunakan sehari-hari, mudah digunakan, dan tidak memerlukan banyak usaha dalam persiapannya. Pel datar juga efektif membersihkan sudut-sudut, meskipun mungkin perlu usaha lebih untuk menghilangkan kotoran yang menempel kuat.

    Keunggulan lainnya adalah kepala pel datar bisa dicuci di mesin cuci dan pengering sehingga menjadikannya pilihan yang lebih higienis. Selain itu, pel datar cenderung menahan lebih sedikit air. Hal ini berguna untuk melindungi lantai yang rentan terhadap kerusakan akibat air.

    2. Pel spons (sponge mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel jenis ini memiliki kepala spons yang biasanya dilengkapi dengan penjepit. Pel ini cocok untuk membersihkan lantai keramik dan permukaan yang tidak rata. Sayangnya, pel spons rentan menjadi tempat penyebaran bakteri jika dirawat dengan cara yang tidak tepat.

    Nah, biar nggak menjadi sarang bakteri, bilas pel setelah digunakan. Setelah itu, keringkan dengan sempurna agar bakteri tidak berkembang. Saat spons pada pel ini mulai rusak atau pel mulai berbau dan berubah warna, segera ganti kepala pel.

    3. Pel debu (dust mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel debu dapat digunakan untuk membersihkan berbagai permukaan, termasuk dinding, langit-langit, dan lampu ringan. Pel jenis ini biasanya memiliki pegangan panjang yang memungkinkanmu mencapai tempat-tempat yang sulit dijangkau.

    Pel debu bisa terbuat dari berbagai bahan, seperti wol domba, mikrofiber, dan sintetis. Sesuai namanya, pel jenis ini digunakan untuk membersihkan debu di permukaan yang kering. Pastikan untuk mencuci kepala pel debu setelah digunakan.

    4. Pel tali (string mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel tali merupakan jenis pel yang sering ditemukan. Pel ini cukup tradisional terbuat dari katun. Pel tali memiliki daya serap yang baik dan kemampuan membersihkan yang efektif. Pel ini juga mudah digunakan untuk membersihkan sudut-sudut yang sulit dijangkau.

    Sayangnya, memeras pel tali seringkali menjadi PR tersendiri. Pel tali juga cenderung lebih cepat rusak. Nah, karena itu, hati-hati saat ingin mencuci dan mengeringkan pel ini, ya!

    5. Pel kain (strip mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel kain merupakan jenis pel yang digunakan di permukaan yang basah. Pel jenis ini memiliki kepala sintetis berbentuk strip dengan penjepit bawaan. Daya serap pel ini mungkin tak sekuat pel yang terbuat dari katun. Namun, pel ini lebih nyaman dan mudah dirawat.

    Pel kain tetap efisien dalam membersihkan lantai dan kadang-kadang memiliki kemampuan sedikit lebih baik dalam menggosok daripada kain pel datar. Kepala pel kain ini bisa kering dengan cepat sehingga tidak mudah menimbulkan bau tidak sedap atau menjadi kotor.

    6. Pel uap (Steam mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel uap menjadi jenis pel paling canggih. Pel jenis ini memiliki tangki isi ulang untuk air yang dioperasikan dengan cara dihubungkan ke aliran listrik.

    Pel uap bekerja dengan cara memanaskan air dan mengubahnya menjadi uap. Lalu, uap tersebut dikeluarkan melalui kain pel yang dapat digunakan kembali.

    Pel uap sangat efektif dalam membersihkan dan mendisinfeksi lantai. Namun, harganya relatif lebih mahal daripada pel jenis lain dan mungkin tidak cocok untuk semua jenis lantai.

    Perlu diingat bahwa penggunaan pel uap secara sembarangan bisa menyebabkan kerusakan serius pada lantai kayu dan laminasi, serta berpotensi menyebabkan luka bakar pada kulit jika tidak digunakan dengan hati-hati.

    Itulah 6 jenis pel lantai rumah. Sebelum memilih jenis pel yang tepat untuk rumah, pertimbangkan jenis lantai yang akan kamu bersihkan. Dengan memilih jenis pel yang sesuai, kamu bisa membersihkan rumah dengan lebih efisien dan hasil yang memuaskan.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Ampuh Membasmi Gulma dari Paving Block


    Jakarta

    Menyingkirkan gulma dari paving halaman rumah menjadi pekerjaan yang tidak ada habisnya. Namun tidak perlu khawatir karena ada cara untuk membasminya.

    Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh di sekitar tanaman lain, biasanya gulma tumbuh secara liar sehingga sulit untuk dikendalikan. Gulma taman yang ditakuti akan mencuri ruang akar, cahaya, air, dan nutrisi dari tanaman lain. Gulma juga menjadi tempat berkembang biaknya hama, penyakit, dan bakteri, sehingga bahaya apabila tidak disingkirkan.

    Melansir Homes & Gardens, berikut beberapa cara menghilangkan gulma dari paving block dengan mudah dan efektif.


    Gunakan Cangkul

    Membuang gulma dari paving block dengan cangkul cukup efektif dan ramah lingkungan. Sebelum mencangkul, pastikan permukaan tanah cukup kering sehingga gulma tercabut hingga akarnya.

    Gulma yang berakar dalam memerlukan pencabutan akar tunggangnya. Hal ini membuat pekerjaan lebih sulit saat dilakukan di celah atau retakan paving block.

    Tuangkan Air Panas ke Gulma

    Bukan hanya gulma yang perlu disingkirkan dari paving block, tetapi juga lumut dan alga yang menumpuk dapat membuat teras atau dek kamu licin serta berlendir. Kamu bisa menggunakan air panas.

    Air mendidih akan membunuh serangga, cukup tuangkan air panas langsung ke gulma yang membandel. Pastikan untuk mengenakan pelindung untuk mencegah luka bakar.

    Bakar Gulma di Antara Paving Block

    Penyembur api bisa menjadi alat pembasmi gulma yang tersedia secara luas yang dapat memancarkan api langsung ke gulma yang tidak diinginkan. Hal ini akan mengatasi masalah gulma yang tumbuh di celah-celah paving block.

    Namun, saat kamu menggunakan cara ini, panas dari udara dapat merusak tanaman di sekitarnya. Sehingga hal ini tidak dapat digunakan untuk rumput di halaman rumah.

    Gunakan Cuka untuk Membunuh Gulma

    Cuka bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk membunuh gulma dari paving block. Namun meskipun cara ini efektif, metode ini menyingkirkan gulma bersifat sementara.

    Sebaiknya hindari cuka dan garam di dekat hamparan bunga karena asamnya dapat mengubah kadar PH tanah dan dapat membunuh hewan di sekitarnya. Namun, menggunakannya di antara celah-celah paving bisa menjadi ide yang mudah dilakukan.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Jenis-jenis Rayap dan Cara Ampuh Cegah Masuk Rumah



    Jakarta

    Rayap merupakan salah satu hama berbentuk serangga yang ada di rumah. Jika rumah diserang rayap maka akan sangat merugikan sang pemilik rumah. Biasanya rayap akan menyerang struktur rumah berbahan kayu hingga mebel kayu yang tidak diproses dengan baik.

    Jenis-jenis Rayap

    Mengutip dari bhg.com, ada beberapa jenis rayap. Jenis rayap yang paling umum ada di perumahan adalah rayap bawah tanah, kayu kering, dan kayu lembab.

    1. Rayap Tanah

    Rayap tanah adalah tipe rayap yang sangat invasif. Tipe ini tersebar luas di bawah tanah, dan memiliki daya kerusakan pada kayu paling tinggi dibandingkan rayap kayu kering dan rayap kayu lembab. Hal ini dikarenakan rayap bawah tanah memiliki rahang bergigi gergaji.


    Rayap ini biasanya berwarna kuning muda atau cokelat dengan sayap transparan. Rayap jenis ini biasa hidup di tanah, tumpukan kompos, dan kayu pondasi rumah. Biasanya mereka membuat jalur dari tanah liat sebagai akses jalan mereka dari tanah ke kayu tujuan mereka.

    2. Rayap kayu Kering

    Rayap ini selalu bergantung pada jalur tanah liat yang mereka buat untuk bergerak. tidak seperti rayap tanah yang bisa membuat jalur di bawah tanah.

    Rayap ini memiliki sayap yang besar dan biasanya mereka berwarna kuning tua hingga cokelat muda. Rayap kayu biasa bersarang di bangunan kayu dan umumnya ditemukan di daerah yang hangat, seperti di pesisir.

    3. Rayap Kayu Lembap

    Tipe Rayap ini lebih sering menyebabkan kerusakan pada struktur kayu di luar ruangan dibandingkan dengan di dalam ruangan, karena mereka lebih menyukai kayu lembap

    Rayap ini biasanya berwarna coklat muda sampai coklat tua atau bahkan coklat kemerahan. Rayap ini biasa bersarang pada kayu lembab, seperti di tumpukan kayu bakar, tiang pagar, tiang listrik, dan kayu yang rusak karena air.

    Nah, setelah kamu tahu tipe-tipenya, kamu bisa ikuti cara berikut ini untuk mencegahnya masuk ke dalam rumahmu.

    Cara Cegah Rayap Masuk ke Rumah

    1. Jangan Biarkan Area Lembap di Rumah

    Area lembap di rumah bisa membuat rayap tertarik untuk bersarang disitu. Selain itu, tempat yang lembap bisa membuat kayu mudah untuk disukai oleh rayap.

    Cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan area lembab di sekitar rumah adalah dengan memperbaiki kebocoran pipa, meratakan halaman sehingga tidak ada genangan air, dan memberikan saluran pada air AC yang menetes.

    2. Ganti Tanah Dengan Pasir

    Cara ini dilakukan untuk mencegah sebanyak mungkin kontak kayu dengan tanah. Rayap tidak dapat membuat jalur lumpur melalui pasir.

    3. Bersihkan Drainase/Selokan

    Membersihkan selokan penting dilakukan untuk memastikan sistem drainase yang baik. Jika selokan tersumbat,air yang berlebih dapat mengalir ke tepian dan menumpuk di dasar rumah, membuat tanah menjadi basah dan kayu menjadi lunak, sehingga menarik rayap untuk memangsanya.

    4. Gunakan Kayu Anti Rayap

    Ketika kamu membangun rumah, sebaiknya kamu pastikan bahwa kayu yang kamu gunakan itu tahan terhadap serangan rayap.

    5. Tutup Jalur Drainase dengan Jaring Besi

    Jalur drainase yang terbuka bisa menjadi tempat rayap masuk ke dalam rumah

    6. Simpan Kayu Jauh dari Rumah

    Bila kamu suka menyimpan kayu bakar, alangkah baiknya bila kamu menyimpannya jauh dari rumahmu

    7. Lakukan Pengecekan Rutin

    Yang terakhir tentunya kamu harus melakukan pengecekan secara rutin. Bila kamu menemukan tanda-tanda kehidupan rayap di rumahmu, sebaiknya kamu harus segera membasminya.

    Itulah beberapa pengenalan dari tipe-tipe rayap dan cara mencegahnya masuk ke rumah. Semoga rumah kamu bebas dari rayap!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Alat Ini Wajib Ada di Rumah buat Cegah Kebakaran



    Jakarta

    Kebakaran merupakan salah satu bencana yang bisa menimpa setiap rumah dan pemukiman tanpa terkecuali. Mulai dari pemukiman kumuh padat penduduk hingga perumahan elite sekalipun bisa saja tertimpa bencana ini.

    Salah satu contoh paling anyar adalah kebakaran besar yang terjadi di Los Angeles, Amerika Serikat. Bencana ini juga melahap rumah-rumah mewah di Malibu.

    Oleh karena itu penting bagi pemilik rumah untuk mengetahui hal-hal dasar jika menghadapi bencana kebakaran. Ada sejumlah alat atau perlengkapan wajib ada di rumah yang bisa digunakan untuk menangkal terjadi kebakaran atau setidaknya meminimalisir dampak kerusakan yang ditimbulkan.


    Mengutip B&W Fire Security System LLC, setidaknya ada 4 perlengkapan antikebakaran yang wajib ada di rumah:

    1. Smoke Alarm (Detektor Asap)

    Alarm asap dapat memberi tahu Kamu dan keluarga tentang kebakaran sebelumnya. Alat itu mendeteksi tingkat asap yang tidak normal dan gas pembakaran yang tidak terlihat di atmosfer.
    Perangkat ini juga merasakan api yang menyala atau membara.

    National Fire Protection Association (NFPA) merekomendasikan untuk memasang satu alarm asap di setiap tingkat rumah Anda, serta di luar area tidur dan di setiap kamar tidur.

    2. Sistem Penyiram Kebakaran Rumah

    Untuk membantu melindungi keluarga dan rumah dari kerusakan akibat kebakaran, pertimbangkan untuk memasang sistem penyiram api otomatis.

    Alarm asap mendeteksi dan tidak mengendalikan api. Memiliki penyiram api rumah melengkapi alarm dan menyediakan sarana untuk memadamkan api dengan cepat.

    Dengan memasang penyiram api otomatis kamu bisa mencegah penyebaran api yang menyala atau memadamkannya sebelum pemadam kebakaran tiba.

    Sistem pemadam api otomatis juga bisa mengurangi risiko gas dan asap ketika terjadi kebakaran.

    3. Pemadam Api

    Semua fasilitas harus memiliki alat pemadam api yang mudah diakses, memiliki penerangan yang baik, diisi dengan benar, dan diperiksa secara teratur.

    Alat pemadam kebakaran seringkali merupakan pertahanan lini pertama terhadap kebakaran kecil, mencegah kerusakan yang merugikan.

    Gunakan peralatan keselamatan kebakaran ini hanya jika pengetahuan dan kemampuan Kamu dalam mengoperasikannya baik. Alat pemadam api harus disimpan di semua tingkat rumah, termasuk garasi, dapur, dan dekat pintu keluar.

    4. Alarm Karbon Monoksida (CO)

    Karbon monoksida terbentuk ketika bahan bakar seperti bensin, minyak, metana, gas alam, dan propana terbakar secara tidak efisien. Jika terhirup dalam waktu lama, terutama saat tidur, dapat menyebabkan kematian atau keracunan.

    Alarm CO dapat dipasang untuk memperingatkan keluarga Anda tentang gas yang tidak terlihat, tidak berbau, dan tidak berwarna ini.

    Pasang alarm di lokasi sentral di seluruh rumah Anda dan di luar area tidur.

    Saat alarm karbon monoksida berbunyi, keluarlah dan buka jendela atau pintu untuk menyegarkan diri dan menetralkan udara di dalam rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Siram Air! Begini Cara Ampuh Atasi Kebakaran Kecil di Dapur



    Jakarta

    Area dapur rawan terjadi kebakaran karena ada sumber api pada kompor dan gas. Kebakaran bisa terjadi kapan saja akibat kelalaian maupun kecelakaan, sehingga penting bagi penghuni rumah tahu cara mengatasinya.

    Kebakaran bisa terjadi ketika meninggalkan masakan dengan kompor menyala terlalu lama, sehingga minyak beserta makanannya terbakar. Langkah paling efektif untuk memadamkan api tentunya dengan menggunakan alat pemadam kebakaran.

    Jika tidak punya alat tersebut, mungkin kamu terpikir untuk menyiram air buat memadamkan api. Eits hati-hati, langkah itu justru bakal memperbesar api, bahkan menyambar orang yang menyiramnya.


    Lalu, bagaimana cara memadamkan kebakaran kecil di dapur? Yuk, simak caranya berikut ini.

    Dilansir dari UVTV44, kebakaran yang terjadi ketika memasak berarti ada unsur minyak yang terbakar. Air dan minyak tidak dapat menyatu, sehingga menyiram air justru akan membuat airnya muncrat dan menambah kobaran api.

    Siapa sangka, ternyata kamu bisa menggunakan handuk basah sebagai alternatif dari alat pemadam api, lho. Dengan catatan, handuk cukup dibuat lembap saja karena kalau terlalu basah justru dikhawatirkan ada tetesan air yang menciptakan sambaran api.

    Jadi cara yang lebih tepat adalah sedikit membasahi handuk, lalu di dikibaskan untuk memastikan tidak ada tetesan air. Selanjutnya, lemparkan handuk lembap tersebut menutupi seluruh permukaan api pada wajan atau alat masak yang terbakar.

    Langkah ini akan membantu padamkan api karena handuk lembap tersebut akan menghilangkan oksigen dalam wajan, alhasil api tidak bisa terbentuk lagi. Sebab, api tercipta dari gabungan tiga hal, yakni panas, bahan bakar, dan udara. Hilangkan satu hal saja, maka api akan padam.

    Selain itu, yang tak kalah penting adalah untuk tidak panik menghadapi kebakaran. Segera siapkan handuk lembab, pindahkan wajan dari sumber panas, matikan kompor, dan padamkan api dengan handuk tersebut.

    Dengan demikian, handuk basah sebenarnya bisa membantu padamkan api pada masakan asal tidak terlalu basah dan meneteskan air. Namun, jangan lupa agar selalu berhati-hati saat berurusan dengan api dan utamakan menggunakan alat pemadam api.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pernah Lakukan 5 Hal Ini Kalau Nggak Mau Septic Tank Bermasalah!



    Jakarta

    Septic tank adalah tempat penampungan kotoran alias tinja sebelum airnya dikembalikan ke daerah resapan. Meski tak terlihat, septic tank perlu dirawat dan digunakan dengan baik agar tidak menimbulkan masalah.

    Namun, masih banyak masyarakat yang awam soal cara merawat septic tank. Peneliti Utama Teknologi Lingkungan Kota Penelitian Teknologi Bersih LIPI Neni Sintawardani mengatakan septic tank yang sudah berbau, kepenuhan, dan mampet harus segera disedot karena dapat terjadinya kasus septic tank, misalnya terjadi ledakan.

    Lantas, apa saja hal yang perlu dihindari agar septic tank tetap terawat dan tidak menimbulkan masalah? Berikut lima kelalaian yang harus kamu tahu.


    5 Hal yang Bikin Septic Tank Bermasalah

    Inilah beberapa hal yang bisa bikin septic tank kamu bermasalah.

    1. Desain yang Asal

    Menurut Neni, septic tank yang efektif adalah septic tank yang didesain dengan memperkirakan volume jumlah limbah yang akan diproduksi oleh penghuni. Dengan begitu air limbah yang keluar masuk setelah proses dekomposisi bisa seimbang.

    Septic tank harus terbagi menjadi minimal dua bagian, sebagai ruang penampungan dan ruang kedap udara untuk penguraian limbah oleh bakteri.

    “Jika volumenya sesuai dengan apa yang masuk dan desainnya tidak satu ruang, jadi minimal dua orang, itu biasanya lebih aman stabil. Tidak perlu dilakukan penyedotan terlalu sering,” kata Neni beberapa waktu lalu.

    2. Ventilasi Tak Terawat

    Neni mengatakan bahwa ada beberapa kasus sang penghuni rumah tidak mengetahui di mana letak septic tank mereka. Biasanya pada kasus seperti ini, ventilasi septic tank tidak terawat rawan terselimuti sampah akibatnya gas dari penguraian bakteri tertimbun di septic tank tidak adanya saluran keluar.

    “Di mana ada lubang saluran gas? Beberapa kasus saya lihat beberapa rumah karena ketidaktahuan lubang gasnya tertutup. Tertutup tanah, atau terlalu rendah, enggak tahu di mana letaknya. Nah itu lama lama tekanan gas kuat itu juga bisa meledak,” ucap Neni.

    3. Bakar Dekat Ventilasi

    Karena tidak tahu di mana letak septic tank, beberapa penghuni adakalanya tidak sadar meletakkan sumber api dekat dengan ventilasi septic tank. Sumber api bisa menjadi penyebab gas di septic tank meledak.

    “Kalau kita tahu terpelihara oh di situ ada saluran gas. Ya, kita hindari dong jangan bakar-bakar di dekat situ karena kita tahu ada biogas,” ucap Neni.

    4. Sedot Habis

    Kesalahan selanjutnya yang menyebabkan septic tank cepat penuh adalah cara yang salah menyedot septic tank sampai habis. Diterangkan oleh Neni hal ini membuat bakteri pengurai berkurang banyak yang menyebabkan buruh waktu lebih lama sampai bisa mengerjakannya seperti semula.

    “Mana ada bibit (bakteri pengurai). Lama lagi bibitnya,” ucap Neni.

    5. Membuang Pembersih atau Antiseptik ke Septic Tank

    Kesalahan lain adalah membuang limbah yang masih ada cairan antiseptik atau pembersih ke septic tank. Neni mengatakan bahwa saat kita sedang membersihkan toilet, banyak orang memakai antiseptik agar bersih tapi akibatnya hal ini bisa mematikan bakteri pengurai di septic tank.

    “Kalau pakai sebulan sekali ya enggak apa-apa mungkin mati sedikit. tapi saya sendiri enggak pakai,” ucap Neni untuk cukup membersihkan toilet dengan air dan sikat saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Pasang Water Heater Gas atau Listrik? Ini Pertimbangannya



    Jakarta

    Water heater bisa menambah kenyamanan penghuni rumah untuk menghasilkan air hangat. Water heater adalah sebuah alat pemanas air yang biasa digunakan untuk kebutuhan mandi.

    Umumnya ada dua jenis water heater, yakni water heater gas dan water heater listrik. Kedua jenis water heater ini tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

    Nah, bagi kamu yang berencana untuk memasang water heater tapi bingung pilih yang mana, bisa mempertimbangkan preferensi dan kecocokan dulu. Jangan sampai salah pilih dan menyesal di kemudian hari. Berikut di bawah ini perbandingan antara water heater gas dan water heater listrik yang perlu kamu ketahui.


    Perbedaan Water Heater Gas dan Water Heater Listrik

    Inilah perbedaan utama antara water heater gas dan water heater listrik.

    1. Cara Kerja

    Dikutip dari Forbes water heater listrik bekerja dengan mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi kepada sebuah batang di tengah tangki air. Listrik ini nantinya akan memanaskan air dari bagian tengah tangki ke arah luar.

    Di sisi lain, water heater gas bekerja dengan memanaskan tangki air dengan api berbahan bakar gas dari bagian bawahnya.

    2. Kenyamanan Penggunaan

    Semua rumah memiliki layanan listrik. Oleh karena itu, water heater listrik cenderung lebih mudah untuk dipasang dan digunakan.

    Sebaliknya, water heater gas memerlukan tabung gas yang harus rutin untuk diganti agar tidak kehabisan bahan bakar saat digunakan.

    Water Heater Listrik

    Jika kamu mempertimbangkan memakai water heater listrik, berikut ini kelebihan dan kelemahannya.

    Kelebihan

    • Aman
    • Cara kerja sistem pemanas bersih (tidak meninggalkan residu)
    • Memiliki daya pemanas air yang efisien
    • Pilihan ukuran banyak
    • Bisa berjalan secara otomatis
    • Mudah untuk dipasang, karena setiap rumah pastinya memiliki sumber listrik

    Kekurangan

    • Biaya operasional lebih tinggi
    • Cenderung lebih lama untuk memanaskan air dibandingkan dengan jenis gas
    • Waktu pemulihan lebih lama
    • Tidak bisa beroperasi jika listrik padam

    Water Heater Gas

    Kemudian, berikut ini plus minus memasang water heater gas di kamar mandi.

    Kelebihan

    • Memanaskan air dengan cepat
    • Biaya pengoperasian lebih rendah dibandingkan dengan jenis listrik
    • Hemat energi
    • Masih bisa beroperasi saat listrik padam

    Kekurangan

    • Memerlukan tambahan tabung gas
    • Kurang aman dibandingkan jenis listrik
    • Cara kerja sistem pemanas lebih kotor (meninggalkan residu)
    • Pilihan ukuran lebih sedikit
    • Umur lebih pendek dibandingkan jenis listrik
    • Daya panas air kurang efisien dibandingkan jenis listrik
    • Perlu dinyalakan secara manual

    Itulah pertimbangan untuk menentukan antara water heater listrik dan water heater gas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Lupa Matikan Kompor Bisa Jadi Pemicu Kebakaran, Ini Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Pemilik rumah harus berhati-hati akan kemungkinan terjadi kebakaran di rumah. Kebakaran bisa dipicu oleh kelalaian manusia maupun masalah teknis. Untuk itu, kita penting sekali waspada akan potensi tersebut.

    Seperti peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Kalirejo RT 02, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro. Dilansir dari detikJatim, sebuah rumah milik warga bernama Winarno (40) yang digunakan sebagai tempat usaha air isi ulang dan warung hangus dilalap api.

    Lebih dari itu, material rumah yang terbuat dari kayu tanah, sehingga api cepat menyebar. Dua unit mobil pemadam dengan tujuh personel pun dikerahkan buat menjinakan api. Namun, api tetap membakar hampir 100 persen bangunan berukuran 10×20 meter itu.


    “Kebakaran diperkirakan terjadi pukul 08.30 WIB, namun pihak damkar menerima informasi sekitar pukul 09.00 WIB. Langsung berangkat melakukan pemadaman,” jelas petugas Damkar Siswoyo, Sabtu (22/2/2025)

    Di sisi lain, Polsek Ngraho masih mencari tahu penyebab kebakaran. Dari informasi banyak pihak, api diduga berasal dari kompor di dapur yang lupa dimatikan usai memasak.

    “Total kerugian sekitar Rp150 juta, meliputi rumah kayu berukuran 10×20 meter beserta aset peralatan pengisian air isi ulang galon. Beruntung rumah induk ukuran 10×20 meter terselamatkan. Dugaan sementara karena kompor tidak dimatikan, namun masih dalam penyelidikan,” ucap Kapolsek Ngraho.

    Berkaca dari kejadian tersebut, perlu kita perlu mengambil langkah pencegahan agar tidak terjadi kebakaran. Berikut ini cara mencegah kebakaran rumah seperti, dilansir dari detikSumut.

    Cara Cegah Kebakaran di Rumah

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadi kebakaran rumah.

    1. Bijak Pakai Alat Elektronik

    Di dalam rumah tentunya banyak alat-alat elektronik yang digunakan, seperti lampu, televisi, mesin cuci, dan lain sebagainya. Kita harus bijak dalam menggunakan alat-alat tersebut. Usahakan untuk menggunakan sewajarnya dan tidak melebihi beban kapasitas meter listrik di rumah.

    Jangan lupa juga untuk mencabut dan mematikan alat-alat elektronik di rumah ketika hendak bepergian jauh. Matikan juga lampu dan alat elektronik lainnya ketika tidak digunakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu, kita juga bisa menghemat listrik dengan bijak dalam menggunakan alat elektronik.

    2. Awasi Penggunaan Kompor

    Kebakaran yang diakibatkan oleh ledakan gas cukup banyak terjadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu melepaskan selang gas apabila berencana berpergian dalam waktu lama. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan kebakaran karena gas adalah salah satu bahan yang bisa memicu api. Selain itu, pastikan tidak ada kebocoran pada gas saat menggunakan kompor gas.

    3. Matikan Kompor Saat Tidak Digunakan

    Jangan lupa untuk selalu mematikan segala peralatan memasak yang ada di dapur seperti kompor, oven, microwave, dan lainnya ketika sudah tidak digunakan atau hendak tidur.

    4. Jauhkan Benda yang Mudah Terbakar dari Sumber Api

    Beberapa benda di rumah merupakan benda yang mudah terbakar. Contohnya adalah bahan bahan yang terbuat dari kain seperti seprai, pakaian, karpet, dan juga benda-benda dari kertas.

    Sebagai langkah pencegahan kebakaran, kamu harus menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar tersebut dari sumber api. Jarak amannya setidaknya adalah 1 meter.

    5. Rutin Cek Kondisi Kabel Listrik

    Salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi adalah diakibatkan oleh korsleting listrik.

    Maka dari itu, kamu harus secara rutin mengecek kondisi kabel listrik di rumah. Jika ada yang rusak kamu harus segera memperbaikinya ataupun menggantinya.

    6. Jangan Bakar Sampah di Pekarangan

    Ketika kamu membakar sampah di pekarangan atau halaman rumah, hal tersebut berpotensi untuk mengakibatkan kebakaran. Hal ini dikarenakan saat membakar sampah, api bisa merambat ke bagian-bagian yang lain melalui udara.

    Untuk itu, ada baiknya sampah-sampah seperti daun bisa dijadikan kompos saja. Sementara sampah yang lain dapat dibuang.

    7. Sediakan Alat Pemadam Kebakaran

    Pastinya langkah mencegah kebakaran adalah menyiapkan alat pemadam kebakaran di rumah. Membeli alat pemadam api di rumah adalah salah satu langkah cerdas untuk menghindari api menyebar lebih luas. Kamu bisa menaruhnya di tempat-tempat yang dekat dengan sumber api, seperti dapur.

    Itulah tips mencegah kebakaran di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Beli ke Pasar, Begini Cara Menanam Cabai di Rumah


    Jakarta

    Sudah menjadi fenomena tahunan, harga cabai di pasaran akan naik pada momen-momen besar. Saat harga cabai naik, tentu banyak keluarga yang kerepotan karena bahan masakan satu ini keberadaannya sangat penting.

    Namun, tahukah kamu kalau sebenarnya cabai bisa dibudidaya dan ditanam sendiri di depan rumah?

    Dengan menanam cabai sendiri, kamu bisa mendapat alternatif untuk menekan pengeluaran bulanan. Selain itu, kamu juga bisa menghemat waktu karena cukup memetik cabai di depan rumah tanpa perlu beli ke pasar.


    Dilansir dari detikFinance berdasarkan buku ‘Cabai Panen Setiap Hari’ karya Guru Besar Pemuliaan Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhammad Syukur, berikut tips menanam cabai di rumah dengan media pot.

    Cara Menanam Cabai di Rumah

    Inilah cara menanam cabai di rumah agar tidak perlu beli ke pasar.

    1. Siapkan Pot yang Sesuai

    Jenis pot yang digunakan bisa berupa polybag, pot plastik, drum, ember, atau kaleng bekas. Ukuran minimal pot yang bisa digunakan untuk menanam cabai adalah berdiameter 20 cm.

    Setiap pot harus memiliki 4-8 lubang pada bagian dasarnya untuk drainase air sehingga tidak mengendap di bawah pot. Diameter lubang tersebut adalah 1 cm. Pastikan pot yang kamu gunakan dapat bertahan untuk 5-6 bulan ke depan.

    Di bagian bawah pot disarankan diletakkan pecahan genting atau bata merah untuk mengendalikan drainase.

    2. Siapkan Media Tanam untuk Sebar Benih

    Setelah pot siap, siapkan tanah yang akan menjadi tempat sebar benih. Media tanam yang dipakai merupakan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:2:1.

    Jika tidak ada pasir, kamu bisa menggantinya dengan sekam bakar dengan perbandingan sama yakni 2:2:1. Aduk campuran bahan tersebut dengan rata.

    Pupuk kandang bisa diperoleh dari kotoran sapi, ayam, atau kambing. Namun, pastikan pupuk kandangnya telah melalui proses dekomposisi hingga teksturnya remah, kering, tidak berbau, dan tidak panas.

    Masukan campuran tanah tadi hingga menyisakan 5 cm dari bibir pot. Pastikan pot tersebut diletakkan di tempat terbuka yang mendapat cahaya matahari beberapa hari sebelum penanaman.

    3. Semai Benih Cabai

    Sebelum benih cabai disemai ke dalam tanah. Benih tersebut harus direndam di dalam air. Disarankan air tersebut juga dicampurkan dengan larutan fungisida yang berfungsi untuk membersihkan jamur.

    Fungsi dari perendaman benih ini adalah untuk memisahkan benih yang bagus dan tidak. Biasanya benih yang bagus dan bisa dipakai adalah yang tenggelam di dalam air. Benih yang tidak bisa dipakai biasanya mengapung di atas air dan sebaiknya dibuang saja.

    Setelah disisihkan, bungkus benih dalam kertas atau kain lembab selama 24-36 jam sebelum disemai.

    Penyemaian benih tidak bisa dilakukan di pot yang disiapkan tadi. Kamu harus menyemai di pot yang lebih kecil ukuran 8×10 cm. Isinya media tanam campuran tanah halus dan pupuk kendang dengan perbandingan 1:1.

    Benih kemudian disemai di kedalaman 1-15 cm dari bibir pot. Caranya dengan membuat lubang di tanah. Apabila benih sudah masuk ke dalam lubang, tutup dengan tanah halus

    Tutup pot dengan karung goni basah atau plastik hitam selama 3 hari, kemudian tunggu perkembangannya.

    4. Tunggu Selama 7 Hari

    Benih cabai biasanya akan berkecambah dalam 7 hari setelah disemai. Apabila sudah berkecambah, tugas kamu belum selesai. Kamu masih harus mengawasi hingga 5-6 minggu atau telah berdaun 6-8 helai.

    5. Siram 1-2 Kali Per Hari

    Selama menunggu cabai berkecambah, siram cabai 1-2 kali per hari. Agar cabai tumbuh dengan baik, kamu bisa menambahkan pupuk NPK seminggu sekali dengan konsentrasi 3 gram/liter.

    6. Bibit Cabai Pindah ke Pot Besar

    Setelah bibit cabai berkecambah dengan sempurna setelah 6 minggu atau muncul 6-8 daun, biarkan bibit tersebut terkena sinar matahari selama 5 hari berturut-turut.

    Setelah dirasa sudah beradaptasi, baru kamu bisa memindahkan bibit cabai ke pot besar yang sejak awal sudah disiapkan. Pemindahan ini disarankan dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 15.30 untuk menghindari tanaman stres.

    Saat sudah tumbuh di pot besar, kamu tetap harus sering menyiramnya. Kamu dapat menggunakan air biasa atau larutan fungisida dengan ukuran 1 gram per liter, dan pupuk daun gandasil 2 gram/liter.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tetangga Sering Bakar Sampah? Warga Jakarta Bisa Lapor ke Sini


    Jakarta

    Membakar sampah kerap jadi pilihan sebagian orang untuk mengatasi sampah yang menumpuk di rumah. Namun praktik pembakaran sampah sering kali bikin kesal warga karena asapnya yang menyebar dapat menyebabkan jemuran pakaian berbau, polusi, hingga gangguan pernapasan.

    Jika menemukan tetangga yang terus-menerus bakar sampah sembarangan, warga Jakarta dapat melaporkannya ke pemerintah daerah dan petugas. Sebab praktik ini telah dilarang melalui Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2014 dan pelakunya dapat dikenakan sanksi denda atau tindak pidana.

    Cari tahu cara melakukan pengaduan bakar sampah sembarangan di wilayah Jakarta pada uraian berikut.


    Cara Melaporkan Bakar Sampah via Aplikasi JAKI

    Tetangga yang sering bakar sampah sembarangan dapat diadukan melalui aplikasi JAKI – Jakarta Kini. Mengutip situs Jakarta Smart City, berikut langkah-langkahnya:

    • Unduh dan instal aplikasi JAKI – Jakarta Kini.
    • Buat akun menggunakan email dan password.
    • Login kembali ke aplikasi, lalu pilih fitur Laporan Warga di beranda.
    • Pilih Buat Laporan Foto atau Video > Buat Laporan.
    • Ambil foto atau video langsung melalui aplikasi. Bisa juga pilih foto dan video dari galeri ponsel.
    • Tulis alamat lengkap lokasi laporan > klik Selanjutnya. Sementara lapor video akan dialihkan untuk mengirimkan rekaman melalui email [email protected].
    • Tulis pengaduan secara detail. Bisa memulai dengan kalimat seperti, “Butuh segera ditindaklanjuti karena…”.
    • Pilih kategori laporan yang sesuai. Untuk pembakaran sampah sembarangan bisa pilih kategori: Gangguan Ketenteraman dan Ketertiban, Pencemaran Lingkungan, atau Sampah.
    • Tinjau seluruh laporan dan klik tombol Kirim.
    • Akan diperoleh ID laporan setelah mengirim pengaduan.
    • Cek status pengaduan di fitur Laporan Warga > Pantau Laporan yang Dibuat.

    Pengaduan yang dibuat melalui aplikasi JAKI akan otomatis berstatus privat dan hanya bisa dilihat oleh pengguna serta petugas. Ubah laporan menjadi publik di laman Tinjauan Laporan jika ingin pengguna JAKI lainnya melihat pengaduanmu.

    Cara Melaporkan Bakar Sampah via Kanal CRM

    Selain melalui JAKI, warga dapat melakukan pengaduan melalui sistem CRM (Cepat Respon Masyarakat). CRM menyediakan berbagai kanal resmi yang sudah terintegrasi. Berikut kanal yang bisa digunakan untuk melaporkan permasalahan di lingkungan Jakarta:

    • Instagram: @dkijakarta
    • Twitter: @DKIJakarta
    • Facebook: Pemprov DKI Jakarta
    • E-mail: [email protected]
    • Media sosial pribadi Gubernur atau Wakil Gubernur
    • SMS/WhatsApp: 08111272206
    • Gedung Balai Kota
    • Kantor Inspektorat
    • Kantor Wali Kota
    • Kantor Kecamatan
    • Kantor Kelurahan
    • Aspirasi Publik Melalui Media Massa
    • LAPOR! 1708.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com