Tag: balita

  • 5 Hal yang Bisa Bahayakan Keselamatan Balita di Rumah


    Jakarta

    Mempunyai anak balita adalah anugerah yang indah bagi orang tua. Namun, ada beberapa tantangan ketika merawat balita, apalagi kalau balita sudah mulai aktif bergerak di sekitar rumah.

    Para orang tua harus memberi perhatian lebih karena ada beberapa hal di dalam rumah yang berpotensi mencelakakan balita. Kejadian tak terduga pada balita mungkin saja terjadi ketika orang tua lengah, seperti terjatuh dari ketinggian atau tertimpa perabotan.

    Nah, penting sekali melakukan langkah-langkah pencegahan. Berikut ini beberapa hal yang bisa membahayakan balita di dalam rumah, dilansir dari Pangea Real Estate, Selasa (23/4/2024).


    1. Jendela

    Balita memang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan senang mengeksplorasi hal baru. Maka, jendela terbuka sangat berbahaya karena balita bisa merangkak ke luar atau memanjat jendela hingga terjatuh ke luar rumah.

    Oleh karena itu, sebaiknya menutup dan mengunci jendela di sekitar rumah. Jika perlu membuka jendela, bukalah yang lebih tinggi agar sulit diraih balita.

    2. Tangga

    Tangga juga tempat yang berbahaya bagi balita yang belum bisa menjaga keseimbangan. Balita bisa terjatuh menuruni tangga ataupun celah pagar tangga. Sebaiknya memasang pagar khusus untuk menghalangi balita untuk naik turun tangga.

    3. Stop kontak

    Stop kontak tentu barang berbahaya yang sudah banyak diketahui oleh orang tua. Lindungi balita dari potensi sengatan listrik dari stop kontak karena balita mungkin saja memasukan jari atau benda ke dalamnya. Sudah banyak penutup stop kontak yang dijual di pasaran untuk melindungi balita.

    4. Pintu

    Percaya atau tidak, pintu juga bisa membahayakan balita karena jari-jari mereka bisa terjepit celah pintu. Maka, sebaiknya membiarkan pintu terbuka lebar dengan pengawasan, supaya balita tidak perlu membuka atau menutup pintu.

    Apabila ingin menutup pintu, sebaiknya menguncinya terutama pada kamar yang semestinya tidak dimasuki balita. Dengan begitu, balita tidak bisa membuka atau memainkan pintu.

    5. Perabotan

    Benda-benda besar seperti perabotan dan peralatan di rumah bisa terjatuh. Apalagi kalau balita mulai menarik atau memanjat perabotan, seperti meja, kursi, lemari, dan TV.

    Jadi pastikan untuk mengamankan perabotan, salah satunya dengan merekatkannya ke tembok dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga memasang pelindung pada sisi-sisi tajam perabotan agar tidak mencelakakan balita ketika belajar jalan.

    Itulah beberapa hal yang perlu diwaspadai karena dapat membahayakan balita di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Ukuran Kamar Anak yang Ideal di Rumah


    Jakarta

    Sebagai orang tua, merancang kamar anak yang nyaman dan fungsional adalah prioritas. Salah satu elemen penting dalam desain kamar anak adalah menentukan ukuran kamar anak yang ideal.

    Ruang yang memadai tidak hanya mendukung kenyamanan, tetapi juga membantu tumbuh kembang anak dengan optimal. Berikut ini informasi untuk membuat kamar anak yang ideal di rumah.

    Ukuran Kamar Anak Berdasarkan Usia

    Setiap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal ruang, seperti balita usia 0-5 tahun ukuran kamar yang ideal adalah 9-10 meter persegi. Untuk balita kamar tidur tidak memerlukan banyak ruang, karena kebutuhan utama mereka area tidur dan sedikit ruang bermain. Jika kamu memiliki anak usia sekolah (6-12) tahun, maka kamu harus menyediakan ruang sekitar 10-12 meter persegi.


    Anak usia sekolah membutuhkan ruang untuk belajar, bermain, dan menyimpan barang-barang pribadi. Kamu juga bisa menambahkan meja belajar dan rak buku agar anak bisa beraktivitas dengan nyaman.

    Ada pula kamar untuk usia remaja sekitar 13 tahun ke atas, ukuran kamar yang cocok untuk anak usia remaja berkisar di 12-15 meter persegi, remaja membutuhkan lebih banyak ruang untuk privasi, penyimpanan, dan area belajar yang lebih besar. Kamar mereka juga bisa kamu lengkapi dengan tempat duduk tambahan atau meja kerja yang luas.

    Tips Memaksimalkan Ruang di Kamar Anak

    Untuk ruang yang terbatas, ada beberapa cara agar kamar anak tetap fungsional dan nyaman. Kamu bisa menggunakan tempat tidur dengan laci penyimpanan atau meja belajar yang bisa dilipat.

    Pemanfaatan dinding juga harus kamu perhatikan, dengan memasang rak dinding untuk menyimpan mainan, buku, atau barang-barang lain agar menghemat ruang. Zonasi ruangan untuk membagi kamar menjadi beberapa zona seperti area tidur, belajar, dan bermain agar ruangan lebih teratur dan fungsional.

    Desain Kamar Anak Minimalis untuk Ruang Kecil

    Jika kamu memiliki kamar anak dengan luas terbatas, desain minimalis bisa menjadi solusi yang tepat. Gunakan furnitur esensial dan pertimbangkan warna cerah seperti putih atau pastel untuk memberikan kesan luas pada ruangan, gunakan juga tempat tidur bertingkat atau meja lipat untuk menghemat ruang.

    Mengutip dari coohom.com, pada Kamis (12/7/2024). Pilih furnitur yang ukurannya sesuai dengan ruangan dan usia anak. Sertakan banyak ruang penyimpanan untuk menjaga mainan, pakaian, dan barang-barang lainnya agar tetap teratur.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ukuran Tempat Tidur yang Pas Berdasarkan Usia Anak


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

    Nah, dilansir dari mychildsroom.co.uk, dikutip Jumat (13/9/2024), berikut ini informasi mengenai ukuran tempat tidur sesuai dengan umur anak.

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik. Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur.


    Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur. Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia 6-12 Tahun

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat. Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja Usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed). Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan.

    Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas. Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi. Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan.

    Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur. Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingga lebih efisien dalam penggunaan ruang. Membeli tempat tidur untuk anak-anak anda jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis dan Warna Dinding yang Cocok untuk Kamar Anak


    Jakarta

    Kamar anak adalah tempat di mana mereka bisa bermain, belajar, dan beristirahat dengan nyaman.

    Mengutip The spruce, memilih warna dinding kamar anak yang tepat sangat penting karena warna memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati dan kreativitas anak.

    Pilihan Warna Dinding untuk Kamar Anak Berdasarkan Usia

    Setiap usia anak memiliki kebutuhan warna yang berbeda, untuk kamar bayi, pilihlah warna yang lembut seperti pastel atau krem yang bisa menciptakan suasana menenangkan. Sedangkan, untuk kamar balita, warna-warna seperti kuning, hijau muda, atau oranye akan merangsang kreativitas dan semangat pada anak. Sementara itu, bagi anak usia sekolah, warna-warna netral seperti biru dan abu-abu cocok untuk mendukung konsentrasi saat belajar.


    Jenis Cat yang Aman untuk Kamar Anak

    Pastikan kamu memilih cat dinding yang ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan anak, seperti cat berbahan dasar air dan rendah VOC (volatile organic compounds). Selain aman, jenis cat ini juga tidak menimbulkan bau yang menyengat, sehingga lebih nyaman untuk kamar anak.

    Tren Desain Kamar Anak dengan Warna yang Menarik

    Salah satu trend yang sedang populer adalah menggunakan dinding aksen, kamu bisa memilih satu dinding untuk diberi warna cerah atau menggunakan wallpaper dengan motif yang disukai anak. Pilihan lain adalah mengombinasikan dua warna berbeda dalam satu ruangan, misalnya biru muda dan putih untuk kesan dinamis.

    Memilih Warna yang Sesuai dengan Kepribadian anak

    Memahami kepribadian anak dapat membantu kamu dalam menentukan warna dinding yang cocok. Jika anak kamu aktif dan enerjik, warna seperti merah muda atau oranye bisa menjadi pilihan tepat. Sedangkan untuk anak yang lebih terang, seperti warna biru atau hijau akan memberikan efek menenangkan.

    Keselarasan Warna Dinding dengan Dekorasi Kamar

    Setelah memilih warna dinding, pastikan kamu juga mempertimbangkan keselarasan dengan furnitur dan dekorasi kamar anak. Warna dinding yang serasi dengan tempat tidur, meja belajar, dan tirai akan menciptakan suasana kamar yang akan menciptakan suasana kamar yang harmonis dan nyaman.

    Menggunakan Wallpaper dan Stiker Dinding untuk Kamar Anak

    Alternatif lain selain cat adalah wallpaper atau stiker dinding. Ini adalah pilihan yang fleksibel karena mudah diganti sesuai perkembangan usia dan minat anak. Kamu bisa memilih motif lucu seperti binatang, karakter kartun, atau tema yang disukai anak-anak.

    Inspirasi Desain Minimalis dan Skandinavia untuk Kamar Anak

    Jika kamu menyukai gaya minimalis, pilihlah warna-warna netral seperti putih, abu-abu, atau krem yang cocok untuk desain kamar anak minimalis. Desain Skandinavia juga bisa menjadi pilihan menarik. Cerahkan kamar anak anda dengan ide-ide cat yang sesuai dengan palet warna atau gaya apa pun.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Saja yang Perlu Diperhatikan saat Mendesain Kamar Anak? Berikut Ulasannya


    Jakarta

    Mendesain kamar anak bisa menjadi tantangan yang menyenangkan, namun memerlukan perencanaan matang.

    Selain aspek estetika, ada berbagai hal yang harus diperhatikan agar kamar anak menjadi tempat yang nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang nya.

    Dilansir dari tollbrothers.com, berikut adaah beberapa aspek yang perlu kamu pertimbangkan saat mendesain kamar si kecil.


    Pemilihan Warna yang Tepat untuk Kamar Anak

    Pemilihan warna sangat berpengaruh pada suasana hati anak. Warna cerah seperti biru muda, hijau, atau kuning bisa memberikan kesan ceria, sementara warna pastel cocok untuk menciptakan nuansa tenang.

    Kamu harus menghindari pemilihan warna yang terlalu gelap karena bisa membuat anak merasa tidak nyaman atau sulit tidur.

    Keamanan Furnitur dan Dekorasi

    Keamanan harus menjadi prioritas utama dalam mendesain kamar anak. Patikan seluruh furnitur memiliki sudut yang tumpul untuk mencegah cedera. Selain itu, pastikan lemari, rak, dan perabot lainnya dipasang dengan kuat di dinding agar tidak mudah jatuh. Gunakan juga bahan yang ramah anak, seperti kayu tanpa zat kimia berbahaya.

    Pencahayaan yang baik dan aman

    Pencahayaan Yang tepat sangat penting untuk kenyamanan dan kesehatan mata anak. Lampu yang terlalu terang dapat menstimulasi atau bahkan membahayakan mata bayi Anda yang sensitif dan sedang berkembang.

    Pastikan kamar mendapatkan cukup pencahayaan alami di siang hari. Untuk malam hari, kamu bisa menggunakan lampu tidur yang memberikan cahaya lembut agar anak merasa nyaman saat tidur, sekaligus mencegah silau yang bisa mengganggu istirahat.

    Ruang Penyimpanan yang Praktis dan Terjangkau

    Anak-anak biasanya memiliki banyak mainan dan barang-barang kecil. Oleh karena itu, kamu harus menyediakan ruang penyimpanan yang cukup, seperti rak dinding, kotak mainan, atau lemari kecil yang mudah diakses oleh anak. Ini juga bisa mengajarkan anak untuk lebih rapi dan bertanggung jawab terhadap barang-barangnya.

    Dekorasi Edukatif dan Menyenangkan

    Dekorasi kamar anak tidak hanya harus menarik secara visual, tetapi juga bisa menjadi media edukasi. Kamu bisa menggunakan stiker dinding, poster, atau elemen dekoratif lainnya yang mengandung unsur pembelajaran, seperti angka, huruf-huruf, dan hewan. Ini akan membantu merangsang minat belajar anak sejak dini.

    Area Bermain yang Aman

    Jika memungkinkan, sediakan sudut khusus untuk bermain di kamar anak. Kamu bisa menggunakan karpet lembut atau matras di lantai untuk mencegah anak cedera saat bermain. Selain itu, jauhkan mainan kecil dari jangkauan anak balita untuk menghindari risiko tertelan.

    Ventilasi dan Sirkulasi Udara yang Baik

    Jangan lupakan ventilasi yang baik di kamar anak. Udara yang bersih dan sirkulasi udara yang lancar sangat penting untuk menjaga kesehatan anak. Pastikan jendela bisa dibuka dengan mudah agar kamar tetap mendapatkan udara segar setiap hari.

    Udara segar yang masuk ke dalam kamar membuat suhu ruangan terasa lebih sejuk, sementara itu udara yang terperangkap di dalam ruangan secara terus menerus juga tidak baik, karena mengandung alergen seperti debu, tungau, atau spora jamur.

    Anak-anak lebih rentan terhadap masalah pernapasan seperti flu, batuk, atau pilek. Maka dari itu kamu harus memperhatikan tingkapan atau jendela untuk sirkulasi udara yang maksimal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ukuran Tempat Tidur Anak yang Sesuai Berdasarkan Usia


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

    Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, Rabu (21/8/2024), membeli tempat tidur untuk anak-anak jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri. Berikut ini, panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.


    Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga sprei dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

    Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

    Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

    Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

    Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

    Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

    Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Ukuran Kamar Anak yang Ideal


    Jakarta

    Sebagai orang tua, merancang kamar anak yang nyaman dan fungsional adalah prioritas. Salah satu elemen penting dalam desain kamar anak adalah menentukan ukuran kamar anak yang ideal.

    Ruang yang memadai tidak hanya mendukung kenyamanan, tetapi juga membantu tumbuh kembang anak dengan optimal. Mengutip coohom.com, pilih furnitur yang ukurannya sesuai dengan ruangan dan usia anak. Sertakan banyak ruang penyimpanan untuk menjaga mainan, pakaian, dan barang-barang lainnya agar tetap teratur.

    Ukuran Kamar Anak Berdasarkan Usia

    Setiap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal ruang, seperti balita usia 0-5 tahun ukuran kamar yang ideal adalah 9-10 meter persegi. Untuk balita kamar tidur tidak memerlukan banyak ruang, karena kebutuhan utama mereka area tidur dan sedikit ruang bermain.


    Jika kamu memiliki anak usia sekolah (6-12) tahun, maka kamu harus menyediakan ruang sekitar 10-12 meter persegi.

    Anak usia sekolah membutuhkan ruang untuk belajar, bermain, dan menyimpan barang-barang pribadi. Kamu juga bisa menambahkan meja belajar dan rak buku agar anak bisa beraktivitas dengan nyaman.

    Ada pula kamar untuk usia remaja sekitar 13 tahun ke atas, ukuran kamar yang cocok untuk anak usia remaja berkisar di 12-15 meter persegi, remaja membutuhkan lebih banyak ruang untuk privasi, penyimpanan, dan area belajar yang lebih besar. Kamar mereka juga bisa kamu lengkapi dengan tempat duduk tambahan atau meja kerja yang luas.

    Tips Memaksimalkan Ruang di Kamar Anak

    Untuk ruang yang terbatas, ada beberapa cara agar kamar anak tetap fungsional dan nyaman. Kamu bisa menggunakan tempat tidur dengan laci penyimpanan atau meja belajar yang bisa dilipat.

    Pemanfaatan dinding juga harus kamu perhatikan, dengan memasang rak dinding untuk menyimpan mainan, buku, atau barang-barang lain agar menghemat ruang. Zonasi ruangan untuk membagi kamar menjadi beberapa zona seperti area tidur, belajar, dan bermain agar ruangan lebih teratur dan fungsional.

    Desain Kamar Anak Minimalis untuk Ruang Kecil

    Jika kamu memiliki kamar anak dengan luas terbatas, desain minimalis bisa menjadi solusi yang tepat. Gunakan furnitur esensial dan pertimbangkan warna cerah seperti putih atau pastel untuk memberikan kesan luas pada ruangan, gunakan juga tempat tidur bertingkat atau meja lipat untuk menghemat ruang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang yang Nggak Boleh Ada di Kamar Anak


    Jakarta

    Sebagai orang tua, menciptakan lingkungan yang aman di kamar anak adalah prioritas utama. Ada beberapa barang yang sebaiknya tidak disimpan di kamar anak karena dapat menimbulkan risiko keselamatan.

    Kamu perlu menaruh perhatian lebih pada 5 barang ini karena bisa membahayakan keselamatan anak-anak.

    1. Mainan Kecil dan Barang yang Mudah Tertelan

    Barang-barang berukuran kecil seperti koin, balok kecil, atau bagian dari mainan bisa menimbulkan risiko tersedak, terutama pada balita. Mainan-mainan ini seringkali terlihat aman, namun bisa menjadi bahaya besar jika tidak diawasi dengan baik.


    Pastikan kamu membelikan mainan anak yang memiliki ukuran cukup besar dan sesuai dengan usianya, hindari memberi barang-barang kecil yang berpotensi tertelan.

    2. Peralatan Listrik Terbuka

    Kabel listrik atau perangkat elektronik yang tidak terlindungi bisa berbahaya bagi anak-anak, terutama mereka yang sedang dalam fase eksplorasi. Stop kontak terbuka, kabel panjang yang menjuntai, atau alat listrik lainnya bisa menyebabkan kejutan listrik atau bahkan kebakaran jika tidak diatur dengan baik.

    Dilansir dari momjunction.com. kamu akan terkejut betapa sulitnya mendekorasi kamar anak kamu. Ada banyak hal yang perlu diingat. Kamar tidur anak nda harus menjadi tempat yang membuat mereka merasa nyaman, aman, dan bahagia.

    Jadi, sebaiknya jauhkan furnitur dengan tepi tajam atau kabel yang menjuntai dari ruangan ini. Gunakan pelindung stop kontak dan atur kabel-kabel listrik di tempat yang sulit dijangkau oleh anak.

    3. Baterai Kancing

    Mainan atau perangkat yang menggunakan baterai kancing (button battery) sering ditemukan di kamar anak, padahal baterai ini sangat berbahaya jika tertelan atau masuk lewat hidung dan telinga.

    Baterai kancing dapat menyebabkan luka yang serius pada saluran pencernaan anak. Hindari mainan atau barang yang menggunakan baterai kecil, atau pastikan bawah kompartemen baterai terkunci dengan baik dan tidak mudah dibuka oleh anak-anak.

    4. Pewangi Ruangan Berbahan Kimia

    Dikutip dari, unair.ac.id. pewangi ruangan dengan bahan kimia kuat bisa menyebabkan gangguan pernapasan atau alergi pada anak. Zat kimia ini, jika terhirup dalam jangka waktu yang lama, dapat berdampak buruk pada kesehatan anak yang masih rentan.

    Kamu bisa menggunakan alternatif pewangi alami seperti bunga segar atau diffuser dengan minyak esensial yang aman untuk anak.

    “Paparan pewangi ruangan menghasilkan dampak negatif pada perubahan jaringan saluran napas, terutama pada selaput lendir. Dampak paparan pewangi ruangan cair pada perubahan histologi selaput lendir hidung lebih parah jika dibandingkan dengan paparan pewangi ruangan dalam bentuk gel,” katanya.

    5. Perabotan yang Tidak Stabil

    Menciptakan kamar yang aman bagi anak membutuhkan perhatian ekstra terhadap setiap detail, termasuk barang-barang yang ada di dalamnya. Dengan menghindari barang-barang yang berpotensi berbahaya, orang tua dapat memastikan kamar anak menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan bermain.

    Lemari, meja, atau rak yang tidak stabil dapat dengan mudah terguling jika anak mencoba memanjat atau menariknya. Hal ini bisa menimbulkan risiko cedera serius. Kamu dapat memasang pengait dinding untuk mengamankan perabotan besar yang ada di kamar anak sudah dipasang dengan baik agar tidak mudah terguling.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pilih, Ini Ukuran Tempat Tidur Anak Berdasarkan Usia


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang pas perlu dilakukan, apalagi untuk anak. Kamu bisa memilih tempat tidur berdasarkan usia anak agar tidak salah pilih.

    Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka. Maka dari itu, memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka.

    Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, berikut ini panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.


    Ukuran Tempat Tidur Berdasarkan Usia Anak

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.

    Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

    Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

    Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

    Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

    Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

    Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

    Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Rewel! Begini Jurus Mudik Nyaman Kalau Bawa Mobil Bareng Anak



    Jakarta

    Mudik bersama anak memang bisa menjadi tantangan tersendiri. Perjalanan jauh, kemacetan, serta kondisi yang tidak bisa diprediksi sering kali membuat anak rewel.

    Namun, jangan khawatir! Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, mudik bisa tetap nyaman dan menyenangkan untuk seluruh keluarga. Dilansir dari Auto2000, berikut adalah jurus ampuh agar perjalanan mudik tetap seru tanpa drama tantrum!

    1. Pelajari Pemicu Anak Tantrum

    Anak yang tantrum di perjalanan bisa bikin panik dan kelelahan. Beberapa pemicu utama tantrum adalah rasa lapar, lelah, bosan, overstimulasi, frustrasi, atau kurang perhatian dari orang tua.


    Perhatikan tanda-tandanya sejak dini dan siapkan strategi untuk mengatasinya. Misalnya, bawa camilan favorit, sediakan selimut untuk tidur siang, atau ajak mereka mengobrol agar tetap terhibur.

    2. Pahami Sifat dan Karakter Anak

    Setiap anak memiliki sifat unik yang perlu dipahami agar perjalanan lebih nyaman. Ada anak yang mudah rewel saat lapar, ada yang tidak bisa menahan buang air kecil, atau ada yang butuh distraksi agar tidak bosan. Dengan memahami karakter anak, orang tua bisa lebih siap dalam mengantisipasi segala kemungkinan selama perjalanan.

    3. Gunakan Car Seat

    Bagi anak balita, penggunaan car seat adalah solusi terbaik untuk kenyamanan dan keamanan mereka. Car seat dapat melindungi anak dari benturan keras jika terjadi pengereman mendadak. Jika anak belum terbiasa, latih mereka menggunakan car seat sebelum berangkat agar tidak ada drama di jalan.

    4. Kabin Wajib Nyaman

    Kabin mobil yang bersih dan rapi membuat anak betah selama perjalanan. Susun barang bawaan dengan rapi agar tidak mengganggu pergerakan. Pastikan ada hiburan yang cukup seperti boneka, buku cerita, atau mainan favorit. Jangan lupa sediakan camilan dan minuman kesukaan agar anak tetap senang selama perjalanan.

    5. Jangan Lupakan Pakaian Anak

    Pilih pakaian berbahan nyaman seperti kaos untuk anak selama perjalanan. Di malam hari, siapkan jaket atau selimut agar anak tetap hangat. Jangan lupa membawa pakaian ganti yang cukup, terutama jika anak mudah berkeringat atau rentan menumpahkan makanan dan minuman.

    6. Jaga Interaksi Agar Anak Tidak Bosan

    Anak mudah bosan saat perjalanan panjang. Untuk mengatasi ini, ajak mereka berinteraksi dengan cara menyenangkan, seperti tebak-tebakan, bermain kata, atau mengenalkan mereka pada rambu-rambu lalu lintas. Jangan biarkan mereka terpaku pada gadget sepanjang perjalanan karena justru bisa membuat mereka semakin rewel.

    7. Mengemudi dengan Aman dan Nyaman

    Gaya mengemudi juga berpengaruh terhadap kenyamanan anak di mobil. Hindari akselerasi dan pengereman mendadak agar anak tidak merasa mual atau pusing. Jaga kecepatan stabil dan berkendara dengan hati-hati supaya perjalanan lebih tenang.

    8. Manfaatkan Rest Area untuk Istirahat

    Jangan memaksakan perjalanan tanpa istirahat, terutama jika membawa anak kecil. Gunakan rest area untuk buang air, makan, atau sekadar membiarkan anak bermain sejenak agar tidak bosan. Beberapa rest area bahkan memiliki taman bermain yang bisa dimanfaatkan sebagai hiburan.

    9. Servis Berkala Agar Mobil Tetap Prima

    Mobil yang membawa muatan penuh, apalagi saat mudik, perlu dalam kondisi prima. Pastikan mesin, ban, kemudi, suspensi, serta AC dalam keadaan optimal agar perjalanan lebih nyaman. Jangan tunggu sampai mepet, lakukan servis berkala di bengkel resmi sebelum berangkat.

    Perjalanan mudik menggunakan mobil dengan keluarga dan membawa serta anak kecil memang bisa jadi pengalaman yang ‘menantang’. Namun dengan persiapan yang matang, momen seperti ini tentu tak mudah dilupakan.

    Menurut Chief Marketing Auto2000, Yagimin, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan saat mudik, yaitu anak dan barang bawaan.

    “Keduanya harus diatur seoptimal mungkin supaya perjalanan yang panjang, dapat berlangsung mulus tanpa kendala. Selagi antrean belum penuh, segera servis berkala di bengkel resmi sebagai persiapan mudik, booking lewat Auto2000.co.id untuk berkunjung ke bengkel kami. Kami juga menyediakan 8 titik Posko Siaga Lebaran yang bisa menjadi pilihan AutoFamily untuk mengecek mobil sekaligus beristirahat di tengah perjalanan,” papar Yagimin, Chief Marketing Auto2000, Sabtu (29/3/2025).

    (mhg/din)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi