Tag: bakteri e . coli

  • Meja di Dapur Sering Basah, Lebih Baik Dikeringkan Pakai Lap atau Tisu?


    Jakarta

    Dapur adalah ruangan yang mudah basah dan kotor. Kamu memerlukan alat kebersihan yang tepat agar perabotan di dapur tidak mudah rusak. Misalnya perabotan yang tahan panas, air, dan kelembapan.

    Namun, setiap bahan punya kekurangan dan kelebihan, ada yang tahan air tetapi tidak bisa dengan panas, begitu pun sebaliknya. Salah satu perabotan yang rentan rusak terhadap panas dan air adalah meja. Apa pun bahannya meja rentan berjamur dan rusak.

    Untuk mencegahnya, kamu bisa melapisi meja dengan plastik atau memilih bahan yang paling cocok, kayu, plastik, atau besi. Selain mencegah, kamu juga harus sering membersihkannya. Cara ini membantu permukaannya tetap bersih dan kering. Biasanya bahan yang digunakan untuk membersihkannya bisa dengan lap atau tisu.


    Dua bahan ini dinilai bagus untuk menyerap cairan seperti air atau cairan lainnya. Namun, dari segi efisiensi, lap dan tisu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Melansir Better Homes & Gardens, Sabtu (20/7/2024), berikut beberapa kelebihan dan kekurangan lap dan tisu untuk membersihkan meja.

    Kelebihan dan Kekurangan Tisu

    Kertas tisu adalah salah satu bahan kebersihan yang mudah didapat dan sekali pakai. Semakin banyak menggunakan tisu, maka semakin banyak sampah menumpuk. Tisu juga bukan bahan yang mudah di daur ulang sehingga dapat berakhir sebagai limbah. Kamu bisa menggunakannya mungkin dalam keadaan darurat seperti saat alat kebersihan lain tidak ada di tempat.

    Kelebihan dan Kekurangan Lap

    Lap biasanya dibuat dari kain atau plastik sintetis. Lap adalah bahan kebersihan yang bisa digunakan berulang kali. Namun, perawatannya tidak praktis. Kamu harus sering mencucinya setelah dipakai. Lalu jika telah digunakan untuk cairan berwarna akan lebih sulit dibersihkan.

    Kebersihan Lap vs Tisu

    Ahli kebersihan, Dr. Laundry atau Mary Gagliardi dari Clorox, menyampaikan tisu lebih higienis dibandingkan kain lap. Sementara itu, lap harus dicuci setelah digunakan sehingga membutuhkan air. Selain itu, kain lap bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Kain lap juga harus dicuci dengan benar untuk memastikan bersih dari kuman.

    Sebuah studi dari University of Arizona menemukan bahwa setiap kali permukaan meja diseka dengan kain atau handuk, bakteri akan menetap pada kain yang lembab. Kain lap sering menjadi tempat yang ideal bagi kuman untuk berkembang dengan 89% kain lap dapur mengandung bakteri koliform yang berasal dari kotoran hewan berdarah panas dan manusia.

    Selain itu, 25% kain lap mengandung bakteri E. coli yang bisa berbahaya. Penggunaan kain lap yang tidak rutin diganti tidak hanya menjadi sarang kuman berbahaya, melainkan juga bisa menyebarkan kuman tersebut ke seluruh dapur, tangan, dan barang-barang lain yang bersentuhan dengannya.

    Lantas, Lebih Baik Lap atau Tisu?

    Untuk menilai lebih efektif yang mana, tergantung pada nilai apa yang lebih kamu utamakan: dampak lingkungan dan biaya atau risiko bakteri, virus, dan jamur. Jika kamu memilih menggunakan kain lap, ada beberapa tips untuk membersihkan dan menggantinya dengan benar.

    Tips Penggunaan dan Perawatan Kain Lap

    Saat kamu memilih menggunakan lap, kamu harus berkomitmen untuk membersihkan dan menggantinya secara teratur. Bilas dan peras kain lap sepenuhnya setiap kali digunakan dan gantung untuk mengeringkan dan mengurangi pertumbuhan bakteri.

    Ganti lap dan handuk setiap hari jika digunakan untuk menyeka atau membersihkan tangan. Penggunaan pemutih bisa membantu mensterilkan kain lap secara berkala.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Duduk Vs Toilet Jongkok, Mending yang Mana Ya?


    Jakarta

    Ada dua jenis pilihan toilet berdasarkan cara penggunaannya, yakni toilet duduk dan toilet jongkok. Setiap orang pasti punya preferensinya masing-masing saat memilih bentuk toilet.

    Namun, ternyata posisi saat buang air besar (BAB) berpengaruh terhadap kesehatan dan kelancaran BAB, lho. Tentunya, kedua toilet ini punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Dari segi model hingga pengaruh terhadap kelancaran dan kesehatan bisa jadi pertimbangan kamu. Dikutip dari Alodokter, Jumat (4/10/2024), yuk, simak penjelasannya berikut ini,


    Toilet Duduk

    Ilustrasi toilet Toilet Jongkok Lebih Sehat Dibanding Toilet Duduk? Ini Fakta-faktanya/Foto: Thinkstock

    Kelebihan Toilet Duduk

    – Desain Modern dan Mewah

    Di pasaran, toilet duduk juga kerap jadi pilihan rumah-rumah yang baru dibangun karena merepresentasikan tingkat modernitas rumah tersebut.

    Dibanding toilet jongkok yang terkesan lebih kuno, toilet duduk punya perkembangan yang lebih masif. Buktinya, kini hadir toilet duduk smart toilet yang serba otomatis.

    – Nyaman Digunakan

    Bagi sebagian orang, toilet duduk lebih nyaman dipakai. Khususnya bagi lansia, wanita yang hamil besar, atau penderita cedera lutut.

    – Mudah Dipakai

    Dibanding toilet jongkok, toilet duduk lebih mudah digunakan karena kita tidak perlu repot menyiram kotoran bekas BAB dengan air gayung. Cukup satu sentuhan, kotoran akan bersih.

    Kekurangan Toilet Duduk

    – Lebih Mahal

    Harga toilet duduk lebih mahal ketimbang toilet jongkok. Apalagi untuk jenis toilet pintar alias smart toilet.

    – Kurang Sehat

    Berdasarkan penelitian, BAB menggunakan toilet duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih besar daripada toilet jongkok. Padahal, terlalu keras mengejan saat BAB dan duduk terlalu lama di toilet duduk dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

    Selain itu, penggunaan toilet duduk bisa meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit diare, flu, hingga infeksi kulit. Soalnya, kulit akan bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset yang rentan menjadi sarang bakteri E.coli dan Shigella atau virus hepatitis A dan norovirus.

    Toilet Jongkok

    PT KAI membenahi toilet Stasiun GambirToilet Jongkok Lebih Sehat Dibanding Toilet Duduk? Ini Fakta-faktanya Foto: Dina Rayanti-detikFinance

    Kelebihan Toilet Jongkok

    – Lebih Murah

    Harga toilet jongkok lebih murah dibanding dengan toilet duduk.

    – Lebih Sehat

    Menggunakan toilet jongkok memiliki banyak kelebihan dari segi kesehatan. Sejumlah penelitian menyebut, posisi jongkok saat BAB lebih efektif melancarkan proses BAB. Ini berkaitan erat dengan kinerja otot dan postur tubuh yang mendukung proses BAB.

    Posisi jongkok berfungsi mengoptimalkan ruang pembuangan tinja di anus sekaligus membuat otot di anus dan usus besar lebih relaks. Dengan begitu, BAB pun menjadi lebih mudah dan tinja bisa keluar lebih maksimal.

    Sedangkan, pada posisi duduk, otot saluran cerna akan menekan rektum serta menyempitkan saluran dubur. Hal ini bisa mengganggu kelancaran BAB.

    Penelitian lain menyebutkan, BAB menggunakan toilet jongkok atau dengan posisi jongkok dapat membantu menjaga pergerakan usus, sehingga mencegah kembung, sembelit, dan wasir. Selain itu, toilet jongkok juga baik digunakan untuk ibu hamil karena dapat menjaga kekuatan otot panggul.

    Kekurangan Toilet Jongkok

    – Modelnya Kuno

    Karena sudah ada sejak zaman dahulu, toilet jongkok dianggap kuno dan perkembangan modelnya pun tak semasif toilet duduk.

    – Kurang Nyaman

    Dianggap kurang nyaman digunakan karena dapat menyebabkan keluhan nyeri pada tumit dan paha.

    Tidak cocok digunakan oleh orang yang mengalami gangguan pada pergelangan kaki, misalnya penderita radang sendi, keseleo, patah tulang, hingga tendinitis

    Jadi, kamu pilih toilet duduk atau toilet jongkok?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com