Tag: bangun rumah

  • Ini Kisaran Biaya Jasa Arsitek Bangun Rumah Sesuai Pedoman, Lengkap!


    Jakarta

    Jasa arsitek diperlukan ketika ingin membangun atau merenovasi rumah. Hal ini supaya desain rumah yang akan dibangun sesuai seperti yang diinginkan oleh pemiliknya.

    Ketika ingin membangun rumah dengan jasa arsitek, salah satu hal yang perlu disiapkan adalah biaya untuk membayar jasanya. Range fee atau upah untuk arsitek pun beragam.

    Menurut Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Georgius Budi Yulianto, range arsitek menurut pedoman IAI beragam tergantung dari tingkat kerumitan dan besar bangunan.


    “Makin besar proyek makin kecil persentasenya,” tuturnya kepada detikProperti, Rabu (20/12/2023).

    Dengan menggunakan jasa arsitek, ada berbagai hal yang akan didapatkan oleh klien-nya, salah satunya adalah konsep desain. Adapun, arsitek bertanggung jawab terhadap kualitas desain harus sesuai rencana.

    “Klien akan dapat preliminary design (konsep), skematik design (gambar perizinan), working drawing (gambar kerja untuk konstruksi), outline spek (spek material untuk bangunan) dan pengawasan berkala maksimum 3 kali dalam setahun selama pembangunan jika lokasi proyek berada di kota yang sama dengan domisili arsitek,” ungkapnya.

    Untuk pembayarannya, Budi mengatakan, bisa dilakukan secara bertahap mengikuti apa yang sudah didapatkan oleh klien. Biasanya, pembayaran dibagi menjadi 3-4 term atau 3-4 kali pembayaran.

    Simulasi Fee Arsitek

    Sebagai informasi, honorarium arsitek tergantung dari tipe bangunan dan biaya bangunan itu sendiri. Dari laman IAI Jakarta, dikutip Rabu (20/12/2023), terdapat 5 kategori bangunan, yaitu:

    (1) Bangunan Khusus

    Bangunan-bangunan yang dimiliki, digunakan, dan dibiayai oleh Pemerintah sesuai tercantum dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

    (2) Bangunan Sosial

    Memiliki sosial yang tidak bersifat komersial (nonkomersial):
    a. Masjid, gereja dan tempat peribadatan lainnya, rumah penampungan yatim piatu, bangunan pelayanan masyarakat dengan luas bangunan maksimum 250 m2.
    b. Bangunan rumah tinggal atau hunian dengan luas maksimum 36 m2.

    (3) Bangunan Kategori 1

    Memiliki karakter sederhana, kompleksitas, dan tingkat kesulitan yang rendah:

    a. Tipe Hunian: asrama, hostel
    b. Tipe Industri: bengkel, gudang
    c. Tipe Komersial: bangunan-bangunan tidak bertingkat, tempat parkir

    (4) Bangunan Kategori 2

    Memiliki karakter, kompleksitas, dan tingkat kesulitan rata-rata
    a. Tipe Hunian: apartemen, kondominium, kompleks perumahan
    b. Tipe Industri: gardu pembangkit listrik, gudang pendingin, pabrik
    c. Tipe Komersial: bangunan parkir bertingkat, kafetaria, restoran, kantor, perkantoran, rukan, ruko, toko, pusat perbelanjaan, pasar, hanggar, stasiun, terminal, superblok/fungsi campuran
    d. Tipe Komunitas: auditorium, bioskop, ruang pameran, ruang konferensi, ruang serbaguna, ruang pertemuan, perpustakaan, penjara, kantor pelayanan umum
    e. Tipe Pelayanan Medis: klinik spesialis, klinik umum, rumah jompo
    f. Tipe Pendidikan: sekolah, tempat perawatan
    g. Tipe Rekreasi: gedung olahraga, gimnasium, kolam renang, stadion, taman umum

    (5) Bangunan Kategori 3

    Memiliki karakter khusus, kompleksitas, dan tingkat kesulitan tinggi:
    a. Tipe Hunian: rumah tinggal privat
    b. Tipe Komersial: bandara, hotel
    c. Tipe Komunitas: galeri, ruang konser, museum, monumen, istana
    d. Tipe Pelayanan Medis: rumah sakit, sanatorium
    e. Tipe Pendidikan: laboratorium, kampus, pusat penelitian / riset
    f. Tipe Peribadatan: gereja, klenteng, masjid, dan lain-lain dengan luas lebih dari 250 m2
    g. Tipe Lain: kantor kedutaan, kantor lembaga tinggi negara, pemugaran, renovasi, bangunan dengan dekorasi khusus

    Tabel Fee Jasa Arsitek Berdasarkan Kategori Bangunan

    Biaya Jasa Arsitek/dok. IstimewaBiaya Jasa Arsitek/via IAI

    Misalnya, kamu lagi bangun rumah tinggal yang luasnya sekitar 200 m2 dengan biaya bangunnya mencapai Rp 2 miliar. Mengacu pada tabel tersebut, maka fee arsitek yang dikenakan sekitar 6,48% karena termasuk ke bangunan kategori 3. Maka, Rp 2.000.000.000 x 6,48% = Rp 129.600.000.

    Akan tetapi, jika biaya tidak dapat ditentukan melalui tabel tersebut, ada biaya langsung (renumeration) bagi arsitek. Dari dokumen yang diterima detikProperti, berikut ini datanya seperti yang tertera pada Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dengan Pengguna Jasa yang dikeluarkan oleh IAI edisi 2007.

    Fee Arsitek per Jam Sesuai dengan Pengalamannya

    Biaya Jasa Arsitek/dok. IstimewaBiaya Jasa Arsitek/via IAI

    Fee Arsitek per Hari Sesuai dengan Pengalamannya

    Biaya Jasa Arsitek/dok. IstimewaBiaya Jasa Arsitek/via IAI

    Fee Arsitek per Bulan Sesuai dengan Pengalamannya

    Biaya Jasa Arsitek/dok. IstimewaBiaya Jasa Arsitek/dok. Istimewa Foto: dok. Istimewa

    Itulah biaya jasa arsitek 2023. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilihan Material Rumah yang Cocok saat Musim Hujan Biar Nggak Gampang Rusak



    Jakarta

    Memilih material rumah tentu sangat penting, apalagi sudah masuk musim hujan seperti ini. Jika salah pilih material, justru ketika hujan datang bisa merusak rumah.

    Maka dari itu, tak hanya estetika saja yang diperhatikan saat bangun rumah, tetapi material yang tahan ketika hujan juga diperlukan. Berikut ini merupakan contoh material yang tahan saat kondisi hujan.

    Kenapa Hujan Bisa Merusak Rumah?

    Sebelum masuk ke contoh material yang tahan saat kondisi hujan, perlu diketahui alasan hujan bisa merusak rumah. Hal itu karena saat musim hujan, intensitas jumlah air yang menerpa rumah meningkat. Paparan air yang terus menerus bisa inilah yang bisa perlahan merusak rumah.


    Melansir Enercare, Rabu (3/1/2024), hujan yang sering dan deras akan merusak atap dan sirap rumah lebih cepat sehingga berpotensi menyebabkan merembesnya air ke dalam struktur pendukung rumah, seperti dinding dan lantai. Air yang merembes ini bisa melemahkan ketahanan struktur rumah.

    Atap, lantai, dan dinding rumah merupakan bagian penting dari struktur rumah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Oleh karena itu, pemilihan material bangunan untuk ketiga bagian rumah ini tidak boleh dilakukan sembarangan.

    Material Bangunan Ideal untuk Atap, Lantai, dan Dinding yang Tahan Hujan

    Melansir situs sunrise-steel.com, Rabu (3/1/2024), berikut material bangunan ideal untuk atap, lantai, dan dinding rumah yang tahan terhadap hujan.

    Baja Ringan dan Genteng Metal untuk Atap yang Kuat

    Atap menjadi pelindung utama rumah dari hujan. Maka dari itu, memilih bahan yang tepat untuk rangka atap sangat penting. Baja ringan hadir sebagai solusi unggul dengan daya tahan terhadap rayap dan korosi, harga yang terjangkau, dan daya tahan tinggi.

    Pilihlah baja ringan berbahan dan bertanda Zinium untuk kekokohan yang terjamin. Genteng metal yang ringan juga menjadi opsi ideal untuk atap rumah karena tidak hanya tahan karat, tetapi juga mampu menampung air hujan dan mengurangi risiko kebocoran.

    Keramik dan Lantai Beton Waterproof untuk Lantai Anti-lembap

    Lantai yang tahan air adalah kunci untuk mencegah masalah kelembaban yang bisa merusak bangunan. Keramik dan lantai beton yang dilapisi waterproofing adalah pilihan terbaik untuk daerah dengan curah hujan tinggi. Material ini tidak hanya tahan terhadap air, tetapi juga menjaga lantai tetap kering, mengurangi risiko kelembaban pada dinding, dan memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah.

    Bata Ringan dan Cat Eksterior untuk Dinding Tangguh

    Pemilihan material untuk dinding juga memegang peranan penting. Bata ringan atau bata merah dengan lapisan waterproofing bisa mencegah rembesan air hujan dan menjaga kekokohan struktur rumah.

    Penambahan cat eksterior atau cladding seperti acp, vinyl cladding, atau panel resin juga bisa memberikan perlindungan tambahan dan meningkatkan estetika bangunan.

    Demikian material bangunan ideal untuk atap, lantai, dan dinding rumah yang tahan hujan. Dalam memilih material bangunan untuk daerah dengan curah hujan tinggi, pemilihan yang bijak sangat dibutuhkan. Atap, lantai, dan dinding adalah elemen-elemen kunci yang harus mendapatkan perhatian khusus. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Bangun Rumah Sendiri? Ini Cara Menabung dan Tips Pilih Kontraktor


    Jakarta

    Menabung untuk membangun rumah merupakan salah satu cara untuk memiliki rumah. Namun, ketika menabung tentu ada saja godaan-godaan untuk membelanjakan uang di tabungan.

    Untuk mengatasi hal tersebut, Novianti, seorang pegawai pemerintahan sekaligus content creator masak dan home decor, membagikan beberapa tips menabung untuk membangun rumah. Dari pengalamannya, ia menabung selama 11 tahun untuk membangun rumah yang terbilang cukup mewah dan nyaman untuk ditinggali bersama keluarganya.

    Novi dan suaminya memang sudah berencana untuk memiliki rumah sendiri sejak menikah pada 2005 lalu. Kala itu, Novi dan suaminya masih tinggal bersama dengan orang tua suaminya. Dari situ, mereka berdua berkomitmen untuk menabung dengan tujuan membangun rumah impiannya. Saat menabung, Novi dan suaminya benar-benar menghemat pengeluaran, bahkan jarang untuk jajan, misalnya membeli kopi atau nongkrong-nongkrong di kedai kopi.


    “Saya sama pak suami mulai kerja sama, bersinergi menabung untuk mewujudkan rumah impian itu, yaudah kita kerja keras, berdoa, sedekah. Yang penting gaya hidup kita itu harus sederhana ya, kita mengenyampingkan rasa gengsi lah, terus juga tidak berlebihan dalam mengeluarkan uang,” kata Novi kepada detikProperti, Jumat (9/2/2024).

    Novi menuturkan, biasanya ia dan suaminya langsung menyisihkan uang di awal bulan setelah menerima gaji bulanan. Novi dan suami menyisihkan 50% pendapatannya untuk menabung, dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini dilakukan untuk menggapai cita-cita mereka yaitu memiliki rumah sendiri.

    “Kita menabung, misalnya menyisihkan uang dari pendapatan di awal bulan, secara rutin dan disiplin kita sisihin 50% untuk menabung, misalkan 50% untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau misalkan dari kebutuhan sehari-hari, misalnya dari 50% itu hanya terpakai 40%, maka 10%-nya masuk ke tabungan. Tapi yang rutin untuk dilakukan adalah menyisihkan 50% untuk menabung,” ungkapnya.

    Tak hanya itu, Novi juga mencatat seluruh pengeluaran uangnya. Hal itu untuk memonitor penggunaan uang dengan baik.

    Dengan menabung selama itu, akhirnya pada 2017 Novi bisa membangun rumah impiannya. Untuk membangun rumah tersebut, ia pun mulai mencari kontraktor.

    Untuk menemukan kontraktor yang cocok juga tidaklah mudah. Novi sudah beberapa kali mencari kontraktor, mulai dari kenalan keluarganya hingga kenalan teman-temannya. Namun, kontraktor tersebut masih dirasa kurang cocok. Sampai akhirnya ia menemukan kontraktor yang sedang membangun rumah tetangganya, yang akhirnya juga membangun rumah Novi.

    Saat mencari kontraktor, Novi membandingkan satu kontraktor dengan kontraktor lainnya untuk mendapatkan jasa yang bagus dan sesuai dengan budget yang dimiliki. Untuk desain rumahnya, Novi menyarankan sudah memiliki rancangannya atau sudah tahu desain rumah yang diinginkan seperti apa. Kepada detikProperti, Novi memberikan beberapa tips memilih kontraktor dan membangun rumah.

    1. Cari Kontraktor yang Amanah

    Novi mengatakan, mencari kontraktor yang amanah sangat penting karena belakangan banyak kasus rumah mangkrak. “Cari kontraktor itu harus yang amanah dan bisa dipercaya. Karena itu kan istilahnya yang utama,” kata Novi.

    2. Sering Diskusi dengan Kontraktor

    Agar bangunan rumah tidak mangkrak, Novi menyarankan untuk terus berdiskusi dengan kontraktor. Selain untuk memastikan pembangunan tetap berlanjut, hal itu juga untuk memastikan bangunan sesuai dengan keinginan dan masih sesuai budget.

    “Diskusi, coba kerja sama yang baik dengan kontraktornya biar tidak mangkrak,” tuturnya.

    3. Pintar-pintar Cari Bahan

    Dengan mengetahui bahan-bahan bangunan cukup penting agar material yang digunakan sesuai dengan keinginan dan budget yang ada. “Kita juga harus pintar-pintar cari bahan yang lebih murah tapi bisa sesuai dengan budgetnya tapi sesuai dengan keinginan kita,” pungkasnya.

    Jadi, untuk membangun rumah memerlukan beberapa hal, seperti uang, desain rumah yang diinginkan, hingga memilih kontraktor.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Detail Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Bangun Rumah


    Jakarta

    Membangun sebuah rumah memerlukan perencanaan yang matang. Namun, tak jarang di tengah kesibukan pembangunan rumah, hal-hal kecil yang sebenarnya merupakan detail penting bisa terlewatkan.

    Untuk membangun rumah dengan hasil yang memuaskan, pastikan untuk mempertimbangkan setiap aspek hingga ke detailnya. Hal ini akan bermanfaat untuk menjadikan rumah nyaman dan fungsional ketika ditinggali.

    Dilansir dari laman Well by Design, berikut sejumlah detail penting yang tidak boleh dilewatkan ketika membangun rumah.


    1. Lokasi

    Hal pertama yang tentunya menjadi pertimbangan orang-orang dalam membangun rumah adalah lokasi. Meski demikian, ada saja yang melupakan aspek penting terkait lokasi rumah, seperti histori dan saluran air untuk menghindari masalah di kemudian hari.

    Untuk itu, coba lakukan penelusuran sejarah dari kawasan yang ingin dibangun untuk memastikan tidak ada masalah, misalnya area tersebut bekas pemakaman, tempat pembuangan sampah, dan lainnya. Selain itu, cari tahu juga tentang perairan sekitar dan saluran air agar terhindar dari memilih area yang rawan banjir.

    2. Luas dan Tata Letak Lahan

    Sebelum membangun rumah, sebaiknya mempertimbangkan luas dan tata letak lahan untuk rencana jangka panjang. Jangan hanya merencanakan rumah untuk saat ini saja, tetapi juga memikirkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang.

    Seperti halnya jika berencana membangun keluarga ke depannya yang mungkin memerlukan ruangan lebih dan tempat bermain di halaman rumah. Lalu, bisa juga mempertimbangkan hiburan apa saja yang diinginkan, seperti gazebo, kebun, atau kolam renang di halaman luar.

    3. Tinggi Ruangan

    Tinggi ruangan atau langit-langit rumah tidak kalah penting untuk direncanakan tergantung pada kesan rumah yang diinginkan pemilik rumah. Adapun rumah dengan langit-langit yang lebih tinggi membuat ruangan terasa lapang dan sejuk.

    Untuk itu, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan arsitek ataupun desainer agar membangun rumah dengan tinggi ruangan yang sesuai dengan keinginan. Namun, perlu diingat juga agar menyesuaikan pilihan pintu, jendela, dan dekor agar proporsional dengan tinggi ruangan.

    4. Material

    Ketika memilih material bangunan atau interior, bahan-bahan yang sustainable dan aman untuk kesehatan menjadi poin penting untuk dipertimbangkan. Sekarang ini, sudah ada arsitek dan desainer yang mempertimbangkan aspek kesehatan dalam pembangunan.

    Terdapat banyak komponen rumah yang rentan mengandung bahan-bahan beracun yang dapat mengancam kesehatan, seperti lantai dan cat. Agar rumah menjadi aman dan nyaman untuk ditinggali, sebaiknya lebih teliti dalam memilih bahan bangunan dan interior.

    5. Penempatan Kabel dan Stopkontak

    Detail yang tak kalah penting dalam membangun rumah adalah merencanakan penempatan kabel dan stopkontak. Meski sepele, hal ini perlu menjadi salah satu prioritas ketika merencanakan desain rumah.

    Sebab, rumah yang nyaman dan fungsional tentunya membutuhkan banyak stopkontak yang ditempatkan pada lokasi yang strategis. Selain itu, penempatan kabel perlu dibuat agar tampak rapi dan tidak berserakan di mana-mana.

    6. Pencahayaan Lampu dan Matahari

    Pencahayaan rumah sangat esensial dalam pembangunan rumah untuk mendukung keseharian maupun memberi kesan pada rumah. Tentukan posisi jendela dan letak ruangan sesuai dengan arah sinar matahari untuk sepanjang hari.

    Mungkin Anda menginginkan cahaya matahari pagi di dapur, sedangkan di ruang kerja pada sore hari. Semua itu bisa direncanakan sebelum membangun rumah.

    7. Ruang Penyimpanan

    Sebaiknya merencanakan ruang penyimpanan dalam rumah serta mempersiapkan lebih banyak ruang. Sebab, semakin banyak ruang penyimpanan akan baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta memastikan rumah tetap rapi.

    Pastikan setiap barang nantinya memiliki tempat penyimpanan khusus. Ruang penyimpanan bisa berupa lemari dan laci. Adapun laci menjadi yang tempat penyimpanan paling praktis untuk mengatur barang-barang, terutama di dapur.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Siapkan Duit Segini Kalau Mau Bangun Rumah Tipe 21, 36 dan 45



    Jakarta

    Membangun rumah impian tidak bisa dilakukan hanya semalam, perlu banyak pertimbangan dan perencanaan yang matang. Salah satunya adalah soal biaya. Perencanaan biaya yang baik akan membuat kamu terhindar dari biaya yang tidak diperlukan.

    Saat membuat perencanaan biaya, kamu harus memikirkan banyak aspek mulai dari bahan bangunan, luas rumah, dan bahkan biaya tukang.

    Dalam sebuah wawancara dengan detikProperti beberapa waktu lalu, Profesional Kontraktor PT.Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki mengatakan bahwa biaya pembangunan rumah biasanya sekitar Rp 4-5 juta per meter persegi di daerah Jabodetabek, tapi bisa juga berubah tergantung bahan yang dipilih.


    Dengan harga tersebut, kamu sudah bisa memilih beberapa tipe rumah yang dilengkapi dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan dapur.

    Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan harga instalasi listrik yang berkisar di harga Rp 400.000, dan juga dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

    Untuk kamu yang sedang dalam proses perencanaan pembangunan rumah, ini perkiraan biaya yang perlu kamu siapkan untuk membangun rumah sesuai tipe bangunannya:

    Rumah Tipe 21

    Rumah tipe 21 memiliki luas bangunan yang hanya 21 meter persegi, dengan dimensi 3 x 7 meter, 5,25 x 4 meter, dan 6 x 3,5 meter. Dengan luas dan dimensi tersebut, rumah tipe 21 ini bisa dikategorikan sebagai rumah yang kecil.

    Biaya Konstruksi 21 x Rp 4-5 Juta : Rp 84-105 Juta
    Biaya Instalasi Listrik : Rp 400 ribu
    Biaya Tak Terduga 10% x (Biaya Konstruksi + Biaya Instalasi) = 10% x Rp 84,4-105,4 Juta : Rp 8,4-10,5 Juta
    Total : Rp 92,8-116 Juta

    Rumah Tipe 36

    Rumah dengan tipe 36 dibangun dengan dimensi 6 x 6 meter atau 9 x 4 meter. Biasanya rumah tipe ini cocok untuk keluarga kecil atau pasangan yang baru menikah.

    Biaya Konstruksi 36 x Rp 4-5 Juta : Rp 144-180 Juta
    Biaya Instalasi Listrik : Rp 400 ribu
    Biaya Tak Terduga 10% x (Biaya Konstruksi + Biaya Instalasi) = 10% x Rp 144,4-180,4 Juta : Rp 14,4-18 Juta
    Total : Rp 158,8-198,4 Juta

    Rumah Tipe 45

    Rumah tipe 45 umumnya dibangun dengan dimensi 6 x 7,5 meter dan sudah mulai memasuki segmen middle-low.

    Biaya Konstruksi 45 x Rp 4-5 Juta : Rp 180-225 Juta
    Biaya Instalasi Listrik : Rp 400 ribu
    Biaya Tak Terduga 10% x (Biaya Konstruksi + Biaya Instalasi) = 10% x Rp 180,4-225,4 Juta : Rp 18-22,5 Juta
    Total : Rp 198,4-247,9 Juta

    Perlu diingat bahwa perkiraan harga tersebut belum mencakup harga tanah, ya. Jadi kamu perlu menambahkan harga tanah yang kamu beli sesuai dengan harga pasar agar bisa mendapatkan perkiraan biaya bangun rumah untuk tipe 21, 34, dan 45 dengan lebih tepat.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Tetangga Bangun Rumah Ganggu Kenyamanan, Bisa Ngadu ke Mana?


    Jakarta

    Hidup bertetangga di kawasan pemukiman bisa sewaktu-waktu mendapati tetangga merenovasi atau membangun rumah. Membangun rumah biasanya mengganggu lingkungan sekitarnya, sehingga tetangga tak luput dari suara dan debu akibat pembangunan.

    Sayangnya, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan tetangga sekitar seperti kasus yang tengah menerpa Presenter Ayu Dewi ketika membangun rumah.

    Berdasarkan informasi dalam program Selebrita – Trans 7, seorang tetangga bernama Dewi mengaku marah karena peletakan steger oleh pihak Ayu Dewi dianggapnya tidak sesuai.


    Dewi menyatakan sudah bertanya dan menegur melalui tukang di rumah Ayu Dewi. Namun, pesan tersebut ternyata tidak sampai kepada Ayu Dewi.

    “Biasanya kalau ada komplain tuh nyampe ke kuping saya, tapi nggak nyampe. Lah kok lucu, tapi nggak sampai ke tempat saya,” ucap Ayu Dewi ditemui di studio PO, Mampang, Jakarta Selatan belum lama ini.

    Dari kejadian itu kita bisa belajar, ada baiknya mengkomunikasikan keluhan dengan cara yang tepat supaya mendapatkan solusi terbaik. Berikut ini beberapa cara mengeluhkan ketidaknyamanan ketika ada pembangunan rumah

    Komplain secara Kekeluargaan

    Menurut Andi Saputra seorang advokat hukum yang dihubungi oleh detikcom beberapa waktu lalu, menyelesaikan masalah tersebut bisa dengan musyawarah mufakat. Kamu bisa mengajukan komplain secara langsung kepada pihak terkait mengenai gangguan yang dialami.

    Tak hanya menyampaikan keluhan, kamu bisa meminta solusi dan menentukan bersama bagaimana mencegah masalah tersebut terulang kembali. Misalkan ada perkara suara bising proyek, bisa dengan menentukan jam pengerjaan yang tidak mengganggu waktu istirahat.

    Jalur Hukum

    Apabila semua cara kekeluargaan telah ditempuh, namun tidak ada respons baik dari pemilik rumah maka kamu bisa bawa kasus ini ke jalur hukum. Andi menyebut kalau sudah mengalami jalan buntu, maka bisa menggugat mereka secara perdata dengan mengajukan somasi terlebih dahulu.

    Kamu dapat melaporkan gugatan ke Pengadilan Negeri sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1365 KUHPerdata yang berbunyi:

    “Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

    Kamu bisa menggugat mereka sebab salah satu unsur di dalam ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata tentang kerugian bagi orang lain. Adapun kerugian tersebut bersifat immateril, yakni ketidaknyamanan dari pembangunan rumah yang mengganggu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Penting Bangun Rumah Ramah Penyandang Disabilitas


    Jakarta

    Orang dengan keterbatasan fisik atau penyandang disabilitas fisik memiliki gaya kehidupan sehari-hari yang sedikit berbeda dari non-disabilitas. Bahkan, di rumah sendiri terkadang banyak hal umum bagi non-disabilitas justru terasa seperti rintangan bagi para penyandang disabilitas.

    Maka dari itu, untuk memudahkan penyandang disabilitas beraktivitas di rumah, perlu adanya beberapa penyesuaian. Misalnya, modifikasi tangga, kamar mandi, bahkan kenop pintu agar lebih mudah digunakan oleh penyandang disabilitas.

    Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan beberapa hal saat kamu ingin membangun rumah untuk penyandang disabilitas. Atau, bila kamu sudah terlanjur mempunyai rumah, kamu bisa ikuti tips penting di bawah ini untuk membuat rumahmu menjadi ramah penyandang disabilitas. Dikutip dari 101mobility.com, berikut ini tipsnya.


    7 Tips Penting untuk Membuat Rumah Ramah Penyandang Disabilitas

    1. Atur Tangga

    Tidak hanya untuk para penyandang disabilitas saja, tangga juga bisa jadi tempat berbahaya bagi non-disabilitas. Maka dari itu, kamu harus menyesuaikan tangga ini supaya lebih mudah untuk diakses oleh para penyandang disabilitas.

    Cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan memasang jalur landai (ramp) khusus kursi roda pada tangga pendek, seperti pada teras rumah, dan beberapa tempat lainnya yang memiliki perbedaan tinggi. Gunanya adalah untuk memudahkan kursi roda untuk mengakses daerah tersebut

    Selanjutnya yaitu memasang eskalator khusus pada tangga yang tinggi, seperti tangga untuk menuju lantai 2 rumah. Atau, bila kamu merasa memiliki uang berlebih, kamu juga bisa mencoba untuk memasang lift khusus untuk kursi roda.

    2. Atur Kamar Mandi

    Kamar mandi adalah salah satu area yang paling berbahaya bagi penyandang disabilitas. Maka dari itu kamu harus perhatikan hal-hal berikut ini.

    Rintangan pertama dan yang paling berbahaya bagi penyandang disabilitas pada kamar mandi adalah lantainya yang licin ketika basah. Untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, kamu bisa mencoba untuk melapisi lantai kamar mandi dengan keset khusus. Selain itu, kamu juga bisa memasang handrails pada beberapa titik di kamar mandi

    Kedua, akses bak mandi atau bathtub. Di Indonesia, masih banyak masyarakat yang menggunakan bak mandi. Maka dari itu, bila memungkinkan cobalah untuk membuat bak mandi atau bathtub kamu serendah mungkin supaya bisa lebih mudah diakses oleh penyandang disabilitas.

    Dan yang terakhir adalah akses toilet. Selain harus memastikan bahwa toilet di kamar mandi kamu itu tipe toilet duduk, kamu juga wajib untuk memasang handrail atau tempat berpegangan di sekeliling toilet tersebut. Karena biasanya ketika ingin duduk atau bangun dari toilet, orang akan menggunakan tenaga ekstra untuk menyeimbangkan tubuhnya.

    3. Pasang Tempat Berpegangan (Handrails)

    Seperti pada toilet, kamu juga harus memasang tempat berpegangan atau handrails di beberapa titik tertentu di rumahmu untuk penyandang disabilitas. Biasanya handrails dipasang pada tempat di mana penyandang disabilitas fisik akan turun dari kursi rodanya.

    4. Pasang Palang Dorong-Tarik pada Pintu

    Terkadang banyak penyandang disabilitas yang kesulitan untuk membuka pintu dengan gagang seperti biasanya. Maka dari itu kamu harus mencoba untuk memasang palang dorong atau tarik pada pintu kamu untuk memudahkan mereka membuka pintu. Atau kamu juga bisa mencoba pintu geser.

    5. Permudah Akses Kolam Renang

    Bila kamu memiliki kolam renang di rumahmu, kamu bisa memasang lift kolam renang, atau kamu juga bisa membuat bagian landai untuk akses para penyandang disabilitas.

    6. Rapikan Furnitur

    Karena penyandang disabilitas fisik memiliki keterbatasan bergerak, kamu harus pastikan supaya furnitur di rumah kamu tidak menghalangi jalan. Kamu juga harus pastikan supaya akses untuk menggunakan furnitur tersebut bisa dilakukan dengan mudah.

    7. Perhatikan Permukaan Lantai

    Seperti yang sudah disebutkan, lantai yang licin atau sulit dilewati oleh kursi roda bisa membuat mereka merasa kurang nyaman. Maka dari itu, kamu harus pastikan lantai tersebut menggunakan bahan yang ramah untuk para penyandang disabilitas.

    Itu dia 7 tips untuk bangun rumah menjadi ramah untuk penyandang disabilitas. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Cegah Overbudget saat Bangun Rumah


    Jakarta

    Membangun rumah tentu memakan biaya yang besar, sehingga perlu menyiapkan budget yang cukup serta perencanaan yang matang. Akan tetapi, sering kali selama proses pembangunan ada hal-hal yang menimbulkan overbudget.

    Wajar saja kalau pemilik rumah bersemangat membangun rumah impiannya ataupun ada pengeluaran tak terduga. Namun, kondisi seperti ini akan merepotkan pemilik rumah karena tagihan membengkak.

    Nah, bagi kamu yang hendak membangun rumah, sebaiknya menjaga pengeluaran supaya tidak melebihi anggaran yang sudah ditetapkan. Berikut ini beberapa tips mencegah overbudget saat bangun rumah, dikutip dari Lofty Building Group, Minggu (21/4/2024).


    1. Tentukan Budget yang Realistis

    Penting sekali realistis ketika menentukan dan mengikuti budget pembangunan rumah. Jika budget terlalu sedikit, kamu akan kerepotan menyelesaikan pembangunan sesuai budget.

    Selain itu, kemungkinan kamu akan mengorbankan banyak hal untuk menyesuaikan pembangunan dengan budget. Maka, coba tentukan budget dengan melakukan perhitungan yang matang. Lalu, riset juga perkiraan budget bangun rumah pada umumnya untuk mengetahui harga material terkini di pasaran.

    2. Siapkan Budget Lebih

    Pastikan untuk melebihkan budget untuk mengantisipasi kalau ada pengeluaran tidak terduga. Sebaiknya menambahkan budget sekitar 10-20% dari perhitungan awal. Mulai dari kekurangan tenaga kerja dan keterlambatan pasokan material, hingga cuaca yang tidak dapat diprediksi bisa menjadi kendala yang menambah pengeluaran.

    3. Tentukan Prioritas

    Kalau kamu memiliki budget yang sangat terbatas, cara mudah untuk tetap menjaga budget adalah dengan menentukan prioritas. Tetapkan hal-hal yang tidak dapat dikompromikan serta sangat dibutuhkan di rumah. Mulailah pembangunan dengan mendahulukan hal-hal prioritas, lalu kamu baru bisa berkreasi dengan sisa anggaran yang ada.

    4. Pilih Kontraktor yang Kompeten

    Lakukan riset untuk memilih kontraktor yang mampu membangun rumah dengan baik sekaligus menggunakan anggaran dengan bijak. Meski harus mengikuti budget, jangan sampai kontraktor mengorbankan kualitas material dan pembangunan karena justru dapat menimbulkan masalah ke depannya.

    5. Jalankan Sesuai Rencana

    Setelah melakukan perencanaan budget dan pembangunan, usahakan agar mengikuti rencana sepanjang proses pembangunan. Hindari membuat perubahan mendadak di tengah jalan tanpa perhitungan yang matang. Jangan kalap dengan opsi-opsi baru di tengah pembangunan.

    Oleh karenanya, penting sekali meluangkan banyak waktu dalam tahap perencanaan awal pembangunan. Selain itu, pastikan kamu 100% puas dengan rencana desain sebelum melanjutkan ke tahap pembangunan.

    Itulah sejumlah tips mencegah overbudget saat membangun rumah yang dapat kamu ikuti. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Hemat Biaya Bangun Rumah Baru Menurut Ahli



    Jakarta

    Pembeli rumah yang baru dibangun mungkin cukup kaget ketika melihat harga konstruksi yang mahal. Bagaimana tidak? Rumah merupakan sebuah investasi berupa properti yang nilainya terus meningkat dan membangunnya adalah proyek besar.

    Melansir dari CNBC pada Senin (22/4/2024), Penasihat Pengelolaan Kekayaan Veronica Fuentes mengatakan nilai dari rumah yang baru dibangun sebenarnya tergantung pada sejumlah faktor, termasuk tambahan sentuhan akhir pada rumah.

    “Mereka ingin tahu jenis jendela apa yang Anda inginkan, lantai, pelapis dinding, panel jendela, jenis pintu, di mana letak stopkontak yang diinginkan, jenis saklar lampu apa yang Anda inginkan. Tergantung pada apa yang Anda pilih, mereka menambahkan biayanya,” ujar Fuentes dikutip dari CNBC, Senin (22/4/2024).


    Jika ingin menghemat biaya bangunan baru, para ahli menyarankan agar calon pembeli menggunakan jasa kontraktor untuk menambah finishing yang diinginkan setelah rumah sudah jadi. Berbagai elemen rumah berkontribusi pada keseluruhan biaya pembangunan rumah baru.

    Salah satu cara menekan harga rumah adalah dengan menunda elemen-elemen tambahan yang bisa dilakukan pada renovasi di masa mendatang. Fuentes biasa memberitahu kliennya untuk konservatif ketika membangun rumah.

    Sederhananya, tunda membeli barang perintilan yang bersifat dekoratif dan fokus saja pada penyelesaian konstruksi rumah agar cepat selesai

    Urusan barang perintilan seperti gagang pintu, lantai, dan warna dinding bisa ditunda dan dipenuhi saat renovasi di kemudian hari. Para ahli pun merekomendasikan supaya fokus pada elemen-elemen struktural.

    Pakar Rumah dan Co-Founder Angi, Angie Hicks menuturkan agar memikirkan elemen-elemen rumah yang mudah ditambahkan pada waktu lain. Jika mengetahui fitur apa saja yang ingin ditambahkan di rumah, maka sebaiknya pembangunan rumah untuk sekarang ini dilakukan secara standar saja dengan harga terendah.

    “Tidak ada alasan untuk Anda langsung menyelesaikannya (elemen tambahan) saat membangun rumah,” ucap Hicks.

    Menurutnya, detail tambahan tersebut bisa ditambahkan nanti, bahkan bisa menguntungkan pembeli rumah dalam jangka pendek. Maka, pastikan untuk melakukan perencanaan dan pertimbangan dengan matang dalam menentukan komponen yang krusial pada bangunan rumah.

    Oleh karena itu, pembeli rumah sebaiknya mendahulukan elemen-elemen struktural pada rumah ketika masih proses pembangunan supaya biaya yang dikeluarkan untuk konstruksi tidak terlalu menguras kantong.

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Butuh Waktu Berapa Lama Bangun Rumah Dua Lantai?


    Jakarta

    Saat seseorang berencana untuk membangun rumah, biasanya akan muncul banyak pertanyaan. Salah satunya adalah tentang lama pembangunan rumah tersebut.

    Membangun rumah baru, pasti akan memakan waktu yang cukup lama. Ada beberapa faktor yang menentukan waktu yang dibutuhkan untuk membangun rumah. Rata-rata, dibutuhkan sekitar enam bulan untuk membangun rumah standar. Namun bagaimana dengan rumah dua lantai? Apakah waktu pengerjaannya lebih lama?

    Melansir dari laman Clarence Homes, berikut adalah penjelasan mengenai waktu rata-rata untuk membangun rumah dan faktor yang mempengaruhinya.


    Waktu Rata-rata Pembangunan Rumah

    Dibutuhkan rata-rata sekitar 6 bulan untuk menyelesaikan pembangunan rumah standar. Terkadang bahkan ada rumah yang dibangun dalam waktu yang lebih singkat (sekitar 4 bulan), dan ada juga yang lebih lama sekitar 12 bulan sampai penyelesaian.

    Jika kamu berencana untuk membangun rumah satu lantai, biasanya akan memakan waktu sekitar 4 hingga 7 bulan. Sedangkan, rumah sederhana dengan dua lantai atau bertingkat akan memakan waktu lebih lama, yaitu antara 8 hingga 12 bulan.

    Rumah pra-desain membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 6 bulan untuk diselesaikan. Sementara, rumah yang dirancang khusus membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 16 bulan untuk diselesaikan.

    Membangun rumah standar di daerah pedesaan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 9 bulan sementara membangun rumah di daerah metropolitan atau perkotaan membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 7 bulan.

    Lamanya waktu pembangunan rumah tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor. Oleh karena itu kamu harus memikirkan matang-matang dan mempertimbangkan beberapa faktor berikut ini dalam membangun rumah.

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Waktu untuk Membangun Rumah

    Kondisi Tanah

    Kondisi tanah dimana kamu akan membangun rumah bisa memengaruhi waktu pembangunan rumah. Kondisi tanah yang baik akan mempercepat pembangunan, sedangkan kondisi tanah yang kotor dan buruk akan menghambat pembangunan.

    Oleh karena itu, pastikan tanah dalam kondisi baik dengan mengecek beberapa hal berikut.

    1. Tanah telah dibersihkan dari pohon dan puing-puing
    2. Tanah dalam kondisi stabil
    3. Diuji untuk memastikan bahwa tanah mampu menahan berat rumah
    4. Dianalisis untuk memeriksa apakah ada kemiringan

    Dokumen dan Perijinan

    Waktu konstruksi juga sangat dipengaruhi oleh waktu tunggu yang diperlukan untuk mendapatkan dokumen dan izin untuk konstruksi. Oleh karena itu, pastikan untun mengurus segala dokumen dan perijinan dari jauh-jauh hari agar pembangunan rumah tidak terhambat.

    Desain Rumah

    Faktor lain yang berdampak pada waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan rumah adalah desainnya. Jika kamu berencana untuk membangun rumah desain yang kompleks dan tidak biasa, pembangunan rumah kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama.

    Selain itu, membangun rumah yang bertingkat seperti dua atau tiga lantai juga mempengaruhi waktu pembangunannya. Semakin banyak lantai yang dibangun, semakin banyak waktu, tenaga, dan persediaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rumah. Dengan demikian, rumah bertingkat akan membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan daripada rumah berlantai tunggal.

    Cuaca

    Jika ada cuaca buruk selama konstruksi, seperti badai atau hujan lebat, waktu pembangunan rumah juga akan mundur. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk punya rencana antisipasi atau alternatif lain.

    Sentuhan Akhir

    Setelah rumah berhasil berdiri, tentu saja para tukang bangunan masih harus menyelesaikan beberapa sentuhan akhir sebelum rumah ditempati oleh pemilik. Bagian ini biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama saat membangun rumah. Finishing termasuk pintu, jendela, pengecatan, lantai, dan lain sebagainya.

    Penyelesaian yang tepat mungkin memerlukan sekitar 8 minggu untuk diselesaikan. Oleh kare itu, kamu harus rajin mengecek dan berdiskusi dengan para pekerja.

    Lokasi

    Waktu penyelesaian juga bisa dipengaruhi oleh lokasi rumah. Misalnya, sebuah rumah yang terletak di wilayah perkotaan akan membutuhkan lebih sedikit waktu untuk membangun rumah jika dibandingkan dengan daerah pedesaan. Ini karena persediaan, produk, tenaga kerja, dan waktu perjalanan di daerah perkotaan lebih mulus daripada di daerah pedesaan.

    Kontraktor

    Kamu bisa menikmati proses pembangunan rumah yang lebih lancar apabila bekerja sama dengan kontraktor profesional. Seorang kontraktor profesional bisa memperkirakan bahan dan tenaga kerja yang diperlukan supaya pembangunan bisa selesai tepat waktu.

    Biasanya, kontraktor juga akan melampirkan proses terperinci termasuk langkah-langkah dan kisaran waktu dari setiap tahap. Mereka juga akan memberimu laporan rutin tentang kemajuan pekerjaan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com